Minggu, 06 Maret 2016

Belajar Mengasihi Rekan Kerja

1 Korintus 16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Salah satu kunci terpenting untuk menerima berkat Tuhan dalam pekerjaan Anda adalah: Anda harus peduli dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda. Bahkan ketika mereka marah, bahkan ketika mereka tak menyukai Anda, bahkan ketika mereka mengolok-olok Anda, bahkan ketika mereka merendahkan Anda karna Anda orang Kristen, Anda harus tetap menjadi teman bagi mereka.

Mengapa hal ini begitu penting untuk sebuah kesuksesan? Karena pelajaran nomor satu dalam hidup, alasan nomor satu Allah menempatkan Anda di bumi ini, ialah untuk belajar mengasihi. Allah adalah kasih, dan Ia ingin Anda menjadi seperti diri-Nya.

Sangat mudah untuk mengasihi orang yang Anda sukai orang-orang yang buat Anda mudah untuk menjalin relasi. Tapi, ketika Allah ingin mengajarkan Anda tentang kasih sejati, mengertilah bahwa Ia akan menempatkan Anda di sekitar orang yang tidak menyenangkan.

Alkitab mengatakan, Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14). "Lakukan segala pekerjaanmu"- artinya, perkara apa pun di kantor, di mobil, dalam perjalanan dinas- apa pun. Kabar baiknya adalah ini benar-benar mudah dikerjakan. Sangat mudah bagi kita untuk meremehkan kekuatan dari kata-kata manis, senyum ramah, tepukan dukungan di pundak, pujian yang tulus, kata-kata penyemangat, dan telinga yang mendengarkan, tapi hal-hal kecil itu bisa membuat perbedaan.

Saya melihat begitu banyak kehidupan orang yang berubah sebab ia memakan waktu lama untuk menyadari kebenaran ini.Tidak ada orang di planet ini yang tidak lapar akan perhatian. Tetapi orang yang peduli sulit ditemukan. Rasul Paulus berkata, Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; (Filipi 2:20).

Orang-orang butuh penguatan, perhatian, dan kasih sayang. Belajarlah untuk peduli dengan rekan kerja Anda atau mereka yang bekerja dengan Anda, dan tunjukkan pada mereka kasih Allah. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu (Efesus 4:2).

Renungkan hal ini:

Dalam hal apa hubungan Anda dengan orang lain bisa berubah jika apa pun yang Anda lakukan dikerjakan dengan kasih?

Bagaimana caranya agar Anda bisa memperhatikan kepentingan orang lain di tempat kerja Anda?

Siapa yang membutuhkan penguatan dari Anda di tempat kerja Anda minggu ini?

Mulai hari ini belajarlah peduli dengan rekan kerja Anda dan tunjukkan kasih Allah kepada mereka

Sabtu, 05 Maret 2016

Bos Anda Bukanlah Bos Yang Sebenarnya

Kolose 3:23-24 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Bos Anda bukanlah bos yang sebenarnya. Bos Anda adalah Yesus.

Alkitab mengatakan, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya (Kolose 3:23-24).

Ada dua hal yang saya ingin Anda pahami dalam renungan kita hari ini: Pertama, Anda akan memiliki pandangan yang lebih baik tentang pekerjaan Anda setelah Anda mengerti bahwa di mana pun Anda bekerja atau pada siapa Anda bekerja, bos Anda yang sesungguhnya adalah Yesus.

Anda akan lebih antusias dengan pekerjaan Anda ketika berhenti berpikir, "Saya melakukan ini untuk bos saya" atau "Saya melakukan ini untuk gaji saya, tapi sebaliknya mulai berpikir, "Saya melakukan ini untuk Allah." Dengan memahami kebenaran itu, Anda akan mampu melakukan apa saja - dari menjalankan perusahaan sampai mencuci piring - dan mengubahnya menjadi satu tindakan ibadah.

Kedua, ketika Anda mengubah pekerjaan Anda sebagai bentuk ibadah, sebenarnya Anda sedang mengumpulkan harta Anda di Surga. Ketika Anda bekerja untuk Allah, artinya Anda sedang menyimpan deposito kekal di Surga.

Tidak masalah jika pekerjaan Anda adalah memvacum karpet, memperbaiki mobil, bertugas di Angkatan Darat, atau mengelola perusahaan, pekerjaan apa pun bisa menjadi bentuk ibadah apabila Anda melakukannya dengan antusias untuk Allah: "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10:31).

