Minggu, 31 Agustus 2025

Harga untuk Mengikut Yesus

Kita tahu dari Alkitab bahwa keselamatan adalah pemberian cuma-cuma yang Yesus berikan ketika kita percaya kepada-Nya. Tetapi meskipun keselamatan itu gratis—bukan berarti sisa hidup kita bersama Yesus tidak memerlukan perjuangan.

Yesus berkata bahwa kita harus mengorbankan segalanya untuk mengikuti-Nya. Bukan berarti kita harus mengusahakan keselamatan kita atau berupaya agar dapat diterima, tetapi mengikuti Yesus menuntut segala sesuatu yang kita miliki.

Ketika kita menjadi murid Yesus, kita mengikuti jejak-Nya. Kita mengizinkan Yesus mengajar dan membimbing kita. Jika kita sungguh-sungguh melakukannya, maka kita akan meneladani hidup-Nya. Artinya sebagaimana Yesus memikul salib dan menyerahkan segala yang dimiliki-Nya, dengan mengikuti Yesus kita juga harus melakukan hal yang sama.

Jadi apa artinya memikul salib dan mengikuti Yesus?
Artinya kita harus siap menyerahkan segalanya demi Yesus.
Artinya menyangkal diri dengan menyerahkan keinginan dan rencana kita sendiri demi keinginan dan rencana Tuhan. Bukan berfokus pada diri sendiri, tetapi memusatkan hidup kita pada misi Allah di dunia: mengasihi Dia dan mengasihi sesama sambil kita memuridkan. 

Memikul salib memang tidak mudah, tetapi tidak ada yang lebih baik dalam hidup ini daripada mengikuti Yesus. Sekalipun kesenangan instan seringkali lebih memikat, tetapi kesenangan itu akan cepat memudar dan membuat kita ingin mencari lebih banyak lagi. Tidak ada kepemilikan atau status yang dapat memberi kepuasan sejati dalam hidup—tetapi hanya ditemukan di dalam Yesus.

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan hidup Anda. Apakah ada hal-hal di genggaman Anda yang membuat Anda ragu untuk menyerahkannya kepada Yesus?
Apakah Anda memiliki hubungan yang lebih melayani keinginan sendiri daripada keinginan Tuhan?
Berkomitmenlah untuk mengikut Yesus betapa pun sulit atau menantangnya hidup ini. Salib, meskipun menyakitkan, bersifat sementara—namun hidup berkelimpahan bersama Yesus adalah kekal.


Apa yang akan Anda serahkan kepada Yesus hari ini?

Hubungan, Keuangan dan Hal-hal yang saya pedulikan.


DOA

Tuhan, tolong tunjukkan apa yang aku sembunyikan dari-Mu dalam hidupku. Aku mau hidup berserah diri sepenuhnya. Ajari aku bagaimana mendahulukan untuk mengikuti-Mu dan mengasihi orang lain. Betapa pun sulitnya, aku mau setiap hari menyangkal keinginan yang egois, dan mencari-Mu terlebih dahulu. Dalam nama Yesus, Amin.


Luangkan waktu untuk merenungkan hidup Anda.

Apakah ada hal-hal, orang-orang, atau kebiasaan yang Anda sulit dan ragu untuk menyerahkannya kepada Tuhan.

Tantangan: Awali percakapan tentang komitmen kepada Yesus-apa pun yang terjadi.

Saling menguatkan untuk tetap setia!

Jumat, 29 Agustus 2025

Kasih Karunia Tuhan yang Terbesar

Kitab Roma, surat Paulus kepada jemaat di Roma, adalah surat yang mendasari banyak topik penting dalam iman kekristenan.

Di dalamnya, Paulus menggambarkan hidup kita sebelum mengenal Tuhan sebagai hidup yang jauh dari Tuhan, dan bahkan musuh dari Tuhan–kita memilih hidup melawan rencana Tuhan bagi kita. Dia juga berbicara mengenai kebaikan dan kemurahan Yesus yang disediakan bagi kita sebagai jalan untuk kembali kepada Tuhan melalui keselamatan.

Inti argumen dan pengalaman Paulus sebagai umat Kristen ditemukan dalam Roma 5:8. Dia mengatakan bahwa saat kita masih jauh dari Tuhan dan lari dari-Nya, Tuhan mengutus Yesus untuk mati bagi kita. Melalui inilah Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang sempurna bagi kita sebagai anak-anak-Nya.

Paulus tidak sekadar memaparkan teori–dia berbicara dari pengalaman! Tuhan menemui Paulus di tengah-tengah aksinya menganiaya para pengikut Kristus. Dan saat Paulus masih menjadi musuh Tuhan, Tuhan masih membuka jalan bagi Paulus untuk kembali ke hati Yesus.

Hal yang sama juga berlaku bagi kita.

Walau bagaimanapun wujud hidup kita, kita semua mulai dari tempat yang sama seperti Paulus–kita pernah jauh dari Tuhan. Dan hanya melalui Yesus kita telah ditebus kembali untuk dekat dengan Tuhan, dan sekarang menjadi bagian dari keluarga Allah. Anda punya jalan untuk kembali kepada Tuhan, berkat pengorbanan Yesus!


Bagaimana kasih Tuhan memengaruhi Anda hari ini?

Kasih Tuhan telah memberi harapan untuk masa depan saya terlepas dari keadaan saat ini.

Kasih Tuhan memungkinkan saya untuk melepaskan rasa malu saya dan hidup sebagai ciptaan baru.

Kasih Tuhan telah mendorong saya memaafkan seseorang dalam hidup saya.


DOA

Tuhan, Terima kasih telah mengirimkan Anak-Mu untuk menanggung beban dosa kami. Engkau menunjukkan kasih yang terbesar bahkan di saat kami masih berdosa. Terima kasih atas anugerah dan belas kasih-Mu kepada kami. Dalam nama Yesus, Amin.


Kita tidak dapat menyucikan diri atau berupaya sendiri mencapai Tuhan. Sebaliknya, Yesus datang dan mendatangi kita.

Hari ini, ingatkan seseorang bahwa mereka tidak dapat meniadakan anugerah Allah karena dosa. Dia mati menggantikan kita sehingga kita dapat memperoleh hidup kekal.

Kamis, 28 Agustus 2025

Teruslah Berbuat Baik


Ingatkah kapan terakhir kali Anda benar-benar merasa kewalahan? Mungkin Anda menghabiskan seluruh hari atau sepanjang minggu Anda untuk mengerjakan proyek yang berat. Mungkin Anda merasa terkuras setelah membantu orang lain. Atau mungkin situasi sulit dan kemunduran membuat Anda merasa ingin menyerah. Kita semua dapat menjadi lelah pada suatu titik.


Paulus, penulis Galatia, tahu bahwa pembacanya juga akan lelah dengan pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Selama masa Paulus hidup, ada banyak penganiayaan dan banyak orang mengalami penderitaan, dan Paulus menulis untuk menyemangati mereka dalam pekerjaan yang mereka lakukan.


Kebenaran ini ada dalam isi surat Paulus kepada jemaat Galatia tersebut:

Bahkan orang baik pun akan lelah melakukan pekerjaan baik.

Itulah sebabnya Paulus mendorong semua orang untuk terus maju dalam berbuat kebaikan. Kita harus terus membantu orang lain. Kita harus terus membagikan harapan Yesus kepada orang lain. Kita harus terus berusaha dan hidup seperti yang Tuhan kehendaki.

Tuhan tahu bahwa kita mungkin akan menjadi letih. Dan ketika kita lelah dan frustrasi, mungkin kita akan mulai berpikir mengapa kita melakukan semua ini. (Mungkin Anda sudah mempertanyakan hal ini pada diri sendiri.)

Tetapi Galatia 6:9 mendorong kita untuk bertekun dalam melakukan hal-hal yang baik. Sama seperti bagaimana seorang petani harus bekerja dengan rajin untuk menanam hasil buminya dan menunggu berbulan-bulan sebelum waktu panen, Paulus mengatakan akan ada panen bagi mereka yang tidak menyerah.

Sama seperti orang Kristen di Galatia, kita juga perlu bertekun dalam menjalani hidup yang saleh dan membantu orang-orang di sekitar kita. Jika kita tidak menyerah, Kitab Suci mengatakan akan ada upah bagi kita. Kita mungkin menerima upah itu selama waktu kita di bumi, atau di surga—tetapi terlepas dari kapan kita menerimanya, kita harus bertekun dalam berbuat kebaikan.

Artinya apa yang Anda kerjakan itu penting. Bagaimana Anda menjalani hidup dan mengasihi orang lain itu berharga.

Jadi, luangkan waktu hari ini untuk mengingat perbuatan baik yang telah Anda lakukan dan yang dapat terus Anda lakukan untuk orang lain. Siapa yang bisa Anda bantu? Kepada siapa Anda dapat membagikan harapan tentang Yesus? Bagaimana Anda dapat terus bertekun dalam menjalani kehidupan yang saleh?

Jika Anda lelah atau merasa kalah, buatlah komitmen hari ini untuk tidak pernah menyerah. Pilihlah untuk bertahan melalui musim hidup apa pun yang Anda alami, ketahuilah bahwa akan ada panen bagi mereka yang menyelesaikannya dengan baik.


Bagaimana Anda dapat berbuat baik untuk seseorang hari ini?

Saya dapat membantu seseorang menyelesaikan tugas.

Saya dapat menyumbangkan barang yang tidak terpakai.

Saya dapat menulis pesan untuk menguatkan seseorang.


DOA

Tuhan, bantu aku agar tidak pernah lelah dalam berbuat baik. Semakin aku mendekat kepada-Mu, mampukan aku untuk terus melayani dan mengasihi orang lain bagaimanapun perasaanku. Aku ingin membawa orang-orang di sekitarku lebih dekat kepada-Mu-jadi, tolonglah agar aku dapat menjadi lebih seperti-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Jika Anda merasa lelah atau kalah, buatlah komitmen hari ini untuk tidak pernah menyerah.

Ada berkat bagi Anda di balik pergumulan!

Semangatilah seseorang dengan Ayat Hari Ini: Akan ada panen bagi mereka yang tekun!

Rabu, 27 Agustus 2025

Melawan dengan Kebenaran

 

Di awal pelayanan Yesus, ada hal aneh yang terjadi: Dia dibawa ke padang gurun, oleh Roh Kudus, di mana Dia bertemu dengan iblis.

Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, Yesus merasa lapar—digoda oleh musuh agar memuaskan rasa laparnya dengan makanan. Intinya, iblis memprovokasi Yesus untuk membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah dengan mengubah batu menjadi roti.

Bisakah Anda mengenali tipuannya?

Jika Anda benar-benar Anak Allah, lakukanlah sesuatu. Carilah jalan keluar sendiri. Menyerahlah pada keinginanmu. Puaskan dirimu sendiri. Apakah Tuhan bisa dianggap baik jika Dia menolak embantumu?

Tetapi Yesus menolak intimidasinya.

“Tetapi Yesus menjawab, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.'” Matius 4: 4 PBTB2


Pola yang sama terjadi di dua pencobaan lagi—di mana iblis menggoda Yesus dengan perlindungan dan kuasa, tetapi Yesus menegurnya dengan Kitab Suci. 

Jadi apa yang dapat kita pelajari dari pertemuan Yesus dengan sang musuh?

Yesus tahu bahwa hidup adalah lebih dari sekadar perut kenyang. Meskipun Dia pasti ingin memuaskan keinginan fisiknya, Dia tahu bahwa berkat sesungguhnya berasal dari Tuhan.

Yesus tahu bahwa terlibat dalam perdebatan dengan musuh tidaklah bijaksana. Sebaliknya, Dia mengandalkan kekuatan Firman Tuhan, mengutip dari Kitab Ulangan sebagai senjata pertahanan-Nya.

Yesus tahu Dia tidak punya apa-apa untuk membuktikan. Tidak seperti Adam dan Hawa dalam Kejadian, yang meragukan kebaikan Tuhan dan menyerah pada pencobaan, Yesus mampu menentang godaan musuh.

Yesus tahu Dia sedang dicobai oleh iblis dan tahu cara menghadapinya. Kita harus belajar mengenali kapan kita diserang, dan ingat untuk melawannya dengan Firman Tuhan.

Jadi, bagaimana musuh menggoda Anda minggu ini?
Bagaimana dia membujuk Anda untuk meragukan Tuhan?
Ingatlah, Tuhan telah memampukan Anda untuk melawan dengan kebenaran melalui kuasa Roh Kudus.


Bagaimana Firman Tuhan menopang Anda hari ini?

Firman-Nya mengingatkan saya akan kuasa dan kesetiaan-Nya.

Firman-Nya mendorong saya memperdalam hubungan dengan-Nya.

Firman-Nya mengilhami saya untuk berani menghadapi hal yang tak diketahui.


DOA

Tuhan, aku rindu agar Firman-Mu hidup dan aktif dalam hidupku. Firman-Mu membantu menguji pikiranku dan meyakinkanku agar hidup seperti Yesus. Aku tidak bisa hidup terpisah dari Firman-Mu yang memberiku cara untuk mengenal-Mu lebih dalam. Teruslah menyatakan diri-Mu dan menopangku melalui firman-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Bagaimana si musuh menggoda Anda minggu ini?
Bagaimana ia membujuk Anda untuk meragukan Tuhan?

Sebutkan.

Ingatkan diri Anda dan orang-orang di sekitar bahwa Tuhan telah memampukan Anda dengan Roh-Nya untuk melawan dengan kebenaran.

Diampuni dengan Cuma-cuma

Yohanes 3:17 TB

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 


Yohanes 3:17 muncul tepat setelah salah satu ayat paling terkenal di dalam Alkitab, dan ayat ini lanjut memperjelas cara Yesus memberi kita kehidupan kekal. Karunia besar Allah melalui Yesus datang kepada semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai jalan keselamatan.


Yohanes memberi tahu kita bahwa Yesus tidak datang untuk menghukum dunia karena dosanya, melainkan untuk menyelamatkan dunia melalui hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya.


Mudah bagi kita untuk merasa bersalah dan dihukum karena kita sering menganggap diri kita tidak layak menerima kasih Allah. Namun ayat ini memberi tahu kita sesuatu yang penting—siapa pun Anda atau apa pun yang telah Anda lakukan, Tuhan mengasihi Anda.


Tuhan tidak mencoba menjejali Anda dengan rasa bersalah atau mempersulit hidup Anda. Dia menginginkan yang terbaik untuk Anda dan ingin berhubungan dengan Anda. Dia sangat mengasihi kita sehingga Dia mengutus Putra tunggal-Nya ke bumi untuk memberi kita anugerah dan hidup yang tidak layak kita terima.


Meskipun benar bahwa Yesus menyingkapkan kegelapan dunia ini (Yohanes 3:19), siapa pun yang percaya kepada Yesus dan mengikuti Dia akan mengalami keselamatan, dan semua yang ditawarkan Allah.


Jika kita memilih untuk mengikuti jalan dunia ini daripada mengikuti Yesus, maka tindakan dan pikiran kita akan membawa kita pada penghukuman dan kematian. Tetapi jika kita mengikuti Yesus dan percaya kepada Firman-Nya, maka kita akan mengalami hidup kekal dalam hubungan dengan Tuhan.


Luangkan waktu untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia hidup kekal yang luar biasa yang telah Dia berikan kepada Anda secara cuma-cuma. Teruslah berjalan dalam terang Yesus dengan mengetahui bahwa Anda tidak lagi dihukum, tetapi telah diampuni dan merdeka.


Bagaimana Anda menanggapi kasih Tuhan hari ini?

Saya dapat bersyukur karena Allah telah mengirimkan Putra-Nya, Yesus.

Saya dapat menerima anugerah keselamatan-Nya.

Saya dapat membagikan kasih-Nya pada orang yang membutuhkan.


DOA

Tuhan, terima kasih karena telah mengasihi kami. Terima kasih telah memilih untuk menyelamatkan kami melalui anugerah Putra-Mu-meskipun kami tidak layak untuk mendapatkannya. Setiap pemberian baik yang kami miliki adalah karena-Mu. Jadi hari ini, ingatkan aku akan anugerah keselamatan-Mu yang cuma-cuma, dan beri aku keberanian untuk membagikan tentang kasih -Mu yang luar biasa. Dalam nama Yesus, Amin.


Berita terbaik?
Yesus tidak datang untuk menghukum kita, tetapi untuk menyelamatkan kita. Luangkan waktu untuk bersyukur atas anugerah keselamatan yang luar biasa.

Siapa lagi yang perlu mendengar bahwa Yesus datang untuk mereka, mati untuk mereka, dan bangkit kembali untuk menyelamatkan mereka?


Berdoalah untuk kesempatan membagikan kabar baik ini!



Senin, 25 Agustus 2025

Mengubah Perspektif Kita

Pernahkah Anda menerima tugas yang membosankan, sepele, tidak menarik, atau sulit?
Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi seperti itu, reaksi pertama kita mungkin mengeluh atau berhenti mencoba.

Terkadang, pekerjaan rutin dan tanggung jawab sehari-hari rasanya bukan investasi yang layak untuk waktu dan energi kita yang berharga. Tetapi ternyata: semua yang kita lakukan itu penting bagi Tuhan dan dipakai oleh-Nya.

 

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima warisan yang menjadi upahmu. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Kolose 3:23-24 PBTB2

Apa pun yang Anda lakukan. Apakah Anda berada dalam karier impian Anda atau bekerja untuk seseorang yang sulit, apakah Anda sedang mengurus rumah Anda, atau mengatur bisnis—semua yang kita lakukan adalah kesempatan untuk menyembah Yesus. Ini hanyalah masalah perspektif.

Jika kita memandang kehidupan melalui lensa yang hanya berfokus pada diri kita sendiri, kita akan cepat bosan dengan keadaan dan kecewa dengan usaha kita. Tetapi jika kita memandang hidup melalui lensa ibadah, tidak ada dalam hidup ini yang akan membuat kita lebih bersukacita daripada melayani Yesus.

Jika semuanya adalah tentang Dia, maka semua itu layak dilakukan dengan baik. Jika kita orang Kristen, maka hidup kita adalah milik Yesus. Seperti yang dikatakan Paulus, Yesus sekarang adalah “tuan” kita.

Seluruh hidup kita menjadi tentang Dia, tujuan-Nya, dan kemuliaan-Nya. Ketika kita melakukan segala sesuatu dengan mengingat-Nya, Dia tidak pernah gagal untuk memberkati kita dengan hadirat, kasih, dan anugerah-Nya. Dan suatu hari nanti, Dia juga akan memberi kita upah yang kekal untuk pelayanan kita yang setia.

Jadi, saat Anda berpikir tentang tugas yang telah Tuhan tempatkan di hadapan Anda, anggaplah itu berarti melakukan segalanya bagi Tuhan. Dan kemudian tanyakan pada diri Anda: "dengan cara apa saya akan menghormati Tuhan dan menginspirasi orang lain hari ini?"

 

Bagaimana Anda memilih untuk fokus kepada Tuhan selama masa-masa sulit?

Saya dapat bersyukur atas hal-hal baik yang telah Dia berikan.

Saya dapat berdoa kapan pun saya mulai khawatir.

Saya dapat menyembah Tuhan karena Dia selalu baik.

 

DOA

Tuhan, terima kasih untuk semua hal indah yang telah Engkau perbuat dalam hidupku.

Terkadang saat menghadapi kesulitan, aku melupakan kebaikan-Mu. Pada saat-saat itu, bantulah aku untuk memercayai kebaikan dan kasih-Mu bagiku.

Bantulah aku untuk tetap fokus pada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

 

Hidup itu sementara, tetapi kekal itu selamanya. Apa yang abadi? Tuhan, Firman-Nya, dan jiwa manusia.

Bersikap aktif dalam melakukan hal-hal surgawi saat Anda hidup di bumi!

Minggu, 24 Agustus 2025

Hati Tuhan untuk Semua Orang

Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 3:16 PBTB2.

Ayat di atas merupakan intisari Injil. Injil artinya kabar baik, dan ini adalah rencana Allah untuk menyelamatkan kita dari keterpisahan kekal dari-Nya.

Ketidaksempurnaan memisahkan kita dari kesempurnaan Allah. Karena itulah, sebelumnya kita tidak mungkin memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Tahu bahwa kita tidak bisa melakukannya sendiri, Allah mengutus Yesus untuk melakukannya. Yesus melakukan apa yang tidak mungkin orang lain lakukan - Dia hidup suci, Dia mati bagi kita, lalu Dia mengalahkan maut dengan hidup kembali. Kebangkitan-Nyalah yang memulihkan hubungan kita dengan Tuhan - dan itu kabar baik!

