Rabu, 28 September 2016

Bagaimana Seharusnya Anda Menanggapi Pengharapan

Efesus 4:1 "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu"

Allah tidak akan pernah sekali-kali berhenti mengasihi Anda.
Anda akan selalu dikasihi.
Tak ada yang bisa menghancurkan hubungan Anda dengan Allah.
Jika Anda paham dengan kebenaran ini, maka itu akan mengubah hidup Anda.

Roma 8:38-39 mengatakan, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Ketika Anda meletakkan tangan Anda pada Allah, Dia akan menggenggamnya dan tidak akan pernah melepaskannya.
Mungkin ada saat-saat dimana Anda ingin melepaskan genggaman Anda.
Tapi Ia tidak akan pernah melakukannya.
Anda aman selamanya.
Begitu Anda dilahirkan ke dalam sebuah keluarga, Anda tak bisa menolaknya.
Begitu Anda dilahirkan kembali, Anda tak bisa menolak untuk dilahirkan dari keluarga Allah.
Sebab begitu nama Anda ditulis dalam buku kehidupan yang abadi, itu tak bisa dihapus.
Nama Anda telah ditulis dengan tinta yang tidak bisa dhapuskan.
Berapa pun banyaknya keraguan atau kekuatiran yang Anda punya atau berapa banyak dosa yang telah Anda buat, apabila Anda menaruh iman percaya Anda di dalam Kristus, maka Ia berkata pada Anda: Tidak ada - tidak ada! - yang akan memisahkanmu dari kasih-Ku.
Apa pun yang Anda hadapi dalam hidup, Anda tidak akan pernah melewatinya sendirian.

Inilah Kabar Baik itu: Anda telah diampuni, Anda telah merdeka.
Allah ada untuk Anda, dan Ia tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda.

Bagaimana seharusnya Anda menanggapi kebenaran ini? 
"Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu" (Efesus 4:1).

Renungkan hal ini:

Apa ketakutan Anda hari ini? Apa kekuatiran Anda esok hari?

Menurut Anda, apa yang Tuhan mau Anda lakukan dengan ketakutan dan kekuatiran Anda tersebut?

Apa artinya untuk "hidup dengan berguna?"

Bacaan Alkitab :
Amsal 11-13; II Korintus 5

Hiduplah dengan berguna. Hiduplah dengan harapan, dan bagikanlah harapan tersebut dengan orang lain.

Minggu, 25 September 2016

" TOKO ISTRI "

Sebuah toko yg menjual istri baru, dibuka dimn pria dpt memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri.

Di antara instruksi2 yg ada di pintu masuk, terdpt instruksi yg menunjukkan bgmn aturan main utk masuk toko tsb: "Kamu hny dpt mengunjungi toko ini SATU KALI!"

Toko tsb terdiri dr 6 lantai dimn setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.

Semkn tinggi lantainya, semkn tinggi pula nilai wanita tsb. Kamu dpt memilih wanita di lantai tertnt/lbh memilih ke lantai berikutnya, tp dgn syarat tdk bs turun lg ke lantai sblmnya kecuali utk keluar dr toko.

Lalu, seorang pria pun pergi ke " TOKO ISTRI " tsb untuk mencari istri. Di stp lantai terdpt tulisan spt ini:

Lt 1:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan & pandai memasak."
Pria itu tersenyum, kmd dia naik ke lantai selanjutnya.

Lt 2:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak & lemah lembut."
Kmbali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lt 3:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik."
''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya msh penasaran & trs naik.

Lalu smpailah pria itu di lt. 4 n terdpt tulisan:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & syg anak."
''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!''

Dan dia tetap mlanjutkan ke lt 5:
"Wanita di lt ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, syg anak & sexy."

Dia tergoda utk berhenti tp kmd dia melangkah ke lt. 6 & terdpt tulisan:
"Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tdk ada wanita di lantai ini. Lantai ini hny semata2 pembuktian utk pria yg tdk pernah puas."
Trm ksh tlh berbelanja di " TOKO ISTRI ". Mohon hati2 ketika keluar dr sini.
=D =)) =D

Pesan moral ini bkn cm utk pria tp jg wanita: "Tetaplah slalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg baik yg ada dr yg sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yg terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.

Semuanya Tentang Tuhan

Roma 11:36 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Ini bukan tentang Anda.

Ini bukan tentang keuntungan atau politik atau apalah itu.
Ini semua tentang Allah.
Anda mungkin tahu kalimat pertama dari The Purpose Driven Life: "Ini bukan tentang Anda."
Yang mungkin tak Anda ingat bahwa judul bab pertama dari buku saya itu adalah "Ini Semua Tentang Tuhan."
Keduanya memang haruslah berjalan selaras.
Tapi alasan mengapa ini bukan tentang Anda ialah karena segalanya sesuatunya ialah tentang Tuhan.

Jika Anda belum mengerti konsep itu, maka hidup ini tidak akan pernah bisa dimengerti.
Sampai Anda mengerti kebenaran ini, Anda akan sulit mengerti Allah.
Tujuan hidup saya bukanlah kesenangan, bukan harta, bukan gengsi, bukan politik, bukan kekuasaan, dan bukan popularitas.
Bukan pula sesuatu yang disenangi dunia. Tujuan hidup saya adalah demi kemuliaan Allah.

Roma 11:36 mengatakan, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Semua yang ada di planet ini dan di alam semesta ini diciptakan bagi kemuliaan Allah."

Apa maksudnya?

Jika segala sesuatunya adalah tentang Allah dan bukan tentang Anda, bukan tentang uang, bukan tentang ketenaran atau hal-hal lain yang dunia ini anggap penting, maka yang Allah mau adalah Anda mengasihi Dia dan menjadikan itu sebagai prioritas pertama Anda.
Yesus berkata seperti ini: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama" (Matius 22:37-38).

Tidak ada yang melebihi ini, saudara-saudara! Bila Anda lalai melaksanakannya, maka Anda telah menyia-nyiakan hidup Anda.

Renungkan hal ini:

Apa tujuan hidup Anda?

Bagaimana budaya dunia mencoba meyakinkan Anda bahwa hidup ini berputar tentang Anda?

Dengan cara-cara apa Anda bisa berlatih mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran Anda?

Bacaan Alkitab:
Amsal 14-15; II Korintus 6

Hal yang paling penting dalam hidup ialah untuk mengenal dan mengasihi Tuhan yang menciptakan Anda.

Jumat, 23 September 2016

" TUHAN YG MEMBERI & YG MENGAMBIL"

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk
& menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno,” kata teller itu
memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar utk
membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut & beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yg dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar utk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak utk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yg indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju & mengembalikan gerobaknya. Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya & menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang
itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya
bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yg diambil oleh
perampok tadi?” Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya
sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Demikianlah Tuhan mengatur hak-hak kita.... Bila kita sadar kita tak pernah benar2 memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Bersyukurlah.

