Senin, 29 Februari 2016

Cerita Inpirasi: taxi

Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.

Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,
"Nama saya Wally.

Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya.

Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.

Di belakang kemudi, Wally berkata:

“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.”

dan ternyata, Wally menjawab, 
“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”

Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”

Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan

“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."

Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.

Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.

“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.

Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.

“Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. 
Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. 
Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul 
‘You’ll See It When You Believe It’.

Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. 
Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda.

Jangan menjadi bebek. 
Jadilah elang...

Bebek menguik dan mengeluh. 
Elang membumbung tinggi di angkasa.

Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. 
Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. 
"Tentu saja," Jawab Wally. 
"Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”

Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.

Semoga bermanfaat..

Keep Fight, 
Never Give Up...!!

ORANG TAK PENTING

Anggota-anggota tubuh yang tampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan (1Korintus 12:22)

Seorang pengunjung dibawa berkeliling menyaksikan wilayah orang kusta di India. Pada tengah hari, gong makan siang dibunyikan. Orang-orang yang berada di situ berdatangan ke ruang makan. Tiba-tiba tawa keras memenuhi ruangan itu. Dua pria muda, yang satu menaiki punggung yang lain, berpura-pura menjadi kuda dan penunggangnya. Mereka berdua sangat menikmati kegembiraan itu.

Sementara menyaksikan peristiwa itu, sang pengunjung itu diberi tahu bahwa pria yang menggendong temannya adalah orang buta, dan pria yang digendong adalah orang lumpuh. Pria yang tidak dapat melihat itu menggunakan kakinya; pria yang tidak dapat berjalan menggunakan matanya. Mereka berdua saling menolong.

Dan mereka menemukan sukacita yang besar saat melakukannya.

Bayangkanlah ada sebuah gereja semacam itu, yang setiap anggota menggunakan kekuatannya untuk melengkapi kelemahan orang lain. Itulah yang seharusnya terjadi dalam setiap jemaat orang-orang percaya. Paulus menyamakan karunia rohani seumpama bagian-bagian yang berbeda dalam tubuh manusia. Mata melihat. Telinga mendengar. Tangan bekerja. Kaki menggerakkan tubuh ke depan. Semuanya merupakan bagian yang penting. Dan bila semua bagian melakukan fungsinya, seluruh tubuh memperoleh keuntungan.

Kita semua memiliki kelemahan, namun kita juga memiliki kelebihan. Kita semua berbeda, namun Allah telah memberi setiap kita paling sedikit satu karunia untuk digunakan bagi kepentingan gereja. Kita saling membutuhkan. Di dalam tubuh Kristus tidak ada orang yang tidak penting.

TIDAK ADA SATU PUN PELAYANAN YANG TIDAK BERARTI BAGI KRISTUS

G2M ~ Praise 28 Feb 2016, 10am

G2M ~ Praise & Worship 28 Feb 2016, 10am

Minggu, 28 Februari 2016

Penikmat Khotbah

Filipi 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Saya takut dengan munculnya banyak penikmat khotbah di sekitar kita. Mungkin Anda kadang mendengar mereka berpendapat. Mereka suka membanding-bandingkan pendeta: "Kalau saya suka pendeta ini. Dia bagus dalam hal ini, tapi kurang dalam hal lain. Nah, kalau pendeta yang ini..."

Tapi ini bukan kompetisi band musik; ini Firman Tuhan. Kita harus menerima apa yang Allah katakan dan kemudian menerapkannya dalam hidup kita. Apabila kita melakukannya, kita akan mampu menahan godaan dan ujian kehidupan. Namun apabila sebaliknya, kita akan roboh seperti rumah kartu.

Yesus berfirman, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu (Matius 7:24-25). Kita bisa ikut studi Alkitab sepanjang minggu, tapi itu tidak akan memberi kita manfaat apabila kita tidak menerapkan apa yang telah kita pelajari. Alkitab mengajarkan agar kita tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi sebagai pelaku Firman. Dan jika kita hanya menjadi seorang pendengar, maka kita sama saja seperti orang-orang yang melihat diri mereka sendiri di cermin, lalu lupa dengan tampang mereka sendiri (lihat Yakobus 1:22-24).

Apa yang ingn Anda lakukan dengan Firman Tuhan adalah terserah Anda. Entah Anda akan mengaplikasikannya atau tidak, pilihan ada di tangan Anda. Entah Anda akan memutuskan untuk mengisi pikiran Anda dengan sampah, atau memutuskan untuk menjaga pikiran Anda dan mengisinya dengan Firman Tuhan dan membuat keputusan yang tepat untuk hidup benar, itu semua terserah Anda.

Berdoalah agar Allah memberi Anda kekuatan untuk menjalani kehidupan ini sebagaimana Dia telah memanggil Anda untuk hidup.

Sabtu, 27 Februari 2016

JALAN MASUK YANG SAMA

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16)

Pendeta Stuart Silvester bercerita kepada saya tentang percakapannya dengan seorang kenalan yang secara berkala menerbangkan sebuah pesawat kecil pribadinya keluar masuk Bandara Internasional Toronto. Ia bertanya kepada pilot itu apakah ia pernah mengalami masalah dalam mengudarakan dan mendaratkan pesawat kecil di bandara yang didominasi banyak pesawat jet besar. Temannya menjawab, "Pesawat saya mungkin kecil, tetapi saya mempunyai hak, kesempatan, dan akses yang sama di bandara itu dengan orang lain bahkan sama dengan pesawat jumbo jet!"

Kemudian Pendeta Silvester menerapkan hal ini dalam hidup rohani: "Begitu pula dengan doa, seperti orang percaya yang menghampiri takhta kasih karunia. Tidak peduli siapa kita, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa rendahnya lingkungan kehidupan kita, kita tidak mengantre di belakang orang lain. Tak ada yang mendapat perlakuan utama."

Di dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada orang kaya, orang terkenal, dan orang yang berpengaruh, sungguh kita disemangati karena mengetahui bahwa setiap anak Allah mempunyai jalan masuk yang sama menuju Bapa di surga. Pemazmur berkata, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan" (Mazmur 145:18).

Dengan jaminan itu, kita dapat "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" dalam doa, karena mengetahui bahwa Allah yang penuh kasih tak akan pernah membuang kita.