Berikut tiga hal penting untuk mengingat Kabar Baik tersebut:

Allah Mengasihi Setiap Orang
Yohanes 3:16 tidak berkata bahwa Tuhan hanya mengasihi sebagian orang. Ayat itu berkata bahwa Allah mengasihi dunia ini ... artinya setiap orang yang hidup di bumi. Hati Bapa tertuju pada semua orang. Kabar baik berlaku bagi masing-masing..  

Allah Menginginkan Setiap Orang
“‭‭Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." 
2 Petrus 3:9 PBTB2.

Yesus telah berjanji untuk kembali bagi umat-Nya - dan Tuhan selalu menepati janji-Nya. Kita mungkin tidak sabar menanti kembali-Nya, namun kita bisa tenang mengetahui bahwa penantian terhadap-Nya berguna bagi kita. Dia memberi kesempatan agar kita mengenal Dia secara pribadi. 

Allah Mengutus Setiap Orang
Pesan terakhir Yesus kepada para pengikut-Nya sebelum terangkat ke surga adalah agar pergi dan memuridkan di mana saja. Kita bukan disuruh pergi ke negara lain, tapi untuk membagikan kabar baik tentang-Nya kepada orang yang kita kenal. 

Banyak oramg yang membutuhkan kasih dan pengharapan yang kita miliki dalam Yesus. Jadi jika Yesus Juruselamat bagi kita, marilah hidup sedemikian rupa. Mari naikkan pujian karena Dia-lah Allah, dan sembahlah Dia melalui cara hidup kita. Mintalah kepada-Nya agar kita melihat betapa Dia mengasihi setiap orang. 

Sementara kita menanti kedatangan Tuhan kembali, mari kita hidup dengan tujuan untuk kemuliaan-Nya. 

Itulah alasan kita ada.

REFLEKSI
Dalam hal apa Anda perlu bertobat hari ini?
Saya perlu mengakui perasaan sombong dan pikiran merasa benar sendiri.
Saya perlu bertobat dari hidup dalam kekhawatiran dan rasa malu.
Saya perlu mengakui bahwa saya perlu Yesus untuk menyelamatkan, membebaskan, dan menolong.

DOA
Tuhan, aku membutuhkan-Mu. Hanya Engkaulah sumber kekuatan, sukacita, kedamaian, kesabaran, dan kasih. Engkau mengerti karakter dan sifatku-dan Engkau menjumpaiku dengan kebaikan. Hari ini, ampunilah aku karena berfokus pada hal-hal yang fana daripada mengutamakan-Mu dalam hidupku. Bawa aku mendekat pada-Mu. Dan saatku menantikan Engkau kembali, pakailah aku untuk mengasihi dan menghibur dunia yang hancur ini. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan itu panjang sabar dan pemaaf.
Namun, suatu saat waktunya akan selesai...

Yesus akan datang kembali. Jadi hari ini, beritakanlah tentang karakter-Nya, kasih-Nya, dan hati-Nya untuk menyelamatkan yang terhilang!

Jumat, 22 Agustus 2025

Hikmat Abadi

Setelah dibebaskan dari perbudakan Mesir dan mengembara di padang gurun selama 40 tahun, bangsa Ibrani akhirnya berdiri di tepi tanah yang dijanjikan Tuhan. 

Meskipun pemimpin sebelumnya, Musa, baru saja meninggal, Tuhan menunjuk Yosua untuk menggantikannya. Selama peralihan otoritas ini, Tuhan memberikan beberapa nasihat bijak kepada Yosua:

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yosua 1: 8 TB

“Kitab Taurat” mengacu pada lima kitab pertama dalam Alkitab— yang juga dikenal sebagai Torah (dalam bahasa Ibrani) atau Pentateuch (dalam bahasa Yunani). Kini, kita memiliki kelima kitab itu dan lebih banyak lagi—yaitu 66 kitab dalam Alkitab, termasuk Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Allah memberikan Hukum kepada bangsa Israel melalui Musa. Hukum ini mengungkapkan maksud, karakter, dan hati Tuhan.

Dan meskipun Tuhan berbicara langsung kepada Yosua pada saat itu, nasihat-Nya masih berlaku bagi kita saat ini…

Membaca, mendengarkan, dan memikirkan secara mendalam tentang kisah Tuhan dapat memberikan pengetahuan dan membentuk kita. 

Perintah Allah itu baik, dan perintah-perintah-Nya bijaksana. Mereka memberi tahu kita siapa Tuhan itu dan untuk apa Dia menciptakan kita. Mereka memberitahukan di mana umat-Nya pernah berada dan ke mana mereka pergi.

Ketika kita merenungkan Firman-Nya, mempelajari isinya, dan memahami inti pesannya—segalanya berubah.

Kita tidak perlu menjalani hidup yang sia-sia; kita bisa melangkah ke dunia ini dengan tujuan. Dan bahkan saat kita menghadapi pergumulan, seperti Yosua, yang terbaik adalah selalu berada di sisi Tuhan.


Bagaimana Anda dapat menaati perintah Tuhan hari ini?

Saya bisa merenungkan Firman Tuhan dan mencatat apa yang saya pelajari.

Saya dapat mengingat ajaran Tuhan dan menghidupi apa yang Alkitab katakan.

Saya dapat menyampaikan kebenaran Firman Tuhan.


DOA

Tuhan, Engkau memberi kami Firman-Mu agar kami dapat mengenal-Mu lebih baik. Sabda-Mu tidak dimaksudkan untuk menjadi daftar aturan-aturan, melainkan cara hidup yang mengarah kepada-Mu. Semakin sering kami membaca Alkitab, semakin dalam kami mengenal karakter dan sifat-Mu. Terima kasih telah menyatakan diri-Mu kepada kami dengan cara ini.

Dalam nama Yesus, Amin.

Kamis, 21 Agustus 2025

Egois menjadi Tanpa Pamrih

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;  Filipi 2:3 (TB) 


Pengaturan bawaan kita adalah keegoisan.

Tidak percaya? Cobalah bergaul dengan balita selama sehari.

Balita menginginkan apa yang mereka inginkan, dan mereka menginginkannya segera. Balita akan bertengkar (dan terkadang menggigit) untuk mempertahankan kekuasaan atas barang berharga mereka. Balita tidak terlalu peduli pada jadwal, agenda, atau dinding putih yang bersih.

Kabar baik tentang balita—dan orang-orang pada umumnya—adalah mereka memiliki kemampuan untuk berubah menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri saat mereka tumbuh. Tapi, jika balita tidak diarahkan dengan penuh kasih sayang dan diajari bagaimana memikirkan orang lain, keegoisan itu akan terus berlanjut. 

Jadi, jika kita secara alami adalah manusia yang berpusat pada diri sendiri, bagaimana kita melatih pikiran kita untuk tidak egois?


Alkitab mendorong kita untuk meneladani kehidupan Yesus…


“Tanpa mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus…” Filipi 2:3-5 PBTB2


Yesus tidak memanfaatkan otoritas-Nya untuk keuntungan pribadi—kekuasaan, kesenangan, kendali, atau kenyamanan—tetapi mengambil sifat seorang hamba.


Yesus menghabiskan waktu-Nya berinvestasi pada orang lain.

Yesus memusatkan perhatian-Nya untuk membantu orang lain.

Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk orang lain.


Jika Anda mendapati diri Anda terobsesi dengan diri sendiri, memanjakan diri sendiri, atau bahkan merasa benar sendiri, pikirkanlah untuk meminta pertolongan Tuhan.


Mintalah Dia membantu Anda melihat orang lain seperti cara-Nya melihat.

Mintalah Dia menggunakan pengetahuan yang Anda peroleh untuk mengasihi-Nya dan melayani orang lain.

Mintalah Dia memberikan kesempatan untuk menuntun orang lain kepada-Nya.

Firman Tuhan, Roh Kudus, dan hubungan dengan umat Kristen lainnya adalah yang memurnikan hati kita. Dan dengan pertolongan Tuhan, kita dapat mengubah kecenderungan kita dari hidup egois menjadi hidup yang rendah hati.


Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk hidup dengan rendah hati?

Saya akan mendahulukan pendapat orang lain sebelum mengutarakan pendapat saya.

Setiap hari, saya akan menunjukkan setidaknya 3 kelebihan dalam diri seseorang.

Saya akan bekerja sama dengan orang lain, bukannya menentang mereka.


DOA

Yesus, Engkau menunjukkan kepadaku seperti apa kerendahan hati yang sejati. Engkau menyerahkan segalanya untuk melayani dan menyelamatkan kami. Pengorbanan-Mu yang rendah hati itu membuka jalan bagiku untuk mengalami hidup yang baru. Terima kasih! Hari ini, tolong ganti kesombongan dengan kerendahan hati, dan keegoisan dengan ketidakegoisan. Ubah caraku berpikir dan bertindak, dan ajari aku untuk mendahulukan orang lain dengan cara yang memuliakan-Mu. Amin.


Yesus tidak memanfaatkan otoritas-Nya untuk keuntungan pribadi-baik kekuasaan atau kesenangan, kendali atau kenyamanan-melainkan untuk melayani orang lain.


Ketika Anda meluangkan waktu untuk memperhatikan, melayani, atau menguatkan orang lain, Anda sedang memuliakan Kristus saat menjalani iman Anda.

Rabu, 20 Agustus 2025

Jalan Hidup

Yakobus 4:17 (TB)  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. 

Surat dari Yakobus penuh dengan hikmat praktis untuk kehidupan kita sehari-hari. Yakobus adalah saudara Yesus, sehingga tulisannya sarat dengan ajaran yang mirip dengan ajaran Yesus dalam Injil.


Yakobus 4:17 memberi kita definisi yang sangat sederhana tentang dosa. Yakobus berkata bahwa dosa adalah ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan dan kita tidak melakukannya. Saat itulah kita memiliki pengetahuan tentang apa yang harus kita lakukan, dan kita dengan sengaja memilih untuk tidak melakukannya.


Ada banyak cara kita mempelajari apa yang benar untuk dilakukan. Ketika kita membaca Kitab Suci, kita terus belajar bagaimana Tuhan ingin kita hidup, dan apa yang Dia ingin agar kita lakukan dengan hidup kita. Kita juga memiliki Roh Kudus dalam diri kita yang membimbing dan mengajar kita.


Tidak boleh ada alasan untuk tidak mengetahui hal yang benar untuk dilakukan dalam hampir semua situasi, karena Allah telah memberi tahu kita bagaimana kita harus bertindak. Jadi ketika kita memutuskan untuk tidak hidup menurut jalan Tuhan, kita berdosa.


