Rabu, 29 Juli 2015

Ampunilah krn kamu sudah diampuni


Cerita ini berawal ketika kami sekeluarga berlibur di luar negeri. Kami dilayani oleh seorang anak gadis ketika kami makan di sebuah restoran yang cukup ternama di negara itu. Ketika ikan yang kami pesan disajikan, piring yang dipegang pelayanan malah miring dan menumpahkan saus ikannya ke atas tas kulit saya.
Saya marah! Tapi, sebelum saya meluapkan emosi saya, putriku langsung berdiri dan menghampiri pelayan itu. Dengan senyuman dari wajahnya dia menepuk pundaknya dan berkata, "Tidak apa-apa kok..."

Pelayan itu ketakutan dan merasa bersalah berkata, "Maaf, saya akan ambilkan lap..."

Putriku menjawabnya, "Sudah tidak apa, nanti akan saya bersihkan ketika saya pulang. Kamu kembali bekerja saja, beneran tidak apa-apa kok..."

Anak perempuanku berkata dengan sangat lembut, seperti dia yang melakukan kesalahan. Saya menatap tajam anak saya dan rasanya emosi saya sudah pada puncaknya.

Malam harinya ketika kami kembali ke hotel, kami ibu dan anak berbaring di atas ranjang melepas rasa lelah. Di waktu yang seharusnya menjadi waktu istirahat, putriku malah mengungkit masalah di restoran tadi. Dia bercerita bagaimana pengalaman dia di London 3 tahun lalu.
3 tahun lalu demi mengajarinya untuk hidup mandiri, saya dan suami saya tidak mengizinkan dia pulang untuk liburan musim panas, malahan kami berharap dia bisa pergi berlibur di sana atau cari kerja di sana.

Putriku yang manja dan tidak biasa melakukan pekerjaan rumah ini, malah memilih menjadi seorang pelayan di sebuah restoran di Inggris. Namun hari pertama mulai bekerja saja dia sudah membuat kesalahan fatal...
Dia ditugaskan untuk pergi ke dapur membersihkan gelas – gelas anggur yang tipis. Kita semua tahu, kalau gelas tipis dan bening ini jika dibersihkan dengan tenaga yang kuat akan mudah pecah.

Putriku pun akhirnya membersihkan semua gelas yang kelihatannya tidak akan habis dibersihkan. Tapi siapa sangka, ketika dia memutarkan badannya, dia tidak sengaja mendorong setumpukan gelas tersebut dan dalam sekejap gelas-gelas itu pun berubah menjadi sekumpulan keping-keping kaca.

"Ma, waktu itu, rasanya aku tuh seperti langsung masuk neraka tahu gak?"
Suara putriku bergetar ketika menceritakannya kembali pengalamannya. Tapi, apa reaksi dari bosnya? Bosnya menghentikan semua pekerjaannya dan menghampiri dia, memeluk dia sambil berkata, "Oh sayang, kamu tidak apa – apa kan?"

"Kemudian, dia berbalik dan menyuruh rekan kerja yang lain, "Tolong bersihkan keping – keeping gelas ini ya!"
Dia sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat aku tertuduh," kata putriku sambil mengingat masa lalunya.

"Sudah jatuh tertimpa tangga" menjadi pribahasa yang cocok untuk putriku. Dia melakukan satu kesalahan fatal lagi yaitu tidak sengaja menumpahkan anggur ke atas gaun tamu yang datang!
Dalam hatinya dia berkata, "matilah aku! Pasti bos akan pecat aku!" Tapi siapa sangka, tamu itu menghiburnya! Dia berkata, "Tidak apa-apa... Alkohol gampang kok dibersihkan."
Dia pun berdiri, menepuk pundak putriku dan pergi ke kamar mandi membersihkan gaunnya.

Suara putriku terdengar penuh dengan rasa bersyukur dan berkata, "Ma, kalau orang lain saja bisa memaafkan putrimu yang manja ini, masa mama tidak bisa memaafkan orang lain? Anggap saja mama memaafkan putri sendiri."

