Kamis, 30 Oktober 2025

Jalan Menuju Sukses

Lukas 16:10 (TB) "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Ada banyak definisi sukses dalam budaya masa kini. Bagi sebagian orang, kesuksesan ditentukan oleh jumlah keberhasilan yang telah kita capai, atau banyaknya kepemilikan yang telah kita raih.

Definisi Yesus tentang sukses bertentangan dengan budaya. Itu tidak ada hubungannya dengan prestasi kita atau harta benda kita—semuanya berhubungan dengan karakter kita.

Ajaran Yesus dalam Lukas 16:10 mengutamakan isi karakter kita. Dia berkata bahwa mereka yang dapat dipercaya dengan hal-hal kecil akan dipercayakan pada hal-hal yang lebih besar. Mereka yang setia pada apa yang telah diberikan akan diberi kesempatan untuk lebih setia lagi. Dan mereka yang tidak jujur, tidak setia, dan tidak dapat dipercaya, akan melakukan hal yang sama pada apa yang diberikan kepada mereka.

Pada akhirnya tidak penting bagi Yesus apakah kita sukses secara finansial dalam hidup. Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan pada apa yang telah diberikan kepada kita.

Tindakan kesetiaan sederhana setiap hari adalah bagaimana karakter kita dibentuk dari waktu ke waktu. Keputusan kecil dan keputusan sulit itulah yang membuat kita menjadi orang yang dapat dipercaya dan jujur.

Jika Anda meminta lebih banyak kepada Tuhan dalam hidup, pastikan Anda setia dengan hal-hal yang telah Dia berikan kepada Anda. Gunakan sumber daya dan peluang yang Anda miliki untuk membangun kepercayaan dan kejujuran dengan orang lain.

Allah ingin menggunakan orang-orang yang berkarakter daripada orang-orang yang sukses. Jadi berdoalah agar Tuhan meningkatkan karakter Anda dan memberi Anda kesempatan untuk menjadi orang yang setia dan jujur dalam setiap bidang kehidupan.

REFLEKSI
Bagaimana Anda bisa setia dengan apa yang telah Tuhan berikan?
Saya dapat berusaha memuliakan Tuhan.
Saya dapat memberikan perpuluhan kepada-Nya.
Saya dapat melayani komunitas saya dalam bidang yang saya sukai.

DOA
Tuhan, Engkau telah memberiku karunia untuk kemuliaan-Mu. Tolong berikan kesempatan di mana aku dapat menggunakan apa yang telah Kau berikan demi Kerajaan-Mu. Biarlah aku bermurah hati dengan waktu dan dengan apa yang kumiliki. Dalam nama Yesus, Amin.

Sudahkah Anda setia dengan apa yang telah Tuhan berikan? Jika belum; akui, ubah, dan mulai kembali hari ini.

Saat Anda mengambil langkah untuk taat, Anda juga melangkah mendekati Dia. Kepada siapakah Tuhan mengarahkan Anda untuk mengasihi, melayani, menolong, atau menguatkan hari ini?

Contoh yang Layak Diikuti

Filipi 2:5 (TB)  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 

Yesus diam berdiri di hadapan 600 orang yang melucuti-Nya, meludahi-Nya, memukuli-Nya, dan mengolok-Nya. Ia hanya diam saat mereka menganyam mahkota duri dan menancapkannya di kepala-Nya. Dia melihat saat mereka membuang undi untuk pakaian-Nya. Dia ditolak, dituduh, dipukul, ditelanjangi, dan disalib—dan Dia rela menanggung semuanya, karena kasih.

Bayangkan Anda memiliki kuasa dan otoritas yang tak terbatas, lalu melepaskannya. Bayangkan rela mengorbankan nyawa agar orang lain dapat mengalami kasih Tuhan yang dalam dan tak bersyarat. Inilah teladan Yesus bagi kita.

"Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Filipi 2:6-8 PBTB2

Yesus tahu Sang Pemilik hidup-Nya, dan panggilan-Nya. Ia tahu bahwa berkorban tanpa pamrih lebih penting daripada ego. Ia tahu bahwa kerendahan hati lebih besar daripada keangkuhan. Dan Ia tahu bahwa menaati Tuhan akan menuntun kita kepada kebebasan dan kemuliaan-Nya.

Yesus mencontohkan kerendahan hati dengan menyerahkan nyawa-Nya agar kita bisa mengenal kasih Tuhan secara pribadi. Dan jika kita mengaku sebagai pengikut Yesus maka kita perlu bersikap dengan gaya hidup seperti Yesus. Tapi kita hanya bisa melakukan ini dalam persekutuan dengan Yesus sambil mengikuti teladan-Nya.

Jadi, bagaimana kita bisa tetap bersatu? Dengan saling mengasihi. Dan bagaimana kita dapat mengasihi sesama? Dengan mendahulukan orang lain, dan memilih untuk tidak menyimpan kepahitan. Kasih sejati harus merelakan keangkuhan, dan melayani tanpa pamrih.

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya." Yohanes 15:12-13 PBTB2

Jadi, kepada siapa Anda bisa menunjukkan kasih hari ini? Luangkan waktu untuk mengizinkan Tuhan menyingkapkan bagaimana Anda bisa mempraktikkan kerendahan hati, bersatu dalam kasih, dan melayani orang lain tanpa pamrih hari ini.


REFLEKSI
Bagaimana Anda dapat menerapkan pola pikir Kristus hari ini?
Saya dapat berkorban melayani seseorang tanpa pamrih.
Saya dapat berempati dan sabar mendengarkan seseorang.
Bersyukur atas karunia alih-alih membual tentang apa yang saya miliki.


DOA
Yesus, Engkau mengajariku kerendahan hati yang sesungguhnya.
Terima kasih atas kebaikan dan anugerah-Mu bagiku. Tunjukkanlah bagaimana memperlakukan orang lain seperti Engkau memperlakukanku. Ajari aku mengasihi orang lain tanpa syarat dan berkorban-demi kemuliaan-Mu, dan kebaikan mereka. Amin.


Saat tujuan Anda adalah untuk berpikir, bertindak, dan menjadi lebih seperti Yesus, tentunya Anda juga menginginkan orang lain untuk mengalami kebebasan yang Ia berikan.
Hari ini di rumah, tempat kerja, atau kota Anda-tunjukkan kepada seseorang bahwa mereka berharga bagi Anda dan berharga bagi Tuhan.

Selasa, 28 Oktober 2025

Misi Gereja

Matius 28:19 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menghabiskan 40 hari di bumi melayani orang-orang dan menyiapkan murid-murid-Nya untuk hidup tanpa Dia. Yesus berencana untuk meninggalkan bumi dan naik ke surga, tapi sebelum melakukannya, Dia memberikan misi kepada semua pengikutnya yang tercatat dalam Matius 28:19-20. Kita sering menyebutkan misi ini Amanat Agung.

Amanat Agung dimulai dengan bangkit dan pergi ke tempat di mana orang-orang perlu mendengar kabar baik tentang Yesus. Ini tidak berarti Anda harus meninggalkan negara Anda–ada orang-orang di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja Anda yang perlu mendengar harapan tentang Yesus.

Tujuan utama dari Amanat Agung adalah menjadikan orang-orang pengikut Yesus. Jadi, saat kita pergi membagikan kabar baik tentang Yesus, kita menunjukkan kepada mereka bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita, dan mengundang mereka untuk menemukan Yesus secara pribadi.

Yesus juga memerintahkan kita untuk membaptis orang yang baru percaya. Baptisan adalah simbol bergabungnya seseorang ke dalam keluarga Allah. Ini adalah pernyataan publik akan keyakinan baru mereka di dalam Yesus. Baptisan begitu penting dalam kehidupan kekristenan sehingga Yesus memastikan hal itu termasuk di dalam misi kita.

Terkadang kita mudah berpikir bahwa pemuridan dan baptisan adalah tanggung jawab para pendeta dan pemimpin gereja. Walau hal-hal tersebut tentu saja menjadi bagian dari misi setiap gereja, Yesus menginginkan setiap orang percaya untuk memuridkan.

Jadi, ambil beberapa saat untuk memikirkan seseorang yang telah membantu Anda bertumbuh secara rohani. Minta Tuhan membawa seseorang ke dalam pikiran Anda kepada siapa Anda dapat membantu dan memuridkan. Lalu, izinkan Tuhan memberimu keberanian untuk membagikan pengharapan dalam Yesus dengan orang-orang di sekitar.

REFLEKSI
Bagaimana Anda bisa menjadi murid Yesus hari ini?
Saya bisa mengasihi dengan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar saya.
Saya bisa mempelajari Firman dan mengenali karakter Tuhan.
Saya bisa mendorong seseorang agar memiliki hubungan dengan Yesus.

DOA
Tuhan, aku ini murid-Mu. Ajarilah bagaimana memiliki hidup yang mencerminkan siapa Engkau. Seiring pertumbuhan imanku, sediakanlah sebuah komunitas di mana kami bisa saling mengajari dan menopang satu sama lain. Bantulah kami meneladan Yesus untuk hidup benar. Dalam nama Yesus, Amin.


Amanat Agung dimulai dengan berdiri dan pergi ke tempat di mana orang-orang perlu mendengar kabar baik tentang Yesus. Baik saat Anda berpergian ke tempat yang terpencil atau melayani di lingkungan sekitar, usahakanlah untuk berbagi tentang Yesus dengan seseorang hari ini.

Senin, 27 Oktober 2025

Saat Tembok Diruntuhkan

"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Galatia 3:28 PBTB2

Perkataan dari Rasul Paulus ini mengagetkan jemaat Gereja di abad pertama. Pada masa di mana pemisahan begitu jelas–suku, status ekonomi, dan jenis kelamin–Paulus dengan berani menyatakan sesuatu yang revolusioner: dalam Yesus, semua tembok pemisah ini diruntuhkan.

Jemaat mula-mula adalah komunitas yang beragam dan rapuh. Orang Yahudi dan non-Yahudi datang dari berbagai keyakinan dan budaya yang berbeda. Para budak dan orang merdeka punya status legal dan sosial yang berbeda. Pria dan wanita beraktivitas dalam batasan peran sosial yang sangat ketat. Namun, Paulus bukan sedang berbicara tentang perbedaan yang tampak tersebut–dia sedang menyampaikan bahwa hal-hal tersebut tidak lagi menentukan nilai, status, atau identitas seseorang di dalam keluarga Allah.

Kesatuan bukan hanya fitur bonus dari Injil, melainkan adalah pusat dari pesan itu! Yesus membentuk sebuah komunitas baru, di mana setiap orang berdiri dalam derajat yang sama di hadapan Tuhan karena anugerah-Nya, bukan karena silsilah atau hak istimewa seseorang.

Saat ini, Gereja global masih mencerminkan visi ini dalam banyak bentuk dan ekspresi: gereja rumahan, katedral, gereja besar, dan pertemuan kecil di setiap benua. Kita mungkin menyembah dalam gaya dan bahasa yang berbeda, tapi kesatuan kita dalam Kristus mengatasi semua itu.

Ayat ini menantang kita untuk tidak puas dengan keharmonisan yang dangkal, melainkan mengejar kesatuan yang mendalam dan dimampukan oleh Roh Kudus—melintasi batasan ras, batasan sosial-ekonomi, perpecahan politik, dan kesenjangan generasi. Kita tidak menciptakan kesatuan ini sendiri; kita menerimanya di dalam Kristus. Namun, kita dipanggil untuk melindunginya, merayakannya, dan menerapkannya dalam hidup.


REFLEKSI

Di mana Anda mungkin tergoda untuk membuat batasan dalam Gereja yang Tuhan ingin hilangkan?

Saya terkadang lebih menghargai orang yang mirip atau berpikir seperti saya.

Saya susah berhubungan dengan orang percaya dari latar belakang atau tradisi yang berbeda.

