Wahyu 14:1 "Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya."
Ada seseorang yang Ibunya menikah dan bercerai tujuh kali.
Itu berarti dia punya beberapa nama akhir yang bisa dia pilih.
Tetapi hanya ada satu dari pria-pria tersebut yang memperlakukan dia baik seorang ayah memperlakukan anaknya sendiri, dan dialah: Oscar Felix Laurie. Jadi dia memilih nama tersebut. Ketika menimbang-nimbang nama lain, nama itu menjadi "nama di atas semua nama."
Meski ia bukan ayah biologisnya, dalam segala hal, ia adalah ayahnya.
Anda pernah mendengar ungkapan "Siapa ayahmu?"
Nah, Alkitab mengatakan bahwa Anda punya pilihan untuk memilih siapa yang menjadi ayah Anda.
Anda bisa memilih "Iblislah yang menjadi bapamu" (Yohanes 8:44) atau Anda bisa memilih Bapa Surgawi.
Jika kita bijak, kita akan memilih "nama di atas segala nama," Yesus Kristus.
2 Timotius 2:19a memberitahu kita, "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya."
Dia melihat apa yang mungkin tidak dilihat orang lain.
Dia tahu orang yang memiliki tanda-Nya.
Ini seperti petugas bandara yang menggunakan senter khusus untuk memeriksa SIM Anda.
Senter ini memancarkan cahaya hitam ke atas hologram SIM Anda untuk membantu mereka membuktikan keaslian SIM Anda.
Ketika kita percaya pada Kristus, Dia akan memberi kita meterai-Nya - semacam KTP.
Mengapa? Karena kita adalah milik-Nya! Kita membaca dalam 1 Korintus 6: 19-20, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!'"
Dahulu kala, jika sesuatu adalah kepunyaan raja, di atasnya ada segel raja.
Begitu pun kita, kita mengenakan meterai Allah: Roh Kudus. "Memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" (2 Korintus 1:22).
Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang pria tua yang dikenal karena hidupnya yang saleh.
Seseorang bertanya padanya satu hari, "Apa yang kau lakukan ketika kau dicobai, pria tua?"
Dia menjawab, "Aku akan menengadah ke langit dan berseru, 'Tuhan, milik-Mu sedang dalam bahaya.'"
Jika Anda adalah seorang Kristen, maka Anda adalah milik-Nya. Anda mengenakan segel-Nya, meterai-Nya, dan nama-Nya.