Selasa, 30 Juni 2015

Teori kecoa untuk Pengembangan Pribadi

Pidato yang indah oleh Sundar Pichai - seorang Alumni IIT-MIT  dan Global Head dari Google Chrome:

Teori kecoa untuk Pengembangan Pribadi
    
Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi ... kecoa itu mendarat di wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Pelayan bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan.

Pelayan berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkannya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Disitu saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu saya.

Bukanlah kemacetan lalu lintas di jalan yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh kemacetanlah yang mengganggu saya.

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.

Pelajaran dari cerita ini:

Saya mengerti, saya tidak harus bereaksi dalam hidup.
Saya harus selalu merespon.

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami ............ HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena Semuanya berjalan dengan benar  dalam Kehidupannya ..

Dia BAHAGIA karena Sikapnya dalam menanggapi Segala sesuatu di Kehidupannya Benar .. !! ,,,,,,,

Senin, 29 Juni 2015

Mengampuni dan memaafkan

Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat  mereka duduk dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter:
"Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan, Anda tidak terpancing untuk mengumpat.
Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan KATA-KATA KASAR sekalipun. Anda punya alasan untuk hal ini?" tanya Poter

Grant menjawab, "Saya tidak mau membiasakan mengumpat. sejak remaja saya tidak pernah melakukannya, dan ketika saya dewasa, saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan KEBODOHAN.

Karena kata-kata kasar membangkitkan AMARAH diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.

Saya tidak pernah melihat kehidupan yg berkualitas dari seorang pemarah, selain LEMAH dan RAPUH dari segi spiritual.

Seorang PEMARAH, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia HANCUR.

Tidak ada yang lebih BURUK dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

~"Pada saat kita marah,
kita telah kalah"

~"Pada saat kita membenci,
Kita telah terkunci"

~"Pada saat kita mendendam.
Kita menjadi tawanan".

Solusi menuju ketenangan:

"MENGAMPUNI" & "MEMAAFKAN"

Senin, 22 Juni 2015

Cameron Johnson Jadi Miliarder di Usia 15 Tahun


Cameron Johnson memulai bisnis di usia sembilan atau sebelum lulus SMA. Ia diakui sebagai salah satu pengusaha muda paling sukses di dunia. Sebagai seorang remaja, ia memulai selusin bisnis menguntungkan pada umur 15 tahun. Tahun lalu ia ditunjuk menjadi pengusaha termuda Amerika oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo.

Cameron adalah seorang finalis pada Oprah Winfrey's first prime time series, The Big Give, yang disiarkan di ABC. Baru-baru ini, ia menjadi tuan rumah Season 4 dari Beat the Boss yang mengudara di BBC Inggris. Cameron memiliki beberapa proyek lainnya dan dia terus membagikan pesan di seluruh dunia. Buku terbarunya berjudul Shots sudah beredar sekarang.

Meski entrepreneurship telah berjalan di keluarga Cameron, orangtuanya tidak pernah mencoba membujuknya atau mengarahkan dirinya menjadi entrepreneur. "Itu hanya sesuatu yang saya lakukan setelah saya punya komputer pertama saya," kata Cameron. Walau dia menunggu sampai usia sembilan tahun untuk memulai bisnis komputernya, karier Cameron dimulai lebih cepat. Bahkan sebagai seorang anak, Cameron telah tertarik untuk menjadi seorang pengusaha dan dia selalu bisa menjual produk apapun yang diletakkan di depannya. Pada usia tujuh tahun, ia menjual sayuran dari gerobak merah miliknya dari pintu ke pintu. Ketika ia berusia sembilan tahun Cameron adalah top seller penjual tiket K-12 di sekolahnya. Ia mampu menjual beberapa ratus tiket hanya dalam hitungan minggu. Ketika ia berada di kelas lima, ia menjual kertas pembungkus kado dan sekali lagi, Cameron menjadi top seller dengan mengungguli kawanya yang menempati posisi kedua dengan menjual dua kali lebih banyak.

Komputer pertamanya merupakan hadiah Natal dari orangtuanya. Hanya beberapa bulan kemudian, ia memulai bisnis pertama pencetakan kartu ucapan, alat tulis serta undangan untuk keluarga dan teman-temannya. Untuk mendukung bisnisnya, dia menggunakan komputer dan printer.

Tepat sebelum Cameron berumur sepuluh tahun, orangtuanya mengizinkannya untuk membuka rekening sendiri. Hal ini memungkinkan Cameron mempunyai kendali penuh atas keuangannya dan belajar untuk mengelola uang. Dari kegiatan menyetor dan menulis cek sampai belanja untuk perlengkapan kantor, Cameron belajar bagaimana mengelola uang dan bagaimana untuk melacak pengeluarannya. Cameron dibesarkan pada prinsip-prinsip memberi sesuatu kepada masyarakat dan lingkungannya dan pada usia yang sama ia mulai memberikan hadiah tahunan kepada gereja lokal.

