Minggu, 30 Oktober 2016

AKIBAT DARI PERBUATAN YANG BURUK

Apa anda pernah melihat bentuk hati yg buruk?

Bisa jadi hati yg kelihatannya bagus ternyata banyak ulat di dalamnya.

Banyak hati yg tampaknya baik ternyata busuk di dalamnya,
& kita kerap tertipu akan hal itu.

Di sinilah kita perlu lebih ber-hati²...

Tidak semua orang yg ada di sekitar kita itu tulus berteman dgn kita.

Terkadang mereka memiliki niat tersembunyi yg pada nantinya akan menusuk kita dari belakang.

Orang yg tampaknya baik,
ternyata sedang mempersiapkan rencana jahat untuk kita.

Apa yg harus di lakukan ketika bertemu dgn orang² seperti itu?

Apakah kita harus menjauh?

Tidak....

Tetaplah untuk berbuat baik kepada siapa saja termasuk kepada orang² yg tlah berbuat buruk dalam hidup kita,
k a r e n a itulah yg TUHAN mau untuk kita lakukan.

“Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?”
(1 Petrus 3:13)

Segala sesuatu yg kita kerjakan akan ada upahnya sendiri.

Apa yg kita tabur, itulah yg akan kita tuai.

Saat kita MENABUR KEBAIKAN,

m a k a kita akan MENERIMA KEBAIKAN & semua itu akan MEMBUAT HATI kita semakin BERKILAU.

Dan orang yg selalu menimbulkan hal² buruk,

m a k a dia akan menuai keburukan atas apa yg tlah dia lakukan sebelumnya,

hal itulah yg membuat hatinya membusuk.

“Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.”
(Ulangan 31:29b)

Jumat, 28 Oktober 2016

Yang Mendukakan Allah

Kejadian 6:6 "Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya."

Suatu hari murid-murid Tuhan datang kepada-Nya dengan satu pertanyaan ini: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Matius 24:3b).

Yesus menjawab, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia" (ayat 37-39).

Dalam pernyataan-Nya yang amat penting ini, Yesus bukan hanya membenarkan adanya Air Bah dalam kitab Kejadian, tapi Dia juga mendorong kita untuk melihat dengan seksama hal-hal yang terjadi sebelum kedatangan Air Bah, karena inilah ciri-ciri kejadian yang akan terjadi sebelum Dia datang kembali nanti.

Ada persamaan yang mencolok antara zaman Nuh dan zaman kita. Nuh tinggal di hari-hari terakhir. Dia tinggal di masa tepat sebelum penghakiman datang dalam bentuk Air Bah. Kita hidup di hari-hari terakhir sebelum penghakiman tiba yang akan datang selama masa Kesengsaraan Besar.

Sebagaimana dalam pembukaan Kejadian 6, perkara demi perkara akan berlangsung kian buruk di muka Bumi ini. Alkitab mengatakan, "Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya" (ayat 5-6).

Pada saat itu Allah tengah berduka karena ciptaan-Nya menjalani hidup yang seperti itu. Ini memperlihatkan betapa pilu hati-Nya melihat pemberontakan dan kejahatan manusia.

Bacaan Alkitab:
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29

Hati Allah sangat pilu ketika manusia yang di ciptakan memberontak dan tidak mengikuti hukum-hukum-Nya.

PUTIH VS HITAM


Saat dua bola mata menyaksikan ....

⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.

⬜⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.

⬜⬜⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.

⬜⬜⬜⬜ vs ⬛
Ternyata yang lebih menonjol adalah hitam.

⬜⬜⬜⬜⬜ vs ⬛
Dan ternyata yang menonjol masih tetap hitam.

Coba yang ini
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬛⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
Apa yang lebih menonjol?

Coba yang ini!
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜ ▪ ⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
Apa yang lebih menonjol?

Coba yang ini !
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜(•)⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜
⬜⬜⬜⬜⬜⬜⬜

Apa yang lebih menonjol ?
Tetap si hitam yang lebih kelihatan menonjol.

Begitulah umumnya manusia, sering lebih pandai menemukan kekurangan... ketimbang kelebihan seseorang.

Kadang kita lebih cepat menemukan kelemahan seseorang, ketimbang kelebihan seseorang.

Dibalik kelemahan seseorang... pasti selalu ada kelebihan yang mungkin jauh lebih banyak dari pada kekurangannya.

Menjadi siapa kita di masa depan, tergantung apa yg kita lakukan hari ini ... dan siapa kita di hari ini sebenarnya cermin apa yg kita lakukan di masa kemarin...

Mencintai bukanlah tentang memberikan yang terbaik dalam kelebihan, tetapi memberikan yang terbaik dalam kekurangan...

Rabu, 26 Oktober 2016

Jalan Kain

Yudas 1:11 "Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah."

Alkitab memperingatkan kita tentang "jalan yang ditempuh Kain" (lihat Yudas 1:11). Seperti apakah itu? Satu hal yang pasti, ia menyembah Allah dengan motif yang tidak murni. Kain membawa persembahannya kepada-Nya, tetapi ia tidak membawanya dalam iman. Seberapapun besarnya persembahan Anda, jika hati Anda salah, maka itu sia-sia.

