Selasa, 30 September 2025

Serahkan Perbuatanmu

"Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu." Amsal 16:3 TB

Kedengarannya cukup sederhana, menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan. Tapi itu membutuhkan upaya yang disengaja, penyerahan terus-menerus, dan kepercayaan yang tulus.

Di sepanjang Firman Tuhan, kita melihat segala jenis pekerjaan: bertani, membangun, menjadi pendeta, mengasuh anak, memancing, menjadi dokter, memimpin, merancang, menyanyi, menulis, menjadi insinyur, menggembalakan, dan banyak lagi. 

Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Paulus membahas bakat dan karunia ketika dia berkata:

"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita."

Roma 12:6-8 PBTB2

Anda dapat menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan dengan:

- menghormati Dia dengan upaya Anda

- menghargai orang yang berinteraksi dengan Anda

- dengan setia mengembalikan persepuluhan

- mempromosikan kebenaran dan kasih 

- hidup dengan ramah dan murah hati

- menggunakan waktu Anda dengan bijaksana

- memanfaatkan kreativitas yang diberikan Tuhan untuk memuliakan Dia

Anda dapat menanam benih di tanah yang baik, menempatkannya di sinar matahari yang ideal, dan menyiraminya secara konsisten, tetapi—di atas semuanya—Tuhanlah yang memberi Anda benih dan Tuhanlah yang membuat benih itu tumbuh.

Pekerjaan kita adalah ketaatan, pekerjaan Tuhan adalah segalanya yang lain. Jadi, apa pun yang Anda lakukan, serahkan pekerjaan Anda, usaha Anda, dan hidup Anda kepada-Nya—dan saksikan Dia bekerja melalui Anda.


Bagaimana Anda dapat berserah kepada Tuhan hari ini?
Saya dapat melepaskan kendali masa depan.
Saya dapat meminta-Nya menghilangkan keengganan untuk mengikuti-Nya.
Saya dapat meletakkan rencana saya untuk memberi ruang bagi rencana-Nya.


Tuhan, aku ingin hidupku memuliakan-Mu. Ketika sulit bagiku menyerahkan rencanaku kepada-Mu, tolonglah aku untuk fokus pada tujuan-Mu akan masa depan. Dalam nama Yesus, Amin.


Tugas Anda adalah menaati. Selebihnya adalah tugas Tuhan.

Apapun yang Anda lakukan, persembahkanlah perkerjaan, usaha, dan hidup Anda kepada-Nya-dan lihat Ia bekerja melalui Anda.

Senin, 29 September 2025

Tindakan Kasih

Efesus 4:32 (TB) Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 

Alkitab banyak memaparkan tentang cara kita memperlakukan orang lain. Jika kita telah diselamatkan oleh Tuhan, dan telah menerima belas kasihan dan kebaikan Tuhan, maka kita perlu menunjukkan belas kasihan dan kebaikan kepada orang lain. Pada dasarnya…
 …iman kita seharusnya menentukan tindakan kita. 

Kita semua, yang telah menerima anugerah dengan cuma-cuma dari Allah, harus juga memberikan anugerah dengan cuma-cuma kepada orang lain. Dalam surat Paulus kepada jemaat di Efesus, dia mendorong mereka untuk bersikap baik dan berbelas kasih kepada orang lain. Gagasan ini tersebar di seluruh Firman Tuhan… 

“Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah demikian mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi.”  1 Yohanes 4:11 PBTB2 

“Akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara seiman, penyayang dan rendah hati…”  1 Petrus 3:8 PBTB2 

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati.”  Lukas 6:36 PBTB2 

Menunjukkan belas kasihan merupakan salah satu cara utama kita menyampaikan kasih Tuhan kepada orang lain. Jika kita gagal mengasihi orang lain, kita juga gagal dalam menunjukkan kasih Tuhan kepada mereka. 

Paulus juga mengatakan kita harus mengampuni orang lain dalam hidup kita, seperti kita telah diampuni oleh Yesus. Pengampunan dan belas kasihan berjalan bersamaan. Saat kita tidak mengampuni orang lain, kita gagal menunjukkan kepada mereka belas kasihan serupa yang Yesus tunjukkan kepada kita. Sebuah kasih yang, menderita bagi kita dan karena kita, masih membuat Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka–sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kita perlu berhati-hati agar kita tidak menolak memberikan pada orang lain kasih yang sama yang telah kita terima dengan cuma-cuma. 

Jika Anda ingin belajar lebih lagi bagaimana bersikap baik, penuh kasih, dan mengampuni terhadap orang lain, Anda bisa membaca kisah hidup dan pelayanan Yesus yang tertulis dalam kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. 

Tapi saat ini, ambil beberapa waktu memikirkan kesempatan Anda dapat menunjukkan kasih kepada orang-orang dalam hidup Anda. Adakah seseorang yang membutuhkan bantuan? Adakah orang yang bisa Anda ampuni? Adakah orang yang bisa Anda berikan semangat? 

Hari ini adalah hari yang luar biasa untuk menunjukkan kasih, belas kasihan, dan pengampunan yang sama yang telah Anda terima.

Apa yang Tuhan bagikan kepada Anda hari ini?
Dia meminta saya mengampuni seseorang dalam hidup saya.
Dia meminta saya bersikap ramah dan berbelas kasih kepada semua orang.
Dia mengingatkan bahwa saya diampuni oleh-Nya.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengampuniku.
Aku tidak layak menerima pengampunan-Mu, tapi aku tahu Engkau baik dan penuh kasih.
Aku mau seperti-Mu, dan sebagaimana Engkau telah mengampuniku, aku mau memaafkan orang lain.

Ingatkanlah aku setiap hari akan anugerah pengampunan-Mu, dan bebaskan aku dari amarah terhadap mereka yang pernah berbuat jahat kepadaku. Dalam nama Yesus, Amin.

Kita semua butuh karunia. Kita butuh kesempatan lebih. Kita semua butuh Yesus!
Hari ini adalah hari yang baik untuk menunjukkan cinta, belas kasihan, dan pengampunan yang sama yang telah Anda terima

Minggu, 28 September 2025

Dia Akan Memimpin

Musa memimpin bangsa Israel selama empat puluh tahun. Dia memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, melewati Laut Merah, memberi mereka Sepuluh Perintah Allah sejak masa-Nya di Gunung Sinai, dan berjalan bersama mereka melewati padang gurun sampai mereka mencapai tepi batasan Kanaan. 

Namun, saat ia mendekati akhir hidupnya, Tuhan menunjukkan kepada Musa bahwa sudah waktunya untuk menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain. Dalam pesan terakhirnya kepada bangsa Israel, ia menyampaikan kata-kata terakhir ini kepada penggantinya, Yosua:

“Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” Ulangan 31:8 TB

Ini adalah catatan terakhir yang kita miliki tentang Musa berbicara dengan Yosua. Perhatikan bahwa dia tidak berkata, “Semoga berhasil, umat ini sangat melelahkan,” atau, “Ini adalah situasi yang sedang terjadi, saya akan menanganinya dengan cara ini.” Musa tidak memberi tahu Yosua tentang cara melakukan sesuatu, melainkan cara melihat segala sesuatu.

Musa menarik perhatian Yosua pada bagian terpenting dari kisah ini, yaitu Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin yang penting, tetapi hanya karena Tuhanlah Israel dapat maju. Hanya karena Tuhanlah mereka bisa sampai sejauh ini. Dan karena Tuhan adalah pencipta kisah ini, maka penyediaan-Nya akan terus berlanjut setelah Musa tiada. 

Karena Tuhan menyertai Israel, Yosua tidak perlu takut apa pun. Dan ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dia akan memimpinmu.

