Kamis, 18 Juni 2015

MEMBACA KITAB SUCI


Masih pentingkah dalam konteks kehidupan di masa kini?

Ini jawabannya:
"... Adalah seorang Etiopia, seorang SIDA-SIDA, PEMBESAR dan KEPALA PERBENDAHARAAN Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke YERUSALEM untuk beribadah... sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam KERETANYA sambil MEMBACA kitab nabi Yesaya. Filipus... MENDENGAR sida-sida itu sedang membaca..." (Kisah Rasul 8:27-28, 30).

Dalam konteks masa kini, ayat di atas bunyinya kira-kira begini:
"... Adalah seorang non-Nasrani, seorang MENTERI KEUANGAN, PEJABAT TINGGI sekaligus CHIEF FINANCIAL OFFICER Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke GEREJA untuk beribadah... sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam MERCEDEZ S-CLASSNYA sambil MEMBACA kitab Yesaya. Filipus... MENDENGAR pejabat itu sedang membaca... (Kisah Rasul 8:27-28, 30).

Siapakah orang Etiopia ini (dalam konteks masa kini)?
Dia adalah:
- Non-Nasrani
- Menteri Keuangan
- Pejabat Tinggi
- Chief Financial Officer
- Kepercayaan Kepala Negara
- Punya Mercedez Benz S-Class
Apa yang dilakukannya?
- Pergi ke gereja
- Membaca Kitab Suci
* (Padahal tidak mengerti isinya, menurut Kisah 8:31)
* (Tapi dia tetap membacanya juga)
- (Malahan) sambil bersuara keras

Maka tak heran Allah pun bergegas mengutus salah satu rasul-Nya secara khusus, Filipus, kepada orang Etiopia ini untuk menjelaskan Kitab Suci yang sedang dibacanya keras-keras itu hingga akhinya dia mengerti dan mau dibaptis.
Kemungkinan basar di kemudian hari, orang Etiopia ini adalah salah satu misionaris awal bagi terjadinya kebangunan rohani di Etiopia (kemungkinan bersama dengan rasul Matius).

Semua bisa terjadi karena diawali dengan MEMBACA KITAB SUCI.

Jadi, jangan anggap remeh MEMBACA KITAB SUCI.

Bagi yang beralasan super sibuk sehingga tidak punya waktu membaca Kitab Suci, lihatlah orang Etiopia itu.
Bukankah dia juga adalah orang yang super sibuk?

Tapi dia masih sempat mencari waktu untuk membaca Kitab Suci!
Bagi yang berasalan tidak mengerti sehingga percuma rasanya membaca Kitab Suci, lihatlah orang Etiopia itu kembali.

Bukankah dia juga adalah orang yang tidak mengerti apa yang dia baca?
Tapi dia tetap membaca Kitab Suci itu, malahan membacanya dengan suara yang keras!

Perhatikanlah:
KESIBUKAN DAN KEBODOHAN BISA MEMBUAT SESEORANG TIDAK MEMBACA KITAB SUCI.
Oleh karena itu:

1. ORANG SIBUK HARUS DISIPLIN MENEMPATKAN PRIORITAS DENGAN MENGUTAMAKAN MEMBACA KITAB SUCI.

2. ORANG BODOH HARUS BELAJAR MENIMBA ILMU DENGAN RAJIN MEMBACA KITAB SUCI.
IF WE ARE TOO BUSY TO READ THE SCRIPTURE, WE ARE TOO "BUSY".
IF WE ARE TOO LAZY TO READ THE SCRIPTURE, WE ARE TOO "STUPID".