Selasa, 20 Agustus 2019

Renungan: Rabu, 21 Agustus 2019 - MENYALAHKAN KEADAAN


Bacaan : Yohanes 5:1-18
Setahun: Yeremia 26-28
Nats: Jawab orang sakit itu kepada-Nya, "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yohanes 5:7)

Renungan:

MENYALAHKAN KEADAAN

Yuki Kawauchi merupakan juara Boston Marathon 2018. Dalam perlombaan yang menempuh jarak 42, 195 km ini, banyak pelari yang bertumbangan karena mengeluhkan cuaca ekstrem yang terjadi saat perlombaan berlangsung. Saat itu cuaca begitu dingin mencapai 3 °C. Alih-alih sama seperti pelari lain yang menyalahkan cuaca, Yuki justru dalam sesi wawancara berkata, "Cuaca ini adalah kondisi yang terbaik. Saya tidak pernah menyerah."

Pada saat itu, Tuhan Yesus menanyakan sebuah pertanyaan yang sederhana saat Ia berjumpa dengan seorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit, "Maukah engkau sembuh?" Sebuah pertanyaan yang bisa dijawab dengan "Ya" atau "Tidak". Namun yang menarik adalah orang tersebut justru menjawab, "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang" (ay. 7). Sepertinya ia sedang nenyalahkan keadaan, atau mungkin ia sudah putus asa karena pengalaman hidup yang dialaminya mengajarkan bahwa dia hanya bisa menonton kalah tak berdaya, dan tak ada seorang pun yang mau peduli kepadanya.

Bukankah kita hampir sama seperti orang sakit ini? Saat mendapatkan masalah, apa yang pertama kali kita lakukan? Kecenderungan kita adalah menyalahkan orang lain atau keadaan. Jarang sekali kita mengintrospeksi diri kita sendiri. Tuhan Yesus rindu agar kita tidak menyalahkan keadaan atau orang lain.
   
SAAT MASALAH MENDERA PASTIKAN UNTUK MENGINTROSPEKSI DIRI KARENA MENYALAHKAN KEADAAN BUKANLAH SOLUSI.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+26-28
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+26-28

Senin, 19 Agustus 2019

Renungan: Selasa, 20 Agustus 2019 - MEMANFAATKAN KESEMPATAN


Bacaan : Matius 26:69-75
Setahun: Yeremia 23-25
Nats: Petrus pun teringat akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. (Matius 26:75)

Renungan:

MEMANFAATKAN KESEMPATAN

Petrus beberapa kali menyalahgunakan kesempatan hidupnya. Ia bermulut besar dengan mengatakan bahwa imannya tidak akan pernah terguncang (Mat. 26:33). Ia menggunakan waktu di taman Getsemani untuk tidur alih-alih berdoa dan berjaga-jaga seperti yang Yesus harapkan. Ia menghunuskan pedang saat Yesus hendak ditangkap, seakan-akan hal itu adalah tindakan yang tepat dan hebat. Mungkin ia berpikir itulah saatnya membuktikan diri bahwa ia rela mati bagi Sang Guru. Sayang, ia keliru. Ia mengikuti Yesus saat Ia ditangkap. Namun alih-alih menemani dan memberi pembelaan, ia menyangkal Yesus.

Kegagalan Petrus dalam mempergunakan kesempatan hidupnya terjadi karena ia tidak siap dengan konsekuensi atas ucapannya sendiri. Ia terlalu percaya diri, namun takut pada penderitaan. Ia tidak memegang komitmen karena tidak memahami misi Yesus. Ia berharap Yesus tampil sebagai pahlawan menurut alur pikirannya. Karena itu peristiwa penangkapan Yesus membuatnya tergagap. Beruntung Petrus mempergunakan kesempatan berikutnya sebagai titik balik. Ia bertobat dan menjalani hidup benar sebagai saksi Kristus.

Haruskah kita menyalahgunakan kesempatan sebelum bertobat pada akhirnya? Bagaimana jika tidak ada kesempatan lagi? Terlebih mengingat hidup kita hanya satu kali dan waktu tidak akan pernah terulang. Jika kesempatan telah berlalu, menyesal pun tiada guna. Menangis, meratap, bersedih dan mengutuki diri sendiri pun tidak akan membuat keadaan berbalik. Daripada menunda lebih baik segera berbalik kepada-Nya.
   
GUNAKAN KESEMPATAN KETIKA IA NAMPAK DI HADAPANMU, KARENA IA DATANG BAGAI AWAN BERLALU.

Bacaan Alkitab Setahun: 
http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+23-25
Mobile: 
http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+23-25

Sabtu, 17 Agustus 2019

Renungan: Minggu, 18 Agustus 2019 - JANJI PENJARA


Bacaan : Kejadian 40:1-23
Setahun: Yeremia 15-18
Nats: "Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini." (Kejadian 40:14)

Renungan:

JANJI PENJARA

Berdasarkan pengalaman belasan tahun melayani di Lembaga Pemasyarakatan, seorang teman memperkenalkan istilah "Janji Penjara", yaitu janji yang diucapkan menjelang bebasnya seseorang kepada rekan-rekannya yang masih menjalani masa hukuman. Nyatanya, sering kali janji itu dilupakan alias tidak ditepati.

Yusuf adalah salah satu tahanan yang mengecap pahitnya "janji penjara". Fakta bahwa ia dipercaya untuk mengurus semua tahanan (Kej. 39:22) menunjukkan bahwa ia adalah orang yang dipercayai, termasuk melayani tahanan khusus raja. Ia juga dikaruniai pengertian untuk mengartikan mimpi. Itu digunakannya untuk menolong orang lain. Ketika sang juru minuman dibebaskan dan kembali menjabat di istana, Yusuf berpesan agar kasusnya disampaikan kepada Firaun. Ia ingin agar juru minuman itu mengingat jasanya dan menolongnya. Namun yang terjadi ialah, Yusuf dilupakan (ay. 23).

Dalam perjalanan hidupnya yang penuh liku dan luka, Yusuf dikecewakan oleh banyak orang: dijual saudara sendiri, difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara, serta dilupakan orang yang ditolongnya. Ia belajar bahwa berharap pada manusia hanya akan berbuah kecewa. Maka ia pun berharap hanya kepada Allah. Dua tahun kemudian (Kej. 41:1), ia menjadi penguasa di Mesir, bertemu dengan keluarganya dan mengampuni mereka. Ia menyimpulkan bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya (Kej. 50:20, bdk. Rm. 8:28). Dan Dia tidak pernah menawarkan "janji penjara".
   
