Pernahkah Anda lengah di saat yang tidak tepat?
Mungkin Anda merasa malas. Mungkin Anda terganggu. Mungkin Anda terlalu peduli dengan pendapat orang lain. Mungkin Anda lelah berdiri teguh.
Petrus, salah satu murid terdekat Yesus, pasti paham. Dia meninggalkan segalanya untuk mengikut Yesus. Dia mengasihi, yakin, dan percaya pada Yesus. Tapi saat hubungannya dengan Yesus mengancam keamanan dan reputasi pribadinya, Petrus menyangkal Dia–tiga kali.
Syukurlah, Yesus mengampuni dia, memulihkannya, dan bahkan memampukan dia untuk berkhotbah saat Pentakosta–hari ketika 3.000 orang dibaptis dan gereja mula-mula dimulai.
Petruslah yang menulis:
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudara seimanmu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” Petrus 5:8-9 PBTB2
Saat menghadapi musuh, kita harus terus berada dalam kedua posisi, menyerang maupun bertahan.
Posisi Menyerang: Tetap waspada. Berdiri teguh. Jadilah kuat. Baca Firman Tuhan. Cari komunitas yang berpusat pada Tuhan. Perjuangkan waktu dan hubungan dengan Tuhan. Ingatkan dirimu bahwa ada orang lain yang berjuang bersama Anda.
Posisi Bertahan: Jika seseorang memutarbalikkan kebenaran, sebutkan. Jika Anda melihat ketidakadilan, lakukan sesuatu untuk menolong. Jika musuhmu si iblis mendatangkan malapetaka, beranikan diri untuk memperjuangkan kebaikan.
Untuk waktu-waktu ketika Anda telah lengah, jangan biarkan dirimu berlarut-larut dalam rasa bersalah dan malu. Kita semua pernah tergelincir. Mintalah pengampunan dan teruslah maju.
Apa yang Yesus lakukan setelah bangkit dan hidup kembali? Dia mencari Petrus. Bahkan, Dia membuat sarapan di tepi pantai untuk Petrus! Dia memberikan Petrus kesempatan baru, dan bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin.
Jadi tetaplah waspada. Dan ingat: Tuhan juga berperang bagimu.
Bagaimana Anda bisa tetap waspada hari ini?
Dengan bertanggung-jawab melalui komunitas.
Dengan mengutamakan doa sepanjang hari.
Dengan mencari kesempatan untuk berbuat baik.
DOA
Tuhan, aku ingin menjalani hidupku untuk-Mu. Saya membutuhkan bantuan-Mu untuk tetap waspada sepanjang hari. Bantu saya menyadari hal-hal yang Engkau ingin saya perhatikan. Berilah saya keberanian untuk melangkah dalam iman ketika Engkau memintaku. Bantu saya membedakan apa yang kudus sehingga saya dapat menyenangkan-Mu dalam semua yang saya lakukan. Dalam nama Yesus, Amin.
Jika kita tidak mengetahui kebenaran, kita akan terjebak kebohongan-kebohongan musuh.
Lawan kembali dengan memulai Rencana Alkitab Bersama Teman hari ini!
Karena kita menjadi lebih kuat ketika bersama.