Rabu, 21 Mei 2025

KETEKUNAN DALAM DOA DAN IMAN YANG TEGUH KEPADA ALLAH

 ”Tidakkah Allah akan memberi keadilan kepada orang-orang pilihan-Nya yg siang malam berseru kepada-Nya? Apakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera memberi keadilan kepada mereka. Tetapi, ketika Anak Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?" Lukas 18:7-8 (TB2)


Dalam nas hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita tentang ketekunan dalam doa dan iman yg teguh kepada Allah.


Ayat ini muncul dlm konteks perumpamaan tentang janda yg terus-menerus meminta keadilan kepada hakim yg lalim.


Jika hakim yg tdk benar saja akhirnya memberikan keadilan karena kegigihan janda itu, apalagi Allah yg penuh kasih kepada umat-Nya?

                

Sering kali, kita merasa bahwa jawaban Tuhan atas doa kita tertunda. Kita bertanya,

"Mengapa Tuhan belum menjawab?" atau "Apakah Tuhan mendengar seruan saya?"


Namun, ayat ini menegaskan bahwa Allah tdk pernah menutup telinga terhadap doa anak-anak-Nya. 


Dia akan memberikan keadilan dan pertolongan pada waktu-Nya yg tepat.

               

Tetapi, Yesus mengakhiri perikop ini dgn pertanyaan yang menggugah hati:

"Tetapi, ketika Anak Manusia itu datang, apakah Ia mendapati iman di bumi?"


Ini adalah tantangan bagi kita semua. Apakah kita tetap beriman, bahkan ketika jawaban Tuhan terasa lambat?


Apakah kita tetap percaya dan berdoa dgn penuh harapan, atau justru menyerah dan meragukan-Nya?

                

IMAN SEJATI bukan hanya bertahan dlm pengharapan, tetapi juga bertumbuh dlm kesabaran dan ketekunan.


Tuhan rindu melihat iman yg terus bersinar, meskipun dunia dipenuhi dgn ketidakadilan dan pencobaan.


Marilah kita berpegang teguh pada janji-Nya, terus berseru kepada-Nya, dan tetap percaya bahwa keadilan-Nya pasti dinyatakan pada waktunya.

Selasa, 20 Mei 2025

MUJIZAT BESAR DI BALIK MASALAH BESAR

… justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." 2 Korintus 12:9b


Kehidupan memang tak pernah lepas dari masalah atau tantangan.


Selama kita hidup, masalah itu akan selalu ada. Terkadang saat mengalami masalah, kita menjadi bimbang dan keraguan timbul dlm hati.


Sering kali kita pun menghadapi masalah dgn sikap negatif dan penuh dgn keputusasaan, sehingga kita sulit mencapai kemenangan atas persoalan tersebut.


Namun, jika kita renungkan kembali, kerap kali, semakin besar masalah yg kita hadapi, di saat yg sama, mujizat besar mengikuti tepat di belakangnya.


Seperti halnya yg dialami oleh Petrus saat di dlm penjara. Alkitab mencatat malam sebelum Petrus akan dihukum mati, malaikat Tuhan datang melepaskan belenggunya, membutakan penjagaan berlapis serdadu Roma, dan membuka pintu gerbang utama kota utk dapat meloloskan Petrus. 


Sehingga Petrus akhirnya dapat kembali bersama para rasul yg lain utk melanjutkan Amanat Agung Tuhan Yesus (Kis 12:4-17).


Kejadian yg sama juga dialami Paulus dan Silas saat dipenjara di Filipi (Kis. 16:23-26).


Dari kedua kejadian ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa di balik masalah yg besar senantiasa tersedia mujizat pertolongan Tuhan yg lebih dahsyat.

        

Jika saat ini ada di antara kita yg sedang berada di masa yg penuh tantangan besar, pergumulan, dan proses yg bertubi-tubi. Maka, percayalah bahwa mujizat yg besar juga sedang terjadi dlm hidup kita.


