Jumat, 29 April 2016

= BERKAT DIBALIK PERSOALAN =


Ada beberapa anugerah yang bisa kita terima dan pelajari justru ketika berada didalam lembah derita dan pencobaan.
Seorang yang bertahan dan tetap mengandalkan Tuhan didalam lembah kehidupannya adalah seorang yang bertumbuh kuat didalam Tuhan dan kasih karunia-NYA. Seorang yang tidak akan pernah meragukan kasih BAPA dalam hidupnya.

Pada suatu masa, hiduplah seorang Raja. Dia hendak menguji seperti apakah karakter rakyatnya. Dia meletakkan sebuah batu besar ditengah jalan, lalu dia bersembunyi untuk melihat siapakah yang akan memindahkan batu itu.
Banyak yang lewat disitu, tapi hanya mengumpat dan menyalahkan Raja-nya yang dianggap tidak becus mengatur kerajaan-nya. Tapi tidak seorangpun yang merasa terpanggil untuk menyingkirkan batu itu dari tengah jalan.

Sampai akhirnya lewat seorang asing, melihat batu itu lalu segera memindahkan batu itu dengan susah payah kepinggir. Dan dengan terkejut dia menemukan bahwa tepat dibawah batu besar itu tersembunyi satu kantung penuh uang emas, dan terdapat sebuah tulisan bahwa itu adalah hadiah Sang Raja untuk siapa saja yang menggeser batu besar itu dari tengah jalan.

Demikian pula Tuhan sering bertindak dibalik setiap masalah yang DIA ijinkan terjadi dalam hidup kita. Batu besar yang DIA taruh memiliki tujuan, DIA ingin melihat kesetiaan, kesabaran dan respon positif kita yang akan membuahkan upah sorgawi dariNYA. Tersembunyi dibawah masalah yang berat itu adalah anugerah Tuhan yang besar.

Jangan pernah mengeluh, lihatlah tujuan Ilahi dibalik setiap persoalan. Jangan mempertanyakan Tuhan, tapi lihat bagaimana akhirnya. DIA selalu menyediakan yang terbaik bagi kita, rancanganNYA selalu memberikan kemuliaan dalam hidup kita.
"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Tuhan Memberkati

Kamis, 28 April 2016

Siapa Ayahmu?

Wahyu 14:1 "Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya."

Ada seseorang yang Ibunya menikah dan bercerai tujuh kali.
Itu berarti dia punya beberapa nama akhir yang bisa dia pilih.
Tetapi hanya ada satu dari pria-pria tersebut yang memperlakukan dia baik seorang ayah memperlakukan anaknya sendiri, dan dialah: Oscar Felix Laurie. Jadi dia memilih nama tersebut. Ketika menimbang-nimbang nama lain, nama itu menjadi "nama di atas semua nama."
Meski ia bukan ayah biologisnya, dalam segala hal, ia adalah ayahnya.

Anda pernah mendengar ungkapan "Siapa ayahmu?"
Nah, Alkitab mengatakan bahwa Anda punya pilihan untuk memilih siapa yang menjadi ayah Anda.
Anda bisa memilih "Iblislah yang menjadi bapamu" (Yohanes 8:44) atau Anda bisa memilih Bapa Surgawi.

Jika kita bijak, kita akan memilih "nama di atas segala nama," Yesus Kristus.

2 Timotius 2:19a memberitahu kita, "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya."
Dia melihat apa yang mungkin tidak dilihat orang lain.
Dia tahu orang yang memiliki tanda-Nya.
Ini seperti petugas bandara yang menggunakan senter khusus untuk memeriksa SIM Anda.
Senter ini memancarkan cahaya hitam ke atas hologram SIM Anda untuk membantu mereka membuktikan keaslian SIM Anda.

Ketika kita percaya pada Kristus, Dia akan memberi kita meterai-Nya - semacam KTP.
Mengapa? Karena kita adalah milik-Nya! Kita membaca dalam 1 Korintus 6: 19-20, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!'"

Dahulu kala, jika sesuatu adalah kepunyaan raja, di atasnya ada segel raja.
Begitu pun kita, kita mengenakan meterai Allah: Roh Kudus. "Memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" (2 Korintus 1:22).

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang pria tua yang dikenal karena hidupnya yang saleh.
Seseorang bertanya padanya satu hari, "Apa yang kau lakukan ketika kau dicobai, pria tua?"
Dia menjawab, "Aku akan menengadah ke langit dan berseru, 'Tuhan, milik-Mu sedang dalam bahaya.'"

Jika Anda adalah seorang Kristen, maka Anda adalah milik-Nya. Anda mengenakan segel-Nya, meterai-Nya, dan nama-Nya.

Butuh Seseorang Untuk Dijadikan Seorang Murid

Matius 28:18-20 "Yesus mendekati mereka dan berkata: 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'"

Untuk menjadi orang Kristen yang dewasa, kita harus menjadi murid-murid Yesus Kristus.
Mengapa? Sebab Yesus meminta kita untuk pergi ke seluruh dunia dan menjadikan semua orang murid-Nya.
Dibutuhkan seseorang untuk menjadikan orang lain murid.
Jadi terlebih dahulu, kita harus tahu apa yang dimaksud dengan murid supaya kita bisa pergi dan memuridkan orang lain.

Dalam Matius 28 kita melihat apa yang dikenal sebagai Amanat Agung, di mana Yesus berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'" (ayat 19-20).

Apa yang Yesus perintahkan pada kita? Pergi.
Pergi ke mana?
Ke seluruh dunia.
Dan melakukan apa?
Memuridkan semua bangsa.

Ada dua hal dalam bahasa asli Amanat Agung yang perlu kita pahami.

Pertama, ini merupakan sebuah perintah.
Yesus tidak berkata, "Jika kau sempat di sela-sela jadwalmu yang sibuk, apa kau tidak keberatan-ini permintaan pribadi-Ku - tolong pergi..."
Sebaliknya Yesus berkata, "Kau telah menyerahkan hidupmu kepada-Ku. Sekarang Aku memerintahkanmu untuk pergi ke seluruh dunia."

Kedua, kata-kata ini diberikan kepada setiap pengikut Yesus - tua dan muda, laki-laki dan perempuan, orang percaya baru dan orang-orang percaya lama.

Ini bukan Nasehat Agung; ini Amanat Agung.
Pelaksana gereja (kita) tidak boleh menunggu sampai dunia ini benar-benar membutuhkan kita.
Sebaliknya, kitalah yang harus pergi ke seluruh dunia.
Setiap pengikut Yesus harus melakukan hal ini.

Jadi ini pertanyaan saya untuk Anda:
Apakah Anda sedang melaksanakannya?

Jika kita tidak menjadikan orang lain murid-Nya, maka kita sesungguhnya bukan murid seperti yang Yesus kehendaki.

Rabu, 27 April 2016

Download Aplikasi G2M Church

Bagi saudara ingin membaca renungan dan agar mudah kami siapkan utk mendownload Aplikasi utk saudara membacanya .....
selamat menginstall aplikasi ...
Download dibawah ini

http://www.mediafire.com/download/0xa8egond11h0my/G2M_Church.apk

Tuhan Yesus memberkati

"GAJI TERLALU BANYAK"

Bacaan: Matius 6:19-24

John MacArthur, pendeta dan penulis buku-buku pendalaman Alkitab, menceritakan pengalamannya tentang gaji. Grace Community Church, gereja tempatnya melayani, memberinya gaji besar sekali. "Terlalu banyak," katanya. “Mengapa kalian menggaji saya sedemikian besar?" 

Seorang penatua menjawabnya, "Karena kami ingin tahu apa yang akan Anda lakukan dengan apa yang tidak Anda perlukan." 

Uang tampaknya merupakan sebuah bahan ujian yang sangat baik bagi karakter kita. Seperti tersirat dalam pernyataan Tuhan Yesus, persoalannya bukan terletak pada berapa banyak uang yang kita miliki; persoalannya adalah di manakah hati kita berada. Sikap hati dan fokus hidup kita dapat terpancar dari cara kita mengelola uang.

Sebagian orang mungkin akan berdiam diri jika berada dalam posisi John MacArthur. “Toh itu berkat yang sudah menjadi bagian saya,” pikirnya. Jarang kita melihat perlunya kesesuaian antara hak dan kewajiban. Kita juga perlu belajar menguasai diri, memahami batas antara kebutuhan dan keserakahan.

Orang yang serakah akan menggunakan tipu daya atau menempuh cara yang tidak patut demi menambah tebal dompetnya.

Marilah kita bersama-sama memeriksa hati kita. Apakah kita mengumpulkan uang karena hendak memuaskan keinginan pribadi? Ataukah kita menggunakan uang untuk memuliakan Allah dengan memberkati kehidupan orang-orang di sekitar kita dan memajukan Kerajaan-Nya?

Kiranya hati kita tertuju pada perkara yang benar: mengumpulkan harta surgawi, bukan memburu harta duniawi.

Selasa, 26 April 2016

Waktunya Dewasa

Ibrani 6:1 "Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,"

Dengan 3 orang anak, saya sekarang mengerti bahwa berbelanja keperluan bayi itu menyenangkan.
Di zaman ini, produk-produk untuk bayi lebih hebat dan berteknologi tinggi.
Sangat menyenangkan memilih benda-benda kecil yang menyertai proses tumbuh kembang mereka.

Awalnya, bayi tidak bisa melakukan banyak hal dan mereka sepenuhnya bergantung pada ibu mereka.
Tapi kemudian usia mereka mulai bertambah dan mulai makan makanan bayi.
Setelah itu, mereka bisa makan makanan yang sudah dicincang-cincang kecil.
Tapi tentunya Anda juga harus membuat mereka tertarik untuk makan dengan menirukan suara pesawat menggunakan sendok.

Itu semua tak jadi masalah.
Tetapi akan jadi masalah ketika anak Anda berusia 13 tahun dan Anda masih harus menirukan suara pesawat untuk membuatnya makan.
Anda pastinya ingin mengajarkan anak Anda untuk mandiri.
Anda pastinya ingin mengajarkan anak untuk makan makanan orang dewasa.
Anda pastinya ingin mengajarkan anak untuk menjadi orang dewasa yang pada akhirnya bisa mengurus dirinya sendiri.
Itu adalah bagian dari proses menjadi dewasa.

Hari ini, ada orang-orang percaya yang telah mengenal Allah selama sepuluh, lima belas, atau dua puluh tahun, tapi mereka masih layaknya seperti bayi.
Mereka butuh makanan rohani dalam bentuk potongan-potongan kecil.
Semuanya harus menghibur.
Semuanya harus menyenangkan.
Namun Alkitab mengatakan, "Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah," (Ibrani 6:1).

