Minggu, 05 Juni 2016

Kisah-Kisah Terbesar Yang Pernah Ada

2 Timotius 3:16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

Martin Luther mengatakan, "Alkitab itu hidup, Ia berbicara kepada saya; Alkitab itu punya kaki, Ia berlari mengejar saya; Alkitab itu punya tangan, Ia menggenggam tangan saya."

Alkitab adalah buku yang paling menakjubkan yang pernah ditulis. Secara harfiah, Alkitab adalah pesan Allah untuk kita. Alkitab bukan berisikan satu kitab, melainkan terdiri dari 66 kitab yang ditulis selama rentang 1.500 tahun oleh 40 penulis yang berbeda. Dari mulai raja-raja hingga petani, dari filsuf hingga nelayan, dari pemazmur hingga negarawan, setiap kata yang tertulis dalam kitab-kitab ini diilhamkan oleh Allah.

Bahkan, Rasul Petrus menulis, "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (2 Petrus 1:20-21). Dan 2 Timotius 3:16 mengatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" terjemahan yang lebih baik "diilhamkan Allah" menjadi "dihembuskan oleh Allah."

Di dalam Injil, kita menemukan cerita terbesar yang pernah ada. Saya tak berbicara tentang dongeng, fabel atau mitos. Cerita-cerita di dalam Injil ini didokumentasikan oleh sejarah dan menjadi peristiwa sejarah. Namun, Alkitab bukan berarti sekedar buku sejarah, meski itu memang benar adanya. Alkitab bukan cuma soal sejarah; Alkitab adalah kisah-Nya. Dan Anda tahu? Alkitab juga berisikan kisah Anda. Sebab ketika Anda membaca beberapa cerita Alkitab, Anda akan menemukan diri Anda sama seperti orang-orang yang ada di dalamnya.

Kita membaca Alkitab untuk mengenal Allah, dan kita juga membacanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang rencana Allah untuk hidup kita.

Sabtu, 04 Juni 2016

Kejutan-Kejutan Dalam Hidup

1 Korintus 9:24 "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"

Satu hal yang saya pelajari dalam kehidupan adalah hidup ini penuh dengan kejutan. Banyak yang berupa kegembiraan dan berkat tak terduga yang datangnya tiba-tiba. Tapi tentu saja ada juga kejutan-kejutan lain yang sifatnya tragis dan memilukan. Saya sudah sering begitu dikejutkan dengan beberapa orang yang hidupnya benar-benar berubah.

Saya kenal beberapa individu yang dulu kelihatannya tak memiliki potensi sama sekali. Mereka yang tak pernah diduga-duga akan membuat sebuah gebrakan besar. Di waktu sekolah dahulu, banyak orang mengolok-olok mereka, menyebut mereka "kuper" dan "kutu buku." Tapi sekarang orang-orang sama yang mengejek mereka dahulu, memanggil mereka "bos."

Kemudian ada orang-orang yang dari dulu sudah terlihat memiliki begitu banyak potensi- potensi yang masih mentah. Mereka yang Anda yakin akan menjadi orang sukses karena mereka punya sesuatu yang istimewa: bakat, karunia, kemampuan alami yang besar.

Atau mungkin juga seseorang yang memiliki karunia rohani yang luar biasa. Dan benar saja, bintang mereka pun mulai bersinar dan Anda berkata, "sebentar lagi semua orang akan mengenalnya." Tapi kemudian tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, kehidupan mereka mulai runtuh. Mereka perlahan tapi pasti dibelokkan oleh keputusan-keputusan bodoh dalam hidup. Saya telah melihat banyak orang yang super berbakat, tapi malah jatuh dan hancur berkeping-keping.

Ini menyedihkan, sebab Tuhan punya rencana yang unik, yang dirancang khusus untuk setiap kehidupan masing-masing kita. Seiring berjalannya waktu, saya mendapati diri saya lebih terkesan dengan karakter daripada karisma seseorang, lebih terkesan oleh integritas pribadi ketimbang bakat.