Renungkan hal ini:

Bagaimana Anda menanggapi kebenaran bahwa bos Anda yang sesungguhnya adalah Yesus?

Mengapa pekerjaan merupakan suatu tindakan ibadah kepada Allah?

Bagaimana kebenaran ini mengubah cara Anda mengerjakan perkara-perkara yang kecil?

Mulailah berfikir bahwa apapun yang Anda kerjakan lakukan itu untuk Allah

Jumat, 04 Maret 2016

HIDUP DI DALAM ATURAN DAN KETETAPAN TUHAN YESUS

Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Ketika seseorang dimerdekakan oleh pengorbanan Tuhan Yesus dari majikan lama yaitu kuasa kegelapan, maka selanjutnya orang percaya harus masuk ke dalam aturan Tuhan dan bersedia memenjarakan keinginan dagingnya dalam peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yesus untuk orang orang pilihan-Nya.
Paulus mengatakan bahwa barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24). Inilah konsekuensi menjadikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan atau Majikan dalam hidup ini. Kita tidak boleh memiliki keinginan kecuali sesuatu tersebut diingini oleh Tuhan. Jika tidak, berarti kita menjadikan diri kita sebagai tuhan; I am the master.
Silahkan hayati perkataan Tuhan Yesus berikut ini : Lukas 14:33 "Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
Cukup jelas sebagai anak tebusan kita dilarang oleh Tuhan terikat dan tenggelam dalam keinginan keinginan pribadi dan kita tidak berhak lagi memiliki keinginan kesenangan pribadi selain keinginan yang diingini oleh Tuhan saja.

Kalau orang menjadikan Tuhan sebagai majikannya maka keinginannya disesuaikan dengan keinginan Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan hidup dipimpin oleh roh (Gal. 5:25)
Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Kata "dipimpin oleh Roh" dalam teks aslinya kalimat ini adalah "pneumati kai stoikomen" yang artinya berjalan seiring dengan roh. Orang yang masih memilki keinginan-keinginan dunia ini adalah orang-orang yang tidak akan bisa berjalan seiring dengan roh, sebab ia masih terikat dengan keinginan keinginannya sendiri. Tuhan masih mentolerir sementara waktu.

Kalau ada orang Kristen yang masih mau mengumbar keinginan-keinginannya sendiri ini sama hal nya mendukakan Roh Kudus.
Efesus 4:17, 30 "Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan".
      Kalau dalam level tertentu ia tidak mau menanggalkan keinginannya sendiri, dan mengabaikan tuntunan Roh Kudus maka ia akan sampai taraf menghujat Roh Kudus artinya mereka tidak mau hidup lagi dibawah kuasa/perintah/tuntunan Roh Kudus. Hal inilah menyebabkan hidupnya tidak pernah mendapat pengampunan dari Tuhan sebab ia tidak mau hidup dipimpin oleh Roh Allah lagi.
Markus 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Dalam hal ini Roh Kudus tidak bisa membelenggu orang tersebut dan Tuhan tidak bisa memilikinya sebab ia memiliki dirinya sendiri.

Itulah sebabnya Tuhan memberi suatu kuk, maksudnya agar orang percaya bisa dikuasai atau dibelenggu oleh Tuhan dalam aturan-Nya dan tidak terjebak dalam keinginan dunia yang menyesatkan.
Matius 11:29-30 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Proses dibelenggu oleh Tuhan ini merupakan proses yang berat dan sukar, karena ini berhubungan dengan penyerahan daerah kekuasaan atau memberikan seluruh wilayah pribadi untuk di kuasai oleh Tuhan, Namun dengan hal sebenarnya Tuhan mau mendidik kita dengan cara sebagai anak-anak-Nya untuk mengambil bagian dalam kekudusan Allah, artinya berjalan seiring dengan Dia (Ibr. 12:6-10)

Banyak orang tidak sanggup dan meninggalkan gelanggang perlombaan yang diwajibkan (Ibr. 12:1-3). Mereka tidak berani meninggalkan kesenangan dunia, karena takut hidup kurang bahagia, kurang lengkap dan aneh di mata dunia ini. Harus diperhatikan bahwa kita tidak akan dipermuliakan kalau tidak menderita bersama dengan Tuhan Yesus.
Roma 8:12, 17 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Penderitaan yang paling berat adalah kalau seseorang meninggalkan keinginan dan kesenangan dirinya sendiri. Ini sama dengan apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus sebagai kehilangan nyawa
Matius 10:39  "Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."
Tuhan Yesus mengosongkan diri-Nya, meninggalkan kemuliaan-Nya di sorga turun ke bumi menyediakan tahap awal jalan keselamatan dari-Nya yaitu orang percaya yang percaya kepada-Nya mengakui Dia sebagai Tuhan harus memberikan teladan hidup yang benar seperti diri-Nya pernah hidup.
Jadi meninggalkan kemuliaan /kesenangan hidup sama dengan “kehilangan nyawa”. Inilah jejak Kristus yang harus menjadi teladan hidup, untuk itu kita harus mengikuti jejak-Nya.

