Selasa, 30 Juni 2015

Teori kecoa untuk Pengembangan Pribadi

Pidato yang indah oleh Sundar Pichai - seorang Alumni IIT-MIT  dan Global Head dari Google Chrome:

Teori kecoa untuk Pengembangan Pribadi
    
Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi ... kecoa itu mendarat di wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan.

Pelayan berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkannya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu saya.

Bukanlah kemacetan lalu lintas di jalan yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kemacetanlah yang mengganggu saya.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Pelajaran dari cerita ini:

Saya mengerti, saya tidak harus bereaksi dalam hidup.
Saya harus selalu merespon.

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami ............ HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena Semuanya berjalan dengan benar  dalam Kehidupannya ..

Dia BAHAGIA karena Sikapnya dalam menanggapi Segala sesuatu di Kehidupannya Benar .. !! ,,,,,,,

Senin, 29 Juni 2015

Mengampuni dan memaafkan

Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat  mereka duduk dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter:
"Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan, Anda tidak terpancing untuk mengumpat.
Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan KATA-KATA KASAR sekalipun. Anda punya alasan untuk hal ini?" tanya Poter

Grant menjawab, "Saya tidak mau membiasakan mengumpat. sejak remaja saya tidak pernah melakukannya, dan ketika saya dewasa, saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan KEBODOHAN.

Karena kata-kata kasar membangkitkan AMARAH diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.

Saya tidak pernah melihat kehidupan yg berkualitas dari seorang pemarah, selain LEMAH dan RAPUH dari segi spiritual.

Seorang PEMARAH, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia HANCUR.

Tidak ada yang lebih BURUK dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

~"Pada saat kita marah,
kita telah kalah"

~"Pada saat kita membenci,
Kita telah terkunci"

~"Pada saat kita mendendam.
Kita menjadi tawanan".

Solusi menuju ketenangan:

"MENGAMPUNI" & "MEMAAFKAN"

Senin, 22 Juni 2015

Cameron Johnson Jadi Miliarder di Usia 15 Tahun


Cameron Johnson memulai bisnis di usia sembilan atau sebelum lulus SMA. Ia diakui sebagai salah satu pengusaha muda paling sukses di dunia. Sebagai seorang remaja, ia memulai selusin bisnis menguntungkan pada umur 15 tahun. Tahun lalu ia ditunjuk menjadi pengusaha termuda Amerika oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo.

Cameron adalah seorang finalis pada Oprah Winfrey's first prime time series, The Big Give, yang disiarkan di ABC. Baru-baru ini, ia menjadi tuan rumah Season 4 dari Beat the Boss yang mengudara di BBC Inggris. Cameron memiliki beberapa proyek lainnya dan dia terus membagikan pesan di seluruh dunia. Buku terbarunya berjudul Shots sudah beredar sekarang.

Meski entrepreneurship telah berjalan di keluarga Cameron, orangtuanya tidak pernah mencoba membujuknya atau mengarahkan dirinya menjadi entrepreneur. "Itu hanya sesuatu yang saya lakukan setelah saya punya komputer pertama saya," kata Cameron. Walau dia menunggu sampai usia sembilan tahun untuk memulai bisnis komputernya, karier Cameron dimulai lebih cepat. Bahkan sebagai seorang anak, Cameron telah tertarik untuk menjadi seorang pengusaha dan dia selalu bisa menjual produk apapun yang diletakkan di depannya. Pada usia tujuh tahun, ia menjual sayuran dari gerobak merah miliknya dari pintu ke pintu. Ketika ia berusia sembilan tahun Cameron adalah top seller penjual tiket K-12 di sekolahnya. Ia mampu menjual beberapa ratus tiket hanya dalam hitungan minggu. Ketika ia berada di kelas lima, ia menjual kertas pembungkus kado dan sekali lagi, Cameron menjadi top seller dengan mengungguli kawanya yang menempati posisi kedua dengan menjual dua kali lebih banyak.

Komputer pertamanya merupakan hadiah Natal dari orangtuanya. Hanya beberapa bulan kemudian, ia memulai bisnis pertama pencetakan kartu ucapan, alat tulis serta undangan untuk keluarga dan teman-temannya. Untuk mendukung bisnisnya, dia menggunakan komputer dan printer.

Tepat sebelum Cameron berumur sepuluh tahun, orangtuanya mengizinkannya untuk membuka rekening sendiri. Hal ini memungkinkan Cameron mempunyai kendali penuh atas keuangannya dan belajar untuk mengelola uang. Dari kegiatan menyetor dan menulis cek sampai belanja untuk perlengkapan kantor, Cameron belajar bagaimana mengelola uang dan bagaimana untuk melacak pengeluarannya. Cameron dibesarkan pada prinsip-prinsip memberi sesuatu kepada masyarakat dan lingkungannya dan pada usia yang sama ia mulai memberikan hadiah tahunan kepada gereja lokal.

Ketika berusia sebelas tahun, ia menerima beberapa lembar saham dari berbagai perusahaan, termasuk Disney dan CSX Railroad. Setelah menerima hadiah ini, ia menjadi sangat tertarik pada pasar saham dan mempelajari semua cara kerjanya. Ia segera menjual beberapa saham orangtuanya yang diberikan kepadanya dan juga menginvestasikan beberapa ribu dolar uangnya sendiri ke perusahaan pilihannya. Hanya dalam waktu beberapa tahun, ia telah melipat gandakan investasinya tujuh kali lebih besar.

Pada usia 15 tahun sebagai murid baru di sekolah menengah, perusahaan internetnya telah meningkatkan penjualan menjadi lebih dari US$ 15.000 per hari. Ia kemudian diminta untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat untuk FutureKids, sebuah perusahaan berbasis di Tokyo dan Sega of America yang pada saat itu, sedang membuat konsol Sega Dreamcast. Dia berkonsultasi dengan kedua perusahaan selama beberapa tahun.

Pada bulan Agustus 2000, ia didekati oleh seorang penulis laris jepang, yang ingin menjadi "ghost writing" otobiografi Cameron. Dia pun setuju dan buku ini diterbitkan beberapa bulan kemudian dan menjadi buku laris di Jepang.

Cameron menyadari sejak dini bahwa ia sangat beruntung dengan bisnisnya, ia menyadari bahwa bisnis dan kehidupan sosial adalah sesuatu yang harus disimpan terpisah. Pada kenyataannya sebagian besar teman-temannya bahkan tidak pernah tahu apapun tentang bisnisnya sampai ia berumur lima belas tahun, ketika itu ia telah dimuat di berita utama seluruh dunia. Cameron kuliah di Virginia Tech untuk periode singkat namun memutuskan untuk menunda kuliahnya.

