Selasa, 03 Juni 2025

AKIBAT MEREMEHKAN TANGGUNG JAWAB

 "Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yg berlaku sesuai dgn hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yg teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yg Kuurapi." 

1 Samuel 2:35


Di zaman Perjanjian Lama seorang imam memiliki tanggung jawab dan tugas yg besar dan mulia, yaitu melayani dan mewakili umat di hadapan Tuhan. 


Adapun tugas seorang imam: mempersembahkan korban di atas mezbah, membakar ukupan, berdoa syafaat kepada Tuhan bagi umat yg diwakilinya. 


Oleh karena itu seorang imam tdk boleh main-main dgn hidupnya, ia haruslah orang yg memiliki kehidupan yg benar di hadapan Tuhan dan memberi teladan yg baik bagi umat yg dilayani.


Saat menjabat sebagai imam, imam Eli justru tdk menunjukkan teladan hidup yg baik. Ia melakukan perbuatan yg tdk benar di hadapan Tuhan. 


Itu artinya imam Eli memandang remeh tanggung jawab yg Tuhan percayakan kepadanya. 


Tuhan menegur imam Eli dgn sangat keras! "Mengapa engkau memandang dgn loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yg telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dgn bagian yg terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?" (ayat 29). 


Bahkan imam Eli juga membiarkan anak-anaknya berlaku dursila, "Dgn demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban utk TUHAN." (1Sam 2:17).


Tuhan menilai bahwa imam Eli telah gagal dlm mengemban tugas sebagai seorang imam. 


Akhirnya Tuhan mendatangkan hukuman atas keluarga imam Eli ini: garis keturunannya langsung terputus, karena kedua anaknya (Hofni dan Pinehas) mati, dan jabatannya sebagai imam pun dicopot. 


Selanjutnya Tuhan telah menyiapkan dan memilih orang yg dipandangnya layak utk dipercaya memegang jabatan imam, menggantikan imam Eli, yaitu Samuel.


Jika saat ini Tuhan mempercayakan kita sebuah tanggung jawab, apalagi tanggung jawab dlm pelayanan, lakukan itu dgn hati yg takut akan Tuhan. 


Jangan pernah main-main dgn pelayanan kita! Kegagalan keluarga imam Eli ini menjadi pelajaran berharga bagi kita!


HIDUP BENAR adalah syarat mutlak bagi orang-orang yg melayani Tuhan!