Saya pikir sudah saatnya bagi kita semua untuk menjadi pria dan wanita Allah yang matang, sebab kehidupan Kristen ialah soal mengikut Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat kita, tetapi juga sebagai Bapa kita.

Menolak untuk menjadi dewasa rohani, berarti menolak rancangan Tuhan, hidup akan menjadi sia-sia.

"PAK KARYO DITINGGAL"

Bacaan: Kolose 1:15-23

Ada seorang guru di Kendal yang memasuki masa pensiun, sebut saja namanya Pak Karyo. Sebagai penghargaan untuknya, sekolah mengadakan acara perpisahan di Yogya. Rombongan para guru beserta Pak Karyo pun berangkat ke Yogya. Seharian mereka berkunjung ke beberapa tempat wisata di kota itu dan berakhir di Jalan Malioboro. Di situ rombongan berpencar, sibuk dengan urusan dan tujuan masing-masing. Pada waktu yang ditentukan, rombongan kembali ke bus dan segera bergerak pulang ke Kendal. Sesampai di daerah Muntilan, kira-kira 20 km dari Yogya, para rekan guru yang kecapekan itu teringat akan Pak Karyo. Mereka mencarinya, dan ternyata Pak Karyo tidak ada di dalam bus! Gemparlah seluruh isi bus dan serentak mereka meminta pak sopir untuk berbalik arah ke Malioboro.

Tuhan Yesus, dalam bacaan hari ini, adalah pokok dari segala sesuatu. Dia adalah yang utama dari segala yang diciptakan (ay. 15). Dialah yang semestinya menjadi pusat hidup orang percaya. Namun, yang sering terjadi, Tuhan Yesus malah ditinggalkan di belakang. Bukannya hidup untuk menyenangkan hati-Nya, kita sibuk mengejar kesenangan dan kepentingan kita masing-masing.

Mungkin kita dapat membandingkannya dengan pelayanan yang kita jalani. Apakah kita benar-benar melakukannya untuk menyenangkan hati Tuhan, atau mengejar kepentingan pribadi? Tak jarang, suatu acara pelayanan malah berakhir dengan perselisihan, kekecewaan, dan kemarahan. Karena itu, penting menjadikan Dia pusat hidup kita.

Kisah Rhema marvanne

Rhema Marvanne lahir pada tanggal 15 September 2002. Dia tinggal di Carrollton, TX dan menjadi anggota di Gereja setempat. Saat ia berusia 7 tahun, Rhema merekam lagu pertamanya, Amazing Grace dan dengan cepat lagunya tersebut menjadi sensasi di dunia maya. Dia terinspirasi dari ibunya, Wendi Marvanne, yang sayangnya telah meninggal dunia pada tanggal 8 November 2008 karena tidak bisa bertahan melawan kanker rahim yang dideritanya. Harapan terbesar Rhema adalah untuk membuat ibunya bangga, baik sebagai penyanyi dan sebagai hamba Allah, itulah sebabnya dia juga tampil di gereja, organisasi non-profit, amal, rumah sakit dan acara khusus.

Cara terbaik untuk menggambarkan Rhema adalah bahwa ia memiliki hati dan jiwa yang indah. Dia manis, baik hati, peduli dan yang paling penting memiliki motivasi yang murni. Tuhan memberinya hati yang tulus dan suara malaikat. Sebagian besar orang yang mendengar dia bernyanyi tidak dapat menyangkal bahwa Allah sedang berbicara melalui seorang anak kecil. Suaranya menyentuh hati banyak orang.

Sebagian besar orang yang telah berurusan dengan penyakit ganas seperti kanker, tantangan hidup, dan lain sebagainya, melihat harapan dan inspirasi pada diri Rhema ini. Gadis kecil yang seharusnya takut atau trauma karena melihat penderitaan dan kepergian ibunya, bagi Rhema, hal tersebut di jadikan inspirasi untuk menjadi kuat, tegar dan bisa berdampak bagi orang lain.

Rhema Mavanne, salah satu keajaiban yang Tuhan pakai untuk menunjukkan ke-mahakuasaan-Nya. Selalu ada harapan di dalam Tuhan. Jangan pernah putus asa tapi belajarlah dari gadis kecil ini.

Tugas Kita

Ada sebuah kita menarik yang terjadi pada tahun 1968, yaitu saat lomba lari marathon Olimpiade di Mexico City. Kala itu semua acara sudah usai dan sebagian besar penonton sudah bubar. Yang tertinggal hanya para petugas dan beberapa wartawan yang sedang membereskan peralatannya.

Tiba-tiba dari sebelah selatan muncul Stephe Akwari, pelari marathon dari Tanzania. Ia berlari dengan kaki pincang karena mengalami kecelakaan saat berlomba.

Dengan langkah terseok-seok ia berusaha melintasi garis finish. Bud Greenspan, seorang kamerawan sempat memperhatikan dirinya. Terkesan dengan keuletannya, ia bertanya, "Mengapa anda harus menyelesaikan tugas melelahkan ini? Bukankah pertandingan sudah usai?". Dengan terengah-engah ia menjawab, "Tanzania mengirim saya bukan untuk mengikuti marathon. Tanzania mengirim saya untuk menyelesaikan pertandingan."

Keuletan Stephen Akwari memberi inspirasi kepada kita agar berusaha memahami arti sebuah tugas. Banyak orang menganggap tugas sebagai beban yang menyusahkan. Kita seringkali gagal untuk bersukacita dalam pekerjaan kita akibat salah pengertian.

Arti sebuah tugas adalah bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi kita, karena itu kita harus membenahi cara berpikir kita dalam menghadapai sebuah tugas. Tugas adalah anugerah Tuhan bagi kita dimana kita bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik. Karena itu selagi masih ada kesempatan, kerjakanlah segala tugas itu dengan sungguh-sungguh.

Senin, 25 April 2016

FIRMAN TUHAN MENEROPONG KEHIDUPAN KITA


Memilih telur untuk menentukan mana yg baik & mana yg busuk,

dapat di lakukan dgn cara yg sederhana,

yaitu dgn meneropong telur itu pada cahaya,

entah itu cahaya lampu atau cahaya matahari.

Teropong dapat di buat dari kertas atau apa saja yg dapat di buat untuk meneropong.

Demikian juga dgn kehidupan,
kita pun dapat di ketahui baik buruknya melalui teropong,
yaitu Firman TUHAN.

Entah itu saat ada dalam ibadah atau kebaktian,

pembacaan Alkitab secara pribadi,

atau dalam persekutuan² yg sering kita ikuti,

Ijinkan Firman TUHAN itu meneropong kehidupan kita selalu.

Firman TUHAN adalah Petunjuk dalam Kebenaran Hidup.

Dgn FirmanNYA,
TUHAN tidak sekedar menegur kesalahan kita,

t e t a p i juga menunjukkan kepada kita jalan yg harus kita tempuh.

Firman TUHAN itu penuh Janji² Kehidupan,

t e t a p i akan menjadi nyata apabila di aplikasikan dalam hidup kita.

Melalui Firman TUHAN kita mendapatkan Sumber Kekuatan.

Oleh karena itu,
Kita harus tetap berpegang tegug pada setiap Janji Firman TUHAN yg hidup.

FIRMAN TUHAN PETUNJUK BAGI KITA !!!

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)

Bagaimana Pelayanan Anda?

Kisah Para Rasul 20:35 "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.'"

Beberapa orang percaya telah mengenal Allah selama bertahun-tahun, namun berpikir untuk dilayani oleh orang lain.
Pertanyaan saya adalah: Kapan mereka akan tumbuh dan mulai melayani orang lain?

Yesus mengatakan bahwa lebih berbahagia memberi dari pada menerima (Kisah Para Rasul 20:35).
Sebab tanda pertumbuhan rohani ialah bahwa Anda ingin melayani - bukan dilayani.

Saya beritahu Anda satu rahasia kecil: Saya mendapati bahwa ketika saya memberi, Tuhan memberkati dan mencukupkan saya.
Lukas 6:38 mengatakan, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Jika kita menjalani hidup sambil berpikir, saya butuh ini atau saya mau itu, kita tak akan pernah bisa puas.
Itulah sebabnya kita perlu belajar untuk bersukacita dalam memberi dan bersukacita dalam melayani.
Gereja bukanlah sebuah tempat di mana kebutuhan rohani kita terpenuhi; gereja adalah sebuah tempat di mana kita membantu untuk memenuhi kebutuhan rohani orang lain.

Gereja juga sebuah tempat di mana kita mencari tahu karunia rohani kita.
Alkitab mengatakan dalam Efesus 4, "Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: 'Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia'" (ayat 7-8).
Allah ingin (atau mungkin sudah) memberi Anda karunia-karunia rohani - yang digunakan untuk kemuliaan-Nya.

Saya rasa kita semua harus mulai berkata, Apa yang bisa kubantu?
Apa yang bisa kulakukan?
Aku ingin melayani Allah dalam cara, bentuk, atau wadah yang berbeda-beda.
Itu baru tandanya kedewasaan rohani.

Tanda pertumbuhan rohani adalah mulai bergerak dan melayani orang lain bukan minta dilayani

Mengapa Harus Bersekutu?

Maleakhi 3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.

Pernahkah Anda berada di satu tempat lalu ada seseorang menyebut nama Anda? Anda pasti menyadarinya, bukan? Saat anak-anak saya menyebut "Papa," saya pasti akan menoleh kepada mereka. Dan ketika saya mendengar seorang anak kecil menyebut "Papa," secara naluriah saya juga akan menoleh kepadanya. Gerak tubuh saya mengikuti panggilan itu.

Dengan cara yang sama, Allah juga memperhatikan dan mendengar ketika kita berbicara tentang Dia. Dalam Maleakhi 3:16 dikatakan, Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya. Kata memperhatikan dan mendengar dalam ayat ini adalah satu, tidak untuk di penggal menjadi kata per kata.

Allah senang mendengarkan pembicaraan kita tentang Dia. Dia senang bila kita berkumpul bersama dalam persekutuan. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa orang-orang Kristen di gereja mula-mula, "Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (2:42). Dalam ayat ini, kata persekutuan berasal dari kata koinonia dalam bahasa Yunani. Kata yang menarik ini juga bisa diterjemahkan menjadi "bermitra," berkelompok, atau berkomuni. Ada banyak aspek yang berbeda dari kata ini, tapi ide yang ingin disampaikan di sini ialah bahwa orang-orang percaya di abad pertama ini senang berkumpul dalam Kristus.