MENARUH HARAP PADA MANUSIA SERING KALI BERBUAH KECEWA, KARENANYA MARI BERPAUT KUAT KEPADA ALLAH YANG TEPERCAYA.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+15-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+15-18

Jumat, 16 Agustus 2019

Renungan : Sabtu, 17 Agustus 2019 - UBI AMOR, IBI OCULUS


Bacaan : 1 Samuel 10:17-27
Setahun: Yeremia 11-14
Nats: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Aku telah menuntun orang Israel keluar dari Mesir dan telah melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan segala kerajaan yang menindas kamu." (1 Samuel 10:18)

Renungan:

UBI AMOR, IBI OCULUS

Seorang teolog dari Skotlandia yang meninggal di Paris pada tahun 1173, Richard of St. Victor, pernah mengatakan demikian, "Ubi amor, ibi oculus." Secara terjemahan bebas, rangkaian kata-kata indah itu berarti, "Di mana ada cinta, di situ ada mata." Cinta menyajikan kebenaran yang paling benar. Namun cinta seperti itu kini nyaris hilang di banyak tempat di dunia ini. Cinta memudar, yang tampak adalah nafsu angkara murka, kebencian antarmanusia. Orang dengan mudah menghilangkan kehidupan manusia lain.

Padahal betapa besarnya kasih setia Allah, yang walaupun telah ditolak oleh umat-Nya sendiri, tetap menunjukkan kasih setia kepada umat-Nya itu. Allah adalah Tuhan yang telah mengeluarkan bangsa Israel dari kesusahan besar, perbudakan di Mesir selama ratusan tahun. Namun walau Allah telah melakukan semua karya besar itu, bangsa Israel justru tidak ingin bergaul erat dengan Allah. Meski demikian, Allah bukanlah Allah yang pasif ketika ditolak manusia, Dia adalah Allah yang berdaulat, yang di dalam kedaulatan-Nya dapat memakai penolakan bangsa Israel sebagai cara untuk menunjukkan kasih setia-Nya yang kudus dan tak bercela.

Tanpa sadar kita pun sering kali menolak Allah. Mungkin kita tidak menolak secara keseluruhan Pribadi Allah, tetapi kita menolak rencana-rencana-Nya bagi hidup kita. Rencana Allah adalah menyelamatkan umat manusia berdosa dari hukuman maut. Kasih setia Allah seharusnya menjadikan diri kita semakin rendah hati dan taat kepada-Nya. Kita adalah duta kasih Allah di bumi ini. Kasih itu memanusiakan manusia.
   
KALAU MANUSIA KEHILANGAN KASIH ILAHI, MAKA HILANG PULALAH KEMANUSIAANNYA.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+11-14
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+11-14

Kamis, 15 Agustus 2019

Renungan: Jumat, 16 Agustus 2019 - DASAR KEBIJAKSANAAN


Bacaan : 1 Raja-raja 3:9
Setahun: Yeremia 7-10
Nats: "Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" (1 Raja-raja 3:9)

Renungan:

DASAR KEBIJAKSANAAN

Jabatan pemimpin sering kali dipandang sebagai pengatur segala hal, karena jabatan tersebut memberikan kekuasaan yang besar. Kesalahan dalam memahami arti pemimpin ini justru menghilangkan arti tanggung jawab, yang pada akhirnya tidak dapat membangun apa pun. Padahal sebenarnya, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan. Dia melayani, supaya dapat membangun kehidupan yang dipimpinnya.

Demikian juga yang menjadi sikap Salomo ketika menjadi raja atas Israel. Sekalipun menjadi raja, Salomo tetap memandang dirinya sebagai hamba di hadapan Allah. Dengan rendah hati Salomo mengakui keterbatasannya sebagai manusia, sehingga Salomo mengakui bahwa tidak ada satu orang pun yang pantas menghakimi umat-Nya. Atas hal itulah, maka Salomo memohon kepada Allah untuk diberikan hati yang bijaksana. Permohonan Salomo ini menunjukkan ketulusan dan kesungguhan hatinya untuk melaksanakan tanggung jawabnya memimpin bangsa Israel, bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan. Karena kehidupan pelayanan tidak akan terbangun tanpa kebijaksanaan. Dengan ketulusannya untuk melayani tersebut, Salomo juga menunjukkan bahwa kebijaksanaan terletak pada hati yang mau merendah untuk melayani.

Setiap manusia memiliki tanggung jawab. Oleh karena itu, tanggung jawab tersebut haruslah kita emban dengan sikap bijaksana. Salomo menunjukkan, bahwa kebijaksanaan hanya bisa dilakukan dengan kerendahan hati untuk melayani. Supaya dengan demikian, kita dapat membangun kehidupan yang baik.
   
KERENDAHAN HATI ADALAH DASAR DARI KEBIJAKSANAAN.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+7-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+7-10

Rabu, 14 Agustus 2019

Arti ketaatan yg telah diteladankan


Arti ketaatan yg telah diteladankan para nabi...

⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

🐏 ABRAHAM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🎋Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

💝Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap
yang Terbaik...
💝Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !
💝SERINGKALI Tuhan Berkehendak didetik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝Jangan kita berkecil hati saat sepertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Tuhan mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita   tidak suka...💝Allah memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan...!

💝Lakukan bagianmu saja, dan biarkan
Allah akan mengerjakan bagianNYA...

Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih berkatNya
Melayani lebih sungguh
Amiin..

Renungan: Kamis, 15 Agustus 2019


Bacaan : 2 Samuel 20:1-22
Setahun: Yeremia 4-6
Nats: Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: "Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!" (2 Samuel 20:1)

Renungan:

KEPELBAGAIAN YANG DISATUKAN

Kemajuan teknologi kalau tidak bisa dimanfaatkan dengan bijak sungguh berbahaya. Seperti kemajuan alat komunikasi yang bisa memperpendek jarak antarmanusia, akan tetapi juga bisa merusak hubungan pertemanan. Saat ini banyak kasus yang ditangani kepolisian tentang pelanggaran Undang-Undang ITE. Banyak ujaran kebencian di media sosial yang sudah sangat berbahaya karena masuk ke masalah SARA, kalau dibiarkan berlanjut akan mengancam persatuan bangsa.

Setelah kesatuan bangsa Israel hampir porak poranda oleh pemberontakan Absalom, ternyata kesatuan yang diharapkan pulih itu dirongrong oleh Seba bin Bikri. Seba mengadakan pemufakatan jahat untuk menjatuhkan kerajaan Daud. Ia menghasut para pemimpin suku Israel utara untuk memusuhi Daud, sehingga ada perselisihan antara wilayah utara dan selatan. Kasus Seba ini seperti mengulang kasus Absalom, yang juga menggunakan pengaruhnya untuk memecah bangsa itu. Di mata Daud, bahkan kasus Seba ini lebih berbahaya. Daud merasa perlu untuk menyingkirkan para penghasut karena dapat menghancurkan dan meruntuhkan negara.

Perpecahan adalah hal yang sangat membahayakan. Negeri ini dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu semboyan negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Kepelbagaian yang disatukan. Indah sebetulnya, kalau keberagaman ini dirawat dengan baik. Satu-satunya sarana untuk merawatnya adalah cinta kasih. Walau kita berbeda, tetapi jika hubungan antar kita dilandasi dengan cinta kasih maka perbedaan akan saling melengkapi bukan menghancurkan.
   
PERSATUAN DAN KESATUAN DI TENGAH KEPELBAGAIAN DAPAT MENCIPTAKAN KEKUATAN SUATU NEGARA.

Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Samuel+20:1-22

2 Samuel 20:1-22

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+4-6

Uji Kesetiaan


Seorang Suami Hendak Melalukan Hubungan Intim Dengan Istri nya, Namun Istrinya Ternyata Telah…

Pria ini berpikir bisa selalu memeluk erat seorang wanita yang dia nikahi dan yang pernah memberi kebahagian dalam hidupnya.

Dia pernah bersumpah untuk selalu membuat istrinya bahagia seumur hidupnya.

seiring berjalannya waktu, pria bernama Chang yang dulu statusnya hanya seorang buruh.

Kini telah menjadi kepala bagian, lalu membuat perusahaan konstruksi sendiri.

Sekarang perusahaannya semakin besar dan terkenal, godaan terhadap dirinya pun semakin banyak.

Malam itu, dia membalikkan badan istrinya, hanya sekedar ingin berhubungan suami istri.

Namun dia menyadari, kini istrinya semakin menua, tubuh yang langsing kini sudah berisi, kulitnya pun tidak halus lagi.

Jika dibandingkan dengan sejumlah wanita cantik di sekelilingnya, dia hanyalah seorang wanita desa yang kusam, keberadaan istrinya mengingatkannya pada masa lalu yang sederhana.

Dia berpikir, pernikahan ini sudah mencapai titik akhirnya.

Dia menyetorkan uang sebesar satu juta yuan ke rekening istrinya, agar istrinya dapat membeli rumah yang nyaman di pusat kota.

Dia bukanlah pria yang tak berperasaan, tidak mengatur kehidupan istrinya selanjutnya, dia merasa kurang tenang.

Akhirnya dia pun meminta untuk bercerai.

Istrinya duduk di hadapannya, dengan tenang mendengar alasan perceraiannya, mata istrinya pun terlihat tenang.

Namun mereka telah menikah 20 tahun, dia tahu betul semua tentang isrinya, dia tau bahwa tatapan tenang istrinya, sebenarnya menyimpan rasa perih yang teramat dalam di dalam hati.

Dia tiba-tiba menyadari bahwa dia sangat kejam.

Hari yang telah ditentukan untuk berpisah pun tiba.

Hari itu sesuatu terjadi pada perusahaannya, ia menyuruh istrinya agar menunggu di rumah sebentar.

Saat siang hari, ia akan kembali membantu istrinya pindahan.

Pindah ke rumah baru yang telah dibelinya itu, dan 20 tahun pernikahan mereka berakhir sampai disini.

Sepanjang pagi, hatinya sangat gelisah.

Begitu siang tiba, ia segera kembali ke rumah. Namun rumah sudah sepi, istrinya telah pergi.

Di atas meja ia mendapati, kunci rumah yang ia belikan untuk istri, buku tabungan yang nilainya satu juta, dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya untuk dia.

Ini adalah surat pertama yang ditulis oleh istrinya untuk dia:

“Aku sudah pergi, kembali ke rumah orangtua di kampung ku.

Semua selimut sudah aku cuci, dan juga sudah dijemur, aku menaruhnya di rak sebelah kiri, saat musim dingin tiba, jangan lupa mengeluarkannya.

Semua sepatu kulit sudah ku semir, jika robek kamu bisa pergi ke toko sol sepatu dekat rumah.

Kemeja di lemari bagian atas, kaos kaki dan tali pinggang di laci bawah.

Saat beli beras, ingat beli merek Jin Xiang, pergilah ke supermarket, di sana tidak akan ada merek yang palsu.

Xiao Sun setiap minggu akan datang untuk bersih-bersih, jangan lupa berikan gaji dia setiap akhir bulan.

Oh ya, jika ada baju yang sudah tak terpakai, berikanlah pada Xiao Sun, dia akan mengirimkannya ke kampung, keluarga mereka akan sangat senang.

Setelah aku pergi, jangan lupa minum obat, lambung mu kurang sehat, saya sudah menyuruh orang membelikan mu obat lambung dari Hong Kong, seharusnya cukup untuk setengah tahun.

Dan lagi, kamu selalu lupa membawa kunci saat keluar rumah, aku sudah menitipkannya pada resepsionis, jika kamu lupa lagi, ambilah di sana.

Saat pagi, jangan lupa tutup jendela sebelum keluar rumah, air hujan yang masuk akan membahasi lantai.

Aku sudah membuatkan pangsit untuk mu, saat pulang, masaklah itu.”

Setiap huruf yang ditulis istrinya sangat tidak rapi. Namun setiap katanya bagaikan peluru yang menusuk ke dada secara bertubi-bertubi.

Dia perlahan menuju dapur, memasak pangsit yang sudah disiapkan.

Dia tiba-tiba berpikir akan 20 tahun yang lalu, dia berdiri di antara tumpukan tiang dan menjadi buruh semen.

Tidak jauh dari tumpukan tiang tersebut ada suara yang berteriak memanggil namanya sambil membawakan pangsit, mengingatkannya akan suara yang membawakan kebahagiaan itu; mengingatkannya akan rasa puas setelah memakan pangsit itu.

Seakan baru saja melewati sebuah pesta; mengingatkannya akan masa dimana ia mengucapkan sumpah, “aku akan membuat wanita ku bahagia.”

Dia berbalik menuruni tangga dan segera masuk ke mobil.

setengah jam, ia sampai ke stasiun kereta dan mendapatkan istrinya hendak masuk ke kereta menuju kampungnya.

Dengan nada yang tinggi ia berkata, “Kamu mau kemana?! Aku begitu lelah kerja setengah hari ini, dan tidak ada nasi di rumah, istri macam apa kamu? Keterlaluan, cepat ikut aku pulang!”

Dia terlihat sangat galak dan kasar (kompensasi dr penyesakannya)

Istrinya pun dengan mata yang basah, mengikutinya dari belakang dan ikut pulang ke rumah.

Perlahan-lahan, air mata istrinya menjadi bunga mekar.

Istrinya tidak tahu, suaminya yang berjalan di depan juga sedang menangis.

Saat perjalanan dari rumah menuju stasiun kereta, ia sangat ketakutan, takut juga tidak menemukan istrinya lagi, takut kehilangan istrinya.

Dia memarahi diri sendiri, begitu bodoh, hendak mengusir istri sendiri, ternyata kehilangan istrinya, seperti kehilangan tulang rusuk, begitu sakit. Pengalaman ini, membuat hubungan mereka semakin erat setiap harinya.

Sayangilah istri anda karena kehilangan seorang istri yang baik hatinya sama saja seperti kehilangan tulang rusuk. Istri yang baik akan menemani engkau hingga engkau sukses dan kaya raya. Namun setelah engkau kaya raya, janganlah engkau berpaling dari mereka dan menggangap mereka tidak lagi berguna.

Learning :

“kesetiaan seorang wanita diuji ketika sang pria tidak mempunyai apa-apa, dan kesetian seorang pria diuji ketika ia telah mempunyai segalanya"

Renungan: Rabu, 14 Agustus 2019 - Hidup yang Berdampak

Bacaan   : Markus 2:1-12
Setahun : Yeremia 1-3
Nas       : Orang itu pun bangun, segera mengangkat tikarnya dan pergi ke luar dari hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, "Yang begini belum pernah kita lihat." (Markus 2:12)

Hidup yang Berdampak

Di mana pun Yesus berada, Ia selalu membawa perubahan. Kehadiran-Nya bukan sekadar kehadiran secara fisik, tetapi Ia membawa berita dan kehendak Allah. Ia membawa kata-kata Allah yang kemudian diwujudkan dalam perbuatan-Nya. Yesus tidak pernah menolak kehadiran orang-orang yang sangat membutuhkan-Nya.

