Kencana Utama III M8 No.32 C, RT.3/RW.7, South Kembangan, Kembangan, West Jakarta City, Jakarta 11610
Rabu, 30 Juli 2025
Jadilah Terang
Selasa, 29 Juli 2025
Bagaimana bersyukur
Perjanjian Lama menceritakan banyak momen di mana Tuhan menyediakan kebutuhan umat-Nya. Namun, salah satu penceritaan ulang yang kuat tentang kebesaran Tuhan ditemukan dalam Mazmur 105. Mazmur ini berpusat pada peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam kitab Keluaran, dan para penyembah didorong untuk mengingat kesetiaan Tuhan dan menunjukkan rasa syukur atas apa yang telah Dia lakukan. Dan meskipun ke-45 ayatnya layak untuk dipelajari, mari kita lihat lebih dekat ayat yang menjadi latar belakang dari Mazmur ini, dan empat cara ayat tersebut mengajak kita untuk beribadah…
"Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!" Mazmur 105:1 TB
Renungkan apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda
Rasa syukur oleh karena kita menyadari apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita. Jadi, untuk menunjukkan rasa syukur, kita harus mengenali bagaimana Tuhan bekerja dalam keadaan kita di masa lalu. Ketika kita melakukannya, kita dapat mengakui kesetiaan Tuhan dan dengan tulus menyembah-Nya.
Bersyukur kepada Tuhan
Dalam Mazmur 105:1, istilah "bersyukur" berasal dari kata Ibrani 'yadah' yang berarti "memuja atau menyembah". Untuk memuja seseorang, Anda harus menghormati siapa mereka. Bersyukur adalah tindakan penyembahan yang berkelanjutan yang melibatkan pengenalan akan siapa Tuhan dan mempersembahkan rasa syukur kepada-Nya untuk semua yang telah Dia lakukan.
Memuji Tuhan
Ungkapan yang sering diterjemahkan sebagai "serukan nama-Nya" ini sering digunakan dalam ibadah bersama untuk mendorong orang-orang mencari Tuhan.
Nama Tuhan memiliki otoritas dan kuasa dan berada di atas segala nama lainnya, dan kita menyatakan kebesaran Tuhan ketika kita memanggil nama-Nya yang agung. Ketika kita memanggil nama Tuhan, kita mendapatkan pemahaman yang lebih besar tentang siapa Dia—dan hal ini dapat mendorong kita untuk lebih memuji Dia.
Beritakan kepada semua orang
Tuhan ingin setiap orang mengenal Dia secara pribadi, dan kita dapat membantu orang-orang menemukan Dia ketika kita memberitakan kebesaran-Nya. Ketika orang-orang mengetahui apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita, hal ini dapat menginspirasi mereka untuk mencari Tuhan bagi diri mereka sendiri dan menemukan kasih-Nya bagi mereka.
Kita diciptakan untuk menyembah Tuhan, dan salah satu cara kita melakukannya adalah dengan menceritakan karya-karya-Nya yang luar biasa. Jadi hari ini, sisihkanlah waktu untuk merenungkan kesetiaan Tuhan. Dan kemudian—ceritakanlah kepada orang lain tentang karya-karya-Nya yang luar biasa. Siapa tahu? Pujian Anda mungkin akan menginspirasi orang lain untuk juga menyembah Tuhan.
Bagaimana Anda akan menyatakan kebesaran Tuhan hari ini?
Membuat daftar tentang kasih-Nya yang tak berkesudahan.
Membagikan kesaksian tentang kuasa dan pemeliharaan Tuhan.
Merayakan perbuatan Tuhan dengan membagikannya pada orang lain.
DOA
Tuhan, Engkau tidak pernah menelantarkan atau mengkhianatiku. Engkau senantiasa peduli dan membelaku. Tidak ada yang seperti-Mu! Saat aku memandang alam di sekitar, aku melihat kreativitas-Mu. Dan saat aku melihat hidupku, aku melihat kasih-Mu. Oleh karena itu, hari ini aku ingin memberitakan ke seluruh dunia tentang perbuatan-Mu dan tentang siapa Engkau! Jadi, berilah aku keberanian untuk menyatakan kuasa-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan atas kesetiaan-Nya yang tak terkira. Lalu, ceritakan kepada orang lain bagaimana Dia telah hadir dalam hidupmu!
Senin, 28 Juli 2025
Menyusun Ulang Prioritas Kita
"Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." Amsal 5:24
Suku-suku utara Israel pada masa Amos sepertinya melakukan semua hal yang benar. Mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan dan mengikuti kegiatan agama mereka secara tepat. Namun, kitab Amos ditulis untuk mereka sebagai peringatan—suatu peringatan bahwa kehancuran akan menimpa mereka jika mereka menolak untuk berubah?
Mengapa?
Karena mereka telah melalaikan hati yang sungguh-sungguh mengasihi dan menyembah Tuhan.
Sementara mereka melakukan banyak hal-hal yang "benar", apa yang tidak mereka lakukanlah yang mendatangkan murka Tuhan. Mereka gagal merawat orang miskin dan yang membutuhkan. Mereka memalingkan muka mereka dari ketidakadilan. Banyak yang berpaling kepada berhala untuk meminta bantuan dan doa.
Melalui Amos, Tuhan memberi tahu bangsa Israel bahwa berlaku benar secara lahiriah dan batiniah itu sama pentingnya. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan dan sesama jika kita gagal membantu orang yang sebenarnya mampu kita bantu.
Seperti yang dikatakan dalam Yakobus 1:27, agama yang sejati mencakup membantu anak yatim piatu, janda, dan mereka yang dalam kesusahan. Paulus menulis bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (Yakobus 2:26). Singkatnya, iman adalah percaya kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang Dia perintahkan untuk kita lakukan.
Luangkan waktu untuk memikirkan hidup Anda sendiri: berapa banyak waktu yang Anda prioritaskan untuk kerohanian Anda sendiri dibandingkan melayani orang lain?