Tetaplah berdiri teguh dlm iman, pelihara pengharapan kepada Tuhan, dan bertumbuh dlm kasih, maka kita akan melihat penyertaan Tuhan yg nyata dlm perjalanan hidup kita.

            

Apa pun masalah yg sedang kita hadapi saat ini, Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh hingga tergeletak dan akan mengulurkan pertolongan dari atas. 


Justru, melalui semua itu dan oleh rahmat Tuhan, kita akan muncul sebagai pemenang!

     

Oleh sebab itu, INGATLAH! “MUJIZAT BESAR terjadi saat ada MASALAH YANG BESAR.”

               

Senin, 19 Mei 2025

DOA MEMINTA BERKAT DAN PERTUMBUHAN BAGI UMAT TUHAN

 ”Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu."

Mazmur 115:14


Nas hari ini merupakan doa yg dipanjatkan oleh pemazmur, ia meminta berkat dan pertumbuhan bagi umat Tuhan. 


Ayat ini mengandung janji yg penuh harapan dan berkat dari Tuhan, yg ingin kita renungkan dlm hidup kita sehari-hari.


Mari kita menggali lebih dlm makna dari ayat ini dan apa yg dapat kita refleksikan dlm hidup kita.


1. BERKAT YANG SEJATI DIBERIKAN OLEH TUHAN

 Pemberian berkat dari Tuhan dlm konteks ini adalah doa agar umat Tuhan diberkati dgn pertumbuhan dan perkembangan dlm segala aspek kehidupan.


"JUMLAHMU"

tdk hanya terbatas pada jumlah fisik atau materi, tetapi juga bisa merujuk pada berkat rohani, pertumbuhan iman, dan penambahan dlm pelayanan kepada Tuhan.


Tuhan tdk hanya memberikan berkat dlm hal yg tampak, tetapi juga berkat yg lebih dlm, dlm kehidupan rohani kita.


INTINYA, semua berkat sejati itu berasal dan datangnya dari TUHAN.


2. BERKAT DALAM KETURUNAN

Pemazmur tdk hanya berdoa utk pertambahan jumlah diri kita sendiri, tetapi juga utk keturunan kita, yg menggambarkan harapan agar generasi mendatang juga mengalami berkat dan kasih Tuhan.


Doa ini mengingatkan kita bahwa berkat Tuhan harus dirasakan oleh anak cucu kita dan diwariskan utk generasi berikutnya.


3. PERTUMBUHAN DALAM IMAN DAN KASIH

Jumlah dan keturunan yg dimaksudkan dlm ayat ini bukan hanya tentang penambahan angka, tetapi juga tentang pertumbuhan dlm iman dan pembentukan karakter menurut kehendak Tuhan.


Tuhan ingin agar umat-Nya berkembang dlm kasih dan pelayanan.


4. BERKAT YANG BERSIFAT BERKELANJUTAN

Doa pemazmur ini tdk hanya berfokus pada pertumbuhan sesaat, tetapi juga pada berkat yg berkelanjutan.


Ketika Tuhan menambah jumlah dan keturunan umat-Nya, itu adalah bagian dari rencana Tuhan yg lebih besar utk menjadikan umat-Nya sebagai saluran berkat bagi dunia.


Setiap berkat yg diberikan oleh Tuhan adalah utk memperluas Kerajaan Allah di bumi ini.


5. BERSYUKUR DAN MENGGUNAKAN BERKAT DENGAN BIJAK

Ketika kita berdoa agar Tuhan menambah jumlah kita dan keturunan kita, kita juga diajak utk bersyukur atas berkat yg sudah kita terima dan menggunakan berkat tersebut dgn bijak.


Berkat yg kita terima harus dipergunakan utk kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

                

Mazmur 115:14 mengajarkan kita utk meminta dan mengucap syukur atas berkat Tuhan yg melimpah.


