Rabu, 02 Juli 2025

ASIH, MERUPAKAN FONDASI HIDUP YANG KUAT

”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati, ia tdk cemburu. Ia tdk memegahkan diri dan tdk sombong. Ia tdk melakukan yg tdk sopan dan tdk mencari keuntungan diri sendiri. Ia tdk pemarah dan tdk menyimpan kesalahan orang lain. Ia tdk bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

1Korintus 13:4-7


KASIH adalah merupakan pondasi yg kuat dlm keluarga menurut ajaran Alkitab.


Ketika kita saling mencintai dgn tulus, kita akan membangun hubungan yg kokoh dan harmonis di antara pasangan, orang tua, dan anak-anak.

          

KASIH juga mendorong kita utk peduli dan membantu sesama. 


Saat kita menunjukkan empati dan belas kasihan kepada orang lain, kita berpartisipasi dlm pekerjaan Tuhan di dunia ini.

             

KASIH mengajarkan kita utk mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain. 


Kita semua berdosa dan membutuhkan pengampunan Tuhan. Dgn demikian, kita harus siap utk mengampuni dan mengasihi seperti Tuhan telah mengampuni dan mengasihi kita.


Di dunia yg penuh dgn konflik, KASIH mengajarkan kita utk mencari perdamaian dan rekonsiliasi. 


Dgn mengasihi musuh kita, kita dapat mengubah dunia di sekitar kita menjadi tempat yg lebih baik

           

KASIH juga menggerakkan kita utk melayani dan membantu orang miskin dan yg membutuhkan. 


Melalui tindakan nyata, kita dapat menunjukkan KASIH Kristus kepada mereka.

          

Jadi, mari kita hidup dgn KASIH sebagai fondasi hidup kita.


Mari kita ajarkan KASIH ini kepada orang lain dan terus mencari cara utk mengasihi dan melayani sesama.


Dengan melakukannya, kita akan membangun dunia yg penuh KASIH dan damai.

       

“Jangan lupa utk membagikan renungan ‘KASIH' hari ini kepada orang lain, agar mereka juga dapat membangun hidup yg kuat berdasarkan KASIH yg telah Tuhan ajarkan.”


Selasa, 01 Juli 2025

Seperti inilah kerendahan hati


1 Petrus 5:6 (TB)  Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 


Seperti inilah kerendahan hati…

Ketika Anda memikirkan kerendahan hati, apa yang terlintas di benak Anda? 

Di dunia kita, kerendahan hati sering dipandang sebagai konsep merendahkan diri yang mengungkapkan rasa tidak aman kita dan mencegah kita menjadi diri kita yang terbaik. 

Tetapi kerendahan hati yang sejati tidak pernah menimbulkan rasa tidak aman, karena rasa tidak aman berkaitan dengan harga diri. Harga diri dapat membuat kita bangga atau sebaliknya menghancurkan kita. Harga diri membuat kita mencukupkan diri, tetapi juga merusak diri sendiri. Jika kita melakukannya dengan baik, harga diri membuat kepercayaan diri kita melambung. Namun jika kita sedang mengalami musim yang sulit, harga diri membuat kita sensitif terhadap kegagalan kita. Harga diri mengaitkan nilai kita dengan pencapaian kita, dan hal itu dapat menghalangi kita untuk melihat siapa diri kita sebenarnya. 

Harga diri membuat kita berpikir bahwa jika kita berusaha cukup keras, kita bisa menjadi cukup baik. Kerendahan hati membantu kita menyadari bahwa kita tidak akan pernah cukup—tetapi Tuhan cukup bagi kita. 

Kerendahan hati akan sering meminta kita untuk mempertaruhkan sesuatu. Yang mungkin berarti mempertaruhkan status sosial kita, reputasi kita, keamanan finansial kita, rasa otoritas kita, atau keahlian kita. 

Tetapi dengan menyerahkan kecukupan diri memungkinkan kita merangkul otoritas Tuhan. Dan Tuhan kita melakukan mukjizat melalui Musa, menetapkan Daud sebagai raja Israel, bekerja melalui Yesaya di tengah kekacauan, menghormati Maria di depan umum, memenuhi kebutuhan Petrus dengan berlimpah, dan memuliakan Yesus dengan membangkitkan Dia dari kematian. 