Dengan cara apa Anda dapat mulai mengambil langkah untuk melayani di gereja Anda, lingkungan Anda, atau sekolah Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semua ini adalah cara agar iman kita menjadi lengkap di dalam Kristus sewaktu kita mengikuti Dia.
Apa artinya bagi Anda untuk hidup dalam kebenaran?
Membela mereka yang diperlakukan tidak adil
Berkata jujur kepada orang lain
Menunjukkan belas kasihan kepada orang lain
DOA
Tuhan, Engkau menginginkan dunia yang dipenuhi dengan anugerah dan rahmat. Bantu aku untuk menjadi bagian dalam membentuk dunia tersebut dengan menjalani hidup yang menyenangkan-Mu.
Berilah kerinduan untuk berbuat baik kepada orang lain, bukan untuk pamer, tetapi oleh karena kasih kepada-Mu dan orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.
Menjadi Cepat dan Lambat
Ketika kita berada dalam situasi sulit, tidak selalu mudah untuk tetap tenang atau menahan diri terlalu lama.
Tetapi dalam Yakobus 1:19, kita mendengar bagaimana seharusnya kita menanggapi…
Cepatlah mendengarkan.
Lambatlah berbicara.
Lambatlah untuk marah.
Dunia adalah sebaliknya:
Lambatlah mendengarkan apa yang orang lain katakan.
Cepatlah menyuarakan pendapat Anda sendiri.
Cepatlah menuduh, berdebat, dan bertengkar.
Mengapa begitu penting bagi Yakobus agar para pengikut Kristus tidak berperilaku seperti ini? Karena "kemarahan manusia tidak menghasilkan kebenaran yang dikehendaki Allah." (Yakobus 1:20)
Jadi, apa yang menghasilkan kehidupan yang benar yang dikehendaki Allah?
Firman Allah.
Yakobus memberi tahu teman-temannya untuk "membuang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak dan menerima dengan rendah hati firman yang tertanam di dalam dirimu, yang berkuasa menyelamatkanmu." (Yakobus 1:21)
Ia berkata bahwa jika mereka memiliki Firman Tuhan dalam diri mereka, dan jika mereka menaatinya, mereka akan diberkati. (Yakobus 1:25)
Yakobus dengan jelas mengatakan bahwa jika kita ingin menjadi pengikut Tuhan, kita harus mengetahui firman Tuhan dan menaatinya. Itu berarti kita harus meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, mengatur diri kita sendiri saat berbicara, dan menahan amarah.
Jadi, lain kali jika Anda menghadapi sesuatu yang membuat Anda marah, ingatlah kata-kata Yakobus dalam hati. Luangkan waktu untuk meredam emosi Anda, pikirkan perasaan dan argumen Anda, dan dengan rendah hati berdoalah agar Tuhan membantu Anda menanggapi dengan kebaikan dan kasih karunia.
Bagaimana Anda menerapkan ayat hari ini?
Mencari kesempatan untuk mengampuni dan memahami orang lain.
Mendengarkan baik-baik sebelum menanggapi seseorang.
Sungguh-sungguh menunjukkan empati dan belas kasih.
DOA
Tuhan, tolong jadikan aku cepat untuk mendengar hari ini. Tunjukkan padaku bagaimana mengasihi orang lain dengan tulus dan nyata. Ubahlah caraku berhubungan dengan orang lain dengan menggantikan kemarahan dan frustrasiku dengan anugerah, empati, dan pengertian. Penuhi aku dengan damai dan kasih-Mu sehingga sikap dan tindakanku mencerminkan karakter-Mu.
Dalam nama Yesus, Amin.
Hari ini, berlatihlah untuk cepat mendengar, lambat berbicara, dan lambat marah-dalam nama Yesus.
Ketika sikap dan tindakan kita mencerminkan karakter Allah, orang lain akan tertarik pada kasih-Nya.
Rabu, 23 Juli 2025
Keyakinan yang Rendah Hati
Selasa, 22 Juli 2025
Ketika Anda Butuh Dukungan
Setiap orang punya beban, dan hal-hal yang kita alami membentuk cara pandang kita terhadap dunia, dan diri kita sendiri. Namun, kita tidak dirancang untuk menanggung beban kita sendiri.
Matius 11:28-30, Yesus berkata kepada orang-orang yang mengikuti-Nya -
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang. …Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. (TB)
Kuk adalah balok kayu berat yang diletakkan di atas tengkuk sepasang kerbau, yang mendistribusikan berat beban yang mereka bawa secara merata. Namun, istilah itu juga digunakan oleh para Rabi Yahudi. “Kuk hukum” melambangkan ketundukan penuh terhadap hukum Allah, dan para Rabi mengajarkan bahwa dengan memasang kuk pada hukum tersebut, orang-orang Yahudi akan terbebas dari perbudakan dunia.
Yesus menggunakan frasa yang mudah dipahami oleh orang-orang Yahudi yang mengikuti-Nya, tetapi kemudian Ia membalik ilustrasi itu. Ia memberitahukan orang banyak bahwa mereka harus memasang kuk mereka kepada-Nya—karena Ia adalah penggenapan dari hukum Allah.
Ketika mereka melakukannya, beban yang mereka pikul tidak akan terasa berat sama sekali—karena Ia akan menanggung beban mereka.
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
Galatia 6:2 TB
Hukum Kristus adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita, dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22:37-40). Namun, satu-satunya cara kita dapat memenuhi hukum Kristus adalah jika kita mengikatkan diri kita kepada-Nya. Ketika kita terikat dengan Yesus, Dia menjadi sumber kekuatan kita.
Dia membantu kita menanggung situasi sulit dan memampukan kita untuk menjauh dari keputusan yang buruk. Dia memenuhi kita dengan kasih-Nya sehingga kita dapat mencurahkan kasih-Nya kepada sesama. Dia memberi kita kemampuan untuk mendukung pengikut Kristus lainnya sama seperti Dia mendukung kita.
Sama seperti Yesus menanggung dosa dan penderitaan kita, kita dipanggil untuk menanggung penderitaan sesama. Dengan cara ini, kita menunjukkan kepada mereka kasih Kristus dan membimbing mereka kepada Yesus.
Sekarang, luangkan beberapa menit untuk berbicara kepada Tuhan tentang beban di mana Anda membutuhkan bantuan untuk memikulnya, dan kemudian biarkan Dia menunjukkan kepada Anda orang-orang dalam hidup Anda yang Dia ingin Anda dukung.
Bagaimana Anda membantu meringankan beban orang yang Anda kasihi?
Dengan menawarkan untuk berdoa dengan mereka
Dengan menjadi rekan yang dapat dipercaya
Dengan menjadi orang yang bersedia mendengarkan masalah mereka
DOA
Tuhan, terima kasih karena telah memanggil kami untuk saling meringankan beban. Bantulah kami agar cepat membantu orang lain ketika kami bisa, dan bersedia menerima bantuan ketika kami membutuhkannya. Tolong dorong kami untuk saling mengasihi-menjadi pendengar yang baik, menjadi orang yang dapat dipercaya, dan rajin mendoakan satu sama lain. Bantu kami jadi lebih serupa dengan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Ketika kita menanggung beban satu sama lain, kita menjadi lebih seperti Yesus.
Hari ini, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual, carilah cara untuk meringankan beban seseorang dan menunjukkan kasih Kristus.
Senin, 21 Juli 2025
Kunci Hikmat Sejati
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Amsal 9:10 (TB)
Pernahkah Anda membangun rumah tanpa gambar rencana?
Atau merakit pesawat tanpa panduan?
Atau melakukan operasi jantung terbuka tanpa pelatihan?
Mudah-mudahan jawaban Anda adalah “tidak”.
Jika kita ingin mengetahui cara kerja sesuatu, kita harus melihat pada ahlinya untuk mendapatkan wawasan. Demikian pula, jika kita ingin mengetahui bagaimana dunia ini bekerja, kita harus melihat kepada Tuhan.
“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Maha Kudus adalah pengertian.”
Amsal 9:10 TB
Allah menciptakan dunia dan segala isinya. Dia tahu bagaimana kehidupan yang baik bekerja.
Tetapi terlalu sering, kita melihat diri sendiri atau bahkan melihat orang lain untuk memberi tahu siapa diri kita, apa yang harus dipikirkan, dan untuk menjelaskan kepada kita bagaimana hidup ini bekerja. Kabar baiknya adalah:
Hikmat bukan dimulai dari kita — yang diciptakan.
Hikmat dimulai dari Tuhan — Sang Pencipta.
Apakah Anda tertarik pada hikmat yang sejati? Wawasan yang sejati? Pemahaman yang benar? Pandanglah Tuhan, pelajari jalan-Nya, dan pertimbangkan karakter-Nya. Selidikilah Dia dengan cermat dan temukan apa yang Anda cari.
Hikmat sejati dimulai dengan dasar yang berpusat pada Tuhan. Yang lainnya dibangun di atas batu itu.
Namun, ketika kita melakukan itu, pertama-tama kita harus dengan jujur menanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan sulit ini: Apakah saya ingin belajar dari Tuhan, atau apakah saya lebih suka melakukan pekerjaan saya sendiri? Apakah saya menginginkan hikmat ilahi, atau lebih suka menjadi tuan bagi diri sendiri?
Setan jatuh dari surga karena ia menginginkan lebih berkuasa daripada Allah. Adam dan Hawa bergumul di taman Eden karena tidak yakin apakah mereka dapat memercayai Tuhan. Dan sejak itu, setiap manusia dihadapkan pada pilihan: mencari Tuhan, atau mencari kehidupan tanpa Dia. Tidak ada yang bisa membuat keputusan untuk Anda, tetapi—
Jika Anda ingin benar-benar bijaksana, Anda harus memilih Tuhan.
Jadi sekarang, jujurlah pada diri sendiri: Apakah Anda bersedia menyerahkan cara berpikir Anda dan benar-benar memandang kepada Tuhan, atau lebih suka melakukan hal-hal semau Anda? Jika Anda merasakan dinding kesombongan timbul dalam diri Anda, mintalah bantuan Tuhan untuk merobohkannya. Batu demi batu, Dia dapat membangun kembali fondasi Anda.
Bagaimana Anda ingin memperdalam hubungan dengan Tuhan hari ini?
Saya ingin menyediakan waktu merenungkan karakter Tuhan.
Saya ingin memuji karena Dia-lah Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan.
Saya ingin berbicara dengan Tuhan tentang karakter-Nya, dan apa yang Dia lakukan dalam hidup saya.
DOA
Tuhan, saat aku merenungkan tentang-Mu dan semua yang telah Engkau lakukan, itu membuatku terpesona. Aku dipenuhi oleh kekaguman dan keheranan akan betapa berkuasanya Engkau, namun penuh dengan belas kasih. Bawa pengetahuanku lebih dalam tentang kasih dan kesetiaan-Mu. Penuhi aku dengan hikmat yang hanya datang dari pengenalan akan Engkau. Jadilah dasar hidupku sehingga hidupku mencerminkan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya. Jadi, jika Anda menginginkan hikmat sejati, Anda harus berpaling kepada-Nya.
Ketika seorang teman meminta nasihat, Anda dapat dengan penuh kasih mengarahkan mereka pada hikmat sejati dalam Firman Tuhan.
Minggu, 20 Juli 2025
Pikirkan apa yang Anda pikirkan.
Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Roma 8:6 (TB)
Apa yang Anda katakan kepada diri sendiri setiap hari itu penting. Jika Anda percaya ada sesuatu tentang identitas Anda yang tidak benar, maka Anda akan sulit untuk percaya apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Tapi, saat Anda mengakarkan identitas Anda di dalam Tuhan dan mengizinkan Roh-Nya membentuk hidupmu, Anda akan mulai melihat diri Anda sebagaimana Tuhan melihat Anda–dan ini akan memengaruhi cara Anda memperlakukan orang lain, situasi, kesempatan, dan kejadian di sekitar Anda.
Jadi, ada tiga cara Anda dapat menjaga pikiran Anda dan menyatakan kebenaran Tuhan atas hidup Anda:
1. Kenali kebohongan yang Anda katakan kepada diri sendiri.
Perkataan dan tindakan Anda menunjukkan narasi yang Anda katakan kepada diri sendiri. Untuk menemukan apakah narasi itu salah, tanyakan diri Anda sendiri: Apakah pikiran ini ditandai oleh ketakutan, rasa tidak aman, keangkuhan, kepahitan, atau kurang percaya diri? Apakah pikiran ini membuat saya bersikap sinis atau melayani diri sendiri? Jika jawaban Anda "ya" pada salah satu pertanyaan tersebut, maka narasi yang Anda katakan kepada diri sendiri, mungkin perlu diperhatikan dan diperbaiki.
Saat Anda bisa mengenali di mana dan kapan Anda mulai percaya sebuah kebohongan, akan menjadi lebih mudah untuk mengubah cara Anda berpikir.
2. Alihkan perspektif Anda
Untuk setiap kebohongan, ada kebenaran yang dapat menggantikannya–dan kebenaran tersebut dapat ditemukan di dalam Alkitab. Lihat daftar kebohongan Anda, dan minta Tuhan menunjukkan kebenaran dari Firman-Nya. Buatlah ruang mental bagi Roh Kudus untuk menjelaskan bagaimana Tuhan melihat Anda.
3. Nyatakan kebenaran.
Pakai kebenaran dari Alkitab dan jadikan itu sebagai pernyataan khusus yang dapat Anda nyatakan atas hidup Anda setiap hari.
Berikut ini beberapa deklarasi yang dapat Anda mulai:
Saya cukup karena saya adalah anak Tuhan.
Saya bersukacita dalam penderitaan karena Kristus telah menderita bagi saya.
Saya tidak malu akan Yesus karena pengorbanan-Nya mengubah hidup.
Saya sangat dikasihi, sehingga saya mengasihi orang lain sebagaimana saya dikasihi.
Tak ada yang dapat memisahkan saya dari kasih Tuhan.
Sembari Anda melatih langkah ini, ingatlah bahwa jika Tuhan–yang perkataan-Nya adalah kebenaran–berkata sesuatu tentang Anda, maka itu adalah benar. Jadi, izinkan Roh Kudus mengubah cara berpikir Anda. Biarlah pikiran-Nya tentang Anda menjadi pikiran Anda tentang diri Anda
Bagaimana kita menyerahkan pikiran kita pada Roh Kudus hari ini?
Kita dapat merenungkan Firman Tuhan dengan menghafalkan ayat Alkitab.
Kita dapat berfokus kembali pada Yesus dalam hidup sehari-hari.
Kita dapat mengubah momen biasa menjadi kesempatan untuk menyembah Tuhan.
DOA
Tuhan, terima kasih atas karunia Roh-Mu. Roh-Mu selalu bersamaku, membentuk pribadiku. Hari ini, saya mau membuat keputusan untuk memercayai-Mu dengan membiarkan Roh-Mu membimbingku. Ubahlah caraku berpikir dan bertindak sehingga seluruh hidupku berpusat pada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Sabtu, 19 Juli 2025
Percayalah Sebelum Khawatir
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.". Matius 6:34 (TB)
Salah satu hal termudah untuk dilakukan adalah khawatir. Kita mengkhawatirkan hubungan kita, keuangan, kebutuhan dasar, dan masa depan kita. Nyatanya, kekhawatiran seringkali merupakan respons alami pertama kita dalam banyak situasi.
Ketika khawatir, kita sedang mencoba mengendalikan sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan. Jika kita mampu mengendalikannya, maka kita tidak khawatir. Tetapi Yesus berkata bahwa kita tidak seharusnya menghabiskan waktu dengan mengkhawatirkan hal-hal mendasar, karena Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan akan menyediakannya bagi kita (Matius 6:25-26).
Tuhan memelihara burung, bunga, dan ciptaan lainnya, tetapi Yesus berkata bahwa hidup kita jauh lebih penting bagi Tuhan daripada semua itu. Jika Tuhan memelihara ciptaan-Nya yang lain, maka kita dapat percaya bahwa Dia juga akan memelihara kita. Mengkhawatirkan masa depan tidak membuat keadaan lebih baik—malah membuat hari menjadi lebih buruk.
Takut akan hal yang tidak diketahui terkadang dapat melumpuhkan kita di masa sekarang. Tetapi daripada mengkhawatirkan masa depan, Yesus katakan agar kita memercayai Tuhan. Tuhanlah satu-satunya yang dapat mengendalikan hal-hal mendatang. Karena Dia Mahatahu dan Mahakuasa, Dialah satu-satunya yang memiliki kuasa atas masa depan.
Jadi daripada cemas merenungkan "bagaimana jika", kita harus percaya kepada Tuhan. Kita harus memanfaatkan setiap hari yang kita miliki, dan tidak menyusahkan hari esok. Seperti yang Yesus katakan, setiap hari memiliki kesusahannya sendiri, dan hari esok tidak diketahui — jadi jangan terpaku pada apa yang mungkin terjadi besok.
Jika Anda bergumul dengan kekhawatiran, mintalah Tuhan untuk memberi Anda kedamaian. Mulailah mengubah cara pandang Anda dari mengkhawatirkan hari esok menjadi berfokus pada apa yang Tuhan taruh di hadapan Anda hari ini. Kepercayaan Anda kepada Tuhan akan bertumbuh saat kekhawatiran berkurang. Jadi, ingatkan dirimu betapa Allah sangat peduli. Dia tidak akan pernah mengabaikanmu. Dia akan terus memelihara dan mengarahkan jalanmu.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk melepaskan kekhawatiran?
Saya dapat menyembah di tengah kekhawatiran saya.
Saya dapat menuliskan semua berkat Tuhan.
Saya dapat berdoa dengan Firman Tuhan.