DOA ADALAH SUATU JALUR TERBUKA MENUJU SURGA

Jumat, 26 Februari 2016

50 Rahasia Menjadi Orang Sukses


1. Putuskan Untuk Menjadi Orang yang Berprestasi
Kejarlah impian anda. Jadikan kehidupan anda sebuah mahakarya dengan bersedia membayar harga kesuksesan. Orang berprestasi tahu ada harga yang harus dibayar. Dan mereka bersedia berkorban, berjuang, serta bekerja keras tanpa jaminan kesuksesan apa pun demi mewujudkan semua impian mereka.
2. Manfaatkan Semua yang Akan Membantu Anda Meraih Tujuan
Orang sukses terus-menerus mencari apa yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan. Mereka melihat ke depan agar dapat memosisikan diri di tempat terbaik ketika kesempatan muncul. Mulailah berpikir ke depan. Dengan berpikir dan berencana ke depan, anda akan mendapakan keuntungan dalam persaingan.
3. Sikap Anda Menentukan Posisi Anda
Sikap anda adalah pola pikir anda. Cara anda melihat segala sesuatu. Apakah anda lebih berfokus pada kemungkinan ataukah tantangan. Pikiran positif tidak menjamin kesuksesan. Tetapi, dengan pikiran positif, peluang sukses anda jauh lebih besar.
4. Efektifkan Hukum Rata-Rata Bagi Anda
Semakin sering anda gagal, semakin besar kesempatan anda untuk akhirnya sukses. Anda bahkan bisa menggagalkan diri sendiri supaya anda sukses. Karena setiap kali gagal, anda mendapatkan pengalaman.
5. Yakinlah Pada Diri Sendiri dan Yakinlah Anda Bisa Meraih Impian Anda
Jika anda yakin sesuatu itu mungkin dan bersedia melakukan apa pun, selama apa pun, yang diperlukan untuk menyelesaikannya, kesuksesan hanyalah masalah waktu. Anda bisa meningkatkan keyakinan diri melalui buku yang anda baca, CD yang anda dengarkan, dan orang-orang dengan siapa anda berhubungan. Jika menaruh hal-hal baik dalam pikiran, anda akan menjadi lebih kuat dan lebih yakin pada diri sendiri.
6. Gunakan Kekuatan Memilih Anda
Apa pun keadaannya, anda memiliki kekuatan untuk memilih bagaimana akan bereaksi. Anda memiliki kekuatan untuk memilih dengan siapa anda akan berhubungan, apa yang akan anda lakukan dengan waktu luang anda, buku apa yang akan anda baca, tindakan apa yang akan anda ambil dalam lima menit ke depan untuk membawa anda lebih dekat ke tujuan. Impian anda ada di sana untuk diwujudkan. Apakah anda akan menciptakan kehidupan yang luar biasa? Hal itu adalah pilihan anda.
7. Pikirkan Hal-Hal yang Memberdayakan
Apa yang anda pikirkan menentukan apa yang anda lakukan. Apa yang terus menerus anda pikirkan akan menentukan posisi akhir anda. Itulah sebabnya berhubungan dengan orang-orang berpikiran sama sangatlah penting. Dengan menciptakan sebuah tim impian dan secara reguler berhubungan dengan mereka, anda akan mempersiapkan diri untuk sukses dengan bantuan peer-pressure (tekanan teman sebaya) yang positif.
8. Yakinlah Bahwa Semua yang Anda Alami Ada Maksudnya
Belajarlah melihat sinar terang di balik setiap awan mendung. Setiap tantangan mengandung pelajaran besar. Tantangan ditujukan untuk memperlambat kita agar kita punya cukup waktu untuk mempelajari berbagai hal yang perlu kita pelajari dalam perjalanan menuju impian kita.
9. Fokuskan Semua Upaya Anda
Ketahui apa yang paling penting bagi anda dan fokuskan semua upaya anda untuk meraihnya. Jika anda memfokuskan semua upaya pada satu tujuan, kemungkinan sukses anda hampir pasti. Jika anda membagi fokus pada dua tujuan, kemungkinan sukses anda turun menjadi 66%. Jika anda memiliki tiga tujuan, kemungkinan sukses anda tinggal 25%. Orang berprestasi tinggi berfokus pada satu tujuan. Setelah meraihnya, mereka beralih ke tujuan selanjutnya.
10. Cara Menjadi Percaya Diri
Kepercayaan diri muncul dari persiapan. Kepercayaan diri tidak bisa dipalsukan. Kepercayaan diri muncul dari melatih suatu keterampilan hingga menguasainya. Begitu menguasai suatu keterampilan, anda pun merasa percaya diri. Begitu menguasai bidang anda, anda akan merasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri, anda bisa mulai meraih berbagai hal yang tak pernah anda bayangkan.
11. Singkirkan Pikiran Negatif Sejak Awal
Tantangan terbesar dalam perjalanan menuju kesuksesan adalah menguasai diri sendiri. Apa pun yang sedang anda lakukan, akan selalu ada saat di mana anda meragukan diri sendiri, mengalami konflik batin, serta ingin melakukan berbagai hal yang akan merintangi anda mencapai tujuan. Teruslah bertanya kepada diri sendiri, “Apa selanjutnya yang bisa aku lakukan sekarang agar lebih dekat dengan tujuanku?”
12. Kendalikan Kehidupan Anda Sendiri
Anda mengendalikan semua keputusan anda. Setiap kali memberikan kendali kepada orang lain, anda berhenti menjadi tuan dari takdir anda sendiri. Setiap kali mengambil tanggung jawab pribadi atas tindakan anda, anda mempertahankan kendali. Ambil tanggung jawab dan anda pun akan memegang kemudi kapal kehidupan anda sendiri. Andalah yang memutuskan apa yang akan terjadi.
13. Pelajari Orang Lain Untuk Menciptakan Situasi yang Sama-sama Menguntungkan
Membangun keterampilan berhubungan dengan orang sangatlah penting, karena melalui orang lain anda bisa meraih jauh lebih banyak daripada dengan usaha sendiri. Pandailah menunjukkan kepada orang lain bagaimana mereka bisa benar-benar mendapatkan keuntungan dengan bergabung bersama anda. Pelajari keterampilan kepemimpinan sehingga anda bisa mengajak orang untuk membantu anda meraih misi dalam kehidupan.
14. Kembangkan Keberanian Untuk Sukses
Keberanian berarti menjadi lebih besar daripada keadaan kita. Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut. Keberanian berarti bertindak meskipun merasa takut. Agar sukses dalam kehidupan, anda memerlukan dua jenis keberanian: keberanian untuk bertindak dan keberanian untuk bertahan. Keberanian untuk bertindak muncul dari keyakinan terhadap diri sendiri. Keberanian untuk bertahan muncul dari keinginan untuk sukses.
15. Senti demi Senti, Kesuksesan itu Mudah. Meter demi Meter, Kesuksesan itu Sulit
Tidak ada yang namanya kesuksesan kilat. Anda harus membangun landasan dari hari ke hari untuk waktu yang sangat, sangat lama. Anda harus memetik banyak kemenangan pribadi sebelum mengalami kemenangan publik. Rumah dibangun dengan satu batu bata setiap kali. Pertandingan sepak bola dimenangkan dengan satu permainan setiap kali. Bisnis dibangun dengan satu konsumen setiap kali. Setiap pencapaian besar adalah hasil dari banyak pencapaian yang lebih kecil.
16. Belajarlah dari Kesalahan Anda dan Posisikan Diri Untuk Menang
Kesempatan datang dan pergi. Kehidupan memiliki siklus yang datang dan pergi seperti ombak di lautan. Saat ketinggalan ombak, peselancar tidak membuang energi yang berharga dengan merasa kecewa. Ia belajar dari kesalahan, melakukan penyesuaian, dan memosisikan diri agar dapat memanfaatkan ombak berikutnya dengan sebaik-baiknya. Jadilah seorang peselancar kesempatan. Tempatkan diri pada posisi untuk menang.
17. Seberapa Besar Anda Menginginkan Impian Anda?
Seberapa besar anda menginginkan sesuatu akan menentukan apakah anda akan mendapatkannya. Jika keinginan anda cukup besar, tidak akan ada yang menghentikan anda dan anda akan menemukan jalan. Keinginan memberi anda kekuatan untuk membayar harga kesuksesan. Anda dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan keinginan dengan membayangkan secara jelas keinginan itu, menggunakan affirmasi secara tepat, dan berhubungan dengan orang-orang berpikiran sama.
18. Lakukan Sesuatu yang Anda Nikmati
Temukan bidang yang cocok bagi anda. Lakukan sesuatu yang anda nikmati. Lakukan sesuatu yang mau anda lakukan tanpa dibayar. Kehidupan terlalu singkat untuk digunakan melakukan hal lain. Jika mencintai pekerjaan anda, anda pasti akan sukses.
19. Cara Menggandakan Pendapatan Anda
Ambil rata-rata penghasilan tahunan lima orang dengan siapa anda paling sering menghabiskan waktu, maka anda mendapatkan penghasilan tahunan anda. Sembilan puluh persen kesuksesan ditentukan oleh dengan siapa anda bergaul. Mengapa demikian? Karena cara berpikir orang sukses berbeda dari orang tidak sukses, dan anda menjadi seperti orang dengan siapa anda berhubungan. Jika anda ingin menggandakan pendapatan, mulailah bergaul dengan orang-orang berpendapatan dua kali lebih besar daripada anda.
20. Raihlah Medali Emas!
Orang berprestasi tinggi tidak puas dengan kualitas menengah. Mereka tidak mau menjadi nomor dua. Mereka tidak puas sekadar berbuat seperti cara orang lain sebelum mereka. Para pemenang selalu ingin menaikkan standar. Mereka ingin unggul dan ingin apa pun yang mereka lakukan berkualitas nomor satu. Mereka melangkah lebih jauh. Mereka melakukan upaya tidak biasa dalam menjalani tugas biasa. Berfokuslah untuk melakukan apa pun dengan kesempurnaan, dan anda pun akan membangun reputasi yang akan membawa anda ke puncak.
21. Harapkan yang Terbaik
Jika anda yakin sesuatu itu mungkin dan anda bersikap sesuai keyakinan itu, dunia akan berkonspirasi untuk mewujudkan impian, rencana, dan cita-cita anda. Cepat atau lambat, mereka yang menang adalah mereka yang merasa bisa menang.
22. Gandakan Takdir Kegagalan Anda dan Anda akan Menggandakan Kesuksesan Anda
Orang sukses menerima kegagalan sebagai bagian dari kehidupan dan memutuskan untuk memanfaatkan kegagalan itu sebaik mungkin. Mereka melihat setiap kemunduran sebagai pelajaran untuk diterapkan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Mereka memahami bahwa kegagalan hanyalah bagian dari proses dan bahwa menghindari kegagalan sementara akan mengakibatkan kegagalan permanen.
23. Jika Memiliki Harapan akan Masa Depan, Anda Memiliki Kekuatan pada Saat Ini
Harapan membuat anda bisa melihat yang tak kasatmata dan meraih yang mustahil. Napoleon mengatakan bahwa tugas nomor satu seorang pemimpin adalah memberi pengikutnya harapan. Ketika memiliki harapan, orang akan bertarung demi impian mereka. Ketika kehilangan harapan, mereka mundur. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang memberi semangat – orang-orang yang akan menanamkan harapan serta keyakinan pada diri anda sehingga anda bisa menjadi diri anda yang maksimal.
24. Bertindaklah Meskipun Anda Takut
Jika anda ragu karena takut, rasa takut itu akan tumbuh. Jika dengan gagah berani anda melakukan apa yang anda takuti, rasa takut itu akan lenyap. Karena rasa takut hanyalah kondisi pikiran. Rasa takut hanyalah kamuflase. Jangan biarkan rasa takut mengendalikan anda. Hancurkan rasa takut dengan tindakan gagah berani. Bersikap berani berarti bertindak meskipun merasa takut. Bersikap seperti pengecut berarti lari dari rasa takut. Mana yang anda inginkan? Bersikap berani atau menjadi pengecut? Anda yang menentukan.
orang sukses
25. Anda Harus Menanam Sebelum Menuai
Anda harus menanam benih sebelum bisa menuai. Semakin banyak menanam, semakin banyak pula anda menuai. Jika menanam sebutir gandum, anda akan menuai setengah liter gandum. Jika menanam setengah liter, anda akan menuai lima liter. Yang anda tuai selalu lebih banyak daripada yang anda tanam. Jangan menilai setiap hari berdasarkan panena yang anda tuai, tetapi berdasarkan benih yang anda tanam.
26. Selalu Tetapkan Tujuan
Maksud dari tujuan adalah memfokuskan perhatian kita serta memberi kita arah. Sebelum memiliki arah yang jelas, pikiran takkan mencari jawaban. Ketika anda memiliki tujuan yang jelas, keajaiban pun terjadi. Anda mulai menerima berbagai gagasan serta pikiran yang membawa anda kepada tujuan. Kehidupan tanpa tujuan itu membosankan. Kehidupan yang penuh dengan tujuan adalah petualangan.
