Selasa, 31 Mei 2016

Bagaimana Mendapatkan Kehidupan

Lukas 9: 23-24 "Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya."

Beberapa orang mungkin berpikir jika kehidupan Kristen itu membatasi, tapi sebenarnya begitu berlawanan. Di luar sana, di dunia dimana tak mengenal batasan dan larangan, mereka akan mulai menuai konsekuensi dari tindakan bodoh mereka. Tetapi orang-orang yang ikut Kristus akan menemukan kehidupan yang sepenuhnya. Ya, ada batasan-batasan dan parameter, namun batasan ini ada untuk memberi perlindungan untuk kita sendiri.

Yesus berkata, "Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku" (Lukas 9:23).

Di zaman ini, kita tidak sepenuhnya paham maksud dari memikul salib. Tetapi orang-orang yang tinggal di abad pertama mengerti. Seseorang yang memikul salib, menyusuri jalanan kota Yerusalem menandakan bahwa orang tersebut akan mati, disalibkan. Maka, ketika Yesus berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari," orang-orang mengerti. Maksud Yesus adalah jika kita ingin mengikut-Nya, maka kita harus menyangkal keinginan kita sendiri dan menempatkan kehendak Allah di atas kehendak kita.

Yesus juga mengatakan, "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya" (Lukas 9:24). Kita harus melepaskan hidup kita untuk mendapatkan kehidupan.

Orang-orang di zaman ini senang berkata, "Aku harus menemukan jati diriku sendiri." Namun Yesus mengatakan bahwa jika Anda ingin mendapatkan kehidupan, tujuan, dan kebahagiaan, maka Anda perlu melepaskan kehendak diri sendiri. Datanglah kepada Tuhan dan katakan, "Ini hidupku. Ini rencana-rencanaku. Ini impian-impianku. Ini cita-citaku. Aku mempersembahkannya untuk-Mu. Aku ingin kehendak-Mu lebih dari kehendakku sendiri."

Jika Anda benar-benar ingin mencari kehidupan, maka sangkal diri Anda. Jika Anda ingin mendapatkan kehidupan, maka persembahkan kepada Allah, dan tunggu apa yang akan Dia lakukan untuk hidup Anda.

Jika Anda ingin mendapatkan kehidupan, maka persembahkan kepada Allah, dan tunggu apa yang akan Dia lakukan untuk hidup Anda.

Senin, 30 Mei 2016

Jangan Biarkan Gangguan Menghambat Panggilan Anda

Amsal 4:5a "Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian."

Salah satu ujian terpenting yang kita semua hadapi ketika berusaha melaksanakan panggilan Tuhan atas kita yaitu gangguan budaya. Apakah hilangnya fokus Anda dalam mewujudkan misi-Nya atas hidup Anda disebabkan oleh salah satu dari gangguan-gangguan berikut ini?

Gangguan dari popularitas. Jika Anda selalu khawatir akan apa yang orang lain pikirkan, fokus Anda akan terganggu dalam melaksanakan tujuan Allah atas Anda.

Gangguan dari kesenangan. Tidak ada salahnya bersenang-senang dan merasakan hiburan, tapi jika itu menjadi pusat perhatian utama dalam hidup Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa memenuhi panggilan Allah atas Anda.

Gangguan dari uang. Anda tidak bisa mengabdi pada Tuhan dan uang. Mengumpulkan kekayaan tidak boleh menjadi fokus utama hidup Anda.

Gangguan dari barang-barang kepunyaan. Menilai kesuksesan dari seberapa banyak barang yang Anda punya akan membuat Anda terus-menerus cemas untuk mempunyai lebih banyak barang dan juga bagaimana menjaganya.

Jika Anda bersedia menjalankan misi yang telah Allah beri pada Anda, Anda harus berani untuk menjadi berbeda dari orang lain.

Renungkan hal ini :

Manakah dari gangguan-gangguan di atas yang menghambat Anda dalam melaksanakan misi Tuhan untuk hidup Anda?

Langkah-langkah praktis apa yang perlu Anda ambil untuk membantu meminimalisir gangguan-gangguan ini dalam hidup Anda?

Berdoalah agar Allah memberi keberanian untuk melawan patokan budaya dan menjadi berbeda.

Tetaplah fokus pada apa yang terpenting: hubungan Anda dengan Yesus Kristus.

Minggu, 29 Mei 2016

renungan .. perumpamaan Lebah & Lalat


Jadilah Bijaksana: Lihat Ke Depan Dan Hadapi Kenyataan

Amsal 14:8 "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya."

Banyak orang dalam hidup ini yang memulai dengan baik tapi berakhir dengan buruk, sebab mereka tidak bersiap-siap menghadapi godaan atau perangkap. Namun sesungguhnya, Alkitab mengatakan bahwa orang yang bijak atau berhikmat melihat ke depan dan menghadapi kenyataan.

Ketika kita membuat rencana untuk masa depan, kita semua akan menghadapi godaan, seperti godaan budaya, suara kebimbangan, jalan pintas yang menggoda, dan penundaan yang mengecewakan. Lihat saja Nuh: Dia berhadapan dengan banyak godaan setelah Allah menyuruhnya membangun bahtera, tapi dia bisa mengalahkannya, Anda juga bisa.

Tapi ini bukan berarti Allah akan memberi Anda satu gol yang seberani membangun sebuah bahtera, tapi saya pribadi berdoa agar Ia memberi Anda satu tujuan besar- bahkan yang berani - untuk Anda 10 tahun ke depan.

Alkitab mengatakan, "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya" (Amsal 14:8). Dengan melihat ke depan, kita tidak hanya siap untuk bisa melihat godaan atau perangkap ketika mereka muncul di hidup kita, tapi kita juga akan diperlengkapi untuk membuat rancangan-rancangan yang akan membantu kita untuk menjadi pria atau wanita yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda membuat rancangan-rancangan untuk hidup Anda di sepuluh tahun ke depan. Dengan demikian Anda akan siap untuk bergerak maju dan belajar cara menangani godaan-godaan yang bisa menahan Anda untuk melaksanakan apa yang Ia minta.

Renungkan hal ini:

Pelajaran-pelajaran apa saja dari 10 tahun terakhir ini yang dapat Anda terapkan untuk 10 tahun berikutnya?

Ketika Anda melihat masa depan, Anda menjadi seperti apa? Apa yang Anda ingin Tuhan kerjakan atas hidup Anda?

Bagaimana tujuan-tujuan dalam hidup Anda mencerminkan kuasa Allah? Apakah Anda mempunyai mimpi yang besar sebab Anda melayani Allah yang besar?

Lihat kedepan dan minta Tuhan membantu Anda, agar Anda terus bergerak maju dan terus berjalan bersama-Nya

Sabtu, 28 Mei 2016

Bagaimana Allah Menanggapi Kemurahan Hati Anda?

2 Korintus 9:8 "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Saya pernah mendengar satu cerita tentang seorang pria yang mengajak anaknya ke McDonalds dan membelikannya kentang goreng super besar. Dalam perjalanan pulang, karena aroma kentang goreng itu enak sekali, sang ayah mengambil satu kentang goreng milik anaknya itu dan memakannya. Anaknya kesal dan berkata, "Ayah, jangan makan kentangku. Ini semua punyaku!" Kemudian, si ayah berpikir tiga hal:

"Pertama, anak saya sudah lupa bahwa sayalah sumber dari semua kentang goreng ini. Saya mengajaknya ke McDonalds, saya memesannya, saya membayarnya, saya menyerahkan kentang itu kepadanya, dan sekarang saya menyupiri dia pulang. Satu-satunya yang membuat dia menikmati kentang goreng itu sekarang adalah karena saya, Si Pemberi Kentang Goreng yang Murah Hati!

"Kedua, anak saya tidak sadar bahwa jika saya mau, saya bisa saja mengambil semua kentang goreng itu dalam hitungan detik. Atau sebaliknya, saya bisa saja membelikannya satu truk penuh berisi kentang goreng, karena saya punya kuasa untuk melakukannya.

"Ketiga, saya sebenarnya tidak butuh kentang gorengnya. Saya bisa dengan mudah membeli untuk diri saya sendiri. Saya bisa saja membeli seratus kotak kentang goreng semau saya. Tapi saya cuma ingin dia belajar untuk tidak egois."

Tiga pembelajaran tadi sama dengan apa yang Allah ingin Anda pelajari sehingga Anda bisa menjadi murah hati dengan orang lain. Pertama, Allah ingin Anda ingat bahwa Ia adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda miliki. Anda tak akan memiliki apa-apa, bahkan kehidupan! - jika bukan karena Dia. Allah memilih untuk menciptakan Anda dan memberi segala hal yang Anda punya. Kedua, Allah dapat mengambil semuanya itu dari Anda dalam sekejap, atau sebaliknya, Dia bisa memberi Anda dua kali lipat sebab Dia punya kuasa untuk melakukannya. Ketiga, Allah tidak butuh uang Anda. Dia hanya ingin Anda belajar untuk menjadi tidak egois dan murah hati. Dia ingin mendewasakan iman Anda.

Apa yang terjadi ketika Anda mulai menjadi orang yang lebih murah hati? Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 9: 8, "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." Allah berfirman bahwa apabila Anda melatih kemurahan hati Anda, Ia akan menyediakan semua yang Anda perlukan dan malah berkelebihan supaya Anda memiliki lebih dari cukup untuk bisa berbagi dengan orang lain. Dia tengah mencari sebuah saluran, semacam sedotan, dan ketika ia menemukannya - ketika seseorang bersedia berkata, "Tuhan, pakai aku untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain", saat itulah Ia mulai mencurahkan berkat langsung melalui orang tersebut.

Renungkan hal ini:

Bagaimana cara Anda memperlakukan dan menggunakan harta dan akal Anda untuk menunjukkan pemahaman Anda bahwa segala yang Anda punya adalah milik Allah?

Jika Allah mengambil segalanya dari Anda hari ini, bagaimana Anda akan meresponnya?

Apa yang dapat Anda lakukan untuk memberi dengan murah hati kepada seseorang atau kepada satu hal di minggu ini?

Apabila Anda mau belajar untuk bermurah hati, Allah akan memberkati Anda lebih dari yang Anda bayangkan!

Jumat, 27 Mei 2016

Mana Yang Akan Anda Abdikan: Uang atau Allah?

Matius 6:24 "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Apakah Anda setuju bahwa kita hidup dalam budaya materialisme?
Tujuan materialisme adalah untuk mendapatkan lebih, lebih dan lebih banyak lagi.
Contohnya ketika Anda tak mau kalah dengan gaya hidup tetangga Anda, ternyata mereka banyak utang dan malah kemudian dinyatakan bangkrut.
Ketika Anda pikir sudah punya segalanya, ternyata iklan-iklan Natal bermunculan, dan mereka memberitahu Anda tentang segala macam barang yang seolah-olah harus Anda punyai di hari Natal, yang sebenarnya Natal Anda akan baik-baik saja jika Anda tidak membelinya.

Sulit menjaga agar prioritas-prioritas Anda tetap lurus ketika Anda hidup di tengah masyarakat yang pikirannya hanya tentang mempunyai.
Siapa yang paling banyak punya uang, itu yang menang, bukan? Tidak!
Mereka yang paling punya banyak uang juga tetap akan mati, terlepas dari seberapa banyak uang yang mereka punya.

