Senin, 12 Mei 2025

DOSA KEBODOHAN

Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam KEBODOHAN kami." Bilangan 12:11

Banyak orang menganggap KEBODOHAN dan kepintaran berdasarkan nilai rapor. Oleh karena itu, orang tua melakukan berbagai cara supaya nilai rapor anaknya menjadi lebih baik. 

Les mata pelajaran biasanya menjadi pilihan. Namun, apakah perihal KEBODOHAN hanya perkara nilai rapor? 

Apakah seseorang yg nilai rapornya bagus tdk akan MELAKUKAN KEBODOHAN?

Harun menyebut bahwa perkara yg dilakukannya bersama Miryam adalah dosa dlm KEBODOHAN mereka (Ay 11). 

Mereka mencela tindakan Musa (Ay 1). Mereka merasa bahwa Musa bukan satu-satunya orang yg menjadi perantara menyampaikan firman TUHAN (Ay 2). 

Menurut TUHAN, tindakan Miryam dan Harun adalah tanda bahwa mereka tdk benar benar mengenal Musa (Ay 6-8).

Tindakan Miryam dan Harun itu bukan hanya penolakan terhadap Musa, melainkan sikap meragukan pilihan TUHAN. 

Seakan-akan mereka menyatakan bahwa TUHAN salah memilih Musa. Itulah KEBODOHAN mereka, yaitu tdk peka dan mencermati yg sebenarnya terjadi sehingga melakukan yg tdk benar.

KEBODOHAN semacam itu sangat mudah dilakukan oleh manusia. Orang memiliki pendapatnya sendiri tentang kebenaran. 

Bahkan, pada saat sesuatu itu tdk menguntungkan bagi dirinya, orang cenderung melihat hal itu sebagai sebuah kekeliruan atau kesalahan. 

Orang mudah memprotes sesuatu, tanpa mencermati hal sebenarnya.

Maka dari itu, diperlukan kesediaan menjadi pintar. Bukan hanya pintar secara akademis, namun juga pintar dan cermat dlm hal melihat dunia serta melakukan penilaian dan menentukan sikap terhadapnya. 

Kebijaksanaan akan tumbuh saat memandang kehidupan. Kebijaksanaan membuat orang tidak mudah terombang-ambing atau sekadar ikut arus, namun dapat membuat orang menjadi berpendirian dan menjalani hidupnya secara benar.

Hal serupa perlu dilakukan dlm memandang orang lain. Kita perlu mengenal seseorang dgn benar sebelum menilai atau berkomentar tentangnya. 

Mari menjadi pintar supaya tak jatuh pada dosa KEBODOHAN. 

Mari belajar menjadi cermat dan peka dlm hidup kita.