Di mana pun Yesus berada, Ia selalu membawa berita tentang pengampunan dosa dan menyampaikan firman kebenaran yang berasal dari Bapa-Nya kepada banyak orang (ay. 2-7). Tujuan kehadiran Yesus memang semata-mata melakukan kehendak Bapa-Nya untuk mencari orang-orang berdosa untuk diselamatkan. Sebaliknya, orang-orang pun datang kepada Yesus karena ingin mendengar kebenaran dan menyaksikan perbuatan-perbuatan Yesus yang dahsyat yang berbeda dengan guru-guru lain yang pernah ada. Kehadiran-Nya menyatakan kehadiran Allah.

Kini, menyelesaikan pekerjaan Allah di dunia ini menjadi tanggung jawab kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan-Nya. Tujuan hidup Kristus menjadi tujuan hidup kita di dunia ini. Di mana pun kita hadir, seharusnya kehadiran kita menghasilkan perubahan-perubahan yang baik. Dari perkataan kita, cara pandang kita, dan cara kita melayani sesama, mereka pun dapat merasakan kehadiran Allah. Jika kita tahu melakukan apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita, maka orang-orang di sekitar kita pasti akan menikmati kehadiran Allah dalam hidup mereka. Sudahkah kehadiran kita memberikan dampak perubahan yang baik bagi orang-orang di sekitar kita?

DEMIKIANLAH KITA MEMENUHI PANGGILAN KRISTUS:
KEHIDUPAN YANG MEMBERI DAMPAK YANG BAIK BAGI SETIAP ORANG.

Rabu, 10 Juli 2019

Jaminan dari Yesus Kristus

Yohanes 6:16-21

Pertolongan Yesus kepada para murid yang dilanda badai, mengajarkan kita satu pesan yang luar biasa. Satu kebenaran bahwa Yesus memberikan jaminan yang pasti untuk menolong kita melewati badai kehidupan.Apa jaminan yang diberikan oleh Yesus untuk menolong kita melewati badai kehidupan? 

Ada tiga jaminan yang diberikan oleh Yesus kepada kita:

1. Yesus memberikan jaminan bahwa badai itu terjadi sesuai kehendak-Nya (Yohanes 6:15). 
Apa alasan Yesus memerintahkan para muridnya untuk menyebrang lebih dahulu ke danau Galilea? Apakah Yesus tidak tahu jika ditengah-tengah perjalanan para murid akan terkena badai? Tentu saja Yesus pasti tahu. Kita dapat melihat alasannya di ayat yang ke 15. Setelah Yesus melakukan mujizat dengan memberi makan 5000 orang. Orang banyak yang melihat mujizat itu mengharapkan Yesus menjadi raja atas mereka. Mereka menghendaki Yesus menjadi pemimpin yang akan membebaskan bangsa Israel dari kelaparan dan penjajahan romawi. Akan tetapi kehendak manusia bukanlah kehendak Yesus. Tuhan Yesus memiliki Tujuan yang lebih besar dari pada kehendak manusia. Apa yang baik bagi manusia belum tentu baik bagi Tuhan.  

Aplikasi: 
kehendak Tuhan tidak selalu baik menurut kita. Sering kali kita berpikir bahwa hidup didalam kehendak Tuhan adalah sesuatu yang baik, bahagia, dan menyenangkan bagi kita. Belum tentu saudara-saudara. hal yang baik sekalipun belum tentu adalah kehendak Tuhan. justru hal baik sering buat kita jauh dari Tuhan. ketika kita mengalami kelimpahan, diberkati dan aman-aman saja. Justru buat kita jauh darinya, seolah-olah kita tidak membutuhkan Tuhan lagi.

Ilustrasi: 
Contohnya Yusuf. Ketika ia berjalan mengikuti kehendak Tuhan. kehidupannya tidak berjalan dengan baik. Tuhan telah menjanjikan bahwa Yusuf akan menjadi pemimpin besar. Namun pada kenyataannya kehidupannya tidak berjalan dengan baik-baik saja.
Kehendak Tuhan bisa saja suatu keadaan yang tidak baik atau tidak menyenangkan bagi kita. Tetapi kehendak Tuhan yang sejati akan selalu membawa kehidupan kita pada proses pendewasaan iman. Dalam segala keadaan dan situasi. entah itu baik, entah itu buruk. dijinkan Tuhan terjadi, agar kita semakin mendekat kepada Tuhan dan mengantungkan hidup kepada-Nya. Inilah sumber kekuatan kita ketika badai itu melanda hidup kita. tetaplah percaya semua yang terjadi berada dalam kendali dan kuasa Tuhan dengan tujuan mendewasakan iman kita.

2. Yesus memberikan jaminan bahwa ia berkuasa atas badai itu. 
Pada saat murid-murid Yesus ketakutan. Kapal mereka dilanda badai yang hebat. Yesus tiba-tiba muncul ditengah badai dengan berjalan diatas air. Mengapa Yesus berjalan diatas air? Yesus berjalan diatas air untuk menunjukan dirinya bahwa ia berkuasa atas alam semesta.

Aplikasi: 
Apa yang menjadi ketakutan kita sekarang? 
pada saat badai itu melanda kehidupan kita. Apakah ketidakpastian mengenai kehidupan? kekuatiran kita? Apakah kelemahan? Apakah ketakutan kita dengan permasalahan ekonomi? Apakah sakit penyakit?. Tuhan Yesus berkuasa atas semua itu. Ia mampu berdiri diatas badai kehidupan kita. Ialah yang memegang kendali atasnya. Walaupun kita terkadang tidak melihat bukti apapun juga akan kekuasaannya bagi kita. Sesungguhnya Yesus sedang berjalan diatas badai hidup kita. Tanpa kita duga, Yesus sedang menghampiri kita melalui segala persoalan yang kita hadapi. Percayalah ada Yesus disetiap persoalan kita. badai hidup yang kita alami akan membuat kita melihat dengan jelas, akan kuasanya yang terus bekerja bagi kita. 

3. Yesus memberikan jaminan bahwa pertolongannya tidak pernah terlambat. 
Yesus datang tepat waktu. Ia tidak membiarkan para murid dan kapal yang mereka naiki tenggelam. Pada saat badai  mulai mengganas, Yesus muncul dihadapan mereka dan membuat badai itu reda. Yesus tidak pernah terlambat menolong mereka.