Saya lebih terkesan dengan seseorang yang, misalnya, menemani suami atau istri mereka ketimbang dengan seseorang yang mungkin saja punya beberapa pelayanan gereja yang besar (tapi bukan berarti Anda tak bisa memiliki keduanya). Namun kuncinya ialah untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai dan menyelesaikannya dengan baik. Karena apabila dalam suatu perlombaan lari, Anda selalu berada di posisi pertama di setiap putaran, tapi ada di posisi terakhir di putaran terakhir, maka usaha Anda hanyalah sia-sia.

Anda harus melewati garis finish itu dan bermain sesuai aturan. Jadi, jalanilah perlombaan hidup ini dengan segala kekuatan Anda. Jaga kehidupan Anda agar Anda tidak keluar jalur atau terdiskualifikasi. Dan pusatkan pandangan Anda pada garis finish.

Jaga kehidupan Anda dan pusatkan pandangan pada garis finish dan jadilah pemenang

Jumat, 03 Juni 2016

Hitung Biayanya

Lukas 14:28 "Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?"

Tak mudah menjadi seorang Kristen - orang Kristen yang berkomitmen dan bertumbuh. Ada harga yang harus dibayar untuk ikut Yesus.
Namun ada harga yang jauh lebih besar yang harus Anda tanggung jika tidak mengikut-Nya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu" (Yohanes 15:18-19).

Kebenaran ini sulit diterima apabila Anda adalah orang yang terkenal di sepanjang hidup Anda, lalu menjadi seorang Kristen.
Sebagai pengikut Kristus, Anda selalu mencoba menjadi orang yang penyayang dan berbelas kasih dan suka menolong, dan kemudian orang-orang tahu bahwa Anda adalah orang Kristen.
Maka mereka pun mulai membuat hari-hari Anda merana, mengolok-olok Anda atau bahkan menyebarkan fitnah tentang Anda. Anda jadi berpikir, "Ini tidak adil. Saya begitu bersahaja dan baik hati."
Ya, mungkin itu memang benar adanya.
Tetapi sekarang faktanya adalah Anda merupakan wakil Yesus.
Dan secara otomatis, Anda akan diperlakukan sebagaimana Ia diperlakukan. Alkitab mengatakan, "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya," (2 Timotius 3:12).

Tentunya Anda tidak mau memutuskan untuk ikut Yesus hanya karena keinginan sesaat.
Seperti orang yang kalap berbelanja di mal, para penjual retail amat mengharapkan Anda berpikir, "Lihat semua barang ini! Aku tak tahu barang apa ini, tapi aku harus membelinya."

Namun ketika Anda memutuskan untuk mengikut Kristus, Anda harus menghitung biayanya.
Yesus memperhitungkan harga yang harus Ia bayar ketika
Ia pergi ke atas kayu salib untuk Anda. Dia memberikan nyawa-Nya agar Anda dapat diampuni dari dosa Anda, sehingga Anda tahu bahwa Anda akan pergi ke surga ketika Anda mati.


Dia telah menghitung biaya yang harus dibayar untuk menyelamatkan Anda. Lalu akankah Anda menghitung biayanya dan mengikut Dia?

Kamis, 02 Juni 2016

Menjadi Seorang Sahabat

Kolose 1:28 "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus."

Di satu periode dalam hidup, kita mulai memisahkan penginjilan dari pemuridan.
Kita memberitakan Injil, tetapi kita tidak memuridkan.
Kita mungkin tidak pernah membuat orang mandiri secara rohani.
Tapi sesungguhnya penginjilan dan pemuridan itu berjalan beriringan.