"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dgn telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya"

Selasa, 20 September 2016

Ada Warisan Menunggu Anda

Roma 8:16-17 "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Seandainya Anda adalah anak-anak Bill Gates, wajar jika Anda akan menerima warisan besar.

Tapi ketahuilah, Anda punya Ayah yang lebih kaya dari Bill Gates. Bapa surgawi Anda telah menyiapkan warisan untuk Anda sebagai salah satu dari anak-anaknya. Alkitab berkata dalam Roma 8: 16-17, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Itu salah satu ayat paling mengagumkan di seluruh Alkitab. Semua yang Allah telah berikan kepada Putra-Nya Yesus Kristus, telah Ia berikan kepada Anda juga. Berbagilah di dalam kemuliaan-Nya. Kemuliaan-Nya tak ada habisnya! Di Surga, Anda akan punya akses tak terbatas kepada sumber daya Allah yang tak akan ada habisnya itu, karena Allah menciptakan Anda untuk menjadi anak-Nya. Namun Anda harus memilih untuk menjadi anak-Nya, dengan meminta Dia untuk menerima Anda sebagai keluarga-Nya.

Semua orang diciptakan oleh Allah, tetapi tidak semua orang adalah anak Allah. Anda harus memilih Dia dan berseru, "Tuhan, aku percaya pada-Mu. Aku mengerti apa yang telah Engkau lakukan untukku di kayu salib. Aku percaya pada-Mu, dan aku ingin mengasihi-Mu dan mempercayai-Mu." Jika Anda bersedia melakukannya, Anda akan menjadi anak Allah, dan Anda akan memiliki warisan di satu hari nanti. 

Setiap orang tua pasti ingin tahu apakah anak-anak mereka bertanggung jawab sebelum mereka memberikan warisan. Sering kali, orang tua menguji anak-anak mereka dengan memberi jumlah uang yang sedikit, sebelum diberikan jumlah yang lebih besar. Ini sama seperti kehidupan rohani Anda. Hidup ini Anda ujian. Allah tengah menguji Anda untuk melihat apa yang Anda lakukan dengan jumlah uang yang sedikit itu sebelum Ia mempercayakan Anda dengan yang lebih lagi di Surga. Dia sedang mengawasi apa yang Anda lakukan dengan talenta Anda yang terbatas untuk melihat apakah Anda akan bertanggungjawab untuk menerima talenta-talenta di Surga. Dia tengah menguji Anda untuk melihat bagaimana Anda menangani sedikit kekayaan yang Ia beri pada Anda. Bagaimana Anda menangani relasi-relasi yang dia telah Ia beri? Bagaimana Anda menangani peluang-peluang kecil yang Ia beri pada Anda?

Jika Anda menjalaninya dengan baik, coba tebak? Alkitab mengatakan Anda akan dipercaya dengan lebih lagi di Surga: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." (Lukas 16:10a).

Apa yang Anda lakukan dengan apa yang telah Tuhan beri? 

Renungkan hal ini: 

Apa saja hal-hal yang telah Allah percayakan kepada Anda sebagai ujian untuk melihat bagaimana Anda bisa mengurus itu semua? 

Hal-hal apa yang perlu Anda tingkatkan dengan memakai tanggung jawab Anda sehingga Allah mempercayakan Anda dengan yang lebih besar di Surga? 

Bagaimana dengan mengetahui bahwa Anda memiliki warisan yang kekal, tanpa batas, mempengaruhi cara pandang Anda terhadap uang dan keuangan Anda saat ini?

Bacaan Alkitab:
Amsal 8-10; II Korintus 4

Hidup ini Anda ujian, dan jika Anda lulus dalam ujian tersebut maka Anda berhak menjadi ahli waris kerajaan Allah 

Senin, 19 September 2016

Apa yg ditabur, itu yg dituai

Seorang anak menel pon ayahnya yg sdh pisah dgn ibunya.
Ibunya sdg sakit dan tdk bisa mengantarnya ke sekolah spt biasa.
Jarak sekolah 1 km dari rumahnya, dan si anak bertubuh lemah.

Pagi itu si anak menelpon ayahnya.
Anak : ayah, antar aku sekolah....

Ayah : ibu kemana?

Anak : sakit ayah, tdk bisa mengantar, ayah sajalah yg antar aku ke sekolah.

Ayah : ayah tdk bisa, nanti terlambat ke kantor, kamu naik angkot atau ojek saja.

Anak : uang ibu tinggal 10 rb, kamipun blm makan pagi, tak ada apa2 di rmh. Kalau aku pakai utk ongkos, kasian ibu yg sakit, juga adik2 nanti makan apa ?

Ayah : kamu jalan kaki saja, ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki.
Kamu anak laki2 harus kuat.

Anak : ya sudah, terima kasih ayah.

Si anak mengakhiri telponnya.
Dihapusnya airmata lalu masuk ke kamar. Ketika ibu menatap wajahnya, dia coba tersenyum.

Ibu : apa kata ayahmu nak?

Anak : kata ayah iya bu, kali ini ayah yg antar ke sekolah.

Ibu : baguslah nak sekolahmu jauh,
kamu akan lelah kalau harus jalan kaki.
Doakan ibu lekas sembuh, biar besok bisa antar kau.

Anak : iya ibu, tenang saja.
Ayah yg antar, ayah minta aku tunggu di depan gang spy cepat.

Ibu : berangkatlah nak, belajar yg rajin dan semangat.

Anak : ya bu .....

Tahun berganti, kenangan itu tertanam dalam  ingatan si anak.
Dia sekolah sampai Pasca Sarjana dgn biaya beasiswa.
Setelah lulus dia bekerja di perusahaan asing dgn gaji besar.
Dgn penghasilannya, dia bisa membiayai hidup ibunya, membantu menyekolahkan adik2nya sampai sarjana.

Satu hari saat di kantor, ayahnya telepon.

Anak : ada apa ayah ?

Ayah : nak, ayah sakit, tidak ada yg bantu antarkan ayah ke rumah sakit.

Anak : istri ayah kemana?

Ayah : sudah pergi sejak ayah sakit2an.

Anak : aku sedang kerja, ayah ke rumah sakit pakai taxi saja.

Ayah : kenapa begitu ? Siapa yg urus pendaftaran dll ?
Kamu kan anak, masa ortu sakit tidak mau bantu urus ?

Anak : bukankah ayah yg ajar aku utk urus diri sendiri ?
Ayah yg mengajar aku bhw pekerjaan lebih penting drpd istri sakit dan anak ?