Orang yang menjadikan Tuhan sebagai majikannya maka keinginannya akan disesuaikan dengan keinginan Tuhan.

Kamis, 03 Maret 2016

Allah Menggunakan Pekerjaan Anda Untuk Mengembangkan Karakter Anda

Lukas 16:10-12 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Dalam kitab Kejadian, ada kisah seorang pria bernama Yusuf. Allah memberinya mimpi yang mengatakan bahwa suatu hari ia akan menjadi seorang pemimpin besar. Namun selama 40 tahun ia nyatanya menghabiskan hidupnya sebagai budak. Dan selama masa perbudakan ini, ia bekerja di penjara. Itu merupakan lahan pengujian bagi karakter Yusuf, dan keika harinya datang dan waktunya tepat, Allah menariknya keluar dari tempat itu dan menempatkannya di tempat yang diperuntukkan bagi Yusuf. Sepanjang waktu, Allah mengembangkan karakter Yusuf.

Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan. Dia jauh lebih tertarik pada karakter Anda dibanding karir Anda. Namun Allah menggunakan pekerjaan dan tempat kerja Anda untuk mengembangkan karakter Anda. Tempat kerja Anda adalah kursus seumur hidup dalam pembangunan karakter Anda.

Apakah Anda punya bos yang membuat Anda gila? Pikirkan hal ini. Allah bisa menggunakan bos Anda untuk menguji kesabaran Anda, dan Ia bisa menggunakan tempat kerja Anda meski Anda tak bahagia didalamnya untuk membuat Anda tumbuh dan mengembangkan karakter Anda. Ia menanamkan benih kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran dalam hati Anda, dan kemudian Ia menyuburkan benih-benih tersebut saat Anda bekerja.

Mungkin ketika Anda berada di tempat kerja Anda, pertanyaan ini muncul: dan bertanya-tanya, "Mengapa ini terjadi? Mengapa tempat ini begitu kejam? Mengapa orang-orang ini mengejek saya? Mengapa saya tidak bisa lebih bahagia di tempat kerja saya Anda menanyakan pertanyaan yang sama dengan Salomo dalam Pengkhotbah 1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Jawabannya adalah karakter. Kehidupan adalah persiapan untuk menuju Surga. Anda tidak akan membawa karir Anda ke Surga, tapi Anda akan membawa karakter Anda. Dan sementara Anda berada di sini di bumi, Allah mengembangkan karakter Anda dan menguji kesetiaan Anda. Apakah Anda akan setia melakukan hal yang benar, bahkan ketika Anda tak suka melakukannya? Allah memperhatikan Anda supaya Ia dapat menentukan jenis pekerjaan apa yang akan Ia berikan pada Anda di Surga.

Yesus berkata dalam Lukas 16:10-12, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Renungkan hal ini :

Pergumulan-pergumulan apa yang Anda hadapi di tempat kerja Anda?

Menurut Anda bagaimana Allah akan memakainya untuk membangun karakter Anda?

Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan

GIVE AND GIVE

Ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing galak.

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tapi ia tidak mau peduli.

Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba, sehingga terluka parah. Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dan berkata; "Saya bisa saja menghukum pemburu itu, memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya, tapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?”
Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang Sahabat.

"Baik, saya akan menawari anda sebuah solusi yang mana anda harus menjaga domba-domba anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga anda tetap sebagai teman”.

Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak tetangganya itu, yang mana mereka menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.
Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya.Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu domba-domba pak tani.

Sebagai rasa terima kasih atas kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.
Sebagai balasannya, petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya.
Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi Sahabat yang baik.

Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong.
Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian yang luar biasa.

Rabu, 02 Maret 2016

Pekerjaan Yang Paling Membuat Anda Bahagia Adalah Demi Kerajaan Allah

1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Hidup yang bermakna lebih berarti daripada uang. Ketika Anda sampai di Surga, Allah tidak akan bertanya, "Berapa banyak uangmu? Dia akan bertanya, "Apakah kau membuat hidupmu berarti? Apakah kau memakai talenta-talenta yang Kuberikan padamu?

