Senin, 30 Juni 2025

FIRMAN TUHAN KEBUTUHAN UTAMA

 ”Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.”

Mazmur 119:47


Banyak orang Kristen yg kurang menyadari pentingnya Alkitab dlm kehidupan ini.  Itu terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan Alkitab dgn tdk semestinya.  


Mereka memegang Alkitab dan membacanya hanya saat beribadah di gereja atau di persekutuan saja.


Di hari-hari lain Alkitab tetap berada di tempatnya, tersimpan rapi, tak tersentuh sama sekali.  Mengapa?


Karena mereka menganggap bahwa tulisan-tulisan yg terkandung di dlm Alkitab adalah tulisan biasa tanpa kuasa, sehingga mereka membacanya di kala perlu atau sempat saja.

            

Alkitab atau Injil bukanlah buku yg berisikan cerita fiksi, dongeng, atau bisa kita samakan dgn buku-buku ilmiah karangan manusia pada umumnya, tapi

”……Injil adalah kekuatan Allah yg menyelamatkan setiap orang yg percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dlmnya nyata kebenaran Allah, yg bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:16-17)


Alkitab atau Injil adalah firman yg disampaikan oleh Allah atau perkataan Allah sendiri yg mengandung kuasa yg sangat dahsyat, yg,

”……hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dlm sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibr 4:12)


Mari belajar dari Daud yg sangat menghormati, menghargai, dan mencintai firman Tuhan. Ia berkata,

"...firman-Mu tdk akan kulupakan." (Maz 119:16)  "...Aku merenungkannya sepanjang hari." (Maz 119:97)


Dengan kata lain ia menjadikan firman Tuhan sebagai kebutuhan utama dlm hidupnya. 


Bagi Daud firman Tuhan adalah penerang di setiap langkah hidupnya.

"...Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Maz 119:105)

             

Ayub juga sangat menghargai firman Tuhan lebih dari makanan jasmani apa pun. “Perintah dari bibir-Nya tdk kulanggar, dlm sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya." (Ayub 23:12) 


SUDAHKAH FIRMAN TUHAN MENJADI KEBUTUHAN UTAMA DALAM HIDUP KITA?

        

Oleh sebab itu,

Ingatlah bahwa,  "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yg keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4)

Jumat, 27 Juni 2025

PERKATAAN TUHAN TIDAK AKAN BERLALU

 ”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.."

Markus 13:31


Hari ini kita membahas tema berkenaan dgn, Perkataan Tuhan Tidak Akan Berlalu


Yesus menegaskan bahwa segala sesuatu yg ada di dlm dunia ini akan berlalu. Namun Ia ingatkan bahwa firman-Nya kekal selama-lamanya.

           

Melalui nats di atas kita dapat belajar secara baik dgn merenungkan beberapa pelajaran penting berkenan dgn :


1. FIRMAN TUHAN ADALAH KEBENARAN (Yoh. 17:17)

Firman-Nya adalah Ya dan Amin!. Semua yg tertulis akan terjadi serta digenapi.


Yesus berkata,

”Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tdk akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Mat 5:18)


Dan kebenaran tersebut akan memerdekakan kita (Yoh 8:32).


2. PERKATAAN-NYA ADALAH PERKATAAN YANG HIDUP DAN YANG KEKAL (Yoh 6:68).

Firman-Nya adalah hidup, sebab di dlmnya terdapat kehidupan yg kekal!


Perkataan Tuhan mengandung janji utk beroleh hidup yg kekal.


3. PERKATAAN-NYA MEMBERI KEHIDUPAN KEPADA KITA (Mat 4:4)

Firman Tuhan memberi kehidupan dlm jiwa dan roh kita. Mampu memelihara kehidupan rohani kepada pengenalan akan Dia!


”Yesus berkata, Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yg keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4)

         

Oleh sebab itu, INGATLAH Pemazmur berkata, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Maz 119:105)


Hal itu menunjukkan betapa besar keyakinan Pemazmur kepada firman-Nya yg mampu memberi jalan kehidupan kepada terang yg ajaib.


Kiranya Firman-Nya akan tinggal selama-lamanya dlm kehidupan saudara dan saya.

Selasa, 24 Juni 2025

Harapan bagi yang Miskin dalam Roh

Yesus memulai Khotbah-Nya yang terkenal di Bukit dengan perspektif yang bertolak belakang dan delapan berkat yang bertentangan dengan budaya—yang umumnya dikenal sebagai sabda/ucapan bahagia. 