Saat ini Cameron telah berusia 24 tahun. Ia menghabiskan waktu dengan bepergian dan menjadi pembicara di seluruh dunia. Dia juga terlibat dengan beberapa organisasi nirlaba. Ia berencana untuk untuk mempromosikan financial literacy di kalangan kaum muda. Buku terbarunya telah diterbitkan pada Januari 2007 oleh Free Press / Simon & Schuster dengan judul You Call the Shots: Succeed Your Way - And Live the Life You Want - With the 19 Essential Secrets of Entrepreneurship. (bn/dari berbagai sumber)

Minggu, 21 Juni 2015

Nenek yang Cerdas



Nenek Ingin Tarik 500 Yuan Dan Diusir Pegawai, Tapi Apa Yang Dia Lakukan Berikutnya Membuat Kita Terpaku…


Aku rasa pegawai juga tidak habis piker bisa begini...
Sponsored Ad
Di China ada seorang nenek pergi ke konter untuk menarik duit, dan dia bilang ke pegawainya,

"mbak, bantu saya Tarik 500 Yuan, terima kasih."
Pegawai :"5000 Yuan ke bawah harus pergi ke mesin ATM."
Nenek bertanya :"kenapa?"
Pegawai tidak sabar berkata:"Ini peraturan, kalau tidak senang ya pergi saja, belakang banyak orang antri."
Dia langsung mengembalikan kartu ATM nenek tersebut.
Nenek ini tidak bisa berkata apa – apa, dia kembalikan lagi kartu ATMnya ke pegawai tersebut dan berkata,"mbak bantu saya ambil uang ya! Terima kasih."






Pegawainya lihat rekeningnya, dan mukanya juga langsung berubah, dan sikapnya terhadap nenek jadi lebih sopan dan berkata,"maaf bu, rekening anda ada 2 juta Yuan, bank di sini tidak memiliki banyak cash, jadi untuk pengambilan cash harus buat janji terlebih dahulu."
Nenek bertanya,"Jadi saya boleh ambil berapa?"
Pegawai :"di bawah 300,000 Yuan bu"
Nenek berkata:"Terima kasih, tolong bantu saya ambil 300,000 Yuan ya"
Pegawai pun mengambil 300,000 Yuan untuk nenek ini.
Nenek pun mengambil 500 Yuan keluar, dan berkata ke pegawai tersebut,"mbak tolong bantu saya simpan 299,500 Yuan ya, terima kasih."Dan pegawai ini langsung tidak bisa berkata apa – apa.

Kalau pegawainya dari awal membantu nenek tersebut mengambil uang 500 Yuan, mungkin saja dia tidak perlu serepot itu.

Jumat, 19 Juni 2015

Kisah Orang2 Sukses : STEVE JOBS

sebab 7 kali orang benar jatuh,namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24:16



STEVE JOBS

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles. Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, Imac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Kisah Orang2 Sukses : KONG HEE, Seorang Pendiri Gereja (City Harvest Church)

sebab 7 kali orang benar jatuh,namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24:16



KONG HEE, Seorang Pendiri Gereja (City Harvest Church)

Kong Hee menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pada tahun 1975. Setelah pertobatannya, Kong menghadiri pertemuan kecil di Gereja Anglican selama 13 tahun. Setelah lulus dan meraih gelar sarjana komputer dari Universitas National di Singapura, dan setelah sempat bekerja di Gereja Anglican, Kong berencana memulai pelayanannya di Filipina. Ketika itu itulah ia merasa Tuhan menggerakkan hatinya untuk memulai gereja di daerah pinggiran Singapura. Pada tanggal 7 Mei 1989, Gereja City Harvest didirikan dan terdiri dari 20 orang anak muda.

Kini, gereja Khong Hee termasuk gereja yang unik di kawasan Asia karena beberapa alasan berikut ini:

1. Dengan jemaat yang berjumlah 23.000 orang, gereja yang dibangun Kong Hee adalah gereja terbesar kedua di kawasan Asia.
2. Seluruh dinding komplek gedung gereja yang dilapisi titanium dan yang dibangun di bawah tanah itu berharga senilai 28 juta dollar dan telah dibayar dengan lunas.
3. Gaya penyembahan dan pelayanan gereja yang ada di gereja Kong Hee termasuk yang paling kontemporer dan progresif di seluruh dunia.
4. Dengan tingkat pertumbuhan melahirkan 1 gereja setiap 3 bulannya, CHC adalah sebuah gereja misi.
5. Memiliki Sekolah Pendalaman Alkitab jangka pendek yang tersebar luas di seluruh kawasan Asia Tenggara, dan memiliki 10 cabang sekolah di kawasan Timur Jauh, pemuridan menjadi jantung kegiatan CHC.
6. Karena penekanannya untuk menjangkau jiwa, pikiran dan keberadaan anak-anak muda, Konferensi Emerge CHC di seluruh kawasan Asia menarik puluhan ribu anak muda sejak tahun 2004.
7. Motto CHC yaitu kristos kai kosmos, yaitu membawa Kristus ke lingkungan pekerjaan dan kebudayaan masyarakat yang kontemporer dengan cara yang relevan.

Kong Hee, Seorang Pelayan Kemanusiaan
Tahun 1995, Kong merasakan panggilan Tuhan untuk membangun sebuah "Gereja Tanpa Tembok," untuk membawa kasih Kristus keluar dan melintasi keempat pilar gereja dengan cara yang penuh belas kasihan dan praktis. Sejak itu, etos hidup Kong yaitu "menemukan kebutuhan dan memenuhi kebutuhan itu, mencari orang terluka dan menyembuhkannya."

Pada tahun 1997, Asosiasi Pelayanan Komunitas City Harvest didirikan untuk menjangkau orang-orang yang kurang beruntung, tanpa memandang suku, bahasa atau agama. CHCSA memulihkan 17.000 kowa di Singapore setiap tahunnya, sementara membangun dan mengelola banyak sekolah, pusat-pusat kesehatan dan panti-panti asuhan di daerah-daerah kumuh di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai orang yang paling dikenal dan orang yang paling sering dicari di kalangan pembicara internasional, Kong menerima ratusan undangan setiap tahunnya untuk mengajar di berbagai universitas, perusahaan-perusahaan, gereja-gereja, dan konferensi-konferensi di seluruh dunia. Sampai detik ini, lebih dari 1 juta orang telah menghadiri seminar-seminarnya, sementara itu tidak terhitung orang-orang di kawasan Asia yang telah mendengarkan kotbahnya melalui siaran televisi mingguan berdurasi 30 menit, "Harvest Time". Kong telah berbicara di negara-negara ini: Armenia, Australia, Canada, China, Fiji, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, New Zealand, Papua, Filipina, Rusia, Singapore, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Taiwan, USA, Ukraine, dan Vietnam.

Kong Hee, Seorang Pengusaha
Kong dan istrinya adalah juga pemilik dari 4 outlet fashion. Adapun lokasi outlet-outlet milik Kong tersebar di sepanjang Jalan Orchard sampai ke Pelabuhan Marina, yang merupakan jalur belanja utama di Singapore. Sebagai seorang pemilik usaha, Kong tidak pernah menerima gaji lagi dari CHC sejak tahun 2005. Mereka berdua melayani gereja dan kegiatan-kegiatan masyarakat sebagai sukarelawan, seperti juga orang-orang lainnya yang menjadi anggota dari organisasi-organisasi non-profit.