Memaafkan orang lain menandakan kita bisa memaafkan diri kita sendiri.

TERUSLAH BERDOA

UNTUK TDK MENYERAH or KEBETULAN ?
(Sebuah kisah nyata)

Pada suatu waktu, Dr. Mark, seorang spesialis kanker yang terkemuka, sedang dalam perjalanan menuju sebuah konferensi penting di sebuah kota lain utk menerima penghargaan di bidang riset medis.

Dia sangat bersemangat utk menghadiri konferensi itu dan ingin secepatnya tiba di sana. Ia telah bekerja keras dan lama utk risetnya itu dan merasa layak utk menerima penghargaan tsb.
Akan tetapi, 2 jam setelah pesawatnya tinggal landas, pesawat itu harus mendarat darurat di bandara terdekat akibat kerusakan teknis.
Krn kuatir akan terlambat tiba di konferensi tsb Dr. Mark segera pergi ke bagian resepsion dan mendapati bhw penerbangan berikutnya baru ada 10 jam kemudian.
Resepsionis menyarankan agar ia menyewa mobil dan berkendara ke kota tempat konferensi itu yang hanya akan memakan wkt 4 jam berkendara.

Karena tidak ada pilihan lain, ia setuju utk berkendara meskipun ia tidak suka mengemudi jarak jauh.

Dr. Mark menyewa sebuah mobil dan memulai perjalanannya.
Akan tetapi, segera setelah ia berangkat, tiba2 cuaca menjadi buruk dan sebuah badai besar terjadi. Hujan yang terus turun menyulitkannya untuk melihat dan akhirnya ia melewati belokan yang seharusnya ia ambil.

Setelah 2 jam berkendara, ia yakin bahwa ia telah tersesat. Mengemudi dalam hujan yg lebat di jalan yg terpencil, merasa lapar dan letih, dg sangat gelisah ia mulai mencari tanda2 adanya kehidupan (penduduk setempat).
Setelah beberapa waktu, ia menjumpai sebuah rumah tua  kecil.
Dg putus asa, ia keluar dr mobil dan mengetuk pintu.
Seorang wanita cantik membuka pintu.
Dr. Mark menjelaskan masalahnya dan meminta tolong kpd wanita tsb apakah ia bisa meminjam  teleponnya.
Tetapi wanita itu memberitahukannya bhw ia tidak memiliki telepon atau pun peralatan elektronik lainnya, namun wanita itu mengajak dokter itu utk masuk ke rumahnya dan menunggu hingga cuaca membaik.
Kelaparan, basah dan kelelahan, sang dokter menerima tawaran baiknya dan masuk ke dlm rumah.
Wanita itu memberinya teh panas dan sesuatu utk dimakan.
Wanita itu mengajaknya utk berdoa bersama. Namun Dr. Mark tersenyum dan berkata bhw ia hanya percaya akan kerja keras dan mempersilakan wanita itu utk melanjutkan doanya.
Sambil duduk menikmati tehnya, sang dokter memperhatikan wanita itu berdoa di keredupan cahaya lilin, ketika ia berdoa di samping sesuatu yg tampak seperti tempat tidur bayi yg kecil.

Setiap saat wanita itu selesai berdoa ia segera melanjutkannya dg doa lainnya.
Merasa bahwa wanita itu sedang membutuhkan pertolongan, sang dokter mengambil kesempatan utk berbicara segera setelah wanita itu selesai berdoa.
Sang dokter bertanya kepada wanita itu apakah sebenarnya yang ia inginkan dr Tuhan dan apakah Tuhan akan mendengar doa2nya.
Ia lanjut bertanya tentang seorang anak di tempat tidur bayi tsb yg sepertinya sedang ia doakan.
Wanita itu tersenyum getir dan berkata bhw anak itu adalah anaknya yg sedang menderita suatu jenis penyakit kanker yg jarang dan hanya ada 1 dokter, namanya dr Mark yg dapat menyembuhkannya - namun wanita itu tidak mampu utk membayar Dr. Mark,  dan lagi Dr. Mark tinggal di kota lain yg jauh.
Wanita itu berkata bhw sejauh ini memang Tuhan belum menjawab doanya tetapi suatu hari Tuhan akan menciptakan jalan keluar dan ia menambahkan bahwa ia tidak akan membiarkan kekuatirannya mengalahkan imannya.

