Minggu, 02 November 2025

Di mana Keraguan Bertemu Keyakinan

Markus 9:23 (TB)  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"


Dalam Markus 9, kita membaca kisah seorang ayah yang menyayangi putranya. Dia sangat mengasihi putranya, sehingga ketika putranya dirasuki roh, ayahnya membawanya kepada Yesus, percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkannya dan mengusir roh tersebut. ”Tetapi jika Engkau dapat berbuat sesuatu,” kata ayah anak laki-laki itu, “tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Ayah anak laki-laki itu percaya bahwa Yesus bisa mengusir roh itu. Tapi dia tidak mengetahuinya secara pasti. Dia membawanya kepada Yesus, tetapi dia masih ragu—bagaimanapun juga, tidak ada orang lain yang mampu menyembuhkan putranya.

Pernahkah Anda merasa terbeban antara keyakinan dan keraguan yang sama seperti itu? Ayah anak laki-laki tersebut memiliki pergumulan sama yang dialami oleh banyak dari kita—pergumulan untuk mempertahankan iman dalam pencobaan hidup. 

Namun, Yesus tidak mempermalukan ayah ini. Sebaliknya, Dia menjawab dengan iman: "Katamu: Jika Engkau dapat? Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!"

Yesus mengajak ayah ini untuk mengambil pilihan yang tegas. Untuk percaya pada otoritas Yesus, atau meragukan.

Dalam kisah ini, Yesus memang mengusir roh melalui doa, sedangkan murid-murid-Nya tidak bisa (Markus 9:26-28). Namun, kita juga harus menyadari bahwa tanggapan Yesus tidak menjanjikan kita bahwa iman akan menjamin setiap keinginan kita akan terwujud. Iman bukanlah garansi untuk memenuhi keinginan. Sebaliknya, hal ini menantang kita untuk mengenali kuasa dan kemampuan Allah yang tertinggi dalam memenuhi kehendak-Nya, dengan cara-Nya (Markus 1:40-42). Iman yang sejati selalu berada di bawah otoritas kedaulatan Allah.

Iman, dalam bentuknya yang sejati, percaya bahwa tujuan Tuhan lebih besar dari pemahaman kita.


REFLEKSI

Bagaimana Anda bisa hidup dalam iman meski ada keraguan?

Aku bisa berdoa agar Tuhan menumbuhkan imanku.

Aku bisa percaya pada rencana sempurna Tuhan.

Aku bisa mengucapkan janji-janji Tuhan dengan lantang.


DOA

Tuhan, biarlah imanku bertumbuh. Aku percaya pada otoritas, kuasa, dan kedaulatan-Mu. Aku berpegang teguh pada janji dan kasih setia-Mu. Bimbing dan kuatkanlah aku. Pakailah imanku untuk menguatkan orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.


Iman, dalam bentuk yang paling sejati, percaya bahwa tujuan Tuhan lebih besar daripada pengertian kita yang terbatas.

Maka, hari ini, ucapkan doa yang berani, ambil langkah iman, dan percaya bahwa Tuhan mampu melakukan lebih dari yang pernah Anda minta atau pikirkan.