Ketika kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, kita membiarkan Dia dimuliakan melalui kita. Kerendahan hati mungkin dapat merugikan kita—tetapi itu menuntun pada kehidupan yang berkelimpahan. 

Jadi hari ini, bagaimana Anda dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan? Luangkan waktu sejenak dan pikirkan apa yang perlu Anda serahkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam minggu-minggu mendatang.

MENGERTI ISI HATI TUHAN


”Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Siapa yg tidak tahu isi hati kita?
Tak seorang pun kecuali Tuhan dan diri kita sendiri.  

Atau, orang lain akan tahu isi hati kita jika kita  mau terbuka dan mengungkapkannya dgn jujur.

Sungguh, dlmnya lautan dapat diduga, tetapi dalamnya hati tiada yg tahu.  

Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya, berlaku pura-pura atau mengenakan 'topeng' di hadapan sesamanya.  

Itulah sebabnya Tuhan menegur keras ahli Taurat dan orang-orang Saduki,
”…..hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yg dilabur putih, yg sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yg sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran." (Mat 23:27)
        
Manusia seringkali merahasiakan isi hatinya terhadap sesamanya tapi berbeda dgn Tuhan, yg walaupun adalah Pribadi Mahakudus, tdk menutup diri terhadap manusia.

Isi hati Tuhan diungkap melalui kebenaran firman-Nya. Jadi firman Tuhan (Injil) adalah isi hati Tuhan sendiri.  

Tuhan membuka dan mengungkapkan isi hati-Nya supaya manusia percaya dan tdk mengalami kebinasaan, melainkan beroleh kehidupan yg kekal.

Sayang, tdk semua orang mengerti isi hati Tuhan ini, mereka menolak Injil dan memilih hidup dlm ketidaktaatan.  

Menyadari akan hal ini, Daud begitu menyukai firman Tuhan sehingga dapat berkata,
”Sekiranya Taurat-Mu tdk menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dlm sengsaraku.

Utk selama-lamanya aku tdk melupakan titah-titah-Mu, sebab dgn itu Engkau menghidupkan aku. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Maz 119:92, 93, 105)

Terhadap orang yg hidup karib dengan-Nya akan diberitahukan perjanjian-Nya kepada mereka  (baca  Maz 25:14).
       
Jadi langkah awal utk mengerti isi hati Tuhan adalah membangun hubungan yg karib dgn-Nya.

Bagaimana dapat mengerti isi hati-Nya jika kita tdk bergaul dengan-Nya setiap saat?

Tuhan Yesus berkata,  “Tingallah di dlm Aku dan Aku di dlm kamu." (Yoh 15:4a).

Tinggal di dlm Tuhan berarti hidup di dlm firman-Nya: mengerti isi hati-Nya dan melakukannya.

Berkat disediakan Tuhan bagi orang-orang yg senantiasa tinggal di dlm Dia.
       
Oleh sebab itu INGATLAH!
“Mari hidup karib dgn Tuhan maka, “….mintalah apa saja yg kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yoh 15:7)
          

Senin, 30 Juni 2025

FIRMAN TUHAN KEBUTUHAN UTAMA

 ”Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.”

Mazmur 119:47


Banyak orang Kristen yg kurang menyadari pentingnya Alkitab dlm kehidupan ini.  Itu terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan Alkitab dgn tdk semestinya.  


Mereka memegang Alkitab dan membacanya hanya saat beribadah di gereja atau di persekutuan saja.


Di hari-hari lain Alkitab tetap berada di tempatnya, tersimpan rapi, tak tersentuh sama sekali.  Mengapa?


Karena mereka menganggap bahwa tulisan-tulisan yg terkandung di dlm Alkitab adalah tulisan biasa tanpa kuasa, sehingga mereka membacanya di kala perlu atau sempat saja.