Namun keindahan Injil adalah bahwa jika kita berdosa terhadap Allah, kita masih dapat datang kepada-Nya dan mengakui dosa-dosa kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa ketika kita mengakui dosa kita kepada Tuhan, Dia setia untuk mengampuni dosa kita—artinya Dia tidak menghitung dosa kita.


Luangkan waktu untuk memikirkan area di mana Anda tahu bahwa Anda tidak mengikuti yang terbaik dari Tuhan untuk hidup Anda. Akui dosa Anda kepada Tuhan dan mintalah pengampunan. Sekarang, berjalanlah dalam kepastian bahwa Tuhan telah mengampuni Anda, dan membuka jalan bagi Anda untuk berjalan dalam kehidupan yang baru. Bersyukurlah atas kesetiaan-Nya.


Apa hal baik yang Anda tahu harus Anda lakukan?

Saya dapat mengajak teman ke gereja atau membaca Alkitab.

Saya dapat mendoakan mereka yang bersalah kepada saya.

Saya dapat melayani orang lain dengan karunia Tuhan.


DOA

Tuhan, ampunilah saat aku merasakan panggilan-Mu dan tidak bertindak.

Ingatkan aku di suatu area dalam hidupku di mana aku tidak mengikuti-Mu.

Terima kasih atas anugerah akan kesempatan kedua dan karena telah berlaku setia. Bimbing aku dalam menjalani hidup untuk melayani dan mengasihi orang lain dengan lebih baik. Dalam nama Yesus, Amin.


Pertama, mintalah Roh Kudus menunjukkan langkah Anda selanjutnya. Lalu, lakukanlah!

Ambillah langkah iman dan percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja.

Selasa, 19 Agustus 2025

Cahaya Terang

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8:12 (TB) 

Pikirkan kembali di Kejadian 1 ketika Tuhan menciptakan dunia. Salah satu hal pertama yang Allah katakan adalah “Jadilah terang” (Kejadian 1:3). Sama seperti Tuhan menciptakan terang untuk menyinari bumi, Yesus datang sebagai terang bagi seluruh umat manusia.

Yesus berkata Dia adalah terang dunia. Dia juga menunjukkan bahwa terang diperlukan untuk menemukan jalan Anda di dunia ini. Yesus adalah terang yang membimbing manusia ke dalam kehidupan sejati.

Yesus bukan hanya terang yang menerangi jalan hidup kita, tetapi Dia juga yang menerangi seluruh dunia. Dengan terang Yesus kita dapat melihat seluruh dunia dan membuat penilaian atas apa yang benar dan baik.

Terang dalam Perjanjian Lama seringkali merupakan simbol penghakiman, karena teranglah yang menyingkapkan kegelapan dan kejahatan di hati manusia. Yesus adalah Hakim sejati yang datang dengan otoritas Allah Bapa untuk menghakimi hati manusia (Yohanes 8:13-17).

Meskipun Yesus adalah Hakim yang sejati atas seluruh umat manusia, mereka yang mengikuti Yesus dan percaya pada kebangkitan-Nya tidak perlu takut akan penghakiman. Kita tidak lagi dikutuk oleh masa lalu kita, tetapi melalui Yesus kita diberi akses untuk hidup baru di dalam Dia (Roma 8:1).

Luangkan waktu sejenak untuk bersyukur kepada Tuhan karena menyinari terang-Nya dalam hidup Anda. Karena Yesus, Anda dapat mengalami anugerah dan damai sejahtera Allah di dalam hati Anda sendiri.

Yesus berkata, "Akulah terang dunia." Bagaimana Dia menunjukkan terang-Nya dalam hidupmu?

Saat menghadapi pilihan sulit, terang-Nya membimbing saya ke jalan yang benar.

Kehangatan dan kebaikan-Nya memberi saya sukacita dan harapan dalam kegelapan.

Saya dapat tenang karena mengetahui terang-Nya telah mengalahkan kegelapan.


Tuhan, kuatkan aku dengan harapan akan cahaya terang-Mu. Menembus kegelapan yang mencoba menghalangiku untuk melihat-Mu. Terima kasih telah menjadi terang dunia. Aku tidak perlu takut pada kegelapan, karena Engkau bersamaku. Dalam nama Yesus, Amin.


Saat dunia di sekitar kita bertambah gelap, terang Kristus akan lebih bersinar.
Yesus telah mengutus kita untuk menjadi terang mercusuar— menerangi kebenaran, mengusir kegelapan, dan memancarkan kasih Allah agar dilihat semua orang

Senin, 18 Agustus 2025

Serahkanlah

Apakah Anda kewalahan oleh beban yang tidak seharusnya Anda pikul?

Biarlah perkataan Raja Daud yang tak lekang oleh waktu, yang diilhami oleh Roh Kudus, meresap ke dalam jiwa Anda…


"Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah." Mazmur 55:23 TB


Kata serahkan dalam bahasa Ibrani berarti melemparkan, melontarkan, menumpahkan, atau menghempaskan. Untuk membuang sesuatu sejauh mungkin. Untuk menyingkirkan sesuatu dari pandangan Anda.


Kita tahu bahwa sang penulis, Raja Daud, memiliki banyak beban yang harus dibuang. Tidak hanya memikul beban dan tanggung jawab sebagai Raja Israel, tetapi dia juga memiliki sejarah yang tidak baik.


Namun, meski Daud mengalami kegagalan dan sakit hati, ia tahu ke mana ia harus membuang bebannya. Dia tahu kepada siapa dia harus meminta pertolongan. Dia tahu bagaimana cara merendahkan diri, bertobat dari dosa-dosanya, dan berpegang teguh pada belas kasihan dan anugerah Tuhan.


Jadi, bagaimana dengan Anda? Beban apa yang sedang Anda pikul? Yang besar, kecil, dan semua di antaranya. Kekhawatiran sehari-hari, ketakutan yang menghancurkan jiwa, rasa malu yang menyiksa. 


Tahukah Anda bahwa Anda dapat menyerahkan semua itu kepada Tuhan-dan bukannya hancur di bawah tekanannya?


Tuhan ingin memikul beban Anda, tetapi Anda harus membuangnya.


Jadi, jangan hanya dengan setengah hati meletakkan beban Anda atau secara pasif menyerahkannya kepada Tuhan; buanglah semua itu ke kaki-Nya. Anda dapat percaya bahwa Dia akan menopang Anda dan ketahuilah bahwa Dia akan membuat Anda berdiri teguh.


DOA

Tuhan, terima kasih karena Engkau peduli. Engkau tahu semua permasalahanku, dan Engkau berjanji bahwa semua itu tidak akan mengalahkanku. Saat aku terbeban, biarlah aku terus memandang kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Bagaimana Tuhan menjaga Anda hari ini?

Tuhan telah memberi saya istirahat di musim yang sibuk.

Tuhan telah memberiku sukacita apa pun keadaanku.

Tuhan telah memberiku kekuatan untuk menghadapi hari ini.


Tuhan ingin meringankan bebanmu, tapi kamu harus menyerahkannya terlebih dahulu kepada-Nya.

Tanyalah temanmu: Kecemasan dan pergumulan apa yang membebanimu? Lalu, berdoa dan saling menguatkan.

Minggu, 17 Agustus 2025

Dari Janji hingga Penggenapannya

Ulangan 7:9 (TB)  Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 


Tuhan berjanji kepada Abraham tentang garis keturunannya dalam kitab Kejadian, dan Dia memberikan Sepuluh Perintah kepada Musa dalam kitab Keluaran. Dia membuat perjanjian dengan Daud dalam 2 Samuel, dan menyatakan Perjanjian Baru yang akan datang dalam kitab Yeremia (Yeremia 31:31-34).


Semua kisah tersebut merujuk pada kedatangan Yesus Kristus—di mana seluruh perjanjian Allah digenapi (2 Korintus 1:20).


Kisah-kisah ini mengingatkan kita akan kesetiaan Allah (Roma 15:4). Kita tidak perlu melihat terlalu jauh:


"Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan." Ulangan 7:9


Kasih Tuhan itu setia dan tetap. Kasih-Nya bertahan dari generasi ke generasi. Di dunia di mana kasih sering kali bersifat kondisional dan transaksional, diberikan dan diterima berdasarkan tindakan kita, kasih Allah berbeda. Kasih-Nya tidak terikat pada naik turunnya keadaan kita. Tidak goyah oleh karena perasaan kita. Dan tentu saja tidak bergantung pada kinerja kita.

Kasih Allah berakar kuat pada karakter-Nya yang tidak berubah.


Jadi, meskipun Anda berada di puncak kesuksesan tertinggi atau di lembah keputusasaan terdalam—kasih-Nya tetap konstan, sumber kekuatan yang selalu hadir bagi mereka yang mengasihi-Nya. 


Hari ini, biarlah kata-kata dalam Ulangan 7:9 meresap ke dalam jiwa Anda dan ingatlah: Allah kita tidak jauh atau acuh. Dia dekat, dan kasih-Nya setia, bertahan selama ribuan generasi.


Pengingat kasih Tuhan apa yang paling Anda butuhkan saat ini?

Kasih Tuhan itu setia dan tidak pernah berubah.

Kasih Tuhan tidak berdasarkan pada apa yang aku lakukan.

Kasih Tuhan itu ada saat ini dan ada senantiasa.


DOA

Tuhan, terima kasih atas kasih setia-Mu! Aku tidak mau kehilangan kasih-Mu. Tidak ada yang melebihinya. Kasih-Mu tak terbatas dan berlimpah lebih dari yang kubayangkan. Terima kasih, Engkau telah memberikannya secara cuma-cuma dan mengajariku bagaimana dengan bebas mengasihi orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.


Baik saat kita berada di puncak gunung tertinggi maupun di lembah terdalam, kasih-Nya tetap -sumber kekuatan yang senantiasa hadir.

Ketika kita mencari Tuhan dan memuliakan-Nya, Dia akan mencurahkan berkat -Nya. Doronglah seseorang dengan kebenaran ini!

Kamis, 14 Agustus 2025

Pengampunan itu penting. Ini sebabnya…

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.  Kolose 3:13 (TB)  


Salah satu teladan Alkitabiah yang menonjol tentang pengampunan ada dalam kisah yang diceritakan Yesus tentang seorang raja yang ingin membereskan utang piutangnya. Seorang pria berutang sangat banyak pada raja sehingga tidak dapat membayarnya, tetapi raja tersebut berbelaskasihan dan menghapuskan utangnya.