Bagian mana dari ayat hari ini yang menghibur Anda?

Tuhan berjalan di depanku.
Tuhan akan menyertaiku.
Tuhan tidak akan meninggalkanku.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sama yang memimpin bangsa Israel.
Engkau menyertaiku! Kau tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak merasa takut menghadapi tantangan apa pun. Kuserahkan hidupku sesuai kehendak-Mu. Pimpinlah aku ke tempat yang Engkau inginkan. Terima kasih. Dalam nama Yesus, Amin.


Anda dapat yakin bahwa Tuhan tidak hanya berjalan di depanmu, namun juga berjalan di sisimu. Apapun yang Anda hadapi, Anda tidak perlu takut. Dia bersamamu!

Tantangan: Bagikan Ayat Hari Ini! Bisa jadi itulah penguatan yang sedang dibutuhkan seseorang.

Kamis, 25 September 2025

Siapa yang Anda percayai?

Yesaya 26:4 (TB)  Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Mungkin ada impian yang Anda pegang erat, atau janji yang diberikan kepada Anda. Mungkin Anda menunggu seseorang atau situasi untuk berubah. Mungkin Anda menantikan jawaban doa, harapan yang akan datang, sukacita untuk menggantikan dukacita, atau kepastian dan harapan untuk menggantikan kebingungan dan kekacauan.

Tatkala berada di tengah-tengah rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan, terkadang sulit untuk menantikan Dia yang telah berjanji kepada kita dengan sabar.

Yesaya adalah nabi bagi para pemimpin Yehuda di masa korupsi dan kebobrokan rohani. Dia meramalkan bangsanya akan dibawa ke pembuangan karena mereka percaya kepada berhala, pemimpin politik, dan hal-hal fana lainnya.

Tapi Yesaya juga mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan akan membawa mereka keluar dari pembuangan, dan pada suatu hari Tuhan akan mengirimkan Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka selamanya.

Yesaya tidak dapat melihat semua nubuatan ini digenapi–tapi dia terus berpegang pada pengharapan yang dia nubuatkan, dan perkataannya kepada bangsa Israel dapat terus menguatkan kita hari ini.

Percaya kepada Tuhan bahkan saat keadaan tidak masuk akal.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat Anda menderita.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat hati Anda hancur.
Apa pun yang terjadi, percayalah kepada Tuhan.

Musim mungkin berganti, situasi mungkin berubah, orang-orang mungkin mengabaikan, meninggalkan, atau mengkhianati Anda–tapi Dia yang tetap ada sepanjang zaman adalah Tuhan yang melampaui sejarah. Tuhan tidak berubah dan tidak tergoyahkan. Tidak ada satu pun yang dapat bertahan melawan-Nya atau mengalahkan-Nya.

Dia tahu bagaimana rasanya menderita sebab Dia telah menderita bagi kita. Dan kita bisa memercayai Tuhan karena Dia menepati janji-Nya–dan Dia telah berjanji untuk berperang bagi kita, tidak pernah meninggalkan kita, membuka jalan bagi kita, mengasihi kita, melindungi kita, dan tetap setia kepada kita.

Karena Tuhan adalah Penyelamat kita, kita bisa percaya kepada-Nya dan tak perlu takut.

Jadi apa pun yang terjadi, mari kita memilih untuk tetap percaya kepada-Nya.


Bagaimana Anda memercayai Tuhan hari ini?
Saya memercayai Dia dengan keadaan saya yang tidak pasti.
Saya memercayai Dia dengan masalah saat ini dan rencana masa depan.
Saya percaya bahwa Dia cukup bagi saya.

DOA
Tuhan, Engkau sumber kekuatan dan harapanku. Engkau adalah dasar hidupku, dan Engkau menutupi ketakutanku dengan kasih-Mu. Bersama-Mu, segala sesuatu menjadi mungkin. Maka aku akan menaruh harapanku pada-Mu. Kepada-Mu, aku akan percaya. Bahkan ketika segala sesuatu di sekitarku tampak runtuh, aku akan percaya dan tidak takut-karena masa depanku ada di tangan-Mu. Engkau membuat hidupku aman. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan itu dapat dipercaya. Ia menciptakanmu, Ia menyelamatkanmu, Ia mengasihimu!
Tantangan: Hubungi seseorang yang belum mengenal Kristus. Beri tahukan bahwa Anda memikirkan dan berdoa untuk mereka hari ini!

Rabu, 24 September 2025

Membagikan Kasih Allah, Bapa Kita

Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya  dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Nabi Maleakhi menulis untuk memperingatkan umat Allah tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Dia memberi tahu mereka tentang suatu masa ketika Tuhan akan mengirim seorang utusan seperti Elia, yang akan membawa hati orang-orang kembali kepada Tuhan.

Utusan yang dirujuk Maleakhi adalah Yohanes Pembaptis. Dan peran Yohanes adalah mengarahkan orang-orang kembali kepada Allah sebagai persiapan kedatangan Yesus (Matius 3:1-12). Yohanes mengkhotbahkan pesan pertobatan, dan membaptis orang di sungai Yordan sebagai tanda berbalik kepada Tuhan.

Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang akan datang, mereka akan mengalami pemulihan dan keselamatan. Dan ini adalah bagian dari pesan Maleakhi: mereka yang percaya kepada Tuhan akan diselamatkan dari penghakiman yang akan datang.

Salah satu tanda pemulihan ini adalah bersatunya keluarga. Satuan keluarga adalah inti dari misi Allah, karena hubungan dalam keluarga mewakili hubungan Allah dengan gereja-Nya.

Tuhan ingin agar hati para ayah dipulihkan kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada ayahnya. 

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada keluarga yang sempurna,bahkan, banyak keluarga yang hancur,kita semua menanti-nantikan hari ketika Allah akan sepenuhnya memulihkan kembali dunia kita yang hancur menjadi harmonis dan penuh kasih. Hingga saat itu tiba kita berusaha sebaik mungkin untuk hidup harmonis dan penuh kasih satu sama lain.

Jika Anda adalah seorang ayah, pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengungkapkan kasih Allah melalui hubungan Anda dengan anak-anak Anda. Dan sebagai anak-anak, semoga kita menggunakan waktu yang tersisa untuk mencintai orang tua kita juga. Bagi kita semua, semoga kita memikirkan bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang di sekitar kita dengan cara yang memuliakan Allah dan mengomunikasikan kasih-Nya.


Bagaimana Anda bisa hidup harmonis dan penuh kasih dengan sesama?
Saya bisa memaafkan seseorang dengan melepaskan kebencian dan dendam.
Saya dapat meminta maaf ketika saya tahu saya telah menyakiti seseorang.
Saya dapat melayani seseorang dengan lebih mengutamakan kebutuhan mereka.


DOA
Tuhan, aku tahu tidak ada hubungan yang sempurna. Tolong sembuhkan dan pulihkan setiap hubungan yang rusak. Terima kasih Engkau telah menjadi teladan sempurna dari seorang Bapa yang pengasih. Pakailah aku untuk membawa kasih dan keharmonisan-Mu bagi mereka di sekitarku. Aku ingin hidup sedemikian rupa sehingga keluargaku dapat melihat kasih-Mu mengalir keluar dariku. Dalam nama Yesus, Amin.


Kasih Allah sanggup melakukan hal-hal yang dahsyat, bahkan memulihkan hubungan yang rusak.
Siapa orang yang perlu Anda hubungi untuk meminta maaf atau memaafkan? Biarlah Tuhan bekerja melalui diri Anda untuk menghadirkan damai dan pemulihan.