Jalan yang ditempuh Kain juga menggambarkan hati dan kehidupan yang penuh iri, kedengkian, dan kebencian. Akan selalu ada orang-orang yang lebih dari Anda. Akan selalu ada seseorang yang lebih tampan, lebih sukses, atau lebih cerdas dari Anda. Jadi apakah Anda akan menjalani hidup yang diwarnai dengan frustasi, iri, dan dengki? Atau, akankah Anda berseru, "Tuhan, semua yang kumiliki adalah berkat dan karunia dari-Mu, dan aku mengucap syukur untuk itu. Aku tidak mau menghancurkan hidupku karena kecemburuan dan iri hati"?

Terakhir, jalan yang ditempuh Kain adalah dengan berdusta kepada Allah tentang apa yang telah ia perbuat. Hanya ada satu cara untuk mengatasi dosa, yaitu dengan mengakuinya, sebab bagaimana pun Allah tahu apa yang Anda buat. Allah tahu persis apa yang Kain hendak lakukan, maka Ia memperingatkannya. Namun Kain melakukan apa yang menurut dia harus lakukan, dan dosa pun menerkamnya, memusnahkannya, dan menguasai dirinya, sama seperti apa yang Tuhan peringatkan padanya sebelumnya.

Ini berlaku juga buat kita saat ini. Jangan berjalan di jalan yang ditempuh Kain. Sebaliknya, berjalanlah di jalan Habel. Ibrani 11:4 memberitahu kita bahwa "Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati." Jalan Habel mendatangkan berkat.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 48-51; Kolose 1 : 1-14

Jangan berjalan di jalan yang ditempuh Kain. Sebaliknya, berjalanlah di jalan Habel.

Jumat, 21 Oktober 2016

Monster Bermata Hijau

Kejadian 4:4-5 "Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Jika Anda ingin menjadi orang yang menyedihkan, jadilah orang yang iri hati atau yang pencemburu. Mengagumi sesuatu yang dimiliki orang lain belum tentu buruk. Waktu kita berkata, "Aku iri denganmu. Kau mampu pergi berlibur," kata 'iri' yang dipakai di sini tak serta merta berkonotasi negatif.

Iri atau cemburu artinya menjadi marah ketika tahu orang lain mempunyai sesuatu yang tak Anda punyai. Definisi harfiah dari kata iri hati yaitu "perasaan yang penuh dendam atau perseteruan." Jadi tidak masalah bila kita berkata, "Hartamu banyak sekali. Wow, ini benar-benar keren sekali! Andai aku punya sebanyak itu!" Bukan kata-kata, tetapi sikap yang menyiratkan iri dan kecemburuanlah yang jadi masalah, "Aku amat kesal padamu, kau punya itu semua, sementara aku tidak."

Kedengkian digambarkan seperti dosa di sebuah kota kecil; dosa ini terus berkembang biak karena dekatnya satu sama lain. Kita cenderung tidak iri pada orang terkenal atau sukses. Tetapi, kita malah lebih cenderung iri pada tetangga, kerabat, atau rekan kerja kita. Kita baik-baik saja selama kita semua sama, selama kita semua ada di situasi yang sama. Tetapi ketika seseorang mulai menjadi sukses, jika salah satu dari kita mendapat kesempatan, kita biasanya mulai berpikir kita seharusnya mempunyai itu juga, dan ketika ada hal baik terjadi dalam hidup mereka, kita pun menjadi iri.

Kita tak tahu persis apa yang menyebabkan Kain membunuh saudaranya Abel, tapi saya pikir bisa dikatakan bahwa iri dan dengki memainkan peranan dalam tragedi ini. korban persembahan Habel diterima, tapi Kain tidak. Kecemburuan yang tidak dibereskan akan menjadi masalah besar, dan kecemburuan Kain menyebabkan pembunuhan. Kain tidak dikuasai oleh Allah, karena itulah ia diperbudak oleh Iblis.

Shakespeare menyebut kecemburuan sebagai monster bermata hijau, dan itu monster yang sama yang dapat mencekik Anda. Jadilah orang yang iri hati jika Anda mau memberi batu pijakan kepada Iblis- sama seperti apa yang Kain lakukan- dan bersiap-siaplah menghadapi akibatnya.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23

Kecemburuan yang tidak dibereskan akan menjadi masalah besar, karena itu segala macam bentuk kecemburuan cepatlah di selesaikan.

Kamis, 20 Oktober 2016

Siap Menerkam

1 Petrus 5:8 "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."

Beberapa tahun lalu, saya membaca sebuah buku menarik berjudul Kematian di Rimba Belantara. Penulisnya, seorang pemburu hewan buas, menceritakan tentang kisah-kisah, bukan hanya tentang perburuan singa tapi juga mengenai singa yang memburu manusia.

Diceritakan, ada sekelompok singa yang tertarik dengan darah manusia. Mereka senang menyambangi tenda-tenda perkemahan di malam hari, melangkahi orang-orang yang sedang tidur untuk mencari mangsa, tanpa membangunkan orang lain selain mangsanya itu sendiri. Tak pasti kriteria apa yang dipakai singa ini dalam menentukan mangsanya. Namun mereka akan mengangkat korbannya, membunuh mereka secepat kilat , dan menyeret mereka jauh dari TKP tanpa membangunkan satu orang pun. Si penulis juga menceritakan seekor singa besar yang telah menewaskan lebih dari seratus orang. Buku ini juga menyebutkan bahwa seekor singa yang kelaparan bisa berlari 91 meter hanya dalam tiga detik saja.