Kagum dan tak dapat berkata apa2, Dr. Mark berlinangan air mata.
Ia berbisik, Tuhan Maha Besar dan mengingat kembali rangkaian peristiwa yg ia alami.....ada kerusakan teknis di pesawat, badai yg melanda, ia tersesat di jalan, dan semuanya ini terjadi karena Tuhan tidak hanya menjawab doa wanita tsb tetapi juga memberinya sebuah kesempatan utk keluar dari dunia yg materialistis dan memberikan sebagian waktunya utk orang2 miskin yang putus asa yg tidak memiliki apapun selain doa-doa yg kaya....

Siap sedialah selalu utk melakukan apa yg Allah telah persiapkan untuk  Anda lakukan.

Tidak ada yg kebetulan di dalam hidup ini.
Allah mampu membuka jalan2 yg mustahil dalam perhitungan manusia, bagi setiap orang yg berharap dan berserah penuh kepadaNya.

Coincidence is God's way of remaining anonymous. (Albert Einstein)

Kebetulan adlh cara Tuhan utk tetap tidak dikenal.

Senin, 27 Juli 2015

kisah menakjubkan dari Madam Theresa

  From Small Things with Great Love-

Kita mungkin tidak bisa melakukan hal besar, Tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan Cinta yang Besar.

Inilah cerita dari ibu Teresa sebelum kematiannya :
” Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”

Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.
Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”

Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan,dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : ” Terima kasih “, lalu ia meninggal.

Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri.Dan saya bertanya : ” Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata : ” Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya”.

Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya. Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata : “Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”
Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah : ” Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan” lalu ia meninggal.
Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.

* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, perjuangkanlah itu
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
* Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

” We can do no great things, only small things with great love. ”
Mother Teresa

Humor: baptis anak

Pada suatu acara pembaptisan bayi, seorang pastor kaget karena membaca nama-nama bayi yang akan di baptis. Pastor kemudian memanggil keluarga pertama,
“Ibu, kenapa memberi nama bayi ini Cellphone?” dan kemudian menjawab, “Pastor, ini merupakan penggabungan nama saya yaitu Celline dan Suami saya Alphonzo”.
Setelah itu pastor kembali memanggil keluarga kedua untuk maju ke depan dan bertanya kembali kepada ibu sang bayi.
“Ibu, mengapa ibu memberi nama bayi ini “Charger” ? sambil binggung. Si ibu pun menjawab, ”Pastor, kami memberi nama Charger, karena penggabungan nama saya Charlotte dan suami saya Gerry”.
Pastor hanya bisa menghela nafas. Pastor pun memanggil keluarga ketiga, dan ia kembali kaget ternyata nama bayi tersebut “Baterry”.
Pastor dengan rasa penasaran bertanya kepada sang ibu bayi teersebut, “Ibu kok anak ini namanya Battery?”,
Si ibu kemudian menjawab, “Pastor, saking cintanya kami dengan anak ini, maka kami memberi nama dari singkatan nama saya Bathilda dan suami tercinta saya Terry”.
Kemudian pastor melanjutkan upacara pembaptisan tersebut dan berkata, baik, sudah ada di depan kita semua tiga orang bayi yang bernama “Cellphon”, “Charger” dan “Battery”, maka saya tidak dapat membaptis dengan air tetapi harus dengan Power Bank

MANAJEMEN STRESS

Pada saat kuliah tentang "Manajemen Stress", Stephen Covey mengangkat segelas air dengan tangan yang lurus ke depan, dan bertanya kepada para siswanya,

"Seberapa berat menurut Anda, kira-ira segelas air ini...?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

"Ini bukanlah masalah berat absolutnya. Tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya..." Kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit... Tidak ada masalah..."

"Jika saya memegangnya selama 1 jam...lengan kanan saya akan sakit..."

"Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh...mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya ..."

"Berat sebenarnya sama ...tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat..."

"Demikianlah jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi..."

"Beban itu akan meningkat beratnya..." Lanjut Covey.
”Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut... Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi..."

"Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi..."

"Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari...tnggalkan beban pekerjaan ..."

"Jangan bawa pulang ... Beban itu dapat diambil lagi besok..."

"Apapun beban yang ada di pundak Anda hari Ini, coba tinggalkan sejenak... bawalah dalam doa... dan beban itu akan menjadi lebih ringan"

"Hidup ini singkat.. Jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya!!!"

Bukan menumpuk beban...

Tetap semangat✊✊✊!!!

salah paham

Ditengah samudera yang luas.. Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai disana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya. Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?” Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!” “Kamu tau aku buta!!” “Kamu egois!” “Nggak tau malu!” Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, “Tolong jaga anak kita baik-baik”. Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?” Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis”. Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.” Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendiri.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Disana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orang tuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, disaat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis dibuku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya dibawah sana”. Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam. guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan didunia ini tidak sesederhana yang sering kita pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yang kadang sulit dimengerti. Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

-Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan dari pada uang.
-Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.
-Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.
-Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.
-Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukkan, tapi karena kamu ada didalam hatinya :”)

Minggu, 12 Juli 2015

INI OWE...

"Acong, seorang pegawai yang sangat LUGU dan SETIA punya KEBIASAAN unik. 
Tiap kali makan siang dan pulang ke rumah, dia selalu menyempatkan untuk berhenti di depan pintu rumah ibadah yang dilewatinya untuk BERDOA sejenak...

12 tahun sudah, ia lakukan dengan SETIA, sampai suatu hari ada yg bertanya :

"Acong, apa yang loe lakukan di depan pintu rumah Tuhan SETIAP HARI ??"

Jawabnya "Owe BERDOA"

Ditanya lagi "Doa apa?"

Acong : Singkat saja. "Tuhan, ini owe, Acong"

Suatu hari Acong sakit, masuk ruang ICU. Ia merintih kesakitan dan berseru :
"Tuhan, ini owe." (Setiap rasa sakit mendera tubuhnya, ia selalu panggil nama Tuhan)...

Sampai suatu malam Acong bermimpi, Tuhan datang, menyentuh kening Acong dengan lembut sambil berkata. : "Acong, ini Owe"

Acong senang sekali, dia langsung duduk, tapi yang menyapa sudah menghilang....

Dilepasnya selang infus, dia keluar dari ruang ICU mencari Tuhan. Perawat kaget dan bertanya : "Mau ke mana Koh?"

Dijawabnya : "Owe mau nyari Tuhan yang menyapa Owe"

Perawat berpikir Acong ngelindur, tapi ia heran, waktu diperiksa ternyata Acong sudah sembuh total dan sehat seketika itu juga....

KESIMPULAN :

Tuhan sayang dengan orang yang TULUS HATI dan SETIA....

Tuhan tidak butuh kepandaian kita, Dia tidak butuh fasih lidah kita, DIA tidak butuh doa yang panjang-panjang dan dahsyat....

DIA tidak kagum dengan hebatnya pelayanan kita, indah dan megahnya gedung kita,

Satu hal yang pasti, Tuhan melihat sampai jauh ke dasar HATI kita, apa yang menjadi motivasi dan kerinduan kita saat mengiring DIA, hanya dengan bilang "OWE " itu sudah lebih dari cukup !!
Tuhan sudah tau dan mengerti...

Rabu, 08 Juli 2015

Keturunan Orang Benar (The descendants of the righteous)


Anda dan saya memang perlu bersyukur untuk anugerah terbesar yang Allah berikan bagi hidup kita melalui kematian anak-NYA, Yesus Kristus Tuhan kita 2000 tahun yang lalu. Pribadi Yesus yang kita terima dengan iman ketika kita dilahirkan kembali  telah memindahkan kita dari sebuah STATUS :  orang-orang kegelapan yang penuh dengan kefasikan menjadi anak-anak terang yang dibenarkan atau disebut orang-orang benar (the righteous).