Selasa, 23 September 2025

Harapan Sejati Kita

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Yesaya 40:31 TB

Hidup terkadang memang sulit. Kita semua pasti pernah mengalami masa-masa yang penuh dengan kesulitan, kesedihan, atau kehilangan. Dan bahkan jika Anda belum pernah mengalami hal-hal tersebut, Anda mungkin pernah mengalami saat-saat di mana Anda merasa lelah berbuat baik. Meskipun kita ingin hidup benar dan berbuat baik kepada orang lain, kenyataannya pada suatu saat kita semua akan menjadi lelah.

Dalam Yesaya 40:31, Yesaya mengatakan bahwa mereka yang berharap kepada Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. Kunci ketekunan di masa sulit bukan hanya dengan terus maju dan berusaha lebih keras. Kekuatan tidak dapat ditemukan hanya dengan berharap keadaan kita akan berubah.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kekuatan sejati datang dari berharap kepada Tuhan. Karena Tuhan Maha Kuasa, hanya Dialah yang berkuasa untuk mengubah keadaan kita. Namun, Tuhan juga tahu bahwa sebagai manusia, kita dapat menjadi lelah dan gelisah. Kita sering berharap pada solusi sementara, padahal seharusnya kita mengandalkan Tuhan, yang sungguh dapat menolong kita.

Tapi ketika kita berharap hanya kepada Allah, Alkitab mengatakan bahwa kita akan menemukan kekuatan baru untuk menanggung beban hidup. Kita akan menjadi seperti burung yang terbang tinggi di angkasa, bukan dengan kekuatan kita sendiri—tetapi dengan kekuatan yang Tuhan sediakan.

Menaruh pengharapan kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali kita dan membiarkan Dia membimbing kita. Itu berarti kita berhenti mencoba memaksakan masa depan kita dan membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita pada waktu-Nya. Berharap kepada Tuhan berarti percaya akan janji-janji-Nya—bahkan jika kita tidak melihat janji-janji itu digenapi dalam hidup kita.

Luangkanlah waktu hari ini untuk memperbarui pengharapan Anda kepada Tuhan. Biarkan Dia menyelidiki hati Anda. Berdoalah agar Anda dipenuhi dengan kekuatan dan pengharapan yang hanya dari Tuhan.


Area mana dalam hidupmu yang membutuhkan kekuatan Tuhan?
Pekerjaan atau panggilan hidup saya.
Kesehatan mental atau fisik saya.
Hubunganku dengan orang lain.


Tuhan, seluruh pengharapanku ada pada-Mu. Engkaulah yang kubutuhkan. Terima kasih telah menjadi pelindungku dan sumber kekuatanku. Dalam segala situasi yang kuhadapi, aku mohon keberanian dan kegigihan dari-Mu untuk menghadapi dan mengatasi semuanya dengan baik. Bimbinglah aku dengan hikmat-Mu saat aku membuat keputusan, dan penuhi aku dengan kedamaian saat melakukan panggilan-Mu dalam hidupku. Dalam nama Yesus, Amin.

Saat kita percaya kepada Tuhan, Alkitab mengatakan bahwa kekuatan kita akan diperbarui untuk menghadapi tantangan hidup.
Kalau Firman Tuhan membawa kehidupan dan pengharapan, mengapa kita tidak membagikannya?

Cara Menciptakan Karakter yang Kuat


Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa Roma 12:12 TB

Paulus, penulis surat kepada Gereja di Roma, sering mendorong para jemaat di Roma di tengah-tengah penganiayaan dan kesulitan yang mereka alami. Paruh pertama surat Paulus mengoreksi beberapa pemikiran mereka, sedangkan paruh kedua berfokus pada karakter dan tindakan mereka.

Dalam Roma 12, Paulus mendorong orang-orang percaya untuk menjadikan kasih sebagai motivasi utama mereka dalam melakukan segala hal. Saat kasih menjadi dasar dari diri mereka, maka Tuhan dapat memperbarui dan mengubah setiap bidang kehidupan. Ketika mereka mengizinkan Tuhan untuk mengubah karakter mereka, saat itulah mereka dapat bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. 

Umat Kristiani memiliki pengharapan yang unik di dalam Yesus–kita tahu bahwa Yesus menang atas dosa dan suatu hari akan kembali untuk memperbarui segalanya. Ini berarti kita dapat memiliki pengharapan di tengah penderitaan atau masa-masa sulit.

Paulus tahu bahwa penderitaan menghasilkan karakter yang teguh dalam diri kita. Ketika kita memilih untuk bertahan dalam penderitaan, Yesus membentuk kekuatan dan keyakinan di dalam diri kita yang tidak dapat kita peroleh dengan cara lain.

Tetapi ketekunan melalui penderitaan juga membutuhkan komunikasi terus-menerus dengan Dia yang mengubah kita melalui kasih-Nya. Doa adalah bagian penting dalam hal ini. Itu adalah cara utama kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan juga bagian dari cara Roh Kudus menguatkan kita untuk mengikuti Yesus.

Ketiga hal ini membentuk karakter yang lebih kuat dalam hidup kita. Itu membentuk kita menjadi gambaran Yesus yang bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. Jadi hari ini, luangkan waktu untuk memikirkan beberapa cara agar Anda dapat menjadi lebih seperti Yesus dalam bidang-bidang ini.


Bagian ayat mana yang akan kamu aplikasikan dalam hidupmu?
Aku harus bersukacita dalam pengharapan yang kumiliki dalam Tuhan.
Aku harus bersabar di masa-masa sulit.
Aku harus beriman kepada-Nya di dalam doa.


Tuhan, aku bersyukur atas semua rencana-Mu bagi hidupku. Karena Engkau memegang kendali, aku dapat menaruh harapanku pada-Mu bahkan di saat menghadapi kesulitan. Ke depannya, mampukanlah aku untuk berbicara jujur dengan-Mu ketika masa depanku terasa tak menentu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan dapat menguatkan Anda untuk melakukan sesuatu yang mustahil: pilihlah sukacita, tetaplah sabar, dan teruslah meminta-Nya untuk bekerja.
Saat iman itu tulus, hal itu tampak jelas. Hari ini, hiduplah dengan cara yang memuliakan Tuhan dan tuntunlah orang lain kepada-Nya!

Minggu, 21 September 2025

Carilah Hal Ini Dahulu

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33 TB

Ada banyak hal yang dapat menjangkau perhatian kita. Waktu kita dipenuhi dengan berbagai orang dan tanggung jawab, dengan kebutuhan dan keinginan, dan ini semua memakan waktu.

Dalam khotbah Yesus yang terkenal di Matius 6, Dia menghabiskan waktu berbicara tentang berbagai hal dalam hidup yang merengkuh perhatian kita. Yesus mengatakan bahwa daripada menghabiskan waktu mengkhawatirkan tentang hal-hal mendasar dalam hidup, kita seharusnya mencari Kerajaan dan Kebenaran-Nya. Jika kita melakukannya, maka semua hal lainnya akan diatur.

Jadi apa maksudnya mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya?

Kerajaan Tuhan adalah tentang peraturan Tuhan dan kuasa atas semua ciptaan. Kerajaan-Nya dimulai dalam pelayanan Yesus di bumi dan sekarang berkembang dan diteruskan melalui Gereja. Karya kerajaan adalah terus memberitakan harapan akan Yesus kepada orang lain, dan untuk mengajar semua hal yang telah diperintahkan Yesus kepada kita.

Mencari kebenaran Tuhan adalah keinginan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Hidup seturut perintah Tuhan, yang membutuhkan keputusan-keputusan kita yang sejalan dengan Firman Tuhan.

