Senin, 21 Juli 2025

Kunci Hikmat Sejati

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Amsal 9:10 (TB) 


Pernahkah Anda membangun rumah tanpa gambar rencana?

Atau merakit pesawat tanpa panduan?
Atau melakukan operasi jantung terbuka tanpa pelatihan?

Mudah-mudahan jawaban Anda adalah “tidak”.


Jika kita ingin mengetahui cara kerja sesuatu, kita harus melihat pada ahlinya untuk mendapatkan wawasan. Demikian pula, jika kita ingin mengetahui bagaimana dunia ini bekerja, kita harus melihat kepada Tuhan.


“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Maha Kudus adalah pengertian.”

Amsal 9:10 TB


Allah menciptakan dunia dan segala isinya. Dia tahu bagaimana kehidupan yang baik bekerja.


Tetapi terlalu sering, kita melihat diri sendiri atau bahkan melihat orang lain untuk memberi tahu siapa diri kita, apa yang harus dipikirkan, dan untuk menjelaskan kepada kita bagaimana hidup ini bekerja. Kabar baiknya adalah:

Hikmat bukan dimulai dari kita — yang diciptakan.

Hikmat dimulai dari Tuhan — Sang Pencipta.


Apakah Anda tertarik pada hikmat yang sejati? Wawasan yang sejati? Pemahaman yang benar? Pandanglah Tuhan, pelajari jalan-Nya, dan pertimbangkan karakter-Nya. Selidikilah Dia dengan cermat dan temukan apa yang Anda cari.


Hikmat sejati dimulai dengan dasar yang berpusat pada Tuhan. Yang lainnya dibangun di atas batu itu.


Namun, ketika kita melakukan itu, pertama-tama kita harus dengan jujur menanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan sulit ini: Apakah saya ingin belajar dari Tuhan, atau apakah saya lebih suka melakukan pekerjaan saya sendiri? Apakah saya menginginkan hikmat ilahi, atau lebih suka menjadi tuan bagi diri sendiri?


Setan jatuh dari surga karena ia menginginkan lebih berkuasa daripada Allah. Adam dan Hawa bergumul di taman Eden karena tidak yakin apakah mereka dapat memercayai Tuhan. Dan sejak itu, setiap manusia dihadapkan pada pilihan: mencari Tuhan, atau mencari kehidupan tanpa Dia. Tidak ada yang bisa membuat keputusan untuk Anda, tetapi—


Jika Anda ingin benar-benar bijaksana, Anda harus memilih Tuhan.

Jadi sekarang, jujurlah pada diri sendiri: Apakah Anda bersedia menyerahkan cara berpikir Anda dan benar-benar memandang kepada Tuhan, atau lebih suka melakukan hal-hal semau Anda? Jika Anda merasakan dinding kesombongan timbul dalam diri Anda, mintalah bantuan Tuhan untuk merobohkannya. Batu demi batu, Dia dapat membangun kembali fondasi Anda.


Bagaimana Anda ingin memperdalam hubungan dengan Tuhan hari ini?

Saya ingin menyediakan waktu merenungkan karakter Tuhan.

Saya ingin memuji karena Dia-lah Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan.

Saya ingin berbicara dengan Tuhan tentang karakter-Nya, dan apa yang Dia lakukan dalam hidup saya.


DOA

Tuhan, saat aku merenungkan tentang-Mu dan semua yang telah Engkau lakukan, itu membuatku terpesona. Aku dipenuhi oleh kekaguman dan keheranan akan betapa berkuasanya Engkau, namun penuh dengan belas kasih. Bawa pengetahuanku lebih dalam tentang kasih dan kesetiaan-Mu. Penuhi aku dengan hikmat yang hanya datang dari pengenalan akan Engkau. Jadilah dasar hidupku sehingga hidupku mencerminkan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya. Jadi, jika Anda menginginkan hikmat sejati, Anda harus berpaling kepada-Nya.

Ketika seorang teman meminta nasihat, Anda dapat dengan penuh kasih mengarahkan mereka pada hikmat sejati dalam Firman Tuhan.