Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 140, sebuah doa Daud ketika ia berada dalam tekanan dan menghadapi orang-orang yang berniat jahat kepadanya.
Mazmur 140:2 berkata, “Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan.”
Saudaraku, ada masa dalam hidup ketika kita tidak tahu harus menghadapi siapa, harus menjelaskan apa, bahkan kita merasa tidak berdaya menghadapi perkataan dan tindakan orang lain. Kadang yang menyakitkan bukan masalahnya, tetapi orangnya. Kita bisa terluka karena fitnah, perkataan yang tidak benar, perlakuan yang tidak adil, atau seseorang yang sengaja menjatuhkan kita.
Tetapi Daud mengajarkan sesuatu yang sangat penting: jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Bawalah semuanya kepada Tuhan.
Daud tidak berkata, “Tuhan, berikan aku kekuatan untuk membalas.” Tetapi ia berkata, “Luputkanlah aku, ya TUHAN.”
Artinya, Daud sadar bahwa perlindungan sejati bukan berasal dari kemampuan dirinya, tetapi dari Tuhan.
Mungkin hari ini Saudara sedang menghadapi orang yang sulit. Mungkin ada perkataan yang masih terngiang di hati. Mungkin ada ketidakadilan yang belum selesai. Jangan biarkan kepahitan menguasai hati Saudara.
Mazmur 140:13 berkata, “Aku tahu, bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin.”
Saudaraku, Tuhan melihat apa yang tidak dilihat manusia. Tuhan mengetahui apa yang tidak bisa kita jelaskan. Dan Tuhan sanggup membela kita dengan cara-Nya sendiri.
Karena itu, tetaplah tenang. Tetaplah setia. Jangan berhenti berbuat baik. Serahkan pembalasan kepada Tuhan.
Hari ini katakan dalam hati: “Tuhan, aku tidak mau hidup dalam ketakutan dan kepahitan. Jagalah hatiku, lindungi langkahku, dan biarlah Engkau yang menjadi pembelaku.”
Sebab ketika Tuhan menjadi tempat perlindungan kita, kita tidak perlu takut menghadapi manusia. Tuhan yang menjaga kita adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita.
Amin.