.
Ayat Firman Tuhan: Matius 4:1-2
" Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus."
Pernahkah Saudara bertanya, mengapa Yesus harus berpuasa selama 40 hari dan 40 malam? Mengapa bukan 10 hari, 20 hari, atau 30 hari?
Angka 40 bukan sekadar angka dalam Alkitab. Berkali-kali angka ini muncul dalam perjalanan umat Tuhan. Ada masa pengujian, pembentukan, dan persiapan sebelum sesuatu yang baru dimulai.
Setelah dibaptis di Sungai Yordan, Yesus tidak langsung masuk ke dalam pelayanan yang penuh mukjizat. Justru Roh Kudus membawa-Nya ke padang gurun.
Perhatikan baik-baik: Yesus berada di padang gurun bukan karena Ia tersesat, tetapi karena Ia sedang menjalani proses yang memiliki tujuan ilahi.
Sering kali kita berpikir bahwa ketika hidup menjadi sulit, berarti Tuhan meninggalkan kita. Ketika doa belum dijawab, pekerjaan semakin berat, keluarga menghadapi masalah, dan jalan keluar belum terlihat, kita mulai bertanya, "Tuhan, di manakah Engkau?"
Tetapi kisah Yesus mengajarkan bahwa padang gurun tidak selalu berarti Tuhan tidak hadir. Ada kalanya justru di tempat yang paling sunyi, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang paling dalam di dalam hidup kita.
Ilustrasi: Benih yang ditanam di dalam tanah harus melewati masa gelap sebelum bertumbuh menjadi pohon. Dari luar terlihat seperti terkubur, tetapi sesungguhnya sedang dipersiapkan untuk kehidupan yang baru.
Saudaraku, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidupmu sedang berakhir hanya karena engkau sedang berada di padang gurun.
Mungkin Tuhan sedang membangun sesuatu dalam dirimu yang tidak dapat dibentuk melalui kenyamanan.
Renungan pribadi: Jangan hanya bertanya, "Tuhan, kapan masalah ini selesai?" Belajarlah bertanya, "Tuhan, apa yang sedang Engkau ajarkan kepadaku melalui proses ini?"
Doa:
Tuhan Yesus, ketika aku melewati masa-masa sulit, tolong aku agar tidak kehilangan iman. Ajarku percaya bahwa Engkau tetap menyertai hidupku. Bentuklah hatiku agar semakin dewasa dan semakin bergantung kepada-Mu. Amin.