Ketika Anda berjalan dengan Allah, Anda akan punya kerinduan untuk berada bersama dengan umat Allah juga. Tapi jika Anda tidak berjalan dengan Allah, Anda pasti tak ingin ingin ada bersama dengan umat Allah. Ini sebenarnya merupakan satu alat ukur yang cukup efektif untuk mengukur di mana spiritualitas Anda saat ini. Jika Anda ingin berkumpul dengan orang-orang kudus, maka saya bisa jamin bahwa Anda juga tengah menjalani kehidupan yang kudus. Dan sebaliknya, jika Anda tidak ingin berkumpul dengan orang-orang kudus, maka itu bisa jadi satu indikasi bahwa ada sesuatu yang salah dengan kehidupan rohani Anda.

Jika Anda mendapati diri Anda keluar dari persekutuan dengan Allah, maka Anda akan mendapati diri Anda keluar dari persekutuan dengan orang percaya lainnya juga.

Jumat, 22 April 2016

Jangan Narsis

Yakobus 4:6-7 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Saya pernah membaca sebuah artikel menarik tentang bagaimana narsisnya budaya kita di zaman ini. Ada penelitian mengenai analisis terbaru dari Lembaga Survey Mahasiswa Amerika yang telah mengumpulkan data dalam kurun waktu 47 tahun terakhir ini dari 9 juta orang dewasa muda, mengungkapkan bahwa mahasiswa cenderung menyebut diri mereka berbakat dan berpikiran akan menjadi orang sukses, meski kenyataannya nilai ujian mereka menurun dan waktu yang mereka habiskan untuk belajar hanya sedikit.

Artikel ini kemudian membahas tentang Facebook dan Twitter, bagaimana siapa pun bisa bertingkah bak selebritis, bagaimana mereka bisa hidup dalam dunia fantasi video game meniru tokoh-tokoh di dalamnya.

Tapi juga ada orang-orang yang memiliki penilaian yang realistis mengenai diri mereka sendiri, dan inilah kabar baiknya: Allah dapat melakukan hal-hal luar biasa melalui orang-orang tersebut. Bahkan, Allah pergi mencari orang-orang yang seperti itu- mereka yang bisa melihat kekurangan mereka sendiri, tapi juga bisa melihat keagungan Allah.

Ketika Simon Petrus melihat dirinya dalam terang kuasa Allah, ia berkata pada Yesus, Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa (Lukas 5:8). Intinya ia berkata, "Jangan buang-buang waktu-Mu untukku, Tuhan. Aku hanya akan mengecewakan-Mu!

Orang-orang yang dipakai Allah tidak tinggi hati dan sombong; tapi menilik diri mereka dengan sejujur-jujurnya.

Hal ini memberi harapan kepada semua orang di luar sana yang tidak luar biasa, yang biasa-biasa saja.

Mereka yang bukan siswa terbaik, ketua kelas, atau alumni terpopuler.

Mereka yang bukan orang pertama yang dipilih masuk ke dalam tim, tapi yang terakhir.

Mereka yang belum masuk daftar "Orang-Orang Tercantik di Dunia versi People Magazine.

Jika kita merendahkan diri kita sendiri, menilik talenta dan kemampuan kita secara realistis, dan kemudian menyerahkannya ke tangan Tuhan untuk dipakai-Nya sesuai yang Ia minta, maka Ia bisa dan akan memakai kita untuk kemuliaan-Nya.

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu

Kamis, 21 April 2016

Urusan Hati

Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Pernahkah Anda mendapati diri Anda tidak fokus selama sesi puji-pujian? Ketika Anda bernyanyi, mungkin Anda berpikir, aku sangat muak dengan lagu ini. Mengapa kita masih saja menyanyikan lagu ini? Atau mungkin Anda melihat sekeliling Anda sambil berkata pada diri sendiri, aku lebih spiritual dibanding siapa pun di ruangan ini. Aku pemuja Tuhan yang paling hebat. Atau mungkin juga Anda berpikir, makan apa ya selesai gereja?

Selama menaikkan pujian, bisa saja pikiran kita tak tertuju pada Allah sama sekali. Tapi ini yang perlu kita ketahui: Ibadah bukanlah sebuah pertunjukan; ini urusan hati. Allah melihat apa yang sedang terjadi di dalam hati Anda. Mengutip perkataan Yesaya, Yesus berkata, Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku Matius 15:8).

Yesus bercerita tentang kisah seorang Farisi dan seorang pemungut cukai yang sama-sama pergi ke Bait Allah untuk berdoa. Pemungut pajak adalah orang-orang yang dibenci di mata hampir semua orang, sementara orang-orang Farisi sendiri adalah orang-orang yang paling religius dibanding yang lainnya. Yesus berkata bahwa Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku (Lukas 18:11-12).

Tetapi si pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh di dalam Bait Allah, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, ia hanya bisa memukul dirinya dan berseru: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Yesus menyimpulkan kisahnya itu dengan berkata, "Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (ayat 14). Mengapa? Sebab hatinya benar di hadapan Allah.

Ketika kita menaikan puji-pujian, marilah kita melakukannya dengan segenap hati. Karena inti dari ibadah kita adalah hati kita.

Rabu, 20 April 2016

Kejujuran

Seorang CEO bermaksud utk Pensiun, dan ingin menyerahkan jabatan
nya tsb kepada salah Seorang Karyawan terbaiknya.
Untuk itu Ia memanggil Seluruh karyawannya, memberikan masing2 sebutir BENIH di tangannya dan berkata :
" Rawat, Pupuk, Siram dengan teratur Benih ini dan kembalilah 3 bulan dari sekarang dengan membawa Tanaman Ɣyªήg tumbuh dari Benih ini"
" YANG TERBAIK, akan menjadi penggantiku sebagai CEO di Perusahaan ini."
Salah seorang karyawan, bernama Toni yg juga mendapat Benih tsb, langsung pulang ke Rumah dan Merawat dg penuh disiplin Benih tanaman tsb. Setiap hari Benih itu ia Siram dengan air dan diberinya Pupuk.
Setelah 3 bulan, di Kantor, semua orang saling membicarakan kehebatan Tanaman Mereka yg tumbuh dari Benih tsb.
Ternyata Hanya Benih Tanaman Toni Ɣyªήg tanamanya tidak tumbuh sama sekali.
Toni Merasa telah gagal.
Setelah 3 bulan, seluruh Eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil Benih tersebut.
Toni berkata kepada istrinya bahwa ia tidak akan membawa Pot Ɣyªήg Kosong Karena Bibitnya busuk dan tidak bisa Tumbuh.,
Namun istrinya mendorong untuk tetap membawa Pot Kosong tsb apa adanya utk memenuhi janji kepada Sang CEO 3 bulan yang lalu.
"Bawa saja Mas, meskipun Mas Gagal utk bisa menumbuhkan Benih tsb, paling tidak Mas Toni sdh menunjukan itikad baik sdh berusaha semaksimal mungkin merawatnya sesuai dengan Permintaan n Arahan CEO tsb " demikian kata Istrinya.
"Baiklah " Jawab Toni, meskipun dgn hati ciut karena merasa tidak bisa melaksanakan perintah sang CEO dgn sebaik2 nya.

Masuk ruang meeting , Toni membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.
Ketika CEO masuk ruangan Ia memandang keindahan Seluruh Tanaman yang katanya Hasil dari Benih2 yg dibrikan CEO 3Bulan yg lalu itu, hingga akhirnya berhenti di depan Toni Ɣyªήg tertunduk malu.
Sang CEO memintanya ke Depan & Toni disuruh menceritakan Secara Kronologis proses penanamannys koq sampai tidak bisa tumbuh...??

Ketika ia selesai cerita, CEO berkata dengan Antusias, "Beri tepuk tangan utk Toni , CEO kita Ɣyªήg baru", Ia kemudian Menceritakan:

"Semua benih Ɣyªήg kuberikan kepada Kalian, sebelumnya Telah KUREBUS dgƍAIR PANAS hingga mati & tidak mungkin tumbuh lagi. Jika Benih kalian dapat Tumbuh, berarti kalian telah menukarnya & berbohong padaku.

Kecuali Toni, hanya dia Ɣyªήg JUJUR"

MORAL STORY : Taburlah KEJUJURAN, karena dengan Menabur Kejujuran akan menuai Kepercayaan.

Jangan pernah takut berbuat JUJUR.
NO CHEATING INDONESIA.

The Real Moral Story!
Yg hebat itu Isterinya Toni- hanya perempuan hebatlah yg bisa memberi dorongan semangat suaminya utk selalu menjaga Integritasnya!

Selamat beraktifitas.

Anda Sedang Diawasi

Kisah Para Rasul 2:46-47 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ada kaitan langsung antara memuji Kristus dan menjadi saksi Kristus. Orang-orang percaya tengah diawasi, baik di dalam maupun di luar gereja.

Ketika Anda pergi ke gereja setiap minggu dan segalanya berjalan lancar, ketika Anda memiliki keluarga kecil yang sempurna, pekerjaan yang hebat, rumah yang bagus, dan kesehatan yang baik, orang-orang akan melihat Anda dan berkata, "Yah kau tidak tahu realita kehidupan. Tentu saja kau bahagia.

Kemudian tiba-tiba tragedi menimpa Anda. Anda kehilangan pekerjaan, atau salah satu anak Anda jatuh sakit, atau bahkan mungkin Anda sendiri yang jatuh sakit. Namun ketika kesulitan muncul dan Anda masih menyembah Allah, maka itulah kesaksian bagi dunia yang tersesat dan yang penuh curiga ini.

Ibadah Anda juga merupakan kesaksian bagi orang-orang yang datang ke gereja. Ketika orang tak percaya pergi ke gereja, mereka akan memeriksa segalanya. Mereka akan mempersepsikan apa yang mereka lihat.

Saksi Kristus seperti apakah Anda bagi orang-orang yang duduk di dekat Anda? Mereka mungkin orang Kristen, mungkin juga bukan. Mungkin itu pertama kalinya mereka ke gereja-atau mungkin juga untuk yang terakhir kalinya. Mereka akan membuat satu penilaian atas apa yang mereka pikirkan tentang Tuhan dan Kekristenan, dan sebagian besar adalah berdasarkan apa yang mereka lihat.