Ayah, masih ingat kan satu pagi aku telpon minta diantar ke sekolah?
Waktu itu ibu sakit,
ibu yg selalu antar kami anak2nya..
yg urus kami seorg diri... Namun ayah suruh pergi jalan kaki...
tubuhku lemah,
sekolahku jauh,
namun ayah katakan anak laki harus kuat dan katakan ayahpun dulu berjalan kaki ke sekolah. Maka aku belajar krn ayah lakukan demikian; akupun harus lakukan yg sama .... Saat aku sakit hanya ibu yg ada mengurusku.

Ayah tau?
Hari itu pertamakali aku bohong kpd ibu,
aku katakan bhw ayah yg  antar aku ke sekolah dan minta aku tunggu di depan gang.
Taukah ayah ?
Di tengah jalan ibu menyusul dgn sepeda,
krn ibu bisa tau bhw aku berbohong...
Dengan tubuhnya yg sakit ibu mengayuh sepeda mengantar ke sekolah.

Ayah mengajar aku bhw  pekerjaanlah yg utama... Ayah mengajar aku kalau ayah saja bisa,
mk walau tubuhku lemah akupun harus bisa.
Kalau ayah bisa ajarkan itu, maka skrgpun ayah harus bisa.....

Si ayah terdiam..
sepi di seberang telepon.
Baru disadari betapa dalam luka yg ia telah torehkan ke hati anaknya.

Anak adalah hasil didikan orangtua.
Bgm kita bersikap  memperlakukan mereka... Kita sama saja sedang mengajarkan mereka bgm memperlakukan kita kelak,
ketika kita tua & renta.

Si anak berdosa   ??????
*Mungkin.........*
Si anak durhaka ??????
*Barangkali....*

Yang jelas......
Sang ayah yg membuat anaknya demikian.
Dan kelak orangtua membuat pertanggungjawaban  masing2 kpd sang Pencipta, Si Empunya Anugerah yg di titipkan kpd masing2....

》Menjadi orangtua
bukan krn menanamkan benih atau melahirkan.

》Menjadi orangtua krn
mengasuh,
mendidik,
menyayangi,
memberi waktu,
mengayomi, mencurahkan perhatian & kasih sayang.

》Menjadi orangtua,
tidak ada kata pensiun....

●》Finishnya hanya di kematian......☹😢😥

Hidup Tak Berakhir Dengan Kematian

Roma 8:11 "Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."

Sebagai orang percaya, kita punya pengharapan sebab kita akan hidup selamanya.
Kematian bukanlah akhir.
Ada rancangan yang lebih besar! Suatu hari, jantung Anda akan berhenti berdetak, dan itu akan menjadi akhir dari sistem tubuh Anda.
Tapi itu tidak akan menjadi akhir buat Anda.

Anda diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Anda diciptakan untuk hidup selamanya, sementara yang ada di dunia ini hanya sementara.
Mengapa kita memiliki pengharapan?
Sebab betapa pun jahatnya keadaan di muka bumi ini, itu hanya untuk sementara waktu.
Kita akan menghabiskan triliunan tahun di sisi lain, di Surga, tak ada lagi kesedihan, tak ada lagi ratap tangis, tidak ada lagi sakit, tidak ada lagi penderitaan.

Alkitab berkata dalam Roma 8:11, 'Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."

Saya sudah datang ke ratusan upacara pemakaman, tepatnya keluarga.
Dan saya tahu perbedaan antara orang-orang yang berpegang pada pengharapan dan mereka yang tidak.
Anda bisa melihatnya di mata mereka.
Saya pernah melihat kengerian di mata orang yang tak punya pengharapan.
Mereka berpikir, "Hanya dia yang aku punya. Ini sudah berakhir. Aku tidak akan pernah bisa melihatnya lagi. Sudah selesai. Ini akhir dari hidupku."

Saya membandingkannya dengan ribuan orang yang menghadiri pemakaman seorang percaya.
Mereka tahu kematian hanya sebuah langkah transisi.
Mereka akan ke memasuki kehidupan nyata!
Mereka akan bersama-sama Allah di Surga.
Ini yang disebut pengharapan, karena mereka tahu mereka akan bersatu kembali suatu hari nanti.
Bagi orang beriman, kematian artinya bukan meninggalkan rumah - melainkan pulang ke rumah!

Di dalam Yesus Kristus, Anda menjalani hidup yang bebas dari penghukuman.
Anda diampuni, terlepas dari apa pun yang telah Anda perbuat. Ini adalah hidup yang bebas dari jerat kuasa jahat.
Anda dibebaskan.
Anda bisa berubah.
Allah sedang mengubah Anda demi kebaikan sehingga Anda menjalani kehidupan yang tak berkesudahan.
Anda dapat hidup selamanya!

Renungkan hal ini:

Keselamatan di dalam Yesus Kristus memberi dampak besar bagi kekekalan hidup Anda.
Bagaimana itu seharusnya dapat mempengaruhi cara kita menjalani hidup?

Telah dibebaskan dari apakah Anda dalam hidup ini oleh keselamatan dari-Nya?

Hari ini, siapa yang dapat Anda bagi tentang pengharapan yang Anda miliki melalui Kristus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3

Allah dapat mengubah Anda untuk kebaikan, dan Anda mengalami kehidupan yang berkemenangan.

Sabtu, 17 September 2016

Dalam Hal Apa Anda Percaya Bisa Dipakai oleh Tuhan?

1 Korintus 12:27 "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya."

Anda perlu terhubung dengan sebuah keluarga gereja agar dapat melaksanakan panggilan Anda untuk melayani orang-orang percaya lainnya.
Alkitab mengatakan, "Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." (1 Korintus 12:27).

Pelayanan Anda amat diperlukan dalam tubuh Kristus - sungguh!
Coba saja tanya gereja di sekitar Anda!
Kita masing-masing punya satu peranan yang harus dikerjakan, dan setiap peranan itu penting adanya.
Bagi Tuhan, tidak ada yang namanya pelayanan kecil; semuanya penting.

Demikian juga, tidak ada pelayanan yang tidak penting di dalam gereja.
Beberapa pelayanan terlihat, ada juga yang di belakang layar, tapi semuanya itu berharga.
Pelayanan kecil atau yang tidak terlihat oleh jemaat malah seringkali memberi dampak yang besar.

Di rumah saya, cahaya paling penting bukan berasal dari lampu kristal besar yang bergantung di ruang makan kami, tapi lampu meja kecil yang membantu jari kaki saya agar tidak terantuk saat saya terbangun di malam hari.
Berbicara soal pelayanan dalam tubuh Kristus, tak ada korelasi antara ukuran pelayanan dengan seberapa penting pelayanan tersebut.
Setiap bidang pelayanan itu penting sebab kita semua bergantung pada satu sama lain agar dapat berkerja dengan baik.