Kisah Orang2 Sukses : JOANNE KATHLEEN ROWLING



Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yos 1:8 )


JOANNE KATHLEEN ROWLING

Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. Bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. Ia juga memiliki kegemaran tanpa malu' menunjukan karyanya kepada teman' dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia. Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual. Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis. Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah

Kisah Orang2 Sukses : MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK)


MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK)

Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Kar ena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook. Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan. Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap. Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum. Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia. Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota. Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi 'barang dagangan' yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar'menyatukan' komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup
makin bermakna. TIADA KETEKUNAN YANG TIDAK MEMBAWA HASIL...

Kisah Orang2 Sukses : WILLIAM COLGATE ( pendiri pasta gigi Colgate)


WILLIAM COLGATE ( pendiri pasta gigi Colgate)

Colgate adalah nama sebuah perusahaan. Jika mendengar nama itu, kebanyakan orang Amerika pasti akan langsung berpikir tentang pasta gigi. Tetapi, jika mereka tahu sejarah orang dibalik nama itu, mereka ,mungkin akan berpikir tentang kristus, dan jejak yang dijalani COlgate bersamaNya.

William Colgate lahir pada tanggal 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris. Ayahnya, Robert adalah seorang petani yang dikenal sebagai intelektuual yang berani dan memiliki pemikiran politik yang tajam.

Pada suatu hari, karena mendukung kemerdekaan negara koloni Inggris, RObert mendapat ancaman dari pihak penguasa. Namun, Tuhan campur tangan dengan mengirim seorang di tengah malam buta untuk memperingati keluarga Colgate. Dengan segera mereka terbang meninggalkan negara Inggris. Pembawa pesan itu mengatakan, jika saja mereka tetap di Inggris kemungkinan besar pasti dihukum penjara atau bahkan dihukum mati. Tapi apa yang buruk menurut dunia, Tuhan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan.

Pelayaran
Keluarga Colgate naik kapal pada bukan maret 1798 dan berlayar menuju Amerika. Mereka menetap di sebuah perkebunan di Hartford Co., Kota Maryland.

Disana Ayah William bekerja sama dengan Ralph Maher untuk memulai usaha pembuatan sabun dan lilin.

William membantu kedua orang itu dan belajar dengan cepat. Tetapi, kenyataan berkata lain. Meski sudah bekerja keras, kerja sama itu gagal di tengah jalan. Robert Colgate kembali ke perkebunan dan William memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. Setahun kemudian ia kekurangan modal, dan William Colgate harus menutup usahanya.

Meski gagal dua kali, William tidak menyerah. Ia mendapatkan pelajaran berharga. Ia percaya, Tuhan akan mengarahkan langkah Anda, Jika Anda mau mencariNya dab menyerahkan bisnis ANda kedalam rencanaNya, meski ada kegagalan.

Seorang teman kristiani yang bekerja di sebuah kanal kapal menasihati Colgate, "Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur...dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu."

Saat William mempelajari Alkitab, ia begitu tertarik dengan ayat dalam Kejadian 28:20-22, "Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untukdimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu."

Pada tahun 1804, COlgate dipekerjakan oleh sebuah perusahaan pembuat sabun sebagai pegawai magang. Pengamatan Colgate sangat tajam dan teliti. Dia terus memegang perintah Tuhan dalam Amsal, Yaitu memperhatikan perintah, meski perintah itu datang dari mereka yang gagal (Ams 24:30-32).

Colgate percaya bahwa perusahaan itu telah salah kelola, dan ternyata ia benar. Perusahaan itu akhirnya tutup pada tahun 1806, tapi reputasi dan ambisi Colgate memampukannya untuk menghubungi pada penyalur di kota lain. Ia memulai merintis usahanya kembali.

Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya itu sudah berhasil sejak awal. Dalam 6 bulan perusahaan itu sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.

Tidak Lalai
Meski Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan. Kesuksesan Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab.

Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan.

Tidak lama, Colgatye segera menjadi salah asatu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil. Colgate menikahi Mary Gilbert pada tahun 1811, dan bersamanya terlahir 11 anak. Pernikahannya dengan Mary disebut orang sebagai "Persekutuan yang indah dengan seorang yang menyenangkan."

Colgate bahkan menamai anaknya berdasarkan nama Alkitab. Ini menggambarkan cara pandang Alkitab dalam setiap aspek hidup mereka. Keluarga ini setia beribadah dan membaca Alkitab bersama.

Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gerejanya. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York.

Karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate university. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible SAociety. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.

Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, dia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.

Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika dan dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.

Produknya telah berkembang memenuhi kebutuhan perorangan, pabrik samapai hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring.

Keberhasilan Colgate Palmolive adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.

Kisah Orang2 Sukses : PHILIP MANTOFA

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:7-8 )



PHILIP MANTOFA

Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974, dia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Semuanya laki-laki. Waktu kecil Philip sering step dan kejang-kejang. Dalam kekalutan ibunya berkata kepada Tuhan :"Tuhan, jangan diambil! Anak ini saya berikan kepadaMu! Jaga dia, Tuhan!" Setelah agak besar, Phlip masih mengalami kesulitan untuk berjalan. Oleh Dokter disarankan untuk memakai sepatu dari besi yang biasa digunakan untuk anak yang cacat karena polio. Hal ini membuatnya menjadi minder dan tidak mau keluar rumah.

Papa Philip walaupun bukan orang Kristen, tetapi mengijinkan Philip mengikuti sekolah minggu di gereja.Waktu Philip akan masuk SD, orang tuanya menyekolahkan ke Taiwan. Hal ini untuk sekalian perawatan kesehatannya. Bersama dengan kakaknya Maxixe, Philip sekolah di Ho Bu Guo Xiao, Taipei, Taiwan. Kenakalannya menjadi-jadi saat mulai sekolah di Taiwan. Philip gampang sekali emosi, marah dan berkelahi dengan teman-temannya.

Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SDK St. Aloysius, Kepanjen Surabaya. Tiap hari Philip berkelahi dan itu terus berulang sampai ia masuk SMP. Suatu saat pernah ada kakak kelasnya yang tidak terima dan mengajak seorang tentara untuk membunuh Philip. Dengan berbagai pertimbangan orang tuanya menyekolahkannya ke Singapura.

Di Singapura, ia terlibat dalam okultisme, dari mempelajari buku yang dibeli di Singapura. Saat sekolah ia mengalami pelecehan seks oleh pembimbing / guru lesnya. Hal itu menambah kepahitan dalam hidupnya. Selain itu Philip sering berkelahi dengan anak-anak di lingkungannya.

Kedua orang tua Philip kemudian menyekolahkannya ke Kanada bersama kedua saudaranya. Dibawah bimbingan Pdt Sonny, Gereja "Emmanuel Indonesian Christian Fellowship", semua roh-roh jahat dilepaskan. Hal itu tidak berlangsung secara mudah, tetapi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Philip dibaptis di gereja itu dan mulai dibentuk karakternya oleh Tuhan.

Ketika memutuskan untuk kuliah di Sekolah Theologia, dia takut mengutarakan keinginannya itu kepada ayahnya. Karena ayahnya belum mengenal Tuhan. Selama 3 hari ia mengurung diri di kamar. Ia berdoa, stress! Saat ia mengatakan ke ayahnya, diluar dugaan ayahnya cuma menjawab pendek "Oke, bagus, Lip! Papa dukung!"