Anda mungkin berkata, "Wah, itu tekanan yang cukup berat ya. Tapi yang bisa saya katakan adalah Anda sedang diawasi. Dan buat saya, kesaksian yang kuat adalah yang seperti ini: ketika Anda memuji Allah dan orang tak percaya yang tengah berdiri di sebelah Anda berpikir, Kuasa apa yang Yesus punya sehingga orang ini begitu bersemangat menyembah-Nya?

Saya membuka hati untuk mendengarkan lagu-lagu pujian ketika saya menonton orang-orang Kristen di kampus saya bernyanyi menyembah Dia. Dan kemudian saat seseorang berbagi tentang Firman Tuhan, saya pun tergerak untuk mendengarnya, dan pada akhirnya saya percaya pada-Nya semenjak hari itu. Hati saya dibukakan dengan menonton orang-orang Kristen dengan tulus memuji Allah.

Memuji Allah adalah suatu bentuk kesaksian.

Selasa, 19 April 2016

"LILIN KECIL"

Yosua1:7
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan jangan menyimpang dari seluruh hukum yang telah diperintahkan Kepadamu.

Ada sebuah kisah tentang lilin kecil yg dibawa oleh seorang pria menaiki tangga yg cukup tinggi, menuju sebuah menara.

Di dalam perjalanan mereka menaiki tangga tsb, si lilin kecil bertanya kpd pria yg membawanya, "Kita hendak kemana?"

"Kita akan naik lebih tinggi & akan memberi petunjuk kpd kapal-kapal besar di tengah lautan yg luas."

"Apa?
Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk Kepada kapal-kapal besar dgn cahayaku yg sangat kecil?
Kapal-kapal besar itu tidak akan bisa melihat cahayaku," jawab lilin kecil lemah

"Itu bukan urusanmu.
Jika nyalamu memang kecil, Biarlah!!
Yg harus kau lakukan adalah tetap menyala & urusan selanjutnya adalah tugasku," jawab pria itu

Tidak lama sampailah mereka di puncak menara dimana terdapat lampu yg sangat besar dgn kaca pemantul yg tersedia di belakangnya.

Pria itu menyalakan lampu besar dgn memakai nyala lemah si lilin kecil.

Dalam sekejap,
tempat itu memantulkan sinar yg terang benderang,
sehingga kapal-kapal yg ada di tengah laut melihat cahayanya.

Pesan Moral,
Dgn keberadaan & keterbatasan kita, memang tdk akan sanggup melakukan sesuatu yg berarti.

Tapi 1 hal yg harus anda ingat,
bahwa hidup anda seumpama LILIN KECIL yg ada DI TANGAN TUHAN YG PERKASA.

Segala kemampuan & keahlian,
hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika anda tidak menaruh hidupmu di dalam tanganNYA untuk DIA pakai menjadi alat-NYA yg mulia.

Sebaliknya walau nyala anda sangat kecil bahkan mungkin redup,
tapi jika mempercayakan seluruh keberadaan anda kepadaNYA,
maka DIA sanggup menjadikan nyala kecil anda menjadi nyala besar yg membawa manfaat besar bagi banyak orang.

Jangan memandang ketidakmampuan, keterbatasan, & kelemahan anda !!

Jika DIA mempercayakan sesuatu kepada Anda entah itu suatu pekerjaan besar ataupun suatu pelayanan, percayalah bahwa,
ANDA ADA DI DALAM TANGANNYA YG PERKASA.

Bahasa Surga

Mazmur 66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

Ketika orang percaya berkumpul dan menyembah Allah, sesuatu yang indah terjadi. Seperti yang dikatakan Yesus, Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Matius 18:20). Ini bukan berarti Allah tinggal di gereja. Ia tinggal di dalam kita, jika kita berbicara tentang orang-orang percaya. Karena kita adalah gereja. Tapi Dia tidak tinggal di suatu bangunan.

Namun ketika umat Allah saling bertemu, sesuatu pasti berubah. Dan apa yang berubah adalah Dia memanifestasikan kehadiran-Nya dengan cara yang ajaib ketika kita berkumpul untuk menyembah dan memuliakan Dia. Dan ketika kita memuji Tuhan bersama-sama, baik itu di dalam doa atau dalam bentuk puji-pujian, kita sesungguhnya tengah melakukan tujuan Dia menciptakan kita. Kita ada di sini untuk membawa kemuliaan bagi Allah.

Alkitab mengatakan pada kita bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk kemuliaan-Nya (lihat Yesaya 43:7). Dan Mazmur 106:1 mengatakan, "Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Beberapa mungkin mengatakan, "Yah, tapi suaraku tidak bagus. Lihat ribuan kontestan American Idol, mereka tak punya suara bagus tapi itu tak menghentikan mereka. Dan itu juga seharusnya tidak menghentikan Anda. Ketika kita bernyanyi buat Allah, itu bukan pertunjukan untuk memuaskan orang lain; kita bernyanyi untuk satu Pribadi: Allah. Sebab Dia benar-benar tidak melihat dari seberapa merdunya suara Anda atau seberapa keras Anda bernyanyi. Dia benar-benar jauh lebih tertarik dengan apa yang ada di dalam hati Anda. Jadi, jika Anda telah memberikan kemampuan terbaik, itu sudah cukup baik.

Dari kitab Kejadian sampai Wahyu, iman kita adalah salah satu bentuk penyembahan. Dan di Surga, kita akan bernyanyi (lihat Wahyu 15:2-4).

Ibadah adalah bahasa Surga. Jadi mari kita mulai berlatih mulai dari sekarang

Senin, 18 April 2016

Tidak Ada Yang Seperti Gereja

Roma 12:5 Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Ketika seseorang kehilangan orang yang terkasih, seperti nenek, orang tua, pasangan, atau bahkan anak, ke mana biasanya orang tersebut pergi? Banyak orang akan mencari gereja. Bahkan meski mereka bukan bagian dari sebuah gereja, mereka akan sering datang ke gereja tersebut untuk mencari bantuan. Mereka bisa menemukan bantuan dan penghiburan di sana.

Renungkan cara-cara yang telah Tuhan pakai untuk menolong Anda melalui gereja, selama bertahun-tahun dalam hidup Anda. Ketika dahulu Anda butuh arah hidup, di mana Anda menemukannya? Anda menemukannya di gereja. Ketika dahulu Anda menghadapi masalah dengan anak-anak Anda lalu pergi ke gereja, di sanalah pendeta Anda turut campur tangan dan membantu Anda keluar dari masalah.

Dan di mana Anda telah menemukan Kristus? Kemungkinan besar Anda telah menemukan-Nya di gereja.

Mungkin di gerejalah di mana Anda menemukan bakat kemampuan bermusik Anda. Saya kagum begitu banyak penyanyi terkenal mengatakan bahwa awal mula mereka bernyanyi adalah di gereja.

Saya bertemu istri saya di gereja. Dia ke sana bersama dua saudara perempuannya, lalu saya mengundang mereka semua minum kopi sesudahnya. Gereja adalah tempat terbaik untuk menemukan seseorang yang juga mengasihi Tuhan.

Bukan hanya itu, gereja adalah tempat yang baik untuk fisik Anda. Studi ilmiah menunjukkan bahwa tekanan darah orang-orang yang hadir di gereja lebih rendah daripada mereka yang tidak ke gereja.

Tapi tentu saja itu bukan alasan mengapa kita harus pergi ke gereja. Kita harus pergi ke gereja karena itu adalah tempat di mana kita bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Itu adalah tempat di mana kita bisa bertumbuh secara rohani. Itu adalah tempat di mana kita bisa memberi. Dan itu adalah tempat di mana kita bisa menerima.

Saya tahu bahwa gereja punya cacat cela. Saya tahu bahwa gereja punya kekurangan. Tapi tak ada di luar sana yang seperti gereja. Gereja berbeda dari yang lainnya.

Alangkah baik jika Anda menetapkan hati untuk berkomitmen di dalam sebuah gereja dan menemukan komunitas yang sehati untuk menyembah Tuhan

Kisah nyata "membantu"

Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1892 di Stanford University. Pesan moralnya masih relevan saat ini.

Ada seorang mahasiswa muda berusia 18 tahun itu berjuang untuk membayar biaya kuliahnya. Dia adalah seorang yatim piatu, dan tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang, akhirnya dia mendapatkan ide cemerlang.

Bersama seorang temannya ia memutuskan untuk menjadi tuan rumah konser musik di kampus untuk mengumpulkan uang untuk pendidikan mereka.

Mereka mengadakan konser dengan mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewskip. Manajernya menuntut biaya sebesar $ 2.000 untuk konser piano.
Sebuah kesepakatan pun terjadi. Dua anak muda itupun mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

Hari besar tiba. Paderewski akan melaksanakan konser di Stanford.

Tapi sayangnya, mereka tidak berhasil menjual tiket cukup. Koleksi total hanya $ 1,600. Kedua mahasiswa tersebut kecewa, mereka pergi ke Paderewski dan menjelaskan keadaan mereka. Mereka memberinya seluruh $ 1600, ditambah cek sebesar $ 400. Kedua mahasiswa tersebut berjanji untuk melunasi cek cepatnya.

"Tidak" kata Paderewski. "Ini tidak dapat diterima" Dia menyobek cek, mengembalikan $ 1.600 dan mengatakan kpd anak laki-laki itu "Inilah $ 1,600 kalian ambil. Simpanlah uang ini untuk kebutuhan dan biaya kuliahmu, lalu mengembalikan uang tersebut kepada ke 2 mahasiswa. Kedua mahasiswa itu terkejut, dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Itu adalah tindakan kebaikan kecil. Tapi yang jelas ditandai Paderewski sebagai manusia yang besar. Mengapa ia harus membantu dua orang tersebut, bahkan ia tidak kenal sama sekali dengan orang tersebut? Kita semua juga sering menemukan situasi seperti ini dalam hidup kita.

Dan kebanyakan dari kita hanya berpikir "Jika saya membantu mereka, apa yang akan terjadi padaku?". 🤔

Kalau orang-orang benar-benar baik dan bijak akan berpikir, "Jika saya tidak membantu mereka, apa yang akan terjadi pada mereka?". 😇

Mereka tidak melakukannya dengan mengharapkan balasan.

Mereka melakukannya karena mereka merasa itu adalah hal yang benar yang harus dilakukan.

Sebagaimana diketahui, Paderewski kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia. Dia adalah seorang pemimpin besar, tapi sayangnya ketika Perang Dunia dimulai, Polandia dilanda kelaparan. Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang untuk memberi makan mereka.

Paderewski tidak tahu ke mana harus berpaling untuk bantuan. Dia mengulurkan tangan ke Administrasi Makanan dan Bantuan AS untuk bantuan.

