Graham Staines bersama keluarganya meninggalkan Australia, untuk hidup sebagai misionaris di India. Mereka melayani penderita penyakit kusta di daerah terpencil. Namun peristiwa tragis menimpanya, setelah 35 tahun ia melayani.
Pada 1999, ia & kedua putranya dibakar hidup2 dalam mobil mereka, oleh sekelompok orang yg menentang pelayanannya.
Istrinya berkata, "Saya kadang bertanya2, mengapa Graham tewas & pembunuhnya bertindak begitu brutal.... Saya tidak berniat menghukum mereka.... Saya ingin & berharap mereka bertobat & berubah." Ucapan istri Graham melukiskan dengan indah, konsep kasih baru yg diajarkan Yesus.
Jika hukum Taurat memastikan orang jahat menerima ganjaran setimpal (Mat. 5:38,43b);
Yesus mengajarkan bahwa yg jahat juga perlu dikasihi & didoakan (Mat. 5:39-44).
Sikap ini mencerminkan karakter Bapa, yg mengasihi semua orang (Mat. 5:45).
Kesempurnaan kasih Bapa, merupakan tolok ukur kasih anak2Nya (Mat. 5:48).
Kata "sempurna" di sini diterjemahkan dari kata Yunani teleios.
Artinya bukan keadaan tanpa cela, melainkan kematangan rohani. Mengasihi semua orang, termasuk musuh sekalipun, merupakan salah satu tanda kedewasaan rohani.
Saudaraku, bagaimana dengan kasih kita? Tidak jarang kita berpikir, kita sudah cukup mengasihi sesama. Tetapi, sebenarnya itu terbatas pada mereka, yg baik terhadap kita. Bagaimana sikap kita ketika disakiti, difitnah, atau diperlakukan sewenang2 oleh orang lain?
Mari mohon agar melalui situasi tersebut, Allah menolong kita belajar mengasihi, sama seperti Bapa mengasihi. "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yg di sorga adalah sempurna." (Mat. 5:48)