Singa adalah makhluk yang kuat dan amat menakutkan. Dan mereka punya kemampuan untuk menerkam Anda dalam sekejap mata.

Alkitab menyamakan Iblis dengan seekor singa. 1 Petrus 5:8 mengatakan, "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."

Dan dalam kitab Kejadian, Allah memberi peringatan ini kepada Kain: "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya" (4:7). Intinya Ia berkata, "Dengar, kau sedang bermain-main dengan bahaya. Sebaiknya sekarang engkau menginjak rem kendali karena dosa itu seperti binatang buas yang siap menerkam." Iblis selalu mencari masalah, sama seperti singa yang tengah berjalan mondar-mandir di dalam kandangnya.

Dosa mengintip di depan pintu Kain; dosa juga sedang mengintip di depan pintu kita. Dan bagi sebagian orang, dosa sudah melangkah masuk melalui pintu kita. Jadi marilah kita berjaga-jaga.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9

Berjaga-jagalah karena dosa sudah mengintip didepan kita dan jangan sampai terperdaya olehnya.

Kebenaran Tentang Kebohongan

Keluaran 20:16 "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu."

Ada saat-saat di mana sulit bagi kita untuk mengatakan yang sebenarnya.
Saya tak berbicara tentang menceritakan kebohongan yang begitu kentara.
Tapi saya berbicara tentang situasi-situasi di mana sulit untuk mengatakan yang sejujurnya karena Anda tidak mau menyakiti perasaan seseorang.

Berbohong itu banyak bentuknya.
Misalnya, pikirkan saat-saat ketika seseorang meminta pendapat Anda tentang suatu hal.
Waktu mereka bertanya, "Bagaimana menurutmu?"

Jadi Anda pasti pernah juga mengatakan kebohongan kecil.
Contohnya, komentar-komentar seperti, "Hmm, aku belum pernah melihat yang seperti itu!" atau "Wah, tadi salah satu pertunjukan yang paling menarik yang pernah saya lihat!"

Lalu, ada contoh-contoh lain ketika seseorang menelepon Anda tapi Anda tak mau mengangkatnya, sehingga Anda berkata, "Bilang saja aku tidak ada di rumah."

Bagaimana dengan saat-saat ketika Anda berucap, "Saya lupa," tapi sebenarnya Anda tidak lupa, atau "Karena macet," tapi sebenarnya tidak, atau "Senang sekali kau meneleponku. Kau tahu, aku baru saja mau meneleponmu," tapi sebenarnya Anda tak terpikirkan orang tersebut.

Kemudian ada juga hal-hal yang memungkinkan kita berbohong, yaitu waktu kita bergosip.
Gosip bisa melengserkan pemerintahan, menceraiberaikan pernikahan, menghancurkan karir, merusak reputasi, dan menyebabkan mimpi buruk.
Gosip memunculkan kecurigaan dan memicu kesedihan.
Sebuah kata yang kita ucapkan bisa menyulutkan api yang besar: itulah yang namanya gossip.
Gosip berasal muasal dari Ular di Taman Eden. Amsal 20:19 mengatakan, "Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut."

Satu prinsip yang bisa mencegah Anda berbohong atau bergosip diringkas dalam satu kata ini: THINK (berpikir)
Tanyakanlah pada diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini ketika Anda hendak meneruskan sebuah informasi kepada orang lain:

T (True) - Apakah itu benar? Apakah Anda yakin jika itu benar?
H (Helpful) - Apakah itu bermanfaat?
I (Inspiring) - Apakah itu menginspirasi?
N (Necessary) - Apakah itu penting?
K (Kind) - Apakah itu hal yang baik?

Bacaan Alkitab :
Yesaya 37-40; Filipi 3

Untuk mencegah adanya kebohongan, berpikirlah secara dewasa dan cari tahu kebenaran atas apa yang akan Anda sampaikan.

An Old man has 8 hair on his head.

An Old man has 8 hair on his head.

He went to Barber shop.
 
Barber in anger asked:

shall i cut or count ?

Old man smiled and said:

"Colour it!"

LIFE is to enjoy with whatever you have with you, keep smiling.

If you feel STRESSED,

Give yourself a Break,

Enjoy Some..

Ice cream

Chocolates

Cake

Why?

B'Coz

STRESSED in reverse Spelling -

DESSERTS !!!

Alphabetic advice for you:

A B C

Avoid Boring Company..

D E F

Don't Entertain Fools..

G H I

Go for High Ideas .

J K L M

Just Keep a friend like ME..

N O P

Never Overlook the Poor n suffering..

Q R S

Quit Reacting to Silly tales..

T U V

Tune Urself for ur Victory..

W X Y Z

We Xpect You to Zoom ahead in life

If you see the moon ..... You see the beauty of God .....
If you see the Sun ..... You see the power of God ..... And ....
If you see the Mirror..... You see the best Creation of GOD .

So Believe in YOURSELF.

Our aim in life should be
9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

9 - glass drinking water.
8 - hrs sound sleep.
7 - wonders tour with family.
6 - six digit income.
5 - days work a week
4 - wheeler.
3 - bedroom Condo
2 - cute children.
1 - sweetheart.
0 - tension !
😃😃😃

Jumat, 14 Oktober 2016

Dosa Yang Membalaskan Malapetaka

Keluaran 20:14 "Jangan berzinah."

