Senin, 19 Oktober 2015

Dia masih tetap Allah yg tidak pernah berubah!

Ketika sekali waktu teman saya mendapatkan kesempatan utk mengunjungi Mesir, dia mendapatkan satu kisah mujizat yg diceritakan oleh pemandu wisata mereka...
Dia menceritakan bhw sekitar abad 10 yang lalu, Mesir sdh mulai dikuasai oleh seorg raja yg beragama islam; tp terjadi kehidupan yg harmoni antara kelompok Islam, Yahudi & Kristen (Koptik/ Ortodox). Bahkan ada banyak diantara para pegawai raja yg tetap menganut agamanya masing-masing. Tp rupanya diantara beberapa pegawai raja tetap ada juga yg menunjukkan rivalitas; krn ada pegawai raja yg berasal dr kelompok org-org yahudi merasa tersinggung & sakit hati pd pegawai raja yg berasal dr kelompok kristen (Koptik/ Ortodox) Maka pegawai raja yg berasal dr kelompok yahudi tsb mulai berusaha mencari-cari kesalahan dr pegawai raja yg merupakan rivalnya. Kebetulan disaat itu, raja sdg menghadapi satu permasalahan kependudukan; wilayah Kairo tua sdh dianggap terlalu padat penduduk & raja berniat utk memperluas wilayah kota Kairo tua tsb tp terkendala krn adanya satu bukit yg cukup besar - bukit Mukhatam. Disaat itulah pegawai raja yg beragama Yahudi menemukan adanya sebuah peluang utk mempermalukan kelompok org Kristen (Koptik); dg adanya ayat firman yg berkata: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." (Mark 11:23)
Segera pegawai raja dr kelompok yahudi menghadap raja & mengemukakan ayat diatas lalu menyatakan bhw kelompok Kristen (Koptik) dpt menyelesaikan masalah kependudukan yg sdg dihadapi oleh raja... Segera raja memanggil Paus Kristen Koptik yg saat itu tinggal di kota Alexandria. Tentu saja sang Paus terkejut bkn kepalang saat ditanya oleh raja apakah ayat yg tertulis dlm injil Markus pasal sebelas ayat ke duapuluh tiga adalah sebuah kebenaran? Mau tidak mau, sang Paus hrs membenarkan ayat tsb.
Dan sbg balasan, raja menyuruh Paus utk memindahkan bukit Mukhatam. Dg penuh kegalauan, Paus meminta kpd sang raja waktu tiga hari utk berpuasa. Disaat itu, Paus mengumpulkan beberapa pendeta dr jemaat Kristen Koptik yg ada di sekitar Kairo tua utk berdoa & berpuasa di sebuah gereja yg hingga skr di kenal dg sebutan Gereja Gantung - sebuah gereja yg dibangun oleh kelompok Kristen Koptik Mesir. Dlm masa doa puasa itulah, sang Paus mendptkan arahan utk menemui seorg tukang sepatu yg bernama Simon - krn melalui penglihatan itu, sang Paus di beritahu bhw Simon dlm segala kesederhanaannya memiliki iman yg besar...
Singkat cerita, bersama dg para imam, pendeta & sang Paus sendiri, Simon sang tukang sepatu bersama- sama berdoa & berpuasa. Pada hari ketiga, bukit Mukhatam betul-betul diangkat oleh Tuhan & dipindahkan sejauh tiga kilometer dari tempat asalnya.
Peristiwa yg menakjubkan ini diabadikan oleh org-org Kristen Koptik Mesir dlm berbagai tulisan & lukisan dinding yg menggambarkan hal tsb. Dokumentasi yg menggambarkan peristiwa terangkatnya bukit Mukhatam masih terpelihara dg baik hingga saat ini. Bahkan disekitar bukit batu tsb skr telah didirikan sebuah gereja besar yg berbentuk seperti Amphi-teather dg kapasitas sekitar sepuluh ribu tempat duduk. Itulah gereja Kristen Koptik terbesar yg ada di Mesir.
Kisah mujizat yg pernah dialami oleh kelompok Kristen Koptik tsb mungkin sdh dianggap hanya sebagai sebuah legenda/ kisah masa lalu - apalagi hingga sekarang ada banyak dinamika politik/ gejolak kehidupan yg terjadi di Mesir sehingga hal itu ikut mengakibatkan merosotnya taraf kehidupan org-org di Mesir... Tapi kita tdk boleh melupakan bhw Dia masih tetap Allah yg tidak pernah berubah! Jika Dia pernah membelah laut Merah utk menyelamatkan Israel dr kejaran Firaun; jika Dia pernah memindahkan bukit Mukhatam utk menegaskan melalui umatNya, bhw Dia masih tetap Allah yg sama spt yg dilayani oleh Musa....
Betapa  lebihnya lagi Dia! Dia pasti bertindak bg umat pilihanNya - saudara & saya -   karena itu, ingat selalu, Tuhan itu nyata & Dia masih tetap bekerja....

