Kamis, 21 Februari 2019

ABRAHAM : OLD AND NEW COVENANT


Buku-buku yang ditulis dan kita baca mungkin hanya sampai menyentuh tatanan jiwa. Kita mungkin bisa terharu ketika membacanya. Namun satu-satunya buku yang mampu menyentuh sampai roh kita hanya Alkitab karena Alkitab adalah kebenaran yang tidak dapat ditandingi oleh apapun. Kebutuhan utama kita adalah Firman Tuhan. Apa dasar utama bahwa Firman Tuhan itu adalah “ya” dan “amin”? Bagaimana Alkitab datang pada kita? Pada awalnya pikiran Tuhan diwahyukan (disingkapkan) pada pikiran penulis, lalu si penulis menulis suratnya dalam bentuk gulungan-gulungan yang terpisah. Proses penulisan ini diinspirasi (dihembusi) oleh Roh Allah. Kemudian terjadi proses kanonisasi yang menghasilkan 66 kitab. Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Lalu kedua bahasa ini diterjemahkan ke bahasa Inggris, baru diterjemahkan ke banyak bahasa. Orang yang menyampaikan Firman Tuhan harus terlebih dahulu mengalaminya dalam kehidupan. Inilah proses bagaimana Alkitab bisa disampaikan/disajikan kepada kita. 

KITAB KEJADIAN
Empat peristiwa besar dalam Kejadian 1 - 11 :
1. Penciptaan (Kejadian 1 - 2),
2. Kejatuhan (Kejadian 3 - 5),
3. Air bah (Kejadian 6 - 9),
4. Bangsa-bangsa (Kejadian 10 - 11).

Kejadian 1-11 ini menceritakan tentang awal umat manusia (Eden ke Ur-Kasdim)

Empat tokoh penting Kejadian 12 - 50 :
1. Abraham (Kejadian 12 - 24),
2. Ishak (Kejadian 25 - 26),
3. Yakub (Kejadian 27 - 36),
4. Yusuf (Kejadian 37 - 50).

Kejadian 12 - 50 menceritakan tentang awal bangsa Yahudi (Ur-Kasdim ke Mesir)

Allah berjanji untuk menebus dan memberkati umatnya (Kejadian 3 : 15, Kejadian 12 : 3). 
Benih dari wanita (Kejadian 3 : 15),
Imam Melkisedek (Kejadian 14 : 18),
Penghinaan dan peninggian Yusuf (Kejadian 37 - 50).
Ketiga ayat ini menceritakan tentang Yesus.

Mengapa Allah memilih Abraham?
Karena Allah memiliki kedaulatan, walaupun ayahnya Terah adalah penyembah berhala. Allah hanya ingin memakai satu orang untuk menjadi tolak ukur.
Lewat Abraham : pintu gerbang pertama bagi kedatangan Mesias (Matius 1 : 1). Seluruh rincian rencana karya keselamatan dimulai dengan pemanggilan Abraham (Kejadian 12). Abraham adalah benih umat segala bangsa di dunia rohaniah (umat yang hidup dari iman) – Kejadian 22 : 18; Ibrani 11 : 12; Galatia 3 : 6 - 9

Empat jenis berkat Abraham :
1. Personal (Kejadian 12 : 2),
2. Teritorial/tanah (Kejadian 12 : 7),
3. Keturunan/benih (Kejadian 16 : 10),
4. Universal (Kejadian 17 : 6)
ARTI COVENANT 
PL à Ibr. berit (‘membelah ’ dua bagian)
PB à Yun : diatheke (‘dia’ – dua & tithemi’  meletakkan; wasiat – Ibrani 9 : 16 - 17).   
- Adanya kesepakatan perjanjian yang sangat penting dibuat antara dua pihak dgn berbagai persyaratan, tata cara dan konsekuensi yang ada di dalamnya.
- Perjanjian antara Allah dengan umat-Nya adalah sebuah perjanjian sepihak, berdaulat dari Allah, tidak berubah dan kekal (digenapi dengan setia).
- Jadi, Allah dan umat-Nya terikat menjadi satu sehingga masuk ke dalam suatu hubungan pribadi dengan maksud menyelamatkan melalui karya penebusan oleh Yesus Kristus. 

Tentu saja kedua pihak ini tidak dapat dilihat di dalam kedudukan yang sejajar. Perjanjian ini dilakukan oleh Allah Tritunggal sendiri di dalam inisiatif-Nya yang mutlak untuk mengikat Perjanjian dengan manusia. Bahwa Allah menghendaki adanya ketaatan sepenuhnya dari manusia kepada-Nya dan bahwa Allah di dalam kerelaan kehendakNya mengikatkan Diri di dalam janji mencurahkan berkatNya jika manusia menuruti di dalam ketaatan kepada kehendakNya ini.
Perjanjian dalam PL :
Perjanjian dengan Adam dan Hawa (Kejadian 3 : 15), Perjanjian dengan Nuh (Kejadian 9), Perjanjian dengan Abraham (Kejadian 15 & 17), Perjanjian dengan Musa (Keluaran 19 & 24), Perjanjian dengan Daud (2 Samuel 7; 1 Raja-Raja 8 : 25; Mazmur 132 : 11), Perjanjian Baru dengan Yeremia (Yeremia 31 : 31 - 34), Perjanjian yang kekal dengan Yehezkiel (Yehezkiel 16 : 60 - 63) 