Hanya ada satu penangkal dari sifat materialisme: kemurahan hati.
Setiap kali Anda bermurah hati, Anda memiliki kemenangan rohani di dalam hati Anda.
Setiap kali Anda bermurah hati, hati Anda bertumbuh dewasa.
Setiap kali Anda bermurah hati, Anda mematahkan cengkeraman materialisme dalam hidup Anda. Mengapa?
Sebab materialisme adalah soal mempunyai - aku punya ini, punya itu!
Memang, adalah sifat alami kita untuk memiliki dan menyimpan sesuatu.
Tetapi Tuhan berkata bahwa setiap kali Anda bermurah hati, Anda mematahkan cengkeraman itu dan mengalahkan materialisme dalam hidup Anda.

Itulah mengapa, jika Anda orang tua, Anda harus memastikan agar anak-anak Anda melihat Anda memberi.
Mereka harus melihat bahwa Anda adalah orang yang murah hati sebab mereka tidak akan belajar di tempat lain.
Pastikan mereka melihat Anda mencontohkan apa yang namanya kemurahan hati supaya mereka bisa mempelajarinya juga.

Alkitab mengatakan dalam Matius 6:24, "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Perhatikan, ayat ini tidak berkata bahwa Anda "sebaiknya tidak", melainkan mengatakan bahwa Anda "tidak bisa" mengabdi pada dua tuan. Anda tidak bisa menjadikan dua hal sebagai yang nomor satu dalam hidup Anda. Anda harus memilih mana yang menjadi nomor satu.

Pilihlah kemurahan hati.
Itu akan mengubah relasi Anda dengan orang lain  relasi Anda dengan Allah.
Itu akan mengubah Anda luar dan dalam, selama Anda belajar untuk bermurah hati, sama seperti Allah yang bermurah hati pada Anda.

Renungkan hal ini:

Selama ini, dalam hal apa Anda menjadi hamba atas keuangan Anda?

Bagaimana Anda bisa mencontohkan kemurahan hati bersamaan dengan kerendahan hati kepada anak-anak Anda?

Dalam hal apa Tuhan telah bermurah hati kepada Anda?

Tuhan berkata bahwa setiap kali Anda bermurah hati, Anda mematahkan dan mengalahkan materialisme dalam hidup Anda.

Kamis, 26 Mei 2016

Kisah bunga putih


Ini adalah kisah sebuah bunga putih. Ia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia adalah bunga yang terindah yang pernah tumbuh di antara tanah yang penuh dengan semak duri...

Ia tumbuh dengan indah di tengah semak-semak yang keheranan akan bentuk sang bunga putih yang berbeda dengan yang lainnya. Para semak duri lalu memandangnya dengan sinis dan tidak pernah memandang sang bunga putih dengan bersahabat, sehingga si bunga putih pun merasa bahwa ialah yang paling buruk karena ia memiliki bentuk yang paling berbeda di antara semak-semak duri tersebut.

Waktu pun berlalu, sang bunga putih tak pernah merasa bahagia, bahkan ia sering bertanya kepada kupu-kupu yang senang bermain dengannya : "Mengapa aku harus tumbuh berbeda dengan yang lainnya? Mengapa aku terlihat begitu buruk dibandingkan yang lain?"

Kupu-kupu menjawab : "Kau tidak buruk, bunga putih. Hal yang membuatmu merasa buruk adalah karena dirimu terlihat berbeda dengan yang lainnya. Justru kau adalah bunga yang terindah yang pernah kutemui,bunga putih." Jawab sang kupu-kupu kepada sang bunga putih.

Bunga putih pun terkejut : "Apa maksudmu,kupu-kupu?"
Kupu-kupu lalu menjawab : "Tahukah dirimu, bunga putih, bunga sepertimu adalah bunga yang cantik dan terindah, karena di tengah-tengah tanah yang penuh dengan semak duri kau tumbuh dengan anggunnya dan bahkan bagiku kau adalah penolongku, karena ketika aku lapar, di tengah-tengah tempat yang sepertinya tidak ada harapan untuk mencari madu dari bunga, kau ada untuk menyediakan madu sehingga aku tidak kelaparan. Bunga putih, bunga sepertimu yang tumbuh diantara semak duri sesungguhnya adalah bunga yang cantik dan terindah, karena kau menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah tanah yang penuh semak duri" kata sang kupu-kupu.

Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.

Terkadang kita seperti bunga putih diatas. Kita seringkali kecewa dan merasa buruk atau tertekan karena berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.

Kita seringkali tak menyadari bahwa ketika kita berbeda dengan yang lainnya, Tuhan memiliki rencana yang besar di dalam hidup kita yaitu untuk menjadikan hidup kita menjadi hidup yang memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan dan untuk menunjukkan bahwa apa yang tidak berarti bagi dunia dapat dipakai Tuhan untuk mempermalukan orang lain yang merasa kuat, hebat dan pandai.

Yakinkah bahwa Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam mengatur dan menempatkan diri kita. Tuhan mempunyai rencana yang besar di dalam hidup kita yang tak pernah terpikirkan sekalipun namun sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh Tuhan.

1 Korintus 1:27-29
"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah."

Kupu-Kupu Yang Tak Bisa Terbang

Seorang pria sedang memperhatikan kupu-kupu yang berusaha keluar dari kepompongnya melalui sebuah lubang kecil.

Kupu-kupu itu nampak berusaha keras untuk keluar, namun tak berhasil. Kemudian si pria itu berusaha menolong dengan merobek kepompong itu, sehingga si kupu-kupu dapat keluar dengan mudah.

Sayangnya si kupu-kupu memiliki tubuh yang tidak sempurna, tubuhnya kecil lemah, sayapnya juga tidak bisa berkembang sehingga si kupu-kupu tidak pernah bisa terbang hanya berjalan dengan tubuhnya seumur hidup.

Niat baik si pria menolong si kupu-kupu ternyata sudah menghilangkan proses perjuangan si kupu-kupu untuk keluar dari kepompongnya. Padahal proses perjuangan itu yg seharusnya dilewati agar tubuhnya menjadi kuat sayapnya berkembang sempurna.

Kita sebagai manusia pada umumnya selalu berusaha menghindari perjuangan dengan usaha keras untuk mencapai sesuatu. Seringkali kita ingin melalui cara-cara yang mudah dan cepat untuk mencapai sesuatu. Tidak jarang kita mendesak Tuhan untuk segera menjawab doa kita atau segera menyelesaikan semua pergumulan dan persoalan hidup yang sedang kita alami.

Namun kita tidak mengerti maksud Tuhan, bahwa dalam setiap persoalan dan tantangan, iman kita dilatih, pengharapan kita dilatih dan ketekunan kita dilatih oleh Tuhan.
Jadi jika Anda hari ini menghadapi persoalan besar, masalah yang sulit, perjuangan hidup yg berat, tantangan kerja yang berat. Hadapi berusahalah sekuat tenaga untuk mengatasinya, karena semua itu akan membuat kita menjadi semakin kuat.

Roma 5:3-5 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

Rabu, 25 Mei 2016

Investasi Terbaik Yang Akan Pernah Anda Buat

1 Timotius 6:18-19 "Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan emikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya."

Kemurahan hati adalah sebuah investasi. Lukas 16:9 mengatakan, "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mepergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
Saya telah memberitahu Anda berkali-kali bahwa Anda tak bisa membawa harta Anda sampai mati.
Tahukah Anda rumah duka menjual jas penguburan?
Ini untuk orang-orang yang tak punya jas tetapi ingin dikuburkan mengenakan jas.
Apakah Anda tahu apa bedanya setelan jas dengan jas biasa? Tidak ada sakunya! Sungguh!
Anda tak butuh saku jas, sebab Anda tidak bisa membawa satu pun harta kekayaan Anda.
Namun Anda bisa mengirimkannya terlebih dahulu.

Bagaimana caranya? Dengan berinvestasi pada orang-orang yang akan pergi ke sana.

Alkitab mengatakan dalam 1 Timotius 6:18-19, Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Setiap kali Anda bermurah hati pada orang miskin, teman, atau tetangga, Tuhan berkata bahwa Anda tengah menyimpan harta di bank Surga.
Waktu Anda di Bumi ini hanya sekitar 80, paling lama 100 tahun. Anda akan menghabiskan triliunan tahun di Surga.
Kalau begitu, di mana seharusnya Anda paling banyak berinvestasi?

Tidak ada investasi yang lebih besar dari berinvestasi untuk Kerajaan Allah.
Ketika Anda membantu orang lain dengan waktu Anda, uang Anda, tenaga Anda - apa pun yang Anda punya - Anda berinvestasi untuk Surga.
Investasi Anda dilindungi di Surga.
Suku bunganya tinggi. Itu sudah terbukti. Ada keuntungan besar, dan tidak ada risiko.

Anda tidak akan mendapat investasi yang sebaik ini dimanapun!

Renungkan hal ini:

Mengapa kadang kita merasa lebih mudah melakukan investasi di rekening bank duniawi dibanding untuk Surga? Apakah itu benar-benar lebih memuaskan Anda?

Apa risikonya melakukan investasi duniawi ketimbang investasi surgawi?

Jika keselamatan didasarkan pada kasih karunia Allah, menurut Anda mengapa Ia tetap ingin Anda melakukan kebaikan?

Tidak ada investasi yang lebih besar dari berinvestasi untuk Kerajaan Allah.

Kaitan Antara Kemurahan Hati dan Bermasyarakat

Kisah Para Rasul 4:32 "Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama."

Ketika kita menjadi murah hati dengan satu sama lain, kita semakin dekat dengan satu sama lain, dan itu menciptakan komunitas.

Seseorang di gereja saya mengirimi saya sepucuk surat berbunyi: "Suatu hari tetangga saya bertanya apakah ia bisa meminjam tangga saya, lalu saya jawab tentu saja. Tapi kemudian saya mengetahui bahwa ia sudah punya tangga. Sebenarnya ia tak perlu meminjam tangga saya; itu hanya caranya membangun relasi di antara kami. Ketika ia meminjam barang-barang saya, itu membuat saya merasa saya diperlukan, dan saya senang dengan perasaan itu. Sekarang saya pun melakukan yang sama dengan tetangga saya yang lain. Seorang tetangga saya punya mesin penyedot debu, jadilah saya meminjamnya setiap Jumat malam untuk membersihkan mobil saya dengan anak saya. Bahkan, sekarang Roger malah meminta saya menyimpannya di rumah saya. Baru-baru ini saya katakan padanya bahwa sebenarnya saya mampu membeli mesin penyedot debu sendiri, tapi saya senang dengan percakapan pinjam meminjam antara saya dengan dia. Roger meminta saya untuk tidak membeli. Ia pun telah melihat hubungan antara kemurahan hati dan bermasyarakat."

Alkitab mengatakan dalam Matius 6:21, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Dengan kata lain, apa pun yang Anda curahkan; waktu, uang, atau tenaga Anda, maka itulah yang akan menarik hati Anda. Maka setiap kali saya bermurah hati dengan Anda atau dengan orang miskin atau dengan siapa pun, itulah yang paling menarik hati saya. Setiap kali saya memberi kepada Allah, itu menarik hati saya lebih dekat kepada-Nya. Dan setiap kali saya memberi kepada Anda, itu menarik hati saya lebih dekat kepada Anda.

