Selasa, 21 April 2015

Jadwal Ibadah dan Kegiatan Komsel

Shalom G2M ....
Puji Tuhan Kita diberikan kepercayaan untuk masuk terus dalam anugrahNya,
di dalam tahun 2015 kita masuk dengan tema tahunan : "CHANGE".
Mari persiapkan segala sesuatu untuk menyambut setiap berkat dan anugrahNya semakin hari semakin besar.

Bulan Mei 2015, kita akan masuk dengan tema bulanan: "Heart of Mission".
Mari miliki hati yang melahirkan misi di dalam Kristus Yesus.

Be Enthusiastic
Be Creative
Be Excellent !!!
Caring Each Other

Respect Each Other

                         Super Sunday:

-       Ibadah Raya Minggu dan Superkidz  Jam 10.00 Pagi.


-       Ibadah Doa Malam Rabu dan Jumat  Jam 19.00 malam.


JADWAL KOMSEL – CELL EXTRA ORDINARY

-   Mahasiswa/Arrow     Sabtu  Pukul   14.00, Alex        (0856 0856 1081)
-   C-Gen1                       Sabtu  Pukul   17.00, Veni        (0897 8728 770)
-   C-Gen2                       Sabtu  Pukul   17.00, Steven   (0896 3030 3247)
-   Rising                         Rabu   Pukul   19.00, Cynthia  (0856 2488 8287)
-   YOU                            Sabtu  Pukul   17.00, Moses    (0813 1941 1887)
-   Five Star                     Rabu   Pukul   19.00, Andry     (0813 1573 7949)
-   Fisher of Man            Sabtu  Pukul   17.00, Singgih  (0813 5702 3317)
-   Pasutri                        Sabtu  Pukul  16.00, Bp. Yendi (0818 9360 08)
-   YOU-GC                      Selasa Pukul  19.00, Adelyne (0812 9143 0029)


KANTOR SEKRETARIAT G2M CHURCH: KOMPLEK GRAHA KENCANA BLOK GK Lt.3 – (021) 534 6818
Jl. Raya Perjuangan No. 88,  Kebun Jeruk – Jakarta Barat 11530 (sebelah Rumah Sakit Siloam).
Email : Sekretariatg2m@Gmail.com ,  Website: www.g2mchurch.blogspot.com 

Perayaan PASKAH 5 April 2015


.※ KEKUATAN DOA ※


Jangan pernah meremehkan DOA.
※ Saat kita tidak menemukan jalan keluar, lipat tangan dan berdoalah.
※ Saat kita tidak damai sejahtera, menjadi tenanglah agar kita dapat berdoa.
※ Saat kita tidak mendapatkan jawaban, jangan menyerah teruskan berdoa.
※ Saat kita tidak melihat perubahan terjadi, teguhkan hati dan tetaplah berdoa.
※ Saat kita bersukacita ataupun tertekan dengan masalah, kita telah melakukan yang terbaik dan kita belum melihat uluran tangan Tuhan sampai detik ini, dalam situasi dan kondisi apapun, tetap lakukan bagian kita dan jangan pernah berhenti berdoa.
Doa ibarat jantung kita, jika kita berhenti berdoa maka kehidupan rohani kita pun akan mati.
► Kehidupan doa seperti sirkulasi peredaran darah yang terus mengalir ke seluruh tubuh, membersihkan hal-hal yang kotor di dalam diri kita dan menggantinya dengan hal-hal yang benar sesuai Firman Tuhan.
►Teruslah berdoa, karena dengan berdoa kita sedang melakukan peperangan di dalam roh dan kemenangan yang kita dapat di alam roh akan membawa kepada kemenangan di alam nyata.
►Tuhan selalu mendengar dan percayalah bahwa kekuranganmu tidak akan menjadi penghalangmu.
"Mintalah maka akan diberikan kpdmu, carilah maka kamu akan mendapatkan. Ketuklah maka pintu akan dibukakan.. Matius 7:7

Doa bukan "Ban serep"


