Senin, 10 November 2025

Menanggapi Tuhan Setiap Saat

Yakobus 5:13 (TB)  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

Sepanjang hidup kita, kita akan mengalami dukacita dan sukacita. Kita akan mengalami saat-saat sedih yang luar biasa dan saat-saat bahagia yang meluap-luap. Kadang, dua hal itu terjadi di musim yang terpisah — tetapi terkadang keduanya datang bersamaan.

Bagaimanapun, Yakobus mengharapkan orang Kristen datang kepada Tuhan. Jika seseorang menderita, mereka dipanggil untuk berdoa. Jika seseorang bergembira, mereka harus memuji Tuhan.

Hal ini dianggap sudah seharusnya demikian, tetapi ketika penderitaan menyelubungi pikiran kita, terkadang kita lupa untuk memprioritaskan doa. Dan ketika segalanya berjalan dengan baik dan kita merasa senang, mudah untuk sekadar menikmati musim dan lupa untuk memuji Tuhan karenanya. Tetapi setiap musim kehidupan sebenarnya merupakan sebuah kesempatan untuk mempraktikkan apa yang ditulis oleh Yakobus…

Ketika kita menderita, marilah kita berdoa. Ketika orang-orang di sekitar kita menderita, marilah kita berdoa. Saat kita gembira atau bahagia, marilah kita memuji Tuhan. Ketika orang lain bahagia, marilah kita memuji Tuhan bersama mereka. Dalam setiap keadaan atau situasi, mari kita datang kepada Tuhan dengan segalanya, dan memercayakan segalanya kepada-Nya.

Ketika kita melakukan itu, kita mengarahkan pandangan kita pada Yesus, dan Dia akan membantu kita menanggung setiap situasi yang kita hadapi.

Jadi, apa yang Anda hadapi saat ini? Luangkan waktu sejenak untuk berdoa kepada Tuhan dan beri tahu Dia semua yang Anda alami. Kemudian, renungkan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup Anda, dan katakan kepada Tuhan, “Terima kasih.”


REFLEKSI
Siapa yang dapat Anda doakan sejenak saat ini?
Diri sendiri
Anggota keluarga
Teman atau rekan kerja


DOA
Tuhan, terima kasih telah memerhatikan masalahku. Aku bersyukur bahwa Engkau tidak hanya ingin mendengar masalahku, tetapi juga ingin memberiku kedamaian. Yesus, aku memuji-Mu atas semua yang telah Engkau lakukan dalam hidupku dan semua yang akan terus Engkau lakukan. Engkau selalu baik-seperti apa pun situasiku. Terima kasih telah menjadi sumber pengharapan sejati yang tidak pernah berubah bagiku. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan merancang kita untuk komunitas. Jadi jika ada orang yang Anda kenal sedang bergumul, berdoalah bersama mereka. Jika ada kenalan Anda yang sedang merayakan sesuatu, bergembiralah bersama mereka!

Minggu, 09 November 2025

Harapan Besar

Mazmur 31:24 (TB)  (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! 

Mazmur 31 adalah doa yang tulus dari Raja Daud, seorang pria yang mengalami banyak pencobaan dan tantangan sepanjang hidupnya. Pasal ini adalah pengingat yang kuat bahwa di saat-saat tergelap dalam hidup kita, Tuhan tetap teguh dan setia kepada mereka yang mencari Dia.

Dalam Mazmur 31:21-22, Daud merasa terjebak. Dia teringat saat dia berada di sebuah kota yang dikepung, merasa jauh dari pandangan Tuhan, diliputi oleh perasaan putus asa dan keterasingan. Namun Daud tidak melupakan karakter dan kesetiaan Tuhan. Dia berseru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya, dan sebagai tanggapan, Tuhan mendengar permohonannya dan mengulurkan tangan-Nya.

Pernahkah Anda merasa terjebak?

Pasal ini mengingatkan bahwa kasih dan rahmat Tuhan tidak pernah jauh. Ketika kita berseru kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, Dia mendengar tangisan kita dan menanggapinya dengan belas kasih.

“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!” Mazmur 31:24 TB

Ayat ini adalah seruan dan undangan untuk melabuhkan jiwa kita pada harapan yang berasal dari hubungan kita dengan Tuhan. Namun ada dua hal yang harus kita ingat tentang pengharapan kepada Tuhan.

Pertama, pengharapan bukan hanya sekadar optimisme. Pengharapan adalah kepercayaan yang mendalam terhadap karakter dan janji-janji-Nya. Pengharapan adalah mengetahui bahwa Tuhan adalah penolong kita yang selalu hadir di saat-saat sulit (Mazmur 46:1) dan bahwa kasih-Nya bagi kita tetap teguh dan tidak berubah (Mazmur 136:26). Ketika kita berharap kepada Tuhan, kita memanfaatkan sumber kekuatan yang melampaui keadaan kita.

Kedua, pengharapan kepada Tuhan tidak bersifat pasif, melainkan aktif. Pengharapan ini memampukan kita untuk menghadapi tantangan secara langsung, karena kita tahu bahwa kita tidak sendirian dalam pergumulan kita. Pengharapan kita bersandar pada Dia yang mendengar tangisan kita dan menanggapinya dengan kasih dan belas kasihan.

Pada saat kesusahan, ketika kita merasa seolah-olah kita jauh dari pandangan Tuhan, ingatlah keajaiban kasih-Nya yang dinyatakan dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Di dalam Dia, Anda akan menemukan ekspresi tertinggi dari kasih Allah yang tak berkesudahan bagi kita.


REFLEKSI
Bagaimana ayat ini menguatkan Anda hari ini?
Betapa pun gelapnya keadaan saya, saya dapat berharap kepada Tuhan.
Saat lemah, saya dapat tenang dalam kekuatan Tuhan.
Saya tidak tahu masa depan, tapi saya berpengharapan karena Tuhan mengetahuinya.


DOA
Tuhan, terlepas dari keadaan dan hatiku yang cemas, aku selalu dapat menemukan harapan di dalam-Mu. Yesus, Engkau tidak pernah meninggalkanku, kasih-Mu tak berkesudahan, dan tidak pernah menyerah atas diriku. Perbarui harapan dan kekuatanku. Kuatkanlah hatiku, agar aku bisa menguatkan orang-orang di sekitarku. Dalam nama Yesus, Amin.


Berharap dalam Tuhan bukanlah hanya tentang optimisme, namun kepercayaan penuh dalam karakter dan janji Tuhan.
Hari ini, hiduplah dengan cara yang mencerminkan pengharapan Anda dalam Tuhan. Lalu, dorong seseorang dengan ayat hari ini: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!

Kamis, 06 November 2025

Bersiaplah

Efesus 6:11 (TB)  Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 


Akankah seorang dokter memulai operasi tanpa peralatan bedah?
Akankah petugas pemadam kebakaran berlari ke gedung yang terbakar tanpa baju pelindung?
Akankah seorang prajurit menuju pertempuran tanpa perlengkapan tempur?

Dengan mengesampingkan situasi ekstrem, tentu saja tidak.

Sesungguhnya, mereka tidak hanya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan saat-saat seperti itu, tetapi mereka juga belajar melindungi diri dari bahaya. Jika mereka tidak siap, mereka tidak dapat melakukan tugas mereka.

Menulis kepada orang-orang percaya di Efesus dari penjara Romawi, rasul Paulus berkata:

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” Efesus 6:11 PBTB2

Setiap hari, kita menghadapi pertempuran yang tidak dapat kita lihat sepenuhnya. Dan jika kita tidak siap, kita tidak dapat melakukan tugas kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama dengan baik.

Perlengkapan senjata Allah sudah tersedia, tetapi kita harus membuat keputusan secara aktif dalam memperlengkapi diri kita untuk berperang.

Ketika kita secara aktif mengenakan perlengkapan senjata Allah, kita dapat bersiap menghadapi serangan yang akan datang.


REFLEKSI
Bagaimana Anda bisa melindungi diri sendiri?
Saya bisa membaca Firman Tuhan untuk menguatkan iman.
Saya bisa memohon perlindungan Tuhan atas hidup saya.
Saya bisa mencari kesempatan untuk lebih dekat kepada-Nya.


DOA
Tuhan, Engkau telah memperlengkapi kami supaya kami bisa mendekat kepada-Mu dan membantu kami berdiri melawan kuasa jahat yang ingin menghancurkan kami. Terima kasih atas perlindungan-Mu. Terima kasih, Engkau telah menjaga kami senantiasa. Hari ini, tolong bantu aku mengenakan seluruh perlengkapan senjata yang telah Kau sediakan. Berikan aku kekuatan untuk berdiri teguh di dalam-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Baju zirah Tuhan sudah tersedia, tetapi kita harus memilih untuk memakainya sendiri untuk pertempuran.Saat kita memilih untuk memakai baju zirah Tuhan, kita tidak hanya sedang melindungi diri kita sendiri-kita juga bersiap untuk bertarung bagi orang lain.

Rabu, 05 November 2025

Jalan Kembali ke Tuhan

Yohanes 14:6 (TB) Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Adalah umum dalam budaya masa kini bagi orang-orang untuk percaya bahwa semua jalan menuju kepada Tuhan. Banyak yang percaya bahwa berbagai macam agama dan sistem kepercayaan pada akhirnya akan membawa kita kepada Tuhan.

Meskipun kepercayaan semacam ini diterima secara luas, hal itu tidak sesuai dengan apa yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:6. Yesus berkata bahwa Dia adalah satu-satunya jalan menuju Allah. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali mereka datang melalui Yesus. 

Yesus juga berkata bahwa Dia adalah Kebenaran, yang berarti bahwa semua kebenaran lain harus diukur terhadap Dia. Dia adalah kebenaran objektif. Dengan kata lain: Yesus adalah standar yang dengannya kita dapat menilai klaim kebenaran dunia lainnya.

Terakhir, Yesus berkata Dia adalah Hidup. Ini berarti bahwa hanya melalui Yesus kita menemukan hidup yang sejati dan kekal. Kehidupan sejati datang dari mengikuti kata-kata Yesus dan jalan-Nya bagi hidup kita.

Kehidupan yang benar dan bermakna dimulai dengan mengenal Yesus. Hanya Dia yang memiliki akses ke kehidupan yang baik yang Allah maksudkan untuk kita jalani, serta kehidupan abadi bersama-Nya di surga.

Luangkan waktu sejenak untuk berterima kasih kepada Yesus karena mengungkapkan jalan yang benar menuju kehidupan dan keselamatan, dan karena membuka jalan untuk memiliki hubungan dengan-Nya. Teruslah belajar dari Yesus melalui Firman-Nya, dan bagikan pengharapan Yesus kepada orang lain dalam hidup Anda.

REFLEKSI
Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." Bagaimana Anda bisa mengarahkan orang lain untuk menemukan jalan, kebenaran, dan kehidupan yang Dia tawarkan?
Saya dapat membagikan Firman dan pesan-pesan positif di media sosial.
Saya dapat mengutip Firman Tuhan dalam percakapan.
Saya dapat mendoakan kebenaran alkitabiah untuk keluarga.

DOA
Tuhan, terima kasih atas anugerah keselamatan dan menjadi satu-satunya jalan yang benar. Dunia sangat membutuhkan kebenaran dan terang-Mu. Pimpin langkahku untuk berani membagikan kebenaran-Mu kepada orang-orang di sekitarku. Gunakan hidupku untuk mengarahkan orang lain kepada-Mu, dan bawalah aku kembali ke jalan-Mu dan kebenaran-Mu ketika aku tersesat. Dalam nama Yesus, Amin.


Di dunia yang suka berpura-pura bahwa semua jalan menuju Tuhan, jangan ragu untuk mengatakan kebenaran dalam kasih. Yesus adalah satu-satunya jalan.

Jika Anda merasa takut untuk membagikan iman Anda, mintalah Tuhan untuk memberikan keberanian dan kejelasan. Yesus berjanji untuk menyertai Anda saat Anda menceritakan tentang Dia kepada orang lain!


Selasa, 04 November 2025

Seperti Apa Hidup yang Baik Itu

Yakobus 3:13 (TB)  Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.