Orang Kristen mula-mula terkenal dengan kemurahan hati mereka. Kisah Para Rasul 4:32 memberitahu kita bahwa, "Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama." Mereka satu keluarga. Apapun yang mereka beri dilakukan dengan sukarela. Ini bukan seperti komunisme. Komunisme berkata, "Milikmu adalah milikku, aku akan mengambilnya." Beda dengan Kekristenan, "Milikku adalah milikmu, kau bisa berbaginya denganku."

Sebagai orang tua, apakah Anda senang melihat anak-anak Anda berbagi satu sama lain? Tentu saja. Salah satu pelajaran utama kehidupan ialah belajar untuk berbagi. Jika Anda melihat anak-anak Anda tidak egois, Anda pasti ikut senang, bukan?

Begitupun dengan Allah! Ketika Ia melihat kita saling bermurah hati, Ia juga akan berkata,"Itu anak-anak-Ku! Mereka melakukan persis apa yang Kuinginkan," sebab Allah itu murah hati, dan Ia ingin kita menjadi seperti Dia. Kemurahan hati menciptakan komunitas.

Renungkan hal ini:

Bagi Anda di mana harta Anda berada? Di manakah orang lain melihatnya?

Mengapa sulit bagi kita sebagai orang-orang dewasa untuk berbagi dengan orang lain, terutama berbagi waktu kita?

Apa motivasi Anda ketika bermurah hati?

Saling bermurah hati satu dengan yang lainnya salah satu yang Allah inginkan dalam kehidupan Anda

"Taat"

"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." (Ams. 13:13)

Seorang anak dilarang makan permen oleh orangtuanya, karena sedang batuk. Namun ketika ia melihat satu stoples permen di meja makan yg warnanya begitu menarik, maka ia mulai tergoda. Ada keinginan untuk mengambil & menikmati permen itu.

Lalu ia teringat pada larangan orangtuanya. Hatinya bergumul. Ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak boleh makan permen selama masih batuk, tetapi keinginannya untuk menikmati permen tersebut, ternyata jauh lebih besar dari larangan orangtuanya. Akhirnya, ia lebih memilih keinginan hatinya.

Demikian juga dengan Hawa. Ia tahu bahwa buah dari pohon pengetahuan tentang yg baik dan yg jahat itu, tidak boleh dimakan. Akan tetapi, godaan & keinginan hatinya mengalahkan larangan tersebut.

Ia melihat bahwa buah itu baik untuk dimakan & sedap kelihatannya, apalagi buah itu akan memberi pengertian. Sungguh buah yg menarik hati. Dan, dari keinginan tersebut, lahirlah perbuatan yg melanggar larangan Allah. Hingga jatuhlah Hawa ke dalam dosa karena ketidaktaatannya.

Saudaraku, sesungguhnya, ketaatan itu sederhana. Kita hanya diminta melakukan apa yg dikatakan Allah, tidak lebih dan tidak kurang. Namun, mengapa dalam kondisi tertentu kita sulit untuk taat?

Sebenarnya yg sulit bukan perintah atau larangannya, tetapi mengendalikan keinginan hati kita. Keinginan hati yg bertentangan dengan perintah atau larangan Allah, bisa membuat kita merasa keberatan untuk taat.

Mari terus kenali Tuhan & segala kehendak-Nya, agar setiap keinginan hati kita semakin selaras dengan kerinduan-Nya.

Video Inspirasi: Raising Your Spirited Child


Video Inspirasi: A Tale of Two Seas


Senin, 23 Mei 2016

Belajar Berempati

1 Petrus 3:8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati"

Anda tidak akan pernah bisa hidup harmonis dengan istri Anda, suami Anda, teman Anda, atau orang lain tanpa rasa empati. Anda tidak bisa memiliki sebuah tim tanpa saling mengetahui apa yang tengah terjadi di kehidupan masing-masing anggotanya. Itulah sebabnya ketika orang bekerja bersama di satu kantor, mereka mungkin memang bekerja bersama, tapi mereka bukan sebuah tim, kecuali jika mereka tahu apa yang tengah terjadi dalam kehidupan masing-masing mereka.

Empati amatlah penting, sebab itu memenuhi dua kebutuhan kita yang paling dalam: kebutuhan mendasar untuk dimengerti dan kebutuhan mendalam agar perasaan kita diketahui.

Jika Anda ingin membangun sebuah tim yang berisikan teman-teman atau rekan-rekan di tempat kerja atau di dalam kelompok kecil Anda, Anda harus membangun empati. Lalu bagaimana caranya menjadi orang yang punya rasa empati?

1. Memperlambat langkah.
Karena budaya kita mengajarkan untuk bergerak cepat, pada akhirnya kita hanya punya hubungan yang sepintas lalu. Itu artinya Anda hanya memperhatikan hal-hal yang penting saja dan melewatkan hal-hal detail dalam kehidupan orang-orang yang paling Anda sayangi. Yakobus 1:19 mengatakan, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah."

2. Bertanya.
Amsal 20:5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya." Kebanyakan orang menahan emosi mereka dengan begitu kuat dan tidak begitu saja menceritakan pergumulan mereka. "Saya baik-baik saja" adalah jawaban yang standar, tapi itu tak bisa benar-benar memberitahu Anda apa yang mereka jalani sesungguhnya. Jika Anda bertanya, "Apa kabarmu?" lalu orang tersebut menjawab, "Saya baik-baik saja," begini cara Anda agar mendapat respon yang lebih jitu: Belajarlah untuk mengajukan pertanyaan dua kali. Itulah cara Anda mengembangkan empati. Diam sejenak lalu katakan, "Tidak. Bagaimana kabarmu yang sebenarnya?" Hal lain yang bisa Anda lakukan ialah belajar untuk berlama-lama dengan orang tersebut. Artinya jangan takut akan keheningan. Tunggulah, kemudian ajukan pertanyaan, dan jangan takut untuk duduk berlama-lama dan menunggu sampai orang itu bercerita. Jangan langsung masuk ke agenda Anda. Dengar dan pelajari.

3. Tampilkan emosi Anda.
Alkitab berkata dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" Empati itu lebih kuat dibanding berkata, "Saya turut prihatin." Empati itu ibaratnya berkata, "Saya merasakan lukamu." Anda bersedia menangis dengan mereka, dan Anda bersedia bersukacita dengan mereka. Hanya ada satu cara untuk memiliki rasa empati- tetaplah dipenuhi dengan Allah. Jika tangki iman Anda habis, Anda tidak akan bisa berempati sama sekali. Anda harus tetap dipenuhi dengan Allah.

"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati" (1 Petrus 3:8).

Renungkan hal ini:

Apa ciri-ciri seorang pendengar yang baik?

Bagaimana Anda menanggapi orang-orang ketika mereka bertanya, "Apa kabarmu?"

Menurut Anda mengapa orang begitu takut dengan keheningan dalam suatu hubungan?

Untuk membangun sebuah tim Anda harus membangun empati karena empaty sangatlah penting

"JALUR KERETA"

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
(1 Tes. 5:18)

Pada masa yg bersamaan, Rick Warren, penulis buku Purpose Driven Life, mengalami dua hal yg bertolak belakang.

Ia menuai kesuksesan besar, karena bukunya tercetak hingga 15 juta eksemplar. Namun bersamaan dengan itu, hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, diserang kanker.

Menyikapi hal bertentangan ini, Rick berkata, "Saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah deretan gunung & lembah-kita berjalan melalui saat2 gelap, mencapai puncak gunung, kemudian kembali lagi, begitu terus-menerus.

Kini saya tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api yg menyatu di ujung, & di sepanjang waktu Anda akan menjumpai hal baik & juga hal buruk.

Sebanyak apa pun hal baik yg Anda terima, Anda tetap akan menghadapi hal buruk yg mesti diatasi. Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yg Anda jalani, selalu ada hal baik yg dapat disyukuri." Saudaraku, menyadari bahwa manusia tak dapat menghindar, dari hidup yg berdinamika seperti dua "jalur kereta", Paulus mengungkap 3 nasihat sederhana, tetapi sangat penting untuk selalu dilakukan, dalam segala keadaaan-baik & buruk-yakni: bersukacita, berdoa, mengucap syukur.

Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi takabur. Atau, ketika duka menyapa, manusia tak menjadi habis asa. Sebab, sesungguhnya melalui jalan ini Tuhan menolong manusia, untuk selalu melihat hidupnya secara seimbang.

Bahwa hidupnya terselenggara bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi selalu ada Tuhan yg berdaulat. Dan, bahwa manusia hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tetapi bahwa ada urusan kekekalan yg harus dipersiapkan sekarang.

Tetaplah Kuat di dalam TUHAN dlm setiap Pergumulan Hidupmu.

TUHAN YESUS MENGASIHI KITA SEMUA

Minggu, 22 Mei 2016

Cara Untuk Menjadi Orang Yang Bisa Dipercaya

Amsal 20:6 "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?"

Kepercayaan adalah perekat emosional yang menarik Anda lebih dekat kepada teman-teman Anda, keluarga Anda, dan kelompok kecil Anda. Tanpa kepercayaan, Anda tak akan pernah bisa memiliki hubungan yang dalam seperti yang Tuhan mau. Kerja tim tanpa kepercayaan adalah sia-sia.

Amsal 20:6 mengatakan, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" Itulah yang tertulis ribuan tahun lalu tapi sayangnya kita masih menghadapi dilema itu hingga sekarang: Siapa yang bisa Anda percaya? Bagaimana cara menemukan orang yang bisa dipercaya? Yang lebih penting lagi, bagaimana Anda menjadi orang yang bisa dipercaya sehingga orang mempercayai Anda?

1. Anda mendapatkan kepercayaan orang dengan menjadi konsisten.
Alkitab mengatakan dalam Lukas 16:10, "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar." Di zaman ini, semua orang ingin melayani Tuhan dengan cara yang kentara dan mencolok. Namun Tuhan mau Anda membangun kepercayaan dengan orang lain dengan menjadi setia dalam hal-hal kecil. Bahkan apabila tak ada yang melihat Anda, Tuhan tentu melihatnya. Tuhan melihat apa yang Anda kerjakan. Dan Ia berfirman bahwa apabila Anda setia dalam hal-hal kecil, maka Ia akan memberi Anda tanggung jawab yang lebih besar, dan lebih besar lagi.

2. Anda meraih kepercayaan orang dengan menjadi Pribadi yang bisa dipercaya.
Orang mempercayai Anda jika Anda bisa menyimpan rahasia. Salah satu aturan dalam kelompok-kelompok kecil adalah apa yang dikatakan di dalam kelompok harus tetap berada di dalam kelompok. Kelompok Anda mempercayai Anda untuk merahasiakan apa pun yang mereka ceritakan. Amsal 11:13 mengatakan, "Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara."

3. Anda meraih kepercayaan orang dengan menjadi dekat.
Anda harus menghabiskan waktu bersama orang untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Alkitab mengatakan, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17). Kuncinya adalah kedekatan. Jarak menciptakan ketidakpercayaan. Tentunya Anda tak percaya pada orang yang tak Anda kenal, bukan? Jadi bila Anda ingin orang lain mempercayai Anda, maka Anda harus menghabiskan waktu bersama mereka. Waktu menciptakan kepercayaan.

Renungkan hal ini:

Apa yang akan Anda lakukan minggu ini untuk memperlihatkan pada Tuhan bahwa Anda bisa setia dalam hal-hal kecil?