Doa bukan "ban serap" yg kt keluarkan saat berada dlm masalah
Tetapi doa adlh merupakan "stir" yg mengarahkan kt ke jalan yg benar setiap waktu
Tahukah Anda mengapa kaca mobil itu begitu besar & kaca spion begitu kecil?
krn "Masa Lampau" kt tdk sepenting "Masa Depan" kita. Pandanglah ke depan dan majulah terus
Semua hal di dlm hidup ini bersifat sementara. Jika semuanya lancar, nikmati saja karena hal ini tdk bersifat kekal
jika semuanya tdk mulus, janganlah khawatir karena ini juga tdk bersifat kekal
Saat Allah menyelesaikan masalah kt, kt memiliki iman atas kemampuan-Nya
Saat Allah tdk menyelesaikan masalah kt, Dia memiliki iman atas kemampuan kt
Saat kt berdoa utk orang lain, Allah mendengarkan kt dan memberkati mereka,
Dan ada kalanya, saat kt aman-aman dan nyaman, ingatlah bahwa ada orang yg sedang mendoakan kt
Ingatlah bahwa kekhawatiran itu tdk menghilangkan "masalah" hari esok, ia hanya menghilangkan damai hari ini.
Karena itu janganlah khawatir akan hidupmu, tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,.....Matius 6:33

Jumat, 19 September 2014

Cara Mengatasi Rasa Takut



Kadang jika kita melihat orang yang berani keluar dari pekerjaan dan mulai usaha kita melihat keberanian, atau ketika orang yang melakukan olah raga ekstrim juga kita melihatnya seolah tak memiliki rasa takut. Namun setiap orang memiliki rasa takut. Orang yang berani bukan berarti tak memiliki rasa takut. Mereka memiliki rasa takut namun tetap menghadapinya. Mereka bisa memanage rasa takutnya.

Rasa takut bukanlah sesuatu yang mutlak negatif. Rasa takut memiliki sisi positif, supaya kita waspada, berhati-hati, dan lain sebagainya. Namun rasa takut seringkali menghalangi kita untuk meraih tujuan kita. Padahal lebih dari 80% ketakutan yang kita pikirkan tidak benar-benar terjadi. Jadi, ketakutan itu hanya ada di pikiran kita, walaupun mungkin bisa juga terjadi.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut itu? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa takut.

Cara Mengatasi Rasa Takut

> Perbesar motivasi
  Jika motivasi kita lebih besar dari rasa takut, maka kita akan bisa menghadapinya.

> Buatlah ketakutan terbalik
  Anda juga bisa membuat ketakutan terbalik. Misalkan jika anda takut untuk belajar naik motor, buatlah ketakutan terbalik pada diri anda, "kalau saya tidak bisa naik motor bakal susah kemana-mana, bakal ngeluarin ongkos mahal, bakal telat sampe kampus, dll.

> Buat diri anda dalam posisi kepepet
  Jika anda ada di atas gedung pasti tak berani berjalan melewati balok untuk menyebrang ke gedung sebelahnya. Namun jika kondisinya gedung tempat anda berdiri kebakaran, anda pasti berani melakukannya. Buat diri anda merasa harus melewati ketakutan itu.

> Berdoa dan berserah diri
  Ini yang tak boleh dilupakan. Karena kita adalah manusia biasa dan tidak tau apa yang terjadi. Dengan berdoa dan berserah diri berarti kita berharap dan menyerahkan pada Yang Maha Kuasa tentang apa yang terjadi pada diri kita.

Satu Koin


Di sebuah desa tinggalah 2 orang bersaudara. Sebut saja Si Untung dan Si Alan. Walaupun mereka bersaudara, namun mereka begitu berbeda. Si Alan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi. Ia ingin sekali menjadi orang yang paling sukses di seluruh dunia. Sedangkan Si Untung mempunyai prinsip yang sederhana dalam hidupnya. Menurutnya, Ia harus melakukan sesuatu yang lebih baik di setiap detik dan di setiap nafas hidupnya.