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga.” Matius 5:3 PBTB2

Miskin secara fisik berarti kekurangan sumber daya atau harta benda. Kata “miskin” mungkin memicu gambaran mental seseorang yang tidak dapat membayar tagihan, tidak dapat melepaskan diri dari siklus kemiskinan, atau tidak mampu membeli makanan, pakaian, atau tempat tinggal.

Jadi, apa artinya miskin secara rohani, dan mengapa Yesus menganggap itu hal yang baik? 

Mereka yang menyadari kemiskinan rohani diri sendiri tahu bahwa, tanpa Tuhan, mereka bangkrut secara rohani. Mereka yang miskin di hadapan Allah akan memahami keputusasaan situasi mereka—bahwa mereka tidak dapat memiliki apa pun, tidak mampu melakukan apa pun, dan tidak bisa menjadi apa pun tanpa-Nya. Mereka yang miskin di hadapan Allah menyadari bahwa kerendahan hati, bukan kesombongan atau mengandalkan diri sendiri, adalah karakteristik umum dalam Kerajaan Surga.

Mereka yang miskin dalam roh tahu bahwa mereka tidak bisa, tetapi mereka percaya bahwa Tuhan bisa.

Jika kita jujur, kebanyakan dari kita lebih suka menjadi kaya, nyaman, dan mandiri. Kita lebih suka tidak kekurangan apa pun. Namun, bahkan jika kita stabil atau kaya secara finansial, kita tidak dapat menyelamatkan jiwa kita sendiri. 

Kita diciptakan untuk membutuhkan Tuhan.

Jadi, jika Anda merasa lemah, lelah, atau letih, tidak apa-apa. Jika Anda merasa tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan, Yesus sebenarnya mengatakan bahwa Anda diberkati. 

Ketika Anda memiliki kebutuhan, Dia dapat memenuhinya. Ketika Anda tidak cukup, Dia pribadi adalah cukup. Dan ketika Anda merasa miskin dalam roh, Anda berada dalam posisi yang sempurna untuk diselamatkan dan dipenuhi oleh Tuhan.

Minggu, 22 Juni 2025

KASIH TUHAN KEPADA KITA


”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya KASIH KRISTUS," Efesus 3:18

Sebelum melangkah lebih jauh hari ini coba renungkan betapa besar KASIH TUHAN dlm kehidupan kita!  

Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun KASIH TUHAN kepada kita tdk pernah berubah.

Sungguh, kita tak dapat menghitung, ”....betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya KASIH KRISTUS,"  (ayat nas).

Banyak cerita tentang CINTA KASIH yg ada di dunia ini, namun kesemuanya itu tdk bisa dibandingkan dgn KASIH TUHAN.

KASIH TUHAN itu sangat jauh berbeda dari KASIH lain yg ada di dunia ini.

Inilah garis besar karakteristik KASIH TUHAN kepada umat-Nya:
1.  TAK BERUBAH.
Artinya KASIH TUHAN mengalir terus-menerus tiada berhenti sampai selama-lamanya. (Tak berubah)

”Sebab KASIH-NYA hebat atas kita, dan KESETIAAN TUHAN utk selama-lamanya. Haleluya!" (Maz 117:2)

KASIH MANUSIA bersifat sementara, mudah sekali berubah, sangat bergantung pada situasi dan kondisi;  tetapi KASIH TUHAN tdk dapat dipengaruhi oleh apa pun.  Bahkan kita tdk dapat mempengaruhi KASIH TUHAN dgn perbuatan-perbuatan baik kita.

TUHAN MENGASIHI kita sebelum ada perbuatan baik yg kita lakukan bagi-Nya. 

2.  SEMPURNA
Artinya KASIH TUHAN itu sepenuhnya, benar-benar, lengkap dan utuh.  

Karena itu jangan sekali-kali kita mengukur besarnya KASIH TUHAN dgn keadaan yg kita alami, namun ingatlah dan renungkanlah pengorbanan Kristus di atas kayu salib.

SALIB adalah bukti nyata betapa sempurnanya KASIH TUHAN kepada kita.

3.  TAK BERSYARAT.
”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yoh 4:19), bahkan,
”……Allah menunjukkan KASIH-NYA kepada kita, oleh karena Kristus telah mati utk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)

Ini sangat berbeda dgn KASIH manusia yg bersyarat.  

