Kencana Utama III M8 No.32 C, RT.3/RW.7, South Kembangan, Kembangan, West Jakarta City, Jakarta 11610
Senin, 31 Agustus 2026
JANGAN KEMBALI KE LUMPUR YANG SAMA
Minggu, 30 Agustus 2026
Amsal 18:5-7
Jumat, 28 Agustus 2026
PUJILAH TUHAN, SEMUA BANGSA
MAZMUR 116 — AKU MENGASIHI TUHAN
Kamis, 27 Agustus 2026
Mazmur 115=“Bukan Kepada Kita, Tetapi Bagi Nama Tuhan”
Rabu, 26 Agustus 2026
MAZMUR 114 — KETIKA TUHAN MEMBUKA JALAN
Selasa, 25 Agustus 2026
MAZMUR 113 — TUHAN YANG MAHA TINGGI, PEDULI KEPADA YANG RENDAH
Senin, 24 Agustus 2026
MAZMUR 112 — HIDUP ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN
Mazmur 112 menggambarkan kehidupan orang yang takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi hidup dengan hormat, taat, dan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan.
Mazmur 112:1 berkata, “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.”
Saudara, kebahagiaan sejati bukan hanya karena kita memiliki banyak harta, jabatan, atau keadaan yang selalu baik. Kebahagiaan sejati dimulai ketika hati kita melekat kepada Tuhan dan kita senang melakukan firman-Nya.
Mazmur 112 juga mengajarkan bahwa orang yang hidup benar akan menjadi berkat bagi keluarganya dan bagi orang di sekitarnya. Ketika Tuhan memberkati kita, berkat itu bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan.
Ayat 4 mengatakan bahwa bagi orang benar, Tuhan menjadi terang dalam kegelapan. Ini berarti ketika menghadapi masalah, kita mungkin tidak selalu melihat jalan yang jelas, tetapi kita tidak kehilangan pengharapan karena Tuhan tetap menyertai.
Ayat 7 berkata, “Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.”
Inilah iman yang Tuhan kehendaki. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok. Karena itu, jangan biarkan berita buruk, masalah, tekanan, atau keadaan membuat hati kita kehilangan iman.
Saudara, orang yang takut akan Tuhan bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah, tetapi ketika masalah datang, hatinya tetap teguh karena percaya kepada Tuhan.
Mari kita belajar dari Mazmur 112: tetap hidup dalam kebenaran, murah hati kepada sesama, tidak takut menghadapi masa depan, dan terus percaya kepada Tuhan.
Apa pun keadaan kita hari ini, tetaplah setia. Tuhan melihat hati yang takut akan Dia, dan hidup yang demikian akan menjadi kesaksian serta berkat bagi banyak orang.
Jangan takut menghadapi hari esok. Tetap percaya, tetap taat, dan tetap berjalan bersama Tuhan, karena orang yang berharap kepada-Nya tidak akan dipermalukan.
Amin.
Sabtu, 22 Agustus 2026
MAJU DENGAN IMAN
Jumat, 21 Agustus 2026
Mazmur 111 — “Memuji Tuhan Karena Perbuatan-Nya Besar”
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 111 mengajarkan kepada kita satu hal yang sangat penting: Tuhan layak dipuji bukan hanya karena apa yang Dia berikan kepada kita, tetapi karena siapa Dia dan karena segala perbuatan-Nya yang besar.
Pemazmur berkata, “Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.” Ini menunjukkan bahwa ucapan syukur bukan sekadar kebiasaan di bibir, tetapi keluar dari hati yang benar-benar mengenal Tuhan.
Sering kali kita mudah memuji Tuhan ketika keadaan baik. Ketika doa dijawab, ketika pekerjaan berhasil, ketika keluarga dalam keadaan baik, kita berkata, “Tuhan itu baik.” Tetapi Mazmur 111 mengajarkan bahwa kebaikan Tuhan tidak berubah hanya karena keadaan hidup kita berubah.
Ayat 2 berkata bahwa perbuatan-perbuatan Tuhan itu besar dan diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Artinya, semakin kita mengenal karya Tuhan, semakin kita menyadari betapa besar kasih dan kuasa-Nya.
Ayat 4 mengingatkan bahwa Tuhan membuat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib menjadi peringatan. Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya. Dia setia dalam setiap musim kehidupan.
Bahkan ketika kita melewati masa sulit, Tuhan tetap bekerja. Ketika kita belum melihat jalan keluar, Tuhan sudah mempersiapkan jalan. Ketika kita merasa sendirian, Tuhan tetap menyertai. Dan ketika kita merasa tidak memiliki cukup kekuatan, kasih karunia Tuhan tetap cukup bagi kita.
Mazmur 111 juga berkata bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi menghormati Tuhan, menaati firman-Nya, dan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidup kita.
Saudara, jangan hanya mencari tangan Tuhan, tetapi carilah wajah Tuhan. Jangan hanya bersyukur ketika menerima berkat, tetapi belajarlah bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang setia.
Hari ini, mari kita berkata dengan segenap hati: “Tuhan, apa pun keadaan saya, Engkau tetap layak dipuji. Perbuatan-Mu besar, kasih-Mu kekal, dan kesetiaan-Mu tidak pernah berubah.”