Apa yang terjadi ketika salah satu bagian tubuh Anda gagal berfungsi?
Anda jatuh sakit. Seluruh tubuh Anda pasti menderita.
Bayangkan jika hati Anda memutuskan untuk memulai hidupnya sendiri: "Aku lelah! Aku tidak mau melayani tubuh ini lagi! Aku ingin cuti setahun, aku hanya ingin diisi makanan. Aku harus melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri! Biar saja anggota tubuh lain yang bekerja."

Apa yang akan terjadi? Tubuh Anda akan mati.
Saat ini, ribuan gereja lokal sedang mati suri. Penyebabnya ialah orang Kristen yang tidak bersedia melayani.
Mereka hanya mau duduk di kursi penonton, dan akibatnya pelayan-pelayan lainnya jadi memderita.

Allah memanggil Anda untuk melakukan pelayanan yang jauh melampaui apa yang bisa Anda bayangkan.
Dia menciptakan Anda untuk melakukan pekerjaan baik, yang telah Ia persiapkan sebelumnya (Efesus 2:10).

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11

Setiap kali Anda melayani orang lain dengan kebaikan, sesungguhnya Anda tengah melayani Allah.

Jumat, 16 September 2016

Bersyukur

Jika engkau memandang hidup dengan rasa syukur, semuanya menjadi indah & luar biasa !

Setiap hari adalah hari yang baik, Setiap saat adalah saat yang indah.

Berjalan, duduk atau berbaring adalah kebahagiaan hidup.
Bekerja, berkeringat & berjerih payah adlh kepuasan & kemuliaan hidup.

Tapi....

Jika engkau tidak mampu bersyukur, semua yang baik & indah akan menjadi jelek & menyakitkan.

Kemana pun engkau pergi, apa pun yang engkau kerjakan adalah penderitaan.

- Tiada hari tanpa kegelisahan.
- Tiada saat tanpa kejenuhan

Bukan hidup yang membuat engkau jenuh tapi tidak adanya rasa syukur yang membuat semuanya menjadi jelek & menjenuhkan.

KESULITAN SEBESAR APA PUN AKAN TERASA WAJAR bagi jiwa yang tetap lebih mengucap syukur daripada mengeluh.

Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita BERBAHAGIA.
• Jiwa yang malas, tetap tersesat walau pun sudah sampai.
• Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan.
• Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di atas masalah.

PERCAYALAH, BERSYUKUR ITU AJAIB!

Kamis, 15 September 2016

Ucapkanlah dengan Iman

Roma 4:17 "Seperti ada tertulis: 'Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa' -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Ada kuasa besar dalam kata-kata yang Anda ucapkan. Jika Anda ingin menjadi orang yang hidup dengan iman, Anda harus mengubah cara Anda berbicara. Anda harus memperkatakannya agar itu terwujud nyata. 

Terkadang, berbicara dengan iman terlihat benar-benar konyol, arogan, dan benar-benar berbeda dengan realita yang mana kerap tidak dimengerti oleh orang yang tak paham tentang iman. Abraham tahu tentang hal ini. Suatu hari Allah mendatangi Abram, dan berkata, "Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa" (Kej 17:5). Abraham artinya "bapa dari banyak bangsa."

Tapi ada satu masalah: Pada saat itu, Abraham sudah berusia 99 tahun, dan ia tidak punya anak. Nama barunya itu seolah-olah satu ejekan baginya. Tapi Allah berkata bahwa kita tidak boleh hidup di dunia manusia. Kita harus hidup di dunia spiritual/rohani, dan kita melihat realita dunia seperti yang kelihatan tapi seperti apa yang dapat terjadi, seperti apa yang seharusnya terjadi, dan seperti apa yang Allah kehendaki. 

Roma 4:17 mengatakan bahwa Allah "menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." Itu yang disebut berbicara dengan iman - Anda memperkatakannya supaya Anda bisa mengalaminya. 

Karunia rohani utama saya adalah karunia iman. Saya tidak berbicara seperti realita berbicara. Saya berbicara sesuatu yang saya imani dapat terjadi, yang harus terjadi, sama seturut dengan kehendak Allah. 

Ada banyak pendeta di luar sana, beberapa dari mereka terkenal, yang pelayanannya sebenarnya hanya mewartakan tentang realita dunia, dan ada banyak hal di dunia ini yang sangat buruk. Jadi mereka hanya mengkritik ini itu dan malah cenderung berpikiran negatif, karena memang ada banyak alasan untuk menjadi negatif. Mereka membela diri, "Saya hanya mengatakan apa adanya."

Itu salah. Ada cara yang lebih baik dalam berkata-kata, yaitu dengan iman. Jangan mengatakan hal yang negatif. Katakan bahwa sesuatu bisa terwujud! Ucapkan sesuatu tanpa harus melemahkan satu sama lain. Jangan membuat orang menjadi defensif dengan Firman-Nya. 

Misalnya, ketika Anda berkata pada seseorang, "Kau ayah yang buruk. Kau tidak menghabiskan waktumu dengan anak-anakmu, karena karirmu lebih penting," artinya Anda sudah melabel seseorang, Anda memperkuat cap jelek atas diri mereka. Sebaliknya, katakan, "Saya melihat kau punya banyak potensi untuk menjadi sukses. Jika engkau mau membiarkan Yesus Kristus mengendalikan hidupmu, kau tidak akan jadi sempurna, tapi kau bisa menjadi orang yang kudus, yang punya sifat yang dikagumi oleh anak-anakmu." Nah, itu baru namanya jenis pembicaraan yang memotivasi, yang membawa perubahan!

Anda tidak perlu mengatakan apa yang semua orang bisa tahu. Perkatakan bahwa sesuatu bisa terjadi, harus terjadi, sebagaimana kehendak Allah. Perkatakanlah itu terlebih dahulu dan di dalam iman. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16

Perkatakan bahwa sesuatu bisa terjadi, harus terjadi, sebagaimana kehendak Allah.

Rabu, 14 September 2016

Gereja: Di mana Kita Belajar Untuk Mengasihi

Matius 16:18b "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Hanya Gereja yang akan bertahan selamanya.

Tidak ada satu pun yang akan ada untuk selamanya.
Tidak ada bisnis yang akan bertahan selamanya.
Tidak ada pemerintahan yang akan bertahan selamanya.
Tidak ada bangsa yang akan bertahan selamanya.
Hanya Gereja yang akan ada selamanya.

Yesus berkata dalam Matius 16:18, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." 
Gereja adalah ide paling indah yang Tuhan atau manusia pernah pikirkan.