DOA
Tuhan, aku begitu mudah khawatir. Tapi aku mau melepaskan hal-hal yang di luar kendaliku. Ajari aku untuk mengubah kekhawatiran menjadi penyembahan. Penuhi pikiranku dengan damai-Mu. Aku serahkan semua kecemasanku kepada-Mu! Bimbinglah karena aku mau hidup untuk momen ini, dan berusaha setiap saat sebaik mungkin. Dalam nama Yesus, Amin.
Kamis, 17 Juli 2025
Kebebasan Sejati
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 2 Korintus 3:17 (TB)
Setiap orang berpikir mengenai kebebasan secara berbeda. Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa kebebasan adalah suatu kebajikan yang harus dicari, tapi ide itu berubah tergantung pada arti kebebasan.
Banyak orang mengira kebebasan adalah tidak adanya pengekangan. Kita benar-benar bebas ketika terlepas dari hal-hal yang menahan kita. Yang lain mengartikan kebebasan dengan kehendak manusiawi kita—jika kita bisa memilih apa yang kita inginkan, maka kita bebas.
Ide-ide ini sedikit berbeda dari apa yang kita temukan dalam Alkitab. Menurut Firman Tuhan, kebebasan ditemukan di mana pun Tuhan berada. Kebebasan ditemukan ketika kita hidup sesuai dengan rancangan awal Tuhan atas hidup kita.
Saat kita memulai hidup baru bersama Yesus, Dia memberi kita hati dan cara hidup yang baru. Dia juga mengutus Roh Allah untuk tinggal di dalam kita. Paulus berkata dalam 2 Korintus 3:17 bahwa di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan sejati. Itu berarti kita semua yang percaya kepada Yesus memiliki akses ke kebebasan ini.
Kebebasan tidak datang dari melakukan apa pun yang kita inginkan, tetapi dari hidup menurut Roh Allah yang tinggal di dalam kita.
Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa kita yang menjadi milik Tuhan harus hidup dalam hadirat Allah. Hanya ketika kita diam bersama Tuhan setiap hari, kita akan diubahkan oleh-Nya. Melalui Firman Tuhan dan berbicara dengan-Nya, kita memiliki akses menuju transformasi hidup dan kebebasan sejati.
Dapatkah Anda mengenali satu atau dua hal yang menghalangi Anda untuk hidup dengan cara ini? Mungkin itu adalah konflik yang belum terselesaikan atau dosa yang berulang. Apa pun itu, luangkan waktu bersama Tuhan hari ini untuk meminta pengampunan dan mencari tahu langkah selanjutnya. Luangkan waktu di hadirat-Nya melalui doa dan membaca Alkitab. Hidup Anda akan diubahkan jika Anda terus meluangkan waktu dengan satu-satunya Pribadi yang mampu mengubah Anda.
REFLEKSI
Area mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kebebasan?
Bebas dalam kesehatan mental atau fisik.
Bebas dari kecanduan.
Bebas dari rasa malu akan masa lalu.
DOA
Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengirimkan Roh-Mu untuk menyertai kami setiap saat. Karena Engkau menyertaiku hari ini, aku tahu aku dapat memiliki kebebasan dalam setiap bidang kehidupanku. Roh Kudus, bantu aku untuk terlepas dari segala sesuatu yang menahanku. Hanya Engkau yang dapat menentukan siapa diriku-dan karena Engkau, aku tidak lagi dibatasi oleh hal-hal yang menyakitkan dalam hidupku. Amin.
Diberkati dalam Iman
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Yohanes 20:29 (TB)
Dalam Yohanes 20:19, setelah kematian dan kebangkitan Yesus seperti yang sudah dinubuatkan sebelumnya, murid-murid Yesus berkumpul dan Yesus menghampiri setiap dari mereka. Hampir semua dari mereka. Tomas tidak hadir dalam perkumpulan malam itu dan murid yang hadir memberitahukan kepada Tomas bahwa mereka telah melihat Tuhan, tetapi Tomas tidak percaya.
"Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
Yohanes 20:25 TB
Setelah kejadian tersebut, apakah Tomas merenungkan apa yang disampaikan murid lain? Ataukah dia tidak menghiraukannya dan melanjutkan hidupnya, berpikir bahwa Yesus belum mengunjungi mereka?
Satu minggu kemudian, saat para murid berkumpul kembali, Tomas ada bersama mereka. Walaupun pintu dalam keadaan terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27 TB)
Tomas dengan segera mengakui bahwa Yesus, pada kenyataannya, telah bangkit dari kematian dan telah berada bersama-sama dengan mereka kembali. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29 TB).
Tomas percaya, tetapi Yesus terfokus pada hal yang jauh melebihi kejadian waktu itu. Yesus berbicara kepada kita semua, generasi orang percaya yang akan datang yang tidak dapat mengatakan, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
Yesus tidak hanya mati bagi kita. Dia juga bangkit bagi kita. Dia tidak menolak apa yang diminta oleh Tomas, tetapi Dia menegaskan bahwa ada berkat bagi orang yang percaya tanpa melihat. Kebenaran dari kebangkitan-Nya tidak terbatas oleh apakah kita melihatnya atau tidak. "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29 TB). Bagi kita orang percaya, sungguh anugerah terindah untuk dapat berada di tengah-tengah para orang yang kudus yang diberkati ini!
REFLEKSI
Bagian mana dari ayat ini yang menguatkan Anda?
Yesus bangkit dari kematian.
Aku dapat percaya kepada Yesus walau tidak melihat-Nya.
Aku diberkati karena percaya kepada Yesus.
DOA
Tuhan Yesus, Engkau datang ke dunia, mati, dan dibangkitkan kembali. Terima kasih. Tanpa-Mu, tidak akan ada kehidupan! Terima kasih karena aku dapat percaya walaupun tidak melihat-Mu secara nyata. Terima kasih, karena di akhir kehidupan ini aku AKAN dapat bertemu dengan-Mu. Sungguh pertemuan yang dinanti-nantikan! Dalam nama Yesus, Amin.
Selasa, 15 Juli 2025
Tempat Berlindung
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Mazmur 34:8 (TB) (34-9)
Kita hidup di masa yang tidak menentu. Hal-hal yang kita hargai, orang-orang yang kita sayangi, kehidupan yang kita jalani—semuanya terasa tidak pasti dan tidak stabil.
Raja Daud memahaminya. Setelah bertahun-tahun melayani Raja Saul dengan setia, sang raja merencanakan untuk membunuh Daud. Merasa putus asa, Daud melarikan diri ke Gat—rumah raksasa yang dibunuh Daud dalam perang. Setelah dikenali oleh orang-orang Gat, Daud diliputi ketakutan sehingga dia berpura-pura menjadi gila. Raja Gat merasa jijik dengan "kegilaannya" sehingga ia mengusir Daud dari kota.
Pada saat itu, Daud telah berulang kali lolos dari kematian. Dia dikelilingi oleh orang-orang yang membencinya, dan dia memiliki banyak alasan untuk merasa cemas dan takut. Namun di tengah-tengah keadaannya yang tidak menentu, dia menciptakan sebuah Mazmur untuk memuji Tuhan atas kebesaran-Nya.
Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Mazmur 34:2 TB
Menyembah Tuhan menempatkan masalah-masalah Daud ke dalam sebuah perspektif. Situasi dapat berubah, tetapi Tuhan tidak. Dia tetap berkuasa, kekal, dan selalu hadir. Dia tidak selalu menjauhkan Daud dari situasi sulit, tapi Dia menyertai Daud melalui setiap momen yang sulit.
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Mazmur 34:5 TB
Tuhanlah yang menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya. Tuhanlah yang berulang kali menyediakan kebutuhan umat-Nya di tengah masa-masa sulit.
Dan jika Dia pernah melakukannya, Dia dapat melakukannya lagi.
Saat ini, renungkanlah bagaimana Tuhan telah setia kepada Anda. Dengan cara apa saja Dia telah melindungi, menyediakan, menguatkan, dan mendorong Anda?
Jika Anda kesulitan untuk memikirkan contohnya, tidak apa-apa. Jika pujian tidak mudah bagi Anda saat ini, bacalah Mazmur 34 dan biarkan kata-katanya menjadi doa pribadi Anda.
Tuhan yang sama yang dibicarakan Daud tetap melakukan hal-hal besar di dunia ini. Dia tetap mendengarkan seruan umat-Nya. Tuhan tetap hadir dalam rasa sakit kita, Dia tetap bekerja dalam ketidakpastian kita, dan Dia tetap mahakuasa—bahkan ketika kita merasa tidak berdaya.
Ketika tak ada satu pun dalam hidup ini yang masuk akal—Anda tetap dapat berlari kepada-Nya dan berlindung.
REFLEKSI
Bagaimana Anda mengalami kebaikan Tuhan baru-baru ini?
Dia memenuhi saya dengan sukacita setelah musim sulit.
Dia menyelamatkan saya dari orang-orang yang ingin melukai saya.
Dia melindungi dan menyediakan bagi saya dengan luar biasa.
DOA
Allah Bapa, Engkau sangat baik kepadaku! Tidak sulit bagiku untuk melihat dengan jelas bukti kebaikan-Mu di dalam hidupku. Bahkan di tengah situasi sulit, Engkau tetap setia, adil, selalu hadir, dan dapat dipercaya. Aku telah menyaksikan kebaikan-Mu saat aku berseru meminta pertolongan-Mu, dan Engkau menyelamatkanku. Terpujilah nama-Mu! Dalam nama Yesus, Amin.
Kasih Yesus yang Besar
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 1 Yohanes 4:9 (TB)
Kasih adalah awal segalanya. Anda dan saya dapat hidup dan bernapas saat ini karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan menciptakan kita karena Dia ingin mengasihi manusia, dan kita adalah penerima kasih-Nya yang besar.
Yohanes memberi tahu bahwa cara utama Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita adalah melalui Yesus. Bahkan ketika kita masih dianggap musuh Allah, Dia mengutus Yesus ke dunia untuk kita. Ketika Yesus berada di bumi, Dia menjalani kehidupan tanpa dosa sebagai perwakilan manusia kepada Allah. Kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi kita untuk diampuni dari dosa-dosa kita dan memulai hubungan dengan Allah.
Sekarang Allah memberi kita kasih-Nya secara cuma-cuma. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kasih-Nya, dan tidak ada apa pun tentang kita yang membuat kita layak menerima kasih-Nya. Inilah mengapa Yohanes berkata bahwa kasih berasal dari Allah (1 Yohanes 4:7).
Kasih adalah tanggung jawab terbesar kita dalam hidup. Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah dua perintah terbesar. Tetapi dasar dari semua ini adalah kasih Allah melalui Yesus.
Dalam 1 Yohanes 4:7-8 bahwa mereka yang benar-benar mengenal Allah akan mengasihi orang lain juga. Hubungan kita dengan Tuhan adalah contoh bagaimana kita harus mengasihi orang lain. Kita seharusnya tidak pernah menolak memberi sesuatu yang telah kita terima secara cuma-cuma. Dan karena kita telah menerima kasih dari Tuhan secara cuma-cuma, kita juga harus memberikan kasih secara cuma-cuma kepada orang lain.
Pertimbangkan beberapa cara Anda dapat mengasihi orang-orang di sekitar Anda. Terkadang meluangkan waktu bersama orang lain adalah cara terbaik untuk mengasihi mereka. Mungkin juga ada orang yang Anda kenal yang membutuhkan dorongan, atau membantu memenuhi kebutuhan mereka. Pikirkan satu atau dua hal yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih kepada seseorang dalam hidup Anda.
REFLEKSI
Apa yang paling menakjubkan Anda tentang kasih Tuhan?
Kasih-Nya diberikan tanpa pamrih.
Kasih-Nya tidak berubah.
Kasih-Nya abadi.