Tulis tujuan anda setiap pagi sebelum melakukan hal lain. Hal itu merupakan tindakan komitmen yang menjadi landasan sebuah hari yang produktif.
27. Berkomitmenlah pada Pengembangan Diri Berkelanjutan
Orang paling sukses di bidang apa pun adalah orang yang terus menerus belajar. Mereka secara teratur membaca buku, mendengarkan program audio pengembangan diri, dan menghadiri seminar. Mereka memahami aturan ‘slight edge’ (atau ‘keunggulan tipis’). Jika mempelajari dan menerapkan gagasan baru yang memberikan sedikit keunggulan, mereka bisa memenangkan persaingan. Jika membaca selama 15-30 menit sehari dan mendengarkan porgram audio sekali seminggu dalam perjalanan menuju tempat kerja, tak lama lagi anda akan menjadi ahli dalam bidang anda. Berinvestasilah pada diri sendiri, maka anda pun akan mulai menghasilkan lebih banyak uang serta menumbuhkan bisnis anda.
28. Kebiasaan Anda akan Mengembangkan atau Menghancurkan Anda
Kebiasaan anda akan membawa anda pada kegagalan atau kesuksesan. Itulah sebabnya berhubungan dengan para pemenang dan membaca buku yang tepat sangatlah penting. Anda akan seperti orang-orang dengan siapa anda berhubungan. Anda mengambil kebiasaan mereka. Dan kebiasaan menentukan hasil.
29. Cara Menjadi Bahagia
Anda tidak bisa mengejar kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hasil sampingan dari tiga kualitas hubungan, tingkat kendali yang anda rasa anda miliki dalam kehidupan, serta penggunaan berkah dan potensi anda dalam pengejaran tujuan atau impian yang bernilai.
Jika anda ingin lebih bahagia, berusahalah meningkatkan hubungan dengan orang-orang terpenting dalam kehidupan anda, dan kejarlah impian dengan seluruh jiwa dan raga anda.
30. Kejujuran itu Sangat Menguntungkan
Orang berpikiran sempit tidak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Perbuatan baik akan mendapat imbalan dan perbuatan jahat akan mendapat hukuman. Lebih baik gagal secara terhormat daripada sukses secara tidak jujur.
31. Perlombaan
Semua dalam kehidupan ini seperti perlombaan, penuh suka duka dan naik turun. Dan satu-satunya hal yang harus anda lakukan agar menang adalah bangkit setiap kali terjatuh. Dan ketika depresi serta keputusasaan berteriak lantang di hadapan saya, suara lain dalam diri saya berkata, “Bangun dan menangkan perlombaan!”
32. Bangkitlah dari Keterpurukan
Orang-orang di daerah kumuh memiliki satu kesamaan. Mereka semua mengalami tantangan besar yang membuat mereka menyerah dalam kehidupan, dan mereka sangat ingin menceritakan kepada anda situasi yang menaklukkan mereka itu. Mereka terus-menerus memupuk rasa takut mereka.
Saat terpuruk, orang sukses bereaksi dengan cara berbeda. Mereka bangkit kembali, belajar, melupakan situasi yang telah membuat mereka terpuruk, dan berjalan maju.
33. Jadilah Orang yang Bertindak
  1. Berfokuslah pada apa yang bisa anda lakukan SEKARANG!
  2. Jangan menunggu hingga keadaan menjadi sempurna. Selesai lebih baik daripada sempurna.
  3. Gagasan saja tidak ada gunanya. Gagasan yang dilaksankan tak ternila harganya.
  4. Jika anda bertindak sekarang dan menghadapi rasa takut, rasa takut itu akan hilang.
  5. Jangan menunggu hingga anda merasa ingin melakukan sesuatu. Segera bertindak akan membuat anda ingin bertindak lebih banyak lagi.
  6. Jangan membuang waktu dengan mempersiapkan diri untuk melakukan sesuatu. Segeralah mulai.
34. Anda Akan Menjadi Siapa Anda Menurut Pikiran Anda
Anda mendapat perlakuan yang menurut anda layak anda terima karena orang lain melihat pada diri anda apa yang anda lihat pada diri sendiri. Jika merasa lebih rendah, anda akan bersikap lebih rendah, dan orang lain akan memperlakukan anda demikian.
Cara anda berpikir menentukan cara anda bertindak, dan cara anda bertindak menentukan cara orang lain bereaksi pada anda. Semakin besar rasa hormat anda kepada diri sendiri, semakin besar pula rasa hormat orang lain kepada anda.
35. Cara Membangun Rasa Percaya Diri
  1. Pikirkan hal-hal positif saja.
  2. Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif
  3. Berjalanlah lebih cepat. Bejalanlah dengan tujuan.
  4. Berdirilah dengan sikap percaya diri: kepala tegak, bahu tegap, perut masuk.
  5. Tatap orang di matanya dan tersenyumlah.
  6. Perkenalkan diri kepada orang lain. Jangan tunggu mereka memperkenalkan diri kepada anda.
  7. Ungkapkan pikiran anda.
36. Jangan Membuat Alasan
Orang sukses tidak cari alasan. Walau bisa cari alasan, mereka tidak melakukannya. Alasan merupakan alibi yang membantu orang menyelamatkan muka ketika mereka tidak memberikan hasil yang seharusnya. Tak ada yang ingin mendengar alasan anda. Mereka hanya ingin tahu apa yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang seharusnya anda capai.
37. Keyakinan Memberi Anda Keyakinan Untuk Bertindak
Keyakinan adalah langkah pertama menuju kesuksesan. Bahkan sekadar yakin saja sudah merupakan sesuatu yang baik. Begitu anda yakin, anda bisa mulai mencari tahu “cara” meraih tujuan anda.
Angan-angan semu tidak memiliki kekuatan. Keyakinan anda membuat anda tahu “cara saya akan melakukannya”. Saat yakin, anda menarik orang yang akan membantu karena tiba-tiba mereka percaya pada anda. Keyakinan menentukan apa yang akan anda raih dalam kehidupan.
38. Jatuh Cintalah Pada Proses
“Saat berumur lima belas tahun, saya punya visi jelas tentang memenangkan kontes Mr. Universe dan digerakkan oleh pikiran itu. Bisa dikatakan hal itu sangat spiritual, karena saya begitu yakin pada jalur itu, jalan itu, hingga saya tak pernah ragu akan bisa mewujudkannya.”
Tergerak oleh visinya menjadi Mr. Universe, Arnold Schwarzenegger pun berlatih lima jam sehari, menikmati setiap menitnya, karena merasa setiap kali pergi ke gym, ia selangkah lebih dekat ke cita-citanya memenangkan kompetisi itu. Pada usia 20 tahun, ia menjadi pria termuda yang memenangkan gelar Mr. Universe.
39. Manfaatkan Kesempatan
Kesempatan itu seperti gelombang. Anda harus mulai mendayung untuk menangkapnya, jika tidak, anda akan ketinggalan. Pemenang tidak ragu-ragu. Mereka melompat, tahu bahwa akan muncul jaring.
40. Pilih Bidang yang Tepat Bagi Anda.
Anda akan sukses begitu menemukan bidang yang cocok untuk anda. Bidang di mana anda bisa unggul. Kebanyakan orang bermain dalam bidang yang salah. Tanpa sengaja, mereka menghubungkan diri dengan pekerjaan, hubungan, atau pergaulan yang buruk. Jika hal itu merupakan penggambaran diri anda, anda perlu membebaskan diri. Anda perlu mematahkan rantai yang menahan anda dan mulai bermain dalam bidang yang dirancang untuk anda.
41. Bermitralah dengan Orang-orang Penting Untuk Meraih Impian Anda
Jangan pernah membiarkan kurangnya pengetahuan atau sumber merintangi anda mengejar impian. Carilah orang penting yang bisa anda jadikan mitra, orang yang memiliki keterampilan serta sumber yang anda perlukan berjalan maju.
42. Sikap Anda Menentukan Ketinggian Anda
Penelitian terhadap orang sukses telah membuktikan bahwa peranan sikap kesukesan adalah 80%, sementara kemampuan alami hanyalah 20%.
Apakah sikap itu? Sikap berarti berpikir seperti pemenang. Berharap untuk menang. Bersedia membayar harganya. Memutuskan untuk membuat hal itu terjadi. Percaya Anda bisa melakukannya. Berpengharapan positif. Sikap adalah rasa percaya diri yang dipasangkan dengan etos kerja yang kuat.
43. Mulailah Membuat Lebih Banyak Keputusan
Pemimpin membuat keputusan – sepanjang waktu. Pengikut membuat saran. Membuat saran itu mudah karena tidak melibatkan tindakan atau rasa takut gagal. Membuat keputusan itu sulit. Hal itu memerlukan keberanian karena selalu ada sesuatu yang dipertaruhkan.
Mulailah membuat lebih banyak keputusan. Mulailah lebih banyak bertindak. Semakin banyak yang anda lakukan, semakin mantap kepemimpinan anda, dan akan semakin majulah anda, baik secara personal maupun profesional.
44. Kegigihan Akhirnya Berbuah
Pada umur 21 tahun, bisnisnya gagal.
Pada umur 22 tahun, ia kalah dalam pemilihan Dewan Legislatif Negara Bagian.
Pada umur 23 tahun, bisnis keduanya gagal.
Pada umur 25 tahun, kekasihnya meninggal.
Pada umur 26 tahun, ia menderita depresi hebat.
Pada umur 28 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 30 tahun, ia kalah dalam pemilihan lain.
Pada umur 33 tahun, ia kalah lagi dalam pemilihan lain.
Pada umur 38 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 45 tahun, ia kalh dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 46 tahun, ia kalah dalam pemilihan wakil presiden.
Pada umur 49 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 50 tahun, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Kehidupan yang sulit dan penuh kegagalan membantu Abraham Lincoln cukup tangguh untuk memimpin Amerika Serikat selama Perang Saudara.
Jika sedang menjalani berbagai kesulitan dalam kehidupan, anda tengah dipersiapkan untuk satu tujuan penting dan besar.
45. Tips Singkat Untuk Sukses
1. Jangan takut terhadap pesaing. Hormati mereka.
2. Semakin keras anda bekerja, akan semakin beruntunglah anda.
3. Perhatikan detail.
4. Kenali diri sendiri. Gunakan kekuatan anda.
5. Kerja keras dan usaha akan menebus kesalahan.
6. Jujurlah pada diri sendiri. Ikuti kata hati.
46. Jangan Mengkritik Diri Sendiri
Menoleh ke belakang dan melihat apa yang mungkin bisa anda lakukan secara berbeda sangatlah mudah. Selama untuk mencari cara meningkatkan kinerja, menoleh ke belakang tidak apa-apa. Tetapi, jangan membuang waktu dengan mengkritik diri sendiri. Hasil anda di masa lalu didasari pengalaman anda di masa lalu. Jika anda gagal, gunakan pengalaman baru anda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lain kali.
47. Bersiaplah Untuk Menang
Tetapkan pandangan pada satu tujuan, tetapi berfokuslah pada persiapan – pada apa yang harus anda lakukan – dan berpikirlah untuk meraih tujuan anda itu. Kemenangan merupakan produk sampingan dari persiapan dan usaha. Berfokuslah pada persiapan serta usaha dan hasil anda pun akan mengurus dirinya sendiri.
48. Selalu Bermain dengan Maksimal
Yang penting adalah usaha total. Selama anda melakukan yang terbaik, tidak ada rasa malu. Entah dalam pekerjaan, masyarakat, atau kehidupan pribadi, selalu lakukan yang terbaik. Anda tak bisa mengendalikan keadaan supaya anda menjadi lebih baik daripada orang lain. Tetapi, anda bisa mengendalikan usaha anda untuk melakukan yang terbaik. Kesuksesan pribadi muncul dari usaha total. Jika tidak melakukan yang terbaik, anda telah menggagalkan diri sendiri.
49. Ubah Kegagalan
Jika, dalam hati, anda tahu telah melakukan yang terbaik, tidak ada yang namanya kegagalan. Itulah sebabnya usaha maksimal sangant penting. Anda selalu menang ketika berusaha maksimal.
50. Miliki Kebiasaan Bertindak – Lakukan Tindakan Besar
Anda memiliki apa yang diperlukan untuk menang besar dalam kehidupan. Anda hanya perlu bertindak. Bertindak besar. Itulah yang orang sukses lakukan. Mereka mencari tahu di mana mereka ingin berada dan kemudian melompat ke dalam arena serta bertindak. Di sepanjang jalan, mereka terus-menerus mengembnagkan diri untuk menjadi semakin ahli. Apa impian anda? Apakah anda siap meraih medali emas? Apakah anda siap bertindak dan menjadikan kehidupan anda sebuah petualangan?

