Rabu, 26 Februari 2025

SUKA AKAN HADIRAT-NYA


Di era Perjanjian Lama, bangsa Israel beribadah di Tabernakel atau Bait Allah dg serentetan aturan-aturan, korban-korban persembahan yg dilakukan oleh para Imam dan orang2 dr suku lewi.

Hal yg luar biasa adalah ketika Allah hadir dg tiang awan pd waktu siang atau tiang api pd malam hari, diam diatas kerubim yg ada di ruang Maha Kudus, disitulah hadiral Allah nyata bagi para pelayan yg melayani.

Di zaman Daud, Daud membuat tenda u/ menaruh Tabut TUHAN, hadirat-Nya selalu menyukakan hati Daud.

Firman Allah berkata:
"Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!

Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
 
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik." (Mzm 84:1-2,10)

Mencermati 3 ayat diatas, maka kita tahu betapa Daud begitu menghargai dan begitu merindukan akan hadirat-Nya sehingga ia berkata, lebih baik satu hari dipelataran-Mu, drpd seribu hari di tempat lain. Bgmn dg kita?

Ketika kita beribadah, adakah kita merasakan hadirat-Nya dan seberapa kuat-Nya hadirat-Nya menarik kita u/ mencintai-Nya?!

Ibadah tanpa hadirat-Nya apa artinya? Dan seberapa dlm kita merindukan hadirat-Nya? Itu bisa menjadi tolok ukur akan cinta kita pd hadirat-Nya.

"Kiranya Roh Kudus selalu Mengurapi Ibadah & Pelayanan yg kita lakukan"