Nats Firman Tuhan: Mazmur 143:8, 10
“Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah kepadaku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.”
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Saudaraku, pernahkah kita mengalami hari-hari ketika hati terasa begitu lelah, pikiran penuh beban, dan kita tidak tahu harus berbuat apa? Kita tetap tersenyum di hadapan orang lain, tetap menjalankan tanggung jawab, bahkan tetap melayani Tuhan, tetapi jauh di dalam hati, kita sedang berjuang sendirian.
Mazmur 143 memperlihatkan hati Daud yang sedang tertekan. Daud tidak berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Ia datang dengan segala kelemahan dan pergumulannya, memohon agar Tuhan mendengar doanya dan menunjukkan jalan yang harus ditempuhnya.
Pertama, jangan menyembunyikan pergumulan kita dari Tuhan.
Daud mengajarkan bahwa ketika kita lemah, kita boleh datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Tuhan tidak meminta kita berpura-pura kuat. Dia mengundang kita untuk menyerahkan seluruh beban kepada-Nya. Ingatlah, air mata yang tidak dilihat manusia tidak pernah tersembunyi dari Tuhan.
Kedua, mintalah tuntunan Tuhan setiap hari.
Dalam Mazmur 143:8, Daud memohon agar Tuhan menunjukkan jalan yang harus ditempuhnya. Saudaraku, kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, tetapi kita dapat mempercayai Tuhan yang memegang hari esok. Jangan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi mintalah juga agar Tuhan membentuk hati kita.
Ketiga, belajarlah melakukan kehendak Tuhan.
Ayat 10 berkata, “Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku!”
Iman bukan hanya tentang meminta Tuhan menolong kita, tetapi juga tentang bersedia mengikuti kehendak-Nya, sekalipun jalan yang kita tempuh tidak selalu mudah.
Saudaraku, jika hari ini Saudara sedang lelah, kecewa, atau kehilangan arah, jangan menyerah. Datanglah kepada Tuhan. Mungkin jalan keluar belum terlihat, tetapi kasih setia-Nya tetap tersedia setiap pagi.
Mari kita berkata seperti Daud: “Tuhan, aku tidak tahu jalan di depanku, tetapi aku percaya kepada-Mu. Pimpinlah langkahku, kuatkanlah hatiku, dan jangan biarkan aku berjalan menurut kehendakku sendiri.”
Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.