Yesus berkata bahwa jika kita melakukan kedua hal ini–mencari kerajaan Tuhan dan kebenaran-Nya–maka setiap area lain dalam hidup kita akan diberikan. Saat kita tidak mengutamakan keinginan Tuhan dalam hidup kita terlebih dahulu, maka kita pada akhirnya akan khawatir tentang hal-hal yang bersifat sementara.

Hidup sesuai dengan Firman Tuhan harus menjadi perhatian terbesar kita karena Kerajaan Tuhan itu kekal selamanya.

Pikirkan bagaimana Anda menghabiskan waktu. Apakah Anda mengkhawatirkan tentang hal-hal yang ada di luar kendali Anda? Pikirkan bagaimana Anda hidup bagi kerajaan Tuhan daripada hal-hal di dunia. Bagaimana Anda bisa mengatur kembali prioritas Anda untuk mencari kebenaran? Daripada khawatir tentang hal-hal dalam hidup yang tidak bisa Anda kendalikan, berdoalah agar Tuhan memenuhi kebutuhanmu.


Bagaimana Anda bisa mencari Tuhan terlebih dahulu hari ini?
Dengan menyediakan waktu untuk berdoa sepanjang hari
Dengan meminta bimbingan-Nya sebelum mengambil keputusan
Dengan meluangkan waktu bersama-Nya sebelum memulai hari


Tuhan, terima kasih telah mengasihiku dan mengejar hubungan denganku.
Engkau segalanya bagiku, dan aku ingin mencari-Mu terlebih dahulu setiap hari. Jadilah bagian dari setiap keputusan, pemikiran, perkataan, dan tindakan yang kulakukan. Hidupku adalah milik-Mu, ya Tuhan. Dalam nama Yesus, Amin.


Carilah Tuhan di atas segalanya! Saat Anda melakukannya, keinginan untuk menyebarkan kebaikan-Nya akan mengalir secara natural.

Kamis, 18 September 2025

Kebebasan untuk Bersyukur

Sinisme bisa menjadi jalan keluar yang mudah saat kita diperhadapkan dengan pemikiran atau situasi yang tidak kita setujui. Semakin kita sinis, semakin kita menghakimi orang lain atas tindakan mereka. Dan, jika kita tidak hati-hati, kita bisa bertumbuh menjadi orang yang angkuh dan arogan.

Penawar dari pemikiran seperti ini adalah tidak menjadi benar dalam segalanya, atau memiliki pendapat yang benar tentang segala sesuatu. Sebaliknya, cara untuk pulih dari hati yang sinis adalah dengan berterima kasih dan bersyukur.

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa.Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1 Tesalonika 5:16-18 TB

Jika Anda bersyukur, Anda akan mengalihkan fokus dari diri sendiri dan menaruhnya kepada Tuhan. Saat Anda bersyukur atas sesuatu, Anda tidak lagi menghakimi dengan tidak seharusnya; Anda menghargai apa adanya.

Dalam perikop ini, Paulus mendorong semua jemaat di Tesalonika untuk terus bersyukur atas siapa Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan. Dia menyuruh mereka untuk terus bersukacita. Bagaimana mungkin? Bagi Paulus, oleh karena anugerah Tuhan yang luar biasa, akan selalu ada hal yang bisa membuat kita bersukacita.

Semakin kita bersyukur dan bersukacita, kita akan terhubung lebih dekat lagi dengan hati dan keinginan Tuhan. Kita akan terhubung dengan Tuhan lebih dalam lagi, dan memungkinkan untuk bertekun dalam doa. Saat kita terlalu berfokus pada diri sendiri, kita tidak lagi memiliki kapasitas untuk bersekutu dengan Tuhan.


Dalam hal apakah Anda perlu bertumbuh?
Saya perlu bertumbuh dalam rasa syukur.
Saya perlu bertumbuh dalam doa.
Saya perlu bertumbuh dalam mengucapkan syukur.

Tuhan, aku bersyukur karena saat ini-aku sedang berbicara dengan-Mu. Terima kasih telah memampukanku berbincang dengan-Mu. Dan terima kasih telah mengundangku untuk datang apa adanya di hadapan-Mu. Hari ini, biarlah pikiranku dapat terus tertuju kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Rabu, 17 September 2025

Terang yang Bersinar

Bayangkan berjalan melalui hutan di malam yang gelap gulita dengan hanya lentera atau senter untuk memandu Anda. Bagaimana Anda dapat tetap di jalur? Bagaimana Anda bisa tahu ke mana harus pergi? Bagaimana cara agar Anda tidak tersesat?

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105 TB

Firman Tuhan mengacu pada pesan dari Tuhan baik tertulis atau lisan, serta pesan Tuhan yang dinyatakan dalam pribadi Yesus Kristus, yang sering disebut Firman.

Tuhan itu nyata. Dia menciptakan Anda dengan tujuan, dan Dia merancang dunia ini sambil mengingat Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa tahu siapa Dia, seperti apa Dia, dan apa yang Dia inginkan dari dan untuk Anda?

Anda dapat mengenal Tuhan, memahami tujuan-Nya menciptakan Anda, dan menjalani dunia yang semakin gelap ini dengan terang Firman-Nya.

Firman Tuhan seperti cahaya di tangan Anda, menerangi kebenaran tentang kisah Tuhan, karakter Tuhan, dan jalan Tuhan. Hal itu membantu kita memahami ciptaan-Nya dan menjawab pertanyaan sulit atau membuat pilihan sulit.

Tuntunan yang terdapat dalam Firman Allah itu sempurna. Kisah-Nya benar. Perkataan-Nya dapat dipercaya. Janji-Nya tetap. Perintah-Nya seperti lampu sorot yang mengarahkan kita kembali kepada-Nya.

Sekarang, perhatikan apa yang tidak dikatakan ayat ini. Tidak dikatakan bahwa Firman Tuhan adalah terang yang menyoroti setiap hal tentang masa lalu, sekarang, atau masa depan Anda kepada semua orang.

Tidak, Firman Tuhan adalah pelita bagi kakimu dan terang bagi jalanmu. Dan saat Anda berjalan bersama-Nya, langkah demi langkah, Dia akan menuntun Anda menuju kehidupan.


Janji Tuhan mana yang berkesan bagi Anda hari ini?

Tuhan selalu baik.

Tuhan selalu setia.

Tuhan selalu beserta saya.


DOA

Tuhan, Firman-Mu penuh dengan janji-janji yang memberi tuntunan bagi hidupku. Terkadang sulit untuk memahami arti janji -janji-Mu, jadi biarlah aku percaya betapa dalamnya kasih setia-Mu. Terangi jalanku dan buatku mengerti akan kehendak-Mu dalam hidupku. Dalam nama Yesus, Amin.


Anda dapat mengenal Tuhan, memahami lebih baik siapa dirimu dalam rancangan-Nya, dan menjalani hidup di dunia yang gelap ini dengan terang Firman-Nya.

Jika Anda ingin orang lain mengenal kebenaran, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah untuk menuntun mereka kepada Firman Tuhan. Bagikan kebenaran dengan seseorang hari ini!

Selasa, 16 September 2025

Tetap waspada

Pernahkah Anda lengah di saat yang tidak tepat?

Mungkin Anda merasa malas. Mungkin Anda terganggu. Mungkin Anda terlalu peduli dengan pendapat orang lain. Mungkin Anda lelah berdiri teguh. 

Petrus, salah satu murid terdekat Yesus, pasti paham. Dia meninggalkan segalanya untuk mengikut Yesus. Dia mengasihi, yakin, dan percaya pada Yesus. Tapi saat hubungannya dengan Yesus mengancam keamanan dan reputasi pribadinya, Petrus menyangkal Dia–tiga kali. 

