Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yg tdk memperoleh apa yg dijanjikan itu, tetapi yg hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya” Ibrani 11:13
Kita memang tdk melihat setiap janji digenapi di masa hidup kita. Allah mungkin menggenapinya di zaman lain.
Nenek moyang (para orang kudus) tdk melihat Kristus dlm zaman hidup mereka. Ini seharusnya menolong kita dlm kelemahan lazim yg diperangi orang percaya.
Kita patut bersyukur atas apa yg kita miliki walaupun kita tdk memperoleh semua yg kita inginkan.
Nenek moyang kita tdk menerima penggenapan janji – tetapi mereka dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan, dan telah meninggal dlm iman sambil merangkul janji itu.
Kita seharusnya berterima kasih atas apa yg telah kita peroleh, dan dgn puas menantikan apa yg belum kita peroleh. Inilah tabiat yg pantas bagi seorang percaya.
Iri hati dan tamak atas apa yg belum kita miliki membuat kita kehilangan berkat-berkat atas apa yg telah kita miliki!
Nenek moyang kita hanya melihat janji-janji dari kejauhan, telah diyakinkan oleh janji-janji itu dan merangkulnya.
Penggenapannya terjadi pada generasi-generasi berikutnya, namun mereka telah melihatnya dgn mata iman!
IMAN menjadikan segala sesuatu nyata dlm hal kepastian dan penghiburan.
Allah juga mengaruniakan kita anugerah utk menguatkan iman kita selama jangka masa antara iman dan kenyataan pewujudannya.
Ia mengaruniakan kita kesabaran dan pengharapan dan banyak anugerah indah lainnya sehingga kita dapat dgn nyaman menanti pewujudan atas apa yg telah kita percayai.
IMAN memiliki kaki utk mendatangi Kristus, tangan utk memegang Kristus, telinga utk mendengar firman Allah dan percaya, dan mata utk melihat apa yg masih jauh dan tdk kasat mata.
IMAN melihat sorga, Kristus, dan rumah sorgawi kita.
IMAN menembus dgn sorotan sinar yg paling tajam.
IMAN melihat masa lalu: penciptaan, dan penebusan Kristus, penjamin kita.
IMAN melihat masa depan: kebangkitan hingga kehidupan kekal dan kebahagiaan di sorga.
IMAN memberikan eksistensi pada benda-benda, dan kesanggupan menerobos melewati kesulitan-kesulitan.
Tatkala kondisi kita sekarang nampak berlainan dgn janji, seolah-olah Allah tdk peduli, IMAN membuat terobosan.
Tatkala kita meninggal, IMAN melihat kehidupan.
Ketika kita menyadari dosa-dosa kita, IMAN melihat pengampunan.
Ketika kita sangat kewalahan, IMAN melihat kebahagiaan dan kemuliaan!
Yohanes 20:29b
"BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA."