Rabu, 30 Juli 2025

Jadilah Terang

Kata “terang” muncul ratusan kali dalam Alkitab. Kata ini pertama kali muncul hanya dalam tiga ayat di kitab pertama, Kejadian, selama kisah Penciptaan:

“Berfirmanlah Allah: ‘Jadilah terang,’ lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.” Kejadian 1:3-4

Kemudian, ketika nabi Yesaya menubuatkan kedatangan Yesus, ia menggambarkan Mesias sebagai “terang besar” yang akan menyinari mereka yang “berjalan di dalam kegelapan” (Yesaya 9:1). Yesus menggenapi nubuat dalam Yohanes 8:12 ketika Ia menyatakan, "Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan."

Kegelapan tidak akan ada jika ada terang. Kejadian 1 mengatakan bahwa Allah “memisahkan” terang dari kegelapan yang menutupi bumi yang kosong dan tak berbentuk. Kedua hal itu tidak dapat hidup berdampingan. Hal yang sama berlaku untuk dosa dan kesempurnaan. Dunia jatuh ke dalam kegelapan ketika dosa memasukinya. Namun, dunia tidak sepenuhnya ditelan oleh kegelapan—kita hanya terpisah dari Tuhan. Itulah sebabnya Dia mengutus Yesus, Sang Terang Besar, untuk menuntun kita kembali kepada-Nya.

Sama seperti api yang menyala terang, apinya juga menyebar. Ketika Ia kembali ke Surga, Yesus memberikan Roh-Nya kepada kita, agar kita juga dapat menjadi terang bagi orang lain! Rasul Paulus menulis dalam Efesus 5:8, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.” 

Sebagai anak terang, Anda dapat menjadi terang di dunia yang gelap ini melalui cara Anda hidup, berbicara, dan bertindak. Hari ini, tanyakan pada diri Anda: bagaimana saya dapat terus berjalan mengikuti Yesus sebagai terang yang menuntun saya? Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi terang di dunia ini? Dengan siapa saya dapat membagikan terang-Nya?


Bagaimana kita dapat melangkah dengan Yesus sebagai terang yang menuntunku?

Membaca dan merenungkan Firman-Nya.
Membagikan Kabar Baik-Nya pada sesama.
Berdoa dan bersaat teduh di dalam-Nya.

DOA
Tuhan, terima kasih telah mengutus Putra-Mu untuk menerangi dunia! Dia menuntun langkahku dan membawaku lebih dekat kepada-Mu setiap hari. Tanpa Terang-Mu, aku akan tersesat dalam kegelapan. Pakailah aku sebagai mercusuar untuk menuntun orang lain kepada-Nya. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan tidak hanya menciptakan terang, tetapi Dia ADALAH terang. Dan Dia ingin bersinar melalui Anda!

Bagaimana Anda dapat memancarkan terang Tuhan hari ini? Hiburlah seseorang yang sedang bergumul, lawan kebohongan dengan kebenaran, dan jangan pernah meremehkan kekuatan dari sebuah senyuman.

Selasa, 29 Juli 2025

Bagaimana bersyukur

Perjanjian Lama menceritakan banyak momen di mana Tuhan menyediakan kebutuhan umat-Nya. Namun, salah satu penceritaan ulang yang kuat tentang kebesaran Tuhan ditemukan dalam Mazmur 105. Mazmur ini berpusat pada peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam kitab Keluaran, dan para penyembah didorong untuk mengingat kesetiaan Tuhan dan menunjukkan rasa syukur atas apa yang telah Dia lakukan. Dan meskipun ke-45 ayatnya layak untuk dipelajari, mari kita lihat lebih dekat ayat yang menjadi latar belakang dari Mazmur ini, dan empat cara ayat tersebut mengajak kita untuk beribadah…


"Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!" Mazmur 105:1 TB


Renungkan apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda  


Rasa syukur oleh karena kita menyadari apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita. Jadi, untuk menunjukkan rasa syukur, kita harus mengenali bagaimana Tuhan bekerja dalam keadaan kita di masa lalu. Ketika kita melakukannya, kita dapat mengakui kesetiaan Tuhan dan dengan tulus menyembah-Nya.  


Bersyukur kepada Tuhan 


Dalam Mazmur 105:1, istilah "bersyukur" berasal dari kata Ibrani 'yadah' yang berarti "memuja atau menyembah". Untuk memuja seseorang, Anda harus menghormati siapa mereka. Bersyukur adalah tindakan penyembahan yang berkelanjutan yang melibatkan pengenalan akan siapa Tuhan dan mempersembahkan rasa syukur kepada-Nya untuk semua yang telah Dia lakukan. 


Memuji Tuhan 


Ungkapan yang sering diterjemahkan sebagai "serukan nama-Nya" ini sering digunakan dalam ibadah bersama untuk mendorong orang-orang mencari Tuhan. 


Nama Tuhan memiliki otoritas dan kuasa dan berada di atas segala nama lainnya, dan kita menyatakan kebesaran Tuhan ketika kita memanggil nama-Nya yang agung. Ketika kita memanggil nama Tuhan, kita mendapatkan pemahaman yang lebih besar tentang siapa Dia—dan hal ini dapat mendorong kita untuk lebih memuji Dia. 


Beritakan kepada semua orang 


Tuhan ingin setiap orang mengenal Dia secara pribadi, dan kita dapat membantu orang-orang menemukan Dia ketika kita memberitakan kebesaran-Nya. Ketika orang-orang mengetahui apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita, hal ini dapat menginspirasi mereka untuk mencari Tuhan bagi diri mereka sendiri dan menemukan kasih-Nya bagi mereka.


Kita diciptakan untuk menyembah Tuhan, dan salah satu cara kita melakukannya adalah dengan menceritakan karya-karya-Nya yang luar biasa. Jadi hari ini, sisihkanlah waktu untuk merenungkan kesetiaan Tuhan. Dan kemudian—ceritakanlah kepada orang lain tentang karya-karya-Nya yang luar biasa. Siapa tahu? Pujian Anda mungkin akan menginspirasi orang lain untuk juga menyembah Tuhan.


Bagaimana Anda akan menyatakan kebesaran Tuhan hari ini?

Membuat daftar tentang kasih-Nya yang tak berkesudahan.

Membagikan kesaksian tentang kuasa dan pemeliharaan Tuhan.

Merayakan perbuatan Tuhan dengan membagikannya pada orang lain.


DOA

Tuhan, Engkau tidak pernah menelantarkan atau mengkhianatiku. Engkau senantiasa peduli dan membelaku. Tidak ada yang seperti-Mu! Saat aku memandang alam di sekitar, aku melihat kreativitas-Mu. Dan saat aku melihat hidupku, aku melihat kasih-Mu. Oleh karena itu, hari ini aku ingin memberitakan ke seluruh dunia tentang perbuatan-Mu dan tentang siapa Engkau! Jadi, berilah aku keberanian untuk menyatakan kuasa-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Bersyukurlah kepada Tuhan atas kesetiaan-Nya yang tak terkira. Lalu, ceritakan kepada orang lain bagaimana Dia telah hadir dalam hidupmu!

Senin, 28 Juli 2025

Menyusun Ulang Prioritas Kita

 "Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." Amsal 5:24 

Suku-suku utara Israel pada masa Amos sepertinya melakukan semua hal yang benar. Mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan dan mengikuti kegiatan agama mereka secara tepat. Namun, kitab Amos ditulis untuk mereka sebagai peringatan—suatu peringatan bahwa kehancuran akan menimpa mereka jika mereka menolak untuk berubah?

Mengapa?

Karena mereka telah melalaikan hati yang sungguh-sungguh mengasihi dan menyembah Tuhan.


Sementara mereka melakukan banyak hal-hal yang "benar", apa yang tidak mereka lakukanlah yang mendatangkan murka Tuhan. Mereka gagal merawat orang miskin dan yang membutuhkan. Mereka memalingkan muka mereka dari ketidakadilan. Banyak yang berpaling kepada berhala untuk meminta bantuan dan doa.


Melalui Amos, Tuhan memberi tahu bangsa Israel bahwa berlaku benar secara lahiriah dan batiniah itu sama pentingnya. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan dan sesama jika kita gagal membantu orang yang sebenarnya mampu kita bantu.


Seperti yang dikatakan dalam Yakobus 1:27, agama yang sejati mencakup membantu anak yatim piatu, janda, dan mereka yang dalam kesusahan. Paulus menulis bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (Yakobus 2:26). Singkatnya, iman adalah percaya kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang Dia perintahkan untuk kita lakukan.


Luangkan waktu untuk memikirkan hidup Anda sendiri: berapa banyak waktu yang Anda prioritaskan untuk kerohanian Anda sendiri dibandingkan melayani orang lain?


Dengan cara apa Anda dapat mulai mengambil langkah untuk melayani di gereja Anda, lingkungan Anda, atau sekolah Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semua ini adalah cara agar iman kita menjadi lengkap di dalam Kristus sewaktu kita mengikuti Dia.


Apa artinya bagi Anda untuk hidup dalam kebenaran?

Membela mereka yang diperlakukan tidak adil

Berkata jujur kepada orang lain

Menunjukkan belas kasihan kepada orang lain


DOA

Tuhan, Engkau menginginkan dunia yang dipenuhi dengan anugerah dan rahmat. Bantu aku untuk menjadi bagian dalam membentuk dunia tersebut dengan menjalani hidup yang menyenangkan-Mu.

Berilah kerinduan untuk berbuat baik kepada orang lain, bukan untuk pamer, tetapi oleh karena kasih kepada-Mu dan orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.

Menjadi Cepat dan Lambat

Ketika kita berada dalam situasi sulit, tidak selalu mudah untuk tetap tenang atau menahan diri terlalu lama.

Tetapi dalam Yakobus 1:19, kita mendengar bagaimana seharusnya kita menanggapi…

Cepatlah mendengarkan.

Lambatlah berbicara.

Lambatlah untuk marah. 


Dunia adalah sebaliknya:

Lambatlah mendengarkan apa yang orang lain katakan.

Cepatlah menyuarakan pendapat Anda sendiri.

Cepatlah menuduh, berdebat, dan bertengkar.


Mengapa begitu penting bagi Yakobus agar para pengikut Kristus tidak berperilaku seperti ini? Karena "kemarahan manusia tidak menghasilkan kebenaran yang dikehendaki Allah." (Yakobus 1:20)


Jadi, apa yang menghasilkan kehidupan yang benar yang dikehendaki Allah? 

Firman Allah. 


Yakobus memberi tahu teman-temannya untuk "membuang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak dan menerima dengan rendah hati firman yang tertanam di dalam dirimu, yang berkuasa menyelamatkanmu." (Yakobus 1:21)


Ia berkata bahwa jika mereka memiliki Firman Tuhan dalam diri mereka, dan jika mereka menaatinya, mereka akan diberkati. (Yakobus 1:25)


Yakobus dengan jelas mengatakan bahwa jika kita ingin menjadi pengikut Tuhan, kita harus mengetahui firman Tuhan dan menaatinya. Itu berarti kita harus meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, mengatur diri kita sendiri saat berbicara, dan menahan amarah.  


Jadi, lain kali jika Anda menghadapi sesuatu yang membuat Anda marah, ingatlah kata-kata Yakobus dalam hati. Luangkan waktu untuk meredam emosi Anda, pikirkan perasaan dan argumen Anda, dan dengan rendah hati berdoalah agar Tuhan membantu Anda menanggapi dengan kebaikan dan kasih karunia.


Bagaimana Anda menerapkan ayat hari ini?

Mencari kesempatan untuk mengampuni dan memahami orang lain.

Mendengarkan baik-baik sebelum menanggapi seseorang.

Sungguh-sungguh menunjukkan empati dan belas kasih.


DOA

Tuhan, tolong jadikan aku cepat untuk mendengar hari ini. Tunjukkan padaku bagaimana mengasihi orang lain dengan tulus dan nyata. Ubahlah caraku berhubungan dengan orang lain dengan menggantikan kemarahan dan frustrasiku dengan anugerah, empati, dan pengertian. Penuhi aku dengan damai dan kasih-Mu sehingga sikap dan tindakanku mencerminkan karakter-Mu.

Dalam nama Yesus, Amin.


Hari ini, berlatihlah untuk cepat mendengar, lambat berbicara, dan lambat marah-dalam nama Yesus.

Ketika sikap dan tindakan kita mencerminkan karakter Allah, orang lain akan tertarik pada kasih-Nya.

Rabu, 23 Juli 2025

Keyakinan yang Rendah Hati

Ketika kita menjadi anak-anak Bapa Surgawi, kita diberikan hak istimewa untuk menghampiri Raja segala raja dengan permintaan kita.
Markus mengatakannya begini:

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu doakan dan minta, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
Markus 11:24 PBTB2

Allah senang memberikan apa yang diminta anak-anak-Nya—bila diminta dengan motif dan hati yang benar.

Pikirkan seperti ini: apakah seorang anak akan khawatir ketika mendekati orang tuanya yang terkasih untuk meminta camilan, untuk dipeluk, untuk mendapatkan nasihat, atau untuk meminta bantuan? Ketika kita datang kepada Allah dengan keyakinan seperti anak kecil—dalam ketulusan, kerendahan hati, kepercayaan, dan bahkan keputusasaan—kita dapat yakin bahwa Dia mendengarkan kita. Saat kita memohon, kita mungkin mendapat jawaban 'ya', 'tidak', atau 'belum'. 
Apa pun jawabannya, kita dapat mengetahui bahwa Allah mendengarkan kita ketika kita memercayai-Nya dalam doa-doa kita.

Ketika Anda membutuhkan hikmat, petunjuk, atau bantuan praktis, Anda dapat datang dengan berani ke hadapan takhta Allah (Ibrani 4:16). Jadi hari ini, datanglah kepada-Nya baik dengan pujian dan keraguan, pikiran dan kekhawatiran, rasa syukur dan kekecewaan. Allah sangat senang menyediakan semua yang Anda perlukan (Lukas 12:31-32).

Apa yang perlu Anda minta dengan berani kepada Tuhan hari ini?
Hikmat dan petunjuk
Kesehatan dan kesembuhan
Iman dan pertumbuhan

Tuhan, terima kasih atas hak istimewa untuk menghampiri takhta-Mu dengan permohonanku.
Aku percaya Engkau mendengarkanku dan akan memeliharaku. Ajari aku untuk memiliki keyakinan yang kuat ketika aku berdoa, dan beri aku iman seperti anak kecil.
Dalam nama Yesus, Amin.

Berdoalah dengan penuh keyakinan. Percayalah bahwa Tuhan itu baik.
Percayalah bahwa-apa pun yang terjadi-Dia sedang bekerja dan selalu tahu yang terbaik.

Jangan berdoa sendirian. Ajaklah orang terdekat untuk masuk ke ruang suci ini bersama Anda!

Selasa, 22 Juli 2025

Ketika Anda Butuh Dukungan

Setiap orang punya beban, dan hal-hal yang kita alami membentuk cara pandang kita terhadap dunia, dan diri kita sendiri. Namun, kita tidak dirancang untuk menanggung beban kita sendiri. 


Matius 11:28-30, Yesus berkata kepada orang-orang yang mengikuti-Nya -

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang. …Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. (TB)


Kuk adalah balok kayu berat yang diletakkan di atas tengkuk sepasang kerbau, yang mendistribusikan berat beban yang mereka bawa secara merata. Namun, istilah itu juga digunakan oleh para Rabi Yahudi. “Kuk hukum” melambangkan ketundukan penuh terhadap hukum Allah, dan para Rabi mengajarkan bahwa dengan memasang kuk pada hukum tersebut, orang-orang Yahudi akan terbebas dari perbudakan dunia.


Yesus menggunakan frasa yang mudah dipahami oleh orang-orang Yahudi yang mengikuti-Nya, tetapi kemudian Ia membalik ilustrasi itu. Ia memberitahukan orang banyak bahwa mereka harus memasang kuk mereka kepada-Nya—karena Ia adalah penggenapan dari hukum Allah.


Ketika mereka melakukannya, beban yang mereka pikul tidak akan terasa berat sama sekali—karena Ia akan menanggung beban mereka.

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” 

Galatia 6:2 TB


Hukum Kristus adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita, dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22:37-40). Namun, satu-satunya cara kita dapat memenuhi hukum Kristus adalah jika kita mengikatkan diri kita kepada-Nya. Ketika kita terikat dengan Yesus, Dia menjadi sumber kekuatan kita. 


Dia membantu kita menanggung situasi sulit dan memampukan kita untuk menjauh dari keputusan yang buruk. Dia memenuhi kita dengan kasih-Nya sehingga kita dapat mencurahkan kasih-Nya kepada sesama. Dia memberi kita kemampuan untuk mendukung pengikut Kristus lainnya sama seperti Dia mendukung kita. 


Sama seperti Yesus menanggung dosa dan penderitaan kita, kita dipanggil untuk menanggung penderitaan sesama. Dengan cara ini, kita menunjukkan kepada mereka kasih Kristus dan membimbing mereka kepada Yesus. 


Sekarang, luangkan beberapa menit untuk berbicara kepada Tuhan tentang beban di mana Anda membutuhkan bantuan untuk memikulnya, dan kemudian biarkan Dia menunjukkan kepada Anda orang-orang dalam hidup Anda yang Dia ingin Anda dukung.


Bagaimana Anda membantu meringankan beban orang yang Anda kasihi?

Dengan menawarkan untuk berdoa dengan mereka

Dengan menjadi rekan yang dapat dipercaya

Dengan menjadi orang yang bersedia mendengarkan masalah mereka


DOA

Tuhan, terima kasih karena telah memanggil kami untuk saling meringankan beban. Bantulah kami agar cepat membantu orang lain ketika kami bisa, dan bersedia menerima bantuan ketika kami membutuhkannya. Tolong dorong kami untuk saling mengasihi-menjadi pendengar yang baik, menjadi orang yang dapat dipercaya, dan rajin mendoakan satu sama lain. Bantu kami jadi lebih serupa dengan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Ketika kita menanggung beban satu sama lain, kita menjadi lebih seperti Yesus.

Hari ini, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual, carilah cara untuk meringankan beban seseorang dan menunjukkan kasih Kristus.

Senin, 21 Juli 2025

Kunci Hikmat Sejati

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Amsal 9:10 (TB) 


Pernahkah Anda membangun rumah tanpa gambar rencana?

Atau merakit pesawat tanpa panduan?
Atau melakukan operasi jantung terbuka tanpa pelatihan?

Mudah-mudahan jawaban Anda adalah “tidak”.


Jika kita ingin mengetahui cara kerja sesuatu, kita harus melihat pada ahlinya untuk mendapatkan wawasan. Demikian pula, jika kita ingin mengetahui bagaimana dunia ini bekerja, kita harus melihat kepada Tuhan.


“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Maha Kudus adalah pengertian.”

Amsal 9:10 TB


Allah menciptakan dunia dan segala isinya. Dia tahu bagaimana kehidupan yang baik bekerja.


Tetapi terlalu sering, kita melihat diri sendiri atau bahkan melihat orang lain untuk memberi tahu siapa diri kita, apa yang harus dipikirkan, dan untuk menjelaskan kepada kita bagaimana hidup ini bekerja. Kabar baiknya adalah:

Hikmat bukan dimulai dari kita — yang diciptakan.

Hikmat dimulai dari Tuhan — Sang Pencipta.


Apakah Anda tertarik pada hikmat yang sejati? Wawasan yang sejati? Pemahaman yang benar? Pandanglah Tuhan, pelajari jalan-Nya, dan pertimbangkan karakter-Nya. Selidikilah Dia dengan cermat dan temukan apa yang Anda cari.


Hikmat sejati dimulai dengan dasar yang berpusat pada Tuhan. Yang lainnya dibangun di atas batu itu.


Namun, ketika kita melakukan itu, pertama-tama kita harus dengan jujur menanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan sulit ini: Apakah saya ingin belajar dari Tuhan, atau apakah saya lebih suka melakukan pekerjaan saya sendiri? Apakah saya menginginkan hikmat ilahi, atau lebih suka menjadi tuan bagi diri sendiri?


Setan jatuh dari surga karena ia menginginkan lebih berkuasa daripada Allah. Adam dan Hawa bergumul di taman Eden karena tidak yakin apakah mereka dapat memercayai Tuhan. Dan sejak itu, setiap manusia dihadapkan pada pilihan: mencari Tuhan, atau mencari kehidupan tanpa Dia. Tidak ada yang bisa membuat keputusan untuk Anda, tetapi—


Jika Anda ingin benar-benar bijaksana, Anda harus memilih Tuhan.

Jadi sekarang, jujurlah pada diri sendiri: Apakah Anda bersedia menyerahkan cara berpikir Anda dan benar-benar memandang kepada Tuhan, atau lebih suka melakukan hal-hal semau Anda? Jika Anda merasakan dinding kesombongan timbul dalam diri Anda, mintalah bantuan Tuhan untuk merobohkannya. Batu demi batu, Dia dapat membangun kembali fondasi Anda.


Bagaimana Anda ingin memperdalam hubungan dengan Tuhan hari ini?

Saya ingin menyediakan waktu merenungkan karakter Tuhan.

Saya ingin memuji karena Dia-lah Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan.

Saya ingin berbicara dengan Tuhan tentang karakter-Nya, dan apa yang Dia lakukan dalam hidup saya.


DOA

Tuhan, saat aku merenungkan tentang-Mu dan semua yang telah Engkau lakukan, itu membuatku terpesona. Aku dipenuhi oleh kekaguman dan keheranan akan betapa berkuasanya Engkau, namun penuh dengan belas kasih. Bawa pengetahuanku lebih dalam tentang kasih dan kesetiaan-Mu. Penuhi aku dengan hikmat yang hanya datang dari pengenalan akan Engkau. Jadilah dasar hidupku sehingga hidupku mencerminkan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya. Jadi, jika Anda menginginkan hikmat sejati, Anda harus berpaling kepada-Nya.

Ketika seorang teman meminta nasihat, Anda dapat dengan penuh kasih mengarahkan mereka pada hikmat sejati dalam Firman Tuhan.

Minggu, 20 Juli 2025

Pikirkan apa yang Anda pikirkan.

Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Roma 8:6 (TB)  


Apa yang Anda katakan kepada diri sendiri setiap hari itu penting. Jika Anda percaya ada sesuatu tentang identitas Anda yang tidak benar, maka Anda akan sulit untuk percaya apa yang Tuhan katakan tentang Anda. 


Tapi, saat Anda mengakarkan identitas Anda di dalam Tuhan dan mengizinkan Roh-Nya membentuk hidupmu, Anda akan mulai melihat diri Anda sebagaimana Tuhan melihat Anda–dan ini akan memengaruhi cara Anda memperlakukan orang lain, situasi, kesempatan, dan kejadian di sekitar Anda.


Jadi, ada tiga cara Anda dapat menjaga pikiran Anda dan menyatakan kebenaran Tuhan atas hidup Anda:


1. Kenali kebohongan yang Anda katakan kepada diri sendiri.


Perkataan dan tindakan Anda menunjukkan narasi yang Anda katakan kepada diri sendiri. Untuk menemukan apakah narasi itu salah, tanyakan diri Anda sendiri: Apakah pikiran ini ditandai oleh ketakutan, rasa tidak aman, keangkuhan, kepahitan, atau kurang percaya diri? Apakah pikiran ini membuat saya bersikap sinis atau melayani diri sendiri? Jika jawaban Anda "ya" pada salah satu pertanyaan tersebut, maka narasi yang Anda katakan kepada diri sendiri, mungkin perlu diperhatikan dan diperbaiki.


Saat Anda bisa mengenali di mana dan kapan Anda mulai percaya sebuah kebohongan, akan menjadi lebih mudah untuk mengubah cara Anda berpikir.


2. Alihkan perspektif Anda


Untuk setiap kebohongan, ada kebenaran yang dapat menggantikannya–dan kebenaran tersebut dapat ditemukan di dalam Alkitab. Lihat daftar kebohongan Anda, dan minta Tuhan menunjukkan kebenaran dari Firman-Nya. Buatlah ruang mental bagi Roh Kudus untuk menjelaskan bagaimana Tuhan melihat Anda.


3. Nyatakan kebenaran.


Pakai kebenaran dari Alkitab dan jadikan itu sebagai pernyataan khusus yang dapat Anda nyatakan atas hidup Anda setiap hari.


Berikut ini beberapa deklarasi yang dapat Anda mulai:


Saya cukup karena saya adalah anak Tuhan.

Saya bersukacita dalam penderitaan karena Kristus telah menderita bagi saya.

Saya tidak malu akan Yesus karena pengorbanan-Nya mengubah hidup.

Saya sangat dikasihi, sehingga saya mengasihi orang lain sebagaimana saya dikasihi.

Tak ada yang dapat memisahkan saya dari kasih Tuhan.


Sembari Anda melatih langkah ini, ingatlah bahwa jika Tuhan–yang perkataan-Nya adalah kebenaran–berkata sesuatu tentang Anda, maka itu adalah benar. Jadi, izinkan Roh Kudus mengubah cara berpikir Anda. Biarlah pikiran-Nya tentang Anda menjadi pikiran Anda tentang diri Anda


Bagaimana kita menyerahkan pikiran kita pada Roh Kudus hari ini?

Kita dapat merenungkan Firman Tuhan dengan menghafalkan ayat Alkitab.

Kita dapat berfokus kembali pada Yesus dalam hidup sehari-hari.

Kita dapat mengubah momen biasa menjadi kesempatan untuk menyembah Tuhan.


DOA

Tuhan, terima kasih atas karunia Roh-Mu. Roh-Mu selalu bersamaku, membentuk pribadiku. Hari ini, saya mau membuat keputusan untuk memercayai-Mu dengan membiarkan Roh-Mu membimbingku. Ubahlah caraku berpikir dan bertindak sehingga seluruh hidupku berpusat pada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Sabtu, 19 Juli 2025

Percayalah Sebelum Khawatir

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.". Matius 6:34 (TB) 


Salah satu hal termudah untuk dilakukan adalah khawatir. Kita mengkhawatirkan hubungan kita, keuangan, kebutuhan dasar, dan masa depan kita. Nyatanya, kekhawatiran seringkali merupakan respons alami pertama kita dalam banyak situasi. 


Ketika khawatir, kita sedang mencoba mengendalikan sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan. Jika kita mampu mengendalikannya, maka kita tidak khawatir. Tetapi Yesus berkata bahwa kita tidak seharusnya menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan hal-hal mendasar, karena Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan akan menyediakannya bagi kita (Matius 6:25-26).


Tuhan memelihara burung, bunga, dan ciptaan lainnya, tetapi Yesus berkata bahwa hidup kita jauh lebih penting bagi Tuhan daripada semua itu. Jika Tuhan memelihara ciptaan-Nya yang lain, maka kita dapat percaya bahwa Dia juga akan memelihara kita. Mengkhawatirkan masa depan tidak membuat keadaan lebih baik—malah membuat hari menjadi lebih buruk. 


Takut akan hal yang tidak diketahui terkadang dapat melumpuhkan kita di masa sekarang. Tetapi daripada mengkhawatirkan masa depan, Yesus katakan agar kita memercayai Tuhan. Tuhanlah satu-satunya yang dapat mengendalikan hal-hal mendatang. Karena Dia Mahatahu dan Mahakuasa, Dialah satu-satunya yang memiliki kuasa atas masa depan.


Jadi daripada cemas merenungkan "bagaimana jika", kita harus percaya kepada Tuhan. Kita harus memanfaatkan setiap hari yang kita miliki, dan tidak menyusahkan hari esok. Seperti yang Yesus katakan, setiap hari memiliki kesusahannya sendiri, dan hari esok tidak diketahui — jadi jangan terpaku pada apa yang mungkin terjadi besok. 


Jika Anda bergumul dengan kekhawatiran, mintalah Tuhan untuk memberi Anda kedamaian. Mulailah mengubah cara pandang Anda dari mengkhawatirkan hari esok menjadi berfokus pada apa yang Tuhan taruh di hadapan Anda hari ini. Kepercayaan Anda kepada Tuhan akan bertumbuh saat kekhawatiran berkurang. Jadi, ingatkan dirimu betapa Allah sangat peduli. Dia tidak akan pernah mengabaikanmu. Dia akan terus memelihara dan mengarahkan jalanmu.


Apa yang dapat Anda lakukan untuk melepaskan kekhawatiran?

Saya dapat menyembah di tengah kekhawatiran saya.

Saya dapat menuliskan semua berkat Tuhan.

Saya dapat berdoa dengan Firman Tuhan.


DOA

Tuhan, aku begitu mudah khawatir. Tapi aku mau melepaskan hal-hal yang di luar kendaliku. Ajari aku untuk mengubah kekhawatiran menjadi penyembahan. Penuhi pikiranku dengan damai-Mu. Aku serahkan semua kecemasanku kepada-Mu! Bimbinglah karena aku mau hidup untuk momen ini, dan berusaha setiap saat sebaik mungkin. Dalam nama Yesus, Amin.

Kamis, 17 Juli 2025

Kebebasan Sejati

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.  2 Korintus 3:17 (TB)  

Setiap orang berpikir mengenai kebebasan secara berbeda. Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa kebebasan adalah suatu kebajikan yang harus dicari, tapi ide itu berubah tergantung pada arti kebebasan.


Banyak orang mengira kebebasan adalah tidak adanya pengekangan. Kita benar-benar bebas ketika terlepas dari hal-hal yang menahan kita. Yang lain mengartikan kebebasan dengan kehendak manusiawi kita—jika kita bisa memilih apa yang kita inginkan, maka kita bebas. 


Ide-ide ini sedikit berbeda dari apa yang kita temukan dalam Alkitab. Menurut Firman Tuhan, kebebasan ditemukan di mana pun Tuhan berada. Kebebasan ditemukan ketika kita hidup sesuai dengan rancangan awal Tuhan atas hidup kita.


Saat kita memulai hidup baru bersama Yesus, Dia memberi kita hati dan cara hidup yang baru. Dia juga mengutus Roh Allah untuk tinggal di dalam kita. Paulus berkata dalam 2 Korintus 3:17 bahwa di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan sejati. Itu berarti kita semua yang percaya kepada Yesus memiliki akses ke kebebasan ini.


Kebebasan tidak datang dari melakukan apa pun yang kita inginkan, tetapi dari hidup menurut Roh Allah yang tinggal di dalam kita.


Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa kita yang menjadi milik Tuhan harus hidup dalam hadirat Allah. Hanya ketika kita diam bersama Tuhan setiap hari, kita akan diubahkan oleh-Nya. Melalui Firman Tuhan dan berbicara dengan-Nya, kita memiliki akses menuju transformasi hidup dan kebebasan sejati.


Dapatkah Anda mengenali satu atau dua hal yang menghalangi Anda untuk hidup dengan cara ini? Mungkin itu adalah konflik yang belum terselesaikan atau dosa yang berulang. Apa pun itu, luangkan waktu bersama Tuhan hari ini untuk meminta pengampunan dan mencari tahu langkah selanjutnya. Luangkan waktu di hadirat-Nya melalui doa dan membaca Alkitab. Hidup Anda akan diubahkan jika Anda terus meluangkan waktu dengan satu-satunya Pribadi yang mampu mengubah Anda.


REFLEKSI

Area mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kebebasan?

Bebas dalam kesehatan mental atau fisik.

Bebas dari kecanduan.

Bebas dari rasa malu akan masa lalu.


DOA

Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengirimkan Roh-Mu untuk menyertai kami setiap saat. Karena Engkau menyertaiku hari ini, aku tahu aku dapat memiliki kebebasan dalam setiap bidang kehidupanku. Roh Kudus, bantu aku untuk terlepas dari segala sesuatu yang menahanku. Hanya Engkau yang dapat menentukan siapa diriku-dan karena Engkau, aku tidak lagi dibatasi oleh hal-hal yang menyakitkan dalam hidupku. Amin.

Diberkati dalam Iman

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."   Yohanes 20:29 (TB)  


Dalam Yohanes 20:19, setelah kematian dan kebangkitan Yesus seperti yang sudah dinubuatkan sebelumnya, murid-murid Yesus berkumpul dan Yesus menghampiri setiap dari mereka. Hampir semua dari mereka. Tomas tidak hadir dalam perkumpulan malam itu dan murid yang hadir memberitahukan kepada Tomas bahwa mereka telah melihat Tuhan, tetapi Tomas tidak percaya.


"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Yohanes 20:25 TB


Setelah kejadian tersebut, apakah Tomas merenungkan apa yang disampaikan murid lain? Ataukah dia tidak menghiraukannya dan melanjutkan hidupnya, berpikir bahwa Yesus belum mengunjungi mereka?


Satu minggu kemudian, saat para murid berkumpul kembali, Tomas ada bersama mereka. Walaupun pintu dalam keadaan terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!"


Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27 TB)


Tomas dengan segera mengakui bahwa Yesus, pada kenyataannya, telah bangkit dari kematian dan telah berada bersama-sama dengan mereka kembali. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29 TB).


Tomas percaya, tetapi Yesus terfokus pada hal yang jauh melebihi kejadian waktu itu. Yesus berbicara kepada kita semua, generasi orang percaya yang akan datang yang tidak dapat mengatakan, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 


Yesus tidak hanya mati bagi kita. Dia juga bangkit bagi kita. Dia tidak menolak apa yang diminta oleh Tomas, tetapi Dia menegaskan bahwa ada berkat bagi orang yang percaya tanpa melihat. Kebenaran dari kebangkitan-Nya tidak terbatas oleh apakah kita melihatnya atau tidak. "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29 TB). Bagi kita orang percaya, sungguh anugerah terindah untuk dapat berada di tengah-tengah para orang yang kudus yang diberkati ini!


REFLEKSI

Bagian mana dari ayat ini yang menguatkan Anda?

Yesus bangkit dari kematian.

Aku dapat percaya kepada Yesus walau tidak melihat-Nya.

Aku diberkati karena percaya kepada Yesus.


DOA

Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia, mati, dan dibangkitkan kembali. Terima kasih. Tanpa-Mu, tidak akan ada kehidupan! Terima kasih karena aku dapat percaya walaupun tidak melihat-Mu secara nyata. Terima kasih, karena di akhir kehidupan ini aku AKAN dapat bertemu dengan-Mu. Sungguh pertemuan yang dinanti-nantikan! Dalam nama Yesus, Amin.

Selasa, 15 Juli 2025

Tempat Berlindung

 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Mazmur 34:8 (TB)  (34-9)


Kita hidup di masa yang tidak menentu. Hal-hal yang kita hargai, orang-orang yang kita sayangi, kehidupan yang kita jalani—semuanya terasa tidak pasti dan tidak stabil.  


Raja Daud memahaminya. Setelah bertahun-tahun melayani Raja Saul dengan setia, sang raja merencanakan untuk membunuh Daud. Merasa putus asa, Daud melarikan diri ke Gat—rumah raksasa yang dibunuh Daud dalam perang. Setelah dikenali oleh orang-orang Gat, Daud diliputi ketakutan sehingga dia berpura-pura menjadi gila. Raja Gat merasa jijik dengan "kegilaannya" sehingga ia mengusir Daud dari kota. 


Pada saat itu, Daud telah berulang kali lolos dari kematian. Dia dikelilingi oleh orang-orang yang membencinya, dan dia memiliki banyak alasan untuk merasa cemas dan takut. Namun di tengah-tengah keadaannya yang tidak menentu, dia menciptakan sebuah Mazmur untuk memuji Tuhan atas kebesaran-Nya.


Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Mazmur 34:2 TB


Menyembah Tuhan menempatkan masalah-masalah Daud ke dalam sebuah perspektif. Situasi dapat berubah, tetapi Tuhan tidak. Dia tetap berkuasa, kekal, dan selalu hadir. Dia tidak selalu menjauhkan Daud dari situasi sulit, tapi Dia menyertai Daud melalui setiap momen yang sulit.


Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Mazmur 34:5 TB


Tuhanlah yang menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya. Tuhanlah yang berulang kali menyediakan kebutuhan umat-Nya di tengah masa-masa sulit. 


Dan jika Dia pernah melakukannya, Dia dapat melakukannya lagi.  


Saat ini, renungkanlah bagaimana Tuhan telah setia kepada Anda. Dengan cara apa saja Dia telah melindungi, menyediakan, menguatkan, dan mendorong Anda?


Jika Anda kesulitan untuk memikirkan contohnya, tidak apa-apa. Jika pujian tidak mudah bagi Anda saat ini, bacalah Mazmur 34 dan biarkan kata-katanya menjadi doa pribadi Anda. 


Tuhan yang sama yang dibicarakan Daud tetap melakukan hal-hal besar di dunia ini. Dia tetap mendengarkan seruan umat-Nya. Tuhan tetap hadir dalam rasa sakit kita, Dia tetap bekerja dalam ketidakpastian kita, dan Dia tetap mahakuasa—bahkan ketika kita merasa tidak berdaya. 


Ketika tak ada satu pun dalam hidup ini yang masuk akal—Anda tetap dapat berlari kepada-Nya dan berlindung.


REFLEKSI

Bagaimana Anda mengalami kebaikan Tuhan baru-baru ini?

Dia memenuhi saya dengan sukacita setelah musim sulit.

Dia menyelamatkan saya dari orang-orang yang ingin melukai saya.

Dia melindungi dan menyediakan bagi saya dengan luar biasa.


DOA

Allah Bapa, Engkau sangat baik kepadaku! Tidak sulit bagiku untuk melihat dengan jelas bukti kebaikan-Mu di dalam hidupku. Bahkan di tengah situasi sulit, Engkau tetap setia, adil, selalu hadir, dan dapat dipercaya. Aku telah menyaksikan kebaikan-Mu saat aku berseru meminta pertolongan-Mu, dan Engkau menyelamatkanku. Terpujilah nama-Mu! Dalam nama Yesus, Amin.

Kasih Yesus yang Besar

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 1 Yohanes 4:9 (TB)  


Kasih adalah awal segalanya. Anda dan saya dapat hidup dan bernapas saat ini karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan menciptakan kita karena Dia ingin mengasihi manusia, dan kita adalah penerima kasih-Nya yang besar.


Yohanes memberi tahu bahwa cara utama Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita adalah melalui Yesus. Bahkan ketika kita masih dianggap musuh Allah, Dia mengutus Yesus ke dunia untuk kita. Ketika Yesus berada di bumi, Dia menjalani kehidupan tanpa dosa sebagai perwakilan manusia kepada Allah. Kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi kita untuk diampuni dari dosa-dosa kita dan memulai hubungan dengan Allah.


Sekarang Allah memberi kita kasih-Nya secara cuma-cuma. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kasih-Nya, dan tidak ada apa pun tentang kita yang membuat kita layak menerima kasih-Nya. Inilah mengapa Yohanes berkata bahwa kasih berasal dari Allah (1 Yohanes 4:7).


Kasih adalah tanggung jawab terbesar kita dalam hidup. Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah dua perintah terbesar. Tetapi dasar dari semua ini adalah kasih Allah melalui Yesus.


Dalam 1 Yohanes 4:7-8 bahwa mereka yang benar-benar mengenal Allah akan mengasihi orang lain juga. Hubungan kita dengan Tuhan adalah contoh bagaimana kita harus mengasihi orang lain. Kita seharusnya tidak pernah menolak memberi sesuatu yang telah kita terima secara cuma-cuma. Dan karena kita telah menerima kasih dari Tuhan secara cuma-cuma, kita juga harus memberikan kasih secara cuma-cuma kepada orang lain.


Pertimbangkan beberapa cara Anda dapat mengasihi orang-orang di sekitar Anda. Terkadang meluangkan waktu bersama orang lain adalah cara terbaik untuk mengasihi mereka. Mungkin juga ada orang yang Anda kenal yang membutuhkan dorongan, atau membantu memenuhi kebutuhan mereka. Pikirkan satu atau dua hal yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih kepada seseorang dalam hidup Anda.


REFLEKSI

Apa yang paling menakjubkan Anda tentang kasih Tuhan?

Kasih-Nya diberikan tanpa pamrih.

Kasih-Nya tidak berubah.

Kasih-Nya abadi.


DOA

Tuhan, kasih-Mu selalu membuatku takjub! Kasih-Mu murah hati, agung, dan mulia. Terima kasih telah mengasihiku tanpa syarat. Walau aku tidak layak mendapatkannya, namun Engkau tidak pernah berhenti mengasihi dan mencariku. Ajari aku untuk mengasihi orang lain dengan murah hati seperti-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Minggu, 13 Juli 2025

berbahagialah, Matius 5:10

Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah Mereka yang Dianiaya

Memang tidaklah mudah untuk membela apa yang benar—terutama ketika seseorang mengolok-olok Anda, menggosipkan Anda, berbohong tentang Anda, atau bahkan menyakiti Anda karena keputusan Anda.

Tetapi ketika mengajarkan ucapan bahagia yang kedelapan—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus menawarkan beberapa harapan:

“Betapa bahagianya orang yang dianiaya karena melakukan kebenaran, karena mereka sudah menjadi warga Kerajaan Allah.”
Matius 5:10 PBTB2

Sebelum ayat ini, Yesus telah mengucapkan berkat yang tak terduga atas kelompok yang biasanya tidak diberkati: orang yang miskin dalam roh, mereka yang berdukacita, yang lemah lembut, yang mendambakan kebenaran, yang berbelaskasihan, yang murni hatinya, dan yang membawa damai. Akhirnya, Dia menawarkan berkat kepada yang teraniaya.

Yesus menjelaskan:

“Betapa bahagianya kamu yang dihina, dianiaya dan difitnah dengan segala macam kejahatan oleh karena Aku. Berbahagialah dan bergembiralah karena berkat besar sudah tersedia untuk kamu di surga. Dan ingatlah bahwa nabi-nabi yang hidup sebelum kamu juga mengalami penganiayaan seperti itu.” 
Matius 5:11-12 PBTB2

Nah, kita tidak akan diberkati saat menghadapi konsekuensi dari keputusan buruk kita sendiri. Tetapi Yesus mengatakan bahwa Anda akan menerima upah ketika Anda dipermalukan, ditolak, atau bahkan dianiaya secara fisik karena Dia.

Yesus tahu bagaimana rasanya menderita demi kebenaran.

Anda akan diberkati karena membela apa yang benar, karena percaya pada Firman Allah, dan karena membela mereka yang tidak dapat membela diri sendiri. Dan ketika situasi menjadi sulit, ingatlah: Anda tidak sendiri.

Para nabi sebelum kita diejek, dipukuli, dan bahkan dibunuh. Murid-murid Yesus, yang mendengar kata-kata ini, juga menderita dan mati karena iman mereka. Mereka dianiaya karena melakukan hal-hal yang berbeda: karena mengasihi sesama, memperjuangkan kemurnian seksual, beristirahat pada hari Sabat, dan yang terpenting, karena menyatakan Yesus sebagai Tuhan.

Jadi berapa pun harganya, Anda akan diberkati karena membela apa yang benar. Yesus berkata bahwa kerajaan surga adalah milik Anda.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa membela kebenaran minggu ini?

Saya bisa menaati ajaran Yesus, apa pun pendapat orang lain.

Saya dapat mengatakan "tidak" pada godaan yang membuat saya bergumul.

Saya dapat memilih untuk fokus pada apa yang baik, benar, dan indah di sekitar saya.

DOA

Tuhan, ketika aku merasa lemah, ingatkanlah bahwa Engkau kuat. Dan ketika aku merasa ingin menyerah, berikanlah kekuatan untuk bertahan. Tunjukkanlah apa artinya mengejar kebenaran, dan tolonglah aku untuk hidup dengan baik. Biarlah setiap aspek hidupku memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Kamis, 10 Juli 2025

berbahagialah, Matius 5:9

Matius 5:9 (TB)  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berusaha untuk Damai

Melihat sekilas dunia di sekitar kita, maka akan terlihat jelas: perdamaian tidak akan tercipta dengan sendirinya.

Bangsa berperang dan orang-orang berkelahi dan berdebat. Anda bahkan mungkin memiliki beberapa hubungan pribadi yang dipenuhi dengan kepahitan dan penghinaan. Syukurlah, kita dapat bersandar pada hikmat Yesus dalam ucapan bahagia ketujuh:

“Betapa bahagianya orang yang mengusahakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9 PBTB2

Mari kita perjelas: pembawa damai berbeda dengan penjaga perdamaian. Bahkan, Yesus meyakinkan kita bahwa selama kita ada di bumi ini, kita akan menghadapi kesulitan. Akan ada kekacauan, perpecahan, kesalahpahaman, dan kebutuhan untuk berdamai. Dan itulah sebabnya… 

Membawa perdamaian membutuhkan tindakan.

Ya, pembawa damai memaksa kita keluar dari gelembung nyaman kita. Namun bagi mereka yang bersedia masuk ke wilayah lembut untuk berdamai, berikut adalah beberapa pemikiran untuk membantu Anda memimpin:

Pembawa damai memimpin dengan kerendahan hati. Tak satu pun dari kita yang sempurna dan kita semua membutuhkan kasih karunia. Tak satu pun dari kita adalah Tuhan, tapi kita semua membutuhkan Dia. Memimpin dengan sikap rendah hati adalah kuncinya.

Pembawa damai memimpin dengan empati. Bahkan ketika kita tidak setuju dengan seseorang, mendengarkan dengan hormat dan berusaha memahami sudut pandang mereka sangat penting untuk berdamai.

Pembawa damai memimpin dengan kebenaran dan anugerah. Setiap kali Yesus berinteraksi dengan orang-orang, Dia melakukannya dengan kebenaran dan anugerah. Kita harus memiliki keduanya untuk mewakili Dia secara akurat.

Pembawa damai memimpin jalan ke kaki Yesus. Di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Di luar Dia, kita bukanlah apa-apa. Ketika kita menyadari kehancuran kita bersama, dan juga kebutuhan kita akan Kristus, segala sesuatu dapat berubah.

Berusaha menjadi penengah bagi mereka yang berselisih tidak berarti bahwa setiap masalah akan diselesaikan—segera atau selamanya. Tetapi ketika kita mengundang Tuhan ke area tersebut dan berkomitmen untuk bekerja keras menciptakan perdamaian, Dia dapat melakukan lebih dari yang dapat kita bayangkan.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa menjadi pendamai?

Saya bisa tidak bersikap menghakimi terhadap orang yang tidak saya pahami.

Saya bisa melepaskan kepahitan dan mengampuni seseorang.

Saya bisa fokus pada apa yang menyatukan daripada yang memisahkan kita.

DOA

Tuhan, tolonglah agar aku dapat hidup damai dengan orang lain. Bahkan ketika orang-orang menyakiti, membenci, dan mengolok-olok-Mu-Engkau tetap menunjukkan kasih, rahmat, dan damai kepada mereka. Dan Engkau mengundang kami untuk mengalami dan membagi damai-Mu yang sempurna. Ubahlah caraku berpikir dan bertindak. Berilah aku kerinduan untuk menyebarkan kedamaian bukan ketakutan, dan kasih bukan kebencian. Dalam nama Yesus, Amin.

Rabu, 09 Juli 2025

Berbahagialah, Matius 5:8, Apakah Hatimu Murni?

 Matius 5:8 (TB)  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.


Apakah Hatimu Murni?

Apa yang terlintas ketika Anda mendengar kata "murni"?


Apakah Anda membayangkan sebuah gelas kristal yang penuh air jernih?
Setumpuk seprai putih yang baru dicuci?
Atau mungkin seseorang yang sehat dan baik secara moral?


Dalam ucapan bahagia yang keenam—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:


“Betapa bahagianya orang yang mempunyai hati yang murni, karena mereka akan melihat Allah."

Matius 5:8 PBTB2


Kata "murni" berarti bersih atau tidak bercela, bebas dari kerusakan atau pencemaran, dimurnikan dengan api, atau tidak ternoda oleh rasa bersalah. Tak seorang pun dari kita dapat benar-benar suci dengan upaya kita sendiri—meskipun kita sudah berusaha sebaik mungkin.


Sebelum Yesus muncul, para imam Lewi berpangkat tertinggi ditugaskan untuk melayani dan menengahi di ruang paling suci (di dalam tabernakel di padang gurun dan, kemudian, bait suci di Yerusalem)—di mana hadirat Allah berdiam di bumi. Tetapi bahkan mereka harus dimurnikan berulang kali.


Sekarang, karena pengorbanan terakhir Yesus di kayu salib, Dia telah membuka jalan bagi kita. Darah-Nya menutupi dosa-dosa kita, dan ketika kita menerima pengorbanan itu, Dia menyucikan kita. Sekarang dan selamanya, kita dapat “datang dengan berani ke takhta Allah kita yang murah hati,” di mana kita dapat menemukan rahmat dan anugerah ketika kita sangat membutuhkannya (Ibrani 4:16). Sekarang, tubuh kita adalah bait suci zaman modern di mana Roh Allah telah memilih untuk berdiam.


Menjadi murni hati bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi percaya kepada Yesus untuk menyucikan jiwa kita.

Seperti yang pernah dinubuatkan Yesaya… 

"Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN berkata--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu  domba.”  Yesaya 1:18 TB


REFLEKSI

Bagaimana Anda akan datang dengan berani ke takhta Allah hari ini?

Dengan mengakui dosa-dosa kita.

Dengan meletakkan ketidaksempurnaan kita di kaki Yesus.

Dengan menyembah Tuhan yang telah memurnikan kita.


DOA

Tuhan, aku ingin memiliki hati yang murni. Tolong tunjukkanlah bagian hatiku yang tidak sejalan dengan Firman-Mu. Bantulah aku melepaskan kepahitan, kekecewaan, atau sakit hati yang terus kusimpan. Aku mau menyerahkan seluruh hatiku kepada-Mu-ubahlah hatiku menjadi lebih baik. Dalam nama Yesus, Amin.

Selasa, 08 Juli 2025

Berbahagialah Matius 5:7

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Matius 5:7 (TB) 


Belas Kasih yang Ekstrem


Pikirkan kembali saat Anda menerima belas kasihan…


Mungkin Anda berutang uang kepada seseorang, tetapi mereka memutuskan untuk membatalkan utang Anda. Mungkin Anda menyakiti seseorang yang Anda kasihi, tetapi mereka memberi Anda kesempatan lagi. Mungkin Anda membuat kesalahan besar, tetapi Anda menerima pengampunan alih-alih hukuman.


Dalam ucapan bahagia kelima, serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah, Yesus mengatakan ini:


“Betapa bahagianya orang yang memiliki belas kasihan kepada orang lain, karena Allah akan memberikan belas kasihan kepada mereka. Matius 5:7 PBTB2


Karena kita adalah orang-orang berdosa yang tidak sempurna yang tidak memenuhi standar kemuliaan Allah, kita semua pantas mati. Kita semua pantas dihukum. Kita semua pantas terpisah selamanya dari Tuhan.


“Tetapi Allah kaya dengan belas kasihan, dan Ia sangat mengasihi kita. Kita sudah mati karena semua pelanggaran yang kita lakukan terhadap Dia. Tetapi Allah memberikan kita hidup baru bersama Kristus. Oleh anugerah-Nya kamu diselamatkan.”  Efesus 2:4-5 PBTB2


Yesus berhasrat tentang keadilan dan kebenaran serta sangat mementingkan tentang anugerah dan belas kasihan.


Itulah sebabnya Dia membayar harga tertinggi bagi kita—agar kita dapat benar-benar hidup. Itulah sebabnya Dia menaklukkan kubur—untuk menyelamatkan jiwa kita dengan belas kasihan. Itu sebabnya Dia mengirimkan Roh-Nya—agar kita juga bisa menunjukkan belas kasihan.


Untuk lebih jelasnya, anugerah dan belas kasihan, meskipun serupa, tidaklah sama. Anugerah adalah mendapatkan apa yang tidak layak Anda terima (hadiah yang tidak pantas) sementara belas kasihan adalah tidak mendapatkan apa yang pantas Anda terima (penghakiman dan murka). 


Dan meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, umat-Nya dipanggil untuk berbelaskasihan. Bahkan ketika seseorang telah berbuat salah padamu. Ya, bahkan ketika mereka tidak pantas mendapatkan kebaikan Anda. Ya, bahkan ketika Anda tidak ingin berbelas kasih.


Yesus telah menunjukkan belas kasihan kepada kita. Dan sekarang? Kita bisa menawarkannya kepada orang lain.


REFLEKSI


Bagaimana Anda dapat menunjukkan belas kasih hari ini?

Saya bisa lebih sabar dengan seseorang.

Dengan mengampuni orang yang menyakiti saya.

Saya bisa membantu orang yang mengalami hari yang berat.


DOA

Tuhan, Engkau senantiasa berbelas kasih. Saat bertemu dengan orang-orang, aku ingin mereka tahu bahwa Engkau hidup di dalamku. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan belas kasih-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Saat imanku bertumbuh, tolong beri aku kemampuan yang lebih dalam untuk berbelas kasihan kepada orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.

Senin, 07 Juli 2025

berbahagialah Matius 5:6

Apa yang Anda Dambakan?

Setiap hari, beberapa kali sehari, alarm kecil bersuara di dalam otak Anda. Mereka membuat perut Anda keroncongan, mulut Anda berliur, atau pikiran Anda terpaku pada apa yang Anda dambakan.

Tuhan memberi kita kebutuhan jasmani yang juga mencerminkan kebutuhan rohani kita. Kebutuhan yang harus dipenuhi untuk tetap sehat dan hidup. Kebutuhan yang harus dipenuhi berulang kali. Bahkan, makanan sering digunakan dalam Alkitab sebagai metafora untuk kebutuhan rohani kita (yang disebut “makanan kami“ dalam Matius dan “susu murni“ Firman dalam 1 Petrus, sebagai contohnya.) 

Dalam ucapan bahagia yang keempat, yang merupakan serangkaian janji Yesus tentang Kerajaan Allah, Yesus mengatakan ini:

“Betapa bahagianya orang yang berhasrat untuk melakukan keadilan, karena Allah akan memuaskan mereka.”
Matius 5:6 PBTB2

Apakah Anda merindukan kebenaran dan keadilan? Apakah Anda menginginkan jalan Tuhan? Apakah Anda merindukan kerajaan-Nya datang? Apakah Anda ingin menjadi seseorang yang mengejar sesuatu yang tidak akan pernah benar-benar memuaskan, atau seseorang yang lapar dan haus akan Tuhan? 

Dalam kerajaan yang bertolak belakang ini di mana Yesus adalah Tuhan, yang miskin bisa menjadi kaya, yang lemah bisa menjadi kuat, dan yang kosong bisa diisi.

Yesus Kristus tidak hanya memegang kunci untuk “air hidup”, tetapi Dia adalah “Roti Hidup”. Jadi, ketika Anda merasakan Dia mendorong hati Anda—untuk memperjuangkan keadilan, untuk mengasihi yang tidak dikasihi, untuk membela apa yang benar (bahkan ketika hal itu tidak populer)—perhatikanlah.

Dia siap memenuhi Anda dengan semua yang Anda butuhkan.

REFLEKSI

Bagaimana Tuhan telah memuaskan jiwa Anda?

Melalui janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya

Melalui perlindungan dan bimbingan-Nya

Melalui orang-orang dan hubungan yang Dia tempatkan dalam hidup saya

DOA

Tuhan, Engkau menaruh rasa haus dan lapar akan kebenaran di hatiku, dan hanya Engkau yang dapat memuaskannya.

Mampukanlah aku untuk berpegang pada pengharapan yang Engkau tawarkan, dan untuk menunjukkan kasih-Mu kepada semua orang. Berilah aku kesabaran untuk bertahan dalam dunia yang tidak sempurna ini saat aku menantikan Engkau datang kembali dan memperbaiki segalanya. Dalam nama Yesus, Amin.

Berbahagialah Matius 5:5

Kelemahlembutan Bukanlah Kelemahan


Segala sesuatu di sekitar kita—dunia, budaya, orang-orang—cenderung memuji kekuasaan dan kekuatan, kemandirian dan kecerdasan, keberanian dan keunggulan.


Namun, dalam sabda bahagia ketiga—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus menyoroti sesuatu yang berbeda, dengan mengatakan: 


“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Matius 5:5 PBTB2


Kata “lemah lembut” berasal dari kata bahasa Yunani “praeis”. Kata ini berarti lembut, rendah hati, atau tunduk; sederhana, lemah lembut, atau tidak sombong. Bahkan, ketika Paulus menggambarkan “buah Roh” (sifat-sifat yang dikembangkan dalam diri umat-Nya oleh Roh-Nya), kata “kelemahlembutan” sering digunakan secara bergantian. 


Namun, mari kita perjelas: Jika deskripsi tersebut memberikan gambaran yang rapuh dan tidak berdaya dalam pikiran Anda, yakinlah bahwa kelemahlembutan bukanlah kelemahan.


Kelemahlembutan adalah kekuatan yang terkendali. Kekuatan itu tunduk pada otoritas Allah.


Namun, jika "lemah lembut" bukanlah kata yang akan Anda gunakan untuk menggambarkan diri Anda saat ini, tidak apa-apa. Yesus tidak berbicara kepada mereka yang sudah memiliki segalanya—dan Dia juga tidak mengharapkan versi kita yang sempurna. Sebaliknya, Dia memberikan berkat kepada umat-Nya yang telah (dan sedang) menjadi seperti yang Tuhan harapkan. 


Tuhan terus mengembangkan sifat-sifat Sabda Bahagia ini di dalam diri para pengikut-Nya. Dia memurnikan, menguduskan, dan mengubah kita agar semakin serupa dengan-Nya.


Dalam Kitab Suci, Yesus sendiri disebut "lemah lembut". Namun, seperti yang mungkin Anda ketahui, Dia jauh dari sikap pasif, apatis, atau mudah menyerah. Alih-alih mengandalkan kekuatan-Nya sendiri—seperti memanggil pasukan malaikat untuk menghindari hukuman salib—Dia bersandar pada kekuatan Tuhan dan menahan kekuatan-Nya yang tak terbatas.


Kerajaan Yesus, yang bertolak belakang dengan dunia, akan dipenuhi oleh orang-orang yang memanfaatkan kekuatan mereka untuk kemuliaan Tuhan dan yang merendahkan diri di bawah kaki-Nya.


REFLEKSI

Bagaimana kita dapat menunjukkan kelemahlembutan hari ini?

Dengan menunjukkan anugerah daripada menghakimi.

Dengan mengandalkan kekuatan Tuhan untuk bertahan.

Dengan menggunakan kekuatan Tuhan untuk berbuat baik.



DOA

Tuhan, terima kasih telah menyambutku ke dalam kerajaan-Mu. Terima kasih telah menerimaku, meskipun aku tidaklah sempurna. Kuasa-Mu cukup untuk kebutuhanku, jadi biarlah aku bersandar pada kekuatan-Mu hari ini. Tolonglah agar aku dapat berjalan dengan lemah lembut dan rendah hati dengan orang-orang di sekitarku. Dalam Nama Yesus, Amin.

Sabtu, 05 Juli 2025

berbahagialah Matius 5:4


Dukacita yang Baik

Bisakah sesuatu yang baik dihasilkan dari dukacita? Dari berkabung atas kehilangan yang mendalam? Dari menangis karena hati yang teramat sakit?

Meskipun dukacita adalah bagian penting dalam hidup, tidak ada seorang pun yang ingin berduka. Namun dalam ucapan bahagia yang kedua—serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
Matius 5: 4 PBTB2

Tidak ada yang lebih menghargai hujan daripada seseorang yang pernah tinggal di padang gurun. Tidak ada yang lebih menghargai makanan daripada seseorang yang benar-benar kelaparan. Dan tidak ada yang dapat mengenal Tuhan sebagai Penghiburnya sedalam orang yang sangat membutuhkan penghiburan.

Sayangnya, kematian, kehancuran, dan kekecewaan adalah bagian dari dunia ini. Tetapi bahkan dalam kesedihan dan penderitaan kita, Tuhan siap untuk menghibur kita dengan cara yang unik dan bermakna yang hanya dapat dilakukan oleh-Nya.

Roh Kudus sering disebut "Penghibur", juga "Penolong", "Penasihat", atau "Pembela". Namun, terlepas dari apa pun sebutan untuk-Nya, Dia tetaplah sama. Bahkan dalam kesedihan kita, Dia tetaplah Tuhan yang memikirkan yang terbaik bagi kita.

Lalu, bagaimana Tuhan menghibur kita? Dia melakukannya melalui Roh-Nya, melalui Firman-Nya, dan dengan bekerja di dalam dan melalui umat-Nya. 

Apakah Anda memiliki mata untuk melihat bagaimana Dia mengejar Anda? Sudahkah Anda membuka hati untuk menerima penghiburan-Nya? 

Jika Anda adalah seorang pengikut Kristus yang sedang berduka hari ini, ingatlah: Yesus sendiri berjanji bahwa Anda akan dihibur. Dia selalu baik, Dia selalu setia, dan Dia ada di sini, siap untuk membantu.


Bagaimana Tuhan telah menghibur Anda?

Dia telah memberikan kekuatan yang tak terduga.

Dia telah memberikan damai saat terluka.

Dia telah menyegarkan jiwa.


DOA

Tuhan, Engkau melihat orang-orang yang berdukacita, dan Engkau berjanji untuk menghibur mereka. Tolong pulihkanlah hati kami saat kami berduka. Berilah harapan bagi mereka yang berputus asa, dan kekuatan bagi siapa pun yang merasa kewalahan. Tunjukkanlah betapa Engkau dekat di tengah dukacita kami. Dalam nama Yesus, Amin.

Kamis, 03 Juli 2025

Berbahagialah Matius 5:3


Harapan bagi yang Miskin dalam Roh

Yesus memulai Khotbah-Nya yang terkenal di Bukit dengan perspektif yang bertolak belakang dan delapan berkat yang bertentangan dengan budaya—yang umumnya dikenal sebagai sabda/ucapan bahagia. 

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga.”
Matius 5:3 PBTB2

Miskin secara fisik berarti kekurangan sumber daya atau harta benda. Kata “miskin” mungkin memicu gambaran mental seseorang yang tidak dapat membayar tagihan, tidak dapat melepaskan diri dari siklus kemiskinan, atau tidak mampu membeli makanan, pakaian, atau tempat tinggal.

Jadi, apa artinya miskin secara rohani, dan mengapa Yesus menganggap itu hal yang baik? 

Mereka yang menyadari kemiskinan rohani diri sendiri tahu bahwa, tanpa Tuhan, mereka bangkrut secara rohani. Mereka yang miskin di hadapan Allah akan memahami keputusasaan situasi mereka—bahwa mereka tidak dapat memiliki apa pun, tidak mampu melakukan apa pun, dan tidak bisa menjadi apa pun tanpa-Nya. Mereka yang miskin di hadapan Allah menyadari bahwa kerendahan hati, bukan kesombongan atau mengandalkan diri sendiri, adalah karakteristik umum dalam Kerajaan Surga.

