Hal-hal yang dipikirkan, dikhawatirkan, dan diperdebatkan bisa terasa tak ada habisnya: virus, perang, keuangan, hubungan, politik, agama, pekerjaan, bencana alam, keamanan dan kesejahteraan orang-orang terkasih ... daftar ini bisa makin panjang.
Namun Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, yang juga punya banyak ketakutan (kematian ada di peringkat teratas)...
“Janganlah kalian gelisah. Kalian percaya kepada Allah, sekarang percayalah kepada-Ku.” Yohanes 14:1 FAYH
Pernyataan yang berani, tapi apa bisa tak goyah dengan situasi kehidupan? Tampaknya itu yang Yesus pikirkan saat itu, karena kata-kata itu Ia ucapkan sesaat sebelum peristiwa penyaliban-Nya.
Yesus tahu...
Dia adalah sumber damai yang sejati.
Dia adalah sumber sukacita yang sejati.
Dia adalah sumber kebebasan dari kekhawatiran.
Percaya kepada Tuhan tidak menjamin hidup kita pasti mudah, tetapi kita tahu pasti Dia berjalan bersama kita melalui berbagai musim kehidupan.
Jadi, bagaimana menghindari jebakan siklus kekhawatiran? Secara praktis, bagaimana cara menghindari belenggu kecemasan?
Kita bisa menaklukkan pikiran kita dan membuatnya tunduk kepada Kristus.
Kita bisa mengutamakan hikmat-Nya dengan membaca, mempelajari, dan memperkatakan Firman.
Kita bisa dengan terbuka membawa pikiran dan pertanyaan kepada sahabat yang bisa dipercaya.
Kita bisa mendengarkan musik yang membawa kita ke dalam penyembahan saat melakukan keseharian kita.
Tentu saja, akan ada situasi-situasi sulit. Namun, karena kita tahu dan percaya siapa yang berkuasa, kita tak perlu gelisah oleh karena hal-hal tersebut.
Tuhan, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu. Yesaya 26:3 BIMK
Jadi, apa biasanya yang membuat Anda cemas, dan bagaimana cara menggantinya dengan kebiasaan-kebiasaan yang membawa Anda mendekat pada hadirat Tuhan? Ambil waktu hari ini untuk menentukan langkah-langkah apa yang dapat Anda lakukan agar lebih konsisten menaruh percaya kepada Tuhan.
Apa yang perlu Anda percayakan pada Yesus hari ini?
Ketidakpastian dunia ini
Masalah keluarga
Situasi pekerjaan saya
Yesus, aku percaya pada-Mu. Aku tidak perlu memahami semua yang terjadi aku hanya perlu diam, dan mengenal-Mu. Engkau berperang bagiku. Engkau mati bagiku. Engkau ada untukku. Terima kasih. Engkau cukup bagiku, jadi aku akan menaruh pengharapan, keyakinan sukacita, dan masa depanku di dalam-Mu. Aku percaya pada-Mu. Amin.
Anda dapat melawan rasa takut dan khawatir dengan terus menaruh kepercayaan Anda kepada Tuhan-hari demi hari. Ketika Anda menghidupi iman Anda dengan kerendahan hati, ketulusan, dan semangat, orang lain akan memperhatikan. Bersiaplah untuk membagikan alasan di balik harapan Anda!