Kesukaran apa yang didatangkan dosa kepada umat manusa?
Coba bayangkan betapa berbedanya dunia kita seandainya kita menuruti perintah Allah ini. Bayangkan betapa berbedanya kehidupan banyak orang, seandainya mereka tidak melakukan dosa ini. Berapa banyak perceraian yang bisa dihindari?
Berapa banyak keluarga yang masih bisa bersatu?
Berapa banyak ayah yang mau menghabiskan waktu di rumah untuk mendidik anak-anaknya?

Perzinahan artinya tidak setia kepada pasangan Anda. Bila Anda lajang, berhubungan seks sebelum nikah disebut sebagai percabulan. Apa kata Tuhan tentang perzinahan dan percabulan?
Ibrani 13:4 menjelaskan, "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah."

Ketika seorang pria dan wanita telah berhubungan seksual, artinya mereka memasuki fase penyatuan. Bahkan, 1 Korintus 6:15-16 mengatakan, "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."

Pahamilah, Allah menganugerahkan kita dorongan seksual sepasti Ia membuat sebuah keluarga dengan cara menyatukan sepasang pria dan wanita. Kadang kita lupa bahwa Allahlah yang menciptakan hasrat kedagingan. Dia yang menciptakannya. Namun kadang pandangan orang Kristen akan seks sering salah arti. Beberapa pandangan itu percaya bahwa seks hanyalah untuk reproduksi, untuk memiliki anak. Kita percaya memang itu salah satu tujuannya, namun Allah menganugerahkannya pada kita untuk kepuasan juga. Ia menganugerahkannya pada kita untuk pemenuhan kebutuhan. Ini sesuatu yang benar-benar Ia berkati. Namun hanya ada satu tempat dimana Allah akan memberkati hubungan tersebut, yaitu di dalam pernikahan.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18

Berkat Tuhan pasti dicurahkan kepada umat-Nya yang berjalan dalam ketetapan dan hukum-hukum-Nya.

Perintah Ke Delapan

Keluaran 20:15 "Jangan mencuri."

Di zaman ini, karena begitu banyaknya pencurian terjadi di masyarakat kita, itu membuat kita hampir terbiasa akan hal tersebut. Bahkan saya pernah membaca sebuah studi tentang pencurian, yang menanyakan kepada orang-orang alasan mereka tidak mencuri. Alasan nomor satu adalah takut tertangkap! Alasan umum berikutnya adalah takut orang lain mencoba balas dendam terhadap mereka. Alasan ke tiga adalah mereka tak membutuhkan barang itu. Tapi rupanya tak satu pun dari orang-orang yang di survey ini yang menjawab karena mencuri itu dosa.

Inilah yang Allah katakan soal mencuri: "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan" (Efesus 4:28).

Dalam ayat emas kita hari ini, kita menemukan tiga prinsip sederhana tentang bagaimana menjalani hidup kita sebagai orang Kristen.

Pertama, jika Anda pernah mencuri, jangan mencuri lagi. Jangan mengambil sesuatu yang bukan milik Anda. Jangan mengunduh sesuatu secara illegal. Jangan mengambil barang atau hal yang bukan milik Anda. Jika Anda pernah mencuri atau mengambil sesuatu, kembalikanlah atau berikan ganti rugi.

Kedua, bertanggung jawablah. Pergilah dan bekerja. Carilah pekerjaan. Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Tesalonika 3:10, "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." Pemerintah saja tidak berutang apa-apa pada Anda, jadi janganlah menjadi lintah darat. Pergilah dan tunaikan kewajiban Anda dan carilah pekerjaan.

Ketiga, jadilah bermanfaat. Carilah pekerjaan di mana pun Anda bisa. Lakukan sesuatu. Berusahalah. Kadang orang-orang yang sedang menganggur akan berseru, "Saya berdoa agar Allah akan tetap menyediakan kebutuhanku." Bagus jika mereka mendoakannya. Tetapi apakah mereka mengirimkan surat lamaran mereka ke mana pun? Apakah mereka sudah melamar pekerjaan apa pun? Tetaplah berdoa. Tapi mulailah mencari pekerjaan, juga.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30

Tetaplah berdoa dan sambil berusaha, jangan pernah hanya berdoa namun tidak melakukan apa-apa.

Senin, 10 Oktober 2016

Seorang Pembunuh Di dalam Hati

Efesus 4:31 "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."

Sebagian besar dari kita tidak pernah membunuh seseorang, tapi kita mungkin pernah menginginkan seseorang mati. Pernahkah Anda benci seseorang? Biarkan saya perjelas pertanyaan ini: pernahkah Anda berkendara di jalan tol yang macet?

Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Yesus berkata, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala" (Matius 5:21-22).

Kita juga membaca dalam 1 Yohanes 3:15, "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya." Kata yang dipakai untuk meggambarkan benci disini ialah "yang sering membenci." Ini bukan hanya kebencian atau emosi sesaat, ini kebencian yang sudah berakar. 

Kita pasti pernah marah. Di Alkitab juga tidak disebutkan bahwa jika Anda marah dan mengklakson seseorang di jalan raya, artinya Anda seorang pembunuh. Tidak, Anda hanya orang yang senang mengklakson kendaraan lain, dimana artinya Anda harus lebih sabar, tidak hilang kendali. Kata benci yang dipakai dalam ayat ini adalah kebencian yang sudah berakar. Sebuah sikap yang menunjukkan, "Aku tidak suka tingkahmu. Waktu kau berjalan masuk, aku muak. Emosiku mendidih. Aku mau lihat engkau hancur. Aku duduk disini memikirkan bagaimana aku bisa menjatuhkanmu."

