Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi, "Terpujilah Tuhan, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus" Rut 4:14
Seorang bijak pernah berkata kepada saya, "Jangan cepat menilai apakah sesuatu itu berkat atau kutuk bagi kita."
Kisah Naomi mengingatkan akan hal tersebut.
Nama Naomi berarti "menyenangkan, kesenanganku atau bisa juga keindahan"
Namun, ketika hal-hal buruk menimpanya, Naomi ingin mengganti namanya untuk menyesuaikan diri dgn keadaan yg ia alami.
Setelah suami dan putra-putranya meninggal, Naomi menyimpulkan, "Tangan Tuhan teracung terhadap aku!" (Rut 1:13)
Ketika orang-orang menyapanya, ia berkata, "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku" (ayat 20).
Naomi tdk menilai keadaannya berdasarkan identitasnya sebagai pengikut dari satu-satunya Allah yg sejati dan yg telah menyatakan kasih yg tak kunjung padam kepada bangsa-Nya.
Ia justru melakukan hal yg cenderung dilakukan oleh sebagian besar dari kita.
Ia menilai Allah berdasarkan keadaan yg ia alami. Dan ia salah menilai.
Tangan Tuhan tdk teracung kepadanya. Kenyataannya, Naomi justru mendapat harta Allah yg belum ia temukan.
Meskipun Naomi kehilangan suami dan kedua putranya, ia diberi sesuatu yg sama sekali tak diduganya -- seorang menantu perempuan yg setia dan seorang cucu yg akan menurunkan Juruselamat.
Dari kisah hidup dan pengalaman Naomi, kita dapat melihat bahwa kadang-kadang hal terburuk yg menimpa kita dapat membuka pintu bagi Allah utk memberikan hal yg terbaik dlm hidup kita.