Alam semesta ini diciptakan untuk keluarga Allah.
Disebut apakah keluarga Allah? Gereja.
Seluruh alam semesta diciptakan untuk keluarga Allah.
Disebut apakah keluarga Allah? Gereja.

Gereja atau Jemaat bukanlah sebuah bangunan.
Gereja adalah keluarga Allah.
Allah ingin sebuah keluarga, karena itu Ia memutuskan untuk menciptakan seluruh alam semesta ini.
Alam semesta diciptakan agar Ia bisa membuat Bumi serta manusia supaya kita bisa memiliki pilihan bebas untuk memilih-Nya atau menolak-Nya.
Tapi Dia tahu bahwa sebagian dari kita akan memilih untuk membalas kasih-Nya, dan kemudian Ia akan membawa kita ke Surga untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya selamanya.

Apa artinya jika Anda telah menjadi bagian dari keluarga Allah?
Artinya, karena kita semua akan hidup bersama dengan Dia selamanya, maka sebaiknya kita belajar untuk saling hidup rukun.
Selagi Anda di sini, di Bumi, Anda harus saling megasihi keluarga Allah.

Namun tdak cukup hanya mengasihi Allah.
Anda harus mengasihi Gereja-Nya, juga.
Anda ingin tahu seberapa besar Allah mengasihi jemaat-Nya?
Dia rela mati untuk kita.
Siapa pun yang berkata, "Saya cinta Yesus, tapi saya tidak butuh Gereja" sesungguhnya tidak mengerti kebenaran ini.
Orang tersebut adalah orang percaya yang belum dewasa.
Banyak orang menggunakan Gereja, meminta bantuan sesama jemaat, tapi tidak mengasihi mereka. 

Apakah Anda mengasihi Gereja?
Atau apakah Anda hanya menggunakan kebaikan Gereja?
Kristus rela mati untuk itu.
Maka Anda harus belajar untuk mengasihi setiap orang percaya di dalam Tubuh Kristus.

Renungkan hal ini:

Dalam hal apa, orang-orang hanya menggunakan Gereja?

Bagaimana Anda mengasihi orang-orang yang sulit dikasihi, bahkan yang di dalam Gereja?
Apa yang perlu Anda ubah tentang diri Anda sendiri agar dapat mengasihi orang lain lebih baik lagi?

Apa langkah-langkah praktis yang dapat Anda praktekkan untuk menunjukkan kasih Anda kepada Gereja?

Bacaan Alkitab :
Amsal 16-18; II Korintus 7

Minggu, 11 September 2016

Bagaimana Agar Taat Di Dalam Iman

Ibrani 11:7 "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."

Iman artinya taat ketika Anda tidak mengerti. Dalam Perjanjian Baru saja, ada 1.050 perintah yang semuanya ditujukan demi kebaikan Anda. Allah meminta kita, "Kasihilah musuhmu" dan "Ampunilah orang yang bersalah kepadamu." Itu tidak mudah! Ada banyak perintah dalam Alkitab yang kelihatannya sulit, tidak masuk akal, tidak realistis, tidak mungkin dilakukan, dan bahkan mustahil. Namun ketika Allah mengatakan pada kita, "Jagalah kekudusanmu untuk pernikahanmu," Ia tak bermaksud untuk jadi Tuhan yang kejam. Dia memerintahkan kita seperti itu sebab dibanding dengan diri Anda sendiri, Tuhanlah yang paling tau apa yang akan membuat Anda bahagia.

Setiap kali Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu, itu adalah ujian iman Anda. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda percaya pada-Nya, atau Anda percaya pada perasan Anda? Apakah Anda percaya pada Firman, atau Anda percaya pada dunia? 

Apakah Anda akan patuh?

Waktu kecil, apakah orang tua Anda pernah menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampaknya tidak masuk akal? Ketika Anda bertanya kepada mereka, "Mengapa aku harus melakukan ini?" Mereka akan berkata, "Karena Ibu/Ayah bilang begitu."

Melihat kembali beberapa hal yang orang tua Anda katakan kepada Anda "karena mereka bilang begitu," apakah perkataan mereka benar? Iya, tentu saja.Sekarang ketika Anda melihat ke belakang, apakah Anda sadar betapa bijaknya orang tua Anda? Allah akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut di sepanjang sisa hidup Anda, bukan cuma ketika Anda masih kecil. Saat Anda berusia 80 tahun, Allah akan memerintahkan Anda, “Aku ingin kau melakukan ini." Apakah Anda akan bertanya balik, "Tapi kenapa, Tuhan? Ini tak masuk akal." Tapi Allah akan berkata," Karena Aku bilang begitu."

Ini adalah ujian. Iman artinya percaya pada apa yang tidak kelihatan, tapi juga berarti taat pada-Nya meski bila Anda tak mengerti. Jika Anda tidak belajar untuk mematuhi Dia, maka Anda akan kehilangan begitu banyak berkat dalam hidup yang telah Dia siapkan untuk Anda.

Tapi, jika Anda belajar untuk melakukan apa yang Tuhan mau Anda kerjakan tanpa bertanya-tanya, meskipun itu tampaknya tak masuk akal dan kebalikan dari kehendak Anda, maka Anda akan bertumbuh dalam iman, dan Anda akan mendapati diri Anda diberkati.

Renungkan hal ini: 

Apa sesuatu yang Tuhan telah minta untuk Anda lakukan tapi Anda tidak yakin bisa melakukannya? 

Menurut Anda, mengapa Tuhan meminta kita melakukan hal-hal yang tidak mungkin dengan kekuatan kita sendiri?

Apa langkah iman yang harus Anda ambil hari ini agar bisa taat kepada-Nya? 


Iman artinya percaya pada apa yang tidak kelihatan, tapi juga berarti taat pada-Nya meski bila Anda tak mengerti.

Sabtu, 10 September 2016

Anda Harus Percaya Sebelum Melihatnya 

Ibrani 11:1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Iman memvisualisasi masa depan. Iman artinya percaya sebelum Anda melihatnya. Ibrani 11: 1 mengatakan, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Banyak orang mengatakan, "Aku tidak akan percaya sampai aku melihatnya." Tapi Allah mengatakan yang sebaliknya, "Kau akan melihatnya jika kau lebih dahulu percaya." Ada banyak hal dalam hidup ini yang harus dipercaya sebelum Anda bisa melihatnya. 