Presiden AS saat itu, Herbert Hoover setuju untuk membantu dan cepat dikirim berton-ton bahan makanan untuk  orang-orang Polandia yang kelaparan. Sebuah bencana dapat dihindari.

Paderewski lega. Dia memutuskan untuk pergi bertemu dengan  Hoover secara pribadi untuk berterima kasih padanya. Ketika Paderewski mengucapkab terima kasih kepada Hoover atas sikap mulia, Hoover cepat menyela dan berkata, "Anda tidak harus berterima kasih kepada saya, Pak Perdana Menteri. Anda mungkin tidak ingat ini, tetapi saya tidak dapat melupakan beberapa tahun yang lalu, Anda membantu dua siswa muda di perguruan tinggi di AS, saya adalah salah satu dari mereka...."

Dunia adalah tempat yang indah.
Apa yang terjadi di sekitar kita biasanya datang dari apa yg telah kita lakukan....

Pesan moralnya:
Pada saat kita ada kesempatan membantu, just do it, jangan pernah berhitung2 soal pahala atau mengharapkan balas budi yg akan diterima. Kita tdk perlu tahu darimana dan dg cara apa balasan itu akan datang.

Minggu, 17 April 2016

"KETINGGALAN KERETA API"

Sebuah kereta api melaju di tengah musim salju yang dingin. Saat berhenti sejenak, seorang bapak iseng keluar dari pintu kereta api.

Namun, tanpa disangka ada angin yang meniup topinya sehingga topinya terjatuh jauh dari kereta. Dengan sigap, ia pun berlari mengejar. Akhirnya, berhasil juga ia memungut topinya.

Namun, tiba-tiba mesin kereta berbunyi dan keretapun mulai bergerak. Dengan susah payah, ia berusaha berteriak dan berlari. Namun, salju yang tebal membuatnya tidak bisa berlari kencang. Akhirnya, ia pun ditinggal oleh kereta sendirian di tengah perjalanan yang dingin itu.

Dengan mengeluh soal nasibnya yang sial, ia terus memaki bahkan hingga menangis. Meratapi nasibnya yang malang. Ia sudah ditinggal kereta, kopernya juga hilang. Betul-betul kesel, jengkel dan marah.

Singkat kata, setelah berjalan berjam-jam, akhirnya ia pun tiba di salah satu rumah penduduk dan menumpang nginap di sana.

Keesokan harinya, ia mendengar berita sebuah kereta api malam tergelincir ke jurang dan semua penumpang di kereta itu tewas. E, tentu saja tidak semuanya. Karena si bapak ini termasuk yang selamat!

Masalah, kesulitan ataupun petaka, kadang bisa terjadi dalam kehidupan kita. Ada yang sepenuhnya karena kesalahan kita. Namun,  ada yang justru terjadi atas ijin dari "Yang Di Atas", karena adanya sebuah pembelajaran dan hikmah yang justru akan kita peroleh setelah melewatinya.

Karena itulah, jangan mengeluh, komplain, marah, kesel dan jengkel dgn apa yg terjadi sebelum kamu tahu apa makna di balik masalah dan kesulitan itu.

Kadang-kadang, hikmah di balik petaka & kesulitan baru kita pahami setelah melewati waktu yg lama. Karena itu, ingatlah...jangan mengeluh dulu ketika ada hal yg tidak seperti harapanmu. Siapa tahu....?

"Ketika CELAKA terjadi dalam hidupmu. Mungkin saja ada MISTERI yang tersembunyi buatmu!"

Sabtu, 16 April 2016

Cekikan Kekuatiran

1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Beberapa waktu lalu ketika bermain dengan cucu-cucu saya, mereka berpura-pura mencekik saya dan saya membiarkan mereka. Mereka senang sekali. Tapi beberapa hari kemudian, cucu saya datang lagi ke rumah dan meminta, "Kakek, aku ingin mencekikmu lagi.

Saya ragu, apa saya harus mengiyakan permintaan mereka lagi?

Kekuatiran juga melakukan hal yang sama pada kita: mencekik kita. Kata kuatir berasal dari kata Inggris kuno yang berarti "mencekik tau "tersedak," yaitu memotong jalannya udara masuk ke paru-paru. Anda akan sulit bernafas ketika Anda tercekik atau tersedak.

Hidup ini penuh dengan masalah, dan ada berbagai jenis kekuatiran yang kita punyai setiap hari; kesehatan kita, keselamatan kita, keluarga kita, dan keuangan kita. Namun Filipi 4:6-7 mengingatkan, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Di lain waktu, apabila Anda mulai panik, berdoalah. Mungkin serangan panik bisa terjadi di tengah malam (Bukankah itu waktu yang paling sering?). Ketika kepanikan menyerang saya, saya biasanya berdoa, "Tuhan, aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Aku serahkan masalah ini ke dalam tangan-Mu. Aku akan kembali tidur, dan aku akan menemui-Mu esok pagi.

Kuatir itu tidak ada untungnya; itu tidak akan mengubah keadaan. Malah, kuatir itu hanya buang-buang waktu. Alkitab mengatakan, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7). Jadi, janganlah kuatir. Berdoalah. Sebab ketika Anda berdoa, itu akan membantu Anda mengatasi kecemasan dan kekuatiran Anda. Serahkan segala kekuatiran Anda pada Allah.


Kekuatiran hanya akan membuang-buang waktu, serahkan segala kekuatian Anda pada Allah saja

Jumat, 15 April 2016

Mendoakannya

Yakobus 4:2 “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”

Pernahkah Anda berhenti dan berpikir bahwa mungkin ada hal-hal dalam hidup Anda yang belum terwujud, itu karena Anda sudah gagal meminta Tuhan untuk mengabulkannya?

Mungkin saat ini Anda sedang jatuh sakit dan tak pernah benar-benar berdoa meminta kesembuhan dari Tuhan. Mungkin Anda tak pernah mengucapkan kata-kata seperti, "Engkau tahu, Tuhan, aku memang tak pernah meminta-Mu menyembuhkanku. Karena dulu pikirku, jika Engkau mau menyembuhkanku, Engkau akan langsung melakukannya. Tapi saat ini Tuhan, aku mohon pada-Mu untuk menyembuhkan-Ku.” Mungkin Anda belum menerima kesembuhan itu karena Anda tidak memintanya.

Mungkin Anda sedang mengalami kesulitan finansial dan telah mengeluarkan banyak upaya untuk memenuhinya. Apakah situasi ini sudah menyadarkan Anda bahwa sebenarnya Anda bisa meminta pertolongan-Nya dalam doa? Alkitab mengatakan, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19). Mungkin Anda belum mendapatkannya sebab Anda tidak memintanya.

Mungkin pernikahan Anda mulai tercerai berai, dan Anda tak tahu apa yang harus dilakukan. Anda telah mencoba segala cara. Anda sudah meminta bantuan semua orang. Tapi apakah Anda sudah benar-benar mendoakan pernikahan Anda dan meminta Tuhan untuk campur tangan? Mungkin Anda belum mendapatkannya sebab Anda tidak memintanya.

Kita harus berdoa karena doa adalah cara yang ditetapkan Allah bagi kita untuk memperoleh banyak berkat dari-Nya. Meskipun itu bukan satu-satunya tujuan dari berdoa, namun apabila kita tidak melakukannya, kitalah yang akan rugi. Alkitab dengan amat jelas menjelaskan bahwa “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa” (Yakobus 4:2).

Namun bukan berarti ayat ini berkata bahwa Allah akan selalu menjawab doa-doa kita; melainkan Ia akan menjawab-Nya berkali-kali. Oleh sebab itu, setiap Anda membutuhkan sesuatu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendoakannya.

Kesulitan apapun yang Anda alami bawalah dalam doa dan teruslah berdoa didalam nama Tuhan Yesus

Kamis, 14 April 2016

Alasan Terbaik Untuk Berdoa

Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Mengapa kita harus berdoa? Inilah jawaban singkatnya: karena Yesus menyuruh kita melakukannya. Dalam Lukas 18: 1 kita membaca, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Tentu saja Yesus tak hanya sekedar memberi perintah, Ia memberi kita contoh. Walaupun Dia adalah Tuhan dalam rupa manusia, Yesus memiliki kehidupan doa yang sangat dalam. Di Taman Getsemani, Yesus berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:34a).

Sebelum membangkitkan Lazarus dari kematian, Yesus terlebih dahulu berdoa kepada Allah Bapa. Sambil menengadah ke langit, Dia berkata, "Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" (Yohanes 11:42-43).

Sebelum Yesus memberi makan lima ribu orang, kita membaca bahwa Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat atas makanan itu (lihat Matius 14:19). Dan mengapa para ibu membawa anak-anak mereka yang masih kecil kepada Yesus? Agar Dia berdoa atas mereka (lihat Matius 19:13).

Jika Yesus saja merasa perlu untuk berdoa, lalu apalagi kita? Dia memberi kita contoh untuk diikuti.

Dan inilah hal lain yang perlu kita renungkan. Meski jika berdoa adalah hal yang amat sulit (sebenarnya tidak), meski jika berdoa adalah hal yang amat tidak menyenangkan untuk dilakukan (sebenarnya tidak), dan bahkan meski jika kita tak pernah menerima jawaban (sebenarnya bukan itu intinya), kita tetap harus berdoa. Mengapa? Karena Alkitab memerintahkan kita untuk melakukannya.

Berdoa harus menjadi gaya hidup kita karena Yesus saja merasa perlu untuk berdoa

Rabu, 13 April 2016

Menggerakkan Hati

Nehemiah 2:4 Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,

Apakah Anda tahu bahwa Tuhan dapat menggerakkan hati seorang raja? Atau seorang perdana menteri? Atau seorang presiden? Alkitab mengatakan, Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini (Amsal 21:1).

Alkitab bercerita tentang kisah Nehemia, seorang juru minum raja Persia. Seorang juru minum mencicipi semua anggur raja, memastikan tak ada seorang pun yang menaruh racun ke dalam minumannya. Namun pada kenyataannya, Nehemia lebih dari sekedar juru minum. Memiliki kedekatan dengan raja, seorang juru minum biasanya berakhir sebagai penasihat raja. Maka posisi juru minum ini adalah posisi yang memberi pengaruh besar dalam kerajaan. Dan seseorang yang berada dalam posisi tersebut tentunya tak mau melakukan apapun yang bisa membahayakan jabatannya.