Walaupun Si Alan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, namun dari segi prestasi justru Si Untung lebih baik darinya, baik prestasi akademis maupun non akademis. Si Untung banyak mengikuti lomba-lomba mulai dari yang berhubungan dengan seni, olahraga, maupun akademis. Walaupun seringkali gagal jadi juara, tapi juga ada prestasi yang didapatkannya. Sedangkan Si Alan jarang sekali mengikuti lomba-lomba. Ia merasa malu, ragu, dan takut apabila nantinya gagal, takut dicemooh orang, atau takut terluka. Ia lebih sering melamunkan masa depan dan cita-citanya. Ia begitu yakin bakal sukses suatu saat. Ia bakal berusaha suatu saat nanti untuk sukses. Namun entah kapan.

Suatu hari dikampungnya diadakan suatu perlombaan menyambut 17 agustus. Perlombaan itu adalah mencari koin-koin yang telah disembunyikan oleh panitia. Si Untung pun mengikuti perlombaan tersebut, Si Alan tidak mau mengikuti lomba tersebut, karena menurutnya lomba itu tidak penting dan buang–buang waktu saja. Ia lebih suka melamunkan kesuksesangnya di masa depan. Namun Si Untung berusaha membujuk saudaranya itu untuk mengikuti lomba tersebut. Akhirnya setelah dibujuk terus Si Alan mau juga ikut lomba itu. Ada 5 koin yang disembunyikan panitia dan para peserta harus menemukan koin-koin tersebut. Setiap peserta juga diberikan peta petunjuk disembunyikannya koin-koin tersebut. Medannnya cukup sulit apalagi sore kemarin desa mereka baru diguyur hujan dan membuat beberapa wilayah becyek, dan licyinn gak ada ojyek pula.

Bunyi terompet tanda dimulainya perlombaan terdengar. Perlombaan pun dimulai. Semua peserta bergegas mencari koin-koin tersebut, naik ke pohon, menggali tanah, menyingkirkan semak, nyebur ke kali, semuanya dilakukan. Jika dilihat dari peta, ada 4 koin yang disembunyikan di daerah yang sama, sementara 1 koin lagi letaknya sangat jauh di puncak gunung yang curam dan berbahaya.

Di saat peserta lain berusaha keras mencari koin-koin tersebut, Si Alan malah duduk-duduk santai. ”Alan kenapa kamu duduk-duduk saja, kalau begitu kamu tidak akan menang” kata si Untung. ”Males ah . . ., nanti kotor, terus kalo luka gimana. . .” kata si Alan sambil duduk-duduk santai dan bersandar pada sebuah pohon. Namun ketika sedang asyik bersantai, tanpa disengaja tangannya menyentuh sesuatu yang berbentuk pipih dan bulat serta keras. Si Alan pun kaget melihatnya. Ternyata yang ia pegang adalah koin yang disembunyikan panitia. Ia pun kegirangan karena menemukan 4 koin sekaligus. Di koin itu masing-masing bertuliskan kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan dan harapan. Ia pun sudah sangat puas walau 1 koin lagi belum diketemukan. ”Aku serahkan saja langsung ke panitia, lagi pula 4 koin saja aku sudah menang, apalagi 1 koin lagi letaknya sangat jauh di puncak gunung yang tinggi”. Kata si Alan. Peserta lain pun sudah menyerah karena tak mungkin lagi mengumpulkan koin lebih banyak. Kecuali si Untung ”masih ada 1 koin lagi yang belum ditemukan, aku tak akan menyerah walau tak mungkin mengumpulkan koin lebih banyak dari saudaraku” kata si Untung.

Si Untung pun pergi mendaki gunung yang curam dan ia terus maju pantang menyerah untuk menemukan koin itu walau sering jatuh, terluka, keringat dan darah pun bercucuran. Di sisi lain sodaranya si Alan menyerahkan koin yang ia dapat ke panitia. Namun panitia belum mengumumkan pemenangnya sampai seluruh peserta berkumpul.

”Si untung itu kaya orang gila saja, sudah jelas tidak akan menang, tapi tetep nyari koin itu” kata peserta lainnya. Akhirnya si Untung pun datang dengan terpincang-pincang dan luka-luka di sekujur tubuhnya. Tapi ia berhasil menemukan koin itu. Di koin itu bertuliskan tulisan resiko. Si Untung pun menyerahkan koin itu ke panitia.