Syukurlah, Yesus mengampuni dia, memulihkannya, dan bahkan memampukan dia untuk berkhotbah saat Pentakosta–hari ketika 3.000 orang dibaptis dan gereja mula-mula dimulai.

Petruslah yang menulis: 

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudara seimanmu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”  Petrus 5:8-9 PBTB2

Saat menghadapi musuh, kita harus terus berada dalam kedua posisi, menyerang maupun bertahan.

Posisi Menyerang: Tetap waspada. Berdiri teguh. Jadilah kuat. Baca Firman Tuhan. Cari komunitas yang berpusat pada Tuhan. Perjuangkan waktu dan hubungan dengan Tuhan. Ingatkan dirimu bahwa ada orang lain yang berjuang bersama Anda.

Posisi Bertahan: Jika seseorang memutarbalikkan kebenaran, sebutkan. Jika Anda melihat ketidakadilan, lakukan sesuatu untuk menolong. Jika musuhmu si iblis mendatangkan malapetaka, beranikan diri untuk memperjuangkan kebaikan.

Untuk waktu-waktu ketika Anda telah lengah, jangan biarkan dirimu berlarut-larut dalam rasa bersalah dan malu. Kita semua pernah tergelincir. Mintalah pengampunan dan teruslah maju.

Apa yang Yesus lakukan setelah bangkit dan hidup kembali? Dia mencari Petrus. Bahkan, Dia membuat sarapan di tepi pantai untuk Petrus! Dia memberikan Petrus kesempatan baru, dan bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin.
Jadi tetaplah waspada. Dan ingat: Tuhan juga berperang bagimu.

Bagaimana Anda bisa tetap waspada hari ini?
Dengan bertanggung-jawab melalui komunitas.
Dengan mengutamakan doa sepanjang hari.
Dengan mencari kesempatan untuk berbuat baik.

DOA
Tuhan, aku ingin menjalani hidupku untuk-Mu. Saya membutuhkan bantuan-Mu untuk tetap waspada sepanjang hari. Bantu saya menyadari hal-hal yang Engkau ingin saya perhatikan. Berilah saya keberanian untuk melangkah dalam iman ketika Engkau memintaku. Bantu saya membedakan apa yang kudus sehingga saya dapat menyenangkan-Mu dalam semua yang saya lakukan. Dalam nama Yesus, Amin.


Jika kita tidak mengetahui kebenaran, kita akan terjebak kebohongan-kebohongan musuh.

Lawan kembali dengan memulai Rencana Alkitab Bersama Teman hari ini!

Karena kita menjadi lebih kuat ketika bersama.

Minggu, 14 September 2025

Berlomba dengan Tekun

Kita semua tahu - hidup ini tidak mudah. Kadang tantangan menjadi begitu sulit sehingga kita ingin menyerah. Mungkin itu kondisi yang sulit, tuntutan keluarga, atau tekanan pekerjaan, semuanya terasa berat. Ketika kita mulai ingin menyerah, kitab Ibrani memberi kita kekuatan untuk bertahan:

"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." Ibrani 12:1 PBTB2

"Saksi" merujuk pada orang-orang percaya yang telah mendahului kita, yang hidupnya merupakan bukti kesetiaan kepada Tuhan. Kehadiran mereka mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari kisah yang lebih besar, warisan iman di sepanjang generasi.

Ayat ini juga mengimbau orang percaya untuk "menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita". Rintangan ada yang kelihatan, misalnya dosa yang mengalihkan kita dari mengejar Tuhan sepenuhnya. Atau  ada juga yang tidak terlihat, misalnya rasa takut dan malu. Apa pun bentuknya, kita harus menanggalkannya.

Namun, bukan berarti kita menanggalkannya lalu duduk diam. Dikatakan, "berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita". Panggilan kita adalah untuk terus maju, sesulit apa pun  perjalanan itu. Dengan tuntunan anugerah dan penguatan oleh iman, kita akan terus maju.

Seperti apa ketekunan menurut Anda hari ini?
Meminta teman untuk terus mengingatkan saya menanggalkan dosa
Mengingat semua yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupku
Menghadapi situasi yang sulit dengan berani

Bapa, terima kasih karena aku tidak sendirian. Engkau menyertaiku, dan aku bukan satu-satunya yang menghadapi tantangan ini. Aku tidak mau menyerah.Kuatkanlah aku. Aku mau berlomba dengan tekun. Aku mau menanggalkan segala rintangan dan berlari mengejar-Mu. Terima kasih karena menemuiku di mana aku berada. Amin.

Apa yang menghalangi dan menahan Anda? Hari ini, buatlah keputusan untuk menanggalkan itu dan berlarilah.

Iman yang dibagikan adalah iman yang kuat!
Cari cara untuk membangun hubungan-untuk percakapan, tanggung jawab, dan dorongan yang Alkitabiah.

Kamis, 11 September 2025

Inilah dirimu…

“Saya tidak cukup baik.”
“Saya tidak cukup pintar.”
“Saya tidak cukup kuat.”
“Saya tidak cukup.” 

Setiap hari, kita dibombardir dengan kebohongan yang mencoba meyakinkan kita bahwa kita tidak memiliki apa yang diperlukan untuk mengikuti Yesus. Setiap kali kita melakukan kesalahan, rasa tidak aman kita muncul dan mengatakan bahwa kita akan selalu lemah—kita tidak akan pernah mengalami kebebasan yang Yesus katakan dapat kita miliki. Tetapi Alkitab mengingatkan kita bahwa kuasa ilahi Yesuslah yang memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menjalani hidup dengan kudus. Dengan kekuatan-Nya, ketika kita jatuh—kita masih bisa bangkit kembali. 

Dalam kelemahan kita, kuasa Tuhan menjadi sempurna di dalam diri kita (2 Korintus 12:9). Dengan kuasa Kristus, tidak ada yang dapat mencengkeram kita. Tidaklah rasa takut, kekhawatiran, keraguan, kekalahan, keputusasaan, kesepian, kesulitan, ataupun rasa sakit. 

Melalui Yesus, kita memiliki segala sesuatu yang kita butuhkan untuk melawan semua yang mencoba merebut identitas kita yang sah. 

Firman Tuhan itu hidup, kuat, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua. Firman Tuhan dapat membedakan pikiran dan niat hati kita. Firman Tuhan dihembuskan oleh Allah dan mengoreksi, mengajar, dan menguatkan kita. Firman Tuhan menerangi jalan kita. 

Firman Tuhan dipenuhi dengan pengingat akan identitas kita yang sebenarnya. Firman Tuhan dapat mengingatkan Anda bahwa... 

Anda sudah cukup karena Anda adalah anak Allah. (Yohanes 1:12, 1 Yohanes 3:1)

Anda dapat bersukacita dalam penderitaan karena Kristus telah menderita untuk Anda. (1 Petrus 4:12-19, Yakobus 1:2-4)

Anda sangat dikasihi, dan Anda dapat mengasihi orang lain seperti Anda telah dikasihi. (Yohanes 15:9-14)

Tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari kasih Allah. (Roma 8:37-39)

Ketika Anda memahami siapa diri Anda, saat itulah Anda akan benar-benar dapat melakukan segala sesuatu melalui kekuatan Kristus. 

Jadi, marilah kita mulai menerapkan kebenaran yang memberi kehidupan yang kita temukan dalam Alkitab sehingga kita dapat beralih dari menjadi korban menuju kemenangan. Terimalah siapa diri Anda di dalam Kristus. 

Dan pada saat situasi yang mengerikan muncul atau pikiran yang mengancam muncul di benak Anda, ingatlah bahwa Anda dapat mengatasinya dengan kuasa ilahi Yesus yang bekerja di dalam dan melalui Anda. Anda tidak harus menjalani hidup sendirian—dan Anda tidak diciptakan untuk itu.