Aplikasi: 
Yesus tidak akan pernah terlambat menolong kita. Ia tidak akan menunggu hingga kita benar-benar terpuruk. Selama kita terus bergantung kepadanya. Yesus pasti menolong kita.Tetapi harus kita ketahui, walaupun kita sering kali diperhadapkan dengan keadaan yang sepertinya Tuhan tidak menolong kita. itu sesungguhnya merupakan ujian yang harus kita hadapi. Sama seperti murid yang menghadapi ujian. Jika murid ujian pasti guru diam saja. Demikian juga dengan kita. ketika kita menghadapi ujian melalui persoalan kita, terkadang Yesus diam. Ia menginginkan kita menyelesaikan ujian itu agar kita bisa semakin dewasa didalam Tuhan.
Ada tokoh terkenal dalam sejarah gereja bernama Mathew Henry. Suatu kali dalam perjalanan pulang kerumah dompetnya kecopetan. Setelah ia kecopetan, ia menulis dalam buku catatannya seperti ini. 
Pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan karena belum pernah dirampok. 
Kedua, saya mengucap syukur kepada tuhan sebab perampok itu hanya mengambil dompetku, bukan nyawa ku. 
Ketiga, saya bersyukur kepada Tuhan sebab sekalipun perampok itu mengambil semuanya, tetapi tidak banyak isinya. 
Keempat, saya bersyukur kepada tuhan, sebab saya dirampok bukan merampok.

Kesimpulan: 
Mathew Henry tetap dapat mengucap syukur meskipun mengalami keadaan yang buruk. Ia tetap dapat melihat bahwa Tuhan baik dalam kehidupannya. Demikian juga dengan kita. Walaupun badai itu datang dengan hebatnya. Marilah kita tetap mengucap syukur bahwa tuhan selalu melakukan apa yang baik bagi kita.  percayalah bahwa Yesus memberi jaminan yang pasti untuk menolong kita.

Selasa, 09 Juli 2019

Tahan Banting


Di sebuah toko keramik, seorg ibu muda hendak membeli sebuah guci besar bermotifkan bunga mawar. Kata penjualnya, guci tersebut peninggalan zaman Dinasti Ming, China yang hidup sekian abad silam. Namun, ibu itu tdk langsung membelinya. Ia masih ragu, dan karenanya ia meneliti kondisi guci itu, jangan-jangan ada yg retak atau malah palsu.

"Apakah guci ini kuat?" Tanyanya. "Oh, tentu, ibu. Guci ini dibuat dgn proses yg sangat matang, buktinya sejak berabad-abad lampau sampai sekarang masih seperti ini," jelas penjualnya. Ibu itu bertanya lagi,"Bagaimana caranya agar saya benar-benar percaya bahwa guci besar ini sangat kuat, sehingga saya mau membelinya."

Tanpa basa basi, sang penjual lansung membanting guci tsb persis di depan ibu itu. Benar, guci itu tidak pecah. Akhirnya ibu itu membeli guci besar yg tahan banting itu.

Apakah Anda seperti guci besar itu? Apakah Anda termasuk org yg tahan banting? Tahan banting adalah julukan bagi org yg bermental kuat dalam menghadapi tantangan dan ujian kehidupan. Ia tak goyah terhadap kritik, caci maki, hujatan, dan tidak pula mabuk kepayang karena pujian.

Mayoritas org yg sukses dlm karier dan hidup adalah org-org yg tahan banting. Begitu byk rintangan dan cobaan yg mereka alami, tetapi mereka tetap bertahan utk mewujudkan keinginan atau cita-cita mereka.

*Marilah kita menjadi org yg tahan banting, sehingga kesuksesan pun kita dapatkan.......*

ALLAH MENDENGARKAN

☝🏻*_Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya._* ~ Mazmur 139:15-16.

🔎 Bacaan: Mazmur 139

👉🏻 NATS: *_Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan._* (Mazmur 139:4)

🔊 Ketika teolog Skotlandia John Baillie mengajar di Edinburgh University, ia memiliki kebiasaan untuk selalu membuka kelas mata kuliah mengenai doktrin Allah dengan pernyataan berikut: "Yang perlu diingat saat kita berdiskusi tentang Allah adalah bahwa kita tidak mungkin membicarakan-Nya tanpa menyadari kenyataan bahwa Dia mendengarkan setiap perkataan yang kita ucapkan. Kita mungkin dapat membicarakan orang lain di balik punggung mereka, tetapi Allah ada di mana-mana. Sungguh, Dia bahkan ada di dalam ruang kelas ini. Oleh sebab itu, dalam setiap pembahasan kita harus menyadari hadirat-Nya yang tak terbatas, dan membicarakan-Nya seolah-olah kita berbicara tepat di hadapan-Nya."

Pengetahuan bahwa Tuhan ada di mana-mana seharusnya berdampak pada perkataan kita. Karena menyadari kemahahadiran Allah, Daud mengungkapkan, "Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan" (Mazmur 139:4).
Kebohongan, gosip, teguran kasar, lelucon tidak senonoh, kata-kata penuh kemarahan, komentar yang tidak sopan, dan penyebutan nama Tuhan dengan tidak hormat, seharusnya tidak pernah keluar dari mulut kita. Sebaliknya, kita seharusnya membicarakan hal-hal yang disukai Allah. Keinginan kita seharusnya serupa dengan keinginan Daud yang disampaikan melalui doanya dalam Mazmur 19, "Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya Tuhan, gunung batuku dan penebusku" (ayat 15).

Ingat, Allah sedang mendengarkan --Richard De Haan ⚘

☝🏻 SETIAP PERKATAAN YANG KITA UCAPKAN DI BUMI
AKAN TERDENGAR DI SURGA 😇

✍ Kemahatahuan _(omniscience)_ adalah salah satu atribut Allah. Tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Dia. Allah mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi, bahkan hal-hal yang belum terjadi pun diketahui oleh Dia. _Alkitab berkata bahwa Allah menyelidiki hati kita dan menguji batin kita_ (Yeremia 17:10). Itu berarti setiap perkataan yang belum diucapkan pun diketahui oleh Dia. Itulah sebabnya kita diperingatkan agar selalu menjaga hati kita masing-masing dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23).

👉 *TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. _Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN._ Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.* (Mazmur 139:1-6).

_Hiduplah dalam kegentaran akan Tuhan karena Dia mengetahui segala isi hati dan pikiran kita._

Blessings!🙏

🕊 *_To God only be all the glory!_* ❤

*MILIKILAH CARA PIKIR YANG DEWASA*



1 Petrus 4 : 1 berkata : “ Jadi , karena Kristus telah menderita penderitaan badani , kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian , karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani , ia telah berhenti berbuat dosa .”

Kedewasaan rohani seseorang tidak ditentukan dari faktor usia . 

Ada banyak yang masih muda tapi sudah dewasa rohaninya . 

Tetapi tidak sedikit orang yang sudah tua tapi tidak dewasa rohani alias masih kekanak-kanakan .

Kedewasaan berbicara tentang cara kita berpikir , mengambil keputusan , menyikapi masalah atau peristiwa yang terjadi , dan memperlakukan diri sendiri dan juga orang lain . 

Alkitab menyatakan bahwa pada saat Kristus datang kembali untuk yang ke-2 kalinya Ia akan datang sebagai pengantin laki-laki sorgawi yang akan menjemput mempelai wanita-Nya . 