Saya ingin bertumbuh dalam melihat setiap orang percaya sebagai anggota keluarga rohani saya.


DOA

Tuhan Yesus, terima kasih telah menjadikanku satu dengan-Mu. Bantulah aku untuk melihat setiap orang percaya melalui mata-Mu-bukan sebagai "orang lain", tapi sebagai keluarga. Pulihkan perpecahan dalam Gereja-Mu dan pakailah aku sebagai pendamai. Jadikanlah kami orang-orang yang mencermninkan kesatuan-Mu di dalam dunia yang memecah-belah. Amin.


Ada orang-orang dalam hidupmu yang masih perlu mendengar tentang kasih dan karunia Yesus.
Jangan biarkan perbedaan luar menghentikanmu berbagi kabar terbesar di dunia!

Minggu, 26 Oktober 2025

Transformasi

Roma 12:2 (TB)  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


Apakah Anda ingin menjadi baru?
Di seluruh dunia, manusia mendambakan perubahan. Kita ingin sekali membuang kebiasaan dan cara berpikir lama jika hal itu tidak lagi bermanfaat bagi kita. Ribuan buku pengembangan diri, podcast, artikel, semua jenis media ada karena alasan ini. Kita ingin berubah! Namun, hal itu kadang terasa mustahil! Paulus, salah satu murid Yesus, membagikan kebenaran yang kuat ini dalam Roma 12:2 (PBTB2):

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.

Berubah oleh pembaruan budi kita. Apa artinya ini?

Pembaruan atau transformasi adalah perubahan besar-besaran. Secara menyeluruh. Secara total. Berbeda sama sekali. Bagaikan ulat yang menjadi kupu-kupu, transformasi mengakhiri yang lama dan memulai yang baru.

Paulus menunjukkan kepada kita bahwa transformasi bukanlah pekerjaan yang kita lakukan dari luar ke dalam. Sebaliknya, transformasi terjadi dari dalam ke luar. Hal itu dimulai dengan pikiran kita. Dan agar pikiran kita bisa berubah, kita perlu memegang Kebenaran.

Firman Tuhan adalah Kebenaran ini.

“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah…” 2 Timotius 3:16-17 PBTB2

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup menilai pikiran dan niat hati kita.” Ibrani 4:12 PBTB2

“... Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4:4 PBTB2

Firman Tuhan membimbing kita saat kita tersesat, menguatkan kita saat kita lelah, menantang kita saat kita berkompromi, dan menyemangati kita saat kita kewalahan. Firman Tuhan mengubah segalanya.

Dan saat ini juga, Anda memegang Firman Tuhan di tangan Anda. Transformasi ada dalam genggaman Anda. Bacalah Alkitab dengan cermat, gali ayat-ayatnya, bergumul dengan ajaran-ajarannya, dan hargai apa yang Anda temukan tentang kasih dan anugerah Tuhan. 

Tempat terbaik untuk menyampaikan kerinduan Anda akan pembaruan adalah kepada Tuhan dan Firman-Nya. Firman Tuhan memperbarui pikiran kita. Transformasi luar-dalam dimulai dari sini.

REFLEKSI
Bagaimana Anda merenungkan Firman Tuhan minggu depan?
Saya akan membaca Alkitab dan mencatat apa yang dipelajari.
Saya akan mulai Rencana Alkitab.
Saya akan menyelesaikan Penyegar Harian.

DOA
Tuhan, terima kasih atas Firman-Mu! Karunia yang luar biasa untukku.
Terima kasih atas kesempatan memperbarui pikiranku dengan Kebenaran setiap hari. Hal ini mengubah segalanya, mengubah cara berpikirku sehingga aku bisa ditransformasi. Bersama-Mu, aku bisa dijadikan baru. Terima kasih! Dalam nama Yesus, Amin.


Ingin tahu keinginan Tuhan bagi hidupmu?
Pelajari Firman-Nya!
Biarlah hati dan pikiranmu diubahkan.


Kamis, 23 Oktober 2025

Cara Anda Hidup, Cara Anda Berpikir

"Ingatlah dan perhatikanlah perintah-perintah itu. Ikatkan pada lenganmu dan pasanglah pada dahimu untuk diingat-ingat." Ulangan 11:18 BIMK

Saat Musa mengatakan ini di Ulangan 11, dia tidak sedang berbicara tentang perkataan semata–dia bicara tentang perintah Tuhan, yang baru saja dibacakan kepada bangsa Israel. Ini adalah kebenaran fundamental tentang cara hidup yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya: mengasihi Dia, menaati Dia, dan berjalan dalam cara-Nya.

Di pasal sebelumnya, Musa mengingatkan orang-orang tentang kuasa Tuhan–bagaimana Dia menyelamatkan mereka dari Mesir, memimpin mereka melewati padang belantara, dan menjanjikan mereka tanah yang berlimpah berkat. Tapi seiring dengan berkat ada pilihan: untuk tetap setiap kepada Tuhan atau berpaling dari-Nya. Itu sebabnya Musa mendorong mereka untuk sungguh-sungguh "mengingat perkataan ini" di dalam hati dan pikiran mereka. 

Mengapa tangan dan dahi? Ini adalah gambaran yang jelas. Tangan melambangkan apa yang kita lakukan, dan dahi melambangkan pikiran kita. Dengan kata lain, Musa berkata: biarkan Firman Tuhan menuntun perbuatan dan pikiranmu. Izinkan Firman membentuk cara Anda hidup dan memandang dunia.

Bagi bangsa Israel, ini berwujud fisik–banyak yang mengenakan gulungan Firman (filakteri) sebagai wujud ekspresi harafiah dari perintah ini. Tapi baik secara harafiah maupun simbolik, panggilannya tetap sama: Simpanlah Firman Tuhan dekat-dekat. Biarkan ia memenuhi hidupmu. Biarkan ia menuntun hatimu, mengarahkan pikiranmu, dan membentuk pilihan-pilihanmu sehari-hari.

Bagaimana Anda akan menanamkan firman Tuhan dalam hati dan pikiran Anda hari ini?


REFLEKSI
Apa salah satu cara saya dapat memegang Firman Tuhan lebih dekat ke hati dan pikiran saya minggu ini?

Saya bisa merenungkan Ayat Hari Ini setiap hari dan meminta-Nya membantu saya menghidupinya.
Saya bisa menulis Firman di tempat yang mudah terlihat-seperti di cermin atau layar ponsel saya.
Saya bisa mengingat Firman untuk menuntun saya membuat keputusan.


DOA
Bapa, bantulah aku untuk menghargai Firman-Mu-bukan hanya dalam teori, tetapi dalam caraku menjalani hidup sehari-hari. Biarlah Firman-Mu membentuk pikiranku dan membimbing tindakanku. Aku ingin berjalan dekat dengan-Mu, mengingat kebenaran -Mu setiap saat. Amin.


Kita tidak bisa mengenal hati Tuhan tanpa mengenal Firman-Nya.
Ambil waktu untuk berbagi Alkitab dengan seseorang!

Rabu, 22 Oktober 2025

Saat Hidup Terasa Tidak Stabil

 Yesaya 40:8 (TB)  Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." 

Yesaya 40 adalah pasal yang penuh penghiburan dan harapan. Pasal ini ditulis untuk umat yang hidup dalam bayang-bayang pembuangan, terbebani oleh konsekuensi dosa dan ketakutan akan apa yang akan terjadi. Namun, sejak awal, di ayat 1, Allah mengucapkan kata-kata penghiburan: "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku."

Di pasal-pasal berikutnya, kita melihat ketegangan yang indah. Di satu sisi, kita diingatkan akan kerapuhan hidup manusia: "Semua manusia seperti rumput, dan semua kesetiaan mereka seperti bunga di padang" (ayat 6). Hidup itu rapuh. Usaha kita pun memudar. Musim berganti. Hal-hal yang kita bangun, andalkan, atau kagumi dapat runtuh dalam sekejap.

Namun saat kita membaca Yesaya 40:8: "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Ini adalah titik baliknya. Saat semua hal di sekeliling kita bersifat sementara, Firman Tuhan tak tergoyahkan dan kekal. Janjinya tidak pernah kedaluwarsa. Kebenaran-Nya tidak pernah usang. Suara-Nya masih menyampaikan penghiburan dan kekuatan hari ini, sama seperti di masa lampau.

Pasal ini berlanjut dengan menggambarkan kebesaran Tuhan–Dia yang memegang lautan di tangan-Nya, memanggil nama bintang-bintang, dan memberi kekuatan kepada yang lemah. Namun, Allah Yang Maha Kuasa ini memilih untuk berbicara dengan lembut kepada umat-Nya, meyakinkan mereka akan kehadiran dan kesetiaan-Nya yang kekal.

Jadi saat hidup berasa tidak stabil, ingatlah ini: Firman Tuhan tidak seperti rumput yang layu. Ia seperti batu yang tidak pernah bergeser. Dan Ia akan membawa Anda melewati musim apa pun.

Ketika hidup terasa tidak pasti atau sementara, bagaimana Anda dapat berpaling kepada Firman Tuhan untuk mendapatkan kekuatan?

Saya bisa membaca Firman setiap hari untuk kembali berfokus pada hal-hal yang kekal.

Saya dapat menghafal janji-janji utama untuk mengingat kesetiaan Tuhan.

Saya bisa percaya bahwa Firman Tuhan berbicara pada situasi saya saat ini, walaupun keadaan berubah.

Tuhan, terima kasih bahwa Firman-Mu tidak pernah pudar, gagal, atau goyah. Di dunia yang terus berubah, tolonglah aku membangun hidup di atas hal-hal yang kekal.

Berbicaralah melalui Firman-Mu hari ini, dan berilah aku kekuatan untuk melewati setiap musim. Amin.

Apa yang kekal? Firman Tuhan dan jiwa manusia.

Buatlah dampak yang kekal dengan membagikan Aplikasi Alkitab kepada seseorang hari ini!

Selasa, 21 Oktober 2025

Kekayaan Tak Terbatas

Filipi 4:19 (TB)  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

Menulis dari penjara kepada orang-orang percaya di Filipi, rasul Paulus membeberkan bagaimana dia telah mempelajari rahasia untuk merasa puas—apa pun situasinya.

Karena kesetiaan Allah dan kemurahan hati orang-orang Filipi, kebutuhan Paulus terpenuhi—bahkan saat di penjara. Dia melanjutkan dengan mengatakan:

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”Filipi 4:19 PBTB2

Suatu cara pandang yang luar biasa dari dalam tahanan—di mana Paulus dipenjarakan karena memberitakan kebenaran tentang Yesus.

Allah telah memberikan damai sejahtera kepada Paulus, teman-temannya mengirim perbekalan, dan sukacita Paulus terlihat jelas—terlepas dari keadaannya yang tidak sempurna.

Paulus tahu bahwa Tuhan yang sama yang menjaganya juga akan menjaga teman-temannya. Dia tahu bahwa, karena Yesus telah membuka jalan, mereka dapat mengakses gudang surga. Ia tahu bahwa, karena sifat Allah yang murah hati, mereka diselimuti oleh kasih karunia-Nya.

Pernahkah Anda membayangkan betapa kayanya perbendaharaan yang Tuhan miliki? Dan tidak hanya apa yang Dia miliki, tetapi juga siapa diri-Nya. Kekayaan Tuhan yang mulia, sumber daya yang tidak pernah habis, dan kualitas yang tidak terbatas dari apa yang terlihat maupun yang tidak, tidak terukur, tidak berujung, dan tiada habis-habisnya.

Pikirkan tentang itu sejenak.

Hal yang menakjubkan adalah—Dia memberi kita akses.