Coba tebak? Sikap ini seperti seorang pembunuh, dan itu adalah dosa bagi Allah. 

Jadi, meski kita tidak pernah melakukan tindak pembunuhan secara fisik, kenyataannya adalah kita bisa saja menjadi seorang pembunuh di dalam hati kita. 

Bacaan Alkitab :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30

Jangan mengingini orang lain mengalami celaka meskipun itu di dalam hati Anda.

Apakah Segala Macam Pembunuhan Itu Salah?

Keluaran 20:13 "Jangan membunuh."

Saat ini kita hidup di budaya yang penuh kekerasan dan pembunuhan, sebuah budaya yang akrab dengan perkelahian dan pembunuhan, sebuah budaya dimana hampir 2 juta penduduknya menjadi korban kejahatan disertai kekerasan setiap tahunnya.
Ini jelas-jelas bertentangan dengan Hukum Allah yang ke enam, "Jangan membunuh" (Keluaran 20:13).

Segala bentuk pembunuhan itu salah, tapi penghilangan nyawa belum tentu salah.
Itu perbedaan yang penting.
Semua pembunuhan artinya membunuh, tetapi semua penghilangan nyawa belum tentu pembunuhan.
Kita tidak boleh mengambil nyawa orang lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan.
Namun Alkitab tidak mengutuk semua penghilangan nyawa.
Jika Anda mempelajari Bilangan 35, Anda akan paham bahwa Allah menetapkan perbedaan antara pembunuhan (murder) dan penghilangan nyawa (killing).

Jadi, kapan kematian yang disebabkan oleh pembunuhan itu dikatakan benar?
Salah satu contohnya adalah untuk pertahanan diri.
Anda punya hak untuk membela diri.
Setiap negara juga memiliki hak, juga tanggung jawab, untuk mempertahankan kedaulatannya.
Bahkan Tuhan menetapkan otoritas, seperti militer dan polisi.
Roma 13 mengatakan, "Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat" (ayat 3-4).

Ketika Paulus membuat pernyataan tersebut, otoritas atau kekuasaan ada di tangan pemerintah Romawi.
Apakah pemerintah Romawi punya kekuatan yang murni, bermoral, dan yang kudus?
Hampir tidak. Tetapi terlepas dari permasalahan yang menimpa pemerintahan Romawi dan Kaisar-Kaisarnya, Paulus menyatakan bahwa Allahlah yang tetap memegang kendali atas bangsa itu.

Ada tempat untuk para penguasa, seperti militer dan polisi, meskipun mereka tidak selalu melakukan hal yang benar. Namun ketahuilah bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas segala bangsa.

Bacaan Alkitab :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11

Tuhan yang berdaulat dan memegang kendali atas segala bangsa.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Bangsa Yang Diberkati

Amsal 14:34 "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa."

Alexis de Tocqueville, seorang filsuf politik dan sejarawan Perancis menulis sebuah buku berjudul Demokrasi di Amerika.
Buku ini diterbitkan setelah perjalanannya yang panjang ke negara kita ketika negara kita baru terbentuk.

Kebesaran kita datangnya dari kebaikan kita - dari keyakinan kita di dalam Firman Allah, yang memberi kita kompas moral yang amat kita butuhkan sehingga kita bisa mengenali mana yang benar dan yang salah, mana yang kudus dan yang jahat.

Tuhan telah begitu bermurah hati pada negara kita, dan saya berdoa agar kita bisa kembali kepada-Nya lagi.
Saya berdoa agar kita semua meletakkan iman percaya kita kepada-Nya sebelum Ia datang untuk yang ke dua kali.

Betapa kita amat membutuhkan Allah saat ini. Dan marilah kita jangan lupa pada Firman Tuhan yang mengatakan, "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa" (Amsal 14:34).

Maka hari ini, selagi Anda masih bisa menikmati kembang api dan barbeque, ingatlah pada Allah yang telah memberkati bangsa ini secara luar biasa.
Dan ingatlah untuk bersyukur pada-Nya!

Bacaan Alkitab :
Yesaya 16-19; Efesus 6

Berdoalah kepada Tuhan dan selalu bersyukur atas semua anugerah-Nya dalam hidup kita.

Karena Ia Bilang Begitu

Yesaya 43:11 "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."

Ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka akan mendengar orang tua mereka mengatakan hal-hal yang amat tak mereka suka, misalnya saat Ayah atau Ibu kita berkata, "Memangnya kau pikir Ibu punya pohon uang?” atau “Kamu tidak tahu bagaimana susahnya Ibu waktu Ibu seusiamu!” Kemudian akan terucap pepatah lama favorit orang tua: "Karena Ibu bilang begitu!” 

Anak-anak zaman sekarang mungkin bersumpah tak akan pernah mengatakan hal-hal semacam itu kepada anak-anak mereka kelak, namun ketika mereka menjadi orang tua dan ketika anak-anak mereka terus menjengkelkan mereka, tanpa sadar mereka akan mendapati diri mereka berkata, "Karena Ibu/ Ayah bilang begitu!" (Lalu mereka akan berpikir, aku tak percaya baru saja mengatakannya!).

Kadang waktu kita melihat hukum Allah, standar Allah, dan kebenaran Allah, kita berucap, "Kelihatannya sulit ya dilakukan. Saya jadi ragu. Apakah ini benar?” 