Jika Anda adalah atlet yang baik, ini akan terlihat saat Anda bertanding. Jika Anda adalah juru masak yang luar biasa, kebenarannya akan muncul dari dalam dapur. Jika Anda punya pikiran yang cemerlang, Anda akan terus menyelesaikan masalah. Jika Anda memiliki suara yang indah, bakat tersebut tidak bisa terus disembunyikan.

Kita mungkin menampilkan diri kita dalam cara tertentu, namun jati diri kita yang sesungguhnya suatu saat akan muncul. Ini sebabnya Yakobus mendorong umat Kristen untuk membuktikan siapa mereka melalui cara hidup mereka. Membuktikan sesuatu bisa sesederhana menunjukkan kebenaran. 

Apakah Anda berkata Anda percaya Tuhan? Buktikan dengan memulai hidup Anda dengan kepercayaan yang tulus kepada-Nya. 

Apakah Anda berkata Anda mengasihi sesama? Tunjukkan dengan sungguh-sungguh memperhatikan, melayani, dan menghormati orang lain di sekitar Anda. 

Apakah Anda menyebut diri Anda pengikut Yesus? Buktikan dengan cara hidup yang menunjukkan hati-Nya. Ini tidak berarti Anda harus sempurna, namun ini bisa diartikan bahkan saat Anda melakukan kesalahan, Anda masih terus berusaha untuk memperbaikinya. Dan bukan karena Anda harus bekerja untuk mendapatkan perkenanan Tuhan atau kasih-Nya, namun karena tindakan Anda akan menampilkan apa yang terjadi di dalam Anda. Seperti yang Yesus katakan di Lukas 6:45,"… yang diucapkan mulut, meluap dari hati."

Jadi, bagaimana kita bisa hidup terhormat? Dengan melakukan kebaikan dalam kerendahan hati yang berasal dari hikmat. Bukan hikmat duniawi, namun hikmat yang datang dari Tuhan. Saat kita dekat dengan Tuhan, yang menciptakan hikmat, Dia mengubah kita dari dalam ke luar.

Jadi jika Anda mengklaim diri bijaksana dan memahami jalan Tuhan, buktikan dengan cara hidup Anda. Dan saat muncul pertanyaan—datanglah kepada Dia yang memiliki jawaban. Bahkan dalam saat tersulit sekalipun, percayalah bahwa Tuhan ada di sisi Anda.

Hari ini, tanyakan kepada diri sendiri:"Apakah pikiranku sesuai dengan yang dilihat orang dari luar?" Lalu, tanya Tuhan:"Tunjukkan kepadaku bagaimana melakukan panggilan-Mu, dan jadi seseorang yang sesuai panggilan-Mu."


REFLEKSI
Dalam hal apa Anda butuh hikmat Tuhan hari ini?
Dalam situasi dengan seorang teman
Dalam mengelola waktu dan uang
Dalam keputusan penting yang perlu saya buat


DOA
Tuhan, mohon tunjukkan bagaimana menjalani hidup baik. Tunjukkanlah bagaimana mengasihi orang lain seperti Engkau mengasihiku. Tunjukkan bagaimana menghormati dan menyembah-Mu dengan hidupku. Berilah aku hikmat-Mu. Ajarilah bagaimana aku bisa hidup bagi-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tidak ada hikmat sejati selain dari Tuhan-Sang Pencipta dan Pemelihara kita.
Tuhan tahu semua yang kamu butuhkan. Jadi, mintalah hikmat-Nya, dengarkan bisikan-Nya, dan selalu siap untuk membagikan imanmu!

Senin, 03 November 2025

Mencari Damai

Efesus 2:18 (TB)  karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 


Injil tidak hanya mendamaikan kita dengan Allah—tetapi juga mendamaikan kita dengan sesama.

Itulah inti pesan Efesus 2. Paulus menulis kepada jemaat yang terpecah belah yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi—dua kelompok dengan pergesekan agama, budaya, dan sejarah yang mendalam. Selama beberapa generasi, mereka hidup dengan sekat-sekat di antara mereka, yang dibentuk oleh ketidakpercayaan dan perbedaan. Namun di dalam Yesus, sesuatu yang radikal telah terjadi: tembok-tembok tua itu telah runtuh.

Melalui Allah, kata Paulus, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi memiliki akses kepada Bapa melalui satu Roh. Bukan melalui jalan yang berbeda. Bukan melalui pintu yang berbeda. Melainkan bersama-sama, melalui Juru Selamat yang sama, dan dalam Roh yang sama. Bukan "mereka" dan "kami" melainkan "kita".

Ini lebih dari sekadar kebenaran rohani; ini adalah realitas relasional. Yesus tidak hanya mati untuk membenarkan kita di hadapan Allah. Dia mati untuk menjadikan kita satu keluarga. Di kayu salib, permusuhan disalibkan, dan dalam kebangkitan-Nya, lahirlah sebuah komunitas baru, yang ditandai oleh anugerah, kerendahan hati, dan identitas bersama.

Kita hidup di dunia yang terpecah belah. Namun Gereja dimaksudkan untuk menjadi tempat di mana perpecahan itu tidak mendefinisikan kita. Bukan latar belakang kita, bukan kisah kita, bukan status sosial kita.

Hanya Kristus.

Maka, saat kita merenungkan ayat ini, ingatlah: kita tidak datang kepada Tuhan sendirian. Kita datang bersama orang lain. Dan itu berarti kita tidak hanya mengejar kedamaian pribadi dengan Tuhan. Kita juga mengejar kedamaian dengan sesama.


REFLEKSI
Bagaimana kuasa Injil yang mendamaikan kita dengan sesama menantang cara Anda berhubungan dengan orang lain?
Itu mendorong saya untuk melepaskan dendam dan mengampuni.
Itu memanggil saya untuk menerima orang-orang yang berbeda dengan saya.
Itu mengingatkan bahwa persatuan adalah hal yang Yesus upayakan di atas salib-dan saya harus melindunginya.


DOA
Bapa, terima kasih karena telah memberiku akses kepada-Mu melalui Yesus dan Roh Kudus. Tolonglah aku untuk tidak hanya berdiam dalam anugerah itu, tetapi juga membagikannya. Ajarilah aku untuk mengejar persatuan, mengasihi saudara-saudariku dengan baik, dan mencerminkan damai sejahtera yang Yesus berikan. Amin.


Kita hidup di dunia yang terpecah belah, tetapi umat Allah dapat ditandai dengan anugerah, kerendahan hati, dan identitas bersama di dalam Kristus.
Mintalah Tuhan untuk menghubungkan Anda dengan orang percaya lainnya-sehingga Anda dapat saling menyemangati. Mintalah Dia untuk menghubungkan Anda dengan orang-orang yang tidak percaya-sehingga mereka dapat mengenal kasih Yesus!

Minggu, 02 November 2025

Di mana Keraguan Bertemu Keyakinan

Markus 9:23 (TB)  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"


Dalam Markus 9, kita membaca kisah seorang ayah yang menyayangi putranya. Dia sangat mengasihi putranya, sehingga ketika putranya dirasuki roh, ayahnya membawanya kepada Yesus, percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkannya dan mengusir roh tersebut. ”Tetapi jika Engkau dapat berbuat sesuatu,” kata ayah anak laki-laki itu, “tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Ayah anak laki-laki itu percaya bahwa Yesus bisa mengusir roh itu. Tapi dia tidak mengetahuinya secara pasti. Dia membawanya kepada Yesus, tetapi dia masih ragu—bagaimanapun juga, tidak ada orang lain yang mampu menyembuhkan putranya.

Pernahkah Anda merasa terbeban antara keyakinan dan keraguan yang sama seperti itu? Ayah anak laki-laki tersebut memiliki pergumulan sama yang dialami oleh banyak dari kita—pergumulan untuk mempertahankan iman dalam pencobaan hidup. 

Namun, Yesus tidak mempermalukan ayah ini. Sebaliknya, Dia menjawab dengan iman: "Katamu: Jika Engkau dapat? Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!"

Yesus mengajak ayah ini untuk mengambil pilihan yang tegas. Untuk percaya pada otoritas Yesus, atau meragukan.

Dalam kisah ini, Yesus memang mengusir roh melalui doa, sedangkan murid-murid-Nya tidak bisa (Markus 9:26-28). Namun, kita juga harus menyadari bahwa tanggapan Yesus tidak menjanjikan kita bahwa iman akan menjamin setiap keinginan kita akan terwujud. Iman bukanlah garansi untuk memenuhi keinginan. Sebaliknya, hal ini menantang kita untuk mengenali kuasa dan kemampuan Allah yang tertinggi dalam memenuhi kehendak-Nya, dengan cara-Nya (Markus 1:40-42). Iman yang sejati selalu berada di bawah otoritas kedaulatan Allah.

Iman, dalam bentuknya yang sejati, percaya bahwa tujuan Tuhan lebih besar dari pemahaman kita.


REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa hidup dalam iman meski ada keraguan?

Aku bisa berdoa agar Tuhan menumbuhkan imanku.

Aku bisa percaya pada rencana sempurna Tuhan.

Aku bisa mengucapkan janji-janji Tuhan dengan lantang.


DOA

Tuhan, biarlah imanku bertumbuh. Aku percaya pada otoritas, kuasa, dan kedaulatan-Mu. Aku berpegang teguh pada janji dan kasih setia-Mu. Bimbing dan kuatkanlah aku. Pakailah imanku untuk menguatkan orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.


Iman, dalam bentuk yang paling sejati, percaya bahwa tujuan Tuhan lebih besar daripada pengertian kita yang terbatas.

Maka, hari ini, ucapkan doa yang berani, ambil langkah iman, dan percaya bahwa Tuhan mampu melakukan lebih dari yang pernah Anda minta atau pikirkan.

Kamis, 30 Oktober 2025

Jalan Menuju Sukses

Lukas 16:10 (TB) "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Ada banyak definisi sukses dalam budaya masa kini. Bagi sebagian orang, kesuksesan ditentukan oleh jumlah keberhasilan yang telah kita capai, atau banyaknya kepemilikan yang telah kita raih.

Definisi Yesus tentang sukses bertentangan dengan budaya. Itu tidak ada hubungannya dengan prestasi kita atau harta benda kita—semuanya berhubungan dengan karakter kita.

Ajaran Yesus dalam Lukas 16:10 mengutamakan isi karakter kita. Dia berkata bahwa mereka yang dapat dipercaya dengan hal-hal kecil akan dipercayakan pada hal-hal yang lebih besar. Mereka yang setia pada apa yang telah diberikan akan diberi kesempatan untuk lebih setia lagi. Dan mereka yang tidak jujur, tidak setia, dan tidak dapat dipercaya, akan melakukan hal yang sama pada apa yang diberikan kepada mereka.

Pada akhirnya tidak penting bagi Yesus apakah kita sukses secara finansial dalam hidup. Yang lebih penting adalah apa yang kita lakukan pada apa yang telah diberikan kepada kita.

Tindakan kesetiaan sederhana setiap hari adalah bagaimana karakter kita dibentuk dari waktu ke waktu. Keputusan kecil dan keputusan sulit itulah yang membuat kita menjadi orang yang dapat dipercaya dan jujur.

Jika Anda meminta lebih banyak kepada Tuhan dalam hidup, pastikan Anda setia dengan hal-hal yang telah Dia berikan kepada Anda. Gunakan sumber daya dan peluang yang Anda miliki untuk membangun kepercayaan dan kejujuran dengan orang lain.

Allah ingin menggunakan orang-orang yang berkarakter daripada orang-orang yang sukses. Jadi berdoalah agar Tuhan meningkatkan karakter Anda dan memberi Anda kesempatan untuk menjadi orang yang setia dan jujur dalam setiap bidang kehidupan.

REFLEKSI
Bagaimana Anda bisa setia dengan apa yang telah Tuhan berikan?
Saya dapat berusaha memuliakan Tuhan.
Saya dapat memberikan perpuluhan kepada-Nya.
Saya dapat melayani komunitas saya dalam bidang yang saya sukai.

DOA
Tuhan, Engkau telah memberiku karunia untuk kemuliaan-Mu. Tolong berikan kesempatan di mana aku dapat menggunakan apa yang telah Kau berikan demi Kerajaan-Mu. Biarlah aku bermurah hati dengan waktu dan dengan apa yang kumiliki. Dalam nama Yesus, Amin.