Mereka yang miskin dalam roh tahu bahwa mereka tidak bisa, tetapi mereka percaya bahwa Tuhan bisa.

Jika kita jujur, kebanyakan dari kita lebih suka menjadi kaya, nyaman, dan mandiri. Kita lebih suka tidak kekurangan apa pun. Namun, bahkan jika kita stabil atau kaya secara finansial, kita tidak dapat menyelamatkan jiwa kita sendiri. 

Kita diciptakan untuk membutuhkan Tuhan.

Jadi, jika Anda merasa lemah, lelah, atau letih, tidak apa-apa. Jika Anda merasa tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan, Yesus sebenarnya mengatakan bahwa Anda diberkati. 

Ketika Anda memiliki kebutuhan, Dia dapat memenuhinya. Ketika Anda tidak cukup, Dia pribadi adalah cukup. Dan ketika Anda merasa miskin dalam roh, Anda berada dalam posisi yang sempurna untuk diselamatkan dan dipenuhi oleh Tuhan.

REFLEKSI

Apa yang perlu Anda serahkan pada Tuhan hari ini?

1. Saya perlu hikmat-Nya dalam membuat keputusan yang sulit.

2. Saya perlu bimbingan-Nya atas keluarga saya.

3. Saya perlu bantuan-Nya atas keuangan saya.


DOA

Tuhan tolong saya. Inilah saya-saya membutuhkan-Mu. Saya tidak memiliki apa-apa tanpa-Mu. Engkau lah yang memberi setiap hal yang baik dan sempurna, dan Engkau adalah semua yang saya butuhkan.

Tolong pulihkan harapan dan sukacita saya, dan bawa saya lebih dekat kepada-Mu.

Sadarkan saya bagaimana Engkau bekerja dalam hidup saya, dan ajari saya bagaimana bersukacita di dalam-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Rabu, 02 Juli 2025

ASIH, MERUPAKAN FONDASI HIDUP YANG KUAT

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati, ia tdk cemburu. Ia tdk memegahkan diri dan tdk sombong. Ia tdk melakukan yg tdk sopan dan tdk mencari keuntungan diri sendiri. Ia tdk pemarah dan tdk menyimpan kesalahan orang lain. Ia tdk bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

1Korintus 13:4-7


KASIH adalah merupakan pondasi yg kuat dlm keluarga menurut ajaran Alkitab.


Ketika kita saling mencintai dgn tulus, kita akan membangun hubungan yg kokoh dan harmonis di antara pasangan, orang tua, dan anak-anak.

          

KASIH juga mendorong kita utk peduli dan membantu sesama. 


Saat kita menunjukkan empati dan belas kasihan kepada orang lain, kita berpartisipasi dlm pekerjaan Tuhan di dunia ini.

             

KASIH mengajarkan kita utk mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain. 


Kita semua berdosa dan membutuhkan pengampunan Tuhan. Dgn demikian, kita harus siap utk mengampuni dan mengasihi seperti Tuhan telah mengampuni dan mengasihi kita.


Di dunia yg penuh dgn konflik, KASIH mengajarkan kita utk mencari perdamaian dan rekonsiliasi. 


Dgn mengasihi musuh kita, kita dapat mengubah dunia di sekitar kita menjadi tempat yg lebih baik

           

KASIH juga menggerakkan kita utk melayani dan membantu orang miskin dan yg membutuhkan. 


Melalui tindakan nyata, kita dapat menunjukkan KASIH Kristus kepada mereka.

          

Jadi, mari kita hidup dgn KASIH sebagai fondasi hidup kita.


Mari kita ajarkan KASIH ini kepada orang lain dan terus mencari cara utk mengasihi dan melayani sesama.


Dengan melakukannya, kita akan membangun dunia yg penuh KASIH dan damai.

       

“Jangan lupa utk membagikan renungan ‘KASIH' hari ini kepada orang lain, agar mereka juga dapat membangun hidup yg kuat berdasarkan KASIH yg telah Tuhan ajarkan.”


Selasa, 01 Juli 2025

Seperti inilah kerendahan hati


1 Petrus 5:6 (TB)  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 


Seperti inilah kerendahan hati…

Ketika Anda memikirkan kerendahan hati, apa yang terlintas di benak Anda? 

Di dunia kita, kerendahan hati sering dipandang sebagai konsep merendahkan diri yang mengungkapkan rasa tidak aman kita dan mencegah kita menjadi diri kita yang terbaik. 

Tetapi kerendahan hati yang sejati tidak pernah menimbulkan rasa tidak aman, karena rasa tidak aman berkaitan dengan harga diri. Harga diri dapat membuat kita bangga atau sebaliknya menghancurkan kita. Harga diri membuat kita mencukupkan diri, tetapi juga merusak diri sendiri. Jika kita melakukannya dengan baik, harga diri membuat kepercayaan diri kita melambung. Namun jika kita sedang mengalami musim yang sulit, harga diri membuat kita sensitif terhadap kegagalan kita. Harga diri mengaitkan nilai kita dengan pencapaian kita, dan hal itu dapat menghalangi kita untuk melihat siapa diri kita sebenarnya. 

Harga diri membuat kita berpikir bahwa jika kita berusaha cukup keras, kita bisa menjadi cukup baik. Kerendahan hati membantu kita menyadari bahwa kita tidak akan pernah cukup—tetapi Tuhan cukup bagi kita. 

Kerendahan hati akan sering meminta kita untuk mempertaruhkan sesuatu. Yang mungkin berarti mempertaruhkan status sosial kita, reputasi kita, keamanan finansial kita, rasa otoritas kita, atau keahlian kita. 

Tetapi dengan menyerahkan kecukupan diri memungkinkan kita merangkul otoritas Tuhan. Dan Tuhan kita melakukan mukjizat melalui Musa, menetapkan Daud sebagai raja Israel, bekerja melalui Yesaya di tengah kekacauan, menghormati Maria di depan umum, memenuhi kebutuhan Petrus dengan berlimpah, dan memuliakan Yesus dengan membangkitkan Dia dari kematian. 

Ketika kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, kita membiarkan Dia dimuliakan melalui kita. Kerendahan hati mungkin dapat merugikan kita—tetapi itu menuntun pada kehidupan yang berkelimpahan. 

Jadi hari ini, bagaimana Anda dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan? Luangkan waktu sejenak dan pikirkan apa yang perlu Anda serahkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam minggu-minggu mendatang.

MENGERTI ISI HATI TUHAN


”Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Siapa yg tidak tahu isi hati kita?
Tak seorang pun kecuali Tuhan dan diri kita sendiri.  

Atau, orang lain akan tahu isi hati kita jika kita  mau terbuka dan mengungkapkannya dgn jujur.

Sungguh, dlmnya lautan dapat diduga, tetapi dalamnya hati tiada yg tahu.  

Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya, berlaku pura-pura atau mengenakan 'topeng' di hadapan sesamanya.  

Itulah sebabnya Tuhan menegur keras ahli Taurat dan orang-orang Saduki,
”…..hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yg dilabur putih, yg sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yg sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran." (Mat 23:27)
        
Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya terhadap sesamanya tapi berbeda dgn Tuhan, yg walaupun adalah Pribadi Mahakudus, tdk menutup diri terhadap manusia.

Isi hati Tuhan diungkap melalui kebenaran firman-Nya. Jadi firman Tuhan (Injil) adalah isi hati Tuhan sendiri.  

Tuhan membuka dan mengungkapkan isi hati-Nya supaya manusia percaya dan tdk mengalami kebinasaan, melainkan beroleh kehidupan yg kekal.

Sayang, tdk semua orang mengerti isi hati Tuhan ini, mereka menolak Injil dan memilih hidup dlm ketidaktaatan.  

Menyadari akan hal ini, Daud begitu menyukai firman Tuhan sehingga dapat berkata,
”Sekiranya Taurat-Mu tdk menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dlm sengsaraku.

Utk selama-lamanya aku tdk melupakan titah-titah-Mu, sebab dgn itu Engkau menghidupkan aku. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Maz 119:92, 93, 105)

Terhadap orang yg hidup karib dengan-Nya akan diberitahukan perjanjian-Nya kepada mereka  (baca  Maz 25:14).
       
Jadi langkah awal utk mengerti isi hati Tuhan adalah membangun hubungan yg karib dgn-Nya.

Bagaimana dapat mengerti isi hati-Nya jika kita tdk bergaul dengan-Nya setiap saat?

Tuhan Yesus berkata,  “Tingallah di dlm Aku dan Aku di dlm kamu." (Yoh 15:4a).

Tinggal di dlm Tuhan berarti hidup di dlm firman-Nya: mengerti isi hati-Nya dan melakukannya.

Berkat disediakan Tuhan bagi orang-orang yg senantiasa tinggal di dlm Dia.
       
Oleh sebab itu INGATLAH!
“Mari hidup karib dgn Tuhan maka, “….mintalah apa saja yg kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh 15:7)