Sabtu, 25 Juni 2016

Pemulihan, Bukan Kecaman

Galatia 6:1 "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan"

Melihat bagaimana perilaku sebagian orang, mungkin Anda berpikir Alkitab mengatakan, "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus menertawakan orang itu terlebih dahulu dan pastikan kamu menghukumnya atas dosa tersebut. Lalu sebarkan berita ini kepada orang sebanyak mungkin.

Tentu saja Alkitab tidak mengatakan hal seperti itu.
Sebaliknya Alkitab mengajarkan: "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan (Galatia 6:1).

Ide dari Firman ini ialah untuk membesarkan hati orang-orang yang tengah dilemahkan oleh dosa, bukannya mengecam mereka.
Pesan Firman ini ialah untuk memulihkan-bukan menghancurkan-mereka.
Perhatikan, ayat ini mengatakan, "Kamu yang rohani."
Orang yang benar-benar kudus akan berusaha untuk memulihkan mereka yang tersesat.
Yakobus 5: 19-20 mengajarkan kita, "Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Suatu hari, kiranya Tuhan menjauhkan, itu bisa jadi Anda.
Kita tidak boleh lengah atau berpuas diri pada pencapaian rohani kita.
Seberapa pun lamanya Anda telah mengenal Tuhan, jangan berpikir bahwa Anda tidak akan terjatuh, sebab itu bisa jadi menimpa Anda.
Itu bisa terjadi pada setiap orang percaya.
Itulah mengapa, kita kiranya senantiasa bergerak maju, berjalan bersama Tuhan dan bertumbuh secara rohani. Kita pastinya tidak mau jatuh tersungkur dalam dosa.

Dan jika Anda kenal seseorang yang sedang jatuh ke dalam dosa, maka tujuan Anda haruslah untuk memulihkan, bukan untuk menghancurkan.
Tujuan Anda haruslah untuk membantu orang tersebut, sebab di lain waktu, itu bisa jadi Anda.

Seberapa pun lamanya Anda telah mengenal Tuhan, jangan berpikir bahwa Anda tidak akan terjatuh