Pengingat apakah yang membuat Anda terhibur hari ini?

Saya dapat bersukacita dalam penderitaan karena Kristus telah menderita bagi saya.
Saya sangat dikasihi oleh Tuhan, dan saya juga dapat mengasihi orang lain seperti-Nya.
Tidak ada yang bisa memisahkan saya dari kasih Tuhan.

DOA

Tuhan, terima kasih karena telah memberiku semua yang aku perlukan untuk menjalani hidup kudus. Karena Roh-Mu ada di dalamku, aku bisa menang atas setiap kecanduan, ketakutan, atau dosa yang mencoba menahanku. Terima kasih karena Engkau cukup bagiku. Aku sangat bersyukur bisa mengenal-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Ketika Anda merasa bahwa Anda tidak "cukup", biarlah Firman Tuhan mengingatkan bahwa Ia adalah segalanya yang Anda perlukan.

Tuhan telah memberikan segala yang Anda butuhkan untuk menjalani hidup yang memuliakan-Nya. Bagikan pesan -Nya dengan percaya diri hari ini!

Rabu, 10 September 2025

Kuduslah Nama-Nya

Pernahkah Anda merasa tidak yakin dan terbebani oleh keadaan Anda?
Di saat-saat seperti ini, rasanya hampir mustahil untuk memuji Tuhan atas semua yang telah Dia lakukan.

Cobaan hidup seringkali mengaburkan pandangan kita, sehingga sulit untuk melihat melampaui pergumulan kita saat ini. Pernyataan Maria dalam Injil Lukas bukan semata-mata tentang berkatnya; itu adalah bukti karakter Tuhan yang tidak berubah. Meskipun menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang akan datang, dia menemukan kekuatan untuk mewartakan kebesaran Allah dan kekudusan nama-Nya:

"Karena Yang Maha Kuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya." Lukas 1:49 PBTB2

Sekalipun kita tidak mempunyai semua jawaban, kita dapat menyatakan, "Kuduslah nama-Nya."

Sekalipun kita dihadapkan pada kesukaran yang mengancam mencuri pujian kita, kita dapat menyatakan, "Kuduslah nama-Nya,"

Sekalipun beban rasa takut begitu menekan kita, kita dapat menyatakan, "Kuduslah nama-Nya."

Pernyataan kita, seperti halnya Maria, berakar pada keyakinan bahwa kasih setia Tuhan tidak akan tergoyahkan. Kepercayaan akan kesetiaan Tuhan memperkuat tekad kita untuk memuliakan-Nya—terutama di tengah ketidakpastian.

Jadi, luangkan waktu sejenak hari ini untuk mengingat "hal-hal besar" yang telah dilakukan Yang Maha Kuasa bagi Anda. Saat Anda melakukannya, berdoalah agar hati Anda tergerak untuk memuji nama-Nya yang kudus, mengingat bahwa Dia telah melakukan hal-hal besar bukan hanya untuk orang lain tetapi juga untuk Anda.


Terlepas keadaan saat ini, apa yang telah dilakukan oleh "Yang Maha Kuasa" bagimu?
Dia telah memilih dan memanggil saya untuk tujuan yang unik.
Dia telah memberi kemampuan untuk mencerminkan kemuliaan-Nya.
Dia telah membawaku dari kegelapan menuju terang dan akan melakukannya lagi.

DOA
Tuhan, apa pun keadaanku, aku akan tetap memuji-Mu. Terima kasih karena telah melakukan hal-hal besar di masa laluku. Aku percaya Engkau akan melakukan hal-hal yang lebih besar di masa depanku. Meskipun ada kekhawatiran, keraguan, dan kedukaan, aku dapat mengatakan kuduslah nama-Mu. Amin.

Luangkan waktu untuk mengingat kembali hal-hal baik yang telah Tuhan lakukan dalam hidup Anda.
Jangan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan -baik secara pribadi maupun umum-untuk kesetiaan-Nya!

Selasa, 09 September 2025

Diciptakan untuk Mengasihi Orang Lain

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." 

Kisah Para Rasul 20:35


Saat kita percaya kepada Yesus dan hidup mengikuti Dia, kita dapat mengalami anugerah dan kebaikan-Nya setiap hari! Kita dapat memiliki hidup dan cara pikir yang baru tentang ciptaan-Nya dan bagian kita di dalamnya. Selain itu, kita bisa tenang menyadari bahwa kita adalah anak-anak Tuhan!

Namun, terkadang mudah bagi kita untuk hidup hanya memikirkan diri sendiri dan segala kebaikan yang kita terima. Yesus menghabiskan sebagian besar pelayanan-Nya menolong dan membantu orang lain, tapi jika kita mau jujur–dan Yesus selalu jujur juga–kebanyakan kita cenderung menjadi egois dengan pemberian Tuhan, atau mengabaikan kesempatan untuk melayani mereka yang lemah atau perlu bantuan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Saat Paulus berbicara kepada para pemimpin gereja di Efesus dalam Kisah Para Rasul 20:35, dia memastikan untuk mengingatkan mereka bahwa hidupnya bukanlah untuk dirinya sendiri, tapi untuk menolong orang lain. Paulus berkata bahwa semua yang telah dia lakukan adalah untuk membantu mereka yang lemah dan memerlukan bantuan. Paulus tidak mengatakan hal-hal ini untuk mengagungkan dirinya sendiri, tapi justru untuk mengarahkan mereka kembali kepada teladan sejati Yesus tentang kasih.

Walau iman kekristenan tentu saja tentang mengasihi Tuhan, tetapi juga tentang kasih terhadap sesama. Juga tentang bagaimana menggunakan hidup baru kita dalam Kristus untuk membawa perubahan positif ke dalam hidup orang lain–perubahan positif yang sama yang dibawa Kristus ke dalam hidup kita.

Yesus berkata bahwa saat kita menggunakan hidup kita untuk membantu orang lain, pada akhirnya kita yang akan lebih diberkati. Memberi berkat akan selalu lebih baik daripada menerimanya untuk diri sendiri.

Ambil waktu untuk memikirkan bagaimana hidup Anda telah diberkati oleh orang lain. Lalu, tuliskan beberapa cara yang dapat Anda mulai lakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Cara praktis apa yang bisa Anda lakukan untuk memberkati tetangga, rekan kerja, atau sekolahmu? Mulailah membangun kebiasaan baik untuk menjadi berkat bagi orang lain.


Bagaimana Anda bisa memberkati seseorang dengan murah hati hari ini?
Saya bisa membantu orang di komunitas secara finansial.
Saya bisa memakai waktu untuk menolong teman.
Saya bisa secara aktif melayani seseorang di tempat kerja atau sekolah.


DOA
Tuhan, pakailah aku hari ini sebagai tangan dan kaki-Mu, menjadi berkat dalam hidup seseorang.
Engkau telah memberkatiku dengan luar biasa! Aku pun rindu menjadi berkat dan memancarkan sinar-Mu kepada orang lain.
Tunjukkanlah kepadaku bagaimana aku dapat membantu dan mengasihi hari ini. Dalam nama Yesus, Amin.


Ketika kita memilih untuk memberi, alih-alih menyimpan semuanya untuk diri sendiri, kita menyenangkan hati Tuhan dan memberkati orang lain.

Dengan tindakan nyata apa Anda dapat memberkati orang-orang di lingkungan, pekerjaan, gereja, atau sekolah Anda?