Seringkali kita hanya mau mengasihi orang-orang yg mengasihi kita, jika tdk, kita pun tdk lagi mau mengasihi.

Namun Tuhan sedemikian rupa mengasihi kita dgn,
”……tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yg menyerahkan-Nya bagi kita semua," (Roma 8:32)

Apa pun juga yg ada di dunia ini tdk ada yg sanggup memisahkan kita dari KASIH TUHAN.
      
Oleh sebab itu, INGATLAH! “Tdk ada ALASAN bagi kita utk meragukan KASIH TUHAN dlm hidup ini!”
            

Kamis, 19 Juni 2025

DIBIMBING ROH KEBENARAN

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dlm seluruh kebenaran, sebab Ia tdk berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yg didengar-Nya itulah yg akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yg akan datang. Yohanes 16:13


Hari Pentakosta sebagai bagian sejarah kekristenan yg sangat penting mengingatkan akan pencurahan Roh Kudus bagi para murid dan lahirnya persekutuan orang percaya (gereja). 


Teks ini merupakan janji kedatangan Roh Kudus yg akan melanjutkan pelayanan Yesus dlm mendampingi dan membimbing para murid.


Yesus menyampaikan bahwa ada Roh Kebenaran yg akan memimpin para murid ke dlm seluruh kebenaran, dan Roh itu akan memuliakan Yesus Kristus (Yoh 16:13-14). 


Roh Kebenaran yg dijanjikan-Nya akan memberitakan apa yg diterima dan didengar-Nya. 


Sumber berita itu adalah Tuhan Yesus sendiri yg adalah Kebenaran (bdk. Yoh 14:6).


Dgn demikian, berita yg disampaikan Roh Kudus adalah benar. Bimbingan yg diberikan akan selalu didasarkan pada Sang Kebenaran dan menuju kepada kebenaran. 


Maka, setiap orang percaya yg menerima Roh Kebenaran pasti akan menghasilkan buah kebenaran.


Jika kita melihat kembali, hari Pentakosta sungguh merupakan hari spesial yg menjadi titik perubahan luar biasa dlm diri para murid. 


Contohnya Petrus; dahulu ia menyangkal Yesus, tetapi kemudian dgn lantang ia memberitakan kebenaran Yesus Kristus dan membawa ribuan orang bertobat.


Sungguh kita bersyukur dan memuji Allah, bahwa kita telah dipimpin Roh Kudus kepada Kebenaran, yaitu Kristus Yesus. 


Roh Kudus itu selalu mengajar dan membimbing kita utk hidup dlm kebenaran.


Ini menjadi satu bukti nyata bahwa Roh Kudus ada pada kita. Seorang yg dibimbing Roh Kebenaran tdk mungkin hidup dlm ketidakbenaran. 


Inilah tanda bahwa kita adalah milik Bapa, yaitu jika kita berupaya sekuat tenaga dan sepenuh hati utk tinggal dan hidup dlm kebenaran.


"MARILAH kita mengikuti bimbingan Roh Kudus utk selalu berada dlm kebenaran dgn memiliki cara hidup yg benar.

Senin, 16 Juni 2025

LEBIH BERHARGA DARI KEKAYAAN


"Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar..."
Amsal 22:1

Secara umum, arti kata "kaya" menurut pandangan dunia adalah mempunyai banyak uang, harta, dan berpangkat. 

Siapa pun orangnya asal ia memiliki banyak uang dan harta yg berlimpah, tanpa mempedulikan faktor lain, masuk kategori kaya. 

Jadi, kaya menurut pandangan dunia tak memerlukan reputasi yg baik. 

Sekalipun uang atau kekayaan yg dimiliki tersebut diperoleh dgn cara yg salah, tdk halal, atau melanggar hukum, hal itu tak menjadi masalah. 

Orang-orang dunia tetap menyebutkan sebagai orang yg kaya.

Berbeda sekali dgn penilaian Tuhan, justru nama baik atau reputasi itu jauh lebih berharga dari kekayaan besar. 

Apalah artinya orang memiliki kekayaan yg berlimpah jika ia "miskin" di mata Tuhan; apalah artinya orang memiliki uang dan harta berlimpah tapi ia "cacat" di hadapan Tuhan dan juga manusia. 

Memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan manusia adalah hal yg mutlak, dan nama baik itu tdk bisa dibeli dgn uang atau digantikan dgn harta, seberapa pun banyaknya. 

Orang yg mempunyai nama baik atau reputasi baik adalah orang yg tak pernah melakukan pelanggaran atau perbuatan aib. 

Orang percaya sepatutnya memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan juga sesama, karena kita dipanggil utk menjadi berkat bagi dunia.

Agar memiliki nama baik di mata Tuhan kita harus taat melakukan kehendak Tuhan dan hidup menyenangkan hati-Nya. 

Daud adalah contoh orang yg memiliki nama baik di mata Tuhan. 

"Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yg berkenan di hati-Ku dan yg melakukan segala kehendak-Ku." (Kis. 13:22). 

Tuhan berkata, "Sebab siapa yg menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yg menghina Aku, akan dipandang rendah." (1Sam 2:30b). 

Bila kita mempunyai nama baik sesuai dgn penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan yg besar, karena Tuhan pasti menggenapi janji-Nya. 

Kekayaan yg dari Tuhan itulah yg mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sejati.

"Berkat Tuhanlah yg menjadikan kaya, susah payah tdk akan menambahinya." (Ams 10:22)

Selasa, 10 Juni 2025

SAAT KITA LEMAH TAK BERDAYA

 ”Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus."

Matius 4:2


Iblis tahu benar bahwa setelah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam Yesus pasti merasa lapar.


Iblis berpikir inilah saat yg tepat utk mencobai dan menjatuhkan Yesus.


Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya:  'Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti.' (Matius 4:3)

           

Yesus tdk emosi dgn membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah sehingga langsung mengubah batu menjadi roti.


Walaupun perut-Nya lapar, Yesus sadar betul dgn tdk menuruti permintaan Iblis utk mengubah batu menjadi roti.  


Tak perlu Ia membuktikan kuasanya mengubah batu menjadi roti utk dapat disebut Anak Allah.


Dia memang Anak Allah dan Dia tdk perlu mendemonstrasikan hal itu kepada Iblis, karena Iblis sendiri sudah tahu bahwa Yesus itu Anak Allah.


Maka Yesus menjawab,

”Ada tertulis:  Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yg keluar dari mulut Allah."  (Matius 4:4)

              

Banyak orang diserang dan dicobai Iblis pada waktu mereka sedang sakit atau dlm keadaan lemah tak berdaya, di kala sedang mengalami krisis ekonomi, membutuhkan uang, atau keluarga butuh biaya utk pengobatan.  


Secepat kilat Iblis pun akan datang bak malaikat menawarkan pertolongan, seperti katanya kepada Yesus,

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yg sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dgn kemegahannya, dan berkata kepadaNya: 'Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.' (Matius 4:8)


Maka berkatalah Yesus kepadanya: 'Enyahlah, Iblis!  Sebab ada tertulis:  Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!' (Matius 4:10)

             

Apabila Iblis berbisik atau teman mengajak kita utk mencari pertolongan kepada kuasa gelap, dukun, paranormal dan sebagainya, janganlah takut utk menolaknya!


Pertolongan atau kekayaan yg diberikan Iblis hanyalah semu belaka, bahkan dapat menjerumuskan jiwa kita ke dlm kebinasaan kekal.


Sebagai orang percaya, pertolongan kita hanya datang dari Tuhan, bukan dari yg lain. 


Gunakan firman Tuhan utk mengusir Iblis, maka ia akan lari.

        

Oleh sebab itu, INGATLAH, “Jika kita menggunakan firman Tuhan utk mengusir Iblis atau segala macam godaan, firman-Nya bekerja dan Dia akan memberi kemenangan atas kita."

Senin, 09 Juni 2025

BUKALAH MATA MEREKA

 Lalu berdoalah Elisa: Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya (Gehasi) supaya ia melihat..... (20) berkatalah Elisa: Ya TUHAN bukalah mata orang-orang ini (tentara Aram) spy mereka dapat melihat.

2 Raj 6:17,20


Doa syafaat memberi kita banyak sukacita apabila kita cukup berani utk meminta kepada Allah apa yg kita inginkan bagi orang lain. 


Melalui syafaat kita berusaha menghadirkan kuasa kehidupan kekal kepada orang lain. 


Doa Elisa bagi pelayannya dijawab dgn cara yg mengagumkan. 