Mengapa begitu sulit untuk menyimpan rahasia? Apa yang mendorong adanya gossip?

Pengorbanan-pengorbanan apa yang perlu Anda buat sehingga Anda dapat menghabiskan waktu dengan orang-orang dan mendapatkan kepercayaan mereka?

Tanpa kepercayaan, Anda tak akan pernah bisa memiliki hubungan yang dalam seperti yang Tuhan mau

Sabtu, 21 Mei 2016

Melayani Tuhan Dengan Melayani Orang Lain

Filipi 2:2 "Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan"

Hanya ada satu cara untuk dapat melayani Tuhan: dengan melayani orang lain. Setiap kali Anda menggunakan bakat, waktu, energi, dan uang Anda untuk membantu orang lain, itulah yang disebut pelayanan.

Namun Tuhan tak ingin Anda melayani sendirian! Filipi 2:2 mengatakan, "Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan" Mengapa Allah mewajibkan kita hal ini? Mengapa kita tidak bisa hanya melayani Tuhan sendiri?

1. Karena kita adalah keluarga.
Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 3:9, "Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah." Jika Anda berada dalam keluarga Allah, maka Dia ingin Anda rukun dengan anggota keluarga lainnya. Malah Ia lebih tertarik dengan hubungan-hubungan yang Anda bangun selama pelayanan Anda bersama orang lain, dibanding hanya dengan Dia. Dia ingin Anda belajar untuk bergaul dengan anggota keluarga-Nya.

2. Karena kita saling membutuhkan.
Kita saling membutuhkan untuk melayani. Tidak ada yang memiliki segala macam talenta. Tidak ada yang memiliki semua karunia. Allah sengaja membuat kita seperti itu agar Anda membutuhkan saya dan saya membutuhkan Anda, dan kita saling membutuhkan. "Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Roma 12:5).

3. Karena kita berbuat lebih banyak jika bersama.
Pengkhotbah 4:9 mengatakan, "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka." Kerja tim melipatgandakan efektivitas. Allah ingin memakai Anda dengan cara yang tak pernah Anda kira. Anda mungkin berkata, "Apa yang bisa saya tawarkan?" Anda memiliki sesuatu, tapi itu tak cukup untuk dibagikan bila Anda melayani seorang diri. Itulah mengapa Anda butuh orang lain dalam hidup Anda. Allah ingin memakai Anda, namun Ia juga ingin memakai Anda di dalam tim di mana Anda bisa saling membantu.

Allah menghubungkan kita semua agar kita merasa hidup ketika menjadi bagian dari sebuah tim yang mampu berbuat sesuatu untuk Kerajaan Allah. Tim atau kelompok membuat kita lebih dekat dengan satu sama lain, melakukan lebih banyak hal, dan lebih menyenagkan. Cara tercepat untuk membuat kelompok kecil Anda tumbuh lebih dekat dengan satu sama lain yaitu dengan melayani bersama-sama. Ketika Anda bekerjasama untuk satu tujuan yang kekal, itu akan membangun satu tim yang solid yang dapat mengerjakan hal besar untuk Allah.

Renungkan hal ini:

Mengapa penting bagi orang di luar Tubuh Kristus untuk melihat anggota-Nya melayani bersama-sama dengan sukacita dan dalam persatuan?

Apakah Anda pernah merasa terasing dalam pelayanan Anda? Bagaimana perihal melayani atau tidak melayani dalam suatu tim berpengaruh pada apa yang Anda rasakan?

Apa yang Anda ingin Tuhan capai lewat Anda? Bagaimana Anda bisa melaksanakannya lebih baik dengan cara bekerjasama dengan orang lain?


Allah ingin memakai Anda, namun Ia juga ingin memakai Anda di dalam tim di mana Anda bisa saling membantu

Jumat, 20 Mei 2016

Berapa Banyak Saya Boleh Minum

Seorang gadis cilik dari sebuah keluarga yang amat miskin terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena sakitnya yang cukup berat. Pada hari pertama, perawat membawakan segelas susu untuknya. Ia sangat gembira karena di rumah ia tidak pernah minum susu dan kalau sesekali pernah, itu pun harus dibagi-bagi dengan saudaranya.

Setelah beberapa waktu berlalu, perawat kembali ke kamarnya untuk mengambil gelasnya, tetapi perawat mendapati gelas itu masih penuh. Dengan heran perawat bertanya, "Mengapa engkau tidak meminumnya? Apakah engkau memerlukan bantuan?"

"Tidak bu," jawab gadis itu, "Ibu tidak mengatakan pada saya berapa banyak saya boleh minum!"

Perawat itu tahu kemiskinan gadis itu, sehingga ia menahan air matanya. "Minumlah semuanya, anak manis", katanya dengan lembut. "Saya bawakan segelas penuh ini hanya untukmu!"

Tanpa sadar sesekali orang Kristen terhalang untuk minum sebanyak-banyaknya air dari sungai Tuhan, bukan karena tidak mengerti berapa banyak yang harus di minum, tetapi karena kesibukan, merasa sudah cukup, merasa tidak perlu, dan sebagainya. Ingat, seberapa banyak saudara membuka hati untuk diisi, itu yang akan menjadi ukuran seberapa banyak saudara bisa menjadi berkat.

Barang siapa yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai hidup yang kekal. --- Yohanes 4:14

Ketika Anda Membantu Orang Lain Tumbuh, Anda Juga Bertumbuh

Roma 1:12b "Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Allah menghubungkan kita agar ketika Anda membantu orang lain tumbuh, Tuhan membantu Anda tumbuh juga.
Anda tidak akan pernah tumbuh secepat ketika Anda ada dalam persekutuan dengan orang percaya lainnya dan ketika Anda saling menguatkan komitmen dalam mengikut Yesus Kristus.

Alkitab mengatakan dalam 1 Timotius 4:7, "Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Bagaimana Anda tetap mendisiplinkan diri Anda untuk hidup kudus? Dengan berada dalam kelompok kecil bersama orang percaya lainnya dan dengan mendapatkan partner spiritual. Pernahkah Anda perhatikan bahwa lebih ringan berolahraga ketika Anda melakukannya bersama dengan orang lain? Anda memerlukan seseorang untuk berjalan di samping Anda selama menjalani perjalanan iman Anda, dan Anda perlu membuat komitmen yang sama kepada orang tersebut."

Tidak ada yang lebih mempengaruhi hidup Anda selain komitmen Anda.
Apa hal yang saat ini Anda kerjakan dengan komitmen?
Saya yakin Anda akan tetap melakukannya sampai 20 tahun mendatang, sebab Anda akan menjadi apa yang Anda lakukan dengan setia.
Komitmen Anda membentuk hidup Anda! Dan jika Anda tidak berkomitmen akan satu hal pun, maka orang lain akan mempengaruhi dan membentuk hidup Anda.

Komitmen Anda tidak hanya berpengaruh di sini, hari ini; tapi juga mempengaruhi kekekalan, sebab setiap pilihan yang Anda buat punya konsekuensi yang abadi.
Itulah sebabnya Alkitab mengatakan dalam Roma 1:12, Yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

Itulah mengapa Anda butuh keluarga gereja, dan itulah mengapa Anda butuh kelompok kecil. Kita harus saling membantu!

Renungkan hal ini:

Seperti apakah yang dimaksud dengan memiliki partner spiritual?

Apakah Anda memiliki kualitas untuk bisa dipercaya dalam hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Menurut Anda mengapa Tuhan menghubungkan kita untuk saling membutuhkan?


Pertumbuhan yang Anda lihat atas orang lain sebenarnya sebuah penggambaran bahwa Anda juga mengalami pertumbuhan tersebut karena Anda

Kamis, 19 Mei 2016

Hadiah Terbesar Dari Kasih Adalah Perhatian

Galatia 6:10 "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6:10, "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." Mengapa anggota keluarga Allah perlu mendapat perhatian khusus?

Sebab apa pun yang Anda perhatikan akan bertumbuh. Jika saya memperhatikan kebun saya, itu akan tumbuh. Jika saya memperhatikan anak-anak saya, mereka akan tumbuh. Jika saya memperhatikan pernikahan saya, itu akan tumbuh. Jika saya memperhatikan pekerjaan saya, itu akan tumbuh.

Apa hadiah terbesar dari kasih? Itu bukan berlian, bunga, atau cokelat. Hadiah terbesar dari kasih yang dapat Anda beri ialah perhatian yang terpusat. Anda bisa menguatkan orang lain hanya dengan melihat mata mereka ketika mereka berbicara, pada intinya kita berkata, "Saya menghargai Anda. Apa yang Anda ucapkan penting buat saya, karena keberadaan Anda berarti buat saya." Yang paling diinginkan orang dari hal apapun ialah perhatian yang terfokus. Mereka ingin orang lain tahu bahwa pemikiran mereka berharga, bahwa hidup mereka berharga, bahwa diri mereka berarti.

Inti dari hubungan bukanlah apa yang kita lakukan bagi satu sama lain atau apa yang kita beri pada satu sama lain. Inti dari hubungan adalah seberapa banyak diri kita yang kita berikan kepada satu sama lain.

Tak terhitung sudah berapa banyak orang yang berkata pada saya, "Saya tak mengerti. Saya sudah menyediakan semua yang dibutuhkan keluarga saya. Saya sudah memberi istri saya semua yang ia perlukan. Saya sudah memberi anak-anak saya semua yang mereka butuhkan. Apa lagi yang mereka inginkan?"

Mereka ingin Anda! Mereka ingin waktu Anda. Mereka ingin perhatian Anda. Mereka ingin fokus Anda. Mereka ingin tahu bahwa Anda menganggap mereka berharga. Tak ada yang bisa menggantikan waktu. Anak-anak tidak membutuhkan barang-barang; mereka butuh waktu dengan Anda. Pernikahan butuh waktu, persahabatan butuh waktu, begitu pun dengan kelompok doa.

Maka di akhir pekan ini, cari waktu untuk menunjukkan perhatian Anda kepada orang-orang dalam kehidupan Anda. Itulah hadiah terbesar yang bisa Anda berikan! Namun jangan cuma menunggu waktu yang tepat datang; ciptakan kesempatan guna memperlihatkan perhatian Anda.

Jika Anda merasa harus memasukkannya ke dalam jadwal Anda, lakukanlah. Jika Anda harus mengorbankan waktu menonton TV Anda, lakukanlah. Jika itu berarti Anda harus menunda pekerjaan rumah tangga Anda, lakukanlah. Anda harus berkorban, lakukanlah. Lakukan apa pun yang perlu Anda lakukan untuk memberikan perhatian pada hubungan Anda. Hal ini penting untuk pertumbuhan rohani mereka!

Renungkan hal ini:

Menurut Anda, perhatian apa yang Tuhan ingin Anda beri kepada orang tak percaya?

Bagaimana Anda bisa berlatih memberi lebih banyak perhatian dan fokus pada waktu yang Anda habiskan dengan orang lain?

Apa saja hal-hal yang menyita waktu dan menghambat Anda untuk membangun hubungan dengan orang lain?


