Selasa, 26 Agustus 2014

Tekun Menjadikan Hidup Lebih Baik


SETIAP pekerjaan atau karya menuntut suatu kesungguhan
hati. Ketekunan menjadi sarana untuk meraih kesuksesan
dalam hidup.
Anda pernah menyaksikan burung-burung yang sedang
membuat sarang untuk meletakkan telur-telur mereka?
Bagaimana mereka mengambil satu per satu daun-daun
kering, dahan-dahan di pohon atau di tanah?
Burung membuat sarangnya dari ranting, daun atau bahan-
bahan lain. Kadang bahan-bahan itu juga diambil dari
tempat yang cukup jauh. Tak jarang, karena cuaca buruk
atau ulah hewan dan manusia, sarang itu rusak. Tapi
mereka akan tetap kembali membangun sarang mereka
sampai induk burung bertelur.
Burung itu melakukan dengan penuh ketekunan. Satu per
satu mereka menggigit daun-daun kering itu. Lantas mereka
membawanya terbang menuju tempat untuk membuat
sarang. Ketika ada daun atau dahan kecil yang jatuh,
mereka akan kembali lagi untuk mengambilnya.
Kalau kita amati dengan cermat, burung-burung itu tidak
lakukan sendirian. Bukan hanya sang betina saja yang
lakukan itu. Tetapi si jantan pun membantu si betina untuk
mendapatkan daun-daun atau dahan-dahan kecil yang
kering itu. Dengan cara begitu, sarang dengan cepat
terbangun.
Saat mengeram, ada banyak jenis burung yang mengeram
bergantian. Burung merpati, misalnya, secara bergantian
mengerami telur. Mula-mula sang betina mengeram. Lalu
sang jantan menggantikannya. Mereka lakukan seperti itu
hingga sang telur menetas.
Sahabat, pernahkah Anda belajar dari kesetiaan dan
ketekunan burung-burung? Atau Anda malah merasa gengsi
Anda turun, kalau belajar dari kebiasaan baik burung-
burung itu? Tentu saja Anda akan setuju, kalau nilai-nilai
yang baik dari burung-burung itu menjadi inspirasi bagi
hidup kita.
Kisah di atas mau menampakkan kepada kita bahwa suatu
ketekunan dan kerja sama yang baik akan menghasilkan
sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Suatu karya, apa pun
bentuknya, akan berhasil dengan baik, kalau dilakukan
dengan kesungguhan hati. Ketekunan menjadi hal yang
mendorong orang untuk menuntaskan suatu karya yang
sudah dimulai.
Namun orang juga mesti sadar bahwa suatu karya yang
baik dibangun dari kerja sama dengan berbagai pihak.
Tanpa kerja sama, suatu karya akan mudah mati dan tak
berdaya. Dalam kebersamaan itu orang membuka hatinya
untuk mengakui keterbatasan dirinya. Orang mesti
membutuhkan bantuan dari orang lain untuk melengkapi
dirinya.
Orang beriman mesti tekun dalam karya yang ditanganinya,
apa pun karya itu. Jangan melihat besar atau kecilnya suatu
karya. Suatu karya, sekecil apa pun, akan menjadi besar
ketika dikerjakan dengan kesungguhan hati.
Mari kita belajar dari burung-burung di udara yang bahu-
membahu membangun hidup. Seorang bijaksana berkata,
“Bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya
pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan
diberinya keterangan” (Ayub 12:7).
Tuhan memberkati.