Philip menyelesaikan studinya di Columbia Bible College Canada, dan diwisuda pada 20 April 1996. Semua itu dilaluinya dengan tidak mudah. Ia sempat praktek di Ungaran Jawa Tengah pada tahun 1994. Philip harus adaptasi dengan lingkungan yang ada. Tetapi semuanya itu dijalani dengan suka cita.

Saat ia ulang tahun, papanya bermaksud membelikan mobil Mercedes. Tapi ia menolak, alasannya, anak-anak rohaninya banyak yang masih jalan kaki atau naik angkutan umum, mana mungkin dia sebagai bapak rohani naik Mercedes.

Philip menikah dengan Irine dan memiliki seorang anak perempuan bernama Vanessa. Irine menceritakan perkenalan dengan Philip. Sebagai istri hamba Tuhan, ia menyadari kalau harus berbagi dengan Tuhan.

Pelayanan Philip berhasil karena cintanya dengan Tuhan. Ia selalu membaca Firman dan berdoa setiap hari. Pada saat penyembahan dilakukan lawatan Tuhan hadir, sehingga membuat orang-orang disekelilingnya menangis. Padahal penyembahan yang dilakukan sama dengan yang orang lain lakukan.

Pada suatu retreat tahun 2003, ketika dalam suasana penyembahan, tiba-tiba Siane (penulis buku), dapat melihat adanya kabut tipis dua lapis turun dan naik secara teratur di sekeliling tubuhnya. Dan ketika acara tersebut berakhir, hampir seluruh area altar dipenuhi oleh kabut tipis itu. Bapak Ongky, bagian multimedia, mengisahkan saat akan mengarahkan gambar ke Philip, gambarnya menjadi kabur. Sedangkan bila kamera diarahkan ke peserta retreat, gambar yang dihasilkan tampak terang dan jelas.

Didalam acara Festival Kuasa Allah, banyak mujizat dan kesembuhan terjadi. Seorang bapak yang lumpuh berkata seperti dialiri air yang sejuk dan bapak itu bisa langsung melompat berdiri. Juga seorang ibu yang lumpuh kaki kanannya dan harus berjalan dengan tongkat. Ia merasa sesuatu yang panas menjamahnya dan ia bisa berjalan tanpa menggunakan tongkatnya. Halleluya.

Mengenai imannya, ada cerita yang mengesankan. Waktu KKR di Salatiga. Semua orang sudah siap di lapangan ketika hujan deras tiba-tiba membuyarkan acara. Semua orang semburat mencari tempat berteduh termasuk pemimpin pujiannya. Padahal KKR harus dimulai. Waktu itu Pak Philip maju dan mengambil mic. Ia menaikkan satu pujian dan menyanyikannya berulang-ulang. Melihat itu, semua orang mau tidak mau maju ke panggung. Kemudian apa yang terjadi setelah itu ? Hujan itu cuma bertahan sekitar 10 hingga 15 menit. Setelah itu berhenti.

Begitu berhenti Philip langsung memberikan mic nya kepada song leader sambil berbisik ditelinganya. "Lain kali kalau menghadapi situasi seperti ini gunakan imanmu."

Kisah Orang2 Sukses : Israel Houghton - New Breed


Israel Houghton - New Breed
Source : nhkbp-menteng.org


Friend Of God

Who am that I You are mindful of me
That You hear me when I call
Is it true You are thinking of me
How You love me
It's amazing

I am a friend of God
I am a friend of God
I am a friend of God
He calls me friend

God Almighty
Lord of Glory
You have called me friend


Tau lagu diatas??? tau siapa pencipta nya? well ....
Kenalin Israel Houghton, seorang penyanyi, worship leader en penulis lagu-lagu gospel.

Buat yang belum tau, lagu gospel itu sebutan buat lagu worship versi orang kulit hitam. Israel Houghton emang orang kulit hitam, tapi dia dibesarin di keluarga kulit putih, di tengah lingkungan Hispanik (orang latin), hasilnya gaya bermusik Israel juga jadi campur-campur tapi dengan irama gospel yang kental banget. Tapi justru itu yang bikin album Israel beda sama album live worship yang udah ada.

Yang bikin album Israel lebih beda yaitu adanya New Breed, nama pelayanannya Israel, yang isinya pemusik dan penyanyi yang udah malang melintang di dunia musik rohani. Bersama New Breed, Israel menelurkan album New Season, Lakewood Live, Real, Live Another Level, en yang terbaru Alive in South Africa.

Lewat lagu-lagunya Israel berharap bisa membawa banyak orang dari berbagai ras, umur, budaya buat sama-sama bersatu dalam penyembahan sama Tuhan, tanpa batasan, ato tembok. Makanya dia pernah ngomong, ‘Ini bukan lagu orang kulit hitam. Ini bukan lagu orang kulit putih. Ini lagu kerajaan Allah.’

Sukses bikin album bukan artinya Israel and New Breed sibuk ke sana ke sini, bikin tour, promo dll. Yang luar biasanya di sela-sela kesibukan mereka yang luar biasa padat mereka masih sempat melayani di berbagai gereja lokal di Amerika en tentu saja gak ketinggalan melayani gereja lokal mereka sendiri. Selain itu Israel juga jadi worship leader tamu di Lakewood Church, gereja yang dipimpin Gembala Sidang Pastor Joel Osteen. Malah semua anggota New Breed juga masih pelayanan di gereja lokal masing-masing.

Kesuksesan Israel and New Breed bikin mereka dapat banyak penghargaan, diantaranya aja: nominasi Grammy Award buat kategori album soul gospel kontemporer, Stellar Award buat kategori CD of the year en penyanyi pria favorit, Soul Train Award buat kategori album gospel terbaik, Dove Awards buat album gospel kontemporer terbaik en lagu gospel kontemporer. Selain menangin banyak penghargaan mereka juga sering jadi bintang tamu di acara TV kaya Lift Every Voice, Praise The Lord, The 700 Club.

Kesuksesan en lagu-lagu Israel rupanya gak cuma ada di luar negeri aja. Penyanyi rohani di Indonesia juga ada yang kena pengaruhnya sebut aja True Worshippers yang waktu konser di Bandung sempat bawain dua lagunya Israel, Cover The Earth en Rain own. Gak ketinggalan juga Nyonk dari Saint Loco yang ngefans berat sama Israel.

Kisah Orang2 Sukses : Charles Darrow dari impian menjadi kenyataan

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Maz 1:1-3 )


Charles Darrow dari impian menjadi kenyataan

Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia menjadi seorang jutawan. Ia sepenuh sadar bahwa impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih. Beberapa waktu kemudian mereka menikah.

Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa depresi besar tiba! Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan dan mobil, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari ke hari. Sang pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk termenung seorang diri. Ia bahkan menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik. Ia merasa telah gagal dalam hidupnya.

Siapa menduga sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit pun? Sang istri yang penuh kasih sayang ini selalu dekat dan menguatkannya. Dengan tidak bosan-bosannya ia meyakinkan sang suami bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa mencapainya bersama-sama suatu hari kelak. �Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup,� katanya berulang kali kepada sang suami. �Tetap hidup?� jawab sang suami, �Impian kita telah mati! Kita telah gagal!�

Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam.