Akhirnya panitia mengumumkan siapa pemenangnya, ”Baiklah kami kami akan umumkan pemenangnya. Pemenang lomba mencari koin dan berhak mendapatkan hadiah 1 unit sepeda motor dimenangkan oleh . . . . . si Untung. . .  ..!!!. Seluruh peserta lain pun terkejut, terutama si Alan. ”Ini tidak adil. . .ini curang. . huuu dasar panitia licik. Saya sudah mengumpulkan 4 koin sedangkan si Untung hanya 1 koin, seharusnnya aku yang menang” ucap si Alan begitu marah.

Namun panitia tidak menggubrisnya. Panitia pun menyerahkan 5 koin yang diperebutkan (koin harapan, kekayaan, kebahagiaan, kesuksesan, dan koin resiko) kepada si Untung. Selain itu panitia pun menyerahkan 1 unit sepeda motor kepada si Untung. Si untung pun terkejut. ”Mengapa aku bisa menang, padahal aku hanya mengumpulkan 1 koin” kata si Untung. ”Ini sudah keputusan panitia” kata panitia.

Si Untung pun pergi ke tepi sungai dan berpikir. Sementara si Alan pulang dan mengurung diri di kamar lantaran kesal. Setelah sekian lama berpikir di tepi sungai, akhirnya si Untung mendapat jawabannya. Koin yang ia dapat adalah koin resiko, sementara koin yang ditemukan si Alan adalah koin kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan, dan harapan. Tapi si Alan tidak berani mengambil koin resiko karena terletak di tempat yang sulit. ”Ya. . . .mungkin dalam hidup ini kita tidak akan mendapatkan harapan, kekayaan, kesuksesan, dan kebahagiaan apabila kita tidak berani mengambil resiko” itulah yang si Untung pikirkan.
.............

”Dalam hidup ini kita tidak akan mendapatkan harapan, kekayaan, kesuksesan, dan kebahagiaan apabila kita tidak berani mengambil resiko”

Belajar Dari Ikan Salmon


Di riaknya arus air sungai yang diiringi angin sepoi – sepoi yang bertiup menyegarkan suasana. Air sungai yang jernih mengalir menerpa batu – batu kali yang ada. Disanalah ikan – ikan salmon hidup dan berenang.

Satu hal yang menarik dari ikan salmon ini, ternyata mereka mampu berenang melawan arah arus sungai yang mengalir. Walaupun cukup deras tapi dengan gigih mereka mengerahkan kekuatan mereka berenang melawan arus untuk ke tempat yang mereka inginkan. Mereka menggerakkan ekor mereka dan melesat melawan arus. Kadang harus melompat dan berenang kembali menelusuri arus sungai. Itu memang beresiko, mereka dapat saja terpental dan membentur batu. Tapi yang lebih beresiko adalah beruang yang biasanya telah menunggu untuk menangkap ikan salmon yang melompat dan berenang melawan arus tersebut. Mereka tau itu memang beresiko tapi mereka terus melakukan hal itu karena tujuan mereka sudah bulat. Mereka takkan tergoyahkan walau rintangan yang ada di depan begitu berbahaya.
Pelajaran penting yang dapat diambil dari sikap ikan salmon tersebut adalah bagaimana mereka berani menghadapi resiko untuk mencapai suatu tujuan. Dalam hidup ini pasti terdapat resiko. Tapi sejauh mana kita berani menghadapi resiko tersebut maka tujuan tersebut akan semakin dekat.

Berenang mengikuti arus memang mudah bahkan tak perlu mengeluarkan tenaga. Tapi berenang melawan arus merupakan sesuatu yang sulit dan penuh tantangan. Dan itulah yang dilakukan oleh ikan salmon. Dalam hidup ini pun demikian, banyak orang yang memilih hidup mengikuti arus dan mengikuti apa yang biasa orang ikuti. 

Tapi orang yang “berani melawan arus untuk suatu tujuan yang positiflah” yang mampu menggapai kesuksesan yang ia raih.