Sudahkah Anda setia dengan apa yang telah Tuhan berikan? Jika belum; akui, ubah, dan mulai kembali hari ini.

Saat Anda mengambil langkah untuk taat, Anda juga melangkah mendekati Dia. Kepada siapakah Tuhan mengarahkan Anda untuk mengasihi, melayani, menolong, atau menguatkan hari ini?

Contoh yang Layak Diikuti

Filipi 2:5 (TB)  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 

Yesus diam berdiri di hadapan 600 orang yang melucuti-Nya, meludahi-Nya, memukuli-Nya, dan mengolok-Nya. Ia hanya diam saat mereka menganyam mahkota duri dan menancapkannya di kepala-Nya. Dia melihat saat mereka membuang undi untuk pakaian-Nya. Dia ditolak, dituduh, dipukul, ditelanjangi, dan disalib—dan Dia rela menanggung semuanya, karena kasih.

Bayangkan Anda memiliki kuasa dan otoritas yang tak terbatas, lalu melepaskannya. Bayangkan rela mengorbankan nyawa agar orang lain dapat mengalami kasih Tuhan yang dalam dan tak bersyarat. Inilah teladan Yesus bagi kita.

"Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Filipi 2:6-8 PBTB2

Yesus tahu Sang Pemilik hidup-Nya, dan panggilan-Nya. Ia tahu bahwa berkorban tanpa pamrih lebih penting daripada ego. Ia tahu bahwa kerendahan hati lebih besar daripada keangkuhan. Dan Ia tahu bahwa menaati Tuhan akan menuntun kita kepada kebebasan dan kemuliaan-Nya.

Yesus mencontohkan kerendahan hati dengan menyerahkan nyawa-Nya agar kita bisa mengenal kasih Tuhan secara pribadi. Dan jika kita mengaku sebagai pengikut Yesus maka kita perlu bersikap dengan gaya hidup seperti Yesus. Tapi kita hanya bisa melakukan ini dalam persekutuan dengan Yesus sambil mengikuti teladan-Nya.

Jadi, bagaimana kita bisa tetap bersatu? Dengan saling mengasihi. Dan bagaimana kita dapat mengasihi sesama? Dengan mendahulukan orang lain, dan memilih untuk tidak menyimpan kepahitan. Kasih sejati harus merelakan keangkuhan, dan melayani tanpa pamrih.

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya." Yohanes 15:12-13 PBTB2

Jadi, kepada siapa Anda bisa menunjukkan kasih hari ini? Luangkan waktu untuk mengizinkan Tuhan menyingkapkan bagaimana Anda bisa mempraktikkan kerendahan hati, bersatu dalam kasih, dan melayani orang lain tanpa pamrih hari ini.


REFLEKSI
Bagaimana Anda dapat menerapkan pola pikir Kristus hari ini?
Saya dapat berkorban melayani seseorang tanpa pamrih.
Saya dapat berempati dan sabar mendengarkan seseorang.
Bersyukur atas karunia alih-alih membual tentang apa yang saya miliki.


DOA
Yesus, Engkau mengajariku kerendahan hati yang sesungguhnya.
Terima kasih atas kebaikan dan anugerah-Mu bagiku. Tunjukkanlah bagaimana memperlakukan orang lain seperti Engkau memperlakukanku. Ajari aku mengasihi orang lain tanpa syarat dan berkorban-demi kemuliaan-Mu, dan kebaikan mereka. Amin.


Saat tujuan Anda adalah untuk berpikir, bertindak, dan menjadi lebih seperti Yesus, tentunya Anda juga menginginkan orang lain untuk mengalami kebebasan yang Ia berikan.
Hari ini di rumah, tempat kerja, atau kota Anda-tunjukkan kepada seseorang bahwa mereka berharga bagi Anda dan berharga bagi Tuhan.

Selasa, 28 Oktober 2025

Misi Gereja

Matius 28:19 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menghabiskan 40 hari di bumi melayani orang-orang dan menyiapkan murid-murid-Nya untuk hidup tanpa Dia. Yesus berencana untuk meninggalkan bumi dan naik ke surga, tapi sebelum melakukannya, Dia memberikan misi kepada semua pengikutnya yang tercatat dalam Matius 28:19-20. Kita sering menyebutkan misi ini Amanat Agung.

Amanat Agung dimulai dengan bangkit dan pergi ke tempat di mana orang-orang perlu mendengar kabar baik tentang Yesus. Ini tidak berarti Anda harus meninggalkan negara Anda–ada orang-orang di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja Anda yang perlu mendengar harapan tentang Yesus.

Tujuan utama dari Amanat Agung adalah menjadikan orang-orang pengikut Yesus. Jadi, saat kita pergi membagikan kabar baik tentang Yesus, kita menunjukkan kepada mereka bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita, dan mengundang mereka untuk menemukan Yesus secara pribadi.

Yesus juga memerintahkan kita untuk membaptis orang yang baru percaya. Baptisan adalah simbol bergabungnya seseorang ke dalam keluarga Allah. Ini adalah pernyataan publik akan keyakinan baru mereka di dalam Yesus. Baptisan begitu penting dalam kehidupan kekristenan sehingga Yesus memastikan hal itu termasuk di dalam misi kita.

Terkadang kita mudah berpikir bahwa pemuridan dan baptisan adalah tanggung jawab para pendeta dan pemimpin gereja. Walau hal-hal tersebut tentu saja menjadi bagian dari misi setiap gereja, Yesus menginginkan setiap orang percaya untuk memuridkan.

Jadi, ambil beberapa saat untuk memikirkan seseorang yang telah membantu Anda bertumbuh secara rohani. Minta Tuhan membawa seseorang ke dalam pikiran Anda kepada siapa Anda dapat membantu dan memuridkan. Lalu, izinkan Tuhan memberimu keberanian untuk membagikan pengharapan dalam Yesus dengan orang-orang di sekitar.

REFLEKSI
Bagaimana Anda bisa menjadi murid Yesus hari ini?
Saya bisa mengasihi dengan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar saya.
Saya bisa mempelajari Firman dan mengenali karakter Tuhan.
Saya bisa mendorong seseorang agar memiliki hubungan dengan Yesus.

DOA
Tuhan, aku ini murid-Mu. Ajarilah bagaimana memiliki hidup yang mencerminkan siapa Engkau. Seiring pertumbuhan imanku, sediakanlah sebuah komunitas di mana kami bisa saling mengajari dan menopang satu sama lain. Bantulah kami meneladan Yesus untuk hidup benar. Dalam nama Yesus, Amin.


Amanat Agung dimulai dengan berdiri dan pergi ke tempat di mana orang-orang perlu mendengar kabar baik tentang Yesus. Baik saat Anda berpergian ke tempat yang terpencil atau melayani di lingkungan sekitar, usahakanlah untuk berbagi tentang Yesus dengan seseorang hari ini.

Senin, 27 Oktober 2025

Saat Tembok Diruntuhkan

"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Galatia 3:28 PBTB2

Perkataan dari Rasul Paulus ini mengagetkan jemaat Gereja di abad pertama. Pada masa di mana pemisahan begitu jelas–suku, status ekonomi, dan jenis kelamin–Paulus dengan berani menyatakan sesuatu yang revolusioner: dalam Yesus, semua tembok pemisah ini diruntuhkan.

Jemaat mula-mula adalah komunitas yang beragam dan rapuh. Orang Yahudi dan non-Yahudi datang dari berbagai keyakinan dan budaya yang berbeda. Para budak dan orang merdeka punya status legal dan sosial yang berbeda. Pria dan wanita beraktivitas dalam batasan peran sosial yang sangat ketat. Namun, Paulus bukan sedang berbicara tentang perbedaan yang tampak tersebut–dia sedang menyampaikan bahwa hal-hal tersebut tidak lagi menentukan nilai, status, atau identitas seseorang di dalam keluarga Allah.

Kesatuan bukan hanya fitur bonus dari Injil, melainkan adalah pusat dari pesan itu! Yesus membentuk sebuah komunitas baru, di mana setiap orang berdiri dalam derajat yang sama di hadapan Tuhan karena anugerah-Nya, bukan karena silsilah atau hak istimewa seseorang.

Saat ini, Gereja global masih mencerminkan visi ini dalam banyak bentuk dan ekspresi: gereja rumahan, katedral, gereja besar, dan pertemuan kecil di setiap benua. Kita mungkin menyembah dalam gaya dan bahasa yang berbeda, tapi kesatuan kita dalam Kristus mengatasi semua itu.

Ayat ini menantang kita untuk tidak puas dengan keharmonisan yang dangkal, melainkan mengejar kesatuan yang mendalam dan dimampukan oleh Roh Kudus—melintasi batasan ras, batasan sosial-ekonomi, perpecahan politik, dan kesenjangan generasi. Kita tidak menciptakan kesatuan ini sendiri; kita menerimanya di dalam Kristus. Namun, kita dipanggil untuk melindunginya, merayakannya, dan menerapkannya dalam hidup.


REFLEKSI

Di mana Anda mungkin tergoda untuk membuat batasan dalam Gereja yang Tuhan ingin hilangkan?

Saya terkadang lebih menghargai orang yang mirip atau berpikir seperti saya.

Saya susah berhubungan dengan orang percaya dari latar belakang atau tradisi yang berbeda.

Saya ingin bertumbuh dalam melihat setiap orang percaya sebagai anggota keluarga rohani saya.


DOA

Tuhan Yesus, terima kasih telah menjadikanku satu dengan-Mu. Bantulah aku untuk melihat setiap orang percaya melalui mata-Mu-bukan sebagai "orang lain", tapi sebagai keluarga. Pulihkan perpecahan dalam Gereja-Mu dan pakailah aku sebagai pendamai. Jadikanlah kami orang-orang yang mencermninkan kesatuan-Mu di dalam dunia yang memecah-belah. Amin.


Ada orang-orang dalam hidupmu yang masih perlu mendengar tentang kasih dan karunia Yesus.
Jangan biarkan perbedaan luar menghentikanmu berbagi kabar terbesar di dunia!

Minggu, 26 Oktober 2025

Transformasi

Roma 12:2 (TB)  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


Apakah Anda ingin menjadi baru?
Di seluruh dunia, manusia mendambakan perubahan. Kita ingin sekali membuang kebiasaan dan cara berpikir lama jika hal itu tidak lagi bermanfaat bagi kita. Ribuan buku pengembangan diri, podcast, artikel, semua jenis media ada karena alasan ini. Kita ingin berubah! Namun, hal itu kadang terasa mustahil! Paulus, salah satu murid Yesus, membagikan kebenaran yang kuat ini dalam Roma 12:2 (PBTB2):

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.

Berubah oleh pembaruan budi kita. Apa artinya ini?

Pembaruan atau transformasi adalah perubahan besar-besaran. Secara menyeluruh. Secara total. Berbeda sama sekali. Bagaikan ulat yang menjadi kupu-kupu, transformasi mengakhiri yang lama dan memulai yang baru.

Paulus menunjukkan kepada kita bahwa transformasi bukanlah pekerjaan yang kita lakukan dari luar ke dalam. Sebaliknya, transformasi terjadi dari dalam ke luar. Hal itu dimulai dengan pikiran kita. Dan agar pikiran kita bisa berubah, kita perlu memegang Kebenaran.

Firman Tuhan adalah Kebenaran ini.

“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah…” 2 Timotius 3:16-17 PBTB2

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup menilai pikiran dan niat hati kita.” Ibrani 4:12 PBTB2

“... Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Matius 4:4 PBTB2

Firman Tuhan membimbing kita saat kita tersesat, menguatkan kita saat kita lelah, menantang kita saat kita berkompromi, dan menyemangati kita saat kita kewalahan. Firman Tuhan mengubah segalanya.

Dan saat ini juga, Anda memegang Firman Tuhan di tangan Anda. Transformasi ada dalam genggaman Anda. Bacalah Alkitab dengan cermat, gali ayat-ayatnya, bergumul dengan ajaran-ajarannya, dan hargai apa yang Anda temukan tentang kasih dan anugerah Tuhan. 

Tempat terbaik untuk menyampaikan kerinduan Anda akan pembaruan adalah kepada Tuhan dan Firman-Nya. Firman Tuhan memperbarui pikiran kita. Transformasi luar-dalam dimulai dari sini.