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10, Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Maksud ayat ini adalah pekerjaan terbaik untuk Anda yaitu pekerjaan yang paling bisa mengekspresikan talenta Anda. Allah telah menciptakan masing-masing kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Alasan mengapa kita semua senang melakukan hal-hal yang berbeda adalah agar semuanya bisa terselesaikan.

Kita diciptakan untuk membuat hidup kita bermakna. Anda menjadi paling bahagia saat Anda menggunakan talenta-talenta yang Allah anugerahkan pada Anda untuk sesuatu yang lebih besar dibanding diri Anda sendiri. itulah yang memberi Anda makna hidup.

Tujuan utama dari dunia ini adalah Kerajaan Allah. Gereja. Satu-satunya alasan mengapa dunia ini ada ialah supaya Allah dapat membangun satu keluarga dimana suatu hari Ia akan tinggal bersama dengan mereka selamanya. Tidak ada yang lebih bermakna dan bertujuan selain memberikan hidup Anda untuk Kerajaan Allah.

Ketika Yesus berusia 12 tahun, Dia sudah tahu apa tugas-Nya di dunia ini. Kemudian, di akhir hidup-Nya, Ia berkata pada Allah Bapa, "Aku telah menyelesaikan pekerjaan yang telah Engkau tugaskan pada-Ku. Sungguh akhir cerita kehidupan yang luar biasa.

Lalu apa tugas Anda? Apa pekerjaan yang telah Allah tugaskan kepada Anda? Dan bagaimana perkembangannya sekarang? Itulah pertanyaan-pertanyaan mendasar yang perlu Anda tanyakan tentang hidup Anda.

Jangan sia-siakan hidup Anda. Minta kepada-Nya untuk menunjukkan pekerjaan yang Ia ingin Anda lakukan, kemudian gunakan karunia-karunia Anda untuk menjadikan sisa hidup Anda paling bermakna.

Renungkan hal ini:

Apa talenta-talenta yang telah Allah berikan kepada Anda? Bagaimana Anda menggunakannya dalam pekerjaan Anda?

Bagaimana Anda percaya bahwa Allah telah membentuk Anda dengan unik guna melakukan sesuatu untuk Kerajaan-Nya?

Apa yang memberikan kebahagiaan terbesar dalam pekerjaan Anda?

Jangan sia-siakan hidup Anda. Minta kepada-Nya untuk menunjukkan pekerjaan yang Ia ingin Anda lakukan.

Selasa, 01 Maret 2016

BACA DENGAN KERAS

..... bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar (1Timotius 4:13)

Kita diberkati dengan banyaknya versi terjemahan Alkitab saat ini, sehingga kita tidak begitu menyadari bahwa salah satu versi terjemahan telah digunakan lebih dari 350 tahun oleh bangsa-bangsa yang berbahasa Inggris. Kini banyak orang tidak mengenal istilah Alkitab terjemahan King James seperti "thee", "thou" (engkau), dan "verily" (sangat). Padahal, ada sesuatu yang indah saat mendengar kata-kata tersebut dibacakan dengan keras, terutama bila yang dibacakan adalah Mazmur 23 yang terkenal itu.

Dalam buku God’s Secretaries, penulis Adam Nicolson menceritakan bahwa terjemahan King James peka terhadap bunyi. Ia bercerita bahwa ada dua belas orang duduk dalam ruangan sambil mendengarkan Alkitab versi King James yang dibacakan dengan keras. Mereka merasa bahwa yang membuat ayat tertentu dapat dipahami dengan baik tidak hanya karena ketepatan penerjemahan dari bahasa aslinya, tetapi juga karena keindahan bunyi dari kata-kata yang dibacakan.

Paulus memahami kuasa dari firman Tuhan yang diucapkan. Kepada gembala muda Timotius, ia memerintahkan untuk mengadakan pembacaan Alkitab di depan umum: "Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar" (1Timotius 4:13).

Firman Allah menggugah hati ketika masuk ke telinga orang percaya. Jadi, Alkitab terjemahan versi apa pun yang Anda baca pada saat teduh Anda, doa keluarga, atau pada kebaktian di gereja, ingatlah akan kuasa dari firman Tuhan yang diucapkan. Carilah kesempatan untuk membaca Alkitab dengan suara keras.

ALLAH BERBICARA MELALUI FIRMAN-NYA SEDIAKANLAH WAKTU UNTUK MENDENGAR