            

Alkitab atau Injil bukanlah buku yg berisikan cerita fiksi, dongeng, atau bisa kita samakan dgn buku-buku ilmiah karangan manusia pada umumnya, tapi

”……Injil adalah kekuatan Allah yg menyelamatkan setiap orang yg percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dlmnya nyata kebenaran Allah, yg bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:16-17)


Alkitab atau Injil adalah firman yg disampaikan oleh Allah atau perkataan Allah sendiri yg mengandung kuasa yg sangat dahsyat, yg,

”……hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dlm sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibr 4:12)


Mari belajar dari Daud yg sangat menghormati, menghargai, dan mencintai firman Tuhan. Ia berkata,

"...firman-Mu tdk akan kulupakan." (Maz 119:16)  "...Aku merenungkannya sepanjang hari." (Maz 119:97)


Dengan kata lain ia menjadikan firman Tuhan sebagai kebutuhan utama dlm hidupnya. 


Bagi Daud firman Tuhan adalah penerang di setiap langkah hidupnya.

"...Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Maz 119:105)

             

Ayub juga sangat menghargai firman Tuhan lebih dari makanan jasmani apa pun. “Perintah dari bibir-Nya tdk kulanggar, dlm sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya." (Ayub 23:12) 


SUDAHKAH FIRMAN TUHAN MENJADI KEBUTUHAN UTAMA DALAM HIDUP KITA?

        

Oleh sebab itu,

Ingatlah bahwa,  "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yg keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4)

Jumat, 27 Juni 2025

PERKATAAN TUHAN TIDAK AKAN BERLALU

 ”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.."

Markus 13:31


Hari ini kita membahas tema berkenaan dgn, Perkataan Tuhan Tidak Akan Berlalu


Yesus menegaskan bahwa segala sesuatu yg ada di dlm dunia ini akan berlalu. Namun Ia ingatkan bahwa firman-Nya kekal selama-lamanya.

           

Melalui nats di atas kita dapat belajar secara baik dgn merenungkan beberapa pelajaran penting berkenan dgn :


1. FIRMAN TUHAN ADALAH KEBENARAN (Yoh. 17:17)

Firman-Nya adalah Ya dan Amin!. Semua yg tertulis akan terjadi serta digenapi.


Yesus berkata,

”Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tdk akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Mat 5:18)


Dan kebenaran tersebut akan memerdekakan kita (Yoh 8:32).


2. PERKATAAN-NYA ADALAH PERKATAAN YANG HIDUP DAN YANG KEKAL (Yoh 6:68).

Firman-Nya adalah hidup, sebab di dlmnya terdapat kehidupan yg kekal!


Perkataan Tuhan mengandung janji utk beroleh hidup yg kekal.


3. PERKATAAN-NYA MEMBERI KEHIDUPAN KEPADA KITA (Mat 4:4)

Firman Tuhan memberi kehidupan dlm jiwa dan roh kita. Mampu memelihara kehidupan rohani kepada pengenalan akan Dia!


”Yesus berkata, Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yg keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4)

         

Oleh sebab itu, INGATLAH Pemazmur berkata, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Maz 119:105)


Hal itu menunjukkan betapa besar keyakinan Pemazmur kepada firman-Nya yg mampu memberi jalan kehidupan kepada terang yg ajaib.


Kiranya Firman-Nya akan tinggal selama-lamanya dlm kehidupan saudara dan saya.

Selasa, 24 Juni 2025

Harapan bagi yang Miskin dalam Roh

Yesus memulai Khotbah-Nya yang terkenal di Bukit dengan perspektif yang bertolak belakang dan delapan berkat yang bertentangan dengan budaya—yang umumnya dikenal sebagai sabda/ucapan bahagia. 

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga.” Matius 5:3 PBTB2

Miskin secara fisik berarti kekurangan sumber daya atau harta benda. Kata “miskin” mungkin memicu gambaran mental seseorang yang tidak dapat membayar tagihan, tidak dapat melepaskan diri dari siklus kemiskinan, atau tidak mampu membeli makanan, pakaian, atau tempat tinggal.

Jadi, apa artinya miskin secara rohani, dan mengapa Yesus menganggap itu hal yang baik? 