Roma 3 : 24 “ dan oleh Kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus “.

Menjadi orang benar adalah posisi atau status yang di tentukan dan diberikan oleh  Allah sendiri ketika kita mengalami kelahiran kembali. Orang benar adalah  jati diri anda dan saya yang berada di dalam Kasih Kristus yang sempurna.

Seringkali  mungkin kita berpikir bahwa orang benar itu adalah orang yang sempurna (perfect), tanpa kesalahan, kejatuhan  atau kegagalan. Orang benar bukanlah orang yang sudah sempurna  melainkan orang yang terus-menerus disempurnakan atau diubah oleh Allah untuk menjadi  serupa dengan anak-NYA Yesus Kristus Tuhan kita. Banyak orang seringkali terintimidasi ketika jatuh ke dalam dosa dan merasa dirinya tidak layak dan tidak bisa lagi dipulihkan.

Dari kondisi terintimidasi dan merasa bersalah  tersebut, kebanyakan memilih untuk terus terpuruk dan akhirnya terhilang.  Anda dan saya perlu menyadari bahwa tujuh kali orang benar jatuh, dia akan BANGKIT kembali (Amsal 24 : 16). Mungkin di dalam perjalanan rohani anda setelah anda lahir baru, anda pernah membuat suatu keputusan yang salah dalam hidup anda atau anda pernah melakukan sesuatu dosa dan anda begitu menyesal kenapa harus melakukannya, Atau mungkin dulu anda adalah orang yang begitu mengasihi keluarga, giat melayani Tuhan di kampus atau Gereja anda, namun anda jatuh dalam pergaulan yang salah dan anda menyesal.  Saya mau beri tahu suatu kabar baik bahwa anda adalah orang benar yang perlu bangkit kembali.

Kita bersyukur oleh darah Yesus, kita telah dibenarkan dengan cuma-cuma dan menjadi orang benar. Jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak) orang benar perlu dibaharui dengan kebenaran Firman Tuhan. Perkataan yang keluar dari bibir orang benar pun perlu diselaraskan dengan kebenaran Firman Tuhan. Pendengaran dan penglihatan orang benar juga perlu diselaraskan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Karena apa yang keluar dari hidup kita sebenarnya ditentukan dari apa yang masuk ke dalam hidup kita. Tuhan memberikan kita 5 indera untuk memuliakan pribadi Allah. Tuhan tidak berikan kita bibir untuk bergosip melainkan untuk membicarakan tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan tidak memberikan kita mata untuk melihat hal-hal yang negatif  melainkan untuk melihat apa yang Dia mau kerjakan di dalam hidup kita. Dia memberikan kita telinga bukan untuk mendengar hal-hal yang tidak membangkitkan iman, melainkan untuk mendengar Dia berfirman dan membangkitkan iman kita.

Orang benar hidup dalam persekutuan dan dipimpin oleh Roh Kudus di dalam melakukan kebenaran-kebenaran Firman yang Ia sudah pelajari.

Orang benar adalah orang yang pasti mencintai dan menghidupi Kebenaran.

Orang benar yang tidak mencintai kebenaran adalah bak anak raja yang berpakain compang-camping di singgasana kerajaannya. Ketika dia keluar dari istana, orang pun tidak melihat dia sebagai anak raja melainkan sebagai anak pengemis. Orang benar yang tidak menghidupi kebenaran adalah bak anak raja yang mengenakan pakaian pengemis.

Kebenaran adalah pakaian atau jubah dari orang benar. Haleluya!.

Di dalam Firman Tuhan saya mendapatkan hal-hal yang pasti dialami oleh orang benar :

1. Mazmur 5:13 – “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan;..”

2. Mazmur 34 : 16 : “Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar…”

Ayat 18: “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan    mereka dari segala kesesakannya.”

Ayat 20-21: “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.”

3. Mazmur 37:12-17

Akan banyak orang fasik yang akan merencanakan kehancuran orang benar, tetapi Tuhan akan selalu membela orang benar

4. Mazmur 75:11 – “Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.” Anda dan saya akan ditinggikan (dipromosikan Tuhan).