Dalam kebaikan-Nya, Tuhan menciptakan buah beri dan anak anjing. Dalam kecerdasan-Nya, Dia menciptakan mata manusia dan menggantungkan bumi pada kehampaan. Dengan kreativitas-Nya, Dia menciptakan ikan hiu martil dan kunang-kunang yang berkelap-kelip. Dengan kuasa-Nya, Dia merancang galaksi-galaksi yang bahkan ilmuwan terpintar pun baru menemukannya.

Tuhan yang sama yang memelihara ciptaan-Nya juga akan menyediakan bagi Anda.

Ketika kita menjadi anak-anak-Nya, kita diberi kunci menuju kekayaan abadi, benda-benda yang tidak fana, dan sifat-sifat Roh-Nya—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Apakah Anda butuh damai? Anda punya Tuhan yang membawa damai sejahtera. Apakah Anda butuh persediaan? Anda punya Tuhan yang menawarkan penyediaan. Apakah Anda perlu ketenangan? Anda memiliki Tuhan yang senantiasa memberi ketenangan.

Tuhan hadir dengan cara yang tidak terhitung jumlahnya, dan itu semua karena kekayaan-Nya yang tidak terbatas.

Di mana Anda perlu Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda hari ini?
Saya membutuhkan Dia mengubah cara saya mengelola keuangan.
Saya butuh Tuhan untuk menggantikan kecemasan dengan kedamaian.
Saya butuh Tuhan mengajarkan bagaimana bersyukur senantiasa.

Allah Bapa, Engkau memenuhi kebutuhan terbesarku ketika Engkau mengutus Putra-Mu untuk menyelamatkanku dari hukuman kekal. Terima kasih! Aku tidak akan mengabaikan kebaikan-Mu. Jadi hari ini, ajarilah aku datang terbuka di hadapan-Mu dan memercayakan kebutuhanku di tangan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan punya sumber daya dan kuasa yang tak terbatas.

Ingatlah akan kekayaan Tuhan yang tak ada habisnya saat Anda melangkah untuk membagikan imanmu. Dia akan memberikanmu semua yang Anda butuhkan untuk membuat nama-Nya dikenal!

Dari Fajar hingga Senja

 Mazmur 113:3 (TB)  Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN. 

Pejamkan mata Anda sejenak. Dan saat Anda melakukannya, bayangkan planet luar biasa ini yang kita sebut rumah. (Ya, benar.)

Semua yang baru Anda bayangkan–adalah ciptaan Tuhan. Dan Tuhan menciptakan kita semua untuk menyembah Dia.

Dari Utara ke Selatan dan Timur ke Barat.

Dari kota yang hiruk pikuk hingga desa yang tenang.

Dari padang gurun yang gersang hingga hutan rimba yang lebat.

Dari gunung tertinggi hingga lautan terdalam.

"Dari timur sampai ke barat, nama TUHAN harus dipuji." Mazmur 113:3 BIMK


Matahari "terbit" dan "terbenam" bagi setiap kita. Semua orang, semua bahasa, semua bangsa. Semua warna kulit, warna mata, dan warna rambut. Semua bentuk, ukuran, dan kepribadian. Kaya dan miskin. Hati yang terluka dan senyum yang menebar.


Berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda dari berbagai belahan dunia memuji Tuhan dari generasi ke generasi–dan itu berlanjut hingga sekarang. Dan kita tahu bahwa hal itu tidak akan berhenti.


Dalam Wahyu 7, Yohanes mendapatkan visi "lautan manusia yang luar biasa banyaknya, dari setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa, berdiri di hadapan tahta dan Anak Domba," yang adalah Kristus. Mereka melayani dan menyembah, sepanjang siang dan malam.


Umat Tuhan–dulu, sekarang, dan yang akan datang–adalah penyembah.

Kita bisa menyembah dengan lagu kita.

Kita bisa menyembah dengan uang kita.

Kita bisa menyembah dengan hidup kita.


Dan suatu hari, saat kita akhirnya bisa melihat segala sesuatu dengan jelas, setiap lutut akan bertekuk dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Tapi hari ini, kita tidak perlu menunggu untuk menyembah.


Saat sinar mentari melewati jendela, Anda bisa menyembah.

Saat langit malam berubah menjadi lembayung senja, Anda bisa menyembah.

Saat berada dalam musim penantian, Anda bisa menyembah.

Saat berada dalam musim panen, Anda bisa menyembah.

Saat hati hancur, Anda bisa menyembah.

Saat hati bersukacita, Anda bisa menyembah. 


Dari fajar hingga senja, biarlah nama Tuhan dipuji.


Hari ini, pikirkan tentang ayat ini dan pikirkan apa yang menggugah Anda untuk menyembah Tuhan. 

Lalu, pusatkan hati Anda kepada-Nya dan jangan lupa untuk menyembah.


Bagaimana Anda bisa memuji Tuhan hari ini?

Saya dapat bersyukur atas kehadiran-Nya dalam hidup saya.

Saya dapat bersyukur atas kekuatan dan kuasa-Nya.

Saya dapat merenungkan arti nama Tuhan bagi saya.


Tuhan, Engkau baik. Tidak peduli apa yang terjadi di sekitarku-Engkau baik. Engkau layak dipuji karena Engkau adalah Tuhan. Engkau menyediakan bagiku, menguatkanku, membebaskanku, dan menyembuhkanku. Bahkan saat aku tidak melihat Engkau bekerja dalam hidupku, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Engkau sedang bekerja. Tidak ada yang seperti-Mu. Jadi, apa pun yang kuhadapi hari ini, aku akan memuji-Mu! Dalam nama Yesus, Amin.


Tantangan: Jangan tunda! Jangan tunda untuk menyembah. Jangan tunda untuk memberitahu orang lain tentang kebaikan dan kuasa Tuhan.

Minggu, 19 Oktober 2025

Hidup yang Dipersiapkan

1 Petrus 3:15 (TB)  Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 


Berhentilah sejenak dan pikirkan orang-orang yang, dalam sekejap, harus siap menghadapi apa pun. Mungkin dalam daftar Anda termasuk orang-orang di garis depan, militer, atlet, guru, orang tua, pilot, ahli bedah, atau pendeta. 

Tapi apakah Anda termasuk dalam daftar itu? 

Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk…

"…Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat." 1 Petrus 3:15 TB2

Kita tidak dapat mengharapkan orang untuk menjalankan apa yang Yesus perintahkan kecuali kita sendiri juga menjalankan perintah-Nya.

Apakah kita ingin orang-orang belajar tentang kasih Tuhan? Maka kita perlu menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain. Apakah kita ingin orang-orang belajar tentang belas kasihan Yesus? Maka kita perlu berbelas kasih. Apakah kita ingin orang lain memberi dengan murah hati? Maka kita perlu mengelola uang kita dengan baik. Apakah kita ingin orang mempelajari Firman Tuhan? Maka kita perlu mempelajarinya sendiri.

Ketika Anda mengizinkan Yesus mengendalikan hidup Anda, Anda membiarkan kasih, sukacita, dan harapan-Nya mengubah Anda. Saat itu terjadi, hidup Anda menjadi persembahan yang menyatakan harapan-Nya dalam diri Anda.

Ketika Anda hidup seperti Yesus, orang-orang mendekat kepada Yesus yang ada di dalam Anda. 

Saat Anda menyembah Yesus dengan hidup Anda, Anda akan mampu mengatakan dengan jujur bahwa Kristus yang ada di dalam Anda adalah harapan dan kemuliaan Anda—dan orang-orang akan memercayainya karena mereka melihat buktinya. 

Mereka mungkin tidak menyukai Anda atau tidak setuju dengan apa yang Anda yakini, tetapi mereka tidak akan dapat menemukan alasan logis untuk membenci Anda ketika hidup Anda berpusat pada mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi Anda.

Jadi, setiap hari, milikilah tujuan untuk hidup dengan lemah lembut dan rasa hormat terhadap semua orang—dan biarkan sukacita, kasih, dan harapan Yesus memenuhi hati, pikiran, dan hubungan Anda.


Bagaimana Anda menyembah Yesus sebagai Tuhan atas hidup Anda hari ini?
Saya akan menyerahkan perilaku dan pikiran yang membuat saya sinis.
Saya akan memperlakukan sesama dengan lemah lembut, hormat, dan kasih.
Saya akan menjalani hari dengan rendah hati dan berani.


Yesus, jadikan aku semakin serupa dengan-Mu. Tolong singkirkan semua perilaku atau cara berpikir yang tidak mencerminkan karakter atau hati -Mu bagi orang lain. Jadikan aku tegas, berani, dan bersemangat -namun tetap rendah hati, baik hati, dan lemah lembut. Biarlah cara hidupku mencerminkan harapan dan kasih-Mu. Dan saat ada kesempatan, bantu aku untuk membagikan imanku dengan sukacita yang tulus. Amin.


Saat Anda hidup seperti Yesus, orang-orang akan tertarik kepada Yesus yang ada dalam hidupmu.
Anda tidak pernah tahu kapan seseorang akan mulai bertanya tentang Tuhan. Bersiap sedialah senantiasa untuk membagikan imanmu-dengan lemah lembut, rasa hormat, dan kasih.

Kamis, 16 Oktober 2025

Sabar Menunggu

Mazmur 27:14 (TB)  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! 


Menunggu kadang terasa sulit.

Kebanyakan dari kita lebih suka yg cepat,efisien, bila memungkinkan, hasil dan jawaban yang instan. 


Tetapi menunggu adalah bagian dari hidup. 

Kita harus menunggu saat benih bertumbuh menjadi makanan, saat satu musim beralih ke musim berikutnya, saat bayi bertumbuh menjadi dewasa, dan pohon bertumbuh tinggi besar hingga dapat memberi keteduhan.

 

Suka atau tidak, menunggu itu butuh kesabaran.

Kita bisa menunggu berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh-puluh tahun untuk jawaban doa, untuk permintaan maaf yang terlambat, untuk sebuah waktu yang tepat, ataupun mimpi yang akhirnya terwujud.

 

Menunggu itu butuh keberanian.

Raja Daud hidup sekitar 3000 tahun yang lalu, tetapi dia tau apa artinya menunggu waktu Tuhan, menunggu untuk menjadi seorang raja, menunggu untuk diselamatkan dari para musuh. Dia menulis:

 

“Nantikanlah Tuhan. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu. Ya, nantikanlah Tuhan.” Mazmur 27:14 TB

Jika Daud berpikir bahwa menantikan Tuhan itu cukup penting hingga dituliskan dua kali dalam satu ayat, mungkin kita harus memperhatikannya dengan baik. 

 

Namun menantikan Tuhan bukanlah sebuah alasan untuk tidak melakukan apa pun. 

Kita bisa secara proaktif menantikan Tuhan sambil tetap berkomunikasi dengan-Nya, dengan mencari sidik jari-Nya di momen-momen biasa, dengan membaca kisah dan rencana-Nya dalam Firman Tuhan, dengan menyembah-Nya walau apa pun yang terjadi di seluruh dunia, dengan melayani orang-orang di dalam dan di luar lingkungan kita, dan dengan mengucap syukur atas karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

 

Hanya karena pintu tertentu tidak terbuka, atau kesempatan tertentu tidak tersedia saat ini bukan berarti Tuhan tidak bergerak. Bahkan saat kita menunggu—Tuhan bekerja. 

 

Nuh menghabiskan berpuluh-puluh tahun membangun sebuah bahtera sambil menantikan Tuhan untuk melakukan apa yang Dia janjikan. Rut melakukan perjalanan bersama dengan ibu mertuanya dan bekerja di ladang gandum sambil terus memercayai pemeliharaan Tuhan setelah kematian suaminya. Yusuf senantiasa beriman selama beberapa tahun dalam penjara sebelum dipromosikan menjadi orang berkuasa kedua di Mesir. Yohanes memercayai kehendak Allah bagi hidupnya, dan menulis beberapa kitab Perjanjian Baru saat dijatuhi hukuman pengasingan di Pulau Patmos. 