Lengan yang Kekal

Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal (Ulangan 33:27)

Setelah latihan di Carnegie Hall di kota New York, Randall Atcheson duduk di panggung sendirian. Ia berhasil memainkan komposisi piano yang sulit dari Beethoven, Chopin,  sdan Liszt untuk acara petang, dan ia ingin bermain sekali lagi untuk dirinya sendiri. Apa yang keluar dari hatinya dan tangannya adalah sebuah himne kuno: "Terhadap apakah aku harus khawatir, terhadap apakah aku harus takut, bersandar pada lengan-lengan yang kekal? Aku dianugerahi kedamaian karena Tuhan begitu dekat, bersandar pada lengan-lengan yang kekal."

Kata-kata itu menggemakan kebenaran dalam berkat Musa yang terakhir kali: "Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal" (Ulangan 33:26,27).

Alangkah besarnya karunia yang kita peroleh melalui lengan dan tangan yang kita miliki. Tangan ini dapat mengayunkan sebuah palu, menggendong seorang anak, atau membantu seorang sahabat. Namun, sementara kekuatan kita terbatas, kuasa Allah yang tak terbatas untuk kita dinyatakan dalam perhatian yang lembut dan kuat. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan" (Yesaya 59:1). "[Dia akan] menghimpunkan [kawanan ternak-Nya] dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya" (Yesaya 40:11).

Apa pun tantangan atau kesempatan yang sedang Anda hadapi, ada keamanan dan kedamaian dalam lengan-Nya yang kekal.

LENGAN BAPA SURGAWI TIDAK PERNAH LELAH MENOPANG ANAK-ANAK-NYA

Rabu, 24 Februari 2016

Berpesta

Amsal 15:15 Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Alkitab menjanjikan hati yang gembira bagi para pengikut Yesus Kristus. Amsal 15:15 mengatakan bahwa "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta," dan Mazmur 16:11 mengatakan bahwa "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Namun beberapa orang percaya sering resah dan bertindak seolah-olah mereka dibaptis dengan jus lemon. Mereka selalu patah semangat akan sesuatu. Namun Rasul Paulus, dalam situasi terburuk sekalipun, masih bisa berkata, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4). Dia pada intinya mengatakan pada kita, "Lihat, jika aku saja bisa bersukacita dalam keadaan ini, maka pastinya engkau juga bisa bersukacita dalam keadaanmu.

Siapa pun bisa bersukacita ketika segalanya berjalan baik-baik saja. Tapi ketika Anda menghadapi kesulitan atau penderitaan atau sakit-penyakit, dan Anda masih bisa bersukacita, berarti Anda sedang menaati Tuhan.

Renungkan kata-kata dalam Habakuk 3:17-18: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Di sini Habakuk tidak mengatakan bahwa ia akan bersukacita di dalam persoalannya; ia mengatakan akan bersukacita di dalam Allah.

Itu sama seperti berkata, "Meski mobilku sudah dijual, surat tagihan menumpuk di meja dapur, dan semua anggota keluargaku sakit, aku tetap akan bersukacita di dalam Allah."

Allah masih tetap bertahta. Allah masih tetap mengasihi kita. Dan Allah telah berjanji bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga telah berjanji bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan, dan menjanjikannya supaya kita bisa bersukacita.

Allah masih tetap bertahta dan berjanji bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Selasa, 23 Februari 2016

Bawa Dalam Doa

Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Meski apabila bagi Anda berdoa adalah hal yang sulit dilakukan atau tidak menyenangkan untuk dilakukan, kita harus tetap berdoa sebab itulah apa yang dikatakan dalam Injil untuk kita kerjakan. Doa adalah cara yang ditetapkan Tuhan untuk kita memperoleh berbagai hal. Tapi bukan berarti Tuhan itu ibarat Santa Klaus gendut di surga. Sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa kita harus datang kepada-Nya dengan segala kebutuhan kita, sebab kita semua memang punya kebutuhan.

Yesus berkata, "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:9-11). Yesus mengajarkan bahwa kita harus datang kepada-Nya meminta Dia untuk memenuhi kebutuhan kita.