DOA
Tuhan, kasih-Mu selalu membuatku takjub! Kasih-Mu murah hati, agung, dan mulia. Terima kasih telah mengasihiku tanpa syarat. Walau aku tidak layak mendapatkannya, namun Engkau tidak pernah berhenti mengasihi dan mencariku. Ajari aku untuk mengasihi orang lain dengan murah hati seperti-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Minggu, 13 Juli 2025
berbahagialah, Matius 5:10
Kamis, 10 Juli 2025
berbahagialah, Matius 5:9
Rabu, 09 Juli 2025
Berbahagialah, Matius 5:8, Apakah Hatimu Murni?
Matius 5:8 (TB) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Apakah Hatimu Murni?
Apa yang terlintas ketika Anda mendengar kata "murni"?
Apakah Anda membayangkan sebuah gelas kristal yang penuh air jernih?
Setumpuk seprai putih yang baru dicuci?
Atau mungkin seseorang yang sehat dan baik secara moral?
Dalam ucapan bahagia yang keenam—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:
“Betapa bahagianya orang yang mempunyai hati yang murni, karena mereka akan melihat Allah."
Matius 5:8 PBTB2
Kata "murni" berarti bersih atau tidak bercela, bebas dari kerusakan atau pencemaran, dimurnikan dengan api, atau tidak ternoda oleh rasa bersalah. Tak seorang pun dari kita dapat benar-benar suci dengan upaya kita sendiri—meskipun kita sudah berusaha sebaik mungkin.
Sebelum Yesus muncul, para imam Lewi berpangkat tertinggi ditugaskan untuk melayani dan menengahi di ruang paling suci (di dalam tabernakel di padang gurun dan, kemudian, bait suci di Yerusalem)—di mana hadirat Allah berdiam di bumi. Tetapi bahkan mereka harus dimurnikan berulang kali.
Sekarang, karena pengorbanan terakhir Yesus di kayu salib, Dia telah membuka jalan bagi kita. Darah-Nya menutupi dosa-dosa kita, dan ketika kita menerima pengorbanan itu, Dia menyucikan kita. Sekarang dan selamanya, kita dapat “datang dengan berani ke takhta Allah kita yang murah hati,” di mana kita dapat menemukan rahmat dan anugerah ketika kita sangat membutuhkannya (Ibrani 4:16). Sekarang, tubuh kita adalah bait suci zaman modern di mana Roh Allah telah memilih untuk berdiam.
Menjadi murni hati bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi percaya kepada Yesus untuk menyucikan jiwa kita.
Seperti yang pernah dinubuatkan Yesaya…
"Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN berkata--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1:18 TB
REFLEKSI
Bagaimana Anda akan datang dengan berani ke takhta Allah hari ini?
Dengan mengakui dosa-dosa kita.
Dengan meletakkan ketidaksempurnaan kita di kaki Yesus.
Dengan menyembah Tuhan yang telah memurnikan kita.
DOA
Tuhan, aku ingin memiliki hati yang murni. Tolong tunjukkanlah bagian hatiku yang tidak sejalan dengan Firman-Mu. Bantulah aku melepaskan kepahitan, kekecewaan, atau sakit hati yang terus kusimpan. Aku mau menyerahkan seluruh hatiku kepada-Mu-ubahlah hatiku menjadi lebih baik. Dalam nama Yesus, Amin.
Selasa, 08 Juli 2025
Berbahagialah Matius 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Matius 5:7 (TB)
Belas Kasih yang Ekstrem
Pikirkan kembali saat Anda menerima belas kasihan…
Mungkin Anda berutang uang kepada seseorang, tetapi mereka memutuskan untuk membatalkan utang Anda. Mungkin Anda menyakiti seseorang yang Anda kasihi, tetapi mereka memberi Anda kesempatan lagi. Mungkin Anda membuat kesalahan besar, tetapi Anda menerima pengampunan alih-alih hukuman.
Dalam ucapan bahagia kelima, serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah, Yesus mengatakan ini:
“Betapa bahagianya orang yang memiliki belas kasihan kepada orang lain, karena Allah akan memberikan belas kasihan kepada mereka. Matius 5:7 PBTB2
Karena kita adalah orang-orang berdosa yang tidak sempurna yang tidak memenuhi standar kemuliaan Allah, kita semua pantas mati. Kita semua pantas dihukum. Kita semua pantas terpisah selamanya dari Tuhan.
“Tetapi Allah kaya dengan belas kasihan, dan Ia sangat mengasihi kita. Kita sudah mati karena semua pelanggaran yang kita lakukan terhadap Dia. Tetapi Allah memberikan kita hidup baru bersama Kristus. Oleh anugerah-Nya kamu diselamatkan.” Efesus 2:4-5 PBTB2
Yesus berhasrat tentang keadilan dan kebenaran serta sangat mementingkan tentang anugerah dan belas kasihan.
Itulah sebabnya Dia membayar harga tertinggi bagi kita—agar kita dapat benar-benar hidup. Itulah sebabnya Dia menaklukkan kubur—untuk menyelamatkan jiwa kita dengan belas kasihan. Itu sebabnya Dia mengirimkan Roh-Nya—agar kita juga bisa menunjukkan belas kasihan.
Untuk lebih jelasnya, anugerah dan belas kasihan, meskipun serupa, tidaklah sama. Anugerah adalah mendapatkan apa yang tidak layak Anda terima (hadiah yang tidak pantas) sementara belas kasihan adalah tidak mendapatkan apa yang pantas Anda terima (penghakiman dan murka).
Dan meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, umat-Nya dipanggil untuk berbelaskasihan. Bahkan ketika seseorang telah berbuat salah padamu. Ya, bahkan ketika mereka tidak pantas mendapatkan kebaikan Anda. Ya, bahkan ketika Anda tidak ingin berbelas kasih.
Yesus telah menunjukkan belas kasihan kepada kita. Dan sekarang? Kita bisa menawarkannya kepada orang lain.
REFLEKSI
Bagaimana Anda dapat menunjukkan belas kasih hari ini?
Saya bisa lebih sabar dengan seseorang.
Dengan mengampuni orang yang menyakiti saya.
