Senin, 10 Oktober 2016

Seorang Pembunuh Di dalam Hati

Efesus 4:31 "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan."

Sebagian besar dari kita tidak pernah membunuh seseorang, tapi kita mungkin pernah menginginkan seseorang mati. Pernahkah Anda benci seseorang? Biarkan saya perjelas pertanyaan ini: pernahkah Anda berkendara di jalan tol yang macet?

Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Yesus berkata, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala" (Matius 5:21-22).

Kita juga membaca dalam 1 Yohanes 3:15, "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya." Kata yang dipakai untuk meggambarkan benci disini ialah "yang sering membenci." Ini bukan hanya kebencian atau emosi sesaat, ini kebencian yang sudah berakar. 

Kita pasti pernah marah. Di Alkitab juga tidak disebutkan bahwa jika Anda marah dan mengklakson seseorang di jalan raya, artinya Anda seorang pembunuh. Tidak, Anda hanya orang yang senang mengklakson kendaraan lain, dimana artinya Anda harus lebih sabar, tidak hilang kendali. Kata benci yang dipakai dalam ayat ini adalah kebencian yang sudah berakar. Sebuah sikap yang menunjukkan, "Aku tidak suka tingkahmu. Waktu kau berjalan masuk, aku muak. Emosiku mendidih. Aku mau lihat engkau hancur. Aku duduk disini memikirkan bagaimana aku bisa menjatuhkanmu."

Coba tebak? Sikap ini seperti seorang pembunuh, dan itu adalah dosa bagi Allah. 

Jadi, meski kita tidak pernah melakukan tindak pembunuhan secara fisik, kenyataannya adalah kita bisa saja menjadi seorang pembunuh di dalam hati kita. 

Bacaan Alkitab :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30

Jangan mengingini orang lain mengalami celaka meskipun itu di dalam hati Anda.