Apakah Anda butuh sesuatu saat ini? Doakanlah. Apakah Anda butuh berkat-Nya? Doakanlah. Apakah Anda butuh urapan kesembuhan dari-Nya? Doakanlah. Datang pada Allah dengan segala permintaan Anda, dan Bapa Surgawi, yang paling tahu apa yang Anda perlukan, akan mendengar Anda.

Yakobus 4:2b mengatakan, " Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Renungkan hal ini. Anda mungkin bertanya-tanya, Mengapa saya tidak pernah tahu apa kehendak Allah atas hidup saya?

Jawabannya: Anda tidak tahu sebab Anda tidak mendoakannya.

Anda mungkin berkata, "Mengapa saya tidak pernah punya kesempatan untuk membimbing orang lain kepada Allah?"

Jawabannya: Anda tidak pernah sebab Anda tidak mendoakannya.

Saya penasaran ada berapa banyak doa kita yang akan menunggu untuk dijawab seandainya kita mendoakan segala hal, seandainya kita berdoa, Bapa, saya tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya pada-Mu, tapi sekarang saya ingin mendoakannya.. Skenario terburuknya, Allah akan menjawab tidak. Tapi bagaimana jika Dia menjawab ya?

Datang pada Allah dengan segala doa dan permohonan Anda, Bapa surgawi paling mengerti apa yang Anda perlukan

Senin, 22 Februari 2016

Cara Mengalahkan Kekhawatiran


Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Apakah Anda ingat ketika pertama kali menyetir mobil? Anda harus fokus dengan semua yang Anda lakukan. Oke, mari kita coba. . . masukkan kunci kontak, menoleh ke belakang, lalu masukkan gigi. Anda harus memikirkan langkah-langkahnya. Awalnya Anda ragu-ragu. Tapi setelah beberapa lama, Anda menguasainya, dan akhirnya sekarang bisa menyetir dengan santai. Anda bahkan tidak perlu memikirkan langkah-langkahnya lagi. Anda hanya masuk ke dalam mobil dan menyetir. Ini dinamakan refleks yang terkondisi.

Refleks terkondisi ialah sesuatu yang Anda pelajari berkali-kali. Ajari diri Anda sendiri untuk melakukannya, dan dengan repetisi, Anda akan menemukan diri Anda melakukannya secara alami. Lalu ada refleks normal, yang datang secara alami. Misalnya, jika Anda menyentuh besi panas, Anda akan menarik tangan Anda seketika itu juga karena panas. Bahkan anak kecil juga akan melakukannya.

Kita juga punya refleks normal dan refleks terkondisi untuk menanggapi rasa takut dan kekhawatiran. Kecenderungan alami kita saat berada dalam kesulitan bukanlah berdoa, tetapi menjadi khawatir. Ketika ada satu hal terjadi, kita mulai mempelajari skenario-skenario yang menumpuk di dalam pikiran kita, seperti kartu domino. Bagaimana jika ini terjadi? Bagaimana jika itu terjadi? Bagaimana jika hal lainnya terjadi? Refleks normal yang muncul waktu kita berada dalam kesulitan adalah khawatir.

Tetapi apa yang harus kita latih adalah berdoa. Berdoa adalah refleks yang terkondisi. Berdoa bukan hal alami yang tanpa sadar ingin kita lakukan. Saat kita mendapat berita buruk, apa yang harus kita perbuat? Kita harus berhenti, dan kemudian berdoa. Itulah yang dikatakan dalam Alkitab, Seringkali ketika menghadapi kesulitan, insting pertama kita adalah meminta bantuan dari orang lain. Tetapi janganlah hendaknya kita meragukan Allah. Ia dapat bekerja melalui setiap orang. Dia dapat menyediakan kebutuhan Anda dan membantu Anda melalui keluarga dan teman-teman Anda. Tetapi yang terpenting, kita harus datang kepada Allah ketika masalah datang.

Datanglah kepada Allah jangan kepada yang lain, percayalah Dia memberi jalan keluar.

Sabtu, 20 Februari 2016

Baru Setiap Pagi

Ratapan 3:22-23 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Oleh kasih setia Allah, kita tidak binasa. Kita ada karena kasih setia-Nya yang tak berkesudahan, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Nya! (Ratapan 3:22-23). Sesekali, saya kebetulan bertemu dengan orang-orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu. Biasanya waktu kami mengobrol, mereka akan berkata, "Ingat waktu kita muda dulu? Sungguh hari-hari yang menyenangkan, ya.

"Ya, sungguh hari-hari yang menyenangkan. Ngomong-ngomong, sekarang kau ke gereja mana? tanya saya.

Kadang mereka menjawab tidak pergi ke gereja mana pun. Sebenarnya mereka dulu menjalankan hidup Kristen, tapi kemudian tergerus mengikuti arus dunia. Lain dulu, lain sekarang.

Bagi sebagian orang, Kekristenan adalah apa yang Allah buat atas diri mereka tiga puluh tahun yang lalu atau dua puluh tahun yang lalu. Tapi saya lebih tertarik dengan apa yang Allah lakukan hari ini. Dan saya ingin melihat apa yang akan Ia lakukan besok. Buat saya, masa lalu itu menarik hanya sebatas karena saya bisa belajar dari situ. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama yang saya buat di masa lalu. Saya juga bisa ingat beberapa hal hebat yang telah Allah buat atas hidup saya, dan saya berdoa agar Dia akan melakukannya lagi.

Ada gunanya mengingat masa lalu, tapi marilah kita tidak menjadi lemah oleh pencapaian masa lalu yang dapat menghalangi kita dari melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan hari ini. Alkitab mengatakan bahwa kasih setia Allah "baru tiap pagi" (Ratapan 3:23).

Itulah sebabnya Paulus bisa berkata, "Aku melupakan apa yang telah di belakangku& (Filipi 3:13). Seseorang yang bisa saja puas pada kemenangan atau pencapaiannya sebagai orang Kristen, itulah Paulus. Dia memiliki prestasi rohani yang luar biasa. Tapi di lain sisi, ia juga seseorang yang bisa saja dilumpuhkan oleh masa lalunya. Sebelum Paulus menjadi rasul besar, ia dikenal sebagai Saulus dari Tarsus, pembantai orang Kristen. Tetapi ia tidak membiarkan dirinya terganggu oleh pencapaian masa lalu atau dilumpuhkan oleh dosa-dosa masa lalu. Begitu pun kita seharusnya.

Allah ingin melakukan karya baru dalam kehidupan kita hari ini. Dan Ia pun ingin melakukan karya yang baru untuk hari esok.

Jumat, 19 Februari 2016

ISTRI BIJAKSANA


Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.

Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.

Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;

Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
 
~Berbagi sebuah tulisan motivasi yang sangat bagus dengan Anda adalah suatu kebahagiaan👍
Dan terima kasih jika sahabat ku mau membagikannya ke orang lain.🙏

MELAYANI DALAM KETERBATASAN

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna (2 Korintus 12:9)

Ketika belum genap berusia empat tahun, Itzhak Perlman terserang polio, sehingga ia tidak bisa menggunakan kakinya. Tetapi ia lalu mengimbangi kehilangan ini dengan belajar biola. Bertahun-tahun kemudian, ia menghibur banyak orang dengan musik yang ia mainkan. Ia memang kehilangan fungsi kakinya, tetapi permainan musiknya telah memberinya sayap. Itu adalah sebuah contoh devosi yang benar-benar menggugah!

Beberapa pelayan Allah pun telah menunjukkan devosi yang serupa kepada Tuhan. Mereka telah kehilangan kemampuan tertentu, tetapi kemudian tergugah untuk mengembangkan kemampuan pelayanan yang lain. Misalnya, ketika William Booth, pendiri Bala Keselamatan, menyadari bahwa ia akan buta, ia tidak putus asa. Dengan berpandangan positif, ia berkata kepada teman-temannya bahwa ia telah melayani Kristus ketika ia masih bisa dapat mempergunakan daya penglihatannya, dan ia akan tetap melayani Dia sekuat tenaga meskipun mengalami kebutaan.

Hal apa yang memotivasi orang kristiani untuk tetap melayani dan mengikuti Yesus sebaik dan sebisa mungkin meskipun mereka mengalami kehilangan atau menghadapi kesulitan? Seperti Abraham, kita hidup menurut iman. Kita mengarahkan pandangan melampaui hidup ini dan menunggu “kota ... yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (Ibrani 11:10). Itu adalah “tanah air yang lebih baik ... tanah air surgawi” (ayat 16).

Kiranya Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk memuliakan Kristus— entah apa pun keterbatasan kita yang kita miliki.

KEADAAN APA PUN YANG MEMENJARA KITA TIDAK DAPAT MEMBATASI KARYA ALLAH MELALUI DIRI KITA

Rabu, 17 Februari 2016

Sayap Dan Beban

2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Anda bergaul di sekitar orang-orang tertentu, Anda akan makan makanan tidak sehat? Mereka selalu memesan pizza, hamburger, kentang goreng, atau onion ring. Lalu ada orang-orang yang makan makanan sehat, dan ketika Anda bergaul dengan mereka, Anda mulai beradaptasi dan memilih makanan yang sehat juga.