Tapi ketika Allah berkata pada kita, "Karena Aku bilang begitu. Sungguh itu adalah benar, karena Aku berkata begitu.” 

Allah adalah sumber kebenaran. Allah adalah kebenaran. Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar. Anda mungkin bisa jadi percaya atau malah tidak. Anda mungkin juga tak percaya sama sekali dengan-Nya. Tapi ketahuilah, ketidakpercayaan Anda tak akan mengubah kebenaran-Nya. 

Saya sudah sering melihat begitu banyak drama di dunia nyata ini. Saya melihat banyak permasalahan terjadi pada pasangan suami istri tapi mereka berusaha tetap menguatkan pernikahan mereka, tetap dalam pernikahan, dan membesarkan anak-anak mereka di jalan Tuhan. Tentu saja setiap keluarga punya tantangannya sendiri. Dan setiap keluarga punya tragedinya sendiri. Tapi saya sudah melihat bagaimana pada akhirnya kebenaran-kebenaran Alkitab yang kita turunkan dari generasi ke generasi akan berakar dan berbuah. 

Saya juga banyak melihat apa yang terjadi pada pasangan yang bercerai, menikah lagi, dan yang kemudian bercerai lagi. Apa yang saya pelajari adalah masalah-masalah yang sama ini akan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Karena itu, marilah kita lakukan kebenaran Firman-Nya. 

Bacaan Alkitab:
Yesaya 13-15; Efesus 5

Allah adalah sumber kebenaran. Allah adalah kebenaran. Jadi jika Dia berkata itu benar, maka itu benar.

Kamis, 06 Oktober 2016

Studi Alkitab: Buat Langkah Yang Sederhana 

Mazmur 139:23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Setelah Anda meyakini bahwa saat teduh harian itu penting untuk pertumbuhan rohani Anda, bagaimana Anda akan menjalankannya? Apa yang Anda lakukan jika sudah termotivasi tapi tak tahu bagaimana melakukannya?

Ada ucapan, "Jika Anda tak punya tujuan, Anda tak akan mencapai hasil apa pun!" Untuk memiliki waktu teduh yang berarti, Anda butuh perencanaan atau semacam garis besar untuk diikuti. 

Ini aturan dasarnya: Buatlah rencana Anda itu sederhana. 

Pertama, pastikan Anda memiliki Alkitab dengan terjemahan kontemporer atau yang terbaru, buku catatan untuk menuliskan apa yang Tuhan tunjukkan pada Anda dan untuk membuat daftar doa,serta buku nyanyian puji-puian, jika seandainya sewaktu-waktu Anda ingin menaikkan pujian. 

Kemudian, ikuti tiga langkah sederhana ini: Tenanglah, mintalah, dan bacalah. 

1. Tunggulah hadirat Tuhan (tenanglah). Diamlah beberapa saat; jangan datang ke hadirat Tuhan dengan terburu-buru dan langsung berbicara kepada-Nya. Ikutilah nasihat Tuhan ini: "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" (Mazmur 46: 10a). Diamlah beberapa saat, buatlah diri Anda dalam suasana khidmat. 

2. Berdoalah dengan singkat (mintalah). Ini bukan waktunya Anda untuk berdoa syafaat, berdoalah dengan singkat untuk meminta Tuhan membersihkan hati serta membimbing Anda untuk masuk dalam waktu yang khidmat bersama-Nya. Anda harus selaras dengan Sang Penulis agar Anda dapat memahami Kitab-Nya! Dua pasal dalam kitab ini cocok untuk Anda hafalkan: Mazmur 139: 23-24 dan Mazmur 119:18.

3. Bacalah satu bagian Firman (bacalah). Di sinilah percakapan antara Anda dengan Allah dimulai. Dia berbicara kepada Anda melalui Firman-Nya, dan Anda berbicara dengan Dia melalui doa. Lalu, bacalah Alkitab Anda dengan:

- Perlahan. Jangan terburu-buru; jangan mencoba untuk membaca terlalu banyak pasal; jangan membacanya sekaligus. 
- Berkali-kali. Baca satu bagian Firman berulang-ulang sampai Anda bisa menggambarkannya dalam pikiran Anda. -Tanpa jeda. Jangan berhenti di tengah-tengah kalimat untuk loncat ke bagian Firman berikutnya untuk lebih mempelajarinya. Bacalah hanya bagian Alkitab tersebut dengan sukacita, sebab ini memungkinkan Allah untuk berbicara kepada Anda.
- Perkatakanlah Firman itu tapi dengan tenang. Mengucapkan apa yang Anda baca akan meningkatkan konsentrasi Anda. Itu juga akan membantu Anda untuk memahami lebih apa yang sedang Anda baca, karena Anda melihat sambil mendengar apa yang Anda baca. Bacalah dengan suara lembut, jangan keras-keras, agar tidak mengganggu orang lain.
- Sistematis. Jangan menggunakan metode "buka dengan acak" "baca pasal ini, baca pasal itu, baca apa yang hanya Anda suka di kitab ini, baca hanya yang menarik hati Anda di kitab itu. Bacalah bagian Alkitab seperti apa yang tertulis hingga selesai "baca satu kitab atau satu pasal hingga selesai dengan teratur, tidak secara acak.