5. Amsal 10:11- “Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan  kelaliman.”

6. Amsal 10:21 – “Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.”

7. Amsal 12:21 – “Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.”

8. Amsal 13:25 – “Orang benar makan sekenyang-kenyangnya, tetapi perut orang fasik menderita kekurangan.”

9. Mazmur 37:29: “Orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.”

10. Mazmur 37:25-26

Apabila kita hidup sebagai orang benar, berkat yang kita nikmati tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi anak cucu kita juga akan menikmatinya.

Tapi Firman juga mengatakan apabila kita orang fasik, pembalasan yang terjadi tidak hanya berhenti kepada diri anda, tetapi juga pada keturunan anda.

Jika kita hidup benar, maka keturunan kita juga akan hidup benar, kalau kita hidup fasik keturunan kita juga akan mencontoh kefasikan yang ada.

Sifat dan watak orang tua akan diwariskan kepada anak cucunya tanpa disadarinya. Ada pepatah,”Tunjukkanlah kepadaku siapa ayahmu, maka aku akan menunjukkan siaap engkau.”.

Di abad 20, kota New York, tim peneliti Sosiologi menyelidiki dua laki-laki yang hidup di abad 18. Penyeldikan itu untuk mengetahui menjadi apakah kedua keturunan akibat warisan watak kedua  orang tua mereka.

Seorang bernama Max Judges adalah seorang atheis,  tidak percaya kepada Yesus Kristus,, hidupnya fasik, tidak takut akan Allah, tidak megizinkan anak-anaknya ke gereja meskipun mereka menginginkannya. Dalam kurun waktu 2 abad Max memiliki keturunan 1200 orang. Kebanyakan mereka berakhlak bejat seperti leluhurnya, yakni :

–  440 orang hidup dalam pesta pora. Memuaskan hawa nafsu.

–  310 orang menjadi gelandangan, peminta-minta

–  190 orang menjadi pelacur. Tuna susila

–  130 orang menjadi nara pidana, keluar masuk penajra

–  100 orang pecandu alcohol, pemabuk

–   60 orang mempunyai kebiasaan mencuri

–   55 orang menjadi korban pelecehan seksual.

–   7 orang menjadi pembunuh

Ternyata hampir tidak ada keturunan Max Jukes yang berguna bagi masyarakat. 300 diantaranya dipenjarakan pada usia rata-rata 13 tahun. Keluarga Jukes sejauh ini, merugikan pemerintah AS sebesar lebih dari setengah juta dollar untuk rehabilitasi. Mereka tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada masyarakat.

Tapi kita lihat apa yang diwariskan Jonathan Edwards. Kita temukan namanya dalam Ensiklopedia. Sarah, istrinya adalah orang –orang saleh dan pengikut Kristus yang setia. Jonathan dan Sarah menurunkan generasi yang berakhlak tinggi dan berkarakter perkasa, yakni :

–  320 orang menjadi pendeta, penginjil, dan dosen sekolah teologia

–  120 orang menjadi professor ilmu pengetahuan umum

–  110 orang ahli hukum yang menjadi pengacara

–   60 orang menjadi dokter

–   60 orang menjadi penulis Buku bermutu

–   30 orang menjadi ahli hukum yang menjadi hakim

–   14 orang menjadi rector universitas. Banyak yang menjadi pemilik pabrik

–    4 orang menjadi anggota kongres AS

–   1 orang menjadi Wakil Presiden AS.

Edwards tidak pernah membebani negara biaya satu sen pun tapi justru memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat.

Jonathan Edwards adalah contoh orang benar, sedangkan Max Jukes adalah orang fasik.  Dari daftar keturunan Edwards, kita bisa melihat bagaimana Firman Tuhan itu benar. Keturunan-keturunan Edwards, adalah keturunan orang benar yang diberkati oleh Tuhan. Tidak hanya Edwards, melainkan semua keturunannya diberkati oleh Tuhan.