Lakukan apapun yang perlu Anda lakukan untuk memberikan perhatian pada hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda

Berjaga-Jaga

"Karena itu, berjaga2lah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Mat. 25:13)

Di tepi Danau Como, Italia, ada sebuah vila tua yg sangat bagus. Bertahun2, vila itu dirawat begitu baik oleh seorang tukang kebun tua yg tepercaya. Seorang wisatawan yg berkunjung bertanya kepada sang tukang kebun, "Tentu pemilik vila ini kerap kemari untuk mengawasi pekerjaan Anda." Si tukang kebun menjawab, "Tidak, Tuan. Pemilik vila ini baru sekali datang kemari, lima belas tahun yg lalu. Sejak itu saya belum berjumpa lagi dengannya." Wisatawan itu memuji tukang kebun itu. "Ini benar-benar mengagumkan. Tak seorang pun mengawasi Anda bekerja, tetapi Anda melakukannya dengan baik, seolah-olah Anda berharap pemiliknya akan datang esok pagi." Si tukang kebun menyahut cepat, "Bukan esok pagi, tetapi hari ini!" Sebagai orang kristiani, semestinya kita belajar dari tukang kebun yg setia itu. Semestinya kita menjalani hidup, seolah2 Tuhan Yesus segera datang kembali. Bukan tahun yg akan datang, bukan bulan depan, bukan minggu depan, bukan juga besok pagi, tetapi hari ini!

Andaikata kita menjalani kehidupan seolah2 Tuhan Yesus datang hari ini, kita pasti akan bertanggung jawab atas hidup kita. Tak ada lagi kompromi dengan dosa. Tak ada lagi hidup yg suam. Tak ada lagi waktu terbuang sia2. Kita akan menata waktu, untuk menghasilkan lebih banyak lagi buah bagi kemuliaan-Nya.

Saudaraku, tak seorang pun tahu kapan Tuhan Yesus datang kedua kali. Bisa jadi tahun depan, bulan depan, minggu depan, esok, atau bahkan hari ini. Karena kita tidak tahu kapan Dia akan datang, alangkah bijaksana jika kita berjaga2 & menjalani hidup, seolah2 hari ini Sang Mempelai akan menjemput pasangan-Nya.

Rabu, 18 Mei 2016

Bagaimana Caranya Berdoa Untuk Pertumbuhan Rohani

Kolose 4:12 "Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah."

Paulus menulis tentang seorang pejuang doa dalam Kolose 4:12 "Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah."

Epafras adalah pahlawan bagi saya.
Saya tak tahu dengan Anda, tapi buat saya berdoa itu sulit.
Anda mungkin berpikir bahwa doa itu keluar dengan sendirinya, tapi itu beda dengan saya.
Saya kagum bagaimana Epafras begitu disiplin selalu meluangkan waktu untuk berdoa bagi orang banyak.

Tapi saya juga kagum dengan fakta bahwa ia berdoa untuk pertumbuhan rohani bangsanya.
Kita biasanya mendoakan apa yang dibutuhkan kebanyakan orang - misalnya, kesehatan, keuangan atau hubungan - tetapi kita jarang menghabiskan begitu banyak waktu untuk mendoakan pertumbuhan rohani mereka.
Kita juga cenderung tidak berdoa agar Allah mengubah karakter kita menjadi lebih seperti Dia.
Saya pikir salah satu alasannya yaitu karena kita tak tahu apa yang harus didoakan.

Untungnya Alkitab penuh dengan ayat-ayat tentang bagaimana caranya kita berdoa bagi seseorang untuk bertumbuh secara rohani.

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (Efesus 3:18).
Siapa yang Anda tahu saat ini yang tengah bergumul dan membutuhkan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka?
Bawa mereka di dalam doa Anda, katakan, "Tuhan, biarkan mereka tahu betapa Engkau benar-benar mengasihi mereka
hari ini."

Saya berdoa kiranya Anda selalu bersemangat untuk melakukan segala yang baik (lihat Ibrani 13:21).
Para orang tua, bukankah Anda mau mendoakan hal ini buat anak-anak Anda sehingga mereka tidak hanya bisa melakukan apa yang benar, tetapi mereka juga ingin melakukan hal yang benar?
Berdoalah bagi mereka saat ini: "Tuhan, beri mereka integritas. Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu," (Roma 15:13a).
Siapa sih yang tidak butuh lebih banyak pengharapan, sukacita atau damai sejahtera dalam hidup? Tentunya tiap orang butuh. Berdoalah, "Tuhan, saya kenal seseorang yang butuh pegharapan lebih. Bantu mereka untuk percaya kepada-Mu selama masa sulit ini."

Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu (Efesus 1:17a).
Siapa yang Anda kenal yang saat ini tengah dihadapkan pada keputusan sulit? Minta Tuhan untuk memberi mereka hikmat-Nya.

Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus (2 Tesalonika 3:5).
Adakah seseorang yang setabah Kristus?
Kita mungkin belum bisa mencapai titik itu.
Tapi kita bisa saling mendoakan, agar kita dapat bertumbuh di sisa hidup kita ini untuk menjadi semakin seperti itu.
Berdoalah dengan ayat ini untuk seseorang.

Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, (Efesus 3: 16).
Siapa yang Anda tahu yang saat ini tengah merasa kewalahan dengan kehidupan mereka atau yang tengah melakukan segalanya menggunakan kekuatan mereka sendiri? Doakan mereka.
Katakan, "Tuhan, bantu mereka untuk tahu bahwa mereka tidak sendiri saat ini. Beri mereka kekuatan dan kuasa."

Renungkan hal ini:

Mengapa terkadang sulit bagi kita untuk meminta orang lain berdoa bagi pertumbuhan rohani kita?

Menurut Anda, bagaimana perasaan Tuhan ketika kita berdoa menggunakan ayat dalam Alkitab?

Siapa dalam hidup Anda yang bisa Anda minta berdoa bagi pertumbuhan rohani Anda?

Berdoalah dengan penuh pengharapan dan sukacita agar semakin hari Anda mengalami pertumbuhan rohani di dalam Tuhan Yesus

Doa Bapa Kami

JANGAN katakan BAPA,
Jika kamu tidak berlaku sebagai 'anak' setiap hari.

JANGAN katakan KAMI,
Jika hidupmu penuh dengan 'egois'.

JANGAN katakan YANG ADA DI SURGA,
Jika yang kamu pikirkan adalah 'perkara duniawi' saja.

JANGAN katakan DIKUDUSKANLAH NAMAMU,
Jika kamu tidak 'menghormati dan memuliakan' Allah sebagaimana mestinya.

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU,
Jika yang kau obsesikan hanyalah 'keberhasilan duniawi' saja.

JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU,
Jika yang kamu lakukan hanyalah 'yang kamu inginkan'.

JANGAN katakan DIBUMI SEPERTI DISURGA
Jika kamu selalu mengalir dengan dunia dan segala kemewahannya

JANGAN katakan BERILAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA,
Jika kamu tidak 'peduli' terhadap orang yang sedang kesusahan.

JANGAN katakan DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI
Jika kamu masih menyimpan 'dendam' dengan orang lain.

JANGAN katakan DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN,
Jika kamu tidak berniat 'berhenti berbuat dosa dan bertobat'.

JANGAN katakan TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARIPADA YANG JAHAT,
Jika kamu sungguh - sungguh tidak tegas 'menolak kejahatan'.

JANGAN katakan KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN DAN KUASA DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA
Jika kamu belum sepenuhnya mengakui kedaulatan-Nya

JANGAN katakan AMIN,
Jika kamu 'tidak sungguh - sungguh dengan doa BAPA KAMI' ini.

Terima kasih TUHAN untuk doa yang luar biasa ini.

Selasa, 17 Mei 2016

Akui Sesama Dengan Menerima Mereka

Roma 15:"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Berikut satu rahasia kecil: Semua orang berlomba mendapatkan pengakuan. Pernahkah Anda memperhatikannya? Orang-orang akan melakukan apa saja untuk bisa dianggap. Jika Anda tak percaya, lihat program reality show di TV. Lihat apa yang bisa dilakukan orang di TV agar bisa diakui, mendapat tepuk tangan dari orang lain.

Allah adalah Bapa yang sangat menerima dan penuh kasih. Ketika Anda menerima keberadaan orang lain, maka Anda menunjukkan kasih dan melambangkan Kristus. Yesus menerima orang ketika Ia melayani mereka, maka lakukanlah pelayanan Anda seperti Yesus. Tunjukkan pada dunia lebih banyak tentang Allah.

Salah satu cara terbaik untuk mengakui orang lain dalam kehidupan sehari-hari ialah dengan menunjukkan kepada mereka penerimaan Anda. Roma 15:7 mengatakan, "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Kadang kita cenderung mudah untuk menghina dan meremehkan dan merendahkan orang lain, terutama ketika mereka tidak menyamai standar kita. Kita semua punya kecenderungan untuk memakai ukuran kelebihan atau kemampuan kita lalu menaruh ekspektasi yang sama pada orang lain, dan ujung-ujungnya malah merendahkan mereka karena mereka tak bisa memenuhi ekspektasi kita. Misalnya, Anda adalah seseorang yang selalu tepat waktu, dan ketika orang lain terlambat, Anda cenderung memandang hina mereka. Tapi di saat yang sama, itu membuat Anda merasa lebih baik tentang diri Anda karena Anda lebih tepat waktu. Atau mungkin Anda orang yang sangat rapi. Ketika Anda bertamu ke rumah seseorang, Anda tak tahan melihat betapa berantakannya rumah orang tersebut, dan itu membuat Anda merasa lebih baik tentang diri Anda. Kita cenderung memproyeksikan kelebihan kita pada orang lain dan lupa bahwa kita juga memiliki kelemahan di area lain.

Biarkan saya beritahu Anda cara yang lebih baik untuk merasa lebih baik tentang diri Anda. Ketimbang memandang rendah orang lain, mengapa tidak mencoba mengangkat mereka? Itu akan memberi Anda spirit yang berbeda dari yang lainnya.

Alkitab berkata dalam Roma 12:10, "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Agar bisa melakukan pekerjaan Allah, Anda dan saya harus menghargai perbedaan yang Allah berikan dan bagaimana tiap kita diciptakan dengan unik. Berikut adalah indikasi bahwa Anda telah menerima seseorang: Ketika Anda berhenti bersikeras menyamakan orang lain seperti Anda. Ketika Anda paham dan bersukacita bahwa kenyataannya mereka dan Anda berbeda. Sejujurnya dunia ini akan menjadi tempat yang membosankan jika setiap orang sama seperti Anda. Jadi sebab itulah Allah menciptakan kita dalam hal yang berbeda untuk dapat melakukan segala jenis hal supaya semuanya bisa dikerjakan di dunia ini.

Tujuan dari sebuah keluarga, kelompok kecil, keluarga gereja, atau kelompok masyarakat bukanlah untuk membentuk orang lain sama seperti Anda, melainkan untuk menerima dan mengakui satu sama lain dan saling membantu menemukan apa kehendak Allah atas hidup Anda.

Renungkan hal ini:

Mengapa Anda pikir kita perlu merasa lebih baik tentang diri kita sendiri dengan cara berkorban untuk orang lain?

Apa artinya melihat diri sendiri dan orang lain layak di hadapan Kristus? Bagaimana caranya mengubah cara Anda melihat orang lain?

Siapa yang bisa Anda akui dan terima minggu ini dalam keluarga, gereja, kelompok kecil, atau tempat kerja Anda? Menurut Anda apa yang Anda rasakan ketika melakukannya?


Ketimbang memandang rendah orang lain, mengapa tidak mencoba mengangkat mereka?

