Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Ada orang yang terus hidup dalam bayang-bayang masa lalunya.
Karena pernah gagal, dia takut mencoba lagi. Karena pernah dikhianati, dia takut mempercayai orang lain. Karena pernah mengambil keputusan yang salah, dia merasa tidak lagi mampu menjalani kehidupan dengan baik.
Tanpa disadari, peristiwa yang sudah berlalu mulai menentukan setiap keputusan yang diambilnya hari ini.
Namun, saudara, apakah kegagalan kemarin harus menentukan seluruh masa depanmu?
Roma 8:28 mengingatkan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan dipanggil sesuai dengan rencana-Nya.
Ayat ini tidak mengatakan bahwa semua kejadian buruk itu baik. Ayat ini juga tidak menjanjikan bahwa setiap kerugian akan langsung diganti.
Tetapi ayat ini memberikan pengharapan: bahkan di tengah kegagalan dan penderitaan, Tuhan tetap sanggup bekerja menurut tujuan-Nya.
Mungkin kamu pernah salah mengatur keuangan. Hari ini, belajarlah menjadi lebih bijaksana.
Mungkin kamu pernah mengabaikan keluarga. Hari ini, mulailah menyediakan waktu dan menunjukkan kasih.
Mungkin kamu pernah melukai seseorang. Hari ini, belajarlah berbicara dengan lebih lembut dan bertanggung jawab.
Mungkin kamu pernah menjauh dari Tuhan. Hari ini, kamu dapat kembali membangun hubungan dengan-Nya.
Jangan terus-menerus menghabiskan hari ini dengan membayangkan bagaimana hidupmu seandainya kemarin berbeda.
Belajarlah dari masa lalu, tetapi jangan tinggal di sana.
Kamu tidak harus mengetahui seluruh masa depan untuk mengambil satu langkah yang benar hari ini.
Mulailah dari apa yang ada di tanganmu. Lakukan apa yang benar. Mintalah hikmat Tuhan. Dan berjalanlah dengan iman.
Masa lalumu mungkin menjelaskan bagaimana kamu sampai di sini, tetapi masa lalumu tidak harus menentukan bagaimana kamu melangkah selanjutnya.
Bersama Tuhan, jangan menyerah pada perjalananmu.
Tuhan Yesus memberkati.