Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Galatia 4:6
Ngaca, ngaca, ngaca !
Begitu celetukan seseorang kepada temannya untuk melihat siapa dirinya.
Seharusnya setiap kita memang harus bercermin, untuk melihat siapa diri kita yg sebenarnya.
Kita diciptakan dahsyat dan ajaib.
Jika kita mengenali diri kita, kita bukan sembarang orang.
Kita bukan lagi budak seperti dulu sebelum mengenal Dia.
Kita tidak menerima roh perbudakkan, roh yg membuat kita menjadi pecundang.
Sebaliknya, kita menerima Roh yg menjadikan kita anak Allah.
APA ARTINYA MENJADI ANAK ALLAH?
Status atau kedudukan kita bukan lagi hamba, tetapi anak.
Anak Allah memiliki potensi kuasa yg sama dengan Bapa.
Kita, sekarang ini boleh memanggilnya, *”YA ABBA, YA BAPA.
Jika kita tidak mengenali diri kita, itu adalah halangan terbesar dalam memaksimalkan potensi Illahi dalam hidup kita.
JIKA KITA TIDAK SADAR BAHWA KITA ADALAH ANAK-NYA, MAKA LENYAPLAH SEGALA POTENSI ILAHI YG ADA DALAM DIRI KITA
TUHAN ADALAH BAPA KITA