Pertobatan Saulus dari Tarsus, salah satu orang tak percaya yang paling keji yang pernah ada, begitu tak terduga sehingga banyak orang berpikir jika pertobatannya itu hanya bualan belaka.
Maka Allah berbicara kepada seorang Kristen bernama Ananias dan menyuruhnya untuk mengunjungi Saulus.
Setelah awalnya menolak panggilan Allah, akhirnya Ananias patuh dan pergi mendatangi Saulus (yang kemudian mengganti namanya menjadi Paulus), berdoa untuk dia, dan memberi waktunya untuk mendorong dia.
Lalu Allah mendatangkan pria lain ke dalam kehidupan Paulus, namanya adalah Barnabas.
Dia memperkenalkan Paulus kepada para rasul dan membantunya menyatakan pertobatannya.

Banyak orang ingin menjadi seorang rasul Paulus, tapi mengapa tidak ada yang mau menjadi seorang Ananias atau Barnabas - orang-orang yang bekerja di balik layar?
Anda mungkin tidak akan menjadi Billy Graham berikutnya, tetapi Anda mungkin bisa menjadi orang yang paling pas untuk membantu membimbing Billy Graham berikutnya.

Anda bisa menunjukkan orang tersebut seperti apa yang keluarga Kristen atau seperti apa pria atau wanita Kristen itu.
Anda dapat berteman dengan individu yang tidak memiliki teman Kristen dan membawa dia ke dalam kelompok doa Anda.
Anda tak akan pernah tahu apa yang bisa Allah lakukan dalam kehidupan orang itu.

Memuridkan seseorang bukan hanya menceritakan tentang Yesus kepada orang lain, tapi juga menjadi seorang sahabat.
Dan itulah apa yang banyak orang butuhkan: sahabat.
Itulah yang dibutuhkan ketika ada seseorang menjadi orang percaya baru.
Dan kita harus menjadi orang dapat melihat orang datang kepada Kristus dan dengan berusaha mengajak dan berkata , "Kau akan pergi ke gereja denganku."
Awalnya akan menolak. Tapi kita harus memenangkan hatinya dan membantunya untuk tetap teguh di dalam iman.
Itulah yang namanya pemuridan.

Memuridkan seseorang bukan hanya menceritakan tentang Yesus kepada orang lain, tapi juga menjadi seorang sahabat bagi orang tersebut

SUARA HATI

"Ada jalan yg disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
(Ams. 14:12)

Carl Weisman mewawancarai 1.036 orang yg telah bercerai untuk meneliti penyebabnya. Ternyata 80% menyatakan bahwa sebelum menikah, sudah muncul keraguan dalam hati mereka untuk bisa bertahan hidup bersama pasangannya.

Ada yg terasa mengganjal di hati. Namun, perasaan itu ditutupi rasa optimis, bahwa sesudah menikah semuanya akan berubah. Atau, sudah telanjur memastikan tanggal pernikahan.

Weisman, dalam bukunya, Serious Doubts (Keraguan Serius) berkata: "Jika Anda sangat ragu menikahi seseorang, jangan nekat! Dengarkan suara hati agar jangan salah jalan." Hati adalah pusat kehidupan batin. Tempat diolahnya perasaan & pikiran terdalam. Dari hati muncul penilaian jujur pada diri sendiri. Suara hati membisikkannya kepada kita, terutama jika ada yg tak beres. Kita bisa saja mengabaikannya & lebih menuruti apa kata orang.

Namun, hati akan merana (Ams. 14:10,13). Orang bijak tak akan bertindak berdasarkan apa kata orang (Ams. 14:15). Ia akan berhati2 melangkah; peka mendengar suara hati. Ia tak akan ceroboh mengambil jalan yg disangka lurus. Ia tidak akan menjalaninya, sebelum yakin bahwa jalan itu benar2 lurus.

Saudaraku, salah jalan memang bukan akhir. Tuhan bisa membuat keputusan2 keliru yg kita buat, menjadi sesuatu yg berakhir baik. Anda, dengan pertolongan Tuhan, bisa kembali menempuh jalan yg benar. Namun, prosesnya menghabiskan waktu & tenaga. Menguras pikiran & perasaan.