Namun masalahnya, Nehemia adalah seorang Yahudi. Dia sudah mendengar kabar runtuhnya tembok Yerusalem, dan hatinya pun terpanggil untuk membantu bangsanya, orang Yahudi. Dia berpikir mungkin Allah telah menempatkan dia di posisinya saat itu untuk berbuat sesuatu bagi sesamanya. Namun untuk mendekati raja dan mengutarakan keinginannya kembali ke Yerusalem bisa membahayakan nyawanya.

Ketika Nehemia merenungkannya, itu membuatnya sedih. Suatu hari sang raja memperhatikan kesedihan Nehemia dan bertanya mengapa ia amat tertekan. SetelahNehemia menjelaskan apa yang sedang mengganggu pikirannya. Kemudian sang raja bertanya, Jadi, apa yang kauinginkan?"

Saya suka apa yang dilakukan Nehemia selanjutnya: "Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, (Nehemia 2:4). Bisa dipastikan, ia pasti berdoa dengan amat singkat, jenis doa yang Anda ucapkan waktu tiba-tiba Anda dipanggil ke ruangan bos atau ke ruangan kepala sekolah. Nehemia berdoa, dan Allah pun menggerakkan hati sang raja.

Kita perlu berdoa bagi atasan kita, bagi orang-orang yang memiliki wewenang atas kita. Berdoalah supaya Allah membantu mereka membuat keputusan yang tepat, membimbing, dan memimpin langkah-langkah mereka.


Berdoalah juga kepada Allah tanpa henti-hentinya dan IA akan membantu Anda untuk membuat keputusan penting dalam hidup Anda.

Selasa, 12 April 2016

Yang Paling Pertama

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Apa yang akan Anda lakukan jika ada hukum yang melarang orang berdoa - di tempat umum, bahkan di rumah Anda sendiri? Apakah Anda akan berhenti berdoa? Apakah Anda akan berdoa sembunyi-bunyi? Paling tidak jika Anda berdoa di rumah, Anda mungkin akan menutup jendela dan tirai, bukan? Atau kemungkinan besar, Anda tidak akan pernah berdoa di depan umum, bukan?

Nabi Daniel mendapati dirinya terjebak dalam situasi sulit ini. Daniel diangkat menjadi posisi terpandang di kerajaan, sehingga itu membuat para penguasa lainnya marah. Mereka tidak suka Daniel dan berusaha mencari-cari aibnya (Ini amat sering terjadi terutama di masa kampanye.)

Namun Daniel ternyata orang yang bersih. Musuh-musuhnya tahu satu-satunya cara agar mereka bisa menjatuhkan dia yaitu dengan sesuatu yang berkaitan dengan hubungannya dengan Allah. Mereka tahu bahwa tiga kali sehari, Daniel akan pulang ke rumahnya, membuka semua jendela, berlutut, dan berdoa kepada Allah. Maka, musuh-musuh Daniel menghadap sang raja dan memperdayanya untuk menandatangani sebuah surat perintah yang melarang berdoa bagi siapa pun, kecuali berdoa kepada sang raja. Raja yang bodoh ini pun menandatanganinya, dan perangkap disiapkan untuk Daniel.

Daniel tahu bahwa hukum itu telah disahkan, namun ia tetap pulang ke rumah, dengan jendela-jendela yang terbuka lebar, ia berlutut dan berdoa seperti biasanya. Dan yang menarik, Daniel 6:10 mengatakan bahwa Daniel "memuji Allahnya." Itulah hal nomor satu yang harus kita lakukan ketika kita datang kepada Allah dalam doa. Mengapa? Sebab jika kita bersyukur kepada-Nya, artinya kita sedang mengakui kemuliaan-Nya dan kebesaran-Nya. Dan saat kita menyembah dan menghormati Dia, kita mulai bisa melihat segala sesuatunya melalui perspektif Allah.

Saat kita melihat Allah sebagai Tuhan, kita akan melihat tantangan, masalah, dan kebutuhan kita melalui sudut pandang Dia.

RUMAH PAPAN

Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? (Hagai 1:4)

Nubuat Hagai di dalam Kitab Suci acap kali dilewatkan. Padahal di dalamnya terkandung banyak hal penting bagi kita. Kitab yang singkat ini berisi empat pesan Allah kepada orang-orang buangan Yahudi yang telah kembali dari Babel. Misi mereka adalah membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Mereka mengawalinya dengan baik. Namun kemudian semangat mereka menyusut dan justru membangun rumah bagi mereka sendiri.

Dalam pesan pertamanya, Hagai bertanya, "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?" (1:4).

Di dalam pesan keduanya (2:2-10), Hagai bertanya apakah ada orang yang mengingat bait Allah yang dibangun oleh Salomo dan dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar. Ternyata tidak banyak orang tua yang pernah mengalami pembuangan itu, yang dapat mengingat kejayaan masa silam.

Jika dibandingkan, proyek pembangunan yang diabaikan tersebut tampak menyedihkan. Marilah kita renungkan selama beberapa saat tentang pekerjaan membangun gereja.

Bagi kita, gereja merupakan tubuh Kristus, yaitu orang-orang percaya itu sendiri (1 Korintus 12:27). Misi kita sebagai pengikut Yesus adalah menjadi kuat, mengabdi, bertumbuh, serta bersaksi.

Bagaimanakah keadaan jemaat yang Anda hadiri?
Apakah jemaat itu sibuk mengerjakan pekerjaan Allah?
Apakah Anda terlibat?
Ataukah pikiran Anda telah terganggu dengan pekerjaan membangun "rumah-rumah papan" Anda sendiri?

KOMITMEN KEPADA KRISTUS BERJALAN SEIRING DENGAN KOMITMEN KEPADA GEREJA-NYA

Antara Dua Dunia

1 Tawarikh 29:15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.

Saya sering memperhatikan bahwa trailer atau cuplikan film lebih bagus dari filmnya sendiri. Semua cuplikan terbaik dari sebuah film ada di trailernya. Tetapi orang-orang tidak pergi ke bioskop untuk menonton cuplikan film; mereka pergi untuk menonton filmnya.

Dalam banyak hal, kehidupan di bumi itu bagaikan sebuah trailer film, dan filmnya itu sendiri bagaikan kekekalan. Peristiwa yang paling ditunggu-tunggu ialah kehidupan setelah kematian, sebab tak usah dijelaskan lagi, kekekalan itu abadi. Ada tertulis bahwa kekekalan bagi orang kudus adalah satu hari tanpa matahari terbenam, namun kekekalan bagi orang fasik adalah satu malam tanpa matahari terbit.

Semua orang akan hidup kekal selamanya, baik itu orang Kristen atau non-Kristen. Jadi itu bukan hal yang perlu dirisaukan. Tetapi masalah terbesarnya adalah di mana kita akan menghabiskan kekekalan itu. Sebagai orang percaya, saya tahu bahwa bahwa saya akan ada bersama Kristus di surga. Dan saya tahu bahwa suatu hari Yesus akan datang kembali ke bumi dan mendirikan kerajaan-Nya. Saya telah meletakkan iman dan harapan saya di dalam Kristus. Dan harapan ini bukanlah angan-angan belaka atau optimisme buta; ini keyakinan yang teduh, kepastian yang ilahi.

Di mana orang-orang percaya menemukan harapan ini? Kita mendapatkkannya di dalam Alkitab. Seperti yang ditulis oleh pemazmur, Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu (Mazmur 119:114).

Di saat kita dilahirkan, kita berada dalam pencarian, kita telah dirancang untuk merindukan sesuatu yang lebih. Alasannya ialah karena Allah telah menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Pengkhotbah 3:11 mengatakan, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Jauh di dalam hati kita, kita memiliki kerinduan untuk bersama dengan Allah. Dan sampai hari itu tiba, pada dasarnya kita hidup di antara dua dunia.

Minggu, 10 April 2016

Mengapa Harus Berdoa?

Efesus 6:18 Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Untuk menjadi seorang Kristen yang bertumbuh, Anda harus memiliki kehidupan doa. Apakah itu? Bahasa sederhananya, berkomunikasi dan mendengarkan Tuhan.

Tidak ada satu metode atau sikap tubuh khusus dalam berdoa yang lebih sah dari yang lain. Yang paling penting ialah berdoa. Dalam surat-suratnya kepada orang-orang percaya di Efesus, Rasul Paulus berkata, Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:18).

Anda bisa berdoa di depan umum. Anda bisa berdoa secara pribadi. Anda bisa berdoa secara lisan. Anda bisa berdoa di dalam hati. Anda bisa berdoa sambil berlutut, berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan saat Anda sedang mengemudi (dengan mata terbuka tentunya). Anda bisa mengarahkan mata Anda ke Surga dan berdoa, atau Anda bisa menutup mata Anda dan menundukkan kepala dan berdoa. Anda bisa berdoa dalam posisi apa pun, kapan pun, dimana pun.

Saat kita membaca kisah-kisah dalam Alkitab, kita melihat Daniel berdoa di dalam kandang singa, Daud berdoa di lapangan, dan Petrus berdoa saat berjalan di atas air- dan saat ia jatuh ke air. Yunus berdoa di dalam perut ikan paus. Jadi, tentu saja Allah akan mendengar doa Anda di manapun Anda berada. Sebab yang paling utama ialah Anda selalu berdoa.

Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang Kristen di Tesalonika, Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tesalonika 5:16-18). Itu artinya kita harus berdoa di pagi hari. Kita harus berdoa di sore hari. Kita harus berdoa di malam hari. Kita harus berdoa setelah kita bangun tidur. Kita harus berdoa sebelum kita pergi tidur di malam hari. Kita harus terus berdoa dan membawa permohonan dan pergumulan kita ke hadapan Allah. Tidak ada yang bisa menggantikan doa.

Berdoalah setiap saat kepada Allah Bapa, tidak ada yang bisa menggantikan doa

Sabtu, 09 April 2016

improvεmεnt

Dibaca pelan2 yah ... bagus untuk improvεmεnt  ...
🌞Yang indah hanya sεmεntara
🌞Yang abadi adalah kεnangan
🌞Yang ikhlas hanya dari hati
🌞Yang tulus hanya dari sanubari
🌞Tidaźk mudah mεncari yang hilang
🌞Tidak mudah mεngεjar impian
🌞Namun yang lεbih susah mεmpεrtahankan yang sudah ada
Karεna walaupun tεrgεnggam bisa tεrlεpas juga
🌞Ingatlah pada pεpatah,
"Jika kamu tidak mεmiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
🌞Bεlajar mεnεrima apa adanya dan bεrpikir positif....
🌞Rumah mεwah bagai istana, harta bεnda yang tak tεrhitung, kεdudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...
Kεtika nafas tεrakhir tiba, sεbatang jarum pun tak bisa dibawa pεrgi,
Sεhεlai bεnang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau
dipεrεbutkan !!!
Apalagi yang mau disombongkan !!!
🌞Maka jalanilah hidup ini dεngan kεinsafan nurani
🌞Jangan tεrlalu pεrhitungan
🌞Jangan hanya mau mεnang sεndiri
🌞Jangan suka sakiti sεsama
🌞Bεlajarlah, tiada hari tanpa kasih
🌞Sεlalu bεrlapang dada dan mengalah
🌞Lepaskan beban, hidup dengan cεria,
🌞Tak ada yang tak bisa diikhlaskan....
🌞Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...
🌞Tak ada dεndam yang tak bisa tεrhapus..