 

Kemudian, pria yang diampuni itu bertemu seseorang yang berutang sedikit padanya. Namun bukannya menunjukkan belas kasihan dan pengampunan, ia mengirim pria itu ke penjara sampai utangnya dilunasi. Ketika raja mendengarnya, ia geram akan kemunafikannya, dan menangkap pria tersebut. 


Jika kita jujur pada diri sendiri, ada bagian dari kisah ini ini yang mirip dengan kita. Seberapa sering kita memilih untuk tidak mengampuni orang lain sementara kita dengan gembira menerima pengampunan yang diberikan Allah? 


Kita semua pernah bersalah. Kita semua pernah melawan Allah. Dan semua dosa itu bertentangan dengan jalan Tuhan. Beberapa dosa mempunyai konsekuensi yang lebih besar — tapi setiap kesalahan menyebabkan kita gagal memenuhi kesempurnaan Allah. 


Pengampunan tidak selalu menghapus luka yang ditimbulkan, namun dapat membantu kita untuk sembuh dan terus melangkah maju. Kita tidak akan pernah tahu keseluruhan kisah hidup orang lain. Kita tidak akan selalu mengerti pengalaman apa yang memengaruhi keputusan seseorang. Karena itulah empati penting. 


Untuk dapat menunjukkan empati, kita perlu menempatkan diri di posisi orang yang kita hadapi, dan memilih untuk memahami beban mereka. Inilah yang Yesus lakukan saat Ia datang ke bumi, merasakan seperti apa menjadi manusia, kemudian menanggung dosa kita saat Ia mati bagi kita. Meskipun kita semua berdosa pada-Nya, Ia menyerahkan nyawa-Nya untuk mengampuni dan menyelamatkan kita. 


Alkitab tidak meminta kita melakukan sesuatu yang belum pernah Yesus lakukan bagi kita. Dan, Alkitab juga berkata sebagaimana kita mengampuni, kita akan diampuni (Matius 6:14-15). Jadi jika kita benar-benar ingin mengalami pengampunan Tuhan, maka kita perlu mengampuni orang lain—bahkan ketika kita tidak dapat melupakan apa yang telah mereka perbuat. 


Jadi, adakah seseorang yang belum Anda ampuni? Mintalah Allah menunjukkan siapa yang perlu Anda ampuni. Lalu, izinkan Tuhan menggeser perspektif dan melembutkan hati Anda terhadap orang tersebut. Biarkan Dia memberi Anda kekuatan dan empati yang Anda butuhkan untuk mengampuni.


Siapa yang perlu Anda ampuni hari ini?
Seseorang yang selalu membuat saya jengkel
Seseorang yang berbeda pendapat dengan saya
Diri sendiri


DOA

Tuhan, seperti Engkau telah mengampuniku tanpa syarat, Engkau memintaku mengampuni orang lain. Bantulah aku melakukannya. Penuhi aku dengan kerendahan hati dan empati, dan bantu aku untuk melihat orang lain seperti Engkau memandang mereka. Tunjukkan kepadaku bagaimana mengasihi orang lain dengan cara-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan telah mengampuni dosa-dosamu yang paling gelap dan buruk.

Sekarang, Dia memberimu kuasa untuk mengampuni orang lain.

Adakah seseorang yang tidak mau kamu maafkan?

Mintalah Tuhan melembutkan hatimu dan mengajarimu cara memaafkan.

Pelayan yang Terbesar

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  Matius 20:28 (TB)  


Jika kita jujur, kebanyakan dari kita lebih suka dilayani daripada melayani orang lain. Kita lebih suka merasa istimewa daripada biasa saja. Kita lebih suka merasa diri kita penting daripada disepelekan. 

Dan meskipun Allah telah menjadikan kita istimewa, penting, dan diciptakan menurut gambar-Nya—anak-anak-Nya haruslah melayani, karena Yesus tidak pernah tidak melayani. 


"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”  Matius 20:28 PBTB2


Jika Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk mengorbankan nyawa-Nya demi dan untuk keselamatan orang lain, seharusnya kita juga memperhatikan hal ini. 


Yesus memperingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang mengesankan hanya untuk dilihat, berdoa yang berlebihan hanya untuk didengar, dan mengambil posisi tertinggi hanya untuk dikenal. (Lihat: Matius 6 dan 20)


Sebaliknya, Yesus menjangkau orang-orang yang tersisih, memberi makan yang lapar, menyembuhkan yang sakit, membantu yang terluka, menghibur yang menderita, membasuh kaki yang kotor, dan menyerahkan nyawa-Nya—walaupun Ia tidak bersalah—sehingga bahkan orang-orang berdosa yang “terburuk” dapat menemukan bahwa mereka tidak pernah jauh dari kasih-Nya.


Saat Anda berpikir tentang apa artinya Yesus mati menggantikan Anda dan menghapus kesalahan Anda, apa yang timbul dalam diri Anda? Penyembahan? Ucapan syukur? Apakah Anda terdorong untuk pergi dan memberi tahu orang lain? Hari ini, mintalah Tuhan untuk menunjukkan bagaimana Anda dapat melayani orang lain seperti Dia telah melayani Anda.


Bagaimana Anda membagikan kemerdakaan dalam Kristus dengan seseorang hari ini?

Melalui pelayanan dan tindakan kasih

Melalui dorongan dan perkataan baik

Melalui sikap tidak egois dan murah hati


DOA

Yesus, terima kasih telah menunjukkan kepada kami seperti apa pelayanan yang rendah hati itu. Hari ini dan setiap hari, tolong tunjukkan bagaimana meneladani-Mu.

Buatlah aku peka terhadap orang -orang dalam hidupku yang dapat kulayani tanpa pamrih.

Biarkan tindakan pelayananku mencerminkan kasihku yang mendalam untuk-Mu dan untuk orang-orang yang Engkau ciptakan. Dalam nama-Mu, Amin.


Mintalah Tuhan membuka mata Anda terhadap kesempatan untuk melayani orang -orang di sekitar.

Selasa, 12 Agustus 2025

Apa yang Allah Suka

Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Mazmur 33:5 (TB)  


Mazmur 33 adalah pasal yang indah dalam Alkitab. Motivasi penulisnya jelas: Pujian. Pujilah Tuhan karena keperkasaan-Nya, betapa baiknya Dia, betapa benarnya Dia. Pujilah Dia atas rancangan yang mantap, kasih setia yang maha tahu, cinta kepada umat-Nya. Pujilah Allah.


Di awal limpahan pujian ini, pemazmur berkata tentang Allah, “Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia Tuhan.” (Mazmur 33:5) Dia tidak hanya menghargai, menerima, atau menyetujui keadilan dan kebenaran. Dia mencintai mereka.


Jika kita, seperti Tuhan, mencintai kebenaran dan keadilan, artinya kita tidak mungkin bisa mencintai apa pun yang tidak benar atau tidak adil. Dunia ini penuh dengan kegelapan yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita. Tetapi Allah yang teguh, tak pernah berhenti menginginkan hal yang sama persis: kebenaran dan keadilan.


Apakah dunia ini penuh dengan kegelapan, kejahatan, dan dosa? Ya. Tetapi jangan lupa, ayat ini mengingatkan kita akan hal lain yang memenuhi bumi: Kasih-Nya yang tak pernah gagal.


Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk membaca seluruh Mazmur 33. Lihat bagaimana Anda dapat menambahkan pujianmu kepada Allah selain dalam mazmur pujian ini. Sudahkah Allah berbuat adil kepadamu? Sudahkah Ia menolongmu berbalik dari dosa kepada kebenaran? Bagaimana Ia berbuat baik kepadamu? Biarkan tiga ayat terakhir menenangkan hatimu, membasuh dan mendorong Anda hari ini:


"Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu."

Mazmur 33:20-22 TB


Bagian mana dari ayat ini yang menguatkan Anda hari ini?

Allah mencintai kebenaran.

Allah mencintai keadilan.

Dunia penuh dengan kasih-Nya yang tak pernah gagal.


DOA

Tuhan, seperti Pemazmur dalam Mazmur 33, hari ini aku berdoa: kuserahkan harapanku di dalam-Mu, Tuhan. Kau-lah pertolongan dan perlindunganku. Hatiku bersuka karena-Mu. Aku percaya dalam nama-Mu yang kudus. Biarlah kasih-Mu yang tak pernah gagal melingkupiku, Tuhan, karena harapanku hanya ada di dalam-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Jangan simpan imanmu. Bagikanlah harapanmu kepada sesama!

Anda dapat mencerminkan karakter Allah dengan mencintai kebenaran, mengejar keadilan, dan mendahulukan orang lain.

Tiada yang Lain

Hana sangat menginginkan seorang anak, tapi dia tidak bisa mengandung. Tahun demi tahun, dia diejek, disiksa, dan merasa patah hati oleh karena kemandulannya.

Pernahkah Anda mengalaminya?

Mungkin ada sesuatu yang sangat Anda idamkan: pernikahan kudus, tubuh yang sehat, keluarga yang harmonis, gelar yang tinggi, komunitas yang akrab, hubungan yang dipulihkan. Mungkin Anda melihat orang-orang di sekitar yang hidupnya tampak berlimpah dan berpikir mengapa hidup Anda terasa hampa.


Akhirnya, setelah menunggu selama bertahun-tahun, Tuhan menjawab doa Hana. Dan oleh karena itu, dia dipenuhi dengan rasa takjub dan menyembah, berkata:


"Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita." 1 Samuel 2: 2 TB


Meskipun melewati tahun-tahun penuh kerinduan dan kekecewaan yang menyiksa, Hana tahu tidak ada yang dapat menggantikan Tuhan. Tidak ada yang lain yang dapat menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Tidak ada yang lain yang memegang kuasa kehidupan.


Tidak ada Batu Karang lain tempat kita membangun iman kita.


Tidak ada yang lain yang melihat sisi terburuk kita dan tetap mengasihi kita. Tidak ada yang lain yang memiliki belas kasihan terhadap kerinduan kita yang terdalam. Tidak ada yang lain yang dapat dipercaya dengan impian kita. Tidak ada yang lain yang selalu sedia membimbing, mengajar, dan menghibur–saat kita merasa ditinggal oleh semua orang.

Tidak ada yang lain yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan.

Karena Tuhan itu kudus, Dia selalu baik. Terlebih di atas segalanya, Dia tetap sama kemarin, hari ini, dan esok. Yakinlah, tidak ada yang lain yang lebih pantas atas kepercayaan, hormat, dan hati Anda.