 

Jadi, apa pun yang Anda hadapi, Anda dapat meminta kesabaran pada Tuhan dan percaya bahwa Dia memegang kendali atas masa depan Anda. Walau apa pun ketidakpastian yang Anda hadapi, selama Anda mengandalkan Tuhan, Anda bisa menjadi seseorang yang menunggu dengan baik.

 

Bagaimana Anda memuji Tuhan sementara menunggu?

Saya dapat berusaha untuk belajar dan bertumbuh melalui situasi saat ini.

Saya dapat bersyukur atas apa yang akan Tuhan lakukan.

Saya dapat bersyukur untuk semua hal baik yang sedang terjadi.

 

Tuhan, terkadang aku ingin masalahku langsung selesai. Menunggu itu terkadang sangat sulit, tetapi aku tahu waktu dan cara-Mu sempurna. Saat aku menantikan-Mu, bantu aku untuk belajar dari situasi saat ini, fokus pada berkat yang kumiliki saat ini, dan memuji-Mu untuk semua hal yang akan Kau lakukan. Dalam nama Yesus, Amin.

 

Menunggu itu sulit, tapi Tuhan layak dipercaya!

Latihan menunggu yang aktif: Berdoa, berserah, percaya.

Bagikan harapan dan beban Anda dengan sesama orang percaya.

Bahkan saat Anda menunggu, Tuhan bekerja!

 


Rabu, 15 Oktober 2025

berbahagialah, Matius 5:9

Matius 5:9 (TB)  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berusaha untuk Damai

Melihat sekilas dunia di sekitar kita, maka akan terlihat jelas: perdamaian tidak akan tercipta dengan sendirinya.

Bangsa berperang dan orang-orang berkelahi dan berdebat. Anda bahkan mungkin memiliki beberapa hubungan pribadi yang dipenuhi dengan kepahitan dan penghinaan. Syukurlah, kita dapat bersandar pada hikmat Yesus dalam ucapan bahagia ketujuh:

“Betapa bahagianya orang yang mengusahakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9 PBTB2

Mari kita perjelas: pembawa damai berbeda dengan penjaga perdamaian. Bahkan, Yesus meyakinkan kita bahwa selama kita ada di bumi ini, kita akan menghadapi kesulitan. Akan ada kekacauan, perpecahan, kesalahpahaman, dan kebutuhan untuk berdamai. Dan itulah sebabnya… 

Membawa perdamaian membutuhkan tindakan.

Ya, pembawa damai memaksa kita keluar dari gelembung nyaman kita. Namun bagi mereka yang bersedia masuk ke wilayah lembut untuk berdamai, berikut adalah beberapa pemikiran untuk membantu Anda memimpin:

Pembawa damai memimpin dengan kerendahan hati. Tak satu pun dari kita yang sempurna dan kita semua membutuhkan kasih karunia. Tak satu pun dari kita adalah Tuhan, tapi kita semua membutuhkan Dia. Memimpin dengan sikap rendah hati adalah kuncinya.

Pembawa damai memimpin dengan empati. Bahkan ketika kita tidak setuju dengan seseorang, mendengarkan dengan hormat dan berusaha memahami sudut pandang mereka sangat penting untuk berdamai.

Pembawa damai memimpin dengan kebenaran dan anugerah. Setiap kali Yesus berinteraksi dengan orang-orang, Dia melakukannya dengan kebenaran dan anugerah. Kita harus memiliki keduanya untuk mewakili Dia secara akurat.

Pembawa damai memimpin jalan ke kaki Yesus. Di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Di luar Dia, kita bukanlah apa-apa. Ketika kita menyadari kehancuran kita bersama, dan juga kebutuhan kita akan Kristus, segala sesuatu dapat berubah.

Berusaha menjadi penengah bagi mereka yang berselisih tidak berarti bahwa setiap masalah akan diselesaikan—segera atau selamanya. Tetapi ketika kita mengundang Tuhan ke area tersebut dan berkomitmen untuk bekerja keras menciptakan perdamaian, Dia dapat melakukan lebih dari yang dapat kita bayangkan.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa menjadi pendamai?

Saya bisa tidak bersikap menghakimi terhadap orang yang tidak saya pahami.

Saya bisa melepaskan kepahitan dan mengampuni seseorang.

Saya bisa fokus pada apa yang menyatukan daripada yang memisahkan kita.

DOA

Tuhan, tolonglah agar aku dapat hidup damai dengan orang lain. Bahkan ketika orang-orang menyakiti, membenci, dan mengolok-olok-Mu-Engkau tetap menunjukkan kasih, rahmat, dan damai kepada mereka. Dan Engkau mengundang kami untuk mengalami dan membagi damai-Mu yang sempurna. Ubahlah caraku berpikir dan bertindak. Berilah aku kerinduan untuk menyebarkan kedamaian bukan ketakutan, dan kasih bukan kebencian. Dalam nama Yesus, Amin.

berbahagialah, Matius 5:10

Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah Mereka yang Dianiaya

Memang tidaklah mudah untuk membela apa yang benar—terutama ketika seseorang mengolok-olok Anda, menggosipkan Anda, berbohong tentang Anda, atau bahkan menyakiti Anda karena keputusan Anda.

Tetapi ketika mengajarkan ucapan bahagia yang kedelapan—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus menawarkan beberapa harapan:

“Betapa bahagianya orang yang dianiaya karena melakukan kebenaran, karena mereka sudah menjadi warga Kerajaan Allah.”
Matius 5:10 PBTB2

Sebelum ayat ini, Yesus telah mengucapkan berkat yang tak terduga atas kelompok yang biasanya tidak diberkati: orang yang miskin dalam roh, mereka yang berdukacita, yang lemah lembut, yang mendambakan kebenaran, yang berbelaskasihan, yang murni hatinya, dan yang membawa damai. Akhirnya, Dia menawarkan berkat kepada yang teraniaya.

Yesus menjelaskan:

“Betapa bahagianya kamu yang dihina, dianiaya dan difitnah dengan segala macam kejahatan oleh karena Aku. Berbahagialah dan bergembiralah karena berkat besar sudah tersedia untuk kamu di surga. Dan ingatlah bahwa nabi-nabi yang hidup sebelum kamu juga mengalami penganiayaan seperti itu.” 
Matius 5:11-12 PBTB2

Nah, kita tidak akan diberkati saat menghadapi konsekuensi dari keputusan buruk kita sendiri. Tetapi Yesus mengatakan bahwa Anda akan menerima upah ketika Anda dipermalukan, ditolak, atau bahkan dianiaya secara fisik karena Dia.

Yesus tahu bagaimana rasanya menderita demi kebenaran.

Anda akan diberkati karena membela apa yang benar, karena percaya pada Firman Allah, dan karena membela mereka yang tidak dapat membela diri sendiri. Dan ketika situasi menjadi sulit, ingatlah: Anda tidak sendiri.

Para nabi sebelum kita diejek, dipukuli, dan bahkan dibunuh. Murid-murid Yesus, yang mendengar kata-kata ini, juga menderita dan mati karena iman mereka. Mereka dianiaya karena melakukan hal-hal yang berbeda: karena mengasihi sesama, memperjuangkan kemurnian seksual, beristirahat pada hari Sabat, dan yang terpenting, karena menyatakan Yesus sebagai Tuhan.

Jadi berapa pun harganya, Anda akan diberkati karena membela apa yang benar. Yesus berkata bahwa kerajaan surga adalah milik Anda.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa membela kebenaran minggu ini?

Saya bisa menaati ajaran Yesus, apa pun pendapat orang lain.

Saya dapat mengatakan "tidak" pada godaan yang membuat saya bergumul.

Saya dapat memilih untuk fokus pada apa yang baik, benar, dan indah di sekitar saya.

DOA

Tuhan, ketika aku merasa lemah, ingatkanlah bahwa Engkau kuat. Dan ketika aku merasa ingin menyerah, berikanlah kekuatan untuk bertahan. Tunjukkanlah apa artinya mengejar kebenaran, dan tolonglah aku untuk hidup dengan baik. Biarlah setiap aspek hidupku memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Dia Akan Memimpin

Musa memimpin bangsa Israel selama empat puluh tahun. Dia memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, melewati Laut Merah, memberi mereka Sepuluh Perintah Allah sejak masa-Nya di Gunung Sinai, dan berjalan bersama mereka melewati padang gurun sampai mereka mencapai tepi batasan Kanaan. 

Namun, saat ia mendekati akhir hidupnya, Tuhan menunjukkan kepada Musa bahwa sudah waktunya untuk menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain. Dalam pesan terakhirnya kepada bangsa Israel, ia menyampaikan kata-kata terakhir ini kepada penggantinya, Yosua:

“Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”
Ulangan 31:8 TB

Ini adalah catatan terakhir yang kita miliki tentang Musa berbicara dengan Yosua. Perhatikan bahwa dia tidak berkata, “Semoga berhasil, umat ini sangat melelahkan,” atau, “Ini adalah situasi yang sedang terjadi, saya akan menanganinya dengan cara ini.” Musa tidak memberi tahu Yosua tentang cara melakukan sesuatu, melainkan cara melihat segala sesuatu.

Musa menarik perhatian Yosua pada bagian terpenting dari kisah ini, yaitu Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin yang penting, tetapi hanya karena Tuhanlah Israel dapat maju. Hanya karena Tuhanlah mereka bisa sampai sejauh ini. Dan karena Tuhan adalah pencipta kisah ini, maka penyediaan-Nya akan terus berlanjut setelah Musa tiada. 

Karena Tuhan menyertai Israel, Yosua tidak perlu takut apa pun. Dan ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dia akan memimpinmu.

Bagian mana dari ayat hari ini yang menghibur Anda?
Tuhan berjalan di depanku.
Tuhan akan menyertaiku.
Tuhan tidak akan meninggalkanku.
Tambahkan Respons Anda

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sama yang memimpin bangsa Israel.

Engkau menyertaiku! Kau tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak merasa takut menghadapi tantangan apa pun. Kuserahkan hidupku sesuai kehendak-Mu. Pimpinlah aku ke tempat yang Engkau inginkan. Terima kasih. Dalam nama Yesus, Amin.

Anda dapat yakin bahwa Tuhan tidak hanya berjalan di depanmu, namun juga berjalan di sisimu. Apapun yang Anda hadapi, Anda tidak perlu takut.
Dia bersamamu!

Bagikan Ayat Hari Ini! Bisa jadi itulah penguatan yang sedang dibutuhkan seseorang.

Mencari Keadilan Seperti Bapa Kita

Dalam Yesaya 1:17, Tuhan memanggil umat-Nya untuk "belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim,
perjuangkanlah perkara janda-janda!" Ini bukan sekadar saran-tapi yang berakar dari hati Tuhan sendiri demi keadilan.

Yesaya menyoroti tiga kelompok yang paling rentan pada masanya: orang yang tertindas, anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka bukan untuk diabaikan, namun harus dihadapi. Itu juga berlaku saat ini.

Siapakah yang tertindas? Mereka adalah orang ditekan oleh ketidakadilan, yang menderita akibat tuduhan yang tidak dilakukan. Membela mereka lebih dari sekadar menawarkan kenyamanan–ini berarti berdiri di depan, menantang penindas pada sumbernya, dan menolak untuk pasif dalam menghadapi kejahatan.

Siapakah anak yatim piatu? Dalam rancangan Allah, orang tua-lah pelindung dan pejuang bagi anak-anak mereka. Namun di dunia yang rusak ini, banyak anak yang tidak memiliki pembela, rentan terhadap bahaya. Memedulikan mereka lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, melainkan terlibat langsung, merasakan perjuangan mereka dan menjadi tangan dan kaki Yesus bagi mereka.