Mempelai wanita ini berbicara mengenai gereja-Nya yang sudah dewasa , bukan kanak-kanak . 

Karena itu biarlah kita memiliki sikap seperti rasul Paulus ini .

1 Korintus 13 : 11 berkata : “ Ketika aku kanak-kanak , aku berkata-kata seperti kanak-kanak , aku merasa seperti kanak-kanak , aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa , aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu ." 

Contoh ketidakdewasaan adalah ketika sedang menghadapi penderitaan atau masalah seringkali kita mengeluh , bersungut-sungut , mengomel dan menyalahkan Tuhan .

Firman Tuhan hari ini memeringatkan , bahwa ketika menghadapi penderitaan janganlah berpikir negatif dulu , tetapi kita harus mengubah cara berpikir kita bahwa penderitaan adalah cara Tuhan mendewasakan kita , sebagai batu loncatan untuk kita lebih dekat kepada Tuhan dan menjauh dari dosa . 

Penderitaan mengajar kita untuk lebih mengandalkan Tuhan dan tidak berpaut pada kekuatan diri sendiri .

Kedewasaan rohani seseorang bukan dilihat dari seberapa rajin ia berdoa , seberapa rajin beribadah atau ikut pelayanan , tetapi juga kesanggupannya menghadapi penderitaan sebagai proses dari Tuhan .   

Buang semua pikiran negatif yang ada , berhentilah mengeluh dan bersungut-sungut , tetaplah bertekun , sabar dan selalu tabah menjalani proses Tuhan .

1 Korintus 14 : 20 berkata : “ Saudara-saudara , janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu . Jadilah anak-anak dalam kejahatan , tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu ! .”


*_Kasih itu....... Sabar_*



*Yeremia 29:11*
*_“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”_*  Haleluya...

_Jika ada yang mengatakan bahwa hidupmu penuh kutuk, jangan percaya ! Mungkin setiap hari qta akan menemui kekecewaan, usaha qta juga mengalami kegagalan atau qta mengalami luka hati yang berujung kepahitan dan hal itu membuat terus bersedih._

_Semua kejadian yang membuat hati tidak nyaman bukanlah takdir qta. Qta tidak pernah ditakdirkan untuk menjalani hidup dengan penuh duka. Qta diciptakan dengan kasih dan hidup qta haruslah memancarkan kasih._

_Kasih itu selalu bersabar dalam menghadapi orang-orang yang mengecewakan. Kasih itu selalu bisa mengampuni orang-orang yang membuat qta sakit hati. Kasih itu melepaskan pengampunan dan bukan menyimpan kepahitan._

_Dan Tuhan juga selalu meletakkan tangan-Nya di bawah kaki qta, agar pada saat qta terantuk kegagalan, qta tidak terjatuh hingga tergeletak. Tuhan akan menopang, memberi kekuatan untuk mencobanya kembali._

*_”Takdir qta adalah hari depan yang penuh harapan. Selama hidup beserta dengan Yesus, masa depan qta akan selalu indah. Mungkin qta akan gagal berkali-kali, tapi Tuhan tidak akan membiarkan qta mengalaminya seumur hidup. Ketika dirasa-Nya qta sudah cukup belajar dari kegagalan qta, Tuhan akan membuat qta berhasil. Ia akan menjadikan qta sukses.”_*  *Amin*


Minggu, 07 Juli 2019

DOA PAGI


Shalom . . . Merupakan suatu kehormatan bagi G2M yang dipercayakan Tuhan untuk mengembalakan Jemaat dan Pelayan yang adalah milik Kristus, yang militan dan siap bayar harga untuk pagi-pagi benar datang bersekutu dan mencari wajah Tuhan di Doa Pagi. Selamat Berjuang . . . !

Definisi Doa Pagi
Doa pagi adalah salah satu sarana yang di sediakan oleh G2M bagi jemaat Tuhan untuk dapat datang dan Berdoa, Memuji dan Menyembah Tuhan dalam keintiman (saat teduh) secara bersama-sama dan menerima pengajaran Firman Tuhan.

Makna Dari Doa Pagi
Mengikuti teladan dan karakter dari Tuhan Yesus.
Markus 1 : 35 - "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana."
Ayub 7 : 17 - 18 - "Apakah gerangan manusia, sehingga dia kuanggap agung, dan Kau perhatikan, dan Kau datangi setiap pagi, dan Kau uji setiap saat?"

Keuntungan dari mengikuti Doa Pagi
Doa dan seruan kita didengar oleh Tuhan.
Mazmur 5 : 4 - "TUHAN, pada waktu pagi engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu."
Kita diberi kepekaan rohani untuk mendengar suara Tuhan.
Yesaya 50 : 4b - "Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid."

Penghalang-penghalang untuk datang ke Doa Pagi
Keinginan "daging" kita.
Roma 8 : 13 - "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu/daging kamu akan hidup."
Kemalasan.
Amsal 6 : 10 - " Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring."

Solusi untuk mengalahkan penghalang
1 Korintus 9 : 27a - "Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya."

Tips Mengalahkan Penghalang :
1. Buat Komitmen untuk datang ke Doa Pagi
2. Atur Alarm Anda
3. INGAT tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan
Kita harus melatih tubuh kita dan menguasainya agar kita bisa mengalahkan kedagingan kita, sehingga kita dapat mengikuti teladan dan karakter Tuhan Yesus, untuk mencapai Tujuan hidup kita.


Tuhan memberkati

DEWASA atau ANAK-ANAK ???

1 Korintus 13:11  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Orang DEWASA itu MELAYANI, Anak-anak itu dilayani

Orang DEWASA itu MENGASIHI, Anak-anak itu mau dikasihi (Berharap dikasihi)

Orang DEWASA itu BERANI MEMIKUL BERTANGGUNG JAWAB, Anak-anak itu menghindari tanggung jawab

Apakah Sifat kita menunjukkan kita DEWASA atau Anak-anak ???

Setiap kita HARUS bertumbuh menjadi DEWASA, bukan tetap mau menjadi anak kecil

Kita selidiki diri kita sendiri, apakah masih banyak sifat kita yg kekanak-kanakan ?

1. Anak kecil yg merengek minta sesuatu ?
Apakah kita ingin sesuatu kita SELALU memaksakan nya, jika tidak dapat maka kita marah, kesal bahkan kita merusak ini itu seperti anak kecil yg merengek ?

2. Anak kecil yang tidak sabaran ?
Apakah kita sering tidak sabaran menunggu sesuatu dan selalu maunya kita paling duluan dilayani dibandingkan orang lain, kalo kelamaan, maka keluarlah sifat anak2 kita yg ngak sabaran (Tidak belajar SABAR ?)

3. Anak kecil yg Egois
Apakah kita SELALU memfokuskan diri kita dalam semua hal, selalu mikir nya hanya dari diri kita sendiri aja, tidak memikirkan kepentingan orang lain ? Aku, diri ku, keinginan ku, kepentingan ku, aku, aku dan aku ?