Waktu terus berlalu dan mereka masih saja melakukan kegiatan yang sama hingga suatu hari sang suami mendapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli jika seseorang memiliki �uang�, misalnya tanah, rumah, gedung, dsb. Gagasan ini terus mereka matangkan. Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb. Bisakah Anda menebak permainan apakah ini? Ya, tepat! Permainan itu bernama monopoli. Ya, begitulah cerita bagaimana Charles Darrow dan istrinya, Esther menciptakan permainan tersebut. Permainan ini kemudian dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar dan impian jadi jutawan pun terwujud!

Kisah Orang2 Sukses : SOICHIRO HONDA


SOICHIRO HONDA

Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.
Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika, Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga akibat lingkungan yang kumuh.

Walaupun Gihei Honda miskin, namun ia suka pembaharuan. Ketika muncul pipa sigaret modal Barat, ia tidak ragu-ragu mengganti pipa cigaret tradisionalnya yang bengkok, tidak peduli para tetangganya menganggapnya aneh. Rupanya sifat itu dan juga keterampilannya menangani mesin menurun pada anak sulungnya.

Sebelum masuk sekolah pun Soichiro sudah senang, membantu ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar dengum mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya.

Di sekolah prestasinya rendah. Honda mengaku ulangan-ulangannya buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak,” katanya.

Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda seperti baterai, timbangan, tabung reaksi dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.

Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah. Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya persis seperti anjing. Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan. Mungkin pada saat itulah di dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong adik.”

Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.

Di majalah itu sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, namun Soichiro diantar juga ke kota besar itu.

Honda hampir tidak percaya pada telinganya Honda merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apa pun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.
Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, Cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Tetapi Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.

Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.

Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi “darah baru” dan gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan adik Honda di Pihak lain. Tetapi sebagai layaknya perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.
Sejak tahun 1973 Honda pindah ke pasaran kendaraan beroda empat untuk bisa tetap mengembangkan jumlah penghasilan perusahaan. Stafnya yang pada masa Honda bertambah 10% setiap tahun. Kalau mereka bertambah tua, artinya beban perusahaan akan bertambah berat. Padahal Honda menghadapi persaingan berat di pasaran dalam negeri dan luar negeri. Untuk bisa tetap menciptakan pasaran baru mereka harus selalu mencari teknik yang unik dan efisien serta menjual produk dengan harga bersaing.

Namun ketika Honda dan Fujisawa mengundurkan diri pada musim gugur tahun 1973, Honda berkata, “Saya bisa mundur tanpa perasaan khawatir, karena saya yakin perusahaan akan terus maju dengan penuh semangat, menanggulangi pelbagai kesulitan dan luwes, tanpa kehilangan kesegarannya.”

“Terus terang saya merasa muda dalam hal mental maupun fisik,” kata Honda. “Saya kira kalian tidak bisa menang dari saya. Namun saya mesti mengakui sekarang saya sering merasa iri hati pada orang muda. Saya diberi tahu bahwa di Amerika pemimpin umum perusahaan berumur 40-an dan perusahaan yang dipimpin orang berusia 60-an tahun sering mengalami stagnasi. Kita sekarang memang memasuki zaman baru yang memerlukan nilai-nilai baru. Walaupun saya dan wakil pemimpin umum merasa kami masih muda, kami kira umur kami sudah lewat untuk memimpin.”
Kalau saya menengok kembali ke belakang, saya lihat bahwa yang saya buat tidak lain daripada kesalahan, serentetan kegagalan dan serentetan sesalan,” kata Honda. “Tetapi saya juga bangga untuk keberhasilan saya. Walaupun saya sering membuat kesalahan dan kegagalan, namun semua itu tidak pernah disebabkan oleh hal sama. Saya tidak pernah mengulangi kesalahan dan saya selalu berusaha sekuat mungkin untuk memperbaiki diri. Dalam hal itu saya berhasil.

“Ia tetap memegang saham terbesar di perusahaannya. Ketika mengundurkan diri tahun 1973 penghasilannya mendekati 1,7 miliar dolar. Walaupun sudah pensiun omongannya masih didengar. Katanya, masa depan industri Jepang bukan ditentukan oleh untuk cepat, tetapi oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan sesama manusia. Kalau kita membuat barang yang menyebabkan banyak polusi kemungkinan kita akan untung, tetapi hanya sebentar, sesudah itu bangkrut. Kami di perusahaan Honda sering bergurau: Enak juga ada perusahaan-perusahaan besar yang kerjanya hanya memikirkan untung besar saja. Akibatnya perusahaan kecil seperti Honda mendapat kesempatan untuk membuat barang yang baik.

Kisah Orang2 Sukses : Walt Disney

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. (Mat 13:22)



Walt Disney

Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya Flora Call, adalah seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya Elias Disney, adalah seorang keturunan Irlandia. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lain, karena Elias Disney, yang sebenarnya terpesona oleh dunia bisnis, tidak mempunyai kesesuaian diri dengan dunia itu dan seringkali mengalami kegagalan finansial.

Pada tahun 1906, keluarga Disney pindah ke daerah Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah barunya tersebut. Selain itu, kehidupan di desa tersebut juga menghidupkan rasa sayangnya kepada binatang-binatang yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus, dan anjing.
Kelak, ternyata hewan-hewan itulah yang membuat namanya menjulang. Dari sini, Walt Disney menarik pelajaran berharga yang dia terapkan sepanjang hidupnya, yaitu bahwa KEBAHAGIAAN AKAN TIMBUL DALAM DIRI KITA APABILA KITA MELAKUKAN SESUATU YANG BENAR-BENAR KITA SUKAI.

Kehidupan Walt Disney yang bahagia itu teryata hanya bisa dinikmati sesaat saja. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayahnya harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghemat biaya pegawai, Elias Disney mempekerjakan Walt Disney dan kakaknya Ray tanpa biaya. Setiap pagi pukul 3.30 dinihari Walt dan Ray sudah harus bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota.

Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan bawaan hampir seberat dua kali berat tubuhnya. Adakalanya cuaca begitu dingin, sehingga Walt harus berjongkok di sudut jalan sekedar untuk menghangatkan diri.
Seringkali Walt berpikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk survive ? Tidak adakah jalan lain untuk hidup?

Bila Walt mengantarkan koran untuk para pelanggannya yang kebanyakan adalah orang kaya di kota, maka Walt juga mulai berpikir mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan.

Hal ini akhirnya melahirkan pelajaran kedua di dalam hidupnya, yaitu bahwa KEHIDUPAN ITU ADALAH SUATU PILIHAN. APAKAH KITA MAU HIDUP KAYA ATAU MISKIN, TERGANTUNG ATAS KEPUTUSAN DAN TINDAKAN KITA SEPENUHNYA SAAT INI.

Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt BERSIKERAS/BERTEKAD memutuskan untuk masuk ke dinas tentara, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa lebih memberi kekayaan dibanding sebagai pengantar koran yang bekerja tidak dibayar.
Di sela-sela dinas ketentaraannya, Walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar.
Rupanya, bakat Walt dalam menggambar memang luar biasa, sehingga dalam waktu yang singkat banyak teman-temannya di ketentaraan yang minta dibuatkan gambar dirinya.