Ketika berusia sebelas tahun, ia menerima beberapa lembar saham dari berbagai perusahaan, termasuk Disney dan CSX Railroad. Setelah menerima hadiah ini, ia menjadi sangat tertarik pada pasar saham dan mempelajari semua cara kerjanya. Ia segera menjual beberapa saham orangtuanya yang diberikan kepadanya dan juga menginvestasikan beberapa ribu dolar uangnya sendiri ke perusahaan pilihannya. Hanya dalam waktu beberapa tahun, ia telah melipat gandakan investasinya tujuh kali lebih besar.

Pada usia 15 tahun sebagai murid baru di sekolah menengah, perusahaan internetnya telah meningkatkan penjualan menjadi lebih dari US$ 15.000 per hari. Ia kemudian diminta untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat untuk FutureKids, sebuah perusahaan berbasis di Tokyo dan Sega of America yang pada saat itu, sedang membuat konsol Sega Dreamcast. Dia berkonsultasi dengan kedua perusahaan selama beberapa tahun.

Pada bulan Agustus 2000, ia didekati oleh seorang penulis laris jepang, yang ingin menjadi "ghost writing" otobiografi Cameron. Dia pun setuju dan buku ini diterbitkan beberapa bulan kemudian dan menjadi buku laris di Jepang.

Cameron menyadari sejak dini bahwa ia sangat beruntung dengan bisnisnya, ia menyadari bahwa bisnis dan kehidupan sosial adalah sesuatu yang harus disimpan terpisah. Pada kenyataannya sebagian besar teman-temannya bahkan tidak pernah tahu apapun tentang bisnisnya sampai ia berumur lima belas tahun, ketika itu ia telah dimuat di berita utama seluruh dunia. Cameron kuliah di Virginia Tech untuk periode singkat namun memutuskan untuk menunda kuliahnya.

Saat ini Cameron telah berusia 24 tahun. Ia menghabiskan waktu dengan bepergian dan menjadi pembicara di seluruh dunia. Dia juga terlibat dengan beberapa organisasi nirlaba. Ia berencana untuk untuk mempromosikan financial literacy di kalangan kaum muda. Buku terbarunya telah diterbitkan pada Januari 2007 oleh Free Press / Simon & Schuster dengan judul You Call the Shots: Succeed Your Way - And Live the Life You Want - With the 19 Essential Secrets of Entrepreneurship. (bn/dari berbagai sumber)

Minggu, 21 Juni 2015

Nenek yang Cerdas



Nenek Ingin Tarik 500 Yuan Dan Diusir Pegawai, Tapi Apa Yang Dia Lakukan Berikutnya Membuat Kita Terpaku…


Aku rasa pegawai juga tidak habis piker bisa begini...
Sponsored Ad
Di China ada seorang nenek pergi ke konter untuk menarik duit, dan dia bilang ke pegawainya,

"mbak, bantu saya Tarik 500 Yuan, terima kasih."
Pegawai :"5000 Yuan ke bawah harus pergi ke mesin ATM."
Nenek bertanya :"kenapa?"
Pegawai tidak sabar berkata:"Ini peraturan, kalau tidak senang ya pergi saja, belakang banyak orang antri."
Dia langsung mengembalikan kartu ATM nenek tersebut.
Nenek ini tidak bisa berkata apa – apa, dia kembalikan lagi kartu ATMnya ke pegawai tersebut dan berkata,"mbak bantu saya ambil uang ya! Terima kasih."






Pegawainya lihat rekeningnya, dan mukanya juga langsung berubah, dan sikapnya terhadap nenek jadi lebih sopan dan berkata,"maaf bu, rekening anda ada 2 juta Yuan, bank di sini tidak memiliki banyak cash, jadi untuk pengambilan cash harus buat janji terlebih dahulu."
Nenek bertanya,"Jadi saya boleh ambil berapa?"
Pegawai :"di bawah 300,000 Yuan bu"
Nenek berkata:"Terima kasih, tolong bantu saya ambil 300,000 Yuan ya"
Pegawai pun mengambil 300,000 Yuan untuk nenek ini.
Nenek pun mengambil 500 Yuan keluar, dan berkata ke pegawai tersebut,"mbak tolong bantu saya simpan 299,500 Yuan ya, terima kasih."Dan pegawai ini langsung tidak bisa berkata apa – apa.

Kalau pegawainya dari awal membantu nenek tersebut mengambil uang 500 Yuan, mungkin saja dia tidak perlu serepot itu.

