Ratu Victoria dari Inggris gemar sekali berjalan2 di pedesaan, dengan menyamar sebagai orang biasa. Sementara berjalan, ia selalu diikuti oleh pelayannya dari jauh. Suatu kali ia bertemu dengan sekawanan domba, yg digembalakan seorang anak kecil.
Melihat sang ratu di tengah jalan, anak itu berteriak, "Hei, minggir kamu, dasar perempuan bodoh!" Ratu Victoria hanya tersenyum, tidak berkata apa2.
Ketika pelayannya muncul, ia menjelaskan pada anak itu bahwa perempuan yg diteriakinya tadi adalah ratu Inggris. "Ah, masa?" kata anak itu, "Harusnya ia pakai baju seperti ratu dong." Seperti anak kecil tadi, kita acap kali meminta bukti. Meminta bukti kalau Allah itu benar2 berkuasa & mampu menolong kita. Kita menggunakan masalah kita untuk menguji kemampuan Allah, akibatnya ketika Allah tak kunjung juga berbuat sesuatu untuk masalah kita, begitu mudahnya kita untuk meragukan-Nya, hati kita menjadi suam & tidak lagi mau mencari Allah.
Saudaraku, sebagai seorang yg dewasa, harusnya kita juga berpikiran dewasa. Jangan memaksakan kehendak kepada Allah. Biarlah Allah bertindak menurut kebaikan-Nya, & percayalah bahwa sebagaimana halnya kawan2 Daniel lepas dari perapian yg menyala2, kuasa Allah juga sanggup membebaskan dari masalah yg tengah menghimpitmu hari ini.
Tetapi dengan catatan, "Apakah engkau tulus mengasihi-Nya, seperti para sahabat Daniel: Sadrakh, Mesakh, & Abednego yg tidak pernah menyalahkan & mencobai Allah atas pencobaan yg mereka hadapi, atau karena embel2 sesuatu." Ujilah hatimu! "tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, & tidak akan menyembah patung emas yg tuanku dirikan itu." (Dan. 3:18)