Kiranya hidup kita menjadi kesaksian tentang kebaikan Tuhan, sehingga melalui perkataan, sikap, dan kehidupan kita, orang lain juga melihat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang besar, setia, dan layak menerima segala pujian.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Kamis, 20 Agustus 2026
Mazmur 110 — Raja dan Imam yang Berkuasa
Mazmur 109 — Ketika Difitnah, Tetap Percaya kepada Tuhan
Rabu, 19 Agustus 2026
Mazmur 108 — Hati yang Teguh dan Mengandalkan Tuhan
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 108 mengajarkan kepada kita tentang hati yang teguh, pujian yang tidak tergantung keadaan, dan keyakinan bahwa kemenangan datang dari Tuhan.
Daud berkata dalam Mazmur 108:2, “Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap.” Ini adalah perkataan iman. Daud tidak berkata, “Aku siap karena semuanya baik-baik saja,” tetapi ia memilih untuk tetap siap memuji Tuhan di tengah keadaan yang belum tentu mudah.
Saudara, sering kali kita baru memuji Tuhan ketika masalah selesai. Kita bersyukur ketika doa dijawab, ketika pekerjaan berhasil, ketika kesehatan baik, dan ketika keadaan sesuai dengan keinginan kita. Tetapi Mazmur 108 mengajarkan bahwa pujian bukan respons terhadap keadaan; pujian adalah keputusan hati untuk tetap percaya kepada Tuhan.
Daud kemudian menyatakan bahwa kasih setia Tuhan lebih tinggi dari langit dan kesetiaan-Nya sampai ke awan. Artinya, ketika kekuatan kita terbatas, kasih setia Tuhan tidak pernah terbatas.
Dalam bagian berikutnya, Daud juga menyadari bahwa kemenangan tidak berasal dari kekuatan manusia. Karena itu ia berkata, “Berikanlah pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.” Ini bukan berarti kita tidak perlu berusaha, tetapi kita harus menyadari bahwa usaha kita membutuhkan pertolongan Tuhan.
Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau masa depan. Jangan hanya melihat besarnya masalah. Lihatlah siapa Tuhan yang kita sembah.
Mazmur 108:14 berkata, “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.”
Saudara, hari ini teguhkan hati kita. Jangan biarkan keadaan menentukan iman kita. Katakan: “Hatiku siap, ya Tuhan. Aku tetap memuji-Mu, tetap percaya kepada-Mu, dan tetap berjalan bersama-Mu.”
Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita tidak berjalan sendirian. Sebab kemenangan sejati bukan karena kuatnya kita, tetapi karena Tuhan yang menyertai kita.
Tuhan memberkati.
Selasa, 18 Agustus 2026
Mazmur 107:1“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Senin, 17 Agustus 2026
Kemerdekaan Sejati: Merdeka untuk Melayani
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita bersyukur sebagai bangsa Indonesia, memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga. Dahulu bangsa kita berjuang dengan pengorbanan, air mata, bahkan nyawa, supaya kita dapat hidup sebagai bangsa yang merdeka.
Tetapi sebagai orang percaya, kita diingatkan bahwa ada kemerdekaan yang jauh lebih besar, yaitu kemerdekaan di dalam Kristus.
Galatia 5:13 berkata: “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Firman Tuhan menjelaskan bahwa kita dipanggil untuk merdeka. Tetapi kemerdekaan bukan berarti kita bebas melakukan apa saja sesuai keinginan kita. Merdeka bukan bebas dari tanggung jawab, tetapi bebas untuk melakukan kehendak Tuhan.
Dulu kita diperbudak oleh dosa, tetapi Kristus sudah membebaskan kita. Karena itu, jangan sampai kemerdekaan yang Tuhan berikan justru kita gunakan untuk kembali hidup dalam dosa, kepahitan, egoisme, kesombongan, atau hanya mengejar kepentingan diri sendiri.
Kemerdekaan di dalam Kristus memiliki tujuan: supaya kita dapat melayani dan mengasihi sesama.
Bangsa yang merdeka harus menjadi bangsa yang membangun. Demikian juga orang percaya yang sudah dimerdekakan Kristus harus menjadi pribadi yang membawa berkat. Kita merdeka untuk mengampuni, merdeka untuk mengasihi, merdeka untuk melayani, merdeka untuk menolong, dan merdeka untuk menjadi terang di tengah dunia.
Hari ini, ketika kita merayakan kemerdekaan Indonesia, mari kita juga bertanya kepada diri kita: Apakah saya sudah benar-benar hidup dalam kemerdekaan Kristus?
Jangan hanya menjadi orang yang menikmati kemerdekaan, tetapi jadilah orang yang menggunakan kemerdekaan untuk menjadi berkat.
Kiranya Indonesia semakin maju, damai, dan diberkati. Dan sebagai anak-anak Tuhan, mari kita berdiri teguh dalam kemerdekaan Kristus—bukan hidup untuk diri sendiri, tetapi hidup untuk Tuhan dan melayani sesama dalam kasih.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Dan yang terutama: merdeka di dalam Kristus! Tuhan Yesus memberkati.