REFLEKSI
Bagaimana Anda merenungkan Firman Tuhan minggu depan?
Saya akan membaca Alkitab dan mencatat apa yang dipelajari.
Saya akan mulai Rencana Alkitab.
Saya akan menyelesaikan Penyegar Harian.

DOA
Tuhan, terima kasih atas Firman-Mu! Karunia yang luar biasa untukku.
Terima kasih atas kesempatan memperbarui pikiranku dengan Kebenaran setiap hari. Hal ini mengubah segalanya, mengubah cara berpikirku sehingga aku bisa ditransformasi. Bersama-Mu, aku bisa dijadikan baru. Terima kasih! Dalam nama Yesus, Amin.


Ingin tahu keinginan Tuhan bagi hidupmu?
Pelajari Firman-Nya!
Biarlah hati dan pikiranmu diubahkan.


Kamis, 23 Oktober 2025

Cara Anda Hidup, Cara Anda Berpikir

"Ingatlah dan perhatikanlah perintah-perintah itu. Ikatkan pada lenganmu dan pasanglah pada dahimu untuk diingat-ingat." Ulangan 11:18 BIMK

Saat Musa mengatakan ini di Ulangan 11, dia tidak sedang berbicara tentang perkataan semata–dia bicara tentang perintah Tuhan, yang baru saja dibacakan kepada bangsa Israel. Ini adalah kebenaran fundamental tentang cara hidup yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya: mengasihi Dia, menaati Dia, dan berjalan dalam cara-Nya.

Di pasal sebelumnya, Musa mengingatkan orang-orang tentang kuasa Tuhan–bagaimana Dia menyelamatkan mereka dari Mesir, memimpin mereka melewati padang belantara, dan menjanjikan mereka tanah yang berlimpah berkat. Tapi seiring dengan berkat ada pilihan: untuk tetap setiap kepada Tuhan atau berpaling dari-Nya. Itu sebabnya Musa mendorong mereka untuk sungguh-sungguh "mengingat perkataan ini" di dalam hati dan pikiran mereka. 

Mengapa tangan dan dahi? Ini adalah gambaran yang jelas. Tangan melambangkan apa yang kita lakukan, dan dahi melambangkan pikiran kita. Dengan kata lain, Musa berkata: biarkan Firman Tuhan menuntun perbuatan dan pikiranmu. Izinkan Firman membentuk cara Anda hidup dan memandang dunia.

Bagi bangsa Israel, ini berwujud fisik–banyak yang mengenakan gulungan Firman (filakteri) sebagai wujud ekspresi harafiah dari perintah ini. Tapi baik secara harafiah maupun simbolik, panggilannya tetap sama: Simpanlah Firman Tuhan dekat-dekat. Biarkan ia memenuhi hidupmu. Biarkan ia menuntun hatimu, mengarahkan pikiranmu, dan membentuk pilihan-pilihanmu sehari-hari.

Bagaimana Anda akan menanamkan firman Tuhan dalam hati dan pikiran Anda hari ini?


REFLEKSI
Apa salah satu cara saya dapat memegang Firman Tuhan lebih dekat ke hati dan pikiran saya minggu ini?

Saya bisa merenungkan Ayat Hari Ini setiap hari dan meminta-Nya membantu saya menghidupinya.
Saya bisa menulis Firman di tempat yang mudah terlihat-seperti di cermin atau layar ponsel saya.
Saya bisa mengingat Firman untuk menuntun saya membuat keputusan.


DOA
Bapa, bantulah aku untuk menghargai Firman-Mu-bukan hanya dalam teori, tetapi dalam caraku menjalani hidup sehari-hari. Biarlah Firman-Mu membentuk pikiranku dan membimbing tindakanku. Aku ingin berjalan dekat dengan-Mu, mengingat kebenaran -Mu setiap saat. Amin.


Kita tidak bisa mengenal hati Tuhan tanpa mengenal Firman-Nya.
Ambil waktu untuk berbagi Alkitab dengan seseorang!

Rabu, 22 Oktober 2025

Saat Hidup Terasa Tidak Stabil

 Yesaya 40:8 (TB)  Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." 

Yesaya 40 adalah pasal yang penuh penghiburan dan harapan. Pasal ini ditulis untuk umat yang hidup dalam bayang-bayang pembuangan, terbebani oleh konsekuensi dosa dan ketakutan akan apa yang akan terjadi. Namun, sejak awal, di ayat 1, Allah mengucapkan kata-kata penghiburan: "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku."

Di pasal-pasal berikutnya, kita melihat ketegangan yang indah. Di satu sisi, kita diingatkan akan kerapuhan hidup manusia: "Semua manusia seperti rumput, dan semua kesetiaan mereka seperti bunga di padang" (ayat 6). Hidup itu rapuh. Usaha kita pun memudar. Musim berganti. Hal-hal yang kita bangun, andalkan, atau kagumi dapat runtuh dalam sekejap.

Namun saat kita membaca Yesaya 40:8: "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Ini adalah titik baliknya. Saat semua hal di sekeliling kita bersifat sementara, Firman Tuhan tak tergoyahkan dan kekal. Janjinya tidak pernah kedaluwarsa. Kebenaran-Nya tidak pernah usang. Suara-Nya masih menyampaikan penghiburan dan kekuatan hari ini, sama seperti di masa lampau.

Pasal ini berlanjut dengan menggambarkan kebesaran Tuhan–Dia yang memegang lautan di tangan-Nya, memanggil nama bintang-bintang, dan memberi kekuatan kepada yang lemah. Namun, Allah Yang Maha Kuasa ini memilih untuk berbicara dengan lembut kepada umat-Nya, meyakinkan mereka akan kehadiran dan kesetiaan-Nya yang kekal.

Jadi saat hidup berasa tidak stabil, ingatlah ini: Firman Tuhan tidak seperti rumput yang layu. Ia seperti batu yang tidak pernah bergeser. Dan Ia akan membawa Anda melewati musim apa pun.

Ketika hidup terasa tidak pasti atau sementara, bagaimana Anda dapat berpaling kepada Firman Tuhan untuk mendapatkan kekuatan?

Saya bisa membaca Firman setiap hari untuk kembali berfokus pada hal-hal yang kekal.

Saya dapat menghafal janji-janji utama untuk mengingat kesetiaan Tuhan.

Saya bisa percaya bahwa Firman Tuhan berbicara pada situasi saya saat ini, walaupun keadaan berubah.

Tuhan, terima kasih bahwa Firman-Mu tidak pernah pudar, gagal, atau goyah. Di dunia yang terus berubah, tolonglah aku membangun hidup di atas hal-hal yang kekal.

Berbicaralah melalui Firman-Mu hari ini, dan berilah aku kekuatan untuk melewati setiap musim. Amin.

Apa yang kekal? Firman Tuhan dan jiwa manusia.

Buatlah dampak yang kekal dengan membagikan Aplikasi Alkitab kepada seseorang hari ini!

Selasa, 21 Oktober 2025

Kekayaan Tak Terbatas

Filipi 4:19 (TB)  Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 

Menulis dari penjara kepada orang-orang percaya di Filipi, rasul Paulus membeberkan bagaimana dia telah mempelajari rahasia untuk merasa puas—apa pun situasinya.

Karena kesetiaan Allah dan kemurahan hati orang-orang Filipi, kebutuhan Paulus terpenuhi—bahkan saat di penjara. Dia melanjutkan dengan mengatakan:

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”Filipi 4:19 PBTB2

Suatu cara pandang yang luar biasa dari dalam tahanan—di mana Paulus dipenjarakan karena memberitakan kebenaran tentang Yesus.

Allah telah memberikan damai sejahtera kepada Paulus, teman-temannya mengirim perbekalan, dan sukacita Paulus terlihat jelas—terlepas dari keadaannya yang tidak sempurna.

Paulus tahu bahwa Tuhan yang sama yang menjaganya juga akan menjaga teman-temannya. Dia tahu bahwa, karena Yesus telah membuka jalan, mereka dapat mengakses gudang surga. Ia tahu bahwa, karena sifat Allah yang murah hati, mereka diselimuti oleh kasih karunia-Nya.

Pernahkah Anda membayangkan betapa kayanya perbendaharaan yang Tuhan miliki? Dan tidak hanya apa yang Dia miliki, tetapi juga siapa diri-Nya. Kekayaan Tuhan yang mulia, sumber daya yang tidak pernah habis, dan kualitas yang tidak terbatas dari apa yang terlihat maupun yang tidak, tidak terukur, tidak berujung, dan tiada habis-habisnya.

Pikirkan tentang itu sejenak.

Hal yang menakjubkan adalah—Dia memberi kita akses.

Dalam kebaikan-Nya, Tuhan menciptakan buah beri dan anak anjing. Dalam kecerdasan-Nya, Dia menciptakan mata manusia dan menggantungkan bumi pada kehampaan. Dengan kreativitas-Nya, Dia menciptakan ikan hiu martil dan kunang-kunang yang berkelap-kelip. Dengan kuasa-Nya, Dia merancang galaksi-galaksi yang bahkan ilmuwan terpintar pun baru menemukannya.

Tuhan yang sama yang memelihara ciptaan-Nya juga akan menyediakan bagi Anda.

Ketika kita menjadi anak-anak-Nya, kita diberi kunci menuju kekayaan abadi, benda-benda yang tidak fana, dan sifat-sifat Roh-Nya—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Apakah Anda butuh damai? Anda punya Tuhan yang membawa damai sejahtera. Apakah Anda butuh persediaan? Anda punya Tuhan yang menawarkan penyediaan. Apakah Anda perlu ketenangan? Anda memiliki Tuhan yang senantiasa memberi ketenangan.

Tuhan hadir dengan cara yang tidak terhitung jumlahnya, dan itu semua karena kekayaan-Nya yang tidak terbatas.

Di mana Anda perlu Tuhan untuk memenuhi kebutuhan Anda hari ini?
Saya membutuhkan Dia mengubah cara saya mengelola keuangan.
Saya butuh Tuhan untuk menggantikan kecemasan dengan kedamaian.
Saya butuh Tuhan mengajarkan bagaimana bersyukur senantiasa.

Allah Bapa, Engkau memenuhi kebutuhan terbesarku ketika Engkau mengutus Putra-Mu untuk menyelamatkanku dari hukuman kekal. Terima kasih! Aku tidak akan mengabaikan kebaikan-Mu. Jadi hari ini, ajarilah aku datang terbuka di hadapan-Mu dan memercayakan kebutuhanku di tangan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan punya sumber daya dan kuasa yang tak terbatas.

Ingatlah akan kekayaan Tuhan yang tak ada habisnya saat Anda melangkah untuk membagikan imanmu. Dia akan memberikanmu semua yang Anda butuhkan untuk membuat nama-Nya dikenal!

Dari Fajar hingga Senja

 Mazmur 113:3 (TB)  Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN. 

Pejamkan mata Anda sejenak. Dan saat Anda melakukannya, bayangkan planet luar biasa ini yang kita sebut rumah. (Ya, benar.)

Semua yang baru Anda bayangkan–adalah ciptaan Tuhan. Dan Tuhan menciptakan kita semua untuk menyembah Dia.

Dari Utara ke Selatan dan Timur ke Barat.

Dari kota yang hiruk pikuk hingga desa yang tenang.

Dari padang gurun yang gersang hingga hutan rimba yang lebat.

Dari gunung tertinggi hingga lautan terdalam.

"Dari timur sampai ke barat, nama TUHAN harus dipuji." Mazmur 113:3 BIMK


Matahari "terbit" dan "terbenam" bagi setiap kita. Semua orang, semua bahasa, semua bangsa. Semua warna kulit, warna mata, dan warna rambut. Semua bentuk, ukuran, dan kepribadian. Kaya dan miskin. Hati yang terluka dan senyum yang menebar.


Berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda dari berbagai belahan dunia memuji Tuhan dari generasi ke generasi–dan itu berlanjut hingga sekarang. Dan kita tahu bahwa hal itu tidak akan berhenti.


