☝🏻*_Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya._* ~ Mazmur 139:15-16.
🔎 Bacaan: Mazmur 139
👉🏻 NATS: *_Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan._* (Mazmur 139:4)
🔊 Ketika teolog Skotlandia John Baillie mengajar di Edinburgh University, ia memiliki kebiasaan untuk selalu membuka kelas mata kuliah mengenai doktrin Allah dengan pernyataan berikut: "Yang perlu diingat saat kita berdiskusi tentang Allah adalah bahwa kita tidak mungkin membicarakan-Nya tanpa menyadari kenyataan bahwa Dia mendengarkan setiap perkataan yang kita ucapkan. Kita mungkin dapat membicarakan orang lain di balik punggung mereka, tetapi Allah ada di mana-mana. Sungguh, Dia bahkan ada di dalam ruang kelas ini. Oleh sebab itu, dalam setiap pembahasan kita harus menyadari hadirat-Nya yang tak terbatas, dan membicarakan-Nya seolah-olah kita berbicara tepat di hadapan-Nya."
Pengetahuan bahwa Tuhan ada di mana-mana seharusnya berdampak pada perkataan kita. Karena menyadari kemahahadiran Allah, Daud mengungkapkan, "Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan" (Mazmur 139:4).
Kebohongan, gosip, teguran kasar, lelucon tidak senonoh, kata-kata penuh kemarahan, komentar yang tidak sopan, dan penyebutan nama Tuhan dengan tidak hormat, seharusnya tidak pernah keluar dari mulut kita. Sebaliknya, kita seharusnya membicarakan hal-hal yang disukai Allah. Keinginan kita seharusnya serupa dengan keinginan Daud yang disampaikan melalui doanya dalam Mazmur 19, "Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya Tuhan, gunung batuku dan penebusku" (ayat 15).
Ingat, Allah sedang mendengarkan --Richard De Haan ⚘
☝🏻 SETIAP PERKATAAN YANG KITA UCAPKAN DI BUMI
AKAN TERDENGAR DI SURGA 😇
✍ Kemahatahuan _(omniscience)_ adalah salah satu atribut Allah. Tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Dia. Allah mengetahui segala sesuatu yang sedang terjadi, bahkan hal-hal yang belum terjadi pun diketahui oleh Dia. _Alkitab berkata bahwa Allah menyelidiki hati kita dan menguji batin kita_ (Yeremia 17:10). Itu berarti setiap perkataan yang belum diucapkan pun diketahui oleh Dia. Itulah sebabnya kita diperingatkan agar selalu menjaga hati kita masing-masing dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23).
👉 *TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. _Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN._ Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.* (Mazmur 139:1-6).
_Hiduplah dalam kegentaran akan Tuhan karena Dia mengetahui segala isi hati dan pikiran kita._
Blessings!🙏
🕊 *_To God only be all the glory!_* ❤