Sama halnya dengan kita, ada beberapa orang yang menyeret Anda ke bawah dan ada juga orang yang memotivasi Anda untuk jadi lebih baik lagi dalam kehidupan rohani Anda. Ada beberapa orang yang akan menumpulkan nafsu makan rohani Anda, dan ada juga yang membuat Anda ingin berjalan mendekat kepada Allah. Maka ini pertanyaannya:
Tipe orang seperti apakah Anda dalam hal mempengaruhi orang lain?
Bagaimana dengan orang-orang yang bergaul dengan Anda?
Bagaimana mereka mempengaruhi Anda?

Kita kiranya menelaah hal-hal yang kita perbuat dan juga orang-orang yang bergaul dengan kita, sebab menjalankan perlombaan rohani bukan hanya soal mendekati apa yang benar, tetapi juga menjauh dari apa yang salah. Paulus berkata, Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Timotius 2:22).

Sebagai contoh, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di akhir pekan Anda, namun Anda tetap menjadikan pergi ke gereja sebagai prioritas Anda. Itu sungguh keputusan yang baik. Pikirkan tentang orang-orang yang bergaul dengan Anda dan hal-hal yang Anda lakukan. Apakah mereka mempercepat langkah perjalanan rohani Anda, atau apakah mereka malah memperlambat Anda?
Apakah mereka membangun Anda, atau apakah mereka menjatuhkan Anda?
Atau, begini sederhananya, apakah orang-orang atau aktivitas terebut meringankan atau membebani Anda?
Apakah mereka adalah sayap yang membantu meringankan perjalanan Anda?
Atau, apakah mereka adalah beban yang memperlambat Anda?

Pikirkan tentang orang-orang yang bergaul dengan Anda dan hal-hal yang Anda lakukan

Selasa, 16 Februari 2016

Ibadah G2M 14 Feb 2016

https://youtu.be/dp6FUdwgzvo

Apa Yang Memperlambat Anda?

Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"

Jika sudah berurusan dengan koper, saya adalah mimpi buruk semua orang. Saya membawa banyak pakaian yang pada akhirnya tidak terpakai. Dan saya selalu memaksakan koper saya yang menggembung masuk ke dalam loker koper di atas kepala (overhead bin). Berwisata itu memang seharusnya membawa bawaan seringan mungkin, tapi sulit sekali buat saya melakukannya.

Prinsip ini bisa diaplikasikan dengan kehidupan rohani kita. Kita harus menjauh dari hal-hal yang melemahkan kita secara spiritual. Ibrani 12:1 mengatakan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Rasul Paulus menulis dalam kitab Filipi, "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (3:8).

Saya senang dengan penggunaan kata "sampah" dalam ayat ini. Ini terdengar amat pas. Dalam bahasa aslinya, kata sampah yang rasul Paulus pakai disini bisa diterjemahkan menjadi "limbah," "kotoran hewan," atau "tinja." Sampah yang Paulus maksud yaitu prestasi dan catatan perjalanan spiritualitasnya, yang memang begitu mengagumkan. Tetapi yang ingin ia katakan adalah, "Segalanya yang dulu amat berarti buatku, sekarang sudah tak berarti apa-apa. Semua itu sampah. Tak ada harganya dibanding betapa mulianya bisa mengenal Yesus sebagai Allah."

Maka, kiranya kita secara berkala bertanya pada diri kita sendiri, Apakah ada sesuatu atau seseorang yang memperlambat langkah saya dalam perlombaan hidup ini? Jika ada, singkirkan itu semua.

Berlarilah menjauh dari apa yang melemahkan Anda. Dan, berlarilah menuju apa yang menguatkan Anda.

Senin, 15 Februari 2016

KERJAKAN

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kita perlu mengerjakan karya keselamatan yang telah Allah anugerahkan atas kita.Kita perlu menggali apa saja yang telah Allah lakukan bagi kita.

Tetapi jangan keliru, kita tidak mengusahakan keselamatan kita; kita mengerjakannya. Keselamatan ialah karunia dari Allah. Disebutkan dalam Efesus 2:8-9, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Jadi, kita tidak bekerja keras untuk mendapatkannya, melainkan kita mengerjakannya.

Perlu diketahui, Paulus mengarahkan pernyataan ini kepada para orang percaya. Mengerjakan keselamatan artinya menjalankan iman Anda-melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Bahkan, istilah mengerjakan disini berarti menjalankan iman Anda hingga selesai. Oleh sebab itu, kita perlu melaksanakannya hingga kita mencapai tujuan.

Sebagai orang percaya, karya keselamatan Allah ada dalam hati kita, namun kita harus menjalankannya dengan benar. Layaknya para pencari emas di California zaman dulu, untuk mendapatkannya kita harus menambangnya. Begitu pun kita, mengerjakan keselamatan berarti taat pada Allah hingga akhir dengan takut dan gentar pada-Nya.

Kerjakan karya keselamatan dari Allah dengan benar dan taatilah Dia hingga akhir

Minggu, 14 Februari 2016

KEHEBATAN YANG SEJATI

Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan (Mazmur 112:1)

Sebuah artikel pada majalah Time menanyakan mengapa akhir-akhir ini di kalangan masyarakat terdapat begitu banyak wanita yang memilih untuk tidak menikah. Hal tersebut mendorong seorang pengarang bernama Melissa Bank, untuk menulis dan menjelaskan jawaban yang ringkas atas artikel tersebut. Ia menulis, "Kita akui saja. Seorang wanita tidak hanya menginginkan sembarang pria dalam hidupnya. Ia hanya akan mau menikah dengan pria yang hebat."

Tentu saja, bagi banyak orang, definisi "hebat" dapat menimbulkan berbagai arti yang berbeda. Akan tetapi, Alkitab mengajarkan bahwa kehebatan yang sejati adalah hasil dari perkenan dan berkat Allah.

Perhatikan gambaran Mazmur 112 tentang orang yang "berbahagia," yakni orang yang menikmati perkenan Allah:
Ia takut akan Tuhan (ayat 1),
ia sangat suka kepada segala perintah-Nya (ayat 1),
ia bersikap adil (ayat 4),
ia adalah seorang yang pengasih dan penyayang (ayat 4),
ia penuh belas kasihan (ayat 5),
ia memiliki kepercayaan yang penuh kepada Allah (ayat 7),
ia berhati teguh dan tidak takut (ayat 8). Benar-benar gambaran sifat yang luar biasa! Inilah tanda-tandanya orang hebat.

Namun, sifat-sifat kepribadian yang mengagumkan ini tidak terbatas bagi kaum pria saja. Sifat-sifat ini dapat berfungsi layaknya sebagai ‘daftar periksa’ yang efektif bagi kita semua, manakala kita berusaha hidup sebagaimana yang dikehendaki Allah.

Dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan mampu hidup sedemikian rupa sehingga dapat dinilai hebat di hadapan Allah. Saat kita melakukannya, orang lain akan melihat hasilnya, hingga akhirnya kita dapat mengembalikan segala pujian kepada Allah.

KESALEHAN ADALAH TANDA MANUSIA HEBAT

MEMPERTAHANKAN KASIH

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah (Yudas 21)

Negarawan dan pengacara kondang Amerika William Jennings Bryan (1860-1925) sedang dilukis potret dirinya. Sang pelukis bertanya, "Mengapa Anda membiarkan rambut Anda menutupi telinga seperti itu?" Bryan menjawab, "Ada kisah romantis berkaitan dengan rambut saya. Ketika saya mulai berpacaran dengan Bu Bryan, ia tidak suka melihat telinga saya yang menonjol keluar. Untuk menyenangkan hatinya, saya membiarkan rambut saya tumbuh hingga menutupi telinga."

"Kejadiannya sudah bertahun-tahun silam," sahut pelukis itu. "Mengapa sekarang Anda tidak memotong rambut?"
"Karena," kata Bryan sambil mengedipkan matanya, "jalinan kasih kami masih terus berlangsung hingga sekarang."

Apakah jalinan kasih kita dengan Yesus masih berlangsung hingga sekarang? Ketika pertama kali datang dengan iman kepada Kristus, kita bersukacita karena dosa kita diampuni dan kita diangkat menjadi anggota keluarga-Nya. Kasih Tuhan memenuhi dan terus mengaliri hati kita. Kita pun rindu untuk menyenangkan-Nya. Ketika waktu berlalu, semangat cinta pertama kita yang menyala-nyala mungkin mulai mendingin. Oleh sebab itu, kita perlu merenungkan perkataan Yudas yang tertulis dalam surat singkatnya, "Peliharalah dirimu demikian di dalam kasih Allah" (ayat 21).

Yesus menggunakan ungkapan yang sama ketika Dia berkata, "Tinggallah di dalam kasih-Ku" (Yohanes 15:9,10). Kita memelihara kasih tersebut apabila kita memusatkan diri untuk menyenangkan-Nya, bukan menyenangkan diri sendiri.

Peliharalah senantiasa jalinan kasih itu.