Siapakah para janda? Pada zaman Yesaya, wanita tanpa suami sering kali tidak memiliki keamanan atau bekal hidup. Bahkan saat ini, banyak yang menghadapi kesulitan besar sejak kehilangan pasangannya. Membela kasus mereka bukan hanya dengan simpati, tetapi menghibur mereka, memastikan bahwa mereka tidak diabaikan, dianiaya, atau ditinggalkan tanpa dukungan.

Panggilan akan keadilan selalu yang utama di hati Tuhan. Keadilan tidak terpisah dari iman, melainkan ekspresi dari iman. Mengikut Yesus berarti peduli dengan apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang dikasihi-Nya, dan bertindak demi mereka yang tidak dapat membela diri mereka sendiri. Ini bukan pilihan. Inilah artinya menjadi seorang anak Allah.

Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan hati Bapa kita, yang selalu dekat dengan mereka yang patah hati, membela mereka yang lemah, dan selalu bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan bagi dunia.

Langkah apa yang Anda bisa ambil hari ini untuk mengupayakan keadilan?

Memperjuangkan mereka yang tertindas di kota atau lingkungan.
Merawat anak yatim piatu dengan memberikan perlindungan atau bantuan.
Menghibur seseorang yang kehilangan pasangannya.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau mencintai keadilan. Engkau tidak hanya mengakui keadilan atau mendambakannya, Engkau juga mencarinya.
Engkau membawa keadilan karena Engkau adil. Bantu aku untuk mencintai keadilan seperti -Mu dan tidak pernah takut atau berhenti mencarinya. Dalam nama Yesus, Amin.

Melakukan yang benar diperlukan aksi.

Siapa kenalan Anda yang sedang dalam situasi sulit atau rentan? Pertimbangkan bagaimana Anda dapat menolong, melayani, atau melangkah masuk ke dalam kehancuran-dalam nama Yesus.

berbahagialah Matius 5:4


Dukacita yang Baik

Bisakah sesuatu yang baik dihasilkan dari dukacita? Dari berkabung atas kehilangan yang mendalam? Dari menangis karena hati yang teramat sakit?

Meskipun dukacita adalah bagian penting dalam hidup, tidak ada seorang pun yang ingin berduka. Namun dalam ucapan bahagia yang kedua—serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
Matius 5: 4 PBTB2

Tidak ada yang lebih menghargai hujan daripada seseorang yang pernah tinggal di padang gurun. Tidak ada yang lebih menghargai makanan daripada seseorang yang benar-benar kelaparan. Dan tidak ada yang dapat mengenal Tuhan sebagai Penghiburnya sedalam orang yang sangat membutuhkan penghiburan.

Sayangnya, kematian, kehancuran, dan kekecewaan adalah bagian dari dunia ini. Tetapi bahkan dalam kesedihan dan penderitaan kita, Tuhan siap untuk menghibur kita dengan cara yang unik dan bermakna yang hanya dapat dilakukan oleh-Nya.

Roh Kudus sering disebut "Penghibur", juga "Penolong", "Penasihat", atau "Pembela". Namun, terlepas dari apa pun sebutan untuk-Nya, Dia tetaplah sama. Bahkan dalam kesedihan kita, Dia tetaplah Tuhan yang memikirkan yang terbaik bagi kita.

Lalu, bagaimana Tuhan menghibur kita? Dia melakukannya melalui Roh-Nya, melalui Firman-Nya, dan dengan bekerja di dalam dan melalui umat-Nya. 

Apakah Anda memiliki mata untuk melihat bagaimana Dia mengejar Anda? Sudahkah Anda membuka hati untuk menerima penghiburan-Nya? 

Jika Anda adalah seorang pengikut Kristus yang sedang berduka hari ini, ingatlah: Yesus sendiri berjanji bahwa Anda akan dihibur. Dia selalu baik, Dia selalu setia, dan Dia ada di sini, siap untuk membantu.


Bagaimana Tuhan telah menghibur Anda?

Dia telah memberikan kekuatan yang tak terduga.

Dia telah memberikan damai saat terluka.

Dia telah menyegarkan jiwa.


DOA

Tuhan, Engkau melihat orang-orang yang berdukacita, dan Engkau berjanji untuk menghibur mereka. Tolong pulihkanlah hati kami saat kami berduka. Berilah harapan bagi mereka yang berputus asa, dan kekuatan bagi siapa pun yang merasa kewalahan. Tunjukkanlah betapa Engkau dekat di tengah dukacita kami. Dalam nama Yesus, Amin.

Siapa yang Anda percayai?

Yesaya 26:4 (TB)  Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Mungkin ada impian yang Anda pegang erat, atau janji yang diberikan kepada Anda. Mungkin Anda menunggu seseorang atau situasi untuk berubah. Mungkin Anda menantikan jawaban doa, harapan yang akan datang, sukacita untuk menggantikan dukacita, atau kepastian dan harapan untuk menggantikan kebingungan dan kekacauan.

Tatkala berada di tengah-tengah rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan, terkadang sulit untuk menantikan Dia yang telah berjanji kepada kita dengan sabar.

Yesaya adalah nabi bagi para pemimpin Yehuda di masa korupsi dan kebobrokan rohani. Dia meramalkan bangsanya akan dibawa ke pembuangan karena mereka percaya kepada berhala, pemimpin politik, dan hal-hal fana lainnya.

Tapi Yesaya juga mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan akan membawa mereka keluar dari pembuangan, dan pada suatu hari Tuhan akan mengirimkan Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka selamanya.

Yesaya tidak dapat melihat semua nubuatan ini digenapi–tapi dia terus berpegang pada pengharapan yang dia nubuatkan, dan perkataannya kepada bangsa Israel dapat terus menguatkan kita hari ini.

Percaya kepada Tuhan bahkan saat keadaan tidak masuk akal.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat Anda menderita.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat hati Anda hancur.
Apa pun yang terjadi, percayalah kepada Tuhan.

Musim mungkin berganti, situasi mungkin berubah, orang-orang mungkin mengabaikan, meninggalkan, atau mengkhianati Anda–tapi Dia yang tetap ada sepanjang zaman adalah Tuhan yang melampaui sejarah. Tuhan tidak berubah dan tidak tergoyahkan. Tidak ada satu pun yang dapat bertahan melawan-Nya atau mengalahkan-Nya.

Dia tahu bagaimana rasanya menderita sebab Dia telah menderita bagi kita. Dan kita bisa memercayai Tuhan karena Dia menepati janji-Nya–dan Dia telah berjanji untuk berperang bagi kita, tidak pernah meninggalkan kita, membuka jalan bagi kita, mengasihi kita, melindungi kita, dan tetap setia kepada kita.

Karena Tuhan adalah Penyelamat kita, kita bisa percaya kepada-Nya dan tak perlu takut.

Jadi apa pun yang terjadi, mari kita memilih untuk tetap percaya kepada-Nya.


Bagaimana Anda memercayai Tuhan hari ini?
Saya memercayai Dia dengan keadaan saya yang tidak pasti.
Saya memercayai Dia dengan masalah saat ini dan rencana masa depan.
Saya percaya bahwa Dia cukup bagi saya.

DOA
Tuhan, Engkau sumber kekuatan dan harapanku. Engkau adalah dasar hidupku, dan Engkau menutupi ketakutanku dengan kasih-Mu. Bersama-Mu, segala sesuatu menjadi mungkin. Maka aku akan menaruh harapanku pada-Mu. Kepada-Mu, aku akan percaya. Bahkan ketika segala sesuatu di sekitarku tampak runtuh, aku akan percaya dan tidak takut-karena masa depanku ada di tangan-Mu. Engkau membuat hidupku aman. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan itu dapat dipercaya. Ia menciptakanmu, Ia menyelamatkanmu, Ia mengasihimu!
Tantangan: Hubungi seseorang yang belum mengenal Kristus. Beri tahukan bahwa Anda memikirkan dan berdoa untuk mereka hari ini!

Lihat ke Atas


Sangatlah normal dan dapat dimengerti jika kita menghabiskan waktu, tenaga, dan perhatian kita untuk fokus pada keadaan saat ini. Lagi pula, kita sibuk. Terkadang kita banyak aktivitas. Dan saat kita berhenti untuk benar-benar memikirkannya, sulit rasanya memahami sesuatu di luar panca indera kita.

Tetapi dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus mendorong sesama orang percaya untuk melihat ke atas:

"Kalian sudah dihidupkan kembali bersama-sama Kristus. Sebab itu haruslah kalian berusaha untuk mendapat hal-hal yang di surga, di mana Kristus memerintah bersama dengan Allah." Kolose 3:1 BIMK

Jadi, saat Anda memikirkan perkataan Paulus dan hal-hal di surga, ada empat hal yang bisa Anda renungkan:

Pertama, surga bukanlah suatu tempat yang tak jelas seperti mimpi. Surga adalah tempat yang nyata, dengan orang-orang yang nyata, di mana Tuhan adalah Raja sesungguhnya.

Kedua, akan tiba waktunya kita bertemu Tuhan muka-dengan-muka. Kita tidak lagi membutuhkan iman atau harapan, karena yang kita harapkan pada akhirnya akan dinyatakan.

Ketiga, masalah dan ratapan kita (dan bahkan kematian itu sendiri) adalah hal sementara! Alkitab mengatakan bahwa, pada akhirnya, Tuhan akan meniadakan dukacita dan maut dan penyakit dan penderitaan–selamanya.

Terakhir (dan yang terpenting), Tuhan masih bertahta, dengan Yesus di sisi-Nya di tempat kemuliaan. Betapa pun gilanya, tak masuk akal, atau menyedihkannya dunia ini, kita bisa berkeyakinan karena kita tahu bahwa tidak ada hal yang berada di luar kedaulatan rencana Tuhan.

Jadi, saat Anda tergoda untuk melihat ke sekitar atau dalam diri Anda, lihatlah ke atas. Surga adalah di mana Tuhan berada, dan itulah kenyataan yang sejati.

Bagaimana Anda bisa berfokus pada Yesus hari ini?
Saya bisa berpikir bagaimana perkataan saya dapat mencerminkan Yesus.
Saya bisa memikirkan bagaimana tindakan saya akan berpengaruh pada kekekalan.
Saat terjadi masalah, saya bisa tetap memuji Yesus.

Tuhan, hidup kekal dimulai saat aku memilih hubungan dengan-Mu. Saat aku mengikuti-Mu, tolonglah agar aku memiliki pola pikir kekekalan. Bimbinglah dan berikan aku hikmat untuk mengetahui bagaimana aku dapat bersiap untuk menjalani hidup kekal. Dalam nama Yesus, Amin.

Saat kita menyimpan kekekalan dalam pikiran, kita melihat dunia dengan cara yang berbeda. Kita melihat orang lain dengan cara yang berbeda.
Adakah kenalan Anda yang perlu mendengar bahwa Tuhan mengasihi mereka? Bahwa Dia mati untuk menyelamatkan mereka? Jangkaulah mereka hari ini.

Selasa, 14 Oktober 2025

Bagaimana agar tetap bebas dari masalah

Hal-hal yang dipikirkan, dikhawatirkan, dan diperdebatkan bisa terasa tak ada habisnya: virus, perang, keuangan, hubungan, politik, agama, pekerjaan, bencana alam, keamanan dan kesejahteraan orang-orang terkasih ... daftar ini bisa makin panjang.

Namun Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, yang juga punya banyak ketakutan (kematian ada di peringkat teratas)...

“Janganlah kalian gelisah. Kalian percaya kepada Allah, sekarang percayalah kepada-Ku.” Yohanes 14:1 FAYH

Pernyataan yang berani, tapi apa bisa tak goyah dengan situasi kehidupan? Tampaknya itu yang Yesus pikirkan saat itu, karena kata-kata itu Ia ucapkan sesaat sebelum peristiwa penyaliban-Nya.

Yesus tahu...
Dia adalah sumber damai yang sejati.
Dia adalah sumber sukacita yang sejati.
Dia adalah sumber kebebasan dari kekhawatiran.