Pada tahun 1960, orang Rusia mengirimkan astronot pertamanya ke luar angkasa. Dia mengitari Bumi, dan ketika ia kembali ke Bumi, dia melakukan konferensi pers, katanya, "Saya mencoba mencari letak surga dan Tuhan, tapi saya tidak bisa menemukan-Nya di mana pun. Jadi kesimpulan saya, Tuhan itu tidak ada." Paham Komunis, rezim ateis yang tidak percaya adanya Tuhan mengatakan, "Sekarang kami punya bukti ilmiah yang membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada." Sekitar enam bulan kemudian, John Glenn, astronot Amerika, pergi mengorbit Bumi sebanyak 3 kali dalam misi Gemini. Setelah ia kembali, ia mengatakan dalam konferensi persnya, "Saya melihat Tuhan di mana-mana! Saya melihat kemuliaan-Nya di luar angkasa. Saya melihat keagungan-Nya di alam semesta. Saya melihat kuasa-Nya pada bintang-bintang. "

Mana yang benar? Mereka berdua benar. Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yohanes 3:3). Transformasi spiritual harus terjadi dalam hidup Anda, agar Anda bisa melihat kemungkinan apa yang Allah ingin lakukan dalam hidup Anda. Tanpa adanya transformasi, pandangan Anda terlalu sempit untuk mampu melihat kehendak-Nya. 

Wernher von Braun, bapak gerakan nuklir, mengatakan, "Tidak akan pernah ada pencapaian besar dalam sejarah umat manusia jika tanpa iman." Adalah iman yang menginspirasi seorang arsitek untuk merancang sebuah bangunan, karena ia terlebih dahulu percaya bahwa ia mampu mewujudkannya. Adalah iman yang mendorong seorang atlet Olimpiade untuk berlatih dan mengikuti uji coba Olimpiade, karena ia percaya ia bisa sampai ke Olimpiade. Adalah iman yang mendorong seorang pematung atau seniman untuk percaya bahwa ia dapat menghasilkan karya. Adalah iman yang menyebabkan para ilmuwan untuk percaya bahwa kita bisa mengirim manusia ke bulan. 

Renungkan hal ini: 
Apa hal yang Anda percaya Tuhan ingin Anda capai dalam hidup Anda? 
Bagaimana iman seharusnya mempengaruhi cita-cita hidup Anda? 
Menurut Anda, ketimbang memperlihatkannya begitu saja kepada kita sebelum kita percaya, apa hal yang Tuhan mau kita imani sebelum kita melihatnya? 


Seseorang harus percaya sebelum ia melihatnya. Ini adalah prinsip universal kehidupan.

Jumat, 09 September 2016

Banyak Menabur, Banyak Menuai

2 Korintus 9:6-8 "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Berbicara tentang memberi, ada dua prinsip yang perlu Anda ingat. Kedua prinsip ini berdasar pada 2 Korintus 9:6-8: "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Ini prinsip tabur-tuai: Apa yang Anda tabur, itulah yang Anda tuai - baik atau buruk. Apa pun yang Anda tanam, itulah yang akan Anda terima kembali. Prinsip ini pas untuk uang, tapi juga pas untuk yang lainnya. Jika Anda menabur kritik, orang-orang akan mengkritik Anda. Jika Anda menabur gosip, coba tebak? Orang lain akan bergosip tentang Anda. Jika Anda menanam kebencian, orang-orang akan membenci Anda. 

Apa pun milik Anda yang berlebih, bagikanlah, dan Anda akan mendapatkan lebih banyak lagi. Apakah Anda perlu lebih banyak tenaga? Maka Anda harus berolahraga. Apakah Anda perlu lebih banyak penguatan dalam hidup Anda? Berbagilah. Mulailah menguatkan orang lain.

Jika Anda mengambil satu biji jagung dan menanamnya, apakah Anda akan mendapatkan satu biji jagung? Tidak! Saya pernah menanamnya di halaman belakang rumah saya. Jika Anda menanam satu biji jagung di tanah, Anda tidak akan mendapatkan satu biji jagung. Yang Anda dapat adalah satu batang jagung dengan banyak telinga jagung dan ribuan biji jagung. Ketika Anda menanam biji alpukat,akan tumbuh pohon alpukat. Apakah Anda mendapatkan satu buah alpukat? Tidak. Anda akan mendapatkan ratusan buah kembali. Anda selalu mendapatkan kembali lebih dari apa yang Anda tanam. 

Prinsip kedua adalah akan selalu ada penundaan antara menanam dan memanen. Apabila Anda menanam benih di tanah, apakah Anda akan mendapatkan telinga jagung di hari berikutnya? Tentu saja tidak. Jika Anda menanam di satu musim, maka Anda akan memanen di musim lain. Hal yang sama berlaku dengan hal memberi. Anda memberi kepada orang lain. Anda memberi kepada Allah. Anda memberikan hidup Anda untuk Allah, tetapi apakah Anda akan menuai hasilnya di hari berikutnya? Tidak. Ada musim menunggu sebelum Allah memberi Anda musim untuk memanen. Mengapa? Dia sedang menguji iman Anda untuk melihat apakah Anda percaya pada-Nya selama masa tanam dan masa panen.

Sementara Anda menunggu dan menanam, Anda dapat percaya bahwa Allah akan memberikan berkat-Nya agar Ia selalu "melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."


Sementara Anda setia menabur dengan sukacita, percayalah bahwa Allah akan memberikan berkat-Nya dengan berlimpah-limpah

Kamis, 08 September 2016

Dimulai Dari Keluarga Allah

Keluaran 20:12 "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."

Beberapa hal yang datang dalam kehidupan kita bisa memberikan kesenangan atau kepedihan yang sama banyaknya dengan yang diberikan oleh keluarga kita. Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik dalam keluarga kita, maka itu bagus. Tapi ketika sesuatu tidak berjalan baik, maka itu jadi sulit. Orang tua bersitegang dengan anak-anak. Anak-anak bersitegang dengan orang tua. Suami bersitegang dengan istri. Istri bersitegang dengan suami. Kemudian ada mertua. Keluarga itu rumit, namun Tuhan mendirikan keluarga. 

Dalam Sepuluh Perintah Allah, sebelum perintah tentang bagaimana memperlakukan satu sama lain diberikan, Allah memulainya dari keluarga terlebih dahulu: "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu" (Keluaran 20:12).

Dalam kitab Kejadian, Allah mempersatukan Adam dan Hawa. Allah mulai dari keluarga. Dia menciptakan keluaga pertama. Dan Dia- Allah sendiri-yang mendefinisikan keluarga. Allah mengasihi keluarga-Nya. 

Hanya ada satu gambaran yang Allah berikan kepada dunia yang hilang ini untuk bisa menunjukkan kasih-Nya kepada gereja-Nya dan untuk menunjukkan kasih gereja kepada-Nya. Gambaran itu adalah pernikahan. Dia mengatakan, "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25), dan "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan" (ayat 22).