Minggu, 18 Oktober 2015

Manfaat Membaca Firman Tuhan

Tuhan menjanjikan hal-hal tertentu kepada setiap orang yang meluangkan waktunya tiap hari untuk mengenal Dia melalui Firman-Nya.

Lihatlah beberapa janji Tuhan bagi orang yang suka merenungkan dan melakukan Firman Tuhan:

1) Sukacita

Yeremia 15:16
16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

2) Kekuatan

Kisah 20:32
32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

3) Damai Sejahtera

Mazmur 119:165
165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Yesaya 48:18
18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

4) Ketenangan

Mazmur 16:8-9
8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

5) Berhasil dan Beruntung

Yosua 1:8
8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

6) Doa yang dijawab

Yohanes 15:7
7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Hal-hal inilah yang dikehendaki oleh setiap orang. Dan semuanya ini diberikan Tuhan kepada Anda ketika Anda meluangkan waktu bersama-Nya dgn membaca, merenungkan dan melakukan Firman

Selasa, 13 Oktober 2015

ADIKKU SAYANG ..

Kisah ini sangat menyentuh : Cinta Sejati Mengatasi Masalah Tanpa Keluhan, Anda??
Cinta yang sejati adalah cinta yang memberi melampaui kemampuan dan kekuatan kita. Cinta sejati adalah cinta yang mampu menerima segala keadaan tanpa keluhan.
Malah, cinta sejati mampu melakukan hal-hal yang luar biasa walau kondisi tidak mendukung. Cinta sejati mampu memberi lebih ketika kita justru kekurangan. Cinta sejati mampu
mengatasi keterbatasan kita dengan tindakan kasih yang penuh ketidakterbatasan.
Apa yang dilakukan oleh gadis kecil Long Zhuan sungguh mengharukan. Bukan sekedar kata, sang gadis berusia 10 tahun ini, benar-benar membuktikan kebesaran cinta kepada adiknya yang berusia 2 tahun.
Karena kedua orangtuanya harus bekerja diluar kota, dan kakek-neneknya bekerja sebagai buruh, maka gadis penuh kasih ini mengambil tanggungjawab mengasuh adiknya.
Gadis Long Zhuan, murid kelas dua di sebuah sekolah dasar di Jiangshang, bahkan harus membawa adiknya ke dalam kelas ketika sedang sekolah. Bila sang adik mengantuk, dengan penuh belas kasih Long Zhuan menggendongnya di dalam kelas sambil belajar.
Lu Qixing, seorang fotograder China berhasil memotret momentum penuh kasih yang dilakukan Long Zhuan ketika sedang menggendong sang adik di dalam kelas. Setelah mengunggahnya foto ke dunia maya, banyak pihak yang peduli berusaha meringankan beban Long Zhuan.

Renungan
Long Zhuan tidak menyerah dengan keadaan dan keterbatasan yang harus dialaminya. Long Zhuan tidak mengeluh ketika harus mengasuh sang adik yang kepalanya membesar karena kekurangan gizi.
Sang gadis kecil berjiwa besar ini, mengambil bagian untuk mengurangi beban keluarga. Long Zhuan membuktikan bahwa kasih sejati adalah kasih yang bertindak nyata.
Apakah kita sudah mengasihi dengan perbuatan kita?

N ever
E ver
G ive
U p !!

JESUS LOVES U

Senin, 12 Oktober 2015

KISAH TIGA KARUNG BERAS DARI MAMA

Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggallah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik.
Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut.
Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah.
Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama".
Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.
Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku......

Inti dari Cerita ini adalah:
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya" 👪

" Meraih cita2 diusia tua "

Hari pertama kuliah di kampus, Profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dan dengan senyumnya yang cerah. Ia menyapa, "Halo anak cakep, Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh, Maukah kamu memelukku?"

Saya tertawa, dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!".

Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat, "Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini ?" tanya saya berolok-olok.

Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" tanya saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkan suasana.

Pada akhir semester, kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan dia berkata, "Maafkan saya, saya sangat gugup. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

Kemudian dia meneruskan, "Kita tidak boleh berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain". Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya. Sungguh, jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tetapi, berbeda dengan menjadi dewasa. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan, bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.

Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.

Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.

Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.

Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.

Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.

Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.

Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.