Dalam Wahyu 7, Yohanes mendapatkan visi "lautan manusia yang luar biasa banyaknya, dari setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa, berdiri di hadapan tahta dan Anak Domba," yang adalah Kristus. Mereka melayani dan menyembah, sepanjang siang dan malam.


Umat Tuhan–dulu, sekarang, dan yang akan datang–adalah penyembah.

Kita bisa menyembah dengan lagu kita.

Kita bisa menyembah dengan uang kita.

Kita bisa menyembah dengan hidup kita.


Dan suatu hari, saat kita akhirnya bisa melihat segala sesuatu dengan jelas, setiap lutut akan bertekuk dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Tapi hari ini, kita tidak perlu menunggu untuk menyembah.


Saat sinar mentari melewati jendela, Anda bisa menyembah.

Saat langit malam berubah menjadi lembayung senja, Anda bisa menyembah.

Saat berada dalam musim penantian, Anda bisa menyembah.

Saat berada dalam musim panen, Anda bisa menyembah.

Saat hati hancur, Anda bisa menyembah.

Saat hati bersukacita, Anda bisa menyembah. 


Dari fajar hingga senja, biarlah nama Tuhan dipuji.


Hari ini, pikirkan tentang ayat ini dan pikirkan apa yang menggugah Anda untuk menyembah Tuhan. 

Lalu, pusatkan hati Anda kepada-Nya dan jangan lupa untuk menyembah.


Bagaimana Anda bisa memuji Tuhan hari ini?

Saya dapat bersyukur atas kehadiran-Nya dalam hidup saya.

Saya dapat bersyukur atas kekuatan dan kuasa-Nya.

Saya dapat merenungkan arti nama Tuhan bagi saya.


Tuhan, Engkau baik. Tidak peduli apa yang terjadi di sekitarku-Engkau baik. Engkau layak dipuji karena Engkau adalah Tuhan. Engkau menyediakan bagiku, menguatkanku, membebaskanku, dan menyembuhkanku. Bahkan saat aku tidak melihat Engkau bekerja dalam hidupku, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Engkau sedang bekerja. Tidak ada yang seperti-Mu. Jadi, apa pun yang kuhadapi hari ini, aku akan memuji-Mu! Dalam nama Yesus, Amin.


Tantangan: Jangan tunda! Jangan tunda untuk menyembah. Jangan tunda untuk memberitahu orang lain tentang kebaikan dan kuasa Tuhan.

Minggu, 19 Oktober 2025

Hidup yang Dipersiapkan

1 Petrus 3:15 (TB)  Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 


Berhentilah sejenak dan pikirkan orang-orang yang, dalam sekejap, harus siap menghadapi apa pun. Mungkin dalam daftar Anda termasuk orang-orang di garis depan, militer, atlet, guru, orang tua, pilot, ahli bedah, atau pendeta. 

Tapi apakah Anda termasuk dalam daftar itu? 

Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk…

"…Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat." 1 Petrus 3:15 TB2

Kita tidak dapat mengharapkan orang untuk menjalankan apa yang Yesus perintahkan kecuali kita sendiri juga menjalankan perintah-Nya.

Apakah kita ingin orang-orang belajar tentang kasih Tuhan? Maka kita perlu menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain. Apakah kita ingin orang-orang belajar tentang belas kasihan Yesus? Maka kita perlu berbelas kasih. Apakah kita ingin orang lain memberi dengan murah hati? Maka kita perlu mengelola uang kita dengan baik. Apakah kita ingin orang mempelajari Firman Tuhan? Maka kita perlu mempelajarinya sendiri.

Ketika Anda mengizinkan Yesus mengendalikan hidup Anda, Anda membiarkan kasih, sukacita, dan harapan-Nya mengubah Anda. Saat itu terjadi, hidup Anda menjadi persembahan yang menyatakan harapan-Nya dalam diri Anda.

Ketika Anda hidup seperti Yesus, orang-orang mendekat kepada Yesus yang ada di dalam Anda. 

Saat Anda menyembah Yesus dengan hidup Anda, Anda akan mampu mengatakan dengan jujur bahwa Kristus yang ada di dalam Anda adalah harapan dan kemuliaan Anda—dan orang-orang akan memercayainya karena mereka melihat buktinya. 

Mereka mungkin tidak menyukai Anda atau tidak setuju dengan apa yang Anda yakini, tetapi mereka tidak akan dapat menemukan alasan logis untuk membenci Anda ketika hidup Anda berpusat pada mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi Anda.

Jadi, setiap hari, milikilah tujuan untuk hidup dengan lemah lembut dan rasa hormat terhadap semua orang—dan biarkan sukacita, kasih, dan harapan Yesus memenuhi hati, pikiran, dan hubungan Anda.


Bagaimana Anda menyembah Yesus sebagai Tuhan atas hidup Anda hari ini?
Saya akan menyerahkan perilaku dan pikiran yang membuat saya sinis.
Saya akan memperlakukan sesama dengan lemah lembut, hormat, dan kasih.
Saya akan menjalani hari dengan rendah hati dan berani.


Yesus, jadikan aku semakin serupa dengan-Mu. Tolong singkirkan semua perilaku atau cara berpikir yang tidak mencerminkan karakter atau hati -Mu bagi orang lain. Jadikan aku tegas, berani, dan bersemangat -namun tetap rendah hati, baik hati, dan lemah lembut. Biarlah cara hidupku mencerminkan harapan dan kasih-Mu. Dan saat ada kesempatan, bantu aku untuk membagikan imanku dengan sukacita yang tulus. Amin.


Saat Anda hidup seperti Yesus, orang-orang akan tertarik kepada Yesus yang ada dalam hidupmu.
Anda tidak pernah tahu kapan seseorang akan mulai bertanya tentang Tuhan. Bersiap sedialah senantiasa untuk membagikan imanmu-dengan lemah lembut, rasa hormat, dan kasih.

Kamis, 16 Oktober 2025

Sabar Menunggu

Mazmur 27:14 (TB)  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! 


Menunggu kadang terasa sulit.

Kebanyakan dari kita lebih suka yg cepat,efisien, bila memungkinkan, hasil dan jawaban yang instan. 


Tetapi menunggu adalah bagian dari hidup. 

Kita harus menunggu saat benih bertumbuh menjadi makanan, saat satu musim beralih ke musim berikutnya, saat bayi bertumbuh menjadi dewasa, dan pohon bertumbuh tinggi besar hingga dapat memberi keteduhan.

 

Suka atau tidak, menunggu itu butuh kesabaran.

Kita bisa menunggu berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh-puluh tahun untuk jawaban doa, untuk permintaan maaf yang terlambat, untuk sebuah waktu yang tepat, ataupun mimpi yang akhirnya terwujud.

 

Menunggu itu butuh keberanian.

Raja Daud hidup sekitar 3000 tahun yang lalu, tetapi dia tau apa artinya menunggu waktu Tuhan, menunggu untuk menjadi seorang raja, menunggu untuk diselamatkan dari para musuh. Dia menulis:

 

“Nantikanlah Tuhan. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu. Ya, nantikanlah Tuhan.” Mazmur 27:14 TB

Jika Daud berpikir bahwa menantikan Tuhan itu cukup penting hingga dituliskan dua kali dalam satu ayat, mungkin kita harus memperhatikannya dengan baik. 

 

Namun menantikan Tuhan bukanlah sebuah alasan untuk tidak melakukan apa pun. 

Kita bisa secara proaktif menantikan Tuhan sambil tetap berkomunikasi dengan-Nya, dengan mencari sidik jari-Nya di momen-momen biasa, dengan membaca kisah dan rencana-Nya dalam Firman Tuhan, dengan menyembah-Nya walau apa pun yang terjadi di seluruh dunia, dengan melayani orang-orang di dalam dan di luar lingkungan kita, dan dengan mengucap syukur atas karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

 

Hanya karena pintu tertentu tidak terbuka, atau kesempatan tertentu tidak tersedia saat ini bukan berarti Tuhan tidak bergerak. Bahkan saat kita menunggu—Tuhan bekerja. 

 

Nuh menghabiskan berpuluh-puluh tahun membangun sebuah bahtera sambil menantikan Tuhan untuk melakukan apa yang Dia janjikan. Rut melakukan perjalanan bersama dengan ibu mertuanya dan bekerja di ladang gandum sambil terus memercayai pemeliharaan Tuhan setelah kematian suaminya. Yusuf senantiasa beriman selama beberapa tahun dalam penjara sebelum dipromosikan menjadi orang berkuasa kedua di Mesir. Yohanes memercayai kehendak Allah bagi hidupnya, dan menulis beberapa kitab Perjanjian Baru saat dijatuhi hukuman pengasingan di Pulau Patmos. 

 

Jadi, apa pun yang Anda hadapi, Anda dapat meminta kesabaran pada Tuhan dan percaya bahwa Dia memegang kendali atas masa depan Anda. Walau apa pun ketidakpastian yang Anda hadapi, selama Anda mengandalkan Tuhan, Anda bisa menjadi seseorang yang menunggu dengan baik.

 

Bagaimana Anda memuji Tuhan sementara menunggu?

Saya dapat berusaha untuk belajar dan bertumbuh melalui situasi saat ini.

Saya dapat bersyukur atas apa yang akan Tuhan lakukan.

Saya dapat bersyukur untuk semua hal baik yang sedang terjadi.

 

Tuhan, terkadang aku ingin masalahku langsung selesai. Menunggu itu terkadang sangat sulit, tetapi aku tahu waktu dan cara-Mu sempurna. Saat aku menantikan-Mu, bantu aku untuk belajar dari situasi saat ini, fokus pada berkat yang kumiliki saat ini, dan memuji-Mu untuk semua hal yang akan Kau lakukan. Dalam nama Yesus, Amin.

 

Menunggu itu sulit, tapi Tuhan layak dipercaya!

Latihan menunggu yang aktif: Berdoa, berserah, percaya.

Bagikan harapan dan beban Anda dengan sesama orang percaya.

Bahkan saat Anda menunggu, Tuhan bekerja!

 


Rabu, 15 Oktober 2025

berbahagialah, Matius 5:9

Matius 5:9 (TB)  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berusaha untuk Damai

Melihat sekilas dunia di sekitar kita, maka akan terlihat jelas: perdamaian tidak akan tercipta dengan sendirinya.

Bangsa berperang dan orang-orang berkelahi dan berdebat. Anda bahkan mungkin memiliki beberapa hubungan pribadi yang dipenuhi dengan kepahitan dan penghinaan. Syukurlah, kita dapat bersandar pada hikmat Yesus dalam ucapan bahagia ketujuh:

“Betapa bahagianya orang yang mengusahakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9 PBTB2

Mari kita perjelas: pembawa damai berbeda dengan penjaga perdamaian. Bahkan, Yesus meyakinkan kita bahwa selama kita ada di bumi ini, kita akan menghadapi kesulitan. Akan ada kekacauan, perpecahan, kesalahpahaman, dan kebutuhan untuk berdamai. Dan itulah sebabnya… 

Membawa perdamaian membutuhkan tindakan.

Ya, pembawa damai memaksa kita keluar dari gelembung nyaman kita. Namun bagi mereka yang bersedia masuk ke wilayah lembut untuk berdamai, berikut adalah beberapa pemikiran untuk membantu Anda memimpin:

Pembawa damai memimpin dengan kerendahan hati. Tak satu pun dari kita yang sempurna dan kita semua membutuhkan kasih karunia. Tak satu pun dari kita adalah Tuhan, tapi kita semua membutuhkan Dia. Memimpin dengan sikap rendah hati adalah kuncinya.

Pembawa damai memimpin dengan empati. Bahkan ketika kita tidak setuju dengan seseorang, mendengarkan dengan hormat dan berusaha memahami sudut pandang mereka sangat penting untuk berdamai.

Pembawa damai memimpin dengan kebenaran dan anugerah. Setiap kali Yesus berinteraksi dengan orang-orang, Dia melakukannya dengan kebenaran dan anugerah. Kita harus memiliki keduanya untuk mewakili Dia secara akurat.

Pembawa damai memimpin jalan ke kaki Yesus. Di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Di luar Dia, kita bukanlah apa-apa. Ketika kita menyadari kehancuran kita bersama, dan juga kebutuhan kita akan Kristus, segala sesuatu dapat berubah.

