”Bersorak-soraklah dgn nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yg muda."
Zakharia 9:9
KELEDAI LAMBANG KERENDAHAN HATI
Ayat hari ini menceritakan tentang kerendahan hati Yesus.
Keledai tubuhnya lebih kecil dari kuda serta bertelinga agak panjang.
Meski kecil keledai memiliki tenaga yg cukup kuat dgn pergerakan kaki yg cukup lincah, tapi berperangai agak bengal.
Hal ini mungkin disebabkan oleh instingnya utk melindungi diri yg sangat kuat; namun begitu manusia sudah berhasil menaklukkannya maka si keledai akan gampang menurut.
Ukuran tubuh keledai sangat bervariasi tergantung jenisnya, dgn tinggi berkisar antara 79 cm hingga 160 cm.
Usia harapan hidup keledai pekerja di negara berkembang sekitar 12 hingga 15 tahun, namun keledai yg hidup di negara maju dapat hidup hingga usia 30 bahkan 50 tahun.
Penggunaan keledai sebagai hewan tunggangan atau pengangkut beban sudah lazim di kalangan bangsa Israel, di mana para penggembara miskinlah yg lebih lazim menunggangl keledai.
Karena itu keledai terkesan sebagai sarana angkutan bagi rakyat kalangan bawah.
Namun nabi Zakharia telah menubuatkan bahwa kedatangan Sang Mesias justru dgn mengendarai seekor keledai.
Ini sangat kontras sekali dgn pemimpin-pemimpin atau raja-raja dunia yg kebanyakan menunggang kuda perang sehingga menimbulkan kesan mewah, megah, gagah dan berkuasa.
Tatkala memasuki kota Yerusalem Tuhan Yesus justru datang dgn mengendarai seekor keledai betina yg muda, jauh dari kesan megah dan mewah.
Ini semakin menegaskan tentang prinsip kerendahan hati dan wujud kepedulian Kristus terhadap umat kalangan bawah.
Yesus Kristus rela meninggalkan kemuliaan sorgawi utk datang ke dunia dgn satu misi yaitu membawa damai dan menyelamatkan orang-orang berdosa.
Oleh sebab itu,
“Mari kita datang kepada Yesus dan belajarlah kepada-Nya, karena Dia lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Mat 11:29)