Senin, 08 September 2025

Pengingat Akan Kebaikan Tuhan


"TUHAN itu baik; Ia adalah tempat perlindungan pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya". Nahum 1:7

Surat Nahum kepada orang-orang Yehuda, di bagian Selatan Israel, adalah panggilan pertobatan dan surat penghakiman. Suku-suku di utara telah diasingkan ke Asyur, dan ketidaksetiaan Yehuda juga akan membawa mereka ke dalam pengasingan.

Banyak yang terjadi di Yehuda pada masa itu. Masa itu adalah era kekacauan nasional. Orang-orang telah menjadi tidak setia. Tetapi bukannya fokus pada bahaya yang ada di sekitar atau tekanan budaya, Nahum mengarahkan orang-orang kembali kepada karakter Tuhan, yang tak pernah berubah.

Nahum mengingatkan kita bahwa Tuhan itu baik. Walaupun dunia di sekitar Israel berubah pesat, Tuhan tetaplah sama. Dia selamanya baik. Di tengah-tengah setiap keadaan, kita bisa percaya bahwa Tuhan tidak akan berubah dan akan terus menginginkan yang terbaik bagi kita.

Nahum terus mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan di tengah masa sukar. Karena Tuhan itu Mahakuasa, Dia akan melindungimu dari bahaya apa pun di dunia ini.

Terakhir, Nahum memberitahukan kita bahwa Tuhan peduli kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Saat Anda menaruh iman kepada-Nya, Dia memelihara dan mengawasi jiwamu. Walau terkadang sulit untuk percaya kepada Tuhan di masa yang tak menentu, Alkitab memberitahukan kita bahwa itulah jalan satu-satunya menuju keamanan sejati.

Ambil waktu hari ini untuk mempertimbangkan hidup Anda sendiri dan keadaan yang Anda hadapi saat ini. Walau baik atau pun buruk keadaan Anda, ingatlah ketiga kebenaran ini:

Tuhan itu baik.

Tuhan adalah tempat perlindunganmu.

Tuhan memeliharamu saat engkau percaya kepada-Nya.


Di mana Anda membutuhkan pertolongan Tuhan hari ini?

Saya butuh diingatkan bahwa Dia-lah yang memegang kendali.

Saya butuh pertolongan-Nya untuk menghadapi dan mengatasi masalah keuangan.

Saya butuh damai-Nya untuk bertahan dalam situasi berat.


DOA

Tuhan, terima kasih telah memeliharaku. Engkau adalah kekuatanku dan penopangku. Engkau berjanji untuk memeliharaku dan berperang bagiku. Terima kasih atas pengorbanan-Mu bagiku. Hari ini, ingatkanlah bahwa Engkau dekat. Ajarilah bagaimana berserah dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Ingatlah: Tuhan baik dan dapat dipercaya.

Anda dapat selalu berlari kepada-Nya.

Hari ini, seseorang yang Anda cintai sedang bergumul. Luangkan waktu untuk membagikan Ayat Hari Ini dengan mereka!

Minggu, 07 September 2025

Memancarkan Terang Yesus


Pernahkah Anda berjalan dari tempat gelap ke tempat yang sangat terang? Cahaya memiliki kekuatan yang luar biasa terhadap indra kita, dan kadang bisa berlebihan. Tetapi cahaya itu penting untuk kehidupan kita. Cahaya memperlihatkan realitas kepada kita. Cahaya menerangi hal-hal di sekitar kita.

Dalam Matius 5, Yesus menggunakan berbagai perumpamaan cahaya untuk menggambarkan kehidupan seorang murid. Dia berkata bahwa murid-murid-Nya seperti kota yang dibangun di atas bukit yang terangnya menerangi lembah (Matius 5:14). Dia juga mengatakan kita seperti pelita yang menerangi seluruh rumah (Matius 5:15).

Kehidupan seorang murid Yesus dimaksudkan seperti cahaya yang bersinar terang untuk dilihat orang lain. Lalu terang apa yang kita miliki? 

Pertama dan terutama, terang itu adalah pesan Injil. Kita diberi pengetahuan tentang apa yang telah Yesus lakukan bagi kita, dan itulah yang mengubah segalanya bagi kita. Kita sekarang memiliki hidup baru karena Yesus.

Kita telah dipercayakan dengan pesan ini agar dapat membagikannya kepada orang lain. Pesan dan pengharapan Yesus adalah cahaya yang menerangi realitas.

Yesus juga berkata bahwa orang mengenali terang kita melalui perbuatan baik kita. Ketika kita berusaha untuk mengasihi orang lain, kita menunjukkan kepada mereka terang dan kasih Yesus. Tindakan membantu orang lain membuka kesempatan bagi kita untuk membagikan pengharapan Yesus. 

Ada banyak cara Anda diperlengkapi dalam hidup untuk membagikan pesan Yesus kepada orang lain. Mungkin di tempat kerja, dengan tetangga, dengan seseorang di komunitas Anda, atau dengan keluarga Anda. Mungkin melalui tindakan kasih, bantuan finansial, pesan yang memberi semangat, atau tindakan kebaikan secara spontan, tetapi segala sesuatu yang Anda lakukan hendaknya selalu disertai dengan pesan Injil. 

Tanpa kasih, tindakan kita tiada artinya, dan tindakan yang paling bersinar dari semuanya adalah mengasihi sesama seperti Yesus, sehingga mgereka dapat mengenal Yesus. Hari ini, pikirkan bagaimana Anda bisa menjadi terang bagi orang-orang di sekitar dalam caramu mengasihi mereka.


Apa yang dapat Anda lakukan agar terangmu bersinar?

Melakukan kebaikan secara spontan untuk seseorang

Menjadi pemberi yang murah hati

Menyemangati seseorang


DOA

Tuhan, tunjukkanlah bagaimana aku bisa bersinar bagi-Mu. Buatlah aku berani dan menjadi terang saat bersaksi tentang-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Berilah aku keberanian dan kesadaran untuk berdiri bagi-Mu bahkan ketika keadaan sulit. Terima kasih telah menjadi teladan sempurna dan Terang Dunia bagi kami! Dalam nama Yesus, Amin.


Ketika Anda membagikan pesan Yesus, Anda memancarkan terang dalam kegelapan.
Ketika Anda melayani orang-orang di sekitar, Anda menampilkan karakter Tuhan.

Rabu, 03 September 2025

Cahaya Lebih Terang

Dari sinar matahari hangat yang masuk melalui jendela Anda di pagi hari hingga lampu sorot yang memandu Anda dalam perjalanan pulang di malam hari, terang selalu ada.

Namun, ada Terang yang lebih besar daripada terang fisik apa pun yang kita kenal…

Dalam Yesaya 60:1, nabi berbicara tentang Terang yang lebih besar ini. Dan kata-katanya lebih dari sekadar puisi indah dan nubuatan; itu adalah seruan untuk bertindak, sebuah dorongan bagi umat Tuhan untuk menemukan harapan—Terang, di tengah kegelapan (Yesaya 59:9-10):

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.“ Yesaya 60:1

Terang ini adalah mercusuar harapan, gambaran keselamatan dan kebangkitan rohani. Terang ini adalah Terang sejati, Sang Mesias—Yesus Kristus. Dialah terang yang dibutuhkan umat Allah saat itu (Yesaya 59:9-10), dan Dialah terang yang sangat dibutuhkan hati kita saat ini.

Dalam dunia yang terkadang rasanya seperti tenggelam dalam kegelapan—bencana, peperangan, ketidakadilan, dan penderitaan—pesan Yesaya adalah ajakan untuk menyambut Terang keselamatan sejati dari Allah, yang dinyatakan dalam Perjanjian Baru sebagai Yesus Kristus. Biarlah terang ini bersinar terang di dalam dirimu, mengusir bayang-bayang kegelapan dan menerangi jalan bagi mereka yang belum mengenal Terang ini. 