Anda akan mengalami kesusahan yg tak perlu terjadi. Jadi, sebelum mengambil keputusan penting, datanglah kepada Tuhan. Mintalah kepekaan untuk mendengar pimpinan-Nya, bahkan lewat suara hati Anda.

Rabu, 01 Juni 2016

CENDANA WANGI

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Cendana (Santalum album) merupakan penghasil kayu dan minyak cendana yang digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, dan campuran parfum. Di Indonesia, cendana banyak tumbuh di Pulau Timor. Keharuman cendana ini menarik minat para pedagang karena nilai ekonomi yang tinggi. Bagi masyarakat Timor, cendana dipersepsikan sebagai haumeni, yaitu gadis cantik yang memancarkan keharuman. Di tanah Timor yang berbatu kapur dengan taraf kekeringan yang tinggi, cendana mengeluarkan bau harumnya yang khas.

Berbeda dengan sikap kebanyakan orang. Ketika menghadapi tekanan hidup, kita mencari kambing hitam, menyalahkan keadaan, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Kita tidak tahan menjalani pencobaan. Padahal, di balik segala kesulitan itu ada maksud Tuhan agar kita menjadi lebih tahan uji. Yakobus tidak menyangkali betapa sakitnya pencobaan, tetapi ia menyadari bahwa pencobaan itu hanyalah pencobaan biasa, yang membantunya menjalani hidup dengan lebih tegar. Baginya, itulah bagian dari proses menuju hidup yang berintegritas. 

Sebagaimana wangi cendana muncul di tanah berbatu kapur dan beriklim sangat kering, kiranya kita juga mengeluarkan wangi ketika kita menaklukkan pencobaan. Ketika kita mampu menjalani tekanan hidup, bau wangi karena tahan uji dan ketangguhanlah yang muncul. Pencobaan memang tidak menyenangkan, tapi, ketika kita bertahan, kehidupan kita akan mengeluarkan wangi ketekunan, kedewasaan, dan kearifan.

Perbuatan atau Kelalaian Besar?

Yakobus 4:17 "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."

Jika ada seseorang sedang terbaring sekarat di ranjangnya lalu diminta mengucapkan pesan-pesan terakhirnya, apakah Anda akan memperhatikannya? Saya harap Anda begitu. Jika seseorang menulis permintaan terakhirnya di secarik surat wasiat, akankah Anda meluangkan waktu untuk membacanya? Sebaiknya Anda begitu.

Dalam Matius 28, kita membaca permintaan dan wasiat Yesus yang terakhir yang kita kenal sebagai Amanat Agung. Yesus berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:18-20).

Inilah pesan Kristus yang ditujukan pada masing-masing kita. Tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar melaksanakannya? Beberapa orang mungkin merasa pernyataan berikut ini sedikit kontroversial, tapi buat saya pernyataan ini benar: Jika Anda tak berusaha melaksanakan Amanat Agung, sebenarnya itu bisa menjadi sebuah dosa.

Ada berbagai jenis dosa yang diidentifikasi di dalam Alkitab: dosa perbuatan dan dosa kelalaian. Dosa perbuatan ialah melakukan apa yang seharusnya tidak boleh kita lakukan. Dosa kelalaian ialah tidak melakukan apa yang harus kita lakukan.

Alkitab mengatakan dalam Yakobus 4:17, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Namun bagi banyak orang, Amanat Agung malah berubah arti menjadi Kelalaian Besar. Penelitian menunjukkan bahwa 95 persen dari orang-orang Kristen tidak pernah memimpin orang lain kepada Kristus.

Keseluruhan konsep tentang pergi dan memuridkan setiap orang adalah untuk berbagi iman Anda, memimpin orang kepada Kristus, dan kemudian, dengan kemampuan terbaik Anda, membantu mereka untuk menjadi dewasa secara rohani.

Jika Anda tak berusaha melaksanakan Amanat Agung, sebenarnya itu bisa menjadi sebuah dosa.