SATU BUKU DUA WASIAT 
PERJANJIAN LAMA : Yesus Kristus sebagai Mesias yang akan datang 
PERJANJIAN BARU : Yesus Kristus sang penggenap akhir perjanjian (Lukas 24 : 27, 44) DAN JANJI AKAN DATANG KEMBALI (Kisah Para Rasul 1 : 11; Wahyu 1 : 7) 

JENIS PERJANJIAN (COVENANT) 
Perjanjian Kerja (Edenik Covenant) 
“Perjanjian Perbuatan” : karena hidup-mati Adam bergantung pada perbuatannya. 
Perjanjian Penebusan. 
Perjanjian ini ditetapkan antara Allah Bapa kepada Allah Anak di dalam kekekalan.
Perjanjian Kasih Karunia
Dibuat Allah dengan manusia yang berdosa, yang didasarkan pada Perjanjian Penebusan yang memberikan keselamatan hidup kekal kepada orang-orang berdosa melalui percaya kepada Yesus Kristus (IMAN) 

PERJANJIAN ALLAH DENGAN ABRAHAM – ‘KASIH KARUNIA’ 
1. Allah memanggil Abraham & membuat janji-Nya pertama (Kejadian 12 : 1 - 3)

2. Untuk pertama kalinya Allah menjanjikan tanah Kanaan (Kejadian 12 : 7)

3.Janji mengenai tanah Kanaan dan Keturunan (Kejadian 13 : 15 - 18)

4. Penegasan kembali janji-Nya mengenai keturunan dan tanah Kanaan (Kejadian 15 : 9 - 18) à Perjanjian “Suluh” : berdasarkan Kasih Karunia. 

5. Allah membuat ‘Perjanjian Sunat’ (Kejadian 17 : 9 - 14)

6. Sekali lagi menjanjikan kelahiran Ishak (Kejadian 18 : 10)

7. Setelah mempersembahkan Ishak sebagai korban persembahan, Allah memberikan penegasan yang terakhir atas semua perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan Abraham (Kejadian 22 : 15 - 18).

PENGGENAPAN PERJANJIAN YANG KEKAL  KEPADA ABRAHAM MELALUI YESUS KRISTUS 
Isi dari dari banyak perjanjian dengan Abraham, hanya bermuara pada satu pribadi yaitu Yesus Kritus (Galatia 3 : 16) yang menjadi Juruselamat bagi semua orang yang percaya.
Bukti :
Kejadian 12 : 3 “...olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.
kata olehmu (Ibr. Beka – ‘di dalam engkau ’). Jadi, bukan oleh Abraham tapi di dalam Abraham. 
Oleh Yesus Kristus yang akan datang sebagai keturunan Abraham, semua kaum di muka bumi menerima berkat.

Q & A
• Mengapa Allah mengizinkan Abraham dan tokoh-tokoh lain dalam Perjanjian Lama berpoligami?
1. Akibat dosa, akhirnya seluruh tindakan dan budaya yang dihasilkan manusia rusak semua. Hasilnya adalah pemberontakan kepada Allah. Allah tidak mengeluarkan maklumat sebelum akal budi manusia bertambah dan berkembang. Sampai adanya Taurat, barulah ada larangan.

2. Allah memandang kondisi ketidakbenaran ini diizinkan dalam tempo tertentu untuk pemeliharaan suatu bangsa karena pada waktu itu banyak peperangan.

• Karakter apa yang bisa kita pelajari dari Abraham?
Penyembahan tingkat tinggi dari manusia adalah ketaatan. Ketaatan Abraham untuk mengorbankan Ishak sebagai korban bakaran. Kalau ingin menerima berkat Abraham, milikilah sifat ketaatan. 
“Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3 : 29)
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah”. (Ibrani 11 : 6a)

• Apakah keturunan Hagar dan Ketura sudah menjadi milik Kristus? Apa yang bisa lakukan agar mereka menjadi milik Kristus?
Keturunan Hagar dan Ketura tetap diberkati namun dalam hal materi. Namun karya keselamatan hanya ada lewat keturunan Sara.

• Apakah keturunan Hagar dan Ketura menyembah Allah yang benar seperti keturunan Sara?
Keturunan Sara menerima wahyu khusus (special revelation) Ketika keturunan Hagar dan keturunan Ketura tidak mempercayai Allah, mereka tetap dapat menikmati general revelation (bumi beserta isinya). Keselamatan di dalam PL bersifat universal bukan hanya kepada orang Yahudi. Ketika mereka percaya pada Allah, mereka harus melaksanakan hukum Taurat (contoh : Rahab, Ruth)
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.(Galatia 3 : 16)

Tuhan Yesus Memberkati