Jalanilah hidup ini dεngan sεgala sifat positif yang kita miliki..dengan  🌺 SELAMAT PAGI  🌺

S  = Sebelum
E  = Engkau
L  = Lakukan segala
A  = Aktifitasmu
M = Mintalah pada
A  = Allah untuk
T  = Turut bersamamu

              KARENA

P  = Pada Dia
A  = Ada kekuatan
G = Gairah serta suka cita yang
I  = Indah dan  luar biasa.......

Masalah Kedisipinan

2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan,kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Tanda kedewasaan rohani ialah adanya kemauan dari Anda untuk tumbuh secara rohani. Dan saya pikir semakin Anda bertumbuh, semakin Anda akan mengerti bahwa jalan Anda masih panjang untuk meraih kedewasaan tersebut. Momen dimana Anda merasa seakan-akan telah sampai- atau sepertinya merasa telah mencapai puncak tertinggi sehingga Anda menganggap tak perlu lagi mempraktekkan dasar-dasar Kekristenan - itulah momen dimana Anda tengah memasuki zona berbahaya.

Kebanyakan dari kita kenal orang-orang yang baru mulai mengikut Tuhan lalu kemudian terjatuh. Mengapa itu terjadi? Mengapa beberapa orang bisa melakukan hal-hal besar dan melayani Tuhan, sementara yang lainnya jatuh dan hancur berkeping-keping? Saya pikir jawabannya terletak pada pilihan yang mereka ambil. Anda tahu, kita membuat pilihan-pilihan untuk diri kita sendiri. Kemudian, pilihan-pilihan itu pun mulai membentuk kita. Sebenarnya, ini soal kedisiplinan masin-masing individu.

Disiplin bukan kata yang populer di zaman ini. Semua orang selalu mencari jalan pintas. Kita ingin menurunkan berat badan, tapi kita tak mau mengubah pola makan kita-pastinya juga enggan berolahraga. Namun pada kenyataannya, kita tahu bahwa kita harus mendisiplinkan diri kita untuk mendapatkan bentuk tubuh yang kita idamkan.

Jika Anda ingin sukses dalam hal apa pun, kuncinya adalah disiplin. Untuk menjadi sukses secara rohani, memerlukan kombinasi dari dua hal: menolak apa yang akan melukai Anda dan merangkul apa yang akan membantu Anda secara rohani. Kedisiplinan akan memproteksi Anda dari apa pun yang akan memperlambat pertumbuhan rohani Anda, dan akan menggenggam apa pun yang akan mempercepat pertumbuhan rohani Anda.

Ketika seorang pemain biola terkenal ditanya bagaimana permainannya bisa begitu terampil, ia menjawab, Tekad untuk mengabaikan. Dia merancang, bertekad untuk mengabaikan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan cita-citanya.

Menurut saya, kita semua juga bisa menggunakan metode pengabaian ini. Itu artinya menyediakan waktu untuk melakukan hal-hal yang Tuhan kehendaki, tapi juga mengabaikan hal-hal lain yang kita tahu dapat merugikan kita secara rohani.

Kita harus mendisiplinkan diri untuk bisa melakukan hal-hal yang Tuhan kehendaki

Kamis, 07 April 2016

Yang Membuat Orang Bijaksana

Mazmur 19:7 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Ketika kita melihat apa yang disebut-sebut sebagai solusi pemerintah, apa yang seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup kita di negara ini, pada kenyataannya tidak memberi perubahan apa pun untuk hidup kita. Itu semua terjadi karena mengubah lingkungan seseorang tidak bisa mengubah hati seseorang.

Alkitab tidak mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya baik, tetapi manusia melakukan hal-hal buruk karena pengaruh buruk. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya berdosa dan terlahir berdosa. Seseorang bukan menjadi orang berdosa karena ia berbuat dosa; ia berbuat dosa karena ia adalah orang berdosa. Dosa datang secara alami kepada kita semua. Alkitab mengatakannya pada kita. Dan Alkitab juga mengatakan pada kita bahwa manusia cenderung melakukan hal yang amat jahat.

Mereka yang percaya bahwa kita bisa menciptakan utopia (negeri impian) di Bumi melalui solusi buatan manusia pastinya sekarang amat kecewa. Karena terlepas dari segala kemajuan teknologi, kita tetap tak bisa mengubah hati manusia.

Mazmur 19:7 mengatakan, Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Firman Tuhan memberi kita hikmat yang luar biasa.

Beberapa tahun lalu ada seseorang yang bertanya pada saya, apa yang kau lakukan ketika kau membaca sebuah ayat dalam Alkitab yang berbeda dengan pendapatmu?

Jawab saya, "Aku akan mengubah pendapatku, karena aku salah."

Saya merasakan jika orang itu tak begitu suka dengan jawaban saya. Tapi seperti dikatakan dalam Roma 9:20, Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?

Firman Tuhan mentransformasi kita dan membuat kita bijaksana. Jadi apabila Anda tak setuju dengan Alkitab, ubahlah pendapat Anda - karena Alkitab selalu benar.

Firman Tuhan mentransformasi Anda dan membuat Anda bijaksana. Bacalah Alkitab setiap hari.

Rabu, 06 April 2016

Firman Tuhan Itu Menghidupkan

Sungguh menakjubkan bagaimana Firman Tuhan dapat merevitalisasi hati kita. Menakjubkan bagaimana Anda bisa keluar dari pusaran keraguan dan ketakutan ketika seseorang mengutip sebuah ayat Alkitab yang tiba-tiba dapat menarik Anda keluar dari keputusasaan Anda. Tak peduli sudah berapa lama Anda menjadi orang Kristen, Anda tetap perlu diingatkan tentang kebenaran rohani, Firman Tuhan.

Itu sebabnya Petrus menulis, "Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini" (2 Petrus 1:12-13).

Ketika kita lupa dengan kebenaran rohani, Firman Tuhan akan mengoreksi kita. Ia menyegarkan jiwa kita. Mazmur 19: 7 mengatakan, Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Kedua murid yang tengah berkecil hati di jalan menuju Emaus telah hilang harapan setelah Yesus disalibkan. Mereka tidak menyadari bahwa Dia telah bangkit. Mereka tak tahu jika Yesus sendirilah yang tengah berjalan bersama mereka sebab mereka tidak mengenali-Nya. Yesus kemudian mulai berbicara tentang Firman Allah kepada mereka dan menunjukkan pada mereka semua Firman Tuhan yang mengarah pada kematian dan pengorbanan-Nya. Setelah itu mereka pun berkata, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? (Lukas 24:32).

Firman Tuhan menyegarkan kita. Firman Tuhan memberi kita kehidupan kembali. Jika Anda tak tertarik dengan kebangkitan rohani Anda, jika Anda tidak tertarik untuk diubahkan, jika Anda tidak ingin tumbuh secara rohani, dan jika Anda tidak butuh arah atau tujuan dalam hidup, maka jangan membaca Alkitab.

Namun jika Anda begitu berharap memiliki fokus, tujuan dan arah dalam hidup Anda, maka mulailah membacanya. Renungkanlah. Pikirkanlah. Biarkan Firman Tuhan meresap dalam hati Anda. Firman Tuhan menghidupkan kita.

Biarkan Firman Tuhan meresap dalam hati Anda. Firman Tuhan menghidupkan kita.

Selasa, 05 April 2016

Apakah Anda Orang Yang Bodoh?

Pengkhotbah 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

Apakah Anda pernah menggunakan GPS? Sekarang banyak mobil diperlengkapi dengan perangkat ini, dan Anda bisa mengunduhnya di iPhone atau di gadget lainnya. Tapi masalahnya, kadang GPS malah bisa membawa Anda ke arah yang salah!

Saya pernah membaca tentang seorang pengendara motor yang mengandalkan GPS di daerah Milwaukee tapi malah berakhir di area ski salju. Karena telah melaju beberapa km masuk ke jalanan dingin tertutup salju itu, ia pun tersesat dan tak bisa kembali ke tempat semula. Terjebak di tengah salju yang tebalnya sekitar 45 cm, ia akhirnya menelepon 9-1-1. Si petugas menjawab, "Anda seharusnya tidak percaya semua yang dikatakan alat itu.”

Coba bandingkan teknologi canggih ini dengan burung. Ada beberapa burung kecil menakjubkan yang Tuhan ciptakan yang memiliki insting untuk terbang pulang yang lebih canggih dibanding teknologi GPS terbaru.

Coba lihat burung Manx Shearwater. Burung mengagumkan ini bersarang di dari pantai Wales. Mereka terkenal karena insting pulang mereka yang luar biasa. Para ilmuwan melakukan penelitian dengan menandai burung-burung ini dan melepaskannya di berbagai titik berbeda di seluruh dunia untuk melihat apakah mereka bisa menemukan jalan pulang kembali ke pantai Wales.

Satu burung dilepas di Boston, USA, sekitar 3.200 mil dari sarangnya. Hanya dalam waktu 12 hari, burung itu berhasil kembali ke Wales, terbang melintas 250 mil per hari dari sebuah tempat yang belum pernah ia singgahi sebelumnya.

Lalu ada burung Golden Plover, asli Hawaii. Burung ini bermigrasi selama musim panas menuju Kepulauan Alaska, USA, sekitar 1.200 mil jauhnya. Di sana mereka kawin dan bertelur, dan menetaskan anak-anak mereka. Kemudian burung ini kembali ke Hawaii, meninggalkan anak-anak mereka untuk tumbuh lebih besar agar bisa terbang pulang. Yang paling menakjubkan ialah burung-burung kecil ini kemudian berhasil terbang dalam perjalanan 1.200 mil jauhnya ke rumah mereka yang belum pernah mereka singgahi sebelumnya!

Coba lakukan yang sama dengan GPS!

Sungguh insting terbang yang luar biasa. Jadi, jika lain waktu seseorang memanggil Anda "otak burung,” yang artinya orang yang bodoh, anggap itu sebagai pujian.