Mereka yang menyadari kemiskinan rohani diri sendiri tahu bahwa, tanpa Tuhan, mereka bangkrut secara rohani. Mereka yang miskin di hadapan Allah akan memahami keputusasaan situasi mereka—bahwa mereka tidak dapat memiliki apa pun, tidak mampu melakukan apa pun, dan tidak bisa menjadi apa pun tanpa-Nya. Mereka yang miskin di hadapan Allah menyadari bahwa kerendahan hati, bukan kesombongan atau mengandalkan diri sendiri, adalah karakteristik umum dalam Kerajaan Surga.

Mereka yang miskin dalam roh tahu bahwa mereka tidak bisa, tetapi mereka percaya bahwa Tuhan bisa.

Jika kita jujur, kebanyakan dari kita lebih suka menjadi kaya, nyaman, dan mandiri. Kita lebih suka tidak kekurangan apa pun. Namun, bahkan jika kita stabil atau kaya secara finansial, kita tidak dapat menyelamatkan jiwa kita sendiri. 

Kita diciptakan untuk membutuhkan Tuhan.

Jadi, jika Anda merasa lemah, lelah, atau letih, tidak apa-apa. Jika Anda merasa tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan, Yesus sebenarnya mengatakan bahwa Anda diberkati. 

Ketika Anda memiliki kebutuhan, Dia dapat memenuhinya. Ketika Anda tidak cukup, Dia pribadi adalah cukup. Dan ketika Anda merasa miskin dalam roh, Anda berada dalam posisi yang sempurna untuk diselamatkan dan dipenuhi oleh Tuhan.

Minggu, 22 Juni 2025

KASIH TUHAN KEPADA KITA


”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya KASIH KRISTUS," Efesus 3:18

Sebelum melangkah lebih jauh hari ini coba renungkan betapa besar KASIH TUHAN dlm kehidupan kita!  

Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun KASIH TUHAN kepada kita tdk pernah berubah.

Sungguh, kita tak dapat menghitung, ”....betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya KASIH KRISTUS,"  (ayat nas).

Banyak cerita tentang CINTA KASIH yg ada di dunia ini, namun kesemuanya itu tdk bisa dibandingkan dgn KASIH TUHAN.

KASIH TUHAN itu sangat jauh berbeda dari KASIH lain yg ada di dunia ini.

Inilah garis besar karakteristik KASIH TUHAN kepada umat-Nya:
1.  TAK BERUBAH.
Artinya KASIH TUHAN mengalir terus-menerus tiada berhenti sampai selama-lamanya. (Tak berubah)

”Sebab KASIH-NYA hebat atas kita, dan KESETIAAN TUHAN utk selama-lamanya. Haleluya!" (Maz 117:2)

KASIH MANUSIA bersifat sementara, mudah sekali berubah, sangat bergantung pada situasi dan kondisi;  tetapi KASIH TUHAN tdk dapat dipengaruhi oleh apa pun.  Bahkan kita tdk dapat mempengaruhi KASIH TUHAN dgn perbuatan-perbuatan baik kita.

TUHAN MENGASIHI kita sebelum ada perbuatan baik yg kita lakukan bagi-Nya. 

2.  SEMPURNA
Artinya KASIH TUHAN itu sepenuhnya, benar-benar, lengkap dan utuh.  

Karena itu jangan sekali-kali kita mengukur besarnya KASIH TUHAN dgn keadaan yg kita alami, namun ingatlah dan renungkanlah pengorbanan Kristus di atas kayu salib.

SALIB adalah bukti nyata betapa sempurnanya KASIH TUHAN kepada kita.

3.  TAK BERSYARAT.
”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yoh 4:19), bahkan,
”……Allah menunjukkan KASIH-NYA kepada kita, oleh karena Kristus telah mati utk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)

Ini sangat berbeda dgn KASIH manusia yg bersyarat.  

Seringkali kita hanya mau mengasihi orang-orang yg mengasihi kita, jika tdk, kita pun tdk lagi mau mengasihi.

Namun Tuhan sedemikian rupa mengasihi kita dgn,
”……tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yg menyerahkan-Nya bagi kita semua," (Roma 8:32)

Apa pun juga yg ada di dunia ini tdk ada yg sanggup memisahkan kita dari KASIH TUHAN.
      
Oleh sebab itu, INGATLAH! “Tdk ada ALASAN bagi kita utk meragukan KASIH TUHAN dlm hidup ini!”