4. Anak kecil yang maunya senang ngak mau susah
Apakah dalam hidup kita, kita hanya mau senangnya aja, kalo ada yg susah kita mengeluh, kita kesal, kita marah, tidak mau bertekun dan sungguh2 mau dibentuk TUHAN ? Orang yg DEWASA adalah orang yg sudah banyak mengalami PROSES kehidupan

5. Anak kecil yang tidak tahu kesulitan dan kesusahan orang tuanya
Apakah kita orang yang tidak PEDULI kesusahan/kesulitan Orang lain (istri/suaminya), kita fokus bermain aja seperti anak kecil, yg tidak berusaha membantu dan melihat kesusahan/kesulitan Orang tuanya (suami/istrinya)

6. Anak kecil yang tidak memikirkan masa depannya
Apakah kita seperti anak kecil yg tidak sungguh2 memikirkan dan berjuang utk masa depan kita (keluarga kita) ? Kita asik menikmati masa anak kecil aja, tanpa perencanaan masa depan dan kerja keras utk mewujubkannya ?

7. Anak kecil yg tahunya makan, minta dan senang-senang
Apakah kita orang yang cuma mau nya senang2 aja ? Tidak berpikir hidup itu HARUS Perjuangan, kerja keras dan pantang menyerah ?

Tanggung Jawab seorang yg DEWASA sangat berbeda dengan anak kecil, PIKIRAN seorang DEWASA juga sangat jauh dengan anak kecil, kita coba selidiki diri kita, apakah kita masih anak-anak atau sudah menjadi DEWASA ?

Proses kedewasaan memerlukan pengorbanan keegoisan, memerlukan belajar INTROPEKSI DIRI dan sungguh2 mau berubah dan bertobat yang SELALU disesuaikan dengan Firman Tuhan

Marilah kita mau menjadi DEWASA dan meninggalkan sifat kekanak-kanakan kita, belajar sungguh2  BERTANGGUNG JAWAB, belajar MENGASIHI, dan belajar tidak FOKUS pada diri sendiri saja.

Immanuel Tuhan beserta kita

PENYEMBAHAN : Penyerahan Diri

Roma 6 : 12 berkata : “ Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana , supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya ."  Bukanlah perkara mudah memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan .  Secara naluriah manusia lebih suka hidup bebas , tinggal dalam comfort zone , dan tidak berada di bawah kendali atau tekanan pihak luar mana pun .  Ketika mendengar kata  'menyerahkan diri'  kita pun memaknainya dengan konotasi negatif .  Terbayang dalam pikiran kita penjahat yang tertangkap aparat dan kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diadili .  Menyerahkan diri kita anggap kekalahan yang memalukan alias seperti pecundang .   'Menyerahkan diri'  yang dimaksud adalah wujud respons seseorang yang telah mengalami dan merasakan kasih Tuhan yang besar dalam hidupnya .  Ketika kita menyerahkan diri kepada Tuhan bukan berarti kita dalam kondisi pasrah secara pasif  ( karena sedang mengalami jalan buntu ) , tetapi berbicara tentang kerelaan kita mengorbankan seluruh hidup untuk dibentuk Tuhan dan mempercayai-Nya sebagai pemegang kendali hidup kita .  Jadi , percaya adalah unsur yang sangat diperlukan seseorang untuk berserah diri .  Hal ini akan semakin mudah apabila kita menyadari akan kasih Tuhan yang unconditional ( tanpa syarat )  itu , di mana ? Roma 5 : 8 berkata :   "...Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita , oleh karena Kristus telah mati untuk kita , ketika kita masih berdosa ."  Menyerahkan diri kepada Tuhan berbicara tentang harga yang harus kita bayar , yaitu bersedia menaati perintah-perintah-Nya , tunduk kepada kehendak-Nya dengan menyalibkan keinginan-keinginan tubuh alias menolak menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada dosa , melainkan mempersembahkannya kepada Tuhan untuk dipakai sebagai senjata kebenaran . Tuhan Yesus adalah teladan terbesar dan terutama dari penyerahan diri .  Dia menyerahkan diri secara penuh kepada Bapa dengan berkata ,  " Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin , biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku , tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki , melainkan seperti yang Engkau kehendaki ."  ( Matius 26 : 39) ) . Inilah penyembahan yang menyenangkan hati Bapa ! Harga sebuah penyembahan yang berkenan kepada Tuhan adalah sebuah penyerahan diri ! Selamat beraktivitas. Gbu

Kamis, 21 Februari 2019

ABRAHAM : OLD AND NEW COVENANT


Buku-buku yang ditulis dan kita baca mungkin hanya sampai menyentuh tatanan jiwa. Kita mungkin bisa terharu ketika membacanya. Namun satu-satunya buku yang mampu menyentuh sampai roh kita hanya Alkitab karena Alkitab adalah kebenaran yang tidak dapat ditandingi oleh apapun. Kebutuhan utama kita adalah Firman Tuhan. Apa dasar utama bahwa Firman Tuhan itu adalah “ya” dan “amin”? Bagaimana Alkitab datang pada kita? Pada awalnya pikiran Tuhan diwahyukan (disingkapkan) pada pikiran penulis, lalu si penulis menulis suratnya dalam bentuk gulungan-gulungan yang terpisah. Proses penulisan ini diinspirasi (dihembusi) oleh Roh Allah. Kemudian terjadi proses kanonisasi yang menghasilkan 66 kitab. Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Lalu kedua bahasa ini diterjemahkan ke bahasa Inggris, baru diterjemahkan ke banyak bahasa. Orang yang menyampaikan Firman Tuhan harus terlebih dahulu mengalaminya dalam kehidupan. Inilah proses bagaimana Alkitab bisa disampaikan/disajikan kepada kita. 

KITAB KEJADIAN
Empat peristiwa besar dalam Kejadian 1 - 11 :
1. Penciptaan (Kejadian 1 - 2),
2. Kejatuhan (Kejadian 3 - 5),
3. Air bah (Kejadian 6 - 9),
4. Bangsa-bangsa (Kejadian 10 - 11).

Kejadian 1-11 ini menceritakan tentang awal umat manusia (Eden ke Ur-Kasdim)

Empat tokoh penting Kejadian 12 - 50 :
1. Abraham (Kejadian 12 - 24),
2. Ishak (Kejadian 25 - 26),
3. Yakub (Kejadian 27 - 36),
4. Yusuf (Kejadian 37 - 50).

Kejadian 12 - 50 menceritakan tentang awal bangsa Yahudi (Ur-Kasdim ke Mesir)

Allah berjanji untuk menebus dan memberkati umatnya (Kejadian 3 : 15, Kejadian 12 : 3). 
Benih dari wanita (Kejadian 3 : 15),
Imam Melkisedek (Kejadian 14 : 18),
Penghinaan dan peninggian Yusuf (Kejadian 37 - 50).
Ketiga ayat ini menceritakan tentang Yesus.