Setelah perang dunia I usai, Walt keluar dari dinas tentara. Saat itu, sangatlah sulit mencari pekerjaan. Ini merupakan masa-masa paling suram dalam kehidupan Walt Disney. Untuk kembali ke orang tuanya dia malu, karena waktu itu dia sering menyombongkan pada orang tuanya bahwa pekerjaan tentara itu adalah `pekerjaan orang kaya'. Walt tidak mempunyai uang barang sedikitpun, dan terpaksa menumpang di belakang sebuah bengkel kecil, dengan sebuah bangku usang, satu-satunya perabotan yang dimilikinya, untuk makan dan tidur. Lebih parah lagi, seminggu sekali dia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya sekedar untuk `mencuri' mandi.

Walt menyadari, bahwa hal ini tidak mungkin dibiarkan terus menerus. Dia kembali ingat impiannya di masa lalu, bahwa dia ingin menjadi kaya, bukan gelandangan seperti sekarang. Tapi, apa yang bisa dilakukan dengan keadaannya yang sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, tanpa pekerjaan. Dalam keadaan paling parah dalam hidupnya, Walt akhirnya bisa merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu TIDAK PEDULI SEBERAPA PARAH KEADAAN KITA SAAT INI, NAMUN KEADAAN PASTI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK APABILA KITA MASIH MEMILIKI SATU HAL : HARAPAN.

Harapan itu pula yang terus memacu pikiran Walt. Akhirnya Walt menyadari, bahwa satu-satunya yang masih dimilikinya adalah bakat menggambarnya. Tapi, bagaimana caranya agar bakat tersebut bisa menghasilkan uang untuk dirinya?

Setelah sekian lama mencari-cari, Walt memutuskan bahwa Hollywood adalah tempat yang cocok dengan dirinya, dengan bakat yang dimilikinya. Untuk kesana, terpaksa Walt menahan malu dan meminjam uang dari kakaknya Ray. Setibanya disana, ternyata Walt hanyalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi bintang di Hollywood.
Mulailah Walt masuk satu persatu ke studio yang ada disana, dan mencoba menawarkan diri untuk bekerja apa saja, asal ada hubungannya dengan dunia perfilman. Bukan hal yang mudah ternyata, karena tidak ada satupun studio yang mau menerimanya, bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Walt menyadari, bahwa para studio itu menolaknya karena dirinya tidak menunjukkan satu keahlian khusus, yang membuat mereka tertarik kepadanya. Belajar dari situ, Walt membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Kemudian Walt kembali lagi ke studio-studio itu lagi, kini dengan menonjolkan `bakat' yang dimilikinya. Ternyata ada satu studio yang tertarik dengan bakat Walt yang luar biasa. Mereka bahkan langsung memesan satu cerita "Alice in The Wonderland" dalam bentuk film kartun bergerak, dengan harga awal US$ 1.500. Jumlah itu justru membuat Walt kaget, karena pada awalnya Walt hanya berharap mendapatkan upah US$ 50 sebulan, hanya sekedar untuk bertahan hidup. Rangkaian film "Alice in The Wonderland" sukses luar biasa di bioskop Amerika, dan bertahan sampai tiga tahun berturut-turut. Dengan hasil dari film ini, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya, membeli rumah, membuat studio sendiri dan menikah dengan Lilian Bounds.


Suatu hari, Walt teringat masa kecilnya yang bahagia di pedesaan. Hal ini menginspirasi dirinya untuk menggambar tiga sahabat binatangnya waktu itu, yaitu bebek, tikus, dan anjing. Dari sinilah kemudian lahir Donald Duck, Mickey Mouse dan Pluto. Ketiga binatang inilah yang membawa Walt Disney menuju ke kejayaannya sebagai seorang bintang di Hollywood. Selain itu, Walt juga rajin menciptakan film-film animasi lain yang terus mencetak uang bagi dirinya, seperti Snow White, Cinderella, Peter Pan dan Bambi.Dari sinilah Walt kemudian mendedikasikan diri seutuhnya untuk kebahagiaan anak-anak sedunia.

Pada tahun 1950, Walt mempunyai impian untuk membangun taman impian bagi anak-anak.
Impian Walt ini dianggap gila oleh rekan-rekannya sesama pengusaha, namun Walt tetap dengan pendiriannya. Taman bermain ini akhirnya bisa diwujudkan pada tahun 1955 di Anaheim, California.
Pada waktu pembukaan, Walt mengatakan dalam pidatonya

"KESUKSESAN DIMULAI KETIKA KITA MULAI MENCIPTAKAN IMPIAN JAUH KEDEPAN.
DAN SAAT KITA BERKOMITMEN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ITU, MAKA SELANJUTNYA IMPIAN ITU YANG AKAN MENJADI MAGNET DAN MENARIK KITA KESANA......".

Walt Disney meninggal pada tahun 1966. Namun visi dan impiannya untuk kebahagiaan anak-anak akan terus dikenang oleh dunia sepanjang masa.

Kisah Orang2 Sukses : NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)


NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)

suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, " Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah."

sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, " anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia."

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tidak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai" diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya!

ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

Kisah Orang2 Sukses : OPRAH WINFREY

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan, dihadapanMU ada sukacita Berlimpah - Limpah ditangan kananMU ada nikmat senantiasa - Maz 16:11



OPRAH WINFREY

Bermodal keberanian �Menjadi Diri Sendiri�, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara �The Oprah Winfrey Show� telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.

�Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia� katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 18.000,- )atau 360 milyiar rupiah dari kekayaannya. �Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini� ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Kisah Orang2 Sukses : Frances Jane Crosby


Frances Jane Crosby

Frances Jane Crosby terlahir normal pada tanggal 24 Maret 1820. Ketika masih berusia enam minggu, dia menderita infeksi di matanya. Lalu ada seorang yang mengaku-aku sebagai dokter yang mencoba-coba mengobati mata Fanny. Dia meletakkan semangkuk bubur panas di atas kelopak matanya. Akibatnya mata Fanny justru menjadi buta.

Beberapa bulan kemudian, ayah Fanny meninggal dunia. Untuk menghidupi keluarga, Ibunya lalu bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Fanny kecil dititipkan pada neneknya. Dengan sabar, sang nenek mendidik Fanny kecil. Dia sering membacakan Alkitab dan menjelaskan iman Kristen pada Fanny. Ketika Fanny merasa sedih karena tidak bisa bermain seperti anak-anak lain, neneknya lalu mengajarkan cara berdoa pada Tuhan.

Selain itu, ada juga seorang wanita kaya bernama Ny. Hawley yang membantu Fanny menghapal Alkitab. Fanny mampu menghapal kitab Taurat, Injil, Amsal, Kidung Agung dan Mazmur. Kemampuan menghapalnya ini membuat orang lain terkagum-kagum, tetapi Fanny merasa biasa saja. Meski begitu, dia merasa bersyukur sebab dengan kebutaaannya ini malah membuatnya gampang untuk menghapal. Fanny tidak pernah merasa sedih karena kebutaannya ini. Bahkan ketika masih berusia delapan tahun, dia menulis puisi:

Oh, aku anak yang sangat berbahagia,
meskipun tidak bisa melihat!
Aku memutuskan bahwa di dunia ini,
aku akan berpuas hati!
Banyak berkat kunikmati,
yang tidak orang lain dapati!
Untuk menangis atau berduka karena aku buta,
Aku tak akan melakukannya.