Jika selama ini anda hidup di luar Kristus, hidup anda fasik maka sekarang ambillah keputusan yang penting untuk bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Ia akan membenarkan anda dengan cuma-cuma oleh darah Yesus menjadi orang benar-NYA. Anugerah Allah besar atas setiap kita orang-orang benar. Jika selama ini sebagai orang benar anda sedang mengalami kejatuhan, bangkitlah.  Percayalah bahwa kesepuluh poin di atas adalah bagian anda dan saya yang kita berhak alami sebagai orang benar.

Mari alami Kristus lebih lagi!

Mendidik Anak = Membangun Generasi yang Tangguh

Pernahkah kita berpikir bahwa keluarga kita dapat berdampak bagi sebuah generasi?

Atau berdampak bagi sebuah bangsa?

Mungkin kita sering mendengar kalimat demikian :
KELUARGA YANG KUAT MEMBANGUN MASYARAKAT YANG KUAT.
MASYARAKAT DAN GEREJA YANG KUAT MEMBANGUN KEBUDAYAAN YANG KUAT.
KEBUDAYAAN YANG KUAT MEMBANGUN NEGARA YANG KUAT.

Marilah kita membandingkan contoh nyata dari 2 keluarga sebagai bukti dari pernyataan tersebut:

Keluarga JONATHAN EDWARDS 


Jonathan Edwards adalah adalah seorang Kristen yang setia.
Dia selalu mengutamakan Allah dalam kehidupannya. 

Ia menikah dengan seorang wanita muda yang saleh.


Dari 1.394 orang keturunannya ditelusuri:



295 orang lulus dari universitas, di antaranya 13 orang menjadi rektor dan 65 orang professor. 
3 orang dipilih sebagai senator Amerika Serikat, 
3 orang sebagai gubernur negara bagian, 
dan yang lainnya diutus ke negara-negara asing sebagai hamba-hamba Tuhan. 
30 orang menjadi hakim, 
100 orang menjadi pengacara Negara bagian, 
1 orang menjadi dekan sebuah sekolah tinggi hokum terkenal. 
75 orang menjadi perwira angkatan bersenjata, 
100 orang menjadi misionaris, pengkhotbah dan penulis terkenal, 
80 orang lagi bekerja di beberapa kantor pemerintah, tiga di antaranya adalah walikota kota-kota besar, satu adalah seorang pengawas keuangan Departemen Keuangan Pemerintah Amerika Serikat, 
dan seorang lagi adalah Wakil Presiden Amerika Serikat.

Tidak satu orang pun keturunan keluarga Edwards merugikan pemerintah Amerika Serikat.


Keluarga MAX  JUKES 

Max Jukes adalah seorang yang hidup pada masa yang sama dengan Edwards.
Ia seorang ateis yang menikah dengan seorang wanita kafir (tidak mengenal Tuhan). 
 
Dari sekitar 560 keturunannya ditelusuri:


300 orang mati sebagai pengemis, 
150 orang menjadi penjahat, 
7 orang di antaranya pembunuh, 
100 orang terkenal sebagai pemabuk, 
dan lebih dari setengah keturunannya yang perempuan adalah pelacur.

 
Keturunan Max Jukes menyebabkan pemerintah Amerika Serikat merugi sekitar $1.25 juta dengan nilai dolar pada abad ke-19.
 


Nah, setelah melihat contoh tersebut, membuat kita menyadari bahwa mau tidak mau keluarga kita adalah ikatan nilai dari generasi satu kepada generasi berikutnya.
Kita adalah salah satu mata rantai dari rantai yang sangat panjang dari lingkaran generasi.

Firman Tuhan menuliskan, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”(Kejadian 1:29)

Artinya, Tuhan rindu melalui keluarga Ilahi dan melalui keturunan Ilahi, kita menghasilkan generasi yang menegakkan Kerajaan Allah di muka bumi ini.

Oleh karena itu, marilah kita menentukan pilihan :

1. Apakah kita ingin menjalani kehidupan keluarga tanpa tujuan dan tanpa arah ?
2. Nilai-nilai seperti apakah yang akan kita tanamkan bagi anak-anak kita?
3. Warisan apakah yang akan kita tinggalkan bagi generasi berikutnya ?