Senin, 16 Mei 2016

Perubahan Membutuhkan Komunitas Yang Jujur

Efesus 4:21-25 "Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota."

Untuk mengubah kekurangan dalam hidup Anda, Anda harus memiliki orang-orang yang mengatakan yang sebenarnya pada Anda.
Anda tidak akan bisa sembuh sendiri; Anda membutuhkan orang lain dalam hidup Anda.
Anda membutuhkan dukungan.
Anda membutuhkan kelompok kecil.
Perubahan membutuhkan komunitas yang jujur.

Ada beberapa hal dalam hidup Anda yang tak akan pernah bisa Anda ubah seorang diri, biasanya menyangkut hal-hal paling sulit dalam hidup Anda dan yang tidak ingin Anda beritahu orang lain.

Anda tidak akan pernah bisa melewati hal-hal tersebut sampai Anda menceritakannya kepada seseorang.
Anda tak perlu memberitahu semua orang.
Anda hanya perlu menemukan satu orang yang percaya pada Anda dan yang Anda percaya - seseorang yang bisa menjaga rahasia, mengasihi Anda dengan tulus, tidak menghakimi, dan berdoa untuk Anda.
Mengungkapkan perasaan Anda adalah awal dari penyembuhan.

Tapi ini bukan kelompok kecil di mana Anda sering berkumpul di level yang dangkal dimana semua orang di dalamnya "baik-baik saja" atau "yang hidupnya enak.
Anda harus sampai pada tingkat kedewasaan dalam kelompok kecil Anda di mana Anda bisa bercerita, "Sungguh ini minggu yang berat buat saya. Hidup ini menyebalkan. Ini yang terjadi."

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota (Efesus 4:25).

Jika Anda orang percaya, maka Anda juga sesama anggota.
Anda termasuk dalam keluarga Allah, dan setiap orang percaya lainnya adalah juga anggota keluarga Anda.
Anda tidak bisa menjadi keluarga-Nya sampai Anda menjadi anggota dari persekutuan dengan orang percaya lainnya.
Anda tidak bisa menjadi apa yang Allah kehendaki sampai Anda termasuk dalam suatu kelompok yang dalam, komunitas yang jujur.
Singkirkan dusta. Katakan yang sebenarnya kepada tetangga Anda.
Berkatalah yang jujur dengan teman Anda karena kita adalah milik satu sama lain.

Jika Anda serius ingin mengubah persoalan terdalam di hati Anda, aib terbesar dalam hidup Anda, maka Anda harus dapat melawan rasa takut untuk bersikap jujur.
Anda harus berhenti berpura-pura.
Anda harus menyingkirkan dusta.
Anda harus menjadi jujur.

Anda dapat menjalani hidup ini dengan satu dari dua pilihan berikut: berpura-pura hidup Anda baik-baik saja atau terbuka.
Anda tidak akan pernah bisa menjalani sepenuhnya selama Anda berpura-pura segalanya baik-baik saja.
Dan Anda tidak akan pernah bisa melalui persoalan dengan baik, menjadi sembuh, atau menyingkirkan hal-hal yang mengganggu dalam hidup Anda sampai Anda menceritakannya kepada orang lain.

Renungkan hal ini:

Bagaimana Anda menggambarkan tingkat transparansi kelompok kecil Anda? Apakah Anda "nyata" kepada satu sama lain?

Apa yang telah menjadi hasil dari berpura-pura baik-baik saja? Apa yang Anda rasakan?

Perubahan membutuhkan kejujuran, berhenti berpura-pura dan singkirkan segala dusta

Cinta Mengusir Ketakutan Dalam Hubungan Anda

1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

"Aku membencimu!"

Ketika orang mengatakan hal itu dalam banyak hubungan, biasanya itu tanda bahwa seseorang mencoba untuk mengendalikan yang lain. Apa yang ada di balik kontrol itu? Ketakutan. Kekuatiran menyebabkan kita mencoba untuk mengendalikan orang lain atau melawan kendali orang lain. Ketika Anda merasa begitu kuatir, yang ada di pikiran Anda hanyalah tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Inilah yang menghancurkan hubungan dan yang melumpuhkan hidup Anda.

Sungguh dilema yang luar biasa yang kita miliki sebagai manusia: Kita ingin menjadi dekat, tapi juga takut menjadi dekat. Kita rindu untuk memiliki hubungan yang erat dengan orang lain, tapi kita juga amat takut menjalaninya.

Kekuatiran menghalangi keeratan dan melenyapkan hubungan Anda. Anda tak bisa menjadi dekat dengan seseorang apabila ada rasa takut dalam hubungan tersebut. Bila kekuatiran menghancurkan hubungan, lalu apa yang bisa membangunnya? Kasih! Kasih membangun hubungan.

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Bagaimana cara kerjanya? Bagaimana bisa kasih mengusir semua ketakutan?"

Kasih mengganti fokus perhatian Anda, dari semula berpusat pada Anda menjadi kepada orang lain. Orang sering bertanya pada saya, "Apakah Anda gugup ketika berbicara di hadapan orang banyak di mimbar gereja?" Jawab saya, "Tentu saja!" Tapi Anda tahu apa yang membuat perbedaan? Saya mengalihkan fokus, dari diri saya kepada orang-orang di depan saya. Jika saya berdiri di mimbar memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang gaya rambut saya, itu artinya saya punya sesuatu yang saya takutkan, kan? Tapi begitu saya mulai berpikir akan betapa saya mencintai keluarga gereja saya dan bagaimana kami melayani Tuhan bersama-sama, tiba-tiba ketakutan itu hilang. Ini sama dengan hubungan apapun. Fokus pada orang lain memberi Anda kekuatan untuk memusnahkan rasa takut dari hidup Anda.

Jadi bagaimana caranya mendapatkan kekuatan untuk fokus kepada orang lain? Dengan mengerti betapa Allah mengasihi Anda. Begitu Anda mulai memahami betapa Allah mengasihi Anda, Anda tak perlu membuktikannya pada diri Anda lagi. Anda tak perlu lagi menghabiskan hidup Anda berusaha untuk mengesankan orang lain sebab Anda sudah tahu bahwa Allah mengasihi Anda.

Tahukah Anda betapa membebaskan dan menyenangkannya hidup seperti itu? Identitas dan harga diri Anda tidak ditentukan oleh apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Ketika Anda aman dalam hubungan Anda dengan Kristus, Anda tidak lagi merasa tertekan oleh ekspektasi orang lain terhadap Anda. Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut.

Renungkan hal ini:

Apa kekuatiran atau ketakutan yang mencegah Anda untuk membuka kehidupan dan hati Anda kepada seseorang, baik itu kepada teman, pasangan, atau anggota keluarga?

Bagaimana budaya dunia malah menguatkan kekuatiran kita dalam hubungan-hubungan kita?

Menurut Anda, apa yang Allah pikirkan tentang Anda? Apa yang Dia lihat ketika melihat Anda?


Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut

Cinta Mengusir Ketakutan Dalam Hubungan Anda

1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."

"Aku membencimu!"

Ketika orang mengatakan hal itu dalam banyak hubungan, biasanya itu tanda bahwa seseorang mencoba untuk mengendalikan yang lain. Apa yang ada di balik kontrol itu? Ketakutan. Kekuatiran menyebabkan kita mencoba untuk mengendalikan orang lain atau melawan kendali orang lain. Ketika Anda merasa begitu kuatir, yang ada di pikiran Anda hanyalah tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Inilah yang menghancurkan hubungan dan yang melumpuhkan hidup Anda.

Sungguh dilema yang luar biasa yang kita miliki sebagai manusia: Kita ingin menjadi dekat, tapi juga takut menjadi dekat. Kita rindu untuk memiliki hubungan yang erat dengan orang lain, tapi kita juga amat takut menjalaninya.

Kekuatiran menghalangi keeratan dan melenyapkan hubungan Anda. Anda tak bisa menjadi dekat dengan seseorang apabila ada rasa takut dalam hubungan tersebut. Bila kekuatiran menghancurkan hubungan, lalu apa yang bisa membangunnya? Kasih! Kasih membangun hubungan.

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Bagaimana cara kerjanya? Bagaimana bisa kasih mengusir semua ketakutan?"

Kasih mengganti fokus perhatian Anda, dari semula berpusat pada Anda menjadi kepada orang lain. Orang sering bertanya pada saya, "Apakah Anda gugup ketika berbicara di hadapan orang banyak di mimbar gereja?" Jawab saya, "Tentu saja!" Tapi Anda tahu apa yang membuat perbedaan? Saya mengalihkan fokus, dari diri saya kepada orang-orang di depan saya. Jika saya berdiri di mimbar memikirkan apa yang mereka pikirkan tentang gaya rambut saya, itu artinya saya punya sesuatu yang saya takutkan, kan? Tapi begitu saya mulai berpikir akan betapa saya mencintai keluarga gereja saya dan bagaimana kami melayani Tuhan bersama-sama, tiba-tiba ketakutan itu hilang. Ini sama dengan hubungan apapun. Fokus pada orang lain memberi Anda kekuatan untuk memusnahkan rasa takut dari hidup Anda.

Jadi bagaimana caranya mendapatkan kekuatan untuk fokus kepada orang lain? Dengan mengerti betapa Allah mengasihi Anda. Begitu Anda mulai memahami betapa Allah mengasihi Anda, Anda tak perlu membuktikannya pada diri Anda lagi. Anda tak perlu lagi menghabiskan hidup Anda berusaha untuk mengesankan orang lain sebab Anda sudah tahu bahwa Allah mengasihi Anda.

Tahukah Anda betapa membebaskan dan menyenangkannya hidup seperti itu? Identitas dan harga diri Anda tidak ditentukan oleh apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Ketika Anda aman dalam hubungan Anda dengan Kristus, Anda tidak lagi merasa tertekan oleh ekspektasi orang lain terhadap Anda. Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut.

Renungkan hal ini:

Apa kekuatiran atau ketakutan yang mencegah Anda untuk membuka kehidupan dan hati Anda kepada seseorang, baik itu kepada teman, pasangan, atau anggota keluarga?

Bagaimana budaya dunia malah menguatkan kekuatiran kita dalam hubungan-hubungan kita?

Menurut Anda, apa yang Allah pikirkan tentang Anda? Apa yang Dia lihat ketika melihat Anda?


Kasih Allah membebaskan Anda untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut

Hal Kecil Dan Besar

Dua orang ibu tinggal di dekat pelabuhan. Setiap pagi mereka menyiapkan minuman hangat, untuk para nelayan yg pulang melaut. Sebagai gantinya, mereka akan diberi beberapa ikan hasil tangkapan.

Ibu yg pertama selalu berterima kasih, setiap kali diberi ikan kecil maupun besar. Lain halnya dengan ibu kedua. Ia selalu panik jika diberi ikan besar. Katanya, "Maaf, bolehkah saya minta yang kecil saja?" Suatu saat, karena bingung melihat kebiasaan temannya itu, ibu pertama bertanya kepada ibu kedua, "Mengapa engkau selalu menolak diberi ikan besar?" Dengan tenang ibu itu menjawab, "Karena saya tak punya wajan yg cukup besar untuk memasaknya." Ibu pertama tak dapat menahan tawanya, "Bukankah engkau bisa memakai pisau & memotong2nya?" Seperti dua ibu itu, setiap saat kita diperhadapkan pada hal2 kecil & besar, bahkan hal yg sangat besar; hal2 yg datang dalam bentuk yg menyenangkan, juga yg tidak.