Percaya kepada Tuhan tidak menjamin hidup kita pasti mudah, tetapi kita tahu pasti Dia berjalan bersama kita melalui berbagai musim kehidupan.

Jadi, bagaimana menghindari jebakan siklus kekhawatiran? Secara praktis, bagaimana cara menghindari belenggu kecemasan? 

Kita bisa menaklukkan pikiran kita dan membuatnya tunduk kepada Kristus.

Kita bisa mengutamakan hikmat-Nya dengan membaca, mempelajari, dan memperkatakan Firman.

Kita bisa dengan terbuka membawa pikiran dan pertanyaan kepada sahabat yang bisa dipercaya. 

Kita bisa mendengarkan musik yang membawa kita ke dalam penyembahan saat melakukan keseharian kita.

Tentu saja, akan ada situasi-situasi sulit. Namun, karena kita tahu dan percaya siapa yang berkuasa, kita tak perlu gelisah oleh karena hal-hal tersebut.

Tuhan, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu.  Yesaya 26:3 BIMK

Jadi, apa biasanya yang membuat Anda cemas, dan bagaimana cara menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan yang membawa Anda mendekat pada hadirat Tuhan? Ambil waktu hari ini untuk menentukan langkah-langkah apa yang dapat Anda lakukan agar lebih konsisten menaruh percaya kepada Tuhan.


Apa yang perlu Anda percayakan pada Yesus hari ini?
Ketidakpastian dunia ini
Masalah keluarga
Situasi pekerjaan saya


Yesus, aku percaya pada-Mu. Aku tidak perlu memahami semua yang terjadi aku hanya perlu diam, dan mengenal-Mu. Engkau berperang bagiku. Engkau mati bagiku. Engkau ada untukku. Terima kasih. Engkau cukup bagiku, jadi aku akan menaruh pengharapan, keyakinan sukacita, dan masa depanku di dalam-Mu. Aku percaya pada-Mu. Amin.


Anda dapat melawan rasa takut dan khawatir dengan terus menaruh kepercayaan Anda kepada Tuhan-hari demi hari. Ketika Anda menghidupi iman Anda dengan kerendahan hati, ketulusan, dan semangat, orang lain akan memperhatikan. Bersiaplah untuk membagikan alasan di balik harapan Anda!

Senin, 13 Oktober 2025

Allah Sumber Penghiburan

Mazmur 23:4 (TB)  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 

Di masa Israel kuno, gada dan tongkat gembala melindungi dan membimbing domba, dan bahkan mengingatkan domba bahwa gembala mereka ada di sana. Jadi, Raja Daud (yang adalah seorang gembala saat masih kecil) menggunakan perumpamaan dalam Mazmur 23:4 untuk menyampaikan kebenaran ini: Tuhan adalah pelindung dan penuntunnya. 

Raja Daud menghadapi ancaman kematian berkali-kali dan musuh bertekad membunuhnya. Dia juga jatuh dalam masalah dosa dan kesalahannya sendiri. Namun di tengah-tengah semua ini, dia berulang kali menujukan matanya pada kesetiaan dan jaminan dari Tuhan. 

Di mana dia menemukan jaminan ini? 

Raja Daud akan mempelajari Kitab Suci Ibrani, Taurat—lima kitab pertama dalam Alkitab kita. 

Bagi orang Ibrani, Taurat bukan hanya kisah tentang Tuhan, melainkan Firman Tuhan. Itu adalah otoritas, janji, dan panduan. Firman itulah yang menjadi dasar—bagi kehidupan Daud—dan mazmur-mazmurnya. Daud bisa menulis tentang karakter Tuhan karena: 

1. Dia mengenal Firman Tuhan. 

2. Dia mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman tersebut. 

Kita, juga, memilikinya—dan banyak lagi. Kita memiliki Firman Allah yang diwahyukan oleh para nabi kuno di Perjanjian Lama, perkataan Yesus ketika berada di bumi, dan perkataan Yesus yang dinyatakan melalui para rasul dan penulis Perjanjian Baru. Dengan kata lain, kita pun memiliki apa yang dimiliki Daud: 

1. Kita memiliki Firman Allah. 

2. Kita dapat mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman itu. 

Bacalah apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya: 

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. 

John 16:33 PBTB2 

Seperti Daud, kita tidak perlu takut, karena Tuhan itu dekat—dan Dia-lah penghibur kita. Mengenal Firman Tuhan membantu kita percaya dengan yakin bahwa Tuhan-lah yang menjadi pelindung, penuntun, dan hadir dengan setia bagi mereka yang mengasihi Dia. Jadi hari ini, bertekadlah untuk mengenali firman Tuhan jauh lebih dalam.


Kebenaran apa yang hendak Anda renungkan dari ayat hari ini?

Hadirat Tuhan adalah perlindungan dan penghiburanku.

Tuhan bersamaku, dan Dia menghancurkan kejahatan.

Tuhan menuntunku melewati masa-masa kelam. Dia tidak akan mengabaikanku.


Tuhan, Engkau-lah dasar hidupku. Engkau-lah sumber perlindungan dan kekuatanku.
Engkau membelaku, melindungiku, dan menuntunku melalui masa-masa sulit.
Bersama-Mu, aku tidak pernah sendirian atau ditinggalkan. Terima kasih karena telah menjadi sumber kekuatan dan keselamatanku. Terima kasih karena telah menghancurkan tipu muslihat iblis dan membimbingku lebih dekat kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Hari ini, ingatkan seseorang bahwa betapa pun sulitnya hidup ini, Tuhan akan selalu mengasihi, membimbing, dan menghibur mereka!
Jika Anda kenal seseorang yang sedang berjalan dalam lembah kekelaman, jangkaulah-biarlah Tuhan mengasihi mereka melalui Anda.

Minggu, 12 Oktober 2025

Hidup dengan Kuasa

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Bayangkan Roh Allah melayang-layang di permukaan bumi. Semuanya gelap dan tanpa bentuk sampai Tuhan menghembuskan kata-kata, "Jadilah terang." Dalam sekejap, semuanya berubah. Cahaya menembus kegelapan, dan apa yang tadinya tidak terlihat kini tampak jelas. Inilah yang Roh Allah lakukan. Dia selalu dekat—membawa terang ke tempat yang sebelumnya tertutup kegelapan. 

Roh Kudus tersedia bagi siapa saja yang menjadi pengikut Yesus, memampukan mereka untuk menghidupi panggilan yang telah Allah berikan kepada mereka.  

Dan apa panggilan Yesus bagi semua pengikut-Nya? Mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan memuridkan. 

Murid-murid pertama Yesus ingin Dia tinggal dan memulihkan kerajaan Israel. Namun dalam Kisah Para Rasul 1, Yesus mengisyaratkan bahwa Kerajaan-Nya tidak seperti yang mereka bayangkan. Kerajaan-Nya akan berlanjut sepanjang sejarah oleh kuasa Roh Kudus dan kesaksian terus-menerus dari para murid-Nya. 

Roh Kudus adalah karunia dari Bapa surgawi yang membantu kita hidup dengan cara yang memuliakan Allah dan mencerminkan karakter-Nya. Ketika kita membiarkan Roh Kudus membentuk kita, Dia mengubah cara kita berpikir dan bertindak. 

Roh Kuduslah yang memampukan kita menjadikan Yesus dikenal di seluruh dunia. 

Untuk alasan ini, menjalani hidup yang dipenuhi Roh memerlukan inisiatif kita mencari Allah setiap hari. Melalui waktu inisiatif bersama Tuhanlah kita dapat menemukan cara memuridkan. Lalu, sembari kita menjalani hidup, Roh Kudus akan membantu kita bersukacita dan berani menjadikan Yesus dikenal oleh orang-orang yang Dia tempatkan di sekitar kita. Dia akan memberi kita wawasan, persepsi, dan keberanian yang kita butuhkan untuk menunjukkan kasih Yesus kepada orang lain. 

Jadi sekarang, luangkan waktu sejenak dan bersyukur kepada Yesus atas karunia Roh Kudus-Nya. Kemudian, undanglah Roh Kudus untuk datang dan mengubah cara Anda berpikir dan bertindak. Luangkan waktu untuk merenung dengan hening, dan izinkan Roh Kudus mengingatkan satu atau dua orang yang dapat Anda bagikan tentang kasih Yesus hari ini.


Seperti apa merangkul otoritas dan kuasa Roh Kudus bagi Anda?
Menunjukkan belas kasih pada sesama.
Berdoa dengan berani untuk seseorang dalam hidup saya.
Mematuhi Tuhan dengan pergi ke mana Dia mengutus saya.

Allah Bapa, Engkau setia! Tidak ada yang mustahil bagi-Mu karena semua otoritas ada di tangan-Mu. Terima kasih telah memberiku akses pada otoritas ini melalui Roh Kudus-Mu. Terima kasih telah mengizinkanku mendekat kepada-Mu. Tolong tunjukkan bagaimana untuk hidup dengan keberanian-Mu. Saat aku mencari-Mu, bimbing dan ajarilah aku bagaimana memuridkan orang lain dengan percaya diri. Dalam nama Yesus, Amin.


Saat Anda mengizinkan Roh Kudus membentukmu, Dia akan mengubah cara Anda berpikir, bertindak, dan mengasihi orang lain.
Roh Kudus memampukan Anda untuk membuat Yesus ternama di seluruh dunia. Anda tidak sendiri-Dia akan menyertaimu!

Kamis, 09 Oktober 2025

Apa yang Tuhan inginkan?

"Apa kehendak Tuhan bagi hidupku?"
"Apa tujuan dan panggilanku?"
"Apa yang bisa kulakukan untuk menyenangkan Tuhan?"

Dalam kitab Perjanjian Baru, Yesus menyediakan jawaban bagi pertanyaan tersebut dengan menyuruh pengikut-Nya untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain. Dalam Perjanjian Lama, nabi Mikha–dipenuhi Roh Kudus–menyimpulkan keinginan Tuhan bagi umat Israel dengan berkata:

"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Mikha 6:8 TB

Perkataan ini ditulis saat umat Tuhan mencoba untuk menyenangkan Tuhan dengan korban, persembahan, dan melalui tindakan keagamaan, sambil hidup penuh dusta, kekerasan, dan kesombongan. Tapi seperti yang ditulis nabi Hosea, "Sebab Aku [Tuhan] menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." (Hosea 6:6 TB)

Tuhan mencari motif hati, bukan kegiatan agamawi atau menggerutu dalam ketaatan.

Mari kita uraikan keinginan Tuhan bagi kita:

Melakukan keadilan. Melakukan keadilan membutuhkan iman dan tindakan bekerja bersama: menolong yang terluka, membela yang lemah, memperlakukan dengan adil mereka yang kita jumpai, dan berbicara bagi mereka yang tidak bisa membela diri. Dalam kata lain, untuk berlaku adil, kita harus mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri.

Mencintai kebaikan. Belas kasihan Tuhan adalah kebaikan yang ekstrim. Dan karena Tuhan telah menunjukkan kebaikan yang tak layak kita terima, kita bisa menunjukkan kebaikan yang sama kepada orang lain. Tuhan ingin hal-hal ini lebih dari sekadar ucapan "Saya ikut prihatin" yang tak habis-habisnya. Tuhan baik kepada semua yang bersyukur dan yang jahat (Lukas 6:35), jadi kita juga harus sama.

Berjalan dengan kerendahan hati. Mudah diajar. Mudah dibentuk. Ingatlah: Anda bukan Tuhan. Anda punya keterbatasan. Anda butuh Sang Pencipta dan Penyelamat. Anda ada di sini karena Tuhan menciptakanmu melalui firman-Nya. Jadi, dengan percaya diri peganglah identitas Anda, dan apa yang bukan identitas Anda, karena saat kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan, Dia akan melakukan hal yang besar melalui kita.