Apa karakteristik Tuhan yang Anda syukuri hari ini?

Dia selalu setia.

Dia dapat dipercaya.

Dia tidak pernah berubah.


DOA

Tuhan, tiada yang lain selain Engkau. Hanya Engkau yang suci dan layak atas pujianku. Terima kasih telah menjadi Batu Karangku dan landasan yang kokoh di mana aku dapat membangun hidupku di atasnya. Aku bersyukur karena Engkau selalu setia, tidak pernah berubah, dan Satu-satu-Nya yang dapat kupercaya. Aku mengasihi -Mu! Dalam nama Yesus, Amin.


Ketika hidup terasa goyah atau dunia di sekelilingmu runtuh, Tuhan-lah batu karang yang kokoh tempatmu berpijak.

Setiap orang menginginkan fondasi yang dapat dipercaya.

Anda dapat mendorong sesama agar mendasarkan diri pada Firman Allah dan anugerah Yesus Kristus!

Minggu, 10 Agustus 2025

Peperanganmu Telah Dimenangkan

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.  Efesus 6:12 (TB) 


Pernahkah Anda merasa kewalahan dengan keadaan Anda atau bertanya-tanya mengapa Anda terus bergumul dalam perkara yang sama?


Yesus mengajarkan bahwa hidup kita sebagai pengikut Kristus akan sulit. Dunia kita dipenuhi dengan orang-orang yang yang telah hancur yang melakukan hal-hal yang merusak. Akan ada pencobaan.


Ketika Adam dan Hawa memutuskan untuk mengejar sesuatu yang "baik" selain dari Tuhan, keputusan mereka mengakibatkan kejahatan masuk ke dalam dunia. Ini berarti ada peperangan rohani yang tidak terlihat, dan itu berdampak pada kehidupan kita sehari-hari.


Ketika kita memberikan hidup kita kepada Yesus, kita bergabung dengan tim-Nya—tetapi ini juga membuat kita menjadi sasaran iblis, musuh kita. Setiap hal buruk yang terjadi pada kita belum tentu merupakan serangan langsung dari Setan—kadang hal itu adalah akibat dari hidup di dunia yang telah jatuh dan rusak. Tetapi ada unsur roh dalam setiap situasi karena iblis selalu berusaha menarik dunia menjauh dari Tuhan, dan dia mencari orang-orang untuk dimusnahkan.


Ketika pergumulan terjadi, iblis berusaha membuat Anda memercayai kebohongan tentang Tuhan, tentang situasi Anda, tentang diri Anda sendiri, atau orang lain. Dia akan mencoba membuat Anda meragukan identitas Anda dan otoritas yang diberikan Tuhan kepada Anda. Tapi Tuhan, yang telah menang atas Iblis, selalu berjuang untukmu.


Tidak ada yang bisa mengalahkan Tuhan, sehingga ketika kita mengandalkan-Nya—tidak ada yang bisa mengalahkan kita.


Dalam setiap situasi, kita lebih dari pemenang karena Tuhan sangat mengasihi kita. Sehingga kita tidak perlu takut dengan peperangan rohani—Tuhan sudah memenangkannya. Kita perlu mengingatkan diri kita sendiri akan kebenaran ini sehingga kita dapat menahan serangan setan ketika mereka datang.


Tetapi serangan akan berakhir, karena Tuhan akan menang.


Jadi hari ini, penuhi pikiran Anda dengan kebenaran. Pegang teguh imanmu, dan jagalah hatimu. Berlakulah damai terhadap semua orang, dan hafalkanlah ayat Firman Tuhan sehingga Anda dapat menggunakannya menjadi senjata untuk melawan serangan roh apa pun yang menghadang Anda.


Dan ketahuilah bahwa apa pun yang Anda hadapi—Tuhan telah berperang bagi Anda. Dia memegang kendali, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda. Dia tidak akan pernah membiarkan Anda jatuh selama Anda terus berpegang teguh pada-Nya.


Karena Anda milik Tuhan, Anda memiliki kuasa untuk menaklukkan, menghancurkan, dan meruntuhkan apa pun yang dilemparkan iblis kepada Anda. Kuasa Tuhan menjadikan Anda lebih dari seorang pemenang.


Bagaimana Anda menjaga dan mempersiapkan diri secara rohani hari ini?

Saya dapat ingat bahwa orang yang sulit bukanlah musuh saya yang sebenarnya.

Saya dapat meminta hikmat Tuhan ketika menghadapi situasi sulit.

Saya dapat menghafal Firman Tuhan dan mengingatkan diri sendiri akan kebenaran Tuhan dan karakter-Nya.


DOA

Tuhan, beri aku kekuatan untuk berdiri teguh melawan rencana iblis. Ingatkan aku bahwa musuhku bukanlah orang-orang di sekitarku. Ketika hal-hal buruk terjadi, hiburlah aku dan penuhi pikiranku dengan kebenaran. Ingatkanlah bahwa aku ini milik-Mu, dan Engkau yang berperang bagiku. Engkau yang memegang kendali, dan bersama-Mu-aku aman. Dalam nama Yesus, Amin.


Ada musuh yang sebenarnya, tetapi bukan satu sama lain.

Hari ini, meski pendapat Anda berbeda dengan orang lain, tetaplah mendoakan mereka, tunjukkan kebaikan, dan layanilah mereka seperti halnya Yesus.

Jumat, 08 Agustus 2025

Tuhan Akan Memulihkanmu

Yeremia 31:25 (TB)  Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas." 


Pernahkah Anda berjalan melewati padang pasir atau berada di daerah terpencil? 

Jika Anda pernah lama berada di sana, maka Anda tahu bagaimana rasanya saat mulai lelah atau haus di padang yang luas dan hampa.


Orang Israel menghabiskan sebagian besar waktu mereka berada di padang gurun. Mereka mendapati diri mereka berada dalam musim-musim kehancuran dan pengasingan. Selama bertahun-tahun berada di gurun, mereka menjadi letih dan lelah.


Di tengah musim itu, Tuhan mulai memberi janji kepada mereka melalui para nabi. Tuhan bernubuat tentang masa depan. Dia berjanji kepada mereka bahwa Dia akan menyegarkan dan memuaskan mereka di tengah musim yang kering dan sulit.


Walau kita bukan orang Israel yang berjalan melintasi padang gurun, kita tetap mengikuti dan berjalan dengan Allah yang sama dengan bangsa Israel. Dan kalau mau jujur, terkadang kehidupan rohani kita terasa seperti berjalan melewati gurun yang kering. Beberapa musim kehidupan memang terasa melelahkan, sulit dilalui dan sulit bertahan.


Namun di tengah musim itu, Tuhan terus menyegarkan dan memuaskan umat-Nya. Dia terus menopang kita saat kita lelah. Dia melakukan semua ini untuk kita karena karakter-Nya yang tidak pernah berubah. Dia adalah Tuhan yang sama yang senantiasa menyegarkan umat-Nya.


Jadi jika saat ini Anda merasa letih dan lelah, luangkan waktu sejenak hari ini bersama Tuhan dalam doa. Sampaikan dengan tepat dan jujur kepada-Nya bagaimana perasaan Anda dan apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Mintalah kepada Dia untuk menyegarkan jiwa dan memuaskan Anda saat Anda merasa lelah dan lemah. Izinkan Dia menyegarkan dan memberikan kepada Anda kesempatan beristirahat, dan untuk dapat terus membangun kebiasaan berbicara dengan Tuhan setiap hari.


Bagaimana Tuhan menguatkan dan menyemangati kita akhir-akhir ini?

Dia telah memulihkan dan memberi kita ketenangan.

Tuhan telah memberi kita kekuatan untuk bertahan di musim sulit.

Kita telah mengalami damai-Nya di saat tak menentu.


DOA

Tuhan, ketika aku lemah, Engkau kuat. Saat aku kesepian, Engkau menghiburku. Saat aku merasa tidak mampu untuk terus maju, Engkau memberiku kekuatan yang kubutuhkan untuk bertahan. Saat aku merasa kewalahan, ingatkanlah bahwa Engkau menyertaiku. Segarkanlah jiwaku dan berilah aku ketenangan. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan rindu untuk menyegarkan dan membangkitkan jiwa kita yang lelah.

Siapa teman Anda yang sedang letih lesu? Anda dapat dengan penuh kasih mengingatkan mereka bahwa kepenuhan sejati hanya ada di dalam Dia.

Kamis, 07 Agustus 2025

Penderitaan Dihapuskan

Roma 8:18 (TB)  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Lihatlah ke sekeliling dan kita akan dengan cepat menemukan penderitaan, dukacita, dan ketidakadilan. Mungkin pernah kita mengalami ketidak-adilan itu sendiri. Mungkin kita pernah melewati musim hidup yang sulit. Atau mungkin kita pernah mengalami kesedihan yang mendalam karena kehilangan seseorang.

Penderitaan jarang masuk akal. Kita jarang mendapatkan jawaban di dalam masa seperti ini. Dan faktanya adalah: kebanyakan pertanyaan kita mengenai penderitaan tidak akan terjawab.

Roma 8:18, mengarahkan kita ke masa depan. Sepanjang Alkitab, Tuhan telah bekerja di dalam umat-Nya untuk membawa penebusan dan menjadikan segalanya baru.

Kita hidup dalam satu realita, yang meliputi penderitaan dan dukacita. Tapi suatu hari, Tuhan akan kembali dan menyelesaikan pekerjaan yang telah Dia mulai di dalam Yesus. Saat Tuhan kembali, Alkitab berkata bahwa semua penderitaan akan berakhir. Tidak akan ada lagi air mata, luka, atau sakit (Wahyu 21:4). Pada masa itu, saat kita bersama Tuhan di surga, kita akan dijadikan sempurna dan utuh.

Paulus mendorong kita untuk: bertahan melewati musim penderitaan Anda sekarang karena apa pun yang sedang menanti Anda di depan itu layak dinantikan. Saat Tuhan datang kembali dan membawa kita ke dalam hadirat-Nya, kita akan dijadikan sempurna dan utuh. Pada saat itu, kita tidak akan memikirkan penderitaan masa lalu yang telah kita lewati. Ini sebabnya Paulus berkata bahwa penderitaan kita sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan masa depan yang akan disingkapkan bagi kita.