Renungkan hal ini: 
Mengapa penting untuk menuliskan apa yang Tuhan katakan atau tunjukkan pada Anda di waktu teduh Anda? 
Apa yang Anda harus ubah dengan jadwal atau waktu dimana Anda melakukan saat teduh, supaya Anda punya cukup waktu untuk melakukan setiap langkah bersaat teduh tadi? 
Apa aspek-aspek lain dari waktu teduh Anda yang membantu Anda untuk bisa melaksanakannya dengan rutin dan agar memiliki waktu yang berarti dengan Tuhan? 

Bacaan Alkitab :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32

Tiga langkah sederhana ini: Tenanglah, mintalah, dan bacalah harus dimulai untuk hati yang tulus.

Tujuan Hidup Anda Haruslah Bersifat Surgawi

1 Korintus 9:26a 'Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan."

Rancangan-rancangan Allah atas hidup Anda bukanlah hanya untuk di sini dan sekarang, tapi untuk selama-lamanya.
Jika Anda pikir hidup ini adalah apa yang terjadi sekarang, maka Anda akan membuat gol atau tujuan yang memperlihatkan seakan-akan hidup ini hanyalah untuk hari ini saja.

Di samping itu, jika Anda telah paham bahwa suatu hari Anda akan berdiri di hadapan Allah, ketika Ia bertanya, "Apa saja yang engkau lakukan di Bumi? Apakah engkau sudah belajar hal-hal yang Aku minta kau pelajari di sana? Apakah engkau percaya kepada Anak-Ku?" Jika Anda telah mengerti konsep ini, maka itu akan membentuk gol atau cita-cita Anda.

Apakah tujuan-tujuan Anda membantu Anda mengenal Tuhan, tumbuh di dalam Tuhan, melayani Tuhan, berbagi tentang Tuhan, mengasihi Tuhan, dan mewartakan Firman Tuhan?

Bagaimana kehidupan doa Anda.
Ketika Anda berdoa, apakah Anda berdoa supaya Tuhan membantu Anda mewujudkan tujuan Anda sendiri, ataukah Anda berdoa untuk menyelaraskan diri dengan tujuan Allah?
Jika Anda berseru, "Tuhan, aku hanya ingin melakukan seturut apa yang Engkau mau aku kerjakan di Bumi ini. Saya jamin, Ia akan memberkati segala sesuatu yang Anda sentuh, sebab Ia sedang mencari orang-orang yang dapat digunakan untuk mewujudkan rancangan-rancangan-Nya."

Cita-cita yang kudus adalah yang tertuju pada kekekalan Surga.
Dalam hal ini, Paulus memberi contoh ketika ia berkata, "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan" (1 Korintus 9:26a).
Paulus adalah seorang pelari yang berlari fokus pada tujuan Surgawi!
Dia tidak mau perhatiannya terbelah-belah.

Alkitab sering membandingkan kehidupan ini dengan sebuah perlombaan lari.
Coba pikirkan hal ini: Dalam perlombaan lari, karena garis finish sudah terlebih dahulu ditentukan, cara Anda untuk sampai di sana ialah dengan bergerak maju selangkah demi selangkah.
Nah, hal ini sama dengan tujuan atau cita-cita.
Wujudkanlah cita-cita Anda selangkah demi selangkah dengan sebuah tujuan di setiap langkahnya.

Renungkan hal ini: 

Apa tujuan Anda? Bagaimana itu mencerminkan cara pandang Surgawi Anda?

Bagaimana tujuan Anda tersebut membantu Anda dalam setiap bidang ini: mengenal Tuhan, tumbuh di dalam Tuhan, melayani Tuhan, berbagi tentang Tuhan, mengasihi Tuhan, dan memberitakan Firman Tuhan?

Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk bisa lebih dekat menuju ke arah tujuan Anda?

Bacaan Alkitab :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16

Rancangan-rancangan Allah atas hidup Anda bukanlah hanya untuk di sini dan sekarang, tapi untuk selama-lamanya.

Senin, 03 Oktober 2016

Apa Yang Akan Anda Lakukan Dengan Karunia Yang Ia Beri?

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Apakah Anda tahu untuk apa Allah menciptakan Anda?
Apakah Anda tujuan Allah atas Anda?

Untuk mewujudkan rancangan Allah atas diri Anda, Anda harus mengenali karunia-karunia yang telah Ia berikan untuk Anda pergunakan. Dalam hidup Anda harus berurusan dengan hal-hal yang tak bisa Anda pilih atau di luar kendali Anda: orang tua Anda, kebangsaan Anda, ras Anda, bahasa asli Anda, termasuk karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman. Ini adalah hal-hal yang membuat Anda unik. 

Anda tak perlu bertanggung jawab atas karunia yang tidak Ia beri pada Anda. Dengan kata lain, jika Anda tidak berbakat dalam hal seni, Ia tak mengharapkan Anda untuk membuat satu lukisan seperti Rembrandt. Ia hanya mau Anda bertanggung jawab atas karunia-karunia yang telah Ia anugerahkan atas Anda. 

Ketika Anda sampai di Surga, Allah tak akan membandingkan Anda dengan orang lain; Ia akan membandingkan Anda dengan diri Anda sendiri.
Apa yang telah Anda buat dengan karunia yang telah Anda terima?
Apa yang seandainya bisa Anda lakukan jika saja Anda lebih percaya kepada Allah?
Roma 14:12 mengatakan, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."