Mengupayakan keadilan, mencintai kebaikan, dan berjalan dengan kerendahan hati–itulah yang Tuhan inginkan dari kita. Jadi di dalam dunia yang dipenuhi dengan ketidakadilan, kebencian, dan keangkuhan, mari kita menjadi orang-orang yang dikenali dengan ketiga hal ini.

Bagaimana Anda menerapkan ayat hari ini dalam hidup Anda?
Saya akan mengampuni orang yang telah bersalah kepada saya.
Saya akan meminta Tuhan menunjukkan di mana dan bagaimana saya bisa melayani orang lain.
Saya akan meminta maaf kepada siapa saya telah bersalah.

Tuhan, tunjukkanlah bagaimana aku dapat mengasihi-Mu dan umat-Mu. Selaraskan hatiku dengan kehendak-Mu, dan tolonglah agar aku dapat membuat keputusan yang membawa kemuliaan dan kehormatan bagi-Mu.Mampukanlah aku melihat diri sendiri yang sesungguhnya sehingga aku dapat mengasihi orang lain sepenuhnya.Tunjukkanlah bagaimana aku dapat menunjukkan keadilan dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkannya-karena hal itu menyenangkan-Mu dan menunjukkan bahwa aku adalah anak-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Kita tidak perlu penasaran akan apa yang Tuhan inginkan. Dia telah menunjukkan dan memberitahukannya kepada kita: untuk bertindak adil, mencintai belas kasihan, dan menjalani hidup dalam kerendahan hati bersama Dia.Hari ini,Bagaimana Anda bisa membuat dunia di sekitar Anda lebih adil?
Bagaimana Anda bisa menunjukkan belas kasihan?
Bagaimana Anda bisa merendahkan hatimu sendiri dan membesarkan Tuhan?

Rabu, 08 Oktober 2025

Jangan Pergi Tanpa Dia

Keluaran 33:15 (TB)  Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.

Musa berdiri di tengah padang gurun–secara harfiah dan spiritual. Orang-orang baru saja memberontak terhadap Tuhan dengan membangun patung berhala berupa anak lembu emas, dan kini masa depan mereka belum jelas.

Namun, di saat-saat menegangkan ini, Musa mengajukan permintaan yang berani: Jika kehadiran Tuhan tidak menyertai mereka sampai ke tujuan, Musa berkata, ia lebih baik tidak pergi sama sekali.

Bukannya Musa tidak menginginkan tanah perjanjian. Lebih dari sekadar tanah, lebih dari perkembangan, lebih dari jawaban, Musa ingin Tuhan. Dia paham bahwa tidak ada kesuksesan, kenyamanan, atau arahan sebesar apa pun yang dapat sebanding dengan kedekatan dengan Tuhan.

Ada musim kehidupan dimana kita menemukan diri kita berada di tengah padang belantara: bingung, kering, tiada kepastian akan langkah selanjutnya. Di dalam momen seperti ini, mudah untuk menginginkan kejelasan. Namun yang sesungguhnya kita butuhkan adalah hadirat Tuhan, bukan sekadar jawaban.

Kedamaian tidak datang dari mengetahui rencana-Nya. Kedamaian datang dari mengetahui bahwa Dia menyertai kita di dalamnya.

Kehadiran Tuhan adalah ciri khas kita. Itulah yang membuat padang gurun terasa nyaman, bahkan kudus. Jadi, jika jiwamu merasa lelah atau kehilangan arah, biarlah ini menjadi doamu: "Jangan utus aku kecuali Engkau menyertaiku."

Bagaimana Anda bisa latihan mencari hadirat Tuhan daripada sekadar mencari jawaban?
Dengan menghabiskan waktu dalam doa dan penyembahan.
Dengan mengundang Tuhan masuk ke dalam momen sehari-hari kita.
Dengan menyerahkan rencana saya dan sebaliknya meminta tuntunan-Nya.

Tuhan, saya tidak ingin melangkah tanpa-Mu.
Dalam setiap langkah yang saya ambil, dalam setiap rencana yang saya buat, mendekatlah kepadaku.

Saat saya merasa kehilangan arah di padang belantara, ingatkan saya bahwa Hadirat-Mu adalah rumahku yang sejati.
Tuntun saya, penuhi saya, berjalanlah bersama saya.
Jika Engkau tidak ada di dalamnya, Amen.

Kedamaian tidak datang dari memiliki semua jawaban atau kehidupan yang mudah-melainkan datang dari adanya kehadiran Tuhan.

Undang hadirat Tuhan ke dalam hubunganmu! Minta Dia memimpinmu-sembari engkau terus mengikuti Dia dan memimpin orang lain.

Selasa, 07 Oktober 2025

Di mana Allah memberikan napas-Nya, di situ ada hidup

Tuhan memberi nabi Yehezkiel sebuah penglihatan yang tidak hanya aneh namun juga mencengangkan: sebuah lembah penuh dengan tulang-tulang kering. Tak bernyawa. Terserak. Terlupakan. Itu melambangkan keadaan Israel saat itu sebagai sebuah bangsa dan kondisi kerohanian mereka - disingkirkan, remuk redam, tak lagi punya pengharapan.

Tetapi Tuhan berkata, "Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.” (Yehezkiel 37:5). Ini bukan hanya janji akan pembaharuan, namun akan sebuah pemulihan seutuhnya. 

Dalam bahasa Ibrani, kata "nafas" adalah ruach - sebuah kata yang juga berarti roh atau angin. Tuhan berkata, "Aku akan mengisi yang telah mati dengan Roh-Ku dan membangkitkannya kembali."

Ini bukan hanya janji untuk orang Israel - ini hanya sedikit dari apa yang Allah bisa lakukan terhadap jiwa-jiwa yang terasa kering, ciut dan dingin. Mungkin engkau telah melewati sebuah musim kekeringan rohani yang panjang. Mungkin engkau merasa hidup ini telah memadamkan imanmu. Namun Tuhan yang memberikan napas kepada tulang-tulang kering masih memberikan napas-Nya hingga hari ini.

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati. Entahkah itu sebuah bangsa, sekelompok orang, bahkan Putra-Nya yang wafat di kayu salib, Dia memulihkan yang terhilang, memperbaharui yang hancur, dan membangkitkan harapan yang telah pupus.

Jika jiwamu terasa kosong, mintalah Dia untuk memberikan napasnya kepadamu lagi. Karena, di mana Allah memberikan napasnya, di situ ada hidup.


Di area mana dalam hidupmu engkau perlu Allah embuskan hidup yang baru ke dalam jiwamu?
Aku butuh pembaruan dalam hubunganku dengan Tuhan.
Aku butuh pembaruan harapan atas keadaan yang terasa sulit dan hancur.
Aku butuh kekuatan rohani agar dapat terus bertahan dalam masa yang sulit.

Tuhan, embuskanlah Roh-Mu kepadaku. Saat aku lelah, penuhi aku dengan kuat-Mu. Saat aku merasa hampa, penuhi aku dengan hadirat-Mu.
Pulihkanlah jiwaku, bangkitkan kembali semua yang telah layu dalamku. Aku percaya Engkau akan membuat tulang-tulang kering hidup kembali.
Amin.

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati.
Siapa yang Anda kenal yang mati secara rohani? Berdoalah bagi mereka. Kasihi mereka. Bagikan Yesus kepada mereka. Dan percaya bahwa Tuhan sanggup membangkitkan kehidupan dari benih yang Anda tanam.

Senin, 06 Oktober 2025

Cara untuk Sembuh

 Yakobus 5:16 (TB)  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Bayangkan orang sakit yang menyembunyikan gejala penyakitnya. Tanpa bantuan orang lain, akan sulit untuk sembuh dari penyakitnya. Apakah mereka memerlukan bantuan dari dokter atau hanya perlu seseorang yang memeriksa keadaan mereka—akan jauh lebih mudah untuk sembuh dengan bantuan orang lain. 

Demikian pula, ketika kita tidak memberi tahu siapa pun tentang tantangan yang kita hadapi, akan sulit untuk mengatasinya. Terkadang kita melakukan hal-hal yang kita tahu salah, tetapi kita tidak memberi tahu siapa pun tentang hal itu hanya karena kita tahu itu salah. Itu karena kita semua dipengaruhi oleh dosa—perbuatan salah dan kehancuran kitalah yang memisahkan kita dari Allah. Mungkin sulit untuk mengaku kesalahan kita dengan orang lain, tetapi ketika kita menyimpan dosa itu sendiri, kita seperti orang sakit yang tidak mau mencari bantuan—kita menderita dalam keterasingan daripada mengizinkan orang lain membantu kita sembuh. 

Yakobus 5:16 memberi tahu kita untuk berbagi kesalahan kita dengan orang percaya lainnya sehingga kita dapat pulih bersama dan saling mendoakan. Ketika kita berbagi kesalahan masa lalu kita dengan seseorang, kita terbebas dari belenggu. Dan ketika kita berdoa bersama, kita memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyembuhkan hati kita. Allah adalah penyembuh kita—Dia menyelamatkan kita dari hukuman dosa kekal melalui Putra-Nya, Yesus. Dan karena Yesus, kita dapat memiliki hubungan dengan Tuhan, dan kita dapat membawa permintaan kita kepada-Nya dan percaya bahwa Dia akan mendengarkan kita. 

Bukan berarti Tuhan akan selalu menjawab doa-doa kita dengan cara yang benar menurut kita. Sebaliknya, ketika kita berbagi kegagalan kita dengan-Nya, Dia mengundang kita dalam perjalanan yang akan membantu kita bertumbuh lebih dekat dengan-Nya. 

Jika Anda bergumul dengan sesuatu hari ini, luangkan waktu untuk membagikannya dengan orang percaya lainnya. Izinkan mereka untuk berdoa bersama Anda dan meminta Tuhan untuk membimbing sembari Anda dipulihkan.


Apa yang Tuhan minta Anda lakukan hari ini?
Mengizinkan Dia menunjukkan siapa yang bisa saya doakan.
Membagikan kesalahan yang saya buat kepada teman dekat, dan meminta mereka mendoakan saya.
Menguatkan seseorang dengan Firman.


Tuhan, aku tidak mau menghadapi tantanganku sendirian. Aku telah melakukan kesalahan di masa lalu, dan untuk terus maju, aku tahu aku butuh bantuan dari orang lain. Tolong beri aku keberanian untuk mengakui kesalahanku kepada orang yang dipercaya. Kelilingi aku dengan komunitas yang mau mendengarkan pergumulanku, berdoa bersamaku, dan mendorong aku agar hidup lebih seperti-Mu setiap hari. Terima kasih Tuhan.
Dalam nama Yesus, Amin.

Ada kuasa dalam pengakuan dosa dan berdoa untuk satu sama lain!
Undang seseorang ke dalam bagian sulit dalam hidup Anda.
Jujurlah tentang dosa Anda, dan berdoalah kepada Tuhan yang Maha Kuasa! Dia mau menyembuhkan, menebus, dan memulihkan!

Minggu, 05 Oktober 2025

Jujur Meminta pada Tuhan

Matius 7:7 (TB)  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.


Semuanya dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan. Yesus memungkinkan kita untuk memiliki hubungan yang dipulihkan dengan Allah. Kita dapat berbicara dengan Tuhan, menghabiskan waktu di hadirat-Nya, dan meminta Dia untuk menolong kita karena, sebagai orang percaya, kita dipanggil sebagai putra dan putri-Nya. 

Karena hubungan kita dengan Tuhan, Dia mendengarkan kita. Sama seperti seorang anak yang berbicara kepada orang tuanya, Tuhan ingin kita berbicara kepada-Nya. Ketika kita berdoa, kita memiliki kesempatan untuk menyampaikan kepada Tuhan kebutuhan, kekhawatiran, dan keinginan hati kita.