Paulus dalam Filipi 4:12 & 13 bersaksi, bagaimana Tuhan tetap berkarya dalam kekurangan maupun kelimpahan hidupnya, & memampukannya melewati itu semua.

Saudaraku, kita tetap harus menghargai hal2 kecil. Namun, kita juga jangan menolak impian, pekerjaan, & pelayanan yg Tuhan percayakan, hanya karena kita melihat semuanya itu terlalu besar, & hati kita tidak cukup luas atau iman kita terlalu kecil untuk menerima berkat-Nya.

Bukan saatnya lagi "minta yg kecil saja", karena yg kita perlukan adalah kerja ekstra & keyakinan bahwa segala perkara, seberapa pun ukurannya, dapat kita tanggung dalam Dia yg memberi kekuatan kepada kita. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yg memberi kekuatan kepadaku." (Fil. 4:13)

Sabtu, 14 Mei 2016

Kesombongan Menghancurkan, Kerendahan Hati Membangun

Filipi 2:3b "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;"

Kesombongan menghancurkan hubungan. Kesombongan muncul dalam berbagai bentuk; seperti kritikan, persaingan, keras kepala, dan kedangkalan.

Masalah yang muncul dengan kesombongan adalah itu menipu diri kita sendiri. Orang lain dapat melihatnya, tetapi kita tidak. Ketika Anda punya penyakit kesombongan, Anda tak bisa melihatnya dalam hidup Anda.

Amsal 16:18 mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." Saya suka ayat ini dalam versi The Message: "Kesombongan mengikuti kehancuran - semakin besar ego Anda, semakin keras Anda jatuh."

Kesombongan menghancurkan hubungan, tetapi kerendahan hati adalah penawarnya. Kerendahan hati membangun hubungan. Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 3:8, " Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.

Bagaimana caranya agar Anda dan saya tumbuh dalam kerendahan hati? Itu bisa terjadi dengan membiarkan Yesus Kristus mulai mengendalikan pikiran, hati, sikap dan respon kita. Dia harus terlibat dalam hal ini. Efesus 4:23-24 mengatakan, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Bagaimana caranya agar Anda menjadi pribadi yang baru? Bagaimana caranya agar Anda mulai berpikir dengan cara yang berbeda? Inilah hukum dasar dari hubungan dengan orang lain: Anda cenderung menjadi sama dengan orang-orang yang bergaul dengan Anda. Jika Anda sering bergaul dengan orang-orang yang pemarah, maka Anda akan menjadi pemarah. Jika Anda sering bergaul dengan orang-orang yang bahagia, maka Anda akan lebih bahagia. Jika Anda ingin memiliki lebih kerendahan hati, bergaullah dengan Yesus Kristus. Dia rendah hati. Dia ingin menjalin hubungan dengan Anda. Dia ingin Anda menghabiskan waktu bersama-Nya di dalam doa, membaca firman-Nya dan berbicara dengan-Nya. Dia rendah hati, dan semakin Anda mengenal Dia, maka Anda akan menjadi lebih seperti Dia.

"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan," (Filipi 2:3b, 5-6).

Tidak ada seorang pun yang pernah melakukan sesuatu yang begitu rendah hati selain Yesus, dimana datang dari Surga ke Bumi untuk menjadi seorang manusia, hidup demi kita, memberikan nyawa-Nya demi kita, dan dibangkitkan untuk kita. Ketika Anda menghabiskan waktu bersama-Nya, itu membuat Anda lebih rendah hati, dan itu membangun hubungan Anda.

Renungkan hal ini:

Apa beberapa karakteristik umum dan kebiasaan orang-orang yang Anda kenal yang Anda sebut rendah hati?

Bagaimana Anda perlu mengubah cara pikir Anda tentang orang lain sehingga Anda dapat menjadi lebih seperti Yesus?

Apa artinya lebih menghargai orang lain ketimbang menghargai diri sendiri?


Ia membuat Anda rendah hati dan Anda akan selalu mau membangun hubungan pribadi dengan Tuhan

Jumat, 13 Mei 2016

Tabur Ketidakegoisan Dan Tuai Hidup Yang Kekal

Galatia 6:7-8 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."

Keegoisan menghancurkan hubungan-hubungan.
Ini merupakan penyebab nomor satu konflik, argumen, perceraian, dan bahkan perang.

Yakobus 4:1 mengatakan, "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?"

Setiap kekacauan dimulai karena kita saling mementingkan diri sendiri.

Sangat mudah bagi keegoisan untuk menyusup ke dalam hubungan-hubungan.
Ketika Anda memulai suatu hubungan, tentunya Anda berusaha keras untuk tidak menjadi egois.
Tetapi seiring waktu, keegoisan pun akan mulai muncul. Kita memakai lebih banyak usaha untuk membangun hubungan ketimbang mempertahankannya.

Apabila keegoisan merusak hubungan kita dengan orang lain, maka ketidakegoisanlah yang membuat hubungan itu bisa tumbuh subur.
Apa yang dimaksud dengan tidak egois?
Itu artinya lebih sedikit "saya" dan lebih banyak "Anda."
Intinya, memikirkan orang lain sebelum Anda memikirkan diri sendiri dan mempedulikan kepentingan orang lain sebelum kepentingan Anda sendiri (Filipi 2:4).

Menjadi tidak egois dapat membantu orang lain mengeluarkan potensi dan nilai terbaik dari dalam diri orang lain.
Dalam hubungan terbangun kepercayaaan.
Bahkan, apabila Anda memulai sebuah hubungan dengan tulus tanpa mementingkan diri sendiri, maka hal itu akan memaksa orang lain untuk berubah, sebab Anda bukan orang yang sama lagi sehingga mereka mau tak mau akan menjalani relasi dengan Anda dengan cara yang berbeda.
Saya sudah sering melihat kasus seperti ini beberapa orang yang paling jahat yang begitu dibenci orang sekalipun mampu diubahkan ketika seseorang memperlakukan mereka dengan baik dan tanpa pamrih dan dapat memberi mereka apa yang paling mereka butuhkan, bukan apa yang layak mereka dapatkan.

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6:7-8, Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Inilah prinsip tabur tuai.
Apa yang Anda tabur, itu yang akan Anda tuai.
Allah menghadiahkan ketidakegoisan dengan kehidupan yang kekal. Dia telah menciptakan alam semesta ini supaya semakin tidak egois Anda, semakin Ia memberkati Anda.
Mengapa? Karena Ia ingin Anda menjadi semakin seperti Dia dan juga karena Allah itu tidak egois.
Segala sesuatu yang Anda miliki dalam hidup ini adalah karunia dari-Nya, karena Ia tidak mementingkan diri-Nya sendiri.

Anda menjadi paling bahagia dalam hidup ini ketika Anda menyerahkan ego Anda kepada Allah.
Yesus berkata, "Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya (Markus 8:35b).

Renungkan hal Ini:

Apa salah satu hal yang paling sulit Anda berikan kepada orang lain?

Bagaimana cara Anda berlatih mengorbankan hal tersebut minggu ini?

Bagi Anda, dalam hal apa Allah akan memberkati Anda ketika Anda tidak egois?


Anda menjadi paling bahagia dalam hidup ini ketika Anda menyerahkan ego Anda kepada Allah.

Mengalah

Ada dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut. Di sebelah kiri adalah tebing terjal, dan di sebelah kanan danau yang dalam. Keduanya saling berpandangan. Apa yang harus mereka lakukan? Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.

Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya. Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther  yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling "merendahkan diri" untuk "memberi jalan" ketika "papasan" dengan yang lain!

Hal ini sesuai dengan Firman Tuhan, bahwa kita adalah satu tubuh yang seharusnya dapat saling memperhatikan satu sama lain.

Seperti ayat di Filipi 2 : 3-4 yang berbunyi "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"

Tempayan yang Retak

Seorang tukang air di india memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?"

"Karena selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi." Kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata,

"Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan Yesus akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja BapaNya. Sebesar apa pun kekurangan kita, hidup kita ini sangat berharga di mata Tuhan!

Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Bambu dan Pakis

Suatu hari, aku merasa sangat lelah dan memutuskan untuk berhenti ... berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti membangun hubungan pribadiku dengan Tuhan. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.

"Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.

"Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"

"Ya", jawabku.

Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya".

"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. "

"Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.

Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. "

"Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "

Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."

"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku.

"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.

"Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya

"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap ku. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.

Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

KESUCIAN HATI

Setiap Minggu John beribadah, tetapi hatinya tetap terasa jauh dari Tuhan. "Saya tidak mendapat apa2," katanya. Semula hal itu ia kira terjadi karena khotbah & nyanyian ibadah yg tidak menyentuh. Ia pun berpindah2 gereja, menyimak khotbah para pengkhotbah ternama.

Namun, hasilnya sama saja. Akhirnya ia sadar, rasa jauh itu muncul karena hatinya yg tidak lurus. Sikap suka mencela, suka mengkritik, merasa "sudah tahu" & sombong rohani, membuatnya tidak puas saat beribadah di mana pun!

Menurut Yesus, hanya orang yg suci hatinya bisa melihat Allah. Kata "suci" berarti murni. Bersih. Tidak bercampur dengan apa pun. Hati yg suci mempunyai motivasi murni. Tidak mendua. Semata2 ingin memuliakan Tuhan.

Apabila orang beribadah dengan hati suci & murni, ia pasti akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Entah lewat firman, nyanyian, bahkan ketika berdiam diri sekalipun. Sebaliknya, tanpa kesucian hati, ibadah menjadi sia2.

Lihatlah Ananias & Safira. Keduanya memberi persembahan istimewa. Menjual tanah untuk Tuhan, tetapi tidak dengan hati suci. Mereka memberi sambil pamer diri. Para rasul bahkan dibohongi, soal jumlah yg dipersembahkan. Akibatnya, mereka tidak melihat Tuhan, malah dihukum Tuhan!

Saudaraku, apakah Anda sering merasa tidak puas ketika beribadah di gereja? Daripada menyalahkan apa & siapa, periksalah diri sendiri. Sudahkah Anda beribadah dengan kesucian hati?

Jika "ya", Anda tidak memerlukan khotbah hebat atau tata ibadah yg luar biasa, untuk bisa bertemu Tuhan. Baru saja masuk ke rumah Allah, Anda sudah akan disapa & berjumpa dengan-Nya! "Berbahagialah orang yg suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Mat. 5:8)

JESUS LOVE U

Kamis, 12 Mei 2016

Gantungkan Pengharapan Anda Kepada Allah

Roma 12:16 "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!"

Sebelum memulai setiap kebaktian di Gospel Generation Ministry ~ G2M, saya berdoa, "Tuhan, hanya buang-buang waktu apabila saya keluar dan berbicara pada mereka tanpa mengharapkan-Mu berbuat sesuatu. Jadi saya mau mengucap syukur terlebih dahulu kepada-Mu. Dengan iman saya berharap itu akan terjadi. Bukan karena siapa saya, tapi karena siapa Engkau. Itulah iman yang Tuhan pakai untuk mengubah kehidupan."

Sangat sedikit orang yang datang kepada Yesus Kristus ketika pertama kali mereka mendengar Kabar Baik.
Mereka harus merenungkannya terlebih dahulu dan butuh waktu untuk membuat keputusan yang tepat.