Berhenti sejenak. Bayangkan sebuah dunia yang dipenuhi dengan terang kasih dan kebenaran Tuhan. Dapatkah Anda membayangkan sebuah dunia di mana terang Kristus bersinar dari jendela setiap rumah dan di setiap jalan…

Tuhan ingin memakai Anda—ya, Anda—untuk memancarkan terang-Nya.


Bagaimana agar terang Tuhan menyinari kita?

Lebih bermurah hati kepada seseorang.

Berhenti sejenak dan berpikir sebelum bereaksi negatif pada suatu situasi.DOA

Tuhan, Engkaulah sumber hikmat dan segala yang baik. Jika aku mempunyai terang untuk diberikan kepada dunia, itulah terang yang berasal dari-Mu. Cahaya-Mu adalah penyelamat dan penuntunku. Pakailah aku sebagai terang di dunia untuk menunjukkan anugerah dan belas kasihan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.



Tuhan telah memberikan terang-Nya sehingga kita dapat membagikannya dengan orang lain!

Bersikap jujur dan ramah, meskipun sulit.

Hari ini, biarlah terang Tuhan terpancar dari Anda. Tersenyum dan melayanilah. Mengasihi dan memaafkan. Beritakan tentang Yesus dan bawalah orang lain kepada-Nya!

Selasa, 02 September 2025

Siapkah Anda?

Cara terbaik mengukur siapa diri kita dan apa yang kita sukai dilihat dari bagaimana kita menghabiskan waktu. 

Di mana Anda paling banyak menghabiskan waktu Anda? Kebanyakan dari kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk keluarga, pekerjaan, atau hobi. Semuanya merupakan bagian penting dalam hidup kita. Namun, Yesus berkata bahwa ada hal lain yang kita perlu sediakan waktu untuk melakukannya.

Ada banyak pendapat berbeda tentang kapan Yesus akan kembali, tetapi pada akhirnya, Yesus berkata bahwa tidak seorang pun akan tahu waktu dan tanggalnya. Dia akan datang pada saat yang tidak terduga.

Lukas 12:40 "Kamu juga harus siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Jadi, sampai hari kedatangan-Nya, Dia berkata bahwa kita harus bersiap. Kita cenderung menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk mengejar karier, atau membangun suatu hubungan, atau mengumpulkan kekayaan dan harta benda. Namun, tidak satu pun dari hal-hal itu yang akan mempersiapkan kita untuk kedatangan-Nya kembali.

Jadi, apa yang dapat kita persiapkan? 

Hal pertama adalah beriman kepada Yesus, dengan percaya bahwa Dia telah menyerahkan hidup-Nya agar Anda dapat memiliki hidup kekal. Selanjutnya, berkomitmen untuk menghabiskan waktu bersama-Nya, mengakui kesalahan, dan diubahkan oleh hadirat-Nya. Terakhir, teruslah memberi tahu orang lain tentang kasih Yesus yang besar bagi mereka. Teruslah bertumbuh dalam iman Anda setiap hari, dan setialah dengan karunia yang Tuhan berikan kepada Anda.

Kita tidak seharusnya mengkhawatirkan kapan Yesus akan kembali, melainkan apa yang harus kita lakukan sampai Dia kembali. 

Luangkan waktu dalam doa sekarang dan renungkan siapa dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang kasih Yesus bagi mereka. Dengan siapa Anda dapat berbagi kabar baik itu hari ini?


Bagaimana Anda dapat mempersiapkan kedatangan Yesus kembali?

Saya dapat menguatkan orang lain dengan Firman-Nya.

Saya dapat membagikan kasih-Nya dengan melayani orang lain.

Saya dapat aktif mengembangkan sifat karakter yang menyerupai Yesus.


DOA

Yesus, terima kasih atas janji-Mu untuk datang kembali. Sambil menantikan-Mu, bantu aku untuk terus hidup lebih seperti-Mu. Bantu aku untuk mendorong orang lain dengan Firman-Mu dan membagikan kasih-Mu dengan melayani mereka. Aku menanti-nantikan hari kedatangan-Mu kembali, tetapi sampai saat itu tiba, bimbinglah aku dalam membawa jiwa-jiwa baru kepada-Mu. Amin.


Bagaimana Anda dapat tetap siap untuk kedatangan Yesus? Luangkan hari-hari Anda untuk mengenal-Nya dan membuat-Nya dikenal!

Senin, 01 September 2025

Kecantikan Sejati.

Dalam hikmat dan kreativitas Tuhan yang tak terbatas, Dia telah menciptakan hal-hal yang luar biasa: matahari terbenam bak lukisan cat air, pegunungan yang menakjubkan, lautan biru kehijauan, dan manusia yang rupawan.

Amsal 31 adalah pasal terkenal dalam Alkitab tentang seorang wanita yang takut akan Tuhan, pekerja keras, dan murah hati.

Menariknya, Amsal 31 ditulis oleh seorang pria—yaitu, Raja Lemuel, meskipun sebenarnya itu adalah nasihat dari ibunya yang dia bagikan sewaktu dia menjadi raja.

Sesuatu yang kurang jelas dalam bahasa non-Ibrani adalah bahwa ayat 10-31 sebenarnya membentuk puisi akrostik—setiap ayat diawali dengan salah satu dari 22 huruf abjad Ibrani, berturut-turut dari Alef ke Taw (dari awal hingga akhir).

Menjelang klimaks puisi, penulis menulis:

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”
Amsal 31:30 TB

Dalam hati kita tahu ini benar, bukan?

Betapa pun molek atau cantiknya seorang wanita, kita tahu bahwa kecantikan itu cepat berlalu. Kita tahu kemolekan itu tidak akan bertahan lama. Kita tahu bahwa proses penuaan pada akhirnya tak bisa dihentikan.

Tetapi kecantikan fisik dari wanita ini hampir tidak disebutkan, sebaliknya, berfokus pada karakternya — pada wanita yang takut akan Tuhan.

Di Amsal sebelumnya menjelaskan bahwa “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (Amsal 9:10)—menyadari dengan rendah hati bahwa segala sesuatu yang baik dan bijaksana dan suci dan benar pasti berasal dari-Nya.

Jadi, jika Anda mengenal wanita seperti itu—yang mengasihi dan menghormati Allah, yang menghargai dan memedulikan orang lain, yang berinvestasi dengan bijak dan hidup dengan tujuan—Anda dapat meluangkan waktu sejenak untuk berterima kasih kepada Allah atas hidupnya. Anda bahkan mungkin mempertimbangkan bagaimana Anda bisa menjadi lebih seperti dia … sebagaimana dia ingin menjadi lebih seperti-Nya.

Bagaimana Anda memberkati para wanita dalam hidup Anda hari ini?
Memuji seorang wanita untuk karakternya yang saleh
Berterima kasih pada ibumu atau sosok ibu yang mengajarkan hal rohani
Berdoa agar generasi wanita berikutnya mengasihi Tuhan

DOA
Tuhan, hari ini aku memikirkan seorang wanita yang sangat penting dalam hidupku.
Lindungi dan bimbinglah dia. Penuhi dia dengan kekuatan dan pengharapan dari-Mu.
Aku berdoa agar dia menemukan keyakinan di dalam-Mu, bukan pada kecantikan luar seperti standar dunia ini. Berilah dia hikmat dan hati yang tertuju pada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Jika Anda mengenal seorang wanita yang mengasihi Tuhan, peduli pada orang lain, dan hidup aktif dengan murah hati-luangkan waktu untuk bersyukur atas hidupnya.

Anda dapat membawa orang lain kepada Yesus dengan cara hidup dan kasih Anda!