Pada usia 12 tahun, Fanny bersekolah di Institut untuk Orang Buta di New York. Dia lalu mengajar di tempat itu sambil terus menulis puisi. Pada tahun 1858, Fanny menikah dengan Alexander van Alstine, seorang pemain organ terkenal di New York. Fanny sendiri sebenarnya juga pandai bermain harpa dan piano. Beberapa tahun kemudian, Fanny diminta penerbit buku "Bigelow and Main" untuk menulis 3 lagu setiap minggu, yang akan dimuat dalam terbitan untuk Sekolah Minggu.

Hingga meninggal Fanny telah menulis 9000 himne. Banyak lagu ciptaannya yang digemari banyak orang dan menjadi abadi. Sampai kini, orang-orang Kristen masih sering menyanyikan lagu-lagu ciptaannya, seperti "Blessed Assurance"(Kuberbahagia, Yakin Teguh)," "All the Way My Savior Leads Me"(Di Jalan 'Ku Diiring), "Pass Me Not, O Gentle Savior"(Mampirlah, dengar Doaku) " Safe in the Arms of Jesus" (S'lamat di Tangan Yesus), "Jesus, Keep Me Near the Cross"(Pada Kaki SalibMu) "I Am Thine, O Lord" (Aku Milik-Mu, Yesus, Tuhanku) dan masih banyak lagi.

Tuhan merencanakan yang terindah bagi Fanny dengan kebutaan itu. Hal ini sangat disadari oleh Fanny. Dia tidak pernah menyesali kekurangannya itu. Dia malah berkata: "[Kebutaan] ini adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya." Dia juga berkata, "Apakah jika saya tidak buta, hidup saya bisa seindah sekarang ini?" Di kesempatan lain dia berkata:" Tampaknya ini memang berkat dari Tuhan, yaitu bahwa saya harus buta seumur hidup. Dan saya bersyukur untuk perkecualian ini. Seandainya besok saya ditawari untuk bisa melihat dunia ini dengan sempurna, saya tidak akan menerimanya. Saya mungkin tidak akan pernah bernyanyi memuji Tuhan, jika saya lebih tertarik pada penglihatan yang lebih indah dan menarik."

Suatu kali ada pendeta yang menaruh rasa iba pada Fanny. Dia berkata," Sungguh kasihan. Yang Maha kuasa melimpahkan bakat yang berlimpah-limpah pada Anda, tetapi tidak memberikan penglihatan pada Anda."

Fanny langsung menjawab, “Jika aku bisa dilahirkan lagi, saya akan mengajukan permintaan agar dilahirkan dalam keadaan buta."

“Lho, mengapa begitu?”tanya hamba Tuhan dengan kaget.

“Karena saat saya sampai di Sorga nanti, saya ingin yang pertama kali saya lihat adalah Juruselamat saya."

Kisah Orang2 Sukses : Dr. J. LEIMENA

Filipi 3:13, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”



Dr. J. LEIMENA
==============

"Om Jo" begitu ia biasa disapa oleh orang-orang yang akrab atau
mengenalnya secara dekat. Semasa hidupnya dikenal bukan saja sebagai
dokter yang baik, tulus, jujur dan setia kawan melainkan juga
seorang negarawan sejati yang profesional, terbuka, sederhana, dan
kuat imannya. Ia lahir pada 6 Maret 1905 di tengah-tengah keluarga
guru. Orangtuanya adalah guru sekolah di kota Ambon. Sejak usia 5
tahun, setelah ayahnya meninggal, ia diasuh oleh pamannya yang juga
seorang guru.

Disiplin Sejak Kecil
--------------------
Tahun 1914, J. Leimena hijrah ke Batavia (Jakarta) mengikuti sang
paman. J. Leimena adalah pribadi yang sangat disiplin dan sederhana.
Berangkat dan pulang sekolah berjalan kaki. Ia bangun subuh untuk
membantu pekerjaan rumah tangga di keluarga pamannya.

Di Batavia, Johannes meneruskan studinya ke ELS (Europeesch Lagere
School), namun hanya beberapa bulan saja lalu pindah ke sekolah
menengah Paul Krugerschool (kini PSKD Kwitang), sekolah menengah
terbaik saat itu. Dari sini ia melanjutkan ke MULO Kristen, kemudian
STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen). Dengan
keaktifannya di Jong Ambon, Johannes ikut mempersiapkan Kongres
Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928, yang menghasilkan Sumpah Pemuda!

Perhatian Johannes pada pergerakan nasional kebangsaan berkembang
sejak pertengahan tahun 1920-an. Ia mengagumi para tokoh seperti:
M.H. Thamrin, Dr. Sam Ratulangi, Agus Salim, Kusumo Utoyo, dan
Kusumoyudo yang selalu memihak pada pergerakan nasional.

Gerakan Oikumene
----------------
Johannes adalah orang yang taat pada agama. Pada masa mudanya ia
telah mengikuti katekisasi gereja yang diberikan oleh pendeta-
pendeta yang berpendidikan tinggi teologi. Buku-buku teologi
karangan Calvin, Luther, dan Karl Barth habis dibacanya.

Pengetahuan yang mendalam tentang kekristenan membuat Johannes
tertarik pada gerakan "Oikumene yang melanda gereja-gereja Asia
ketika itu". Gerakan oikumene diketahuinya mula-mula dari kalangan
Zendingsconsulaat Batavia yang giat melakukan penginjilan mahasiswa.

Keprihatinan atas kurangnya kepedulian sosial umat Kristen terhadap
nasib bangsa, merupakan hal utama yang mendorong niat Johannes
terlibat jauh pada gerakan ini. Tahun 1926 Johannes diberi tugas
mempersiapkan Konferensi Pemuda Kristen di Bandung. Konferensi ini
adalah perwujudan pertama geliat oikumene di kalangan pemuda
Kristen. Setelah lulus studi kedokteran STOVIA, Johannes terus
mengikuti perkembangan CSV yang didirikannya saat ia duduk di tahun
ke-4 di bangku kuliah. CSV merupakan cikal bakal berdirinya GMKI
(Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) tahun 1950.

Parkindo dan DGI
----------------
Tahun 1945 Partai Kristen Indonesia terbentuk. Johannes mempunyai
andil besar hingga partai ini berdiri. Tahun 1950 ia terpilih
sebagai ketua umum dan memegang jabatan ini hingga tahun 1957.

Selain di Parkindo, Johannes berperan penting dalam pembentukan DGI
(Dewan Gereja-gereja di Indonesia, kini PGI), juga di tahun 1950. Di
lembaga ini ia terpilih sebagai wakil ketua yang membidangi komisi
Gereja dan negara. Ketika melayani di kedua lembaga ini, Johannes
sering menekankan pada warga gereja agar bertanggung jawab atas maju
mundurnya keadaan bangsa. Termasuk dalam pengertian itu adalah hak
untuk menyatakan tidak setuju terhadap keadaan atau peristiwa yang
dianggap tidak sesuai dengan keyakinan Kristen. Bagi Johannes proses
kenegaraan harus dilihat secara teologis, dari sudut pandang
kelahiran dan kematian Kristus sekaligus. Ia berpendapat, umat
Kristen harus memancarkan sinar kasih Kristus pada masyarakat dan
negara melalui peran aktif mereka.