Jangan pernah menyerah pada siapa pun.
Tidak ada seorang pun yang sia-sia! Anda harus percaya Allah. Ibrani 11:1 mengatakan, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Beberapa dari Anda mungkin telah berdoa cukup lama untuk pacar, anak, atau sahabat Anda agar menjadi orang percaya.
Anda telah mendoakannya selama bertahun-tahun, namun Anda tidak melihat satu tanda-tanda pun bahwa mereka sudah lebih dekat dalam perjalanan spiritual mereka menuju Allah, ketimbang lima tahun lalu atau dua tahun yang lalu atau tahun lalu.

Jadi apa yang harus Anda lakukan?
Anda harus mulai mendoakannya dengan iman, meminta Allah untuk bertindak.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Anda perlu berkata kepada Allah, "Sampai sekarang saya belum melihat tanda-tanda mereka ingin mengenal-Mu.Tapi saya akan tetap mendoakan mereka dan mengharapkan agar Engkau untuk bekerja dalam hidup mereka, meski ketika saya tak bisa melihatnya."

Ingat suatu kisah dalam Alkitab tentang empat orang yang mempunyai seorang teman yang lumpuh?
Karena mereka percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan teman mereka, maka mereka menggotong dia dengan tikar dan membawanya menemui Yesus.
Ketika Yesus melihat iman mereka, Ia berkata, "Hai saudara, dosamu sudah diampuni" (Lukas 5:20b), dan Ia menyembuhkan orang itu.

Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu karena iman teman-temannya, bukan karena iman orang yang lumpuh tersebut.
Terkadang Anda harus percaya di dalam iman untuk orang lain dan berharap pada Allah agar Ia turut bekerja.
Percayalah pada Tuhan kita yang besar, dan Anda akan mendapat hasil yang besar.

Renungkan hal ini:

Siapa saja yang selama ini Anda doakan agar menjadi orang percaya?
Bagaimana Anda perlu mengubah ekspektasi atau cara Anda mendoakan orang tersebut?

Apa yang Anda ingin Tuhan capai melalui hidup Anda?
Bagaimana Anda dapat menunjukkan Dia rasa syukur Anda terlebih dahulu tentang bagaimana Ia akan bekerja dalam hidup Anda?

Hal-hal apa saja yang tidak bisa Anda lihat yang Anda minta kepastiannya hari ini?

Allah bekerja di dalam hati orang-orang jika kita meminta Dia melakukannya.

Rabu, 11 Mei 2016

Bersahabat Untuk Memuridkan

Roma 12:16 "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!"

Semua orang mencari sahabat sejati bukan hanya kenalan tapi orang-orang yang ada buat Anda ketika Anda benar-benar membutuhkan mereka.
Allah ingin Anda membangun persahabatan sejati dengan orang-orang di hidup Anda agar Anda dapat berbagi Injil dengan mereka.
Allah telah menempatkan orang-orang ini - rekan kerja dan teman sekelas, tetangga dan rekan tim - dalam hidup Anda secara khusus agar Anda dapat berbagi tentang Kebenaran Firman dan menjadikan mereka murid Kristus.
Jika Anda tidak memberitahu mereka tentang apa yang telah dilakukan Kristus bagi mereka, lalu siapa lagi?

Alkitab berkata dalam Roma 12:16, "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!"

Orang Kristen cenderung jatuh ke dalam salah satu dari dua hal yang ekstrim ini: isolasi (pengasingan diri) atau imitasi (peniru).
Beberapa orang Kristen berkata, "Saya tidak mau tercemar oleh dunia ini. Saya akan mengasingkan diri. Saya akan membangun tembok dan membuat budaya saya sendiri."
Isolasi diri tidak ada gunanya!
Bagaimana Anda bisa membangun persahabatan dengan cara itu?

Hal ekstrim lainnya adalah imitasi, yang mengatakan, "Mari kita menjadi seperti dunia ini.Mari kita berpakaian seperti bintang pop terbaru. Kita bebas mengatakan apapun yang kita mau tentang orang lain. Mari kita mengikuti apapun yang dikatakan oleh budaya populer ini. Mari kita menyatukan diri dengan dunia ini, kita tak ada bedanya!"
Allah tak ingin Anda menjadi seperti itu.
Dia tidak ingin Anda menyerah pada apa yang ditawarkan oleh masyarakat kita.

Jawaban dari hidup kudus bukanlah isolasi atau imitasi, melainkan insulasi (penyekatan) dan infiltrasi (peresapan).
Alkitab mengatakan agar Anda menjadi garam dan terang dunia.
Anda harus menyusup ke dunia ini dengan kebaikan Allah.
Ketika saya pergi makan malam dan memesan ikan kakap putih, hal pertama yang saya lakukan sebelum menyantapnya ialah menaburkan garam di atasnya.
Ikan ini tinggal di air asin, tapi saya tetap menaburkan garam ke atasnya.
Mengapa? Ikan ini terinsulasi.
Jika Allah bisa mengambil seekor ikan dan menempatkannya untuk tinggal di perairan asin seumur hidupnya tapi tanpa membuat asinnya garam meresap ke dalam tubuh ikan itu, maka sama halnya dengan kita, Allah juga dapat memilih orang percaya, menempatkannya ke dunia, dan menjaganya agar tak tercemar oleh nilai-nilai dunia yang salah.

Allah ingin Anda menjadi kudus dan kuat di dalam iman Anda.
Dia juga ingin Anda berjalan keluar dari pintu, masuk ke dunia dan mengenal orang-orang yang Ia hadirkan dalam hidup Anda.
Saat Anda membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda dan berbagi Kebenaran Firman dengan mereka, artinya Anda tinggal di dunia tapi bukan berasal dari dunia ini.

"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1:7).

Renungkan hal ini:

Mengapa terkadang lebih mudah untuk mengisolasi diri kita sendiri ketimbang mengenal orang lain pada level yang lebih dalam?

Apa saja hal-hal yang sudah mengakibatkan Anda jatuh ke dalam perangkap karena meniru dunia ini?

Seandainya Anda adalah satu-satunya perwakilan Yesus Kristus yang dikenal oleh seseorang dalam hidupnya, bagaimana mereka akan memandang Kekristenan melalui hidup Anda?

Apakah itu akan membuat Anda ingin mengubah diri Anda menjadi orang yang lebih baik lagi?


Allah ingin Anda menjadi kudus dan kuat di dalam iman Anda kemudian Anda siap memuridkan.

Selasa, 10 Mei 2016

Isi koper

Seorang manusia *meninggal*...

Ketika ia menyadarinya, ia melihat Tuhan mendekati dirinya dg sambil memegang sebuah koper di tangan-Nya.

Berikut dialog antara TUHAN & arwah manusia tersebut:

Tuhan: "Mari kita pergi."
Arwah: "Begitu cepat? Tapi saya masih memiliki banyak rencana."
Tuhan: "Maaf, waktumu sudah habis, saatnya untuk pergi."
Arwah: "Apakah isi koper yg Engkau pegang itu?"
Tuhan: "Benda kamu."
Arwah: "Benda saya? Maksudnya barang2 saya? Spt baju saya, uang saya, perhiasan saya?"
Tuhan: "Bukan, barang itu tak pernah menjadi milikmu. Itu milik Dunia."
Arwah: "Apakah itu ingatan & kenangan saya?"
Tuhan: "Bukan, itu milik Waktu."
Arwah: "Apakah itu bakat & kesuksesan saya?"
Tuhan: "Bukan juga, itu milik Anugerah."
Arwah: "Apakah itu istri & anak2 saya?"
Tuhan: "Tidak juga, itu milik hatimu."
Arwah: "Kalau begitu, itu pasti tubuh saya."
Tuhan: "Tidak, bukan... Tubuhmu milik Debu Tanah."
Arwah: "Jika demikian isinya tentu jiwa saya."
Tuhan: "Kamu salah besar nak, sebab jiwamu itu milik-KU."
Tuhan lalu menyerahkan koper tersebut ke sang Arwah. Dengan kebingungan & dengan ketakutan sang Arwah membuka koper tersebut
Dan ternyata isinya KOSONG...!!!

Dengan hati kecewa & airmata berlinang sang Arwah bertanya pd Tuhan, "Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun?!"
Tuhan menjawab: "Iya, benar. Sesungguhnya kamu itu tak pernah memiliki apapun..."
Arwah: "Lalu..., apa yg menjadi milikku, Tuhan...?!"
Tuhan: "WAKTU-mu! Saat-saat di waktu kamu HIDUP... itulah milikmu...!!!"
Sahabatku semua, Hidup adalah waktu.
Hargai waktu yg ada tersisa,
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur & kebahagiaan.
Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel.
Nikmatilah setiap saat-saat yang dilalui bersama pasangan dan anak-anakmu, dan bahagiakan mereka selagi kamu masih punya waktu.
Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan...
Tetaplah menjadi baik sampai akhir hidup...🙏

Beritahu Orang Lain Tentang Kisah Anda Dengan Allah

Kisah Para Rasul 1:8b "Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Cara paling efektif untuk memberitahu orang lain tentang hal-hal besar yang dapat Allah lakukan dalam hidup mereka ialah dengan menceritakan pada mereka tentang apa yang telah Ia lakukan dalam hidup Anda.
Itulah yang paling membuat perbedaan.

Yesus berkata dalam Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Ketika saya mendengar kata "saksi," saya langsung terbayang ruang sidang.
Ini adalah sebuah gambaran yang sempurna atas apa yang Allah tugaskan pada kita untuk membuat perbedaan.
Dia tidak meminta kita untuk menjadi seorang pengacara, memperdebatkan suatu kasus.
Dia tidak meminta kita untuk menjadi hakim, mengadili orang lain.
Dia ingin kita menjadi saksi-Nya.

Apa yang seorang saksi lakukan?
Seorang saksi hanya berkata, "Inilah yang saya lihat. Inilah yang saya dengar. Sama seperti saksi Kristus, Anda hanya perlu memberitahu orang lain kisah tentang apa yang telah Allah lakukan dalam hidup Anda."

Seorang teman tidak merahasiakan kabar baik dari temannya.
Jadi, ceritakan apa Kabar Baik tentang apa yang telah Allah buat dalam hidup Anda sehingga itu dapat membuat perbedaan yang berkelanjutan dalam hidup mereka.

Apakah Anda ragu bagaimana cara memulainya?
Berikut adalah langkah sederhananya: Catat cerita Anda, lalu ceritakan kepada kelompok kecil Anda.
Mulailah berbagi kesaksian Anda dengan orang-orang yang terdekat supaya Anda bisa berlatih berbicara.
Setelah itu Allah akan memberi Anda kesempatan-kesempatan untuk berbagi cerita dengan seseorang yang perlu mendengar Kabar Baik dari-Nya.

"Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku" (Mazmur 66:16).

Siapa saja dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang apa yang telah Allah lakukan untuk Anda?

Renungkan hal ini:

Kebimbangan apa yang Anda punya dalam hal bersaksi kepada orang lain?

Bagaimana ketakutan Anda akan berubah atau lenyap ketika Anda membaca bahwa Anda hanya perlu menceritakan kisah Anda pada seseorang untuk memulai sebuah pembicaraan tentang Injil?

Menurut Anda mengapa penting untuk mencatat kisah Anda?

Dia tidak meminta kita untuk menjadi hakim, mengadili orang lain. Dia ingin kita menjadi saksi-Nya.