Saya bisa membantu orang yang mengalami hari yang berat.
DOA
Tuhan, Engkau senantiasa berbelas kasih. Saat bertemu dengan orang-orang, aku ingin mereka tahu bahwa Engkau hidup di dalamku. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan belas kasih-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Saat imanku bertumbuh, tolong beri aku kemampuan yang lebih dalam untuk berbelas kasihan kepada orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.
Senin, 07 Juli 2025
berbahagialah Matius 5:6
Berbahagialah Matius 5:5
Kelemahlembutan Bukanlah Kelemahan
Segala sesuatu di sekitar kita—dunia, budaya, orang-orang—cenderung memuji kekuasaan dan kekuatan, kemandirian dan kecerdasan, keberanian dan keunggulan.
Namun, dalam sabda bahagia ketiga—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus menyoroti sesuatu yang berbeda, dengan mengatakan:
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Matius 5:5 PBTB2
Kata “lemah lembut” berasal dari kata bahasa Yunani “praeis”. Kata ini berarti lembut, rendah hati, atau tunduk; sederhana, lemah lembut, atau tidak sombong. Bahkan, ketika Paulus menggambarkan “buah Roh” (sifat-sifat yang dikembangkan dalam diri umat-Nya oleh Roh-Nya), kata “kelemahlembutan” sering digunakan secara bergantian.
Namun, mari kita perjelas: Jika deskripsi tersebut memberikan gambaran yang rapuh dan tidak berdaya dalam pikiran Anda, yakinlah bahwa kelemahlembutan bukanlah kelemahan.
Kelemahlembutan adalah kekuatan yang terkendali. Kekuatan itu tunduk pada otoritas Allah.
Namun, jika "lemah lembut" bukanlah kata yang akan Anda gunakan untuk menggambarkan diri Anda saat ini, tidak apa-apa. Yesus tidak berbicara kepada mereka yang sudah memiliki segalanya—dan Dia juga tidak mengharapkan versi kita yang sempurna. Sebaliknya, Dia memberikan berkat kepada umat-Nya yang telah (dan sedang) menjadi seperti yang Tuhan harapkan.
Tuhan terus mengembangkan sifat-sifat Sabda Bahagia ini di dalam diri para pengikut-Nya. Dia memurnikan, menguduskan, dan mengubah kita agar semakin serupa dengan-Nya.
Dalam Kitab Suci, Yesus sendiri disebut "lemah lembut". Namun, seperti yang mungkin Anda ketahui, Dia jauh dari sikap pasif, apatis, atau mudah menyerah. Alih-alih mengandalkan kekuatan-Nya sendiri—seperti memanggil pasukan malaikat untuk menghindari hukuman salib—Dia bersandar pada kekuatan Tuhan dan menahan kekuatan-Nya yang tak terbatas.
Kerajaan Yesus, yang bertolak belakang dengan dunia, akan dipenuhi oleh orang-orang yang memanfaatkan kekuatan mereka untuk kemuliaan Tuhan dan yang merendahkan diri di bawah kaki-Nya.
REFLEKSI
Bagaimana kita dapat menunjukkan kelemahlembutan hari ini?
Dengan menunjukkan anugerah daripada menghakimi.
Dengan mengandalkan kekuatan Tuhan untuk bertahan.
Dengan menggunakan kekuatan Tuhan untuk berbuat baik.
DOA
Tuhan, terima kasih telah menyambutku ke dalam kerajaan-Mu. Terima kasih telah menerimaku, meskipun aku tidaklah sempurna. Kuasa-Mu cukup untuk kebutuhanku, jadi biarlah aku bersandar pada kekuatan-Mu hari ini. Tolonglah agar aku dapat berjalan dengan lemah lembut dan rendah hati dengan orang-orang di sekitarku. Dalam Nama Yesus, Amin.
Sabtu, 05 Juli 2025
berbahagialah Matius 5:4
Kamis, 03 Juli 2025
Berbahagialah Matius 5:3
Rabu, 02 Juli 2025
ASIH, MERUPAKAN FONDASI HIDUP YANG KUAT
”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati, ia tdk cemburu. Ia tdk memegahkan diri dan tdk sombong. Ia tdk melakukan yg tdk sopan dan tdk mencari keuntungan diri sendiri. Ia tdk pemarah dan tdk menyimpan kesalahan orang lain. Ia tdk bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”
1Korintus 13:4-7
KASIH adalah merupakan pondasi yg kuat dlm keluarga menurut ajaran Alkitab.
Ketika kita saling mencintai dgn tulus, kita akan membangun hubungan yg kokoh dan harmonis di antara pasangan, orang tua, dan anak-anak.
KASIH juga mendorong kita utk peduli dan membantu sesama.
Saat kita menunjukkan empati dan belas kasihan kepada orang lain, kita berpartisipasi dlm pekerjaan Tuhan di dunia ini.
KASIH mengajarkan kita utk mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain.
Kita semua berdosa dan membutuhkan pengampunan Tuhan. Dgn demikian, kita harus siap utk mengampuni dan mengasihi seperti Tuhan telah mengampuni dan mengasihi kita.
Di dunia yg penuh dgn konflik, KASIH mengajarkan kita utk mencari perdamaian dan rekonsiliasi.
Dgn mengasihi musuh kita, kita dapat mengubah dunia di sekitar kita menjadi tempat yg lebih baik
KASIH juga menggerakkan kita utk melayani dan membantu orang miskin dan yg membutuhkan.
Melalui tindakan nyata, kita dapat menunjukkan KASIH Kristus kepada mereka.
Jadi, mari kita hidup dgn KASIH sebagai fondasi hidup kita.
Mari kita ajarkan KASIH ini kepada orang lain dan terus mencari cara utk mengasihi dan melayani sesama.
Dengan melakukannya, kita akan membangun dunia yg penuh KASIH dan damai.
“Jangan lupa utk membagikan renungan ‘KASIH' hari ini kepada orang lain, agar mereka juga dapat membangun hidup yg kuat berdasarkan KASIH yg telah Tuhan ajarkan.”