Walaupun ada mata rantai negatif dari masa lalu keluarga kita, putuskanlah, tinggalkanlah dan kejarlah rencana Allah yang dahsyat bagi keluarga, anak-anak kita dan generasi yang akan datang !!!



Andoy & Yesus


Andoy & Yesus
Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.
SILAHKAN DIBAGI-BAGIKAN KEPADA SIAPAPUN SAJA KEPADA TEMAN SAHABAT SAUDARA DAN HANDAI TAULAN... SAMPAIKANLAH KEPADA DUNIA BIAR MEREKA MELIHAT DAN MENGERTI BAHWA TUHAN SUDAH DEKAT DAN BIARLAH KITA DENGAN IMAN PERCAYA YAKIN TURUT MENGAMBIL BAGIAN MENJADI PENJALA-PENJALA MANUSIA DI AKHIR JAMAN INI,,,, HALELUYA TERPUJILAH NAMA YESUS DAN MARI TERUS KITA TINGGIKAN DAN MULIAKAN DIA,, HANYA BAGI YESUS SEGALA HORMAT DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA...♥♥♥ dengan kasih saya kepada anda semua sahabat-sahabat didalan YESUS,,,

Andoy & Yesus


Andoy & Yesus
Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.
SILAHKAN DIBAGI-BAGIKAN KEPADA SIAPAPUN SAJA KEPADA TEMAN SAHABAT SAUDARA DAN HANDAI TAULAN... SAMPAIKANLAH KEPADA DUNIA BIAR MEREKA MELIHAT DAN MENGERTI BAHWA TUHAN SUDAH DEKAT DAN BIARLAH KITA DENGAN IMAN PERCAYA YAKIN TURUT MENGAMBIL BAGIAN MENJADI PENJALA-PENJALA MANUSIA DI AKHIR JAMAN INI,,,, HALELUYA TERPUJILAH NAMA YESUS DAN MARI TERUS KITA TINGGIKAN DAN MULIAKAN DIA,, HANYA BAGI YESUS SEGALA HORMAT DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA...♥♥♥ dengan kasih saya kepada anda semua sahabat-sahabat didalan YESUS,,,

Rabu, 01 Juli 2015

TOLONG, MAAF & TERIMA KASIH


------------------------
Di sebuah pesta perpisahan seorang direktur yang akan memasuki masa pensiun, ada sesi kesan dan pesan dari para anak buah. Karena keterbatasan waktu maka pesan dan kesan tersebut dibuat dalam bentuk tertulis.

Di antara kesan dan pesan tersebut kemudian dipilih satu yang akan dibingkai dan dibacakan di acara tersebut yaitu tulisan seorang office boy yang sudah bekerja sangat lama di perusahaan tersebut. Office boy tersebut menulis kata2 kuncinya dalam huruf kapital yang isinya sbb

: "Yang Terhormat Pak Direktur, Terima kasih Bapak selama ini selalu mengucapkan kata TOLONG, untuk setiap tugas yang sebenarnya adalah memang tugas saya.

Terima kasih karena selama ini Bapak selalu mengucapkan kata MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan, atau memberitahu tentang kesalahan yang saya perbuat, karena Bapak ingin saya berubah.

Terima kasih karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal hal kecil yang saya kerjakan untuk Bapak. Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga selama ini saya bisa bekerja sebaik baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa dikecilkan dan direndahkan. Sampai kapanpun Bapak adalah Pak Direktur bagi saya. Sekali lagi TERIMA KASIH, saya berdoa agar semua kebaikan beserta Bapak di manapun berada!"

Sejenak keheningan memenuhi ruangan itu, lalu serentak suara tepuk tangan bergemuruh. Diam diam sang Direktur mengusap genangan air mata di sudut matanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani keperluan seisi kantor.

Kata TOLONG, MAAF, dan TERIMA KASIH adalah 3 kata ajaib. Tiga kata sederhana yang memberi dampak positip bagi sebuah hubungan yang sehat.