Berusaha menjadi penengah bagi mereka yang berselisih tidak berarti bahwa setiap masalah akan diselesaikan—segera atau selamanya. Tetapi ketika kita mengundang Tuhan ke area tersebut dan berkomitmen untuk bekerja keras menciptakan perdamaian, Dia dapat melakukan lebih dari yang dapat kita bayangkan.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa menjadi pendamai?

Saya bisa tidak bersikap menghakimi terhadap orang yang tidak saya pahami.

Saya bisa melepaskan kepahitan dan mengampuni seseorang.

Saya bisa fokus pada apa yang menyatukan daripada yang memisahkan kita.

DOA

Tuhan, tolonglah agar aku dapat hidup damai dengan orang lain. Bahkan ketika orang-orang menyakiti, membenci, dan mengolok-olok-Mu-Engkau tetap menunjukkan kasih, rahmat, dan damai kepada mereka. Dan Engkau mengundang kami untuk mengalami dan membagi damai-Mu yang sempurna. Ubahlah caraku berpikir dan bertindak. Berilah aku kerinduan untuk menyebarkan kedamaian bukan ketakutan, dan kasih bukan kebencian. Dalam nama Yesus, Amin.

berbahagialah, Matius 5:10

Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah Mereka yang Dianiaya

Memang tidaklah mudah untuk membela apa yang benar—terutama ketika seseorang mengolok-olok Anda, menggosipkan Anda, berbohong tentang Anda, atau bahkan menyakiti Anda karena keputusan Anda.

Tetapi ketika mengajarkan ucapan bahagia yang kedelapan—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus menawarkan beberapa harapan:

“Betapa bahagianya orang yang dianiaya karena melakukan kebenaran, karena mereka sudah menjadi warga Kerajaan Allah.”
Matius 5:10 PBTB2

Sebelum ayat ini, Yesus telah mengucapkan berkat yang tak terduga atas kelompok yang biasanya tidak diberkati: orang yang miskin dalam roh, mereka yang berdukacita, yang lemah lembut, yang mendambakan kebenaran, yang berbelaskasihan, yang murni hatinya, dan yang membawa damai. Akhirnya, Dia menawarkan berkat kepada yang teraniaya.

Yesus menjelaskan:

“Betapa bahagianya kamu yang dihina, dianiaya dan difitnah dengan segala macam kejahatan oleh karena Aku. Berbahagialah dan bergembiralah karena berkat besar sudah tersedia untuk kamu di surga. Dan ingatlah bahwa nabi-nabi yang hidup sebelum kamu juga mengalami penganiayaan seperti itu.” 
Matius 5:11-12 PBTB2

Nah, kita tidak akan diberkati saat menghadapi konsekuensi dari keputusan buruk kita sendiri. Tetapi Yesus mengatakan bahwa Anda akan menerima upah ketika Anda dipermalukan, ditolak, atau bahkan dianiaya secara fisik karena Dia.

Yesus tahu bagaimana rasanya menderita demi kebenaran.

Anda akan diberkati karena membela apa yang benar, karena percaya pada Firman Allah, dan karena membela mereka yang tidak dapat membela diri sendiri. Dan ketika situasi menjadi sulit, ingatlah: Anda tidak sendiri.

Para nabi sebelum kita diejek, dipukuli, dan bahkan dibunuh. Murid-murid Yesus, yang mendengar kata-kata ini, juga menderita dan mati karena iman mereka. Mereka dianiaya karena melakukan hal-hal yang berbeda: karena mengasihi sesama, memperjuangkan kemurnian seksual, beristirahat pada hari Sabat, dan yang terpenting, karena menyatakan Yesus sebagai Tuhan.

Jadi berapa pun harganya, Anda akan diberkati karena membela apa yang benar. Yesus berkata bahwa kerajaan surga adalah milik Anda.

REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa membela kebenaran minggu ini?

Saya bisa menaati ajaran Yesus, apa pun pendapat orang lain.

Saya dapat mengatakan "tidak" pada godaan yang membuat saya bergumul.

Saya dapat memilih untuk fokus pada apa yang baik, benar, dan indah di sekitar saya.

DOA

Tuhan, ketika aku merasa lemah, ingatkanlah bahwa Engkau kuat. Dan ketika aku merasa ingin menyerah, berikanlah kekuatan untuk bertahan. Tunjukkanlah apa artinya mengejar kebenaran, dan tolonglah aku untuk hidup dengan baik. Biarlah setiap aspek hidupku memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.

Dia Akan Memimpin

Musa memimpin bangsa Israel selama empat puluh tahun. Dia memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, melewati Laut Merah, memberi mereka Sepuluh Perintah Allah sejak masa-Nya di Gunung Sinai, dan berjalan bersama mereka melewati padang gurun sampai mereka mencapai tepi batasan Kanaan. 

Namun, saat ia mendekati akhir hidupnya, Tuhan menunjukkan kepada Musa bahwa sudah waktunya untuk menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain. Dalam pesan terakhirnya kepada bangsa Israel, ia menyampaikan kata-kata terakhir ini kepada penggantinya, Yosua:

“Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”
Ulangan 31:8 TB

Ini adalah catatan terakhir yang kita miliki tentang Musa berbicara dengan Yosua. Perhatikan bahwa dia tidak berkata, “Semoga berhasil, umat ini sangat melelahkan,” atau, “Ini adalah situasi yang sedang terjadi, saya akan menanganinya dengan cara ini.” Musa tidak memberi tahu Yosua tentang cara melakukan sesuatu, melainkan cara melihat segala sesuatu.

Musa menarik perhatian Yosua pada bagian terpenting dari kisah ini, yaitu Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin yang penting, tetapi hanya karena Tuhanlah Israel dapat maju. Hanya karena Tuhanlah mereka bisa sampai sejauh ini. Dan karena Tuhan adalah pencipta kisah ini, maka penyediaan-Nya akan terus berlanjut setelah Musa tiada. 

Karena Tuhan menyertai Israel, Yosua tidak perlu takut apa pun. Dan ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dia akan memimpinmu.

Bagian mana dari ayat hari ini yang menghibur Anda?
Tuhan berjalan di depanku.
Tuhan akan menyertaiku.
Tuhan tidak akan meninggalkanku.
Tambahkan Respons Anda

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sama yang memimpin bangsa Israel.

Engkau menyertaiku! Kau tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak merasa takut menghadapi tantangan apa pun. Kuserahkan hidupku sesuai kehendak-Mu. Pimpinlah aku ke tempat yang Engkau inginkan. Terima kasih. Dalam nama Yesus, Amin.

Anda dapat yakin bahwa Tuhan tidak hanya berjalan di depanmu, namun juga berjalan di sisimu. Apapun yang Anda hadapi, Anda tidak perlu takut.
Dia bersamamu!

Bagikan Ayat Hari Ini! Bisa jadi itulah penguatan yang sedang dibutuhkan seseorang.

Mencari Keadilan Seperti Bapa Kita

Dalam Yesaya 1:17, Tuhan memanggil umat-Nya untuk "belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim,
perjuangkanlah perkara janda-janda!" Ini bukan sekadar saran-tapi yang berakar dari hati Tuhan sendiri demi keadilan.

Yesaya menyoroti tiga kelompok yang paling rentan pada masanya: orang yang tertindas, anak yatim, dan janda. Penderitaan mereka bukan untuk diabaikan, namun harus dihadapi. Itu juga berlaku saat ini.

Siapakah yang tertindas? Mereka adalah orang ditekan oleh ketidakadilan, yang menderita akibat tuduhan yang tidak dilakukan. Membela mereka lebih dari sekadar menawarkan kenyamanan–ini berarti berdiri di depan, menantang penindas pada sumbernya, dan menolak untuk pasif dalam menghadapi kejahatan.

Siapakah anak yatim piatu? Dalam rancangan Allah, orang tua-lah pelindung dan pejuang bagi anak-anak mereka. Namun di dunia yang rusak ini, banyak anak yang tidak memiliki pembela, rentan terhadap bahaya. Memedulikan mereka lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, melainkan terlibat langsung, merasakan perjuangan mereka dan menjadi tangan dan kaki Yesus bagi mereka.

Siapakah para janda? Pada zaman Yesaya, wanita tanpa suami sering kali tidak memiliki keamanan atau bekal hidup. Bahkan saat ini, banyak yang menghadapi kesulitan besar sejak kehilangan pasangannya. Membela kasus mereka bukan hanya dengan simpati, tetapi menghibur mereka, memastikan bahwa mereka tidak diabaikan, dianiaya, atau ditinggalkan tanpa dukungan.

Panggilan akan keadilan selalu yang utama di hati Tuhan. Keadilan tidak terpisah dari iman, melainkan ekspresi dari iman. Mengikut Yesus berarti peduli dengan apa yang Dia pedulikan, mengasihi mereka yang dikasihi-Nya, dan bertindak demi mereka yang tidak dapat membela diri mereka sendiri. Ini bukan pilihan. Inilah artinya menjadi seorang anak Allah.

Ketika kita mencari keadilan, kita mencerminkan hati Bapa kita, yang selalu dekat dengan mereka yang patah hati, membela mereka yang lemah, dan selalu bekerja melalui umat-Nya untuk membawa keadilan bagi dunia.

Langkah apa yang Anda bisa ambil hari ini untuk mengupayakan keadilan?

Memperjuangkan mereka yang tertindas di kota atau lingkungan.
Merawat anak yatim piatu dengan memberikan perlindungan atau bantuan.
Menghibur seseorang yang kehilangan pasangannya.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau mencintai keadilan. Engkau tidak hanya mengakui keadilan atau mendambakannya, Engkau juga mencarinya.
Engkau membawa keadilan karena Engkau adil. Bantu aku untuk mencintai keadilan seperti -Mu dan tidak pernah takut atau berhenti mencarinya. Dalam nama Yesus, Amin.

Melakukan yang benar diperlukan aksi.

Siapa kenalan Anda yang sedang dalam situasi sulit atau rentan? Pertimbangkan bagaimana Anda dapat menolong, melayani, atau melangkah masuk ke dalam kehancuran-dalam nama Yesus.

berbahagialah Matius 5:4


Dukacita yang Baik

Bisakah sesuatu yang baik dihasilkan dari dukacita? Dari berkabung atas kehilangan yang mendalam? Dari menangis karena hati yang teramat sakit?

Meskipun dukacita adalah bagian penting dalam hidup, tidak ada seorang pun yang ingin berduka. Namun dalam ucapan bahagia yang kedua—serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:

"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
Matius 5: 4 PBTB2

Tidak ada yang lebih menghargai hujan daripada seseorang yang pernah tinggal di padang gurun. Tidak ada yang lebih menghargai makanan daripada seseorang yang benar-benar kelaparan. Dan tidak ada yang dapat mengenal Tuhan sebagai Penghiburnya sedalam orang yang sangat membutuhkan penghiburan.

Sayangnya, kematian, kehancuran, dan kekecewaan adalah bagian dari dunia ini. Tetapi bahkan dalam kesedihan dan penderitaan kita, Tuhan siap untuk menghibur kita dengan cara yang unik dan bermakna yang hanya dapat dilakukan oleh-Nya.

Roh Kudus sering disebut "Penghibur", juga "Penolong", "Penasihat", atau "Pembela". Namun, terlepas dari apa pun sebutan untuk-Nya, Dia tetaplah sama. Bahkan dalam kesedihan kita, Dia tetaplah Tuhan yang memikirkan yang terbaik bagi kita.

Lalu, bagaimana Tuhan menghibur kita? Dia melakukannya melalui Roh-Nya, melalui Firman-Nya, dan dengan bekerja di dalam dan melalui umat-Nya. 

Apakah Anda memiliki mata untuk melihat bagaimana Dia mengejar Anda? Sudahkah Anda membuka hati untuk menerima penghiburan-Nya? 

Jika Anda adalah seorang pengikut Kristus yang sedang berduka hari ini, ingatlah: Yesus sendiri berjanji bahwa Anda akan dihibur. Dia selalu baik, Dia selalu setia, dan Dia ada di sini, siap untuk membantu.


Bagaimana Tuhan telah menghibur Anda?

Dia telah memberikan kekuatan yang tak terduga.

Dia telah memberikan damai saat terluka.

Dia telah menyegarkan jiwa.