Jumat, 19 Juni 2015

Kisah Orang2 Sukses : STEVE JOBS

sebab 7 kali orang benar jatuh,namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24:16



STEVE JOBS

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles. Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, Imac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Kisah Orang2 Sukses : KONG HEE, Seorang Pendiri Gereja (City Harvest Church)

sebab 7 kali orang benar jatuh,namun ia bangun kembali,
tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24:16



KONG HEE, Seorang Pendiri Gereja (City Harvest Church)

Kong Hee menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pada tahun 1975. Setelah pertobatannya, Kong menghadiri pertemuan kecil di Gereja Anglican selama 13 tahun. Setelah lulus dan meraih gelar sarjana komputer dari Universitas National di Singapura, dan setelah sempat bekerja di Gereja Anglican, Kong berencana memulai pelayanannya di Filipina. Ketika itu itulah ia merasa Tuhan menggerakkan hatinya untuk memulai gereja di daerah pinggiran Singapura. Pada tanggal 7 Mei 1989, Gereja City Harvest didirikan dan terdiri dari 20 orang anak muda.

Kini, gereja Khong Hee termasuk gereja yang unik di kawasan Asia karena beberapa alasan berikut ini:

1. Dengan jemaat yang berjumlah 23.000 orang, gereja yang dibangun Kong Hee adalah gereja terbesar kedua di kawasan Asia.
2. Seluruh dinding komplek gedung gereja yang dilapisi titanium dan yang dibangun di bawah tanah itu berharga senilai 28 juta dollar dan telah dibayar dengan lunas.
3. Gaya penyembahan dan pelayanan gereja yang ada di gereja Kong Hee termasuk yang paling kontemporer dan progresif di seluruh dunia.
4. Dengan tingkat pertumbuhan melahirkan 1 gereja setiap 3 bulannya, CHC adalah sebuah gereja misi.
5. Memiliki Sekolah Pendalaman Alkitab jangka pendek yang tersebar luas di seluruh kawasan Asia Tenggara, dan memiliki 10 cabang sekolah di kawasan Timur Jauh, pemuridan menjadi jantung kegiatan CHC.
6. Karena penekanannya untuk menjangkau jiwa, pikiran dan keberadaan anak-anak muda, Konferensi Emerge CHC di seluruh kawasan Asia menarik puluhan ribu anak muda sejak tahun 2004.
7. Motto CHC yaitu kristos kai kosmos, yaitu membawa Kristus ke lingkungan pekerjaan dan kebudayaan masyarakat yang kontemporer dengan cara yang relevan.

Kong Hee, Seorang Pelayan Kemanusiaan
Tahun 1995, Kong merasakan panggilan Tuhan untuk membangun sebuah "Gereja Tanpa Tembok," untuk membawa kasih Kristus keluar dan melintasi keempat pilar gereja dengan cara yang penuh belas kasihan dan praktis. Sejak itu, etos hidup Kong yaitu "menemukan kebutuhan dan memenuhi kebutuhan itu, mencari orang terluka dan menyembuhkannya."

Pada tahun 1997, Asosiasi Pelayanan Komunitas City Harvest didirikan untuk menjangkau orang-orang yang kurang beruntung, tanpa memandang suku, bahasa atau agama. CHCSA memulihkan 17.000 kowa di Singapore setiap tahunnya, sementara membangun dan mengelola banyak sekolah, pusat-pusat kesehatan dan panti-panti asuhan di daerah-daerah kumuh di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai orang yang paling dikenal dan orang yang paling sering dicari di kalangan pembicara internasional, Kong menerima ratusan undangan setiap tahunnya untuk mengajar di berbagai universitas, perusahaan-perusahaan, gereja-gereja, dan konferensi-konferensi di seluruh dunia. Sampai detik ini, lebih dari 1 juta orang telah menghadiri seminar-seminarnya, sementara itu tidak terhitung orang-orang di kawasan Asia yang telah mendengarkan kotbahnya melalui siaran televisi mingguan berdurasi 30 menit, "Harvest Time". Kong telah berbicara di negara-negara ini: Armenia, Australia, Canada, China, Fiji, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, New Zealand, Papua, Filipina, Rusia, Singapore, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Taiwan, USA, Ukraine, dan Vietnam.

Kong Hee, Seorang Pengusaha
Kong dan istrinya adalah juga pemilik dari 4 outlet fashion. Adapun lokasi outlet-outlet milik Kong tersebar di sepanjang Jalan Orchard sampai ke Pelabuhan Marina, yang merupakan jalur belanja utama di Singapore. Sebagai seorang pemilik usaha, Kong tidak pernah menerima gaji lagi dari CHC sejak tahun 2005. Mereka berdua melayani gereja dan kegiatan-kegiatan masyarakat sebagai sukarelawan, seperti juga orang-orang lainnya yang menjadi anggota dari organisasi-organisasi non-profit.