Gehazi dapat melihat bhw gunung itu penuh dgn kereta berapi dan kuda berapi mengelilingi Elisa. Tentara surgawi diutus Allah utk melindungi hamba-Nya.


Elisa berdoa utk kedua kalinya, tentara Aram diterpa oleh kebutaan dan digiring ke Samaria. 


Di situ Elisa berdoa kepada Allah utk membukakan mata mereka dan mendapati diri mereka sebagai tawanan-tawanan yg tdk berdaya di tangan musuh.


Segenap kuasa surgawi tersedia bagi kita dlm pelayanan bagi kerajaan-Nya.  


Tetapi Gereja tdk menyadari kelemahannya utk membawa orang lain kepada Kristus dan membangun orang-orang percaya utk satu kehidupan yg kudus dan berbuah-buah. 


Berdoalah agar Allah membukakan mata utk melihat kebutuhan yg besar dan mendasar dari gereja: perlunya doa syafaat utk mendatangkan berkat-Nya.


SEMUA KUASA SURGAWI TERSEDIA BAGI KITA


Simaklah apa yg dikatakan Firman Tuhan dlm 2Raja 6:16

Jangan takut, sebab lebih banyak yg menyertai kita dari pada yg menyertai mereka

Jumat, 06 Juni 2025

Memahami Konsep "CIPTAAN BARU"

 "Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya." Galatia 6:15


Kehidupan Kristen yg sejati adalah kehidupan yg berproses: dari manusia lama menjadi CIPTAAN BARU di dlm Kristus; yg dulunya hamba dosa, tetapi sekarang "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran." (Roma 6:18)


Yg dulunya terpisah dari Allah, kini telah diperdamaikan dgn Allah, "Tetapi sekarang di dlm Kristus Yesus kamu, yg dahulu 'jauh', sdh menjadi 'dekat' oleh darah Kristus." (Efs 2:13). 


Proses penciptaan kembali menjadi manusia baru adalah melalui karya penebusan darah Kristus. "Jadi siapa yg ada di dlm Kristus, ia adalah CIPTAAN BARU: yg lama sdh berlalu, sesungguhnya yg baru sdh datang." (2Kor. 5:17).


Status kita sekarang adalah CIPTAAN BARU, maka:


1. Jangan menyerahkan tubuh lagi bagi dosa. "...hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dlm tubuhmu yg fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa utk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yg dahulu mati, tetapi yg sekarang hidup. 


Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah utk menjadi senjata-senjata kebenaran." (Roma 6:12-13)


2. Tetaplah di dlm Tuhan. "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia." (Kolose 2:6). 


Kita hrs melekat kepada Tuhan supaya semakin bertumbuh di dlm-Nya, sampai kita mencapai kedewasaan penuh di dlm Tuhan yaitu menjadi serupa dgn Kristus.


Menjadi CIPTAAN BARU: ia harus membuang / melepaskan dosa, tdk berkompromi dgn dosa lagi dan tetap dlm Kristus.

Selasa, 03 Juni 2025

AKIBAT MEREMEHKAN TANGGUNG JAWAB

 "Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yg berlaku sesuai dgn hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yg teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yg Kuurapi." 

1 Samuel 2:35


Di zaman Perjanjian Lama seorang imam memiliki tanggung jawab dan tugas yg besar dan mulia, yaitu melayani dan mewakili umat di hadapan Tuhan. 


Adapun tugas seorang imam: mempersembahkan korban di atas mezbah, membakar ukupan, berdoa syafaat kepada Tuhan bagi umat yg diwakilinya. 


Oleh karena itu seorang imam tdk boleh main-main dgn hidupnya, ia haruslah orang yg memiliki kehidupan yg benar di hadapan Tuhan dan memberi teladan yg baik bagi umat yg dilayani.


Saat menjabat sebagai imam, imam Eli justru tdk menunjukkan teladan hidup yg baik. Ia melakukan perbuatan yg tdk benar di hadapan Tuhan. 


Itu artinya imam Eli memandang remeh tanggung jawab yg Tuhan percayakan kepadanya. 


Tuhan menegur imam Eli dgn sangat keras! "Mengapa engkau memandang dgn loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yg telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dgn bagian yg terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?" (ayat 29). 


Bahkan imam Eli juga membiarkan anak-anaknya berlaku dursila, "Dgn demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban utk TUHAN." (1Sam 2:17).


Tuhan menilai bahwa imam Eli telah gagal dlm mengemban tugas sebagai seorang imam. 


Akhirnya Tuhan mendatangkan hukuman atas keluarga imam Eli ini: garis keturunannya langsung terputus, karena kedua anaknya (Hofni dan Pinehas) mati, dan jabatannya sebagai imam pun dicopot. 


Selanjutnya Tuhan telah menyiapkan dan memilih orang yg dipandangnya layak utk dipercaya memegang jabatan imam, menggantikan imam Eli, yaitu Samuel.


Jika saat ini Tuhan mempercayakan kita sebuah tanggung jawab, apalagi tanggung jawab dlm pelayanan, lakukan itu dgn hati yg takut akan Tuhan. 


Jangan pernah main-main dgn pelayanan kita! Kegagalan keluarga imam Eli ini menjadi pelajaran berharga bagi kita!


HIDUP BENAR adalah syarat mutlak bagi orang-orang yg melayani Tuhan!

Senin, 02 Juni 2025

DALAM GENDONGAN TUHAN


Sampai masa tuamu, Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu, Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Yesaya 46 : 4 

LUAR BIASA janji TUHAN ini, bagi setiap orang yg percaya.

JANJI TUHAN bukan janji manusia, karena Dia Tuhan tdk pernah ingkar Janji.

Yesaya menyampaikan pesan Tuhan kepada Israel bahwa Tuhan tdk pernah berubah. Dia tetap mengasihi umat-Nya meskipun mereka memberontak terhadap Allah.

Dari situ, kita bisa menarik relevansinya dlm realita kehidupan masa sekarang. 

Godaan utk berpaling dari Tuhan kepada berhala-berhala zaman sekarang, begitu kuat. 
Contoh berhala-berhala masa sekarang adalah uang, jabatan, kekuasaan, dan pencitraan duniawi.

Yesaya 46 menegaskan pesan bahwa Tuhan adalah setia. Dia tetap mengasihi kita. 

Janji ini menguatkan kita, entah yg masih muda maupun yg sudah tua.

Tuhan mengatakan “Sampai masa tuamu...”. Ini berarti, dari awal sampai akhir hidup kita, Tuhan *“menggendong”* kita.

Dengan mengatakan “Aku menggendong kamu” dan “Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”, Allah menyatakan bahwa Dia begitu mengasihi kita.

Kata “menggendong” dlm Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdefinisi sebagai “mendukung di belakang (di pinggang)”.

Tindakan “menggendong” menyiratkan kasih sayang yg begitu besar, dlm menopang ketidakmampuan orang lain utk sama-sama bergerak ke tujuan.

Tuhan mengetahui dan memaklumi kelemahan kita. Dgn menggendong kita, Tuhan menanggung beban-beban kita dan Dia tdk pernah mengeluh.

Di tengah kesulitan hidup, kita bisa selalu mengandalkan Tuhan. Dia Sahabat Sejati kita, utk menemukan jalan keluar. 

Jadi, kita tdk perlu berpaling pada berhala-berhala seperti kekuasaan, uang, jabatan, dan pencitraan duniawi.

Dlm Tuhan, semua tercukupi: rasa nyaman dan aman, kepastian masa depan, keselamatan, dan hidup kekal.

Firman Tuhan ini memberikan penguatan kepada kita yg tak lepas dari tantangan selama kita masih hidup di dunia ini. Tantangan itu akan selalu ada, bahkan ketika kita menginjak usia tua.

Sebagai orang percaya, setelah mendengar kembali Firman Tuhan ini, tdk ada alasan utk merasa malu karena kemunduran-kemunduran fisik yg kita alami.

Sewaktu muda, fisik kita kuat. Seiring bertambahnya usia, kekuatan itu berkurang. Dulu, kita cantik dan ganteng. Di usia tua, banyak kerutan pada kulit kita. Itu adalah hal yang alami.

Firman Tuhan melalui Yesaya 46 ayat 4 merupakan janji Tuhan yg memberi kekuatan bagi kita. 

Kemampuan fisik boleh menurun, tetapi kekuatan roh jangan.

Ketika Dia yg Mahakuasa
 dan Abadi telah berjanji, kurang apa lagi hidup ini? 

Kita hrs tetap bersemangat dan terus berkarya sesuai dgn kemampuan kita.