"Apa kehendak Tuhan bagi hidupku?"
"Apa tujuan dan panggilanku?"
"Apa yang bisa kulakukan untuk menyenangkan Tuhan?"
Dalam kitab Perjanjian Baru, Yesus menyediakan jawaban bagi pertanyaan tersebut dengan menyuruh pengikut-Nya untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain. Dalam Perjanjian Lama, nabi Mikha–dipenuhi Roh Kudus–menyimpulkan keinginan Tuhan bagi umat Israel dengan berkata:
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Mikha 6:8 TB
Perkataan ini ditulis saat umat Tuhan mencoba untuk menyenangkan Tuhan dengan korban, persembahan, dan melalui tindakan keagamaan, sambil hidup penuh dusta, kekerasan, dan kesombongan. Tapi seperti yang ditulis nabi Hosea, "Sebab Aku [Tuhan] menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." (Hosea 6:6 TB)
Tuhan mencari motif hati, bukan kegiatan agamawi atau menggerutu dalam ketaatan.
Mari kita uraikan keinginan Tuhan bagi kita:
Melakukan keadilan. Melakukan keadilan membutuhkan iman dan tindakan bekerja bersama: menolong yang terluka, membela yang lemah, memperlakukan dengan adil mereka yang kita jumpai, dan berbicara bagi mereka yang tidak bisa membela diri. Dalam kata lain, untuk berlaku adil, kita harus mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri.
Mencintai kebaikan. Belas kasihan Tuhan adalah kebaikan yang ekstrim. Dan karena Tuhan telah menunjukkan kebaikan yang tak layak kita terima, kita bisa menunjukkan kebaikan yang sama kepada orang lain. Tuhan ingin hal-hal ini lebih dari sekadar ucapan "Saya ikut prihatin" yang tak habis-habisnya. Tuhan baik kepada semua yang bersyukur dan yang jahat (Lukas 6:35), jadi kita juga harus sama.
Berjalan dengan kerendahan hati. Mudah diajar. Mudah dibentuk. Ingatlah: Anda bukan Tuhan. Anda punya keterbatasan. Anda butuh Sang Pencipta dan Penyelamat. Anda ada di sini karena Tuhan menciptakanmu melalui firman-Nya. Jadi, dengan percaya diri peganglah identitas Anda, dan apa yang bukan identitas Anda, karena saat kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan, Dia akan melakukan hal yang besar melalui kita.
Mengupayakan keadilan, mencintai kebaikan, dan berjalan dengan kerendahan hati–itulah yang Tuhan inginkan dari kita. Jadi di dalam dunia yang dipenuhi dengan ketidakadilan, kebencian, dan keangkuhan, mari kita menjadi orang-orang yang dikenali dengan ketiga hal ini.
Bagaimana Anda menerapkan ayat hari ini dalam hidup Anda?
Saya akan mengampuni orang yang telah bersalah kepada saya.
Saya akan meminta Tuhan menunjukkan di mana dan bagaimana saya bisa melayani orang lain.
Saya akan meminta maaf kepada siapa saya telah bersalah.
Tuhan, tunjukkanlah bagaimana aku dapat mengasihi-Mu dan umat-Mu. Selaraskan hatiku dengan kehendak-Mu, dan tolonglah agar aku dapat membuat keputusan yang membawa kemuliaan dan kehormatan bagi-Mu.Mampukanlah aku melihat diri sendiri yang sesungguhnya sehingga aku dapat mengasihi orang lain sepenuhnya.Tunjukkanlah bagaimana aku dapat menunjukkan keadilan dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkannya-karena hal itu menyenangkan-Mu dan menunjukkan bahwa aku adalah anak-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Kita tidak perlu penasaran akan apa yang Tuhan inginkan. Dia telah menunjukkan dan memberitahukannya kepada kita: untuk bertindak adil, mencintai belas kasihan, dan menjalani hidup dalam kerendahan hati bersama Dia.Hari ini,Bagaimana Anda bisa membuat dunia di sekitar Anda lebih adil?
Bagaimana Anda bisa menunjukkan belas kasihan?
Bagaimana Anda bisa merendahkan hatimu sendiri dan membesarkan Tuhan?