Ester dianugerahkan Tuhan tiga aset untuk ia pakai untuk mewujudkan tujuan-Nya atas dirinya. Ester cerdas, cantik, dan memiliki kepribadian yang menarik. Karena kualitas inilah, "Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti"(Ester 2:17).

Allah memberi Ester karunia untuk suatu tujuan. Ia juga memberi Anda karunia untuk suatu tujuan. Dan sama seperti Ester, Anda punya tanggung jawab untuk menjadi pelayan yang baik yang mengemban karunia-karunia tersebut - bukan untuk keegoisan diri sendiri, melainkan untuk kebaikan orang lain. Karunia-karunia Anda bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk menjadi manfaat bagi orang lain. 

Renungkan hal ini: 
Untuk mengetahui tujuan Allah atas hidup Anda, Anda harus mengenali bakat talenta Anda dan memutuskan bagaimana akan mempergunakannya. Buatlah daftar karunia-karunia yang telah Allah beri pada Anda (jangan lupa untuk menyertakan karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian dan pengalaman Anda dan juga hal-hal yang di luar kendali Anda). 
Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang telah Allah anugerahkan kepada saya untuk selamanya dipergunakan demi kebaikan?"
Bagaimana Anda dapat membantu orang lain menemukan karunia dan tujuan Allah atas mereka?
Apa cara-cara praktis yang bisa Anda pakai untuk keluar dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain?

Bacaan Alkitab :
Yesaya 4-5; Efesus 3

Anda harus mengenali karunia-karunia yang telah Ia berikan untuk Anda pergunakan sesuai dengan rancanangan Allah atas hidup Anda.

Minggu, 02 Oktober 2016

Petunjuk Ke Mana Anda Harus Melayani

Amsal 27:19 "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."

Alkitab menggunakan istilah "hati" untuk menggambarkan keinginan, harapan, minat, ambisi, mimpi, dan kasih sayang yang Anda miliki.
Hati Anda merupakan sumber dari segala motivasi Anda - apa yang Anda senang lakukan dan apa yang paling Anda pedulikan.
Dari dulu hingga sekarang, kita menggunakan kata ini dengan cara yang sama ketika kita mengucapkan, "Aku mengasihimu dengan sepenuh hati."

Alkitab mengatakan apa yang ada di hati manusia, itu yang mencerminkan siapa Anda yang sebenarnya. 
"Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu" (Amsal 27:19).
Anda bukanlah apa yang orang lain pikirkan tentang Anda.
Permasalahan tak dapat memaksa Anda menjadi orang lain.
Hati Anda menunjukkan diri Anda yang sesungguhnya.
Hati Anda memutuskan mengapa Anda mengatakan sesuatu, mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan, dan mengapa Anda bertindak.

Secara jasmani, masing-masing kita memiliki detak jantung yang unik.
Sama seperti masing-masing kita yang memiliki sidik jari, mata, dan suara yang unik, jantung kita berdetak dengan irama yang sedikit berbeda.
Sungguh menakjubkan bahwa dari semua miliaran orang yang pernah hidup, tak pernah ada yang mempunyai detak jantung yang persis sama dengan Anda.

Dengan cara yang sama, Allah telah memberi kita masing-masing detak jantung emosional yang unik yang berdegup kencang ketika kita memikirkan tentang sesuatu, kegiatan, atau situasi yang menarik perhatian kita.
Kita secara naluriah cenderung lebih memperhatikan beberapa hal, ketimbang orang lain.
Inilah petunjuk-petunjuk ke arah mana Anda harus melayani.

Kata lain untuk hati ialah ambisi.
Ada subjek-subjek tertentu yang amat Anda minati dan ada hal-hal lain yang tak begitu Anda pedulikan.
Beberapa pengalaman mengubah Anda dan menangkap perhatian Anda, sementara pengalaman lain memadamkan minat Anda atau bahkan membuat Anda amat sangat bosan.
Hal ini menyingkap karakter hati Anda, sebab itu dengarkan bisikan hati Anda yang dapat mengarahkan Anda ke mana arah pelayanan yang Tuhan mau Anda lakukan.

Ketika Anda tumbuh dewasa, Anda mungkin telah mengetahui bahwa Anda sangat tertarik pada beberapa hal atau subjek yang tak seorang pun dalam keluarga Anda minati.

Dari mana asalnya minat tesebut? Datangnya dari Allah!
Allah punya tujuan menganugerahkan Anda minat-minat ini.
Jantung Anda yang berdegup karena sesuatu yang emosional yaitu kunci untuk memahami apa bentuk pelayanan yang harus Anda ambil.
Jangan abaikan minat atau ketertarikan Anda; pikirkan bagaimana itu bisa Anda gunakan untuk kemuliaan Allah.
Pasti ada alasan mengapa Anda senang melakukan hal-hal itu.

Renungkan hal ini:

Apa hal, kegiatan, atau keadaan yang paling membuat Anda antusias?
Bagaimana Anda berinvestasi dalam hal-hal tersebut untuk kemuliaan Allah?

Pikirkan tentang hal-hal yang paling menyita sebagian besar waktu Anda.
Bagaimana mereka sejalan dengan detak jantung emosional Anda?

Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda antusias dengan cara Anda melayani Dia?

Bacaan Alkitab  :
Yesaya 1-3; Efesus 2

Apa yang ada di hati manusia, itu yang mencerminkan siapa Anda yang sebenarnya.