Kita berdoa agar Tuhan menambah jumlah kita dlm segala aspek kehidupan — baik fisik, rohani, maupun pelayanan kepada Tuhan. 


Kita juga diajak utk mendoakan agar keturunan kita turut menerima berkat yg sama dan bertumbuh dlm iman.

         

Oleh sebab itu, 

Mari kita hidup dgn rasa syukur dan tanggung jawab, menggunakan setiap berkat yg Tuhan berikan utk kemuliaan nama-Nya.

Minggu, 18 Mei 2025

FIRMAN+IMAN+TAAT= MUJIZAT

 ”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", Ibrani 3:15


Ada banyak orang Kristen yg beranggapan bahwa iman dan firman itu adalah dua hal yg terpisah, tdk ada kaitan sama sekali. BENARKAH? 


Sesungguhnya iman dan firman Tuhan adalah dua hal yg tak terpisahkan, merupakan satu kesatuan.

Tidak ada firman tdk ada iman, karena iman timbul akibat mendengar firman Tuhan.


”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."  (Roma 10:17).


Ketika kita taat melakukan apa yg kita dengar kita akan mengalami perkara yg heran dan ajaib.

”Apa yg tdk pernah dilihat oleh mata, dan tdk pernah didengar oleh telinga, dan yg tdk pernah timbul di dlm hati manusia: semua yg disediakan Allah utk mereka yg mengasihi Dia."  (1Kor 2:9).

            

Ketika mendengar suara Tuhan, “Datanglah!"  (Matius 14:29), timbul iman dlm diri Petrus sehingga ia pun turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Karena iman, Petrus dapat melakukan hal yg secara manusia mustahil utk dilakukan.

Iman Petrus timbul setelah ia mendengar firman Tuhan, di mana iman itu disertai dgn perbuatan atau tindakan.


”Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dgn perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yak 2:22) 


Mendengar firman Tuhan, lalu timbul iman, dan kemudian taat melakukan firman yg telah didengar adalah langkah utk mengalami mujizat.

Ketika taat melakukan apa yg diperintahkan Tuhan melalui abdi-Nya (Elia), janda Sarfat juga mengalami mujizat dan perkara-perkara yg mustahil.


”Tepung dlm tempayan itu tdk habis dan minyak dlm buli-buli itu tdk berkurang seperti firman TUHAN yg diucapkan-Nya dgn perantaraan Elia."  (1Raja 17:16).

           

Kita pun akan mengalami perkara-perkara besar ketika kita taat melakukan firman Tuhan yg telah kita dengar.

Sebaliknya, selama kita masih mengeraskan hati, berjalan dgn kekuatan sendiri dan tdk mau taat melakukan firman Tuhan yg telah kita dengar, mujizat dan perkara-perkara ajaib itu akan semakin jauh dari kehidupan kita.

      

Oleh sebab itu, INGATLAH! “Kekerasan hati dan ketidaktaatan adalah penghalang utama utk mengalami perkara-perkara yg mustahil!”


Kamis, 15 Mei 2025

TUHAN MENGERJAKAN DI DALAM KITA, BAIK KEMAUAN MAUPUN PEKERJAAN

 "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." Filipi 2:13


Ketika Musa dipanggil Tuhan utk membawa umat Israel keluar dari Mesir, Tuhan mengutus Musa secara apa adanya.


Tuhan tdk menunggu Musa menjadi hebat dulu.


Yang Tuhan minta kepada Musa hanya satu hal, TAAT akan perintah-Nya.


Tuhan tdk mencari kelebihan Musa atau pun mengandalkan kehebatan Musa.


Tuhan memulai perjalanan langkah Musa dgn apa yg ada di dlm tangannya, yaitu TONGKATNYA.


Tuhan memang tdk pernah mencari sesuatu yg tdk kita miliki.


Tuhan juga tdk menunggu kita hebat dan mampu dulu, baru Tuhan memulai rencana-Nya atas hidup kita.


PELUANG terbuka lebar di depan kita.