Yesus berkata kepada kita bahwa jika kita mencari hubungan dengan Allah, kita akan menemukannya. Tuhan memberikan diri-Nya secara cuma-cuma kepada semua orang yang mencari Dia. Tuhan tidak bersembunyi di surga, berharap suatu hari nanti kita akan menemukan-Nya. Dia selalu siap sedia untuk berbicara dengan kita.

Ini berarti kita harus tekun dalam hubungan kita dengan-Nya. Kita memiliki akses kepada Sang Pencipta dunia. Segala sesuatu berasal dari Dia dan memiliki kehidupan karena Dia. Dia memiliki kemampuan untuk memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan.

Namun, meskipun kita dapat meminta apa pun yang kita inginkan, bukan berarti Dia akan memberikan semua yang kita minta. Sama seperti seorang ayah di dunia ini tidak akan memberikan sesuatu yang berbahaya kepada anaknya, Tuhan juga tidak akan memberikan sesuatu yang tidak kita butuhkan (Matius 7:10-11).

Kita sering kali tidak meminta sesuatu kepada Tuhan karena kita mungkin merasa bersalah jika melakukannya. Namun, Tuhan sebenarnya ingin agar kita datang kepada-Nya-bahkan dengan permintaan yang paling kecil sekalipun.

Luangkan waktu hari ini dan katakan dengan jujur apa yang Anda rasakan kepada Tuhan. Mintalah kepada-Nya hal-hal yang benar-benar Anda butuhkan dalam hidup. Lanjutkan setiap hari dengan membangun hubungan dengan-Nya melalui membaca Alkitab dan doa.


Apa yang Tuhan minta untuk Anda lakukan hari ini?
Mencari Dia dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Mempelajari Alkitab untuk mengetahui kehendak-Nya.
Meminta hal-hal yang saya butuhkan kepada-Nya dengan percaya diri.


Tuhan, terima kasih telah menjadi tempat perlindunganku -aku tahu aku bisa membicarakan apa pun dengan-Mu. Aku bersyukur dapat meminta hal-hal yang kuperlukan kepada-Mu dengan yakin, mencari-Mu secara konsisten, dan meminta hal-hal yang tampaknya mustahil. Engkau adalah Tuhan yang mengerjakan mukjizat-dan aku bersyukur dapat memercayakan hidupku kepada-Mu.
Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan ingin kita datang kepadaNya dengan permintaan yang terbesar dan terkecil.
Mulai Rencana Alkitab bersama Teman! Anda bisa berbagi apa yang Anda pelajari, permohonan doa, dan bagaimana Tuhan bekerja di dalam hidup Anda.

Jumat, 03 Oktober 2025

Berbalik Menuju Apa yang Penting.

2 Tawarikh 7:14 (TB) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. 

Sekitar tahun 957 SM, setelah Raja Salomo menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merencanakan, membangun, dan, akhirnya mendedikasikan bait suci yang dirindukan ayahnya, Raja Daud,—Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan mengirimkan api turun dari surga dan memenuhi bait suci dengan hadirat-Nya.

Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Salomo di malam hari, menjelaskan bagaimana Dia mendengar doanya dan memilih bait sucinya—mengingatkan Salomo bagaimana orang Israel harus menanggapi ketika mereka menghadapi hal-hal yang sulit. Dia berkata:

“Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
2 Tawarikh 7:14 TB

Meskipun pesan khusus ini diberikan kepada orang tertentu pada waktu tertentu dalam sejarah—merendahkan diri, mencari Tuhan, dan berbalik dari dosa-dosa kita adalah tindakan yang harus terus kita hidupi sepanjang waktu.

Kerendahan hati yang sejati, doa yang jujur, dan pertobatan yang tulus adalah kunci menuju keintiman dengan Allah. 

Dan kita tidak bisa memalsukannya. Kita tidak bisa hanya mengikuti alur. Kita tidak bisa sekadar berpura-pura “terlihat” rendah hati dan bertobat … dan kita tidak bisa melakukan hal-hal ini sendiri.

Kita perlu datang kepada Tuhan untuk menerima pertolongan-Nya. Kita membutuhkan Dia untuk mempertahankan sikap kerendahan hati, doa, dan pertobatan.

Jadi, jika Anda merasa jauh dari Tuhan, mencoba melakukan sesuatu dengan cara Anda sendiri, atau dengan sengaja berlari ke arah yang berlawanan dengan Pencipta Anda—belum terlambat untuk berbalik.  

Anda masih bisa datang kepada Tuhan, mengakui bahwa Anda tidak dapat menjalani hidup sendirian, dan mencari pertolongan-Nya. Dia adalah Bapa yang pengasih, pengampun, dan penyembuh yang ahli dalam menjadikan segala sesuatu baru. Dia tidak pernah berhenti mengundang kita untuk mendekat kepada-Nya.

Bagaimana Anda dapat lebih menyelaraskan diri dengan nama Tuhan?
Dengan mengakui kebutuhan saya akan Tuhan
Dengan memilih untuk tidak melakukan hal-hal yang saya tahu salah
Dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa dan mencari Dia

DOA
Tuhan, aku sangat bersyukur bahwa aku dipanggil dengan nama-Mu. Meskipun aku tidak sempurna, Engkau tetap memanggilku milik-Mu. Setiap hari, aku ingin memenuhi panggilan itu dan menjadi pribadi yang Kau harapkan. Tolonglah agar aku lebih rendah hati, lebih mencari-Mu, dan berpaling dari hal-hal yang salah. Dalam nama Yesus, Amin.

Beritahukan seseorang bahwa belum terlambat untuk berbalik kepada Tuhan.

Kamis, 02 Oktober 2025

Mengasihi Orang Lain dengan Baik

 Yohanes 13:34 (TB)  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.


Tahukah kamu apa arti kasih?
Banyak orang tumbuh dengan gambaran kasih yang tidak sempurna. Mungkin sulit untuk memikirkan hal itu bila kita belum pernah merasakan kasih yang sejati. Akan lebih sulit lagi untuk mengasihi orang lain jika kita tidak yakin apa maksudnya. 

Yesus berbicara banyak tentang kasih, dan Dia juga memerintahkan para pengikut-Nya untuk mengasihi sesama manusia. Lebih dari itu, Yesus memberikan teladan kasih dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Dia memberi kita gambaran tentang seperti apa kasih yang murni itu.

Yesus berkali-kali memerintahkan murid-murid-Nya untuk saling mengasihi. Perjanjian Lama juga memuat perintah untuk mengasihi sesama. Perintah Yesus ini baru, bukan karena ini pertama kalinya diucapkan, namun karena Dia menggunakan diri-Nya sendiri sebagai standar.

Dia tidak memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain sampai kita lelah. Dia tidak mengatakan untuk mengasihi orang lain sampai kita merasa jenuh. Dia mengatakan untuk mengasihi orang lain dengan cara yang sama seperti Dia mengasihi diri kita sendiri.

Yesus mengasihi kita tanpa syarat. Dia tidak menahan apa pun dari kita. Sebaliknya, Dia menyerahkan seluruh hidup-Nya bagi kita. Dan Dia melakukan ini bukan untuk menyenangkan orang lain—tetapi karena Dia mengasihi Bapa Surgawi-Nya, dan Bapa Surgawi-Nya sangat mengasihi kita. Kasih tanpa syarat itulah yang menuntun Yesus ke kayu salib.

Yesus peduli dengan kualitas kasih kita terhadap sesama, dan ukuran kualitas kasih kita adalah Yesus, bukan manusia. Kita tidak boleh membandingkan tindakan dan pikiran kita dengan orang lain, karena satu-satunya teladan yang harus kita tiru adalah Yesus sendiri.  

Pikirkan tentang beberapa hari terakhir dan renungkan betapa Anda mengasihi orang lain. Apakah Anda berusaha keras untuk membantu seseorang? Apakah Anda tidak egois dalam menunjukkan kasih? Pertimbangkan beberapa cara praktis agar Anda dapat mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi Anda. Luangkan waktu untuk berdoa, dan kemudian ambil langkah untuk menunjukkan kasih kepada seseorang.


Bagaimana Anda dapat menunjukkan kasih Tuhan hari ini?
Saya dapat mengirim pesan yang menyemangati.
Saya bisa berdoa untuk seseorang yang sulit untuk didekati.
Saya dapat melayani teman yang membutuhkan.

Tuhan, terima kasih telah menjadi teladan kasih yang sempurna. Beberapa orang sulit untuk aku kasihi, namun Engkau mengasihi semua orang tanpa syarat. Bantu aku untuk melihat orang lain melalui mata-Mu. Buatlah aku peka akan seseorang, kepada siapa aku dapat memancarkan terang dan kasih-Mu hari ini. Dalam nama Yesus, Amin.

Kita bisa mengasihi orang lain karena Tuhan terlebih dulu mengasihi kita.
Bagaimana Anda bisa menunjukkan kasih? Kirim pesan, memasak, membukakan pintu, mengundang orang ke rumah, membagikan berkat, memberikan pengampunan, mengutamakan orang lain.

Bapa bagi Anak Yatim

Mazmur 68:5 (TB)  (68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; 


Kata “ayah” dapat membangkitkan berbagai macam emosi dalam diri kita. Mungkin kita tersenyum ketika mendengar kata itu karena membawa kenangan indah tentang ayah kita sendiri. Atau mungkin hati kita rasanya tercabik-cabik, karena kita merindukan ayah kita, atau kita berduka karena hilangnya hubungan yang tidak pernah sesuai dengan harapan kita. Terlepas apakah kita masih memiliki ayah yang perhatian, peduli, dan dapat diandalkan atau ayah yang cuek, lalai, dan kejam, kita memiliki Bapa Surgawi yang sangat peduli kepada kita dan selalu dekat. Dia mengutus Anak-Nya ke bumi untuk mengambil kehancuran kita dan menggantinya dengan kekekalan yang penuh harapan. 

Dan kabar terbaiknya adalah: kita tidak perlu takut terpisah dari-Nya. Tidak ada kematian, ketakutan akan masa depan, atau apa pun yang dapat memisahkan kita dari Bapa yang Kekal. Dia ada sebelum waktu dimulai, dan Dia ada tanpa bantuan siapa pun. Dia mendekat kepada kita karena Dia mengasihi kita. Dan kasih-Nya bukanlah sesuatu yang dapat kita usahakan—itu adalah pemberian cuma-cuma dari-Nya yang Dia rindukan untuk kita terima. 

Dia menjadi standar seperti apa seharusnya para ayah di bumi ini. Dan Dia memelihara kita dengan cara yang lembut dan kebapakan. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan kita hadapi, tetapi kita dapat percaya penuh kepada-Nya. Dia layak untuk itu. 

Bersandar dan istirahatlah dalam pelukan nyaman Bapa Surgawi Anda. Luangkan waktu untuk berbicara dengan-Nya dan dengarkan bimbingan-Nya saat Anda membawa kekhawatiran dan sukacita yang Anda rasakan kepada-Nya.


Bagaimana Anda dapat peduli pada orang lain seperti Tuhan peduli pada Anda?
Saya dapat menguatkan teman yang sedang mengalami masa sulit.
Saya dapat meluangkan waktu untuk membantu orang yang membutuhkan.
Saya dapat membantu keperluan di komunitas saya.


Tuhan, Engkau peduli pada mereka yang mungkin bergumul dengan keberadaan mereka.
Terima kasih Engkau telah menyambut setiap orang ke dalam Kerajaan dan keluarga-Mu. Tolonglah agar aku peka terhadap mereka yang membutuhkan kasih dan perhatian. Ajarilah aku bagaimana menawarkan kasih yang sama seperti yang Engkau berikan.
Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan peduli kepada mereka yang terluka dan rentan, dan kita juga seharusnya.
Siapa kenalan Anda yang butuh kasih dan dukungan? Baik fisik, emosional, atau keuangan, berusahalah untuk membantu-dalam nama Yesus.