Shalom dan selamat pagi, Saudara yang dikasihi Tuhan.
Saudara, hari ini kita belajar dari Mazmur 144, sebuah mazmur yang mengingatkan kita bahwa di tengah perjuangan hidup, kita tidak pernah berjalan sendirian. Ada Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dan pertolongan kita.
Daud berkata dalam Mazmur 144:1, “Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”
Perhatikan, Saudara, Daud tidak berkata bahwa hidupnya selalu mudah. Ia menghadapi peperangan, ancaman, dan berbagai kesulitan. Tetapi di tengah semuanya itu, Daud mengenal siapa Tuhan yang ia sembah.
Tuhan tidak selalu langsung menghilangkan peperangan kita, tetapi Dia sanggup memberikan kekuatan untuk menghadapinya. Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan keluarga, masalah pekerjaan, tekanan ekonomi, kesehatan, atau bahkan kelelahan dalam pelayanan. Ada kalanya kita tersenyum di hadapan orang lain, tetapi diam-diam hati kita sedang menangis.
Namun, ingatlah: kita mempunyai Tuhan yang besar! Ketika kekuatan kita terbatas, kekuatan Tuhan tidak pernah terbatas. Ketika kita tidak tahu harus melangkah ke mana, Tuhan tetap sanggup menuntun jalan kita.
Mazmur 144:3–4 juga mengingatkan bahwa manusia begitu kecil dan hidupnya begitu singkat di hadapan Tuhan. Karena itu, janganlah kita menjadi sombong ketika berhasil, dan janganlah kita kehilangan pengharapan ketika mengalami kegagalan. Semua yang kita miliki adalah anugerah Tuhan.
Saudara, puncak dari mazmur ini terdapat dalam ayat 15: “Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!”
Kebahagiaan sejati bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan hidup bersama Tuhan di tengah segala keadaan. Kita boleh kehilangan banyak hal, tetapi jangan pernah kehilangan iman dan kepercayaan kepada-Nya.
Karena itu, hari ini mari kita berkata: “Tuhan, Engkaulah gunung batuku, perlindunganku, dan kekuatanku. Aku mau tetap setia, tetap bersyukur, dan tetap percaya kepada-Mu.”
Jangan hanya melihat besarnya masalah kita, tetapi pandanglah betapa besar Tuhan yang menyertai kita. Amin.