Kita tdk boleh hanya duduk diam dan menunggu kesuksesan mendatangi kita.


Kita harus mendorong diri kita utk segera masuk dlm rencana Tuhan dgn mengambil peluang yg ada, apa pun kondisi dan situasi kita saat ini.


Kerjakan bagian kita dgn serius dan sungguh-sungguh, Tuhan akan melakukan yg menjadi bagian-Nya.


Maka lihatlah, apa yg kita tdk pernah bayangkan, akan terjadi dlm hidup kita.


BUKAN KARENA SIAPA KITA, TETAPI TUHAN YANG  HEBAT ITU YANG MEMIMPIN DAN MEMBERKATI KITA !

Rabu, 14 Mei 2025

PEKERJAAN BAIK


EFESUS 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita diciptakan bukanlah suatu kebetulan. Kita adalah hasil mahakarya Tuhan. Dalam bahasa Yunani, kata "buatan" yang digunakan di sini adalah "poiēma", akar kata yang sama untuk kata "puisi." Kata ini menyiratkan seni, kesengajaan, dan keindahan yang dari Tuhan. Kita adalah ciptaan Allah yang dibuat dengan hati-hati, dirancang dengan tujuan dan kasih-Nya yang ditempatkan di dalam kita.

Ketika Paulus mengatakan bahwa kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, ia menekankan bahwa keselamatan bukan hanya tentang diselamatkan dari dosa, tetapi diselamatkan untuk sesuatu tujuan indah, untuk menjalani hidup yang memiliki tujuan dan dampak. Pekerjaan baik ini tidak menghasilkan keselamatan; sebaliknya, pekerjaan baik ini mengalir atau buah dari keselamatan yang telah disediakan dan diberikan Yesus melalui salib-Nya. Allah telah mempersiapkannya—tugas kita adalah untuk menjalaninya dengan setia.

Tanyakan kepada Tuhan, "Pekerjaan baik apakah yang telah Engkau persiapkan bagiku hari ini?" Jangan bandingkan panggilanmu dengan orang lain. Kamu diciptakan secara unik untuk pekerjaan yang dirancang Tuhan untukmu. Percayalah bahwa Tuhan memperlengkapimu untuk setiap pekerjaan baik yang Dia tetapkan bagimu. Jangan kaget ketika Tuhan menunjukkan pekerjaan baik yang Dia maksudkan itu lewat sebuah masalah. Ketika ada masalah, Tuhan sedang membentuk dan mengubah kita menjadi makin serupa dengan karakter-Nya, supaya kita dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan baik. 

Semua ini untuk menunjukkan karakter Kristus di dalam kita, supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat hidup kita. AMIN ! 

Selasa, 13 Mei 2025

MENIKMATI PEMBERIAN TUHAN

”Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.” Pengkhotbah 3:13

Salah satu hal yg membuat manusia berbahagia adalah karena dapat menikmati kesenangan dari hasil pekerjaan dan jerih payahnya sehari-hari.

Bahkan jika bisa menikmati makan dan minum saja sudah merupakan anugerah dari Tuhan

Ada banyak orang yg tdk bisa menikmati makanan dan minumannya, bukan hanya karena tdk mampu tetapi juga karena masalah kesehatan yg diderita mereka.
             
Ayat firman hari ini mengingatkan kita, bahwa kita bisa menikmati semuanya semata-mata adalah karena pemberian Tuhan.*

Jika kita menyadari bahwa sudah terlalu banyak yg Tuhan berikan kepada kita maka kita akan dijauhkan dari sikap bersungut-sungut dan tdk berterima kasih pada yg empunya kehidupan ini.

Hargai dan syukurilah setiap pemberian Tuhan sekecil apa pun itu, maka itu akan menyenangkan hati-Nya.
        
Oleh sebab itu, INGATLAH!
“Semua yang kita nikmati adalah anugerah TUHAN, Bersyukurlah selalu.”