Saya pikir, kurang lebih, kita semua sebagai manusia juga memiliki naluri atau insting untuk kembali pulang - kerinduan akan Surga. Tuhan pada dasarnya telah mengikat kita dengan cara ini; Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah “memberikan kekekalan dalam hati kita” (lihat Pengkhotbah 3:11).

Sama seperti burung-burung Manx Shearwater dan Golden Plover, kita memiliki GPS yang sudah terpasang. Jadi ikuti naluri itu!

Bagi dunia mungkin Anda disebut bodoh karena hidup dalam firman Tuhan tetapi bersyukurlah untuk smua itu.

Senin, 04 April 2016

Buku Yang Sempurna

Mazmur 19:7 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Apakah Anda pernah mengenang dan melihat kembali buku tahunan SMA Anda dan bertanya-tanya, "Apa yang sedang kupikirkan?" Gaya rambut pastinya yang paling lucu. Ingat kapan gaya rambut mullet amat populer? Bagaimana daya tarik rambut mullet?

Akan tetapi ada satu yang tak pernah berubah meski gaya rambut dan kultur terus berubah- Firman Tuhan. Alkitab tak akan pernah ketinggalan zaman.

Pemazmur Daud menyatakan, Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman (Mazmur 19:7). Ungkapan "Taurat TUHAN" merupakan istilah Ibrani yang digunakan untuk mendefinisikan Injil. Inilah sebuah kata yang berbicara tentang kesempurnaan Injil. Ayat ini bisa diterjemahkan, "Firman Allah itu utuh; Firman Allah itu melengkapi" atau "Firman Allah itu tepat sasaran.

Kita diberitahu dalam 2 Timotius 3:16-17, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Kita tahu bahwa Firman Tuhan itu terperinci. Firman Tuhan itu sempurna. Tulisan tangan asli, salinan pertama, tanpa eror.

Belum lama ini saya menonton seorang pendeta yang sedang diwawancarai di acara berita. Dia ditekan oleh masyarakat tentang apa yang dikatakan Alkitab yang tidak populer atau yang bertentangan dengan budaya kita saat ini. Si pewawancara bertanya, "Apakah Anda pikir ini sudah waktunya buat kita untuk menyeret Alkitab, menendang dan meneriakkannya untuk menyesuaikan diri dengan abad 21 ini?"

Gumam saya, "Ya, Tuhan." Disitulah inti permasalahannya: kita telah mengabaikan Alkitab. Alkitab tidak pernah ketinggalan zaman. Berita di TV bisa kadaluarsa dengan cepat tapi Firman Tuhan tidak akan pernah kuno. Firman Tuhan adalah buku yang mencakup segala hal. Dan ini adalah buku yang sempurna.

Firman Tuhan adalah buku yang mencakup segala hal, karena itu bacalah Alkitab setiap hari

Waspada... musuh menyerang


musuh selalu menyerang apa yang paling kita takutkan dalam hidup kita,  jika kita sedang mengalami serangan, kita bisa mengalahkan mereka dengan memahami apa yang mereka sedang serang.

Contohnya – Carilah Karuniamu di bawah ini:

Karunia: Bersaksi –
Jika kau diurapi untuk bersaksi untuk Kristus, musuh akan menyerang kredibilitasmu – dengan membuatmu jatuh ke dalam dosa..

Karunia: Perantaraan –
Jika kau di urapi untuk berdoa dan menjadi perantara bagi yang lain, musuh akan mengalihkan perhatianmu dari doa, membuat perselisihan dengan keluarga supaya kau tidak bisa fokus berdoa atau menyerang imanmu kepada Tuhan.

Karunia: Mengajar / Bernubuat –
Jika kau diurapi untuk mengajarkan Firman atau bernubuat, musuh akan mengalihkan perhatianmu dengan kesulitan finansial, perselisihan dengan keluarga, atau memberikan masalah / krisis. Musuh akan mempersulitmu mempelajari Firman dan berdoa atau membuatmu meragukan apa yang telah kau dengar dari Tuhan. Musuh juga akan menyerang imanmu.

Karunia: Membantu-
Jika kau diurapi untuk membantu orang lain, musuh akan mengalihkan perhatianmu dengan menunjukan bahwa dirimu lebih membutuhkan, atau memberikan pikiran orang orang yang kau bantu dianggap “tidak layak”. Musuh juga akan menyerang sumber dana atau sumber penghasilanmu.

Karunia: Penyembuhan –
Musuh akan menyerang tubuhmu, berkali kali kali. Musuh akan menyerang imanmu karena iman adalah dasar karunia ini, musuh akan menyerang kredibilitasmu merayumu dengan dosa.

Karunia: Pendeta –
Jika kau adalah pendeta, musuh akan menyerang kredibilitasmu dengan dosa. Musuh akan mengalihkan perhatianmu dari doa, belajar dan melayani. Musuh akan menyerang sumber dana dan membuatmu terlihat buruk di depan jemaat dengan menanamkan pemikiran menghakimi di dalam mereka.

Ada banyak cara musuh bisa menyerang, tetapi Yesus sudah mengalahkan mereka semua. Kita harus tahu alasan di belakang serangan supaya kita bisa menolaknya.

Contoh:
Apakah musuh menyerang karuniamu atau pelayananmu?
Apakah musuh menyerangmu atau keluargamu?
Kau harus tahu apa yang sedang di serang supaya kau bisa melawannya dan membuatnya tidak berdaya dengan nama Yesus yang berkuasa.
Sangatlah bijaksana berdoa untuk perlindungan untukmu dan melawan serangan yang direncanakan untukmu.
Tuhan, dengan nama yang berkuasa Yesus, aku berdoa Engkau akan melindungiku dengan tembok berapi yang tertulis dalam Firman-MU di Zakaria 2:5. Aku meminta Pagar Perlindungan mengelilingi aku seperti yang Engkau berikan kepada Ayub dan aku membungkus diriku dengan Darah Juruselamatku Yesus Kristus yang berharga. Aku memujimu Tuhan, Engkau berkuasa untuk melindungi anak anak-Mu!
Di dalam nama Yesus, aku mengikat semua serangan iblis yang dikirim melawanku dan pelayananku. Aku menghentikan setiap serangan terhadap diriku dan pelayananku, rumahku dan segala sesuatu yang kumiliki di dalam nama Tuhan Yesus

Minggu, 03 April 2016

Bagaimana Selera Anda Pada Firman Tuhan?

1 Petrus 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Saya suka gadget, tapi saya tidak suka membaca buku manual pengguna. Jadi ketika saya membeli beberapa gadget baru, saya akan mulai mengutak-atik aplikasi yang ada dan selalu berakhir melakukan hal yang seharusnya tak saya lakukan. Memang yang paling benar adalah membaca buku manualnya terlebih dahulu.

Hal yang sama berlaku bagi kehidupan kita. Alkitab memberi kita arah dan juga memperingatkan kita tentang hal-hal yang harus kita hindari. Dua Timotius 3:16-17 mengatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Firman Tuhan hidup. Itu penuh dengan kekuatan hidup, itu mengungkapkan pada kita siapa kita sebenarnya. Saya kagum dengan apa yang dikatakan Martin Luther tentang Alkitab: "Alkitab itu hidup, Ia berbicara kepada saya; Alkitab memiliki kaki, Ia berlari mengejar saya; Alkitab memiliki tangan, Ia menggenggam tangan saya.

Salah satu cara yang dipakai dokter untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau sakit ialah dengan memeriksa nafsu makannya. Bila seorang pasien tidak memiliki nafsu makan, itu biasanya satu indikasi bahwa ada sesuatu yang salah. Ini sama dengan kehidupan rohani kita, jika Anda adalah seorang Kristen tapi tak punya selera dengan Firman Allah, itu merupakan satu indikasi dari gangguan rohani. Mempelajari Firman-Nya membuka mata Anda bila ada yang salah dengan spiritualitas Anda- ibaratnya anak-anak yang lapar adalah anak-anak anak-anak yang sehat.

Kesuksesan atau kegagalan dalam kehidupan orang Kristen tergantung dari seberapa banyak Firman Allah masuk ke dalam hati dan pikiran kita setiap hari, dan setaat apa kita melaksanakannya. Jika Anda mengabaikan studi Alkitab, maka kehidupan rohani Anda pada akhirnya akan tercerai-berai. Mengapa? Karena segala sesuatu yang perlu Anda ketahui tentang Allah diajarkan dalam Alkitab.

Kesuksesan atau kegagalan dalam kehidupan orang Kristen tergantung dari seberapa banyak Firman Allah masuk ke dalam hati dan pikiran Anda setiap hari.

Jumat, 01 April 2016

Semua Kebutuhan Anda

Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Hari ini, beberapa pengkhotbah sudah membajak kata “makmur” dan “kemakmuran.” Mereka mengatakan bahwa Tuhan ingin semua orang menjadi kaya dan sehat. Anda hanya perlu meminta, dan Dia akan memberikannya. Itu yang menjadi fokus khotbah mereka, dan itu salah.

Ada sebuah tempat untuk kemakmuran-kemakmuran menurut Alkitab. Mungkin itu berhubungan dengan keuangan. Tuhan mungkin tengah memberkati Anda dengan banyak pekerjaan atau sumber penghasilan. Tapi kita sebaiknya lebih berhati-hati dengan kekayaan yang Ia berikan pada kita. Alkitab mengatakan, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19). Namun jangan salah paham dengan ayat ini. Di balik setiap janji ada dasar pemikiran. Dan ayat 19 ini adalah salah satu bagian dari dasar pemikiran dari keseluruhan konteks dalam Filipi 4.

Maka, jangan terlalu cepat meminta janji-Nya ini. Sebab pengandaian dalam ayat ini, secara kontekstual, adalah Anda sedang menjalani hidup sama seperti yang Paulus bicarakan dalam Filipi 4.

Juga ayat ini bisa diaplikasikan untuk hal lain, bukan hanya soal uang. Jika pernikahan Anda tengah bermasalah, Tuhan akan menyediakan semua kebutuhan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Jika Anda lajang dan sedang mencari orang yang tepat, Tuhan akan menyediakan semua kebutuhan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Jika Anda sedang membutuhkan sentuhan fisik dari Tuhan, Dia akan menyediakan semua keperluan Anda menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dan ya, jika Anda memiliki kebutuhan finansial, Dia dapat menyediakan semua kebutuhan Anda itu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Mari kita menjadi pelayan yang bijaksana dengan apa yang telah diberikan oleh-Nya pada kita saat ini