”Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.’’ 2 Korintus 4:8
Ada pepatah mengatakan,
”Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja.”
Kaca memiliki sifat rentan, mudah retak, pecah, dan hancur bila terkena benturan. Sebaliknya, baja memiliki sifat kuat, kokoh, dan tdk mudah pecah. Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, ketika masalah menghantam, kita akan mudah hancur. Sebaliknya jika kita bermental baja, kita akan tetap tangguh di tengah deraan masalah yg berat.
Rasul Paulus adalah contoh pribadi yg tangguh dan bermental baja.
Dari mana ia mendapatkan watak itu?
Hal itu dimulai dgn tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, melainkan menyadari: “bahwa kekuatan yg melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”. (2Kor 4:7b)
Kesadaran itu membuatnya dia tdk tawar hati. Dlm segala hal ia ditindas, namun tdk terjepit; ia habis akal, namun tdk putus asa; ia dianiaya, namun tdk ditinggalkan sendirian; ia dihempaskan, namun tdk binasa. Inilah rahasia mental bajanya. Rasul Paulus senantiasa membawa kematian Yesus di dlm tubuhnya supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dlm tubuhnya.
JIKA SAAT INI KITA SEDANG MENGALAMI MASALAH DAN HANTAMAN, JANGAN MERESPONINYA SECARA KELIRU.
Jika kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan pribadi kita sendiri, kita akan seperti kaca atau bejana tanah liat. Kita akan mudah retak dan hancur. Namun, ketika kita meminta hikmat dan kekuatan dari Allah, kita akan mengalami kuasa-Nya.
Dia sungguh-sungguh turut bekerja dlm segala sesuatu utk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.
Oleh sebab itu, INGATLAH: “DENGAN KEKUATAN TUHAN, KITA AKAN SANGGUP BERDIRI DI TENGAH BADAI.”