UNTUK MEMPERBARUI KASIH ANDA KEPADA KRISTUS INGATLAH KASIH-NYA KEPADA ANDA

Jumat, 12 Februari 2016

Gadis Penjual Apel

Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat.

Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai.

Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli.

Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?”

Gadis itu menghapus air matanya.

Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.”

Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali.

”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu.

”Apakah engkau Yesus?” tanya gadis itu.

Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang ke rumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya, “Apakah engkau Yesus?”

Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yang telah dicelikkan oleh Yesus Kristus jarang yang mau berhenti sejenak dan menolong mereka. Jika kita menyatakan mengenal Yesus, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana Yesus hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Yesus itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus?

Bangun Pondasi Anda Sendiri

Filipi 2:13 Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Beberapa orang benar-benar senang berolahraga. Mereka senang berkeringat, berlari, atau mengangkat beban. Saya benci semua itu. Saya tahu bukan saya saja yang membencinya, meski memang benar kita semua butuh yang namanya olahraga. Kita tak bisa menyewa seseorang untuk berolahraga bagi kita. Ini sesuatu yang harus kita lakukan bagi diri kita sendiri.

Rasul Paulus menulis kepada orang-orang percaya di Filipi, "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:12-13). Paulus berada dalam penjara ketika ia menulis surat ini. Dia menulisnya saat berada di Roma, hatinya gelisah sebab terpisah dari para orang percaya.

Maksud Paulus ialah, Saudaraku, aku tak bisa bersama-sama dengan kalian. Andai saja saat ini aku bisa bersama kalian membimbing dan menjadi contoh yang baik untuk kalian. Tapi satu yang harus engkau tahu, Allahlah yang bekerja di dalam kamu, bukan Paulus.

Mereka mungkin berpikir, Kami tak bisa menjalani kehidupan Kekristen dengan benar tanpa Paulus di sini. Sebenarnya mereka mampu, begitu pun dengan kita. Apabila para pendeta dan para pemimpin rohani melaksanakan tugas mereka dengan baik, mereka akan membantu Anda berdiri di atas kaki Anda sendiri secara rohani agar Anda tidak bergantung pada mereka lagi.

Yang ingin Paulus katakan, "Saudaraku, lihatlah gambaran besarnya. Allahlah yang bekerja. Mungkin Ia bekerja melaluiku, namun tetap saja Allah yang bekerja.

Kita bisa begitu mengagumi seseorang dan menganggap mereka selalu benar. Dan kadang orang-orang akan mendasarkan hubungan mereka dengan Allah di atas hubungan orang lain dengan Allah. Itu hal yang tidak baik. Kita perlu menancapkan iman kita sendiri. Kita perlu membangunnya di atas pondasi kita sendiri.

Allah bekerja di dalam Anda karena iman Anda terus terbangun di atas pondasi yang benar.

Rabu, 10 Februari 2016

MASALAH HATI

Kolose 3:18-25
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

Dalam bukunya The Second Shift (Sif Kedua), Arlie Hochschild menggambarkan bagaimana pasangan suami-istri berbagi tanggung jawab rumah tangga. Umumnya, suami-istri yang sama-sama berkarier sepakat bahwa adalah adil jika mereka berbagi tugas rumah tangga.

Namun penelitian menunjukkan bahwa pria cenderung mengerjakan lebih sedikit dari yang ditugaskan. Mengapa? Satu alasan yang tepat adalah bahwa para suami sekarang mengukur apa yang mesti dikerjakannya di rumah sebanyak yang dilakukan ayahnya dulu. Namun para istri mereka menuntut lebih dari itu. Akibatnya, pembagian peran itu menjadi sumber konflik.

Tetapi, Hochschild menunjukkan masalah yang lebih dalam. Ia menulis, "Bila suami-istri berkarier, sulit untuk menentukan siapa yang akan mengerjakan ini atau itu. Yang lebih sering terjadi adalah segalanya berakhir tanpa ada ucapan syukur. Dalam wawancara dengan sejumlah wanita, mereka bercerita tentang ayah mereka yang membantu ibu mereka atas dasar kasih atau perhatian .. Namun sekarang. tak seorang pria pun mau memadukan antara membantu pekerjaan rumah dan kasih." Ada pemahaman penting yang bisa kita petik dari sini. Hubungan yang baik dibangun bukan hanya atas dasar apa yang dilakukan, melainkan juga atas dasar mengapa dilakukan. Inilah pernikahan yang sejati.

Namun ada hubungan yang lebih penting lagi untuk dibangun, yakni hubungan dengan Allah. Kasih bertumbuh bukan hanya karena apa yang kita lakukan, melainkan juga karena alasan kita melakukannya (Kolose 3:23). Tuhan menginginkan kita melakukan yang benar, atas dasar kasih kepada-Nya.

MUNGKIN KITA DAPAT MEMBERI TANPA MENGASIHI, TETAPI KITA TIDAK DAPAT MENGASIHI TANPA MEMBERI.

Minggu, 07 Februari 2016

--- TAHUN BARU IMLEK 2567 ---

Ren Shuan Pu Ru Thien Shuan...

Amsal 19:21, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yg terlaksana".

Hari ini kita memasuki Tahun Baru Imlek 2567.
Mau tdk mau, senang tdk senang kita pasti masuk di dlm Tahun Baru Imlek ini, meskipun apabila diantara kita ada yg bukan keturunan etnis Tionghoa yg merayakannya.

Tahun Baru Imlek 2567 ini diidentikkan dgn Tahun Kera Api.
Kita smua tahu bahwa 'Kera' adalah binatang yg paling berantakan, nakal, suka mencuri, suka menghina & mengejek serta senang mempermainkan yg lain.

Spirit 'kera' ini yg hrs kita berantas & semuanya hrs tunduk dibwh otoritas Tuhan Yesus Kristus.

Bg org dunia Tahun Imlek 2567 diprediksikan akan bnyk terjd kekacauan, bencana2 & bgtu banyak guncangan2 yg datang scara tiba2 diseluruh bumi.
Tp bg anak2 Tuhan, Tahun Imlek 2567 ini adlh thn Kemuliaan-NYA...!!!
Sbab dimana ada kekacauan, bencana & guncangan2 maka disitulah kemuliaan Tuhan dinyatakan...!!!

Roma 8:28, "Kita tahu skrng, bahwa Allah turut bekerja dlm sgala sesuatu untk mendatangkan kebaikan bg mereka yg mengasihi DIA, yaitu bg mereka yg terpanggil sesuai dgn rencana Allah".

Dan sbg anak2 Tuhan kita jgn sampai terintimidasi oleh spirit tahun 'kera' ini, krn ada Tuhan slalu menyertai kita.
Dan kita hrs brani untk memperkatakan bahwa "smua hal2 yg buruk di tahun ini pasti diubahkan Tuhan menjd berkat melimpah dlm hidup kita".

Mari kita sambut Tahun Baru Imlek dgn sukacita.
Percayalah..., Tuhan sanggup mengubah kegelapan menjd terang-NYA yg ajaib.
Bg Tuhan tdk ada yg mustahil...!!!

 §ǝ̍̍̍̍̊ĺɑ̣̣̝̇̇мα̍̍̊τ pagi 
Selamat Menyongsong Tahun Baru Imlek 2567...
Sukacita, keselamatan & kesuksesan menjd bagian kita sepanjang tahun yg akan kita lewati bersama...
回回回回回回回回回回回回回回回回
. ┏̲H̶̲̅┓̲.           新年快乐
( ╮͡.̰ ╭͡)  XIN NIAN KUAI LE
.(_/l\_).          恭喜发财
. (_l_).   G0NG XI FA CAI
                     万 事 如 意
             WAN SHI RU YI
回回回回回回回回 回回回回回回回回

Jesus Christ Love & Bless Yoυ

Sabtu, 06 Februari 2016

BIJAKKAH LIDAH ANDA?

Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan (Amsal 12:18)

Orang yang suka berbicara diperkirakan melontarkan 30.000 kata setiap hari! Pertanyaannya adalah, bagaimana perkataan kita, entah banyak maupun sedikit, mempengaruhi sesama kita? Seorang filsuf Yunani meminta pelayannya memasakkan hidangan paling lezat.

Pelayan yang bijak menyuguhkan hidangan berupa daging lidah dan berkata, "Ini adalah hidangan terlezat di antara semua hidangan lain, karena hidangan ini mengingatkan kita agar menggunakan lidah untuk memberkati dan mengungkapkan sukacita, menghalau kesedihan, mengenyahkan keputusasaan, dan menyebarluaskan keceriaan."

Lalu ia minta hidangan yang paling tidak enak. Lagi-lagi si pelayan menyuguhkan daging lidah sembari berkata, "Ini adalah hidangan yang paling tidak enak, karena mengingatkan kita bahwa kita bisa menggunakan lidah untuk menyumpahi, dan meremukkan hati, menghancurkan reputasi, menciptakan pertikaian, serta membuat keluarga dan bangsa berperang." Untuk memahami maksud kata-kata si pelayan itu, kita tidak perlu makan daging lidah terlebih dulu.