Dokter Bertangan Dingin
-----------------------
Johannes mulai bekerja sebagai dokter sejak tahun 1930. Pertama kali
diangkat sebagai dokter pemerintah di CBZ Batavia (kini RS Cipto
Mangunkusumo). Tak lama di sini ia ditugaskan di Karesidenan Kedu
saat Gunung Merapi meletus. Setelah itu dipindahkan ke Rumah Sakit
Zending Immanuel Bandung. Di rumah sakit ini ia bertugas dari tahun
1931 sampai 1941 dan bertemu jodohnya, Wijarsih Prawiradilaga, yang
bekerja sebagai kepala asrama putri rumah sakit tersebut. Mereka
menikah di Gereja Pasundan Bandung setelah Wijarsih dibaptis pada
1931. Mereka dikaruniai 8 orang putera-puteri.

Sebagai dokter, Johannes memang dikenal bertangan dingin. Orang
sakit yang dirawatnya jarang ada yang tidak sembuh. Harapan
kesembuhan dan rasa sejahtera selalu diberikan pada setiap
pasiennya. Operasi usus buntu dapat diselesaikannya dengan sempurna
dalam waktu 15 menit, padahal dokter lain butuh waktu 30 menit. Di
kalangan rakyat kecil sekitar rumah sakit tempatnya bertugas ada
istilah 'salep Leimena' sebab penyakit kulit ringan yang diobatinya
selalu sembuh dengan balsem darinya yang banyak terdapat di rumah
sakit.

Setiap pagi sebelum memulai tugas, Johannes selalu mengikuti
kebaktian singkat di rumah sakit. Sering kali ia sendiri yang
memimpin ibadah. Di waktu luang ia membaca buku karangan Thomas A.
Kempis berjudul Imitatio Christi.

Kesederhanaannya sejak dulu dirasakan juga oleh mereka yang bekerja
dengannya. Hubungan kerja dan sikapnya terhadap atasan ataupun
bawahannya tidak berbeda. Setiap orang dilihat sebagai makhluk Tuhan
yang sama kodratnya. Tidak heran bila semua rekan kerja dan pasien
di rumah sakit sangat mengaguminya. Di Bandung, salah satu bagian
yang ditanganinya adalah bagian 'anti opium' yang merawat para
korban narkoba, pecandu morfin. Selain perawatan medis ia memberi
perawatan rohani.

Pada 1941, Johannes dipindahkan ke Rumah Sakit Zending Bayu Asih
Purwakarta dan menjadi direktur di sana. Ketika Jepang menduduki
Indonesia, Johannes ditangkap atas tuduhan mata-mata oleh Kenpetai
(polisi rahasia Jepang). Ia diinterogasi dengan cara disiksa hingga
fisiknya rusak dan hampir mati. Namun Tuhan mengasihinya. Suatu
ketika pemimpin Kenpetai terserang malaria, Johannes dipanggil untuk
mengobatinya, dan ternyata perwira Jepang itu dapat disembuhkan. Ia
sangat berterima kasih pada Johannes dan kemudian membebaskannya
dari penjara. Selanjutnya ia ditugaskan menjadi direktur di Rumah
Sakit Tangerang hingga tahun 1945.

Negarawan Sejati
----------------
Setelah Indonesia merdeka, Johannes memulai karier politiknya. Latar
belakang pergerakan oikumene dan pergerakan nasional, serta sikapnya
yang tenang dan berdedikasi tinggi sangat membantu dalam
pengabdiannya pada negara. Ketaatan menjalankan perintah agama dan
sikapnya yang jujur begitu menonjol. Walau hubungannya dengan
Presiden Soekarno cukup dekat, ia tidak segan-segan mengkritik dan
mengemukakan pendapatnya dengan terus terang. Soekarno sering
menjuluki Johannes 'Domine Leimena' (Pendeta Leimena), karena ia
tidak pernah meninggalkan tugas-tugas pastoral sebagai orang
Kristen. Menurut Soekarno kejujuran Johannes seperti "Yesus dari
Nazaret". Johannes sering pula menjadi penengah antara Soekarno dan
pembantu-pembantu terdekatnya atau lawan-lawan politiknya.

Pertama kali Johannes diangkat sebagai Menteri Kesehatan, dan ia
menjabatnya selama 8 periode. Kemudian ia pernah pula menjabat
Menteri Negara pada Kabinet Hatta, Menteri Sosial Kabinet Karya,
Menteri Distribusi Kabinet Kerja I dan akhirnya menjadi Wakil
Perdana Menteri dalam pemerintahan Soekarno. Tugas sebagai 'pejabat
presiden' selalu dipercayakan padanya bila Soekarno berhalangan atau
bertugas di luar negeri.

Ketika Orde Baru berkuasa, Johannes melepas tugas-tugasnya sebagai
menteri, namun ia masih dipercaya Presiden Soeharto sebagai anggota
DPA (Dewan Pertimbangan Agung), sampai tahun 1973. Di masa ini pun
Johannes mampu mengatasi berbagai masalah negara dengan
kepribadiannya yang luwes.

Usai berkiprah di DPA, Johannes kembali melibatkan diri di lembaga-
lembaga Kristen yang pernah ikut dibesarkannya seperti Parkindo,
DGI, UKI, STT, dan lain-lain. Ketika Parkindo berfusi dalam PDI
(Partai Demokrasi Indonesia, kini PDI-P), Johannes diangkat menjadi
anggota DEPERPU (Dewan Pertimbangan Pusat) PDI, dan pernah pula
menjabat Direktur Rumah Sakit DGI Cikini.

Bulan Maret 1977, Johannes pergi menghadap Tuhan. Kepergiannya
ditangisi seluruh rakyat negeri ini. Berbagai penghargaan dan tanda
jasa kehormatan pernah diberikan kepadanya. Peran yang begitu
penting bagi bangsa dan negara telah dijalaninya. Menurutnya,
politik adalah seni untuk melakukan pelayanan. Karena itu dalam
berpolitik, bukan posisi yang harus diraih tetapi motivasi yang kuat
untuk melayani, menjadi garam, dan terang bagi bangsa.

Kisah Orang2 Sukses : HIRONOBU SAKAGUCHI (XBOX)


HIRONOBU SAKAGUCHI

Hironobu Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun 1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian. Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses. Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy. Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini dan juga banyak permainan Square lainnya. Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung dengan ditutupnya Square Pictures. Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan finansial dari Microsoft Game Studios. Pada tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of Interactive Arts and Science' Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360. Pelajaran berharga: Dari awal karier, beliau banyak mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya menciptakan seri 'Final Fantasy' yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan jabatan dan penutupan 'Square Pictures' hingga akhirnya pengunduran dirinya dari Square. Namun itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali bangkit.