DOA

Tuhan, Engkau melihat orang-orang yang berdukacita, dan Engkau berjanji untuk menghibur mereka. Tolong pulihkanlah hati kami saat kami berduka. Berilah harapan bagi mereka yang berputus asa, dan kekuatan bagi siapa pun yang merasa kewalahan. Tunjukkanlah betapa Engkau dekat di tengah dukacita kami. Dalam nama Yesus, Amin.

Siapa yang Anda percayai?

Yesaya 26:4 (TB)  Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Mungkin ada impian yang Anda pegang erat, atau janji yang diberikan kepada Anda. Mungkin Anda menunggu seseorang atau situasi untuk berubah. Mungkin Anda menantikan jawaban doa, harapan yang akan datang, sukacita untuk menggantikan dukacita, atau kepastian dan harapan untuk menggantikan kebingungan dan kekacauan.

Tatkala berada di tengah-tengah rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan, terkadang sulit untuk menantikan Dia yang telah berjanji kepada kita dengan sabar.

Yesaya adalah nabi bagi para pemimpin Yehuda di masa korupsi dan kebobrokan rohani. Dia meramalkan bangsanya akan dibawa ke pembuangan karena mereka percaya kepada berhala, pemimpin politik, dan hal-hal fana lainnya.

Tapi Yesaya juga mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan akan membawa mereka keluar dari pembuangan, dan pada suatu hari Tuhan akan mengirimkan Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka selamanya.

Yesaya tidak dapat melihat semua nubuatan ini digenapi–tapi dia terus berpegang pada pengharapan yang dia nubuatkan, dan perkataannya kepada bangsa Israel dapat terus menguatkan kita hari ini.

Percaya kepada Tuhan bahkan saat keadaan tidak masuk akal.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat Anda menderita.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat hati Anda hancur.
Apa pun yang terjadi, percayalah kepada Tuhan.

Musim mungkin berganti, situasi mungkin berubah, orang-orang mungkin mengabaikan, meninggalkan, atau mengkhianati Anda–tapi Dia yang tetap ada sepanjang zaman adalah Tuhan yang melampaui sejarah. Tuhan tidak berubah dan tidak tergoyahkan. Tidak ada satu pun yang dapat bertahan melawan-Nya atau mengalahkan-Nya.

Dia tahu bagaimana rasanya menderita sebab Dia telah menderita bagi kita. Dan kita bisa memercayai Tuhan karena Dia menepati janji-Nya–dan Dia telah berjanji untuk berperang bagi kita, tidak pernah meninggalkan kita, membuka jalan bagi kita, mengasihi kita, melindungi kita, dan tetap setia kepada kita.

Karena Tuhan adalah Penyelamat kita, kita bisa percaya kepada-Nya dan tak perlu takut.

Jadi apa pun yang terjadi, mari kita memilih untuk tetap percaya kepada-Nya.


Bagaimana Anda memercayai Tuhan hari ini?
Saya memercayai Dia dengan keadaan saya yang tidak pasti.
Saya memercayai Dia dengan masalah saat ini dan rencana masa depan.
Saya percaya bahwa Dia cukup bagi saya.

DOA
Tuhan, Engkau sumber kekuatan dan harapanku. Engkau adalah dasar hidupku, dan Engkau menutupi ketakutanku dengan kasih-Mu. Bersama-Mu, segala sesuatu menjadi mungkin. Maka aku akan menaruh harapanku pada-Mu. Kepada-Mu, aku akan percaya. Bahkan ketika segala sesuatu di sekitarku tampak runtuh, aku akan percaya dan tidak takut-karena masa depanku ada di tangan-Mu. Engkau membuat hidupku aman. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan itu dapat dipercaya. Ia menciptakanmu, Ia menyelamatkanmu, Ia mengasihimu!
Tantangan: Hubungi seseorang yang belum mengenal Kristus. Beri tahukan bahwa Anda memikirkan dan berdoa untuk mereka hari ini!

Lihat ke Atas


Sangatlah normal dan dapat dimengerti jika kita menghabiskan waktu, tenaga, dan perhatian kita untuk fokus pada keadaan saat ini. Lagi pula, kita sibuk. Terkadang kita banyak aktivitas. Dan saat kita berhenti untuk benar-benar memikirkannya, sulit rasanya memahami sesuatu di luar panca indera kita.

Tetapi dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus mendorong sesama orang percaya untuk melihat ke atas:

"Kalian sudah dihidupkan kembali bersama-sama Kristus. Sebab itu haruslah kalian berusaha untuk mendapat hal-hal yang di surga, di mana Kristus memerintah bersama dengan Allah." Kolose 3:1 BIMK

Jadi, saat Anda memikirkan perkataan Paulus dan hal-hal di surga, ada empat hal yang bisa Anda renungkan:

Pertama, surga bukanlah suatu tempat yang tak jelas seperti mimpi. Surga adalah tempat yang nyata, dengan orang-orang yang nyata, di mana Tuhan adalah Raja sesungguhnya.

Kedua, akan tiba waktunya kita bertemu Tuhan muka-dengan-muka. Kita tidak lagi membutuhkan iman atau harapan, karena yang kita harapkan pada akhirnya akan dinyatakan.

Ketiga, masalah dan ratapan kita (dan bahkan kematian itu sendiri) adalah hal sementara! Alkitab mengatakan bahwa, pada akhirnya, Tuhan akan meniadakan dukacita dan maut dan penyakit dan penderitaan–selamanya.

Terakhir (dan yang terpenting), Tuhan masih bertahta, dengan Yesus di sisi-Nya di tempat kemuliaan. Betapa pun gilanya, tak masuk akal, atau menyedihkannya dunia ini, kita bisa berkeyakinan karena kita tahu bahwa tidak ada hal yang berada di luar kedaulatan rencana Tuhan.

Jadi, saat Anda tergoda untuk melihat ke sekitar atau dalam diri Anda, lihatlah ke atas. Surga adalah di mana Tuhan berada, dan itulah kenyataan yang sejati.

Bagaimana Anda bisa berfokus pada Yesus hari ini?
Saya bisa berpikir bagaimana perkataan saya dapat mencerminkan Yesus.
Saya bisa memikirkan bagaimana tindakan saya akan berpengaruh pada kekekalan.
Saat terjadi masalah, saya bisa tetap memuji Yesus.

Tuhan, hidup kekal dimulai saat aku memilih hubungan dengan-Mu. Saat aku mengikuti-Mu, tolonglah agar aku memiliki pola pikir kekekalan. Bimbinglah dan berikan aku hikmat untuk mengetahui bagaimana aku dapat bersiap untuk menjalani hidup kekal. Dalam nama Yesus, Amin.

Saat kita menyimpan kekekalan dalam pikiran, kita melihat dunia dengan cara yang berbeda. Kita melihat orang lain dengan cara yang berbeda.
Adakah kenalan Anda yang perlu mendengar bahwa Tuhan mengasihi mereka? Bahwa Dia mati untuk menyelamatkan mereka? Jangkaulah mereka hari ini.

Selasa, 14 Oktober 2025

Bagaimana agar tetap bebas dari masalah

Hal-hal yang dipikirkan, dikhawatirkan, dan diperdebatkan bisa terasa tak ada habisnya: virus, perang, keuangan, hubungan, politik, agama, pekerjaan, bencana alam, keamanan dan kesejahteraan orang-orang terkasih ... daftar ini bisa makin panjang.

Namun Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, yang juga punya banyak ketakutan (kematian ada di peringkat teratas)...

“Janganlah kalian gelisah. Kalian percaya kepada Allah, sekarang percayalah kepada-Ku.” Yohanes 14:1 FAYH

Pernyataan yang berani, tapi apa bisa tak goyah dengan situasi kehidupan? Tampaknya itu yang Yesus pikirkan saat itu, karena kata-kata itu Ia ucapkan sesaat sebelum peristiwa penyaliban-Nya.

Yesus tahu...
Dia adalah sumber damai yang sejati.
Dia adalah sumber sukacita yang sejati.
Dia adalah sumber kebebasan dari kekhawatiran.

Percaya kepada Tuhan tidak menjamin hidup kita pasti mudah, tetapi kita tahu pasti Dia berjalan bersama kita melalui berbagai musim kehidupan.

Jadi, bagaimana menghindari jebakan siklus kekhawatiran? Secara praktis, bagaimana cara menghindari belenggu kecemasan? 

Kita bisa menaklukkan pikiran kita dan membuatnya tunduk kepada Kristus.

Kita bisa mengutamakan hikmat-Nya dengan membaca, mempelajari, dan memperkatakan Firman.

Kita bisa dengan terbuka membawa pikiran dan pertanyaan kepada sahabat yang bisa dipercaya. 

Kita bisa mendengarkan musik yang membawa kita ke dalam penyembahan saat melakukan keseharian kita.

Tentu saja, akan ada situasi-situasi sulit. Namun, karena kita tahu dan percaya siapa yang berkuasa, kita tak perlu gelisah oleh karena hal-hal tersebut.

Tuhan, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu.  Yesaya 26:3 BIMK

Jadi, apa biasanya yang membuat Anda cemas, dan bagaimana cara menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan yang membawa Anda mendekat pada hadirat Tuhan? Ambil waktu hari ini untuk menentukan langkah-langkah apa yang dapat Anda lakukan agar lebih konsisten menaruh percaya kepada Tuhan.


Apa yang perlu Anda percayakan pada Yesus hari ini?
Ketidakpastian dunia ini
Masalah keluarga
Situasi pekerjaan saya


Yesus, aku percaya pada-Mu. Aku tidak perlu memahami semua yang terjadi aku hanya perlu diam, dan mengenal-Mu. Engkau berperang bagiku. Engkau mati bagiku. Engkau ada untukku. Terima kasih. Engkau cukup bagiku, jadi aku akan menaruh pengharapan, keyakinan sukacita, dan masa depanku di dalam-Mu. Aku percaya pada-Mu. Amin.


Anda dapat melawan rasa takut dan khawatir dengan terus menaruh kepercayaan Anda kepada Tuhan-hari demi hari. Ketika Anda menghidupi iman Anda dengan kerendahan hati, ketulusan, dan semangat, orang lain akan memperhatikan. Bersiaplah untuk membagikan alasan di balik harapan Anda!

Senin, 13 Oktober 2025

Allah Sumber Penghiburan

Mazmur 23:4 (TB)  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 

Di masa Israel kuno, gada dan tongkat gembala melindungi dan membimbing domba, dan bahkan mengingatkan domba bahwa gembala mereka ada di sana. Jadi, Raja Daud (yang adalah seorang gembala saat masih kecil) menggunakan perumpamaan dalam Mazmur 23:4 untuk menyampaikan kebenaran ini: Tuhan adalah pelindung dan penuntunnya. 

Raja Daud menghadapi ancaman kematian berkali-kali dan musuh bertekad membunuhnya. Dia juga jatuh dalam masalah dosa dan kesalahannya sendiri. Namun di tengah-tengah semua ini, dia berulang kali menujukan matanya pada kesetiaan dan jaminan dari Tuhan. 

Di mana dia menemukan jaminan ini? 

Raja Daud akan mempelajari Kitab Suci Ibrani, Taurat—lima kitab pertama dalam Alkitab kita. 

Bagi orang Ibrani, Taurat bukan hanya kisah tentang Tuhan, melainkan Firman Tuhan. Itu adalah otoritas, janji, dan panduan. Firman itulah yang menjadi dasar—bagi kehidupan Daud—dan mazmur-mazmurnya. Daud bisa menulis tentang karakter Tuhan karena: 

1. Dia mengenal Firman Tuhan. 

2. Dia mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman tersebut. 

Kita, juga, memilikinya—dan banyak lagi. Kita memiliki Firman Allah yang diwahyukan oleh para nabi kuno di Perjanjian Lama, perkataan Yesus ketika berada di bumi, dan perkataan Yesus yang dinyatakan melalui para rasul dan penulis Perjanjian Baru. Dengan kata lain, kita pun memiliki apa yang dimiliki Daud: 

1. Kita memiliki Firman Allah. 

2. Kita dapat mengalami kesetiaan dan kebaikan Tuhan berdasarkan firman itu. 

Bacalah apa yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya: 

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. 