Seberapa sering Anda berpikir tentang surga?
Seberapa sering Anda memuji Tuhan atas pekerjaan yang Dia lakukan terus-menerus untuk menebus dan menjadikan kita baru?
Ambil waktu untuk merenungkan hal ini.

Semakin kita menyadari masa depan dan pertemuan kita dengan Tuhan, perspektif ini akan semakin mendorong kita untuk bertahan di masa sukar.


Bagaimana kita dapat tetap memandang Yesus dalam setiap keadaan?

Berdoa saat saya mulai khawatir.

Apa pun yang kita rasakan, kita akan menyembah-Nya.

kita akan bersyukur atas hubungan kita dengan-Nya.


DOA

Tuhan, aku tahu aku akan menghadapi masalah di dunia ini, tapi aku juga tahu Engkau yang memegang kendali. Dalam segala keadaan, ingatkanlah aku akan janji-janji-Mu, dan indahnya keabadian bersama-Mu yang akan kumiliki kelak. Terima kasih telah menyertaiku selama masa sulit. Hari ini, berikanlah keberanian dan kekuatan yang kubutuhkan untuk berdiri teguh dalam iman. Dalam nama Yesus, Amin.


Ujian merupakan undangan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi lebih seperti-Nya.

Ingatkan diri kita dan orang lain: Pergumulan yang kita hadapi saat ini akan menghasilkan kekuatan yang kita butuhkan untuk hari esok.

Rabu, 06 Agustus 2025

Menaruh harapan pada Firman Tuhan

 

Mazmur 119:114 (TB)  Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu.

 
Di tengah musim yang panjang dan keadaan yang penuh tantangan, Tuhan tetap mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Dan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan adalah dengan menghabiskan waktu dalam Firman-Nya. Firman-Nya menghubungkan hati kita dengan kebenaran-Nya, dan mengingatkan kita akan kesetiaan-Nya.

 

Jadi, berikut adalah lima langkah yang dapat Anda lakukan sekarang untuk membantu Anda untuk berhenti sejenak, beristirahat, dan menaruh harapan Anda kepada Tuhan setiap hari.

 

Siapkan hatimu

Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu.

 

Mazmur 119:114 TB

 

Awali saat teduh Anda dengan membaca Mazmur ini, lalu tuliskan kekhawatiran dan keresahan Anda. Bayangkan meletakkan segala sesuatu yang merenggut perhatian Anda ke dalam sebuah kotak, lalu serahkan kotak itu kepada Tuhan.

 

Mintalah Tuhan untuk berbicara kepada Anda

Sebelum Anda menyelami Alkitab, mintalah Tuhan untuk membantu Anda memahami firman-Nya, dan menunjukkan cara menerapkan firman-Nya dengan benar dalam hidup Anda. Dia berjanji untuk memberi kita hikmat-Nya saat kita memintanya.

 

Selidikilah firman-Nya

Kapan perikop itu ditulis?
Siapakah audiens yang dituju?
Apa tema utamanya?
Apakah ada kata-kata dan frasa yang berulang (jika ada, mengapa)?
Apa yang ditunjukkan perikop itu tentang Tuhan dan orang lain?

 

Bacalah perikop itu beberapa kali, jawablah pertanyaan yang berbeda setiap kalinya. Perhatikanlah frasa atau ide apa pun yang berbicara kepada Anda.

 

Buatlah Intinya

Luangkan beberapa menit untuk meminta Tuhan menunjukkan kebenaran dalam Firman-Nya, lalu tuliskan 1-3 hal penting dari perikop tersebut. Ini akan membantu Anda memproses wawasan yang Tuhan tunjukkan kepada Anda.

 

Latih penerapannya

Tuliskan 2-3 cara yang Anda inginkan untuk menerapkan firman yang telah Anda pelajari secara praktis, lalu periksa progres Anda secara teratur. Anda bahkan dapat mengubah target Anda dalam Doa di Aplikasi Alkitab, dan atur pengingat untuk berdoa tentang target tersebut!

 

Setelah Anda selesai merenungkan firman-Nya, luangkan beberapa menit dalam saat teduh, lalu sepanjang hari—renungkan semua yang telah Anda proses.

 

 

Bagaimana Anda berharap kepada Tuhan hari ini?

Merenungkan teladan dalam Alkitab yang menunjukkan kesetiaan Tuhan.

Berdoa saat merasa kewalahan, cemas, atau takut.

Merenungkan janji-janji-Nya, dan terus percaya kepada-Nya.


DOA

Tuhan, aku menaruh harapanku pada-Mu. Setiap firman-Mu adalah kebenaran. Firman-Mu mengatakan bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkanku, Engkau akan membelaku, dan melindungiku. Jadi ketika aku takut atau kewalahan, aku tidak akan berkecil hati. Aku akan mengingat janji-janji-Mu dan berlari kepada-Mu. Engkau-lah perlindungan dan kekuatanku-Satu-satunya yang kupercaya. Dalam nama Yesus, Amin.

 

Tuhan ingin menjadi tempat berlindung dan perisai-bagi Anda dan orang lain.

Doronglah orang-orang di sekitar Anda untuk datang berlindung kepada-Nya dan mencari penghiburan dalam Firman-Nya.

 

Selasa, 05 Agustus 2025

Mencari Keadilan Seperti Bapa Kita

Dalam Yesaya 1:17, Tuhan memanggil umat-Nya untuk "belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim,
perjuangkanlah perkara janda-janda!" Ini bukan sekadar saran-tapi yang berakar dari hati Tuhan sendiri demi keadilan.

Yesaya menyoroti tiga kelompok yang paling rentan pada masanya: orang yang tertindas, anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka bukan untuk diabaikan, namun harus dihadapi. Itu juga berlaku saat ini.

Siapakah yang tertindas? Mereka adalah orang ditekan oleh ketidakadilan, yang menderita akibat tuduhan yang tidak dilakukan. Membela mereka lebih dari sekadar menawarkan kenyamanan–ini berarti berdiri di depan, menantang penindas pada sumbernya, dan menolak untuk pasif dalam menghadapi kejahatan.

Siapakah anak yatim piatu? Dalam rancangan Allah, orang tua-lah pelindung dan pejuang bagi anak-anak mereka. Namun di dunia yang rusak ini, banyak anak yang tidak memiliki pembela, rentan terhadap bahaya. Memedulikan mereka lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, melainkan terlibat langsung, merasakan perjuangan mereka dan menjadi tangan dan kaki Yesus bagi mereka.

Siapakah para janda? Pada zaman Yesaya, wanita tanpa suami sering kali tidak memiliki keamanan atau bekal hidup. Bahkan saat ini, banyak yang menghadapi kesulitan besar sejak kehilangan pasangannya. Membela kasus mereka bukan hanya dengan simpati, tetapi menghibur mereka, memastikan bahwa mereka tidak diabaikan, dianiaya, atau ditinggalkan tanpa dukungan.

Panggilan akan keadilan selalu yang utama di hati Tuhan. Keadilan tidak terpisah dari iman, melainkan ekspresi dari iman. Mengikut Yesus berarti peduli dengan apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang dikasihi-Nya, dan bertindak demi mereka yang tidak dapat membela diri mereka sendiri. Ini bukan pilihan. Inilah artinya menjadi seorang anak Allah.

Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan hati Bapa kita, yang selalu dekat dengan mereka yang patah hati, membela mereka yang lemah, dan selalu bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan bagi dunia.

Langkah apa yang Anda bisa ambil hari ini untuk mengupayakan keadilan?

Memperjuangkan mereka yang tertindas di kota atau lingkungan.
Merawat anak yatim piatu dengan memberikan perlindungan atau bantuan.
Menghibur seseorang yang kehilangan pasangannya.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau mencintai keadilan. Engkau tidak hanya mengakui keadilan atau mendambakannya, Engkau juga mencarinya.
Engkau membawa keadilan karena Engkau adil. Bantu aku untuk mencintai keadilan seperti -Mu dan tidak pernah takut atau berhenti mencarinya. Dalam nama Yesus, Amin.

Melakukan yang benar diperlukan aksi.

Siapa kenalan Anda yang sedang dalam situasi sulit atau rentan? Pertimbangkan bagaimana Anda dapat menolong, melayani, atau melangkah masuk ke dalam kehancuran-dalam nama Yesus.

Senin, 04 Agustus 2025

Istirahat Bagi yang Lelah

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Matius 11:28 (TB)  


Apakah Anda memikul beban yang sangat berat?
Apakah Anda mencoba mengatasi beban berat sendirian?
Apakah ada luka dan kekhawatiran yang membebani jiwa Anda?

Tidak seharusnya begini …


“Datanglah kepada-Ku, hai sekalian yang lelah dan berbeban berat, maka Aku akan memberi kalian kelepasan. Kenakanlah kuk yang Kupasang, yang enak dipakainya, karena beban yang Kuberikan hanyalah beban yang ringan; dan biarkanlah Aku mengajar kalian, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, maka kalian akan mendapat ketenteraman jiwa.” Matius 11:28‭-‬30 FAYH


Yesus tidak mengatakan untuk datang kepada-Nya lalu tidak melakukan apa-apa. Dia tidak mengatakan untuk berhenti dari pekerjaan Anda, menelantarkan hidup Anda dan pindah ke pulau terpencil. Ini bukan ajakan untuk bermalas-malasan, tetapi ajakan untuk beristirahat—dan untuk bekerja dari istirahat.


Kuk adalah alat yang digunakan untuk menyatukan dua hewan dengan tujuan seperti pekerjaan pertanian—untuk membajak ladang atau menarik beban yang berat. Seperti umumnya, dua lebih kuat daripada satu.


Istilah kuk yang disebut Yesus menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kita tidak harus melakukannya sendiri.


Anda memiliki Juru Selamat yang rendah hati dan lemah lembut, yang belas kasih-Nya dalam dan kasih-Nya luas. Dia begitu menggebu-gebu terhadap Anda sehingga Dia meninggalkan kemuliaan surga dan menjadi manusia untuk menderita dan mati—agar Anda bisa hidup.


Kita harus mendekat kepada Dia yang memikul beban terbesar—dosa dan pemberontakan dunia. Dia yang menang atas maut dan mengalahkan kubur pada akhirnya akan menebus segala sesuatu … sekali untuk selamanya.


Tuhan rindu kita mendekat, melangkah di samping-Nya, dan bersandar pada kasih karunia-Nya. Mengapa? Karena kita bertumbuh ketika kita hidup dan bekerja dari tempat peristirahatan sejati.