Mengapa Allah memilih Abraham?
Karena Allah memiliki kedaulatan, walaupun ayahnya Terah adalah penyembah berhala. Allah hanya ingin memakai satu orang untuk menjadi tolak ukur.
Lewat Abraham : pintu gerbang pertama bagi kedatangan Mesias (Matius 1 : 1). Seluruh rincian rencana karya keselamatan dimulai dengan pemanggilan Abraham (Kejadian 12). Abraham adalah benih umat segala bangsa di dunia rohaniah (umat yang hidup dari iman) – Kejadian 22 : 18; Ibrani 11 : 12; Galatia 3 : 6 - 9

Empat jenis berkat Abraham :
1. Personal (Kejadian 12 : 2),
2. Teritorial/tanah (Kejadian 12 : 7),
3. Keturunan/benih (Kejadian 16 : 10),
4. Universal (Kejadian 17 : 6)
ARTI COVENANT 
PL à Ibr. berit (‘membelah ’ dua bagian)
PB à Yun : diatheke (‘dia’ – dua & tithemi’  meletakkan; wasiat – Ibrani 9 : 16 - 17).   
- Adanya kesepakatan perjanjian yang sangat penting dibuat antara dua pihak dgn berbagai persyaratan, tata cara dan konsekuensi yang ada di dalamnya.
- Perjanjian antara Allah dengan umat-Nya adalah sebuah perjanjian sepihak, berdaulat dari Allah, tidak berubah dan kekal (digenapi dengan setia).
- Jadi, Allah dan umat-Nya terikat menjadi satu sehingga masuk ke dalam suatu hubungan pribadi dengan maksud menyelamatkan melalui karya penebusan oleh Yesus Kristus. 

Tentu saja kedua pihak ini tidak dapat dilihat di dalam kedudukan yang sejajar. Perjanjian ini dilakukan oleh Allah Tritunggal sendiri di dalam inisiatif-Nya yang mutlak untuk mengikat Perjanjian dengan manusia. Bahwa Allah menghendaki adanya ketaatan sepenuhnya dari manusia kepada-Nya dan bahwa Allah di dalam kerelaan kehendakNya mengikatkan Diri di dalam janji mencurahkan berkatNya jika manusia menuruti di dalam ketaatan kepada kehendakNya ini.
Perjanjian dalam PL :
Perjanjian dengan Adam dan Hawa (Kejadian 3 : 15), Perjanjian dengan Nuh (Kejadian 9), Perjanjian dengan Abraham (Kejadian 15 & 17), Perjanjian dengan Musa (Keluaran 19 & 24), Perjanjian dengan Daud (2 Samuel 7; 1 Raja-Raja 8 : 25; Mazmur 132 : 11), Perjanjian Baru dengan Yeremia (Yeremia 31 : 31 - 34), Perjanjian yang kekal dengan Yehezkiel (Yehezkiel 16 : 60 - 63) 

SATU BUKU DUA WASIAT 
PERJANJIAN LAMA : Yesus Kristus sebagai Mesias yang akan datang 
PERJANJIAN BARU : Yesus Kristus sang penggenap akhir perjanjian (Lukas 24 : 27, 44) DAN JANJI AKAN DATANG KEMBALI (Kisah Para Rasul 1 : 11; Wahyu 1 : 7) 

JENIS PERJANJIAN (COVENANT) 
Perjanjian Kerja (Edenik Covenant) 
“Perjanjian Perbuatan” : karena hidup-mati Adam bergantung pada perbuatannya. 
Perjanjian Penebusan. 
Perjanjian ini ditetapkan antara Allah Bapa kepada Allah Anak di dalam kekekalan.
Perjanjian Kasih Karunia
Dibuat Allah dengan manusia yang berdosa, yang didasarkan pada Perjanjian Penebusan yang memberikan keselamatan hidup kekal kepada orang-orang berdosa melalui percaya kepada Yesus Kristus (IMAN) 

PERJANJIAN ALLAH DENGAN ABRAHAM – ‘KASIH KARUNIA’ 
1. Allah memanggil Abraham & membuat janji-Nya pertama (Kejadian 12 : 1 - 3)

2. Untuk pertama kalinya Allah menjanjikan tanah Kanaan (Kejadian 12 : 7)

3.Janji mengenai tanah Kanaan dan Keturunan (Kejadian 13 : 15 - 18)

4. Penegasan kembali janji-Nya mengenai keturunan dan tanah Kanaan (Kejadian 15 : 9 - 18) à Perjanjian “Suluh” : berdasarkan Kasih Karunia. 

5. Allah membuat ‘Perjanjian Sunat’ (Kejadian 17 : 9 - 14)

6. Sekali lagi menjanjikan kelahiran Ishak (Kejadian 18 : 10)

7. Setelah mempersembahkan Ishak sebagai korban persembahan, Allah memberikan penegasan yang terakhir atas semua perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan Abraham (Kejadian 22 : 15 - 18).

PENGGENAPAN PERJANJIAN YANG KEKAL  KEPADA ABRAHAM MELALUI YESUS KRISTUS 
Isi dari dari banyak perjanjian dengan Abraham, hanya bermuara pada satu pribadi yaitu Yesus Kritus (Galatia 3 : 16) yang menjadi Juruselamat bagi semua orang yang percaya.
Bukti :
Kejadian 12 : 3 “...olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.
kata olehmu (Ibr. Beka – ‘di dalam engkau ’). Jadi, bukan oleh Abraham tapi di dalam Abraham. 
Oleh Yesus Kristus yang akan datang sebagai keturunan Abraham, semua kaum di muka bumi menerima berkat.

Q & A
• Mengapa Allah mengizinkan Abraham dan tokoh-tokoh lain dalam Perjanjian Lama berpoligami?
1. Akibat dosa, akhirnya seluruh tindakan dan budaya yang dihasilkan manusia rusak semua. Hasilnya adalah pemberontakan kepada Allah. Allah tidak mengeluarkan maklumat sebelum akal budi manusia bertambah dan berkembang. Sampai adanya Taurat, barulah ada larangan.

2. Allah memandang kondisi ketidakbenaran ini diizinkan dalam tempo tertentu untuk pemeliharaan suatu bangsa karena pada waktu itu banyak peperangan.

• Karakter apa yang bisa kita pelajari dari Abraham?
Penyembahan tingkat tinggi dari manusia adalah ketaatan. Ketaatan Abraham untuk mengorbankan Ishak sebagai korban bakaran. Kalau ingin menerima berkat Abraham, milikilah sifat ketaatan. 
“Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3 : 29)
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah”. (Ibrani 11 : 6a)

• Apakah keturunan Hagar dan Ketura sudah menjadi milik Kristus? Apa yang bisa lakukan agar mereka menjadi milik Kristus?
Keturunan Hagar dan Ketura tetap diberkati namun dalam hal materi. Namun karya keselamatan hanya ada lewat keturunan Sara.

• Apakah keturunan Hagar dan Ketura menyembah Allah yang benar seperti keturunan Sara?
Keturunan Sara menerima wahyu khusus (special revelation) Ketika keturunan Hagar dan keturunan Ketura tidak mempercayai Allah, mereka tetap dapat menikmati general revelation (bumi beserta isinya). Keselamatan di dalam PL bersifat universal bukan hanya kepada orang Yahudi. Ketika mereka percaya pada Allah, mereka harus melaksanakan hukum Taurat (contoh : Rahab, Ruth)
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.(Galatia 3 : 16)

Tuhan Yesus Memberkati