Sederhananya, Allah berkata begini: "Lihat pasangan Kristen ini. Lihat bagaimana si suami mengasihi istrinya? Begitulah Aku mengasihi gereja-Ku, umat-Ku. Lihat bagaimana si istri mengasihi suaminya? Begitulah bagaimana gereja-Ku mengasihi Aku."

Karena itulah, ketika sebuah keluarga Kristen mulai kusut dan ketika orang-orang Kristen bercerai, itu dapat menghancurkan kesaksian yang sudah dibangun oleh orang-orang percaya dalam komunitas setempat. 


Telah dikatakan bahwa sebuah keluarga bisa bertahan hidup tanpa satu bangsa, tetapi satu bangsa tidak bisa bertahan hidup tanpa keluarga.

Rabu, 07 September 2016

Biarkan Dia Mengangkat Beban Itu

Yakobus 2:10 "Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya."

Sepuluh Perintah Allah tidak diberikan untuk membuat kita kudus, tetapi untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita tidak kudus.
Perintah-perintah ini diberikan untuk menunjukkan kepada kita bahwa kita butuh Yesus.
Alkitab mengatakan bahwa perintah Allah itu seperti kepala sekolah (versi terjemahan Alkitab King James), yang menjaga tata tertib.
Sepuluh Perintah ini diturunkan untuk, yang intinya mengatakan, "Kau tidak bisa berbuat seenak hatimu."

Perintah-perintah ini ibaratnya cermin moral.
Ketika Anda berkaca, bisa buat Anda berucap, "Oh tidak, aku tidak bertumbuh."
Masing-masing kita telah melanggar perintah-perintah Allah.

Seseorang mungkin berkata, "Ya, itu mungkin benar, tapi saya belum melanggar banyak, kok. Saya hanya melanggar beberapa."
Mungkin. Atau mungkin tidak Anda sadari.
Tetapi Alkitab mengatakan, "Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya" (Yakobus 2:10).
Jika Anda telah melanggar meski hanya satu perintah, itu cukup untuk menjauhkan Anda dari Allah dan memisahkan Anda dari-Nya.

Perintah-perintah ini diberikan untuk mendorong kita masuk ke dalam tangan terbuka Yesus.
Itulah sebabnya Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28).

Pernahkah Anda membawa sesuatu yang sangat berat, sampai-sampai seseorang berkata, "Sini, biarkan aku membantumu."
Itulah yang Yesus katakan. "Biarkan Aku mengangkat bebanmu itu. Biarkan aku meringankan rasa sakitmu. Biarkan aku memberimu kelegaan. Sekarang juga. Marilah datang kepada-Ku," kata-Nya.

Itulah pesan yang disampaikan di Kayu Salib.
Dia mati untuk dosa-dosa kita dan telah membayar harga untuk setiap kesalahan yang pernah kita lakukan.
Dan apabila kita berbalik dari dosa-dosa kita dan percaya kepada-Nya, maka kita akan diampuni.

Yesus sanggup menganggkat beban Anda, meringankan rasa sakit Anda dan memberikan Anda kelegaan.

Selasa, 06 September 2016

Iman Adalah Berterima Kasih Pada Tuhan Terlebih Dahulu

Markus 11:24 "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."

Iman artinya bukan percaya bahwa Tuhan bisa berbuat sesuatu.
Iman artinya bukan berharap bahwa Ia akan berbuat sesuatu untuk Anda.
Tetapi, iman artinya berterima kasih pada-Nya terlebih dahulu sebelum doa Anda dijawab-Nya.

Yesus berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" (Markus 11:24).

Anda mungkin bertanya-tanya, "Tunggu dulu! Jadi artinya saya harus berterima kasih pada-Nya terlebih dahulu atas apa yang belum saya dapatkan, supaya saya bisa mendapatkannya?" Ya.
Jika Anda berterima kasih pada Tuhan setelah Anda mendapatkannya, itu namanya ungkapan rasa syukur.
Ketika Anda mengucapkan terima kasih sebelum doa Anda dibalas-Nya, maka itu yang disebut iman.

Anggaplah, sekarang saya memberi Anda selembar cek senilai $1.000, apakah Anda akan menunggu sampai Anda mencairkannya untuk berterima kasih pada saya? Tidak!
Anda kiranya berterima kasih pada saya saat ini juga.
Tapi cek itu tidak akan menjadi milik Anda sampai Anda menguangkannya, karena cek itu semacam janji dari orang lain kepada Anda.
Ketika saya memberi Anda cek itu dan Anda berucap, "Terima kasih, Rick," artinya Anda yakin bahwa saya adalah orang yang bisa dipercaya dan bahwa saya benar-benar punya cukup uang di tabungan saya untuk Anda bisa mencairkan cek senilai seribu dolar itu.
Iman artinya berterima kasih pada Tuhan terlebih dahulu.

Pengandaian sederhananya seperti ini: Jika Allah menyuruh Anda untuk memburu Moby Dick-paus putih berbahaya yang terkenal dalam novel Moby Dick, bawalah saus tartar.
Percayalah, itu artinya Anda akan makan ikan goreng!

Yesus berkata, "Jadilah kepadamu menurut imanmu" (Matius 9:29)

Renungkan hal ini:

Pikirkan beberapa ungkapan yang biasa kita pakai dalam doa.
Apakah kata-kata itu mencerminkan iman kita di dalam Allah?

Apakah cara pandang dan sikap Anda akan berubah apabila Anda benar-benar percaya bahwa Allah akan memberikan segala sesuatu yang Anda minta? Bagaimana caranya?

Hari ini, apa yang harus Anda ucapkan kepada Tuhan untuk menunjukkan ketaatan Anda pada-Nya?


Iman artinya berterima kasih pada-Nya terlebih dahulu sebelum doa Anda dijawab-Nya

Senin, 05 September 2016

Mengembangkan Kebiasaan Yang Menghasilkan Kekudusan

Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Terkadang saya malas bermanis-manis dengan istri dan anak-anak saya. Saya malas melakukan hal yang tidak egois. Saya hanya ingin berbaring di sofa dan menonton TV. Saya tidak mau melakukan apa pun lagi hari ini. Saya tidak mau berurusan dengan masalah orang lain hari ini. Tapi hanya karena saya enggan melakukannya, bukan berarti saya tidak perlu melakukannya.

Mungkin ini akan benar-benar mengejutkan Anda: Kadang saya enggan berdoa atau membaca Alkitab. Tapi pada akhirnya saya melakukannya juga. Dari pengalaman saya, saya mendapati bahwa jika saya berdoa hanya di saat saya ingin berdoa, maka setan akan membuat saya tidak pernah ingin untuk berdoa. Dan jika saya membaca Alkitab hanya di saat saya ingin melakukannya, setan juga akan memastikan saya tidak pernah ingin membaca Alkitab. Kedewasaan adalah ketika Anda menjalani hidup dengan komitmen, bukan dengan mood atau perasaan Anda semata. 