Dia mengundang Anda untuk datang. Maukah Anda? Jika Anda tidak yakin harus mulai dari mana, mintalah bantuan-Nya.


Bagaimana Anda beristirahat dengan Yesus hari ini?

Merenungkan apa yang dikatakan Alkitab tentang Tuhan dan orang lain.

Beristirahat dari pekerjaan, dan bersyukur atas semua yang telah Yesus lakukan.

Mengingat bahwa Yesus telah memberi semua yang kita butuhkan untuk menjadi orang yang Dia kehendaki.


DOA

Yesus, Engkau tahu apa yang kuperlukan. Engkau tahu penderitaanku. Dan Engkau berlaku lembut kepadaku. Engkau ingin aku mendekat pada-Mu, dan menyerahkan semua kekhawatiranku kepada-Mu. Jadi, inilah aku. Aku membutuhkan-Mu, dan aku merindukan-Mu. Angkatlah bebanku, dan gantikan dengan istirahat-Mu. Amin.


Yesus menawarkan untuk menanggung beban kita, memberi kita istirahat, dan mengajarkan kita jalan yang lebih baik. Berita ini layak dibagikan!


Hari ini, perhatikan orang-orang di sekitarmu-beban mereka, pergumulan mereka. Biarkan Tuhan memakaimu untuk membantu mereka.

Minggu, 03 Agustus 2025

Ikut Jejak Yesus


“Kata-Nya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 9:23-24).

Pemuridan adalah inti dari hidup kekristenan. Menjadi murid berarti menjadi orang yang mau belajar. Artinya mengikuti Yesus, dan meneladani cara hidup-Nya.

Yesus mengatakan bahwa mengikut Dia dimulai dari menyangkal diri. Menyangkal diri berarti kita memilih untuk menempatkan kehendak Yesus di atas kehendak kita. Ini berarti kita harus menyadari bahwa kita tidak memiliki semua jawaban, atau mengetahui cara yang benar dalam menjalani hidup.

Pemuridan bukanlah sesuatu yang kita lakukan sekali atau dua kali. Ini adalah gaya hidup yang harus kita jalani setiap hari. Kita akan menghabiskan sisa hidup kita untuk menjadi semakin menyerupai Yesus.

Cara hidup yang Yesus tunjukkan adalah dengan menderita di kayu salib. Saat kita menyangkal diri, kita memilih mengikuti Yesus dengan kerendahan hati. Dan ketika kita semakin menyerupai Yesus, kita juga perlu memikul salib kita. Kita juga akan menderita karena melakukan kebenaran, dan karena menyangkali apa yang tampaknya menarik sesaat, tetapi menjauhkan kita dari Allah. Tetapi saat kita menanggung penderitaan, kita mencerminkan Kristus bagi orang di sekitar kita.


Paradoks dalam mengikut Yesus adalah bahwa saat kita kehilangan hidup demi nama-Nya, kita akan beroleh hidup kekal sebagai gantinya. Jika kita mempertahankan hidup kita dan menjauh dari Yesus, kita tidak akan mengalami kelimpahan hidup yang dijanjikan-Nya.


Renungkan sejenak bagaimana Anda menjalani hidup pemuridan saat ini. Apakah menyangkal diri dan hidup demi Kristus, atau mementingkan kesenangan dan keuntungan pribadi. Setialah mengikuti Yesus meskipun menghadapi kesulitan. Mintalah kekuatan dan ketabahan saat Anda mengikuti Yesus.


Bagaimana Anda menyangkal diri dan mengikuti Tuhan hari ini?

Bertanya kepada Tuhan area hidup mana yang perlu kita serahkan kepada-Nya.

Memilih untuk membantu orang lain tanpa pamrih.

Percaya apa pun yang terjadi hari ini, Tuhan punya rencana.


DOA

Ya, Tuhan, aku tidak terbiasa mengabaikan kepentinganku sendiri.

Aku memerlukan-Mu untuk mengajariku bagaimana menjadi pribadi yang rela berkorban. Berilah aku kekuatan saat menghadapi kesulitan dan tekanan. Ajarilah aku bagaimana memikul salibku seperti Yesus memikul salib-Nya. Dalam nama Yesus, Amin.


Jangan ikut Yesus sendirian.

Kelilingi diri kita dengan orang-orang percaya lainnya untuk saling memberi dorongan, akuntabilitas, dan kekuatan.

Jumat, 01 Agustus 2025

Damai sejahtera bagimu

Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu!  Sama seperti Bapa mengutus Aku,  demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. " Yohanes 20:21

Tidak lama setelah kebangkitan Yesus, murid-murid-Nya bersembunyi di sebuah ruangan terkunci, takut jikalau orang-orang yang menyalibkan Yesus akan datang dan menangkap mereka. Di tengah situasi yang menakutkan itulah, Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada mereka, mengucapkan perkataan damai sejahtera bagi mereka.  

Tapi Dia tidak berhenti di situ. 


Dia kemudian memberitahu murid-murid-Nya bahwa Dia mengutus mereka ke dunia. Ini berarti mereka harus meninggalkan kamar yang aman dan terkunci itu. Tetapi meskipun masa depan mereka tidak jelas, mereka jelas dikenal oleh Pribadi yang memegang masa depan. Jadi ke mana pun mereka pergi, dan apapun yang mereka hadapi, perkataan Yesus akan tetap nyata: damai sejahtera akan menyertai mereka. 


Dan Yesus terus menawarkan damai yang sama kepada kita. 


Kita semua akan menghadapi halangan dan kesulitan. Kita semua akan melalui musim di mana kita akan menanggung penderitaan yang hebat yang disebabkan oleh krisis pergumulan dalam hubungan, finansial, dan kesehatan.  


Tetapi damai sejahtera Allah tidak didasarkan pada perasaan atau keadaan kita, namun dapat kita alami secara konsisten. 


Damai sejahtera Tuhan terkadang terasa seperti ketenangan di tengah situasi yang mencemaskan, atau harapan meski dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Ini mungkin terlihat seperti sukacita yang sulit dijelaskan, atau perasaan yang tak tergoyahkan bahwa, terlepas dari apa yang terjadi, Tuhan masih memegang kendali.


Ketika dunia kita bergejolak, atau dokter mendiagnosis sesuatu yang mengkhawatirkan, atau laporan berita yang menakutkan, damai sejahtera Allah memampukan kita untuk berjalan maju dengan keyakinan penuh bahwa Dia yang memberikan damai sejahtera senantiasa menyertai kita. Yesus mungkin tidak menyingkirkan kita dari situasi sulit, tetapi Dia akan selalu membantu kita melewatinya. 


Tekanan dari luar tidak memiliki kekuatan untuk merampas damai sejahtera Allah yang sempurna yang diberikan kepada kita melalui Yesus, Juruselamat kita. 


Jadi luangkan beberapa menit hari ini dan bersyukurlah kepada Yesus atas damai sejahtera-Nya yang melampaui segala akal. Sampaikan kepada-Nya setiap masalah atau kekhawatiran yang Anda alami, dan saat Anda berserah kepada-Nya, bayangkan Dia berkata, “damai sejahtera bagimu.”


Kemana Yesus mungkin akan mengirim kita?

Ke tetangga

Ke negara lain

Ke keluarga yang sedang berduka


DOA

Yesus, terima kasih telah memanggil namaku dan mengutusku dalam nama-Mu.

Aku ingin mengikuti-Mu dengan keyakinan, tetapi terkadang, aku masih kesulitan melihat diri sendiri seperti Engkau melihatku. Ketika aku diliputi oleh kegelisahan, ingatkan bahwa aku adalah milik-Mu.

Penuhi aku dengan damai-Mu sehingga aku dapat dengan sukacita, dan berani, melangkah ke mana pun Engkau mengutusku. Amin.


Tuhan mengutus Yesus dan Yesus telah mengutus kita-untuk memberi tahu dunia tentang kasih dan anugerah-Nya!


Anda tidak perlu bersikap agresif atau mengetahui semua jawabannya. Mintalah Tuhan untuk menuntun Anda saat membagikan harapan yang Anda miliki di dalam Kristus.

Injil Sederhana

Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Roma 10:13 PBTB2 


Pesan injil Yesus adalah bahwa Yesus hidup sempurna dan mati disalib karena dosa kita, dan melalui kematian serta kebangkitan-Nya kita bisa mengalami hidup yang sejati dan abadi. Kita diberi kesempatan untuk percaya kepada Yesus, dan melalui pengalaman iman atas anugerah pengampunan dan kasih Yesus yang tidak layak kita terima.


Bagian kontroversi dari pesan ini adalah kita tidak perlu melakukan apa pun untuk memperolehnya. Keselamatan adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita secara cuma-cuma melalui iman kepada Yesus (Efesus 2:8-9).


Paulus, penulis kitab Roma, mengatakan dengan jelas bahwa setiap orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Keselamatan tidak dikhususkan bagi orang kaya, ternama, atau terkenal. Tetapi diberikan kepada semua orang yang mengenali kekurangan dan kebutuhan mereka akan Yesus.


Ini artinya kita tidak perlu memperumit iman kepada Yesus. Pernyataan Paulus adalah janji bagi kita semua–jika kita percaya Yesus, kita akan diselamatkan.


Jika Anda meragukan keselamatan Anda, janji ini bisa menguatkan Anda. Jalan menuju Yesus itu sederhana. Jika Anda percaya kepada Yesus maka Anda telah benar-benar diselamatkan tanpa perlu dipertanyakan. Selanjutnya, tetaplah percaya dan mengikuti Yesus setiap hari.


Langkah apa yang dapat kita ambil untuk menerapkan ayat ini dalam kehidupan kita hari ini?

Memberi tahu Tuhan kebutuhan saya, dan meminta pertolongan-Nya.

Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Membagikan ayat ini kepada teman yang sedang mencari kebenaran.


DOA

Tuhan, terima kasih telah mengizinkanku memanggil nama-Mu! Terima kasih telah mengutus Putra-Mu, Yesus, untuk menyelamatkanku dari hidup yang terpisah dari-Mu. Hari ini dan setiap hari, berilah aku keberanian untuk mendekat, dan mencari-Mu dengan segenap hati.

Dalam nama Yesus, Amin.


Siapa pun yang berseru kepada Yesus dapat diselamatkan! Luangkan waktu sejenak untuk bersyukur atas anugerah hidup kekal yang tidak layak kita terima.


Waktu itu singkat, hidup cepat berlalu, dan hal terpenting yang dapat Anda lakukan hari ini adalah memberi tahu seseorang tentang Yesus.