Kita mungkin sering kali telah "menelan perkataan kita sendiri" sebelum kita belajar untuk menghindari perkataan yang ingin kita tarik kembali.

Salomo menulis: "Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan" (Amsal 12:18). Ayat ini menegaskan dan menyemangati sesama kita. Kata kunci dari ayat tersebut bukanlah lidah melainkan bijak. Lidah tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, hanya si pemiliknyalah yang mampu mengontrolnya.

Jika Anda ingin lidah Anda membangun sesama dan tidak menjatuhkan, mintalah Allah membuat Anda bijak

BIJAKSANA BERARTI TAHU SAAT YANG TEPAT UNTUK BERBICARA DAN MEMIKIRKAN AKIBATNYA

Jumat, 05 Februari 2016

Langkah Pertama Untuk Hidup Yang Penuh Sukacita

Filipi 2:2 Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Hikmat dunia mengatakan bahwa Anda harus selalu waspada dengan yang nomor satu dan lakukan apa pun untuk menjadi sukses. Tetapi hikmat yang konvensional ini kebalikan dari hikmat Surga, bukan seperti itu cara Kerajaan Surga bekerja.

Paulus menulis kepada orang percaya di Filipi, "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (Filipi 2:1-2).

Arti pesan ini: "Jangan memaksakan kehendak Anda untuk menjadi yang terdepan; jangan menjilat orang lain untuk menjadi yang teratas. Sebaliknya, kesampingkan diri Anda, dan bantu orang lain untuk maju. Jangan terobsesi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Lupakan diri Anda selama yang Anda bisa untuk memberikan uluran tangan Anda.

Pesan ini bertentangan dengan hikmat dunia tentang cara untuk mencapai keberhasilan hidup, tapi memang itulah yang dikatakan Alkitab. Beberapa orang mungkin berkata, "Aku tidak tahu dari planet mana kamu berasal, tapi caramu itu tak akan berhasil dalam situasi yang saya hadapi sekarang. Kau tak tahu seperti apa dunia yang harus aku jalani.

Yang kita bicarakan disini ialah mengenai cara hidup yang harus dijalani oleh orang Kristen. Alkitab mengatakan bahwa langkah pertama untuk mencapai hidup yang bersukacita ialah dengan memperhatikan kepentingan orang lain sebelum kepentingannya sendiri. Paulus berkata, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2:4).

Dalam budaya kita saat ini, mungkin cara hidup yang seperti ini tampak seperti resep untuk meraih kegagalan dan malapetaka. Tapi Alkitab mengatakan: Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1 Petrus 5:6).

Apabila Anda ingin menjadi orang yang bahagia, maka Anda tak bisa menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.

Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi orang yang sengsara.

Kamis, 04 Februari 2016

DIMANA ANDA TINGGAL?

Mazmur 90 NATS: Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun (Mazmur 90:1)

Sebuah pepatah berbunyi, "Meski sederhana, tak ada tempat yang seteduh rumah sendiri." Namun benarkah kita menginginkan rumah yang sederhana?

Tragisnya, masih banyak orang yang tidak punya rumah, walau yang sederhana sekalipun. Hal ini seharusnya membuat kita bersyukur atas rumah yang sudah kita miliki.

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menjalani kehidupan yang menguji keyakinan saya. Selama sepuluh bulan saya harus tinggal di satu ruangan besar yang di dalamnya hanya terdapat benda-benda kebutuhan primer, tak lebih, tak kurang. Sepanjang waktu tersebut Tuhan mengajari saya untuk puas dengan semua itu.

Akhirnya saya pun berkeyakinan sama seperti Musa yang dalam Mazmur 90:1 berkata, "Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun." Sesungguhnya tempat perteduhan orang kristiani bukanlah rumah yang terbuat dari batu dan adukan semen, melainkan Allah sendiri. Saya menjadi agak enggan saat tiba waktunya untuk meninggalkan ruangan yang berharga itu dan kembali ke rumah saya sendiri. Namun saya memahami bahwa di mana pun saya tinggal, baik hari ini maupun di masa mendatang, Allah tetaplah tempat perteduhan saya yang sejati untuk selamanya.

Kata-kata berikut terdapat pada papan di luar sebuah gereja di Inggris: "Di mana pun Anda tinggal bukanlah masalah, sepanjang Anda tinggal di tempat yang tepat." Bila Allah adalah tempat perteduhan Anda, berarti Anda tinggal di tempat yang tepat.

Jika Anda tidak puas di tempat Anda berada, percayalah dan bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang telah Dia berikan untuk Anda.

AGAR MENDAPAT KEPUASAN JADIKAN ALLAH SEBAGAI TEMPAT PERTEDUHAN ANDA

Selasa, 02 Februari 2016

Cerita inspirasi

Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.
"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"
"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"
"Dimana ibumu bekerja ?"
"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."
Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.
"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"
"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."

Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.
Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.
Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.
Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya,
Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda.
Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"
Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"
"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.
Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya.
Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga"

Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"

"Kamu diterima"

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.
Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?

Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan.

#Note
Coba untuk melanjutkan cerita ini ke orang2 yg anda kenal. Ini mungkin dapat mengubah kehidupan seseorang

DIAMPUNI CUMA CUMA

Kolose 3:12-17 NATS: Apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian (Kolose 3:13)

Apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian (Kolose 3:13)

Penelitian sejumlah psikolog menunjukkan bahwa yang membuat orang bahagia bukanlah kekayaan berlimpah, melainkan persahabatan dan pengampunan. Marilyn Elisa mengomentari temuan ini dalam USA Today, "Orang yang paling bahagia dikelilingi saudara dan teman-teman, tidak punya masalah dengan tetangga, sibuk dengan kegiatan sehari-hari, dan yang terpenting, mudah mengampuni." Christopher Peterson, psikolog dari Universitas Michigan mengatakan bahwa kemampuan untuk mengampuni orang lain merupakan karakter yang sangat berkaitan dengan kebahagiaan. Ia menyebutnya "ratu semua kebajikan, dan mungkin yang paling sulit dicapai".

Jiwa yang tidak mau mengampuni acap kali merupakan benteng emosi terakhir yang kita pasrahkan dalam kuasa Allah. Walaupun kita adalah orang kristiani, kita mungkin menyimpan kemarahan dan kepahitan, merasa bahwa setiap orang yang berbuat salah kepada kita harus menderita karena kejahatan mereka. Namun, apabila kita menyadari bahwa Allah telah banyak mengampuni kita, maka kita wajib meneruskan belas kasih tersebut kepada sesama.

Alkitab menyarankan kita untuk mengenakan "belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran, ... sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian" (Kolose 3:12,13).

Mengampuni adalah perintah Allah bagi kita dan merupakan bagian dari hidup yang penuh kasih, damai, syukur, dan pujian (ayat 14-16). Sebagaimana kita telah diampuni dengan cuma-cuma, maka hendaklah kita juga melakukannya kepada sesama.

BILA ANDA MERASA TIDAK DAPAT MENGAMPUNI INGATLAH BERAPA BANYAK ANDA TELAH DIAMPUNI

Senin, 01 Februari 2016

Rindu Surga

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:22-23 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;

Pernahkah Anda tinggal di suatu tempat yang amat indah begitu lama, sebelum akhirnya pulang ke rumah? Mungkin Anda menyimpan fotonya dan menjadikannya sebagai screensaver handphone Anda, sambil duduk dan memandanginya. Anda cinta tempat itu.

Begitulah yang dirasakan Paulus tentang Surga. Dia merindukannya. Itulah mengapa ia bisa berkata, "Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; (Filipi 1:23).

Saat ini, Paulus ada di Surga. Di satu masa dalam hidupnya - kita tidak tahu kapan tepatnya-ia dibunuh dan diangkat ke Surga tingkat yang ke tiga. Ia menulis dalam 2 Korintus 12 bahwa "ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia (ayat 4). Setelah merasakan pengalaman mendengar dan melihat pemandangan Surga, ketika kembali ke bumi, Paulus merasa rindu dengan Rumah (Surga). Bukan berarti Paulus ingin mati, yang ia tahu ialah jika dia mati, itu artinya sebuah promosi buatnya.

Ketika Paulus mengatakan bahwa ia ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; kata pergi yang ia pakai di sini cukup menarik. Jika diterjemahkan dari bahasa Yunani, itu artinya "merapihkan kemah. Artinya, sudah waktunya pulang. Di banyak kesempatan, Alkitab mengibaratkan tubuh manusia dengan sebuah kemah. Dan satu hal yang kita tahu tentang kemah atau tenda adalah benda ini tidak dibuat untuk bertahan lama, tidak dipakai untuk jangka waktu yang panjang. Jadi mengapa Paulus mengatakan jika kematian itu jauh lebih baik? Itu karena ia sudah merasakan pindah dari sebuah tenda ke sebuah rumah mewah.

Ketika orang Kristen mati, mereka langsung pergi ke Surga, sebab meninggalkan tubuh berarti bersatu dengan Allah. Pada saat mereka mengambil napas terakhir mereka di bumi, mereka mengambil napas pertama mereka di Surga.

Meninggalkan tubuh berarti bersatu dengan Allah di Surga.