Perbedaan antara orang sukses dan orang gagal ialah bahwa orang sukses bersedia melakukan apa yang enggan dilakukan oleh orang gagal. Orang sukses mengembangkan kebiasaan atau etos kerja. Mereka taat pada komitmen mereka. Jika Anda seorang atlet, Anda tidak bisa sampai ke Olimpiade hanya karena Anda ingin ke sana. Anda bisa sampai ke sana berkat latihan berjam- jam yang mungkin malas Anda lakukan. Anda tidak bisa menjadi musisi handal tanpa latihan berjam-jam yang mungkin tidak setiap saat ingin Anda lakukan. 

Dalam hal yang sama, Anda tidak akan bisa menjadi orang-orang kudus hanya dengan melakukan apa yang ingin Anda kerjakan. Pria dan wanita Kristus memilih mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang menghasilkan kekudusan dalam hidup mereka. Ini tidak lebih mudah dibanding berolah raga atau diet atau latihan atau apa pun yang mungkin baik untuk Anda tetapi malas Anda kerjakan.
Bagaimana caranya mengembangkan ketekunan ini?

Kuncinya adalah untuk tidak fokus kepada masalah Anda, melainkan kepada Tuhan. Mungkin teladan terbaik dalam Alkitab yang berkaitan dengan kegigihan adalah Musa. Selama 40 tahun, ia memimpin sekelompok bayi yang cengeng, senang bertengkar, dan yang senang mengeluh di padang gurun dan yang juga mempertanyakan kepemimpinannya sepanjang waktu. Namun Musa tidak pernah menyerah.

Ibrani 11:27 mengatakan, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan." Musa melihat "Tuhan yang tak terlihat." Dia terus memusatkan dirinya kepada Allah.
Fokuslah pada-Nya. Jika Anda fokus pada masalah Anda, Anda akan stres dan depresi. Jika Anda fokus pada Tuhan, beban Anda akan terasa ringan. 

Renungkan hal ini: 

Apa hal yang berhenti Anda lakukan karena itu terlalu sulit atau memerlukan terlalu banyak waktu dan usaha?

Mengapa seringkali lebih sulit melakukan hal yang benar daripada yang mudah?
Cara-cara praktis apa yang dapat membuat Anda tetap fokus pada Allah? 


Jika Anda fokus pada masalah Anda, Anda akan stres dan depresi. Fokuslah pada-Nya dan beban Anda terasa ringan 

Minggu, 04 September 2016

Mari Beristirahat

Markus 6:31 "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!' Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat."

Sabat bukanlah hari sah yang harus dirayakan setiap orang percaya.
Tapi ini ide yang bagus, kita menyediakan waktu dan fokus pada Tuhan.
Bagi kebanyakan dari kita, hari itu adalah hari Minggu.
Saya senang melihat bahwa hari Minggu dijadikan sebagai harinya Tuhan, sama seperti di zaman gereja mula-mula.

Prioritas pertama kita haruslah menyembah Tuhan bersama-sama dengan umat-Nya.
Kita bisa melakukan banyak aktivitas menyenangkan sesudahnya (sesudah gereja), tetapi kita tak boleh membiarkan sesuatu menghalangi kita untuk berkumpul, menyembah dan menempatkan Tuhan sebagai yang paling utama.
Saya percaya Ia akan menghargainya, apabila kita melakukannya.

Bahkan Yesus mengambil waktu untuk beristirahat.
Dalam Markus kita membaca, "Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!' Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi" (6:30-32).

Mungkin seperti ini dialog antara Yesus dan para murid-Nya:

"Tuhan, terjadi ini. Terjadi itu."

"Apa kalian sudah makan siang?"

"Kami sibuk sekali, Tuhan. Tidak sempat makan."

"Ayo, mari kita makan siang. Mari bersantai sedikit. Kalian perlu beristirahat sejenak, perlu mengisi ulang tenaga. Mari ikut dengan-Ku dan beristirahat."

Jika dalam sehari kita tidak beristirahat, maka kita akan tumbang.
Selama 24 jam berikut, jantung Anda akan berdetak sebanyak 103.000 kali, darah Anda akan melintasi sepanjang 270 juta km.
Anda akan bernapas sebanyak 23.000 kali dan menghirup 13.5921 meter kubik udara.
Anda akan menggerakkan 750 otot dan mengaktifkan 7 juta sel otak.
Tak heran kita semua merasa lelah. Tubuh kita bekerja sepanjang waktu.


Prinsip hari Sabat ialah agar kita berhenti sejenak, mengisi ulang tenaga, dan fokus pada hal-hal kudus. 

Sabtu, 03 September 2016

Orang Kristen Dan Hari Sabat

Ibrani 4:9-10 "Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya."

Dari Sepuluh Perintah Allah, mungkin perintah ini cukup membingungkan dibanding dengan yang lainnya: "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat" (Keluaran 20:8). Mari kita pahami apa maksudnya. 

Perintah ini awalnya diberikan kepada orang-orang Ibrani perihal hari Sabat, yang adalah hari Sabtu. Perintah untuk memperingati hari Sabat ini adalah satu-satunya perintah yang tidak diulang dalam Perjanjian Baru. Itu diberikan kepada orang-orang Yahudi, tapi tidak kepada non-Yahudi.

Yesus tidak pernah mengajarkan siapa pun orang untuk memperingati hari Sabat. Bahkan, Ia berulang kali dituduh melanggar hari Sabat. Kala itu, para pemimpin Yahudi mendatangi Yesus karena Dia menyembuhkan seseorang pada hari Sabat. Agama dan ritual mulai menyalip seluruh tujuan dari hari Sabat itu. Yesus mengatakan kepada orang-orang Farisi, "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat" (Markus 2:27).

Para rasul tidak pernah mengajarkan orang untuk memperingati hari Sabat. Orang-orang Yahudi bertemu di rumah-rumah ibadat pada hari Sabtu. Gereja awal, terdiri dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi, bertemu di hari pertama minggu, yaitu pada hari Minggu. Mengapa mereka bertemu pada hari Minggu? Itu adalah hari dimana Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Itulah Perjanjian Baru.

Beberapa orang memperingati hari Sabat dan mencoba untuk mengubahnya menjadi sebuah hukum yang harus dipatuhi orang Kristen. Namun Alkitab membahas ini dalam Kolose 2:16-17, dikatakan, "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus." Hari Sabat itu mengacu kepada Yesus dan digenapi di dalam Yesus. Satu kata yang bisa meringkas iman kita: Sudah selesai. Itu telah dilakukan oleh Kristus untuk kita di atas kayu salib.



"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat" (Markus 2:27)