Rabu, 09 Juli 2025

Berbahagialah, Matius 5:8, Apakah Hatimu Murni?

 Matius 5:8 (TB)  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.


Apakah Hatimu Murni?

Apa yang terlintas ketika Anda mendengar kata "murni"?


Apakah Anda membayangkan sebuah gelas kristal yang penuh air jernih?
Setumpuk seprai putih yang baru dicuci?
Atau mungkin seseorang yang sehat dan baik secara moral?


Dalam ucapan bahagia yang keenam—serangkaian janji yang Yesus buat tentang Kerajaan Allah—Yesus mengatakan ini:


“Betapa bahagianya orang yang mempunyai hati yang murni, karena mereka akan melihat Allah."

Matius 5:8 PBTB2


Kata "murni" berarti bersih atau tidak bercela, bebas dari kerusakan atau pencemaran, dimurnikan dengan api, atau tidak ternoda oleh rasa bersalah. Tak seorang pun dari kita dapat benar-benar suci dengan upaya kita sendiri—meskipun kita sudah berusaha sebaik mungkin.


Sebelum Yesus muncul, para imam Lewi berpangkat tertinggi ditugaskan untuk melayani dan menengahi di ruang paling suci (di dalam tabernakel di padang gurun dan, kemudian, bait suci di Yerusalem)—di mana hadirat Allah berdiam di bumi. Tetapi bahkan mereka harus dimurnikan berulang kali.


Sekarang, karena pengorbanan terakhir Yesus di kayu salib, Dia telah membuka jalan bagi kita. Darah-Nya menutupi dosa-dosa kita, dan ketika kita menerima pengorbanan itu, Dia menyucikan kita. Sekarang dan selamanya, kita dapat “datang dengan berani ke takhta Allah kita yang murah hati,” di mana kita dapat menemukan rahmat dan anugerah ketika kita sangat membutuhkannya (Ibrani 4:16). Sekarang, tubuh kita adalah bait suci zaman modern di mana Roh Allah telah memilih untuk berdiam.


Menjadi murni hati bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi percaya kepada Yesus untuk menyucikan jiwa kita.

Seperti yang pernah dinubuatkan Yesaya… 

"Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN berkata--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu  domba.”  Yesaya 1:18 TB


REFLEKSI

Bagaimana Anda akan datang dengan berani ke takhta Allah hari ini?

Dengan mengakui dosa-dosa kita.

Dengan meletakkan ketidaksempurnaan kita di kaki Yesus.

Dengan menyembah Tuhan yang telah memurnikan kita.


DOA

Tuhan, aku ingin memiliki hati yang murni. Tolong tunjukkanlah bagian hatiku yang tidak sejalan dengan Firman-Mu. Bantulah aku melepaskan kepahitan, kekecewaan, atau sakit hati yang terus kusimpan. Aku mau menyerahkan seluruh hatiku kepada-Mu-ubahlah hatiku menjadi lebih baik. Dalam nama Yesus, Amin.