John 16:33 PBTB2 

Seperti Daud, kita tidak perlu takut, karena Tuhan itu dekat—dan Dia-lah penghibur kita. Mengenal Firman Tuhan membantu kita percaya dengan yakin bahwa Tuhan-lah yang menjadi pelindung, penuntun, dan hadir dengan setia bagi mereka yang mengasihi Dia. Jadi hari ini, bertekadlah untuk mengenali firman Tuhan jauh lebih dalam.


Kebenaran apa yang hendak Anda renungkan dari ayat hari ini?

Hadirat Tuhan adalah perlindungan dan penghiburanku.

Tuhan bersamaku, dan Dia menghancurkan kejahatan.

Tuhan menuntunku melewati masa-masa kelam. Dia tidak akan mengabaikanku.


Tuhan, Engkau-lah dasar hidupku. Engkau-lah sumber perlindungan dan kekuatanku.
Engkau membelaku, melindungiku, dan menuntunku melalui masa-masa sulit.
Bersama-Mu, aku tidak pernah sendirian atau ditinggalkan. Terima kasih karena telah menjadi sumber kekuatan dan keselamatanku. Terima kasih karena telah menghancurkan tipu muslihat iblis dan membimbingku lebih dekat kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Hari ini, ingatkan seseorang bahwa betapa pun sulitnya hidup ini, Tuhan akan selalu mengasihi, membimbing, dan menghibur mereka!
Jika Anda kenal seseorang yang sedang berjalan dalam lembah kekelaman, jangkaulah-biarlah Tuhan mengasihi mereka melalui Anda.

Minggu, 12 Oktober 2025

Hidup dengan Kuasa

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Bayangkan Roh Allah melayang-layang di permukaan bumi. Semuanya gelap dan tanpa bentuk sampai Tuhan menghembuskan kata-kata, "Jadilah terang." Dalam sekejap, semuanya berubah. Cahaya menembus kegelapan, dan apa yang tadinya tidak terlihat kini tampak jelas. Inilah yang Roh Allah lakukan. Dia selalu dekat—membawa terang ke tempat yang sebelumnya tertutup kegelapan. 

Roh Kudus tersedia bagi siapa saja yang menjadi pengikut Yesus, memampukan mereka untuk menghidupi panggilan yang telah Allah berikan kepada mereka.  

Dan apa panggilan Yesus bagi semua pengikut-Nya? Mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan memuridkan. 

Murid-murid pertama Yesus ingin Dia tinggal dan memulihkan kerajaan Israel. Namun dalam Kisah Para Rasul 1, Yesus mengisyaratkan bahwa Kerajaan-Nya tidak seperti yang mereka bayangkan. Kerajaan-Nya akan berlanjut sepanjang sejarah oleh kuasa Roh Kudus dan kesaksian terus-menerus dari para murid-Nya. 

Roh Kudus adalah karunia dari Bapa surgawi yang membantu kita hidup dengan cara yang memuliakan Allah dan mencerminkan karakter-Nya. Ketika kita membiarkan Roh Kudus membentuk kita, Dia mengubah cara kita berpikir dan bertindak. 

Roh Kuduslah yang memampukan kita menjadikan Yesus dikenal di seluruh dunia. 

Untuk alasan ini, menjalani hidup yang dipenuhi Roh memerlukan inisiatif kita mencari Allah setiap hari. Melalui waktu inisiatif bersama Tuhanlah kita dapat menemukan cara memuridkan. Lalu, sembari kita menjalani hidup, Roh Kudus akan membantu kita bersukacita dan berani menjadikan Yesus dikenal oleh orang-orang yang Dia tempatkan di sekitar kita. Dia akan memberi kita wawasan, persepsi, dan keberanian yang kita butuhkan untuk menunjukkan kasih Yesus kepada orang lain. 

Jadi sekarang, luangkan waktu sejenak dan bersyukur kepada Yesus atas karunia Roh Kudus-Nya. Kemudian, undanglah Roh Kudus untuk datang dan mengubah cara Anda berpikir dan bertindak. Luangkan waktu untuk merenung dengan hening, dan izinkan Roh Kudus mengingatkan satu atau dua orang yang dapat Anda bagikan tentang kasih Yesus hari ini.


Seperti apa merangkul otoritas dan kuasa Roh Kudus bagi Anda?
Menunjukkan belas kasih pada sesama.
Berdoa dengan berani untuk seseorang dalam hidup saya.
Mematuhi Tuhan dengan pergi ke mana Dia mengutus saya.

Allah Bapa, Engkau setia! Tidak ada yang mustahil bagi-Mu karena semua otoritas ada di tangan-Mu. Terima kasih telah memberiku akses pada otoritas ini melalui Roh Kudus-Mu. Terima kasih telah mengizinkanku mendekat kepada-Mu. Tolong tunjukkan bagaimana untuk hidup dengan keberanian-Mu. Saat aku mencari-Mu, bimbing dan ajarilah aku bagaimana memuridkan orang lain dengan percaya diri. Dalam nama Yesus, Amin.


Saat Anda mengizinkan Roh Kudus membentukmu, Dia akan mengubah cara Anda berpikir, bertindak, dan mengasihi orang lain.
Roh Kudus memampukan Anda untuk membuat Yesus ternama di seluruh dunia. Anda tidak sendiri-Dia akan menyertaimu!

Kamis, 09 Oktober 2025

Apa yang Tuhan inginkan?

"Apa kehendak Tuhan bagi hidupku?"
"Apa tujuan dan panggilanku?"
"Apa yang bisa kulakukan untuk menyenangkan Tuhan?"

Dalam kitab Perjanjian Baru, Yesus menyediakan jawaban bagi pertanyaan tersebut dengan menyuruh pengikut-Nya untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain. Dalam Perjanjian Lama, nabi Mikha–dipenuhi Roh Kudus–menyimpulkan keinginan Tuhan bagi umat Israel dengan berkata:

"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Mikha 6:8 TB

Perkataan ini ditulis saat umat Tuhan mencoba untuk menyenangkan Tuhan dengan korban, persembahan, dan melalui tindakan keagamaan, sambil hidup penuh dusta, kekerasan, dan kesombongan. Tapi seperti yang ditulis nabi Hosea, "Sebab Aku [Tuhan] menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." (Hosea 6:6 TB)

Tuhan mencari motif hati, bukan kegiatan agamawi atau menggerutu dalam ketaatan.

Mari kita uraikan keinginan Tuhan bagi kita:

Melakukan keadilan. Melakukan keadilan membutuhkan iman dan tindakan bekerja bersama: menolong yang terluka, membela yang lemah, memperlakukan dengan adil mereka yang kita jumpai, dan berbicara bagi mereka yang tidak bisa membela diri. Dalam kata lain, untuk berlaku adil, kita harus mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri.

Mencintai kebaikan. Belas kasihan Tuhan adalah kebaikan yang ekstrim. Dan karena Tuhan telah menunjukkan kebaikan yang tak layak kita terima, kita bisa menunjukkan kebaikan yang sama kepada orang lain. Tuhan ingin hal-hal ini lebih dari sekadar ucapan "Saya ikut prihatin" yang tak habis-habisnya. Tuhan baik kepada semua yang bersyukur dan yang jahat (Lukas 6:35), jadi kita juga harus sama.

Berjalan dengan kerendahan hati. Mudah diajar. Mudah dibentuk. Ingatlah: Anda bukan Tuhan. Anda punya keterbatasan. Anda butuh Sang Pencipta dan Penyelamat. Anda ada di sini karena Tuhan menciptakanmu melalui firman-Nya. Jadi, dengan percaya diri peganglah identitas Anda, dan apa yang bukan identitas Anda, karena saat kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan, Dia akan melakukan hal yang besar melalui kita.

Mengupayakan keadilan, mencintai kebaikan, dan berjalan dengan kerendahan hati–itulah yang Tuhan inginkan dari kita. Jadi di dalam dunia yang dipenuhi dengan ketidakadilan, kebencian, dan keangkuhan, mari kita menjadi orang-orang yang dikenali dengan ketiga hal ini.

Bagaimana Anda menerapkan ayat hari ini dalam hidup Anda?
Saya akan mengampuni orang yang telah bersalah kepada saya.
Saya akan meminta Tuhan menunjukkan di mana dan bagaimana saya bisa melayani orang lain.
Saya akan meminta maaf kepada siapa saya telah bersalah.

Tuhan, tunjukkanlah bagaimana aku dapat mengasihi-Mu dan umat-Mu. Selaraskan hatiku dengan kehendak-Mu, dan tolonglah agar aku dapat membuat keputusan yang membawa kemuliaan dan kehormatan bagi-Mu.Mampukanlah aku melihat diri sendiri yang sesungguhnya sehingga aku dapat mengasihi orang lain sepenuhnya.Tunjukkanlah bagaimana aku dapat menunjukkan keadilan dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkannya-karena hal itu menyenangkan-Mu dan menunjukkan bahwa aku adalah anak-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Kita tidak perlu penasaran akan apa yang Tuhan inginkan. Dia telah menunjukkan dan memberitahukannya kepada kita: untuk bertindak adil, mencintai belas kasihan, dan menjalani hidup dalam kerendahan hati bersama Dia.Hari ini,Bagaimana Anda bisa membuat dunia di sekitar Anda lebih adil?
Bagaimana Anda bisa menunjukkan belas kasihan?
Bagaimana Anda bisa merendahkan hatimu sendiri dan membesarkan Tuhan?

Rabu, 08 Oktober 2025

Jangan Pergi Tanpa Dia

Keluaran 33:15 (TB)  Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.

Musa berdiri di tengah padang gurun–secara harfiah dan spiritual. Orang-orang baru saja memberontak terhadap Tuhan dengan membangun patung berhala berupa anak lembu emas, dan kini masa depan mereka belum jelas.

Namun, di saat-saat menegangkan ini, Musa mengajukan permintaan yang berani: Jika kehadiran Tuhan tidak menyertai mereka sampai ke tujuan, Musa berkata, ia lebih baik tidak pergi sama sekali.

Bukannya Musa tidak menginginkan tanah perjanjian. Lebih dari sekadar tanah, lebih dari perkembangan, lebih dari jawaban, Musa ingin Tuhan. Dia paham bahwa tidak ada kesuksesan, kenyamanan, atau arahan sebesar apa pun yang dapat sebanding dengan kedekatan dengan Tuhan.

Ada musim kehidupan dimana kita menemukan diri kita berada di tengah padang belantara: bingung, kering, tiada kepastian akan langkah selanjutnya. Di dalam momen seperti ini, mudah untuk menginginkan kejelasan. Namun yang sesungguhnya kita butuhkan adalah hadirat Tuhan, bukan sekadar jawaban.

Kedamaian tidak datang dari mengetahui rencana-Nya. Kedamaian datang dari mengetahui bahwa Dia menyertai kita di dalamnya.

Kehadiran Tuhan adalah ciri khas kita. Itulah yang membuat padang gurun terasa nyaman, bahkan kudus. Jadi, jika jiwamu merasa lelah atau kehilangan arah, biarlah ini menjadi doamu: "Jangan utus aku kecuali Engkau menyertaiku."

Bagaimana Anda bisa latihan mencari hadirat Tuhan daripada sekadar mencari jawaban?
Dengan menghabiskan waktu dalam doa dan penyembahan.
Dengan mengundang Tuhan masuk ke dalam momen sehari-hari kita.
Dengan menyerahkan rencana saya dan sebaliknya meminta tuntunan-Nya.

Tuhan, saya tidak ingin melangkah tanpa-Mu.
Dalam setiap langkah yang saya ambil, dalam setiap rencana yang saya buat, mendekatlah kepadaku.

Saat saya merasa kehilangan arah di padang belantara, ingatkan saya bahwa Hadirat-Mu adalah rumahku yang sejati.
Tuntun saya, penuhi saya, berjalanlah bersama saya.
Jika Engkau tidak ada di dalamnya, Amen.

Kedamaian tidak datang dari memiliki semua jawaban atau kehidupan yang mudah-melainkan datang dari adanya kehadiran Tuhan.

Undang hadirat Tuhan ke dalam hubunganmu! Minta